Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 12 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 12 Part 2 Bahasa Indonesia

January 13, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 2

Part 4

Asuka dan Leticia pergi ke arah yang berlawanan dari kerumunan besar yang berkumpul di dekat pusat.

Keduanya menjadi lapar setelah terus berlari, jadi mereka membeli crepe di sebuah kios, Asuka melihat ke crepe tersebut seakan dia melihat sesuatu yang langka. Leticia melihat Asuka yang kebingungan sambil menggigit kecil crepe-nya.

"Apa kamu belum pernah melihat crepe sebelumnya, Asuka?" (Leticia)


"Eh? Iya. Bagian luarnya adalah kulit hangat, tapi di dalamnya dipenuhi oleh manisan. Meskipun terlihat enak... Tapi ini cukup tidak sopan untuk menggigit dan memakannya. Mulut akan menjadi kotor tidak peduli bagaimana cara memakannya." (Asuka)

"Benarkah? Tapi aku benar-benar menyukai perasaan saus tebal dan manis yang masuk dan kemudian menyebar di mulutku setelah  menggigit bagian kulit luarnya." (Leticia)

"Mendengar seorang vampir menggambarkan itu benar-benar akan membuat siapapun jadi merinding." (Asuka)

Asuka hanya bisa meringis. Ketika dia masih berpikir bagaimana dia seharusnya memakan crepe itu, Leticia sedang menjilati jari-jarinya, baru saja selesai memakan crepenya.

"Tidak apa-apa, banyak orang yang datang ke Little Garden sama sepertimu. Semuanya berbeda dari kampung halaman mereka, misalnya, makanan, bangunan, pola pikir, budaya, dsb... Begitu kamu menerimanya, maka kamu bisa membaur ke dalam Little Garden. Menyimpulkan sesuatu hanya dari penampilannya saja itu tidak baik, lagipula memiliki pengalaman hidup adalah sebuah harta yang sangat berharga." (Leticia)

"Aku.... Aku mengerti." (Asuka)

Asuka sudah memutuskan, kemudian membuka mulutnya dan menggigit crepenya----Tapi mengigitnya terlalu banyak.

Pisang dan coklatnya menyembur keluar dari crepe, menodai sisi mulutnya. Asuka sejenak mengerutkan keningnya, tapi rasa manis di mulutnya tidaklah begitu buruk. Dia menjilati jari-jarinya setelah mengusap mulutnya.

"....Ini enak." (Asuka)

"Baguslah. Kalau kamu pilih-pilih makanan, maka kamu pastinya tidak akan bisa pergi ke wilayah Selatan." (Leticia)

"Be...Benarkah? Apa makanan si wilayah Selatan se-luar biasa itu?" (Asuka)

"Luar biasa itu cuma salah satu ciri khasnya. Rata-rata, makanan disana itu sangat liar. Di masa lalu, aku pergi ke restoran yang dijalankan oleh komunitas [Six Scars], itu terlalu aneh. Potong! Panggang! Gigit! Ketika mereka memberitahuku tiga langkah untuk makan itu, bahkan aku akan mengalami sakit kepala." (Leticia)

Mata Leticia seperti membias ke arah lain yang jauh ntah kemana, mengingat-ingat kenangan yang nampaknya telah membuatnya menggigil.

Asuka memberikan senyum pahit terhadap reaksi Leticia, sembari melanjutkan dalam berusaha memakan crepe tersebut. Dan kemudian, dia melihat sebuah bayangan kecil yang bersembunyi di pojokan. Di sebuah toko yang menjual vas bunga, ada sesuatu yang mengenakan topi runcing.

"Leticia-san, apa...itu?" (Asuka)

Hmm? Leticia menengok ke arah dimana Asuka tunjuk. Setelah itu matanya terbuka lebar dalam keterkejutan.

Arah yang dimana Asuka tunjuk itu----Terdapat seorang dwarf yang terlihat seperti gadis yang sekecil telapak tangan yang mengenakan topi runcing, dia dengan seksama mengamati vas bunga.

"Itu seharusnya seekor peri 'kan? Langka juga bisa melihatnya  dengan ukuran seperti itu sendiri. Apa dia [Terpisah]?" (Leticia)

"[Terpisah]?" (Asuka)

"Yup, sejenis peri miniatur itu biasanya berpergian dalam berkelompok, cukup langka ada yang berpergian secara mandiri." (Leticia)

'Benarkah?' Setelah Asuka memberi balasan, dia dengan penasaran mendekar ke peri yang mengenakan topi runcing itu.

Mungkin karena bayangan besarnya Asuka yang menutupi cahaya, peri itu jadi terkejut dan menengok ke arah Asuka.

Keduanya saling menatap satu sama lain.

".................................."

"Ah!" Setelah beberapa saat, peri itu mengeluarkan suara imut sebelum membalikan tubuhnya dan melarikan diri.

Asuka memberikan crepenya ke Leticia sebelum mengejar peri kecil itu.

"Wah! Asu...Asuka!" (Leticia)

"Sisa crepe itu, kau bisa memakannya! Aku mau mengejarnya sebentar!" (Asuka)

Asuka dengan senangnya mengejar peri yang mengenakan topi runcing itu. Reaksi tersebut dapat dimengerti. Mungkin karena sudah kebiasaan dari anak-anak bermasalah, mereka secara alami akan berpikir untuk mengejar pihak lawan jika mereka lari.

Leticia menunjukan senyum bingung, berpisah dengan Asuka sembari menggigit crepenya.

Part 5

[Nama Gift Game: "Kuro Usagi dan Izayoi"]

Peraturan:

- Lemparan koin sebagai tanda untuk memulai game.
- Pemenang diputuskan ketika partisipan menangkap pihak lawan  dengan "Telapak Tangan"nya.
- Yang kalah akan dipaksa untuk menerima perintah si pemenang untuk satu kali.

[Sumpah: Perihal peraturan yang disebutkan di atas, "Kuro Usagi" dan "Izayoi" akan memulai Gift Game.]

Setelah keduanya menjanjikan sumpah mereka, sebuah perkamen muncul di tangan mereka.

"Ini bukanlah konflik antar komunitas, tapi [Geass Roll] digunakan untuk duel antar individu. Setelah pemenang diumumkan, kertas milik pemenang akan memiliki hak untuk memerintah, sementara kertas yang kalah akan terbakar." (Usagi)

"Whoa...?" (Izayoi)

Izayoi membaca perkamennya lagi dengan ekspresi penasaran, dan kemudian dia tertawa.

"Wow, nggak buruk. Jadi ketika koinnya jatuh ke tanah, itu berarti gamenya dimulai 'kan?" (Izayoi)

"YES. Hak untuk melempar koin akan diberikan kepadamu kalau begitu." (Usagi)

"...Oh? Kau nampaknya cukup yakin." (Izayoi)

"YES. Karena dalam Gift Game ini, perkembangan seperti apapun akan menjadi menguntungkan bagi Kuro Usagi." (Usagi)

Kuro Usagi tidak membual karena itulah faktanya. Izayoi tetap menjaga senyumannya dan mengeluarkan sebuah koin, bergerak santai sambil berspekulasi terhadap pergerakan pertamanya Kuro Usagi.

'Kecepatan kita seharusnya tidak berbeda jauh 'kan? Mengenai kekuatan, aku lebih kuat tapi di game ini tidak diperlukan dalam menggunakan kekuatan. Jadi masalah utama sekarang adalah performa tinggi dari telinga kelincinya Kuro Usagi." (Izayoi)

Kondisi untuk menang adalah untuk menangkap pihak lawan. Yang dibutuhkan hanyalah berlari, jadi tidak diperlukan dalam menggunakan kekuatan fisik.

Jika dibandingkan dengan Izayoi, Kuro Usagi memiliki sepasang telinga kelinci dengan performa tinggi. Kuro Usagi dapat menerima informasi mengenai game yang dimainkan ketika dia menjadi penghakim, itu adalah ancaman terbesarnya semenjak Kuro Usagi dapat menggunakan telinganya karena dia adalah partisipan.

'Dengan cara ini, aku dapat berspekulasi kalau akan ada tiga jenis pergerakan pertama yang akan dia gunakan. Dua dari tiga tersebut akan menjadi berbahaya bagiku.' (Izayoi)

Untuk mengendalikan situasi sebuah game, pertama-tama mereka akan menggunakan kartu as mereka sebagai kekuatan utama, ini adalah sesuatu yang paling mendasar.

'Tapi sayangnya, dia sudah mengetahui mengenai kekuatanku. Terlebih lagi, aku tidak menggunakan kartu as-ku. Dan kalau Kuri Usagi memiliki kekuatan informasi, maka mengenai dirinya yang menjadi Queen Card ataupun Main, itu semua akan menjadi sangat berguna.' (Izayoi)

Tapi bahkan dengan itu, Izayoi tetap melempar koinnya tanpa takut, dia menggunakan semua kemampuan konsentrasinya untuk fokus terhadap yang menandakan gamenya dimulai.

'Aku akan bertaruh pada pergerakan pertama ini! Ayo, tunjukan padaku apa yang bisa kau lakukan, Kuro Usagu!' (Izayoi)

Izayoi mengeluarkan senyuman meremehkan, melihat kepada koin yang menghasilkan sebuah suara logam setelah dilempar ke udara.

...Kang! Segera setelah suara logam terdengar, sosok mereka berdua menghilang dari mata kerumunan, hanya suara dari aksi ledakan yang mereka buat yang masih tersisa. Kerumunan kemudian langsung membuat keributan.

"Menghilang!" "Kemana mereka perginya?" "Disana! [Kelinci Bulan] sedang berlari mundur sambil menghadapi manusia itu!"

Kuro Usagi menggunakan semua kekuatannya untuk melompat mundur. Izayoi sudah tahu bahwa Kuro Usagi akan melompat ke belakang. Dia secara berturut-turut melompat di sekelompok atap menara yang memiliki sedikit pijakan, berlari di tempat miring yang lebar untuk mengejar Kuro Usagi. Kuro Usagi hanya bisa tertawa dengan senangnya ketika dia melihat pergerakannya Izayoi.

"Ara ara, aku ketahuan?" (Usagi)

"Ha! Ya iyalah!" (Izayoi)

Izayoi dengan gelisah membalas. Bagi Kuro Usagi, kejar-mengejar ini sangat menguntungkan baginya. Meskipun Izayoi tidak tahu, tapi telinga Kelinci terhubung ke sistem pusat Little Garden, dia dapat merasakan seluruh jarark dari sebuah game ketika dia menjadi pengadil, sebagai partisipan dia dapat menerima informasi sampai radius satu kilometer.

Selama pengejaran, ini adalah kesempatan yang sangat besar. Karena Kuro Usagi dapat mengikuti posisi ataupun pergerakan Izayoi, dan kecepatan mereka berdua sama, Izayoi tidak akan memiliki kesempatan untuk menang. Dengan kata lain, untuk Izayoi memenangkan game ini, persyaratan pertama adalah, jangan pernah [kehilangan sosok Kuro Usagi].

Jadi ketika gamenya dimulai, Izayoi berlari dengan seluruh kekuatannya. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah mereka berdua saling bertubrukan. juga metode ini memiliki kemungkinan menang 50 berbanding 50. Karena semua opsi tidak bisa digunakan, Izayoi hanya bisa bergantung kepada keberuntungannya dan berlari lurus.

Kuro Usagi bergerak ke kanan pusat grup kelompok menara, melompat ke sebuah menara lonceng yang besar. Izayoi juga mengejar di belakangnya.

Ketelah kerumunan melihat mereka berdua sedang memanjat menara lonceng yang besar, mereka menyoraki pertandingan itu yang dimana telah melibih ekspetasi mereka semua.

"Sungguh... Sungguh kuatnya! Itu kekuatan dari seorang [Kelinci Bulan]?"

"Tapi orang yang mengejarnya juga kuat! Siapa sebenarnya dia?"

Hanya dalam kedipan mata, Kuro Usagi sudah berada di puncak menara lonceng.

Izayoi yang sedang mengejar berteriak tidak senang kepada Kuro Usagi.

"Oi! Kuro Usagi! Aku selalu berpikir aku bisa melihat daleman rokmu di posisi ini tapi kok malah nggak bisa ya!? Apa yang sebenarnya terjadi?" (Izayoi)

"Aiyaa? Itu alasanmu kekecewaanmu?" (Usagi)

Kuro Usagi menekan ke bawah roknya sambil memberikan senyuman kepada Izayoi. Sebenarnya garter belt dan rok mini itu keduanya terbuat dari kain magis.

""He-He ♪ Berkat Shiroyasha, seragam ini diberkati dengan sebuah gift yang 'kelihatannya kau dapat melihat isi roknya tapi ternyata tidak bisa', kau bisa menyebut ini sebagai benteng rok mini yang tak tertembus♪" (Usagi)

"Apa? Si kampret itu! Apakah dia bener-bener kepengen kulitnya seburuk itu? Sialan! Kelihatannya aku harus menaruh kepalaku ke dalam rok itu secara langsung..." (Izayoi)

"Urushai! Konno Baka!" (Usagi)

Kuro Usagi menolak idenya itu dengan kecepatan tinggi. Oran ini benar-benar akan melakukan apa yang dia katakan, jadi itu cukup menakutkan.

Kuro Usagi berdiri di atas puncak menara, di ketinggian itu dia dapat melihat dasar dari tembok perbatasan.

Dia menjulurkan lidahnya kepada Izayoi yang ada di bawahnya, menunjukan senyum licik, dia kemudian mengangkat tangan kanannya dan mengumumkan.

"Akan tetapi, waktu untuk kata-kata bodoh itu akan berakhir sekarang." (Usagi)

"Apa?" (Izayoi)

"Kuro Usagi sudah memenangkan game ini, Izayoi-san."

Kuro Usagi tiba-tiba mengumumkan bahwa dia akan menang. Setelah itu dia memeluk kakinya dan melompat ke bawah.

Melihat Kuro Usagi yang berencana untuk jatuh ke bawah, Izayoi menyadari bahwa dia membuat sebuah kesalahan besar.

'Sial! Aku mengacaukannya! Kalau aku mengejarnya sekarang aku yang pasti akan tertangkap!' (Izayoi)

Meskipun dia dapat memecah gunung dan sungai, Izayoi tidak memiliki kemampuan untuk terbang.

Jika dia mengikuti Kuro Usagi dan melompat ke bawah, pemenang akan diputuskan sementara mereka masih di udara.

Contohnya, ini seperti pelempar dan pemukul dalam baseball. Karena bola hanya bisa terbang lurus, pihak oposisi tidak akan melakukan kesalahan dalam memukul bolanya. Jika Izayoi mengmabil jalan memutar dan tidak mengejar, Kuro Usagi akan bersembunyi. Jika itu terjadi, dia akan kalah. Izayoi harus terus melompat bersamaan dengan Kuro Usagi, tapi itu sudah terlalu terlambat sekarang.

"Jadi, Kurasa ini selamat tinggal kalau begitu~♪" (Usagi)

Kuro Usagi yang terlalu bergembira berhadapan dengan Izayoi sembari melambaikan tangannya. Izayoi harus cepat mengambil keputusan.

'Sial, kalau aku kehilangan dia, aku akan kalah...! Haruskah aku melompat?' (Izayoi)

Tapi kemudian kemana dia harus melompat? 10 meter jauhnya? Sekarang? Tidak, dia benar-benar akan menangkap Izayoi di jarak seperti ini. Dan jika itu terlalu jauh maka Izayoi akan kalah darinya. Izayoi tetap berpikir situasi yang berbeda, berpikir tentang tempat mana yang bagus untuk mendarat, dia tiba-tiba kemudian kepikiran sesuatu, mengabaikan semua pikiran lain sebagai [Membosankan].

"...Kau benar-benar sesuatu ya, Kuro Usagi. Meskipun sederhana, tapi metodemu untuk mengendalikan alur permainan cukup menarik." (Izayoi)

"Aku akan memastikan ini, sudah sangat lama aku tidak mengalami permainan semenarik ini." Izayoi berkata sembari tertawa.

'Tidak peduli seberapa baik kau mengendalikan permainan, menang dan kalah itu hal yang lain'-----Izayoi tertawa dengan senangnya. Jika Kuro Usagi memiliki kemampuan untuk menghitung kemungkinan, maka biarkan dia menghitungnya. Jika musuh melarikan diri, maka biarkan dia berlari seperti bagaimana kelinci seharusnya.

Menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan rencana pintar dan berbelit seseorang adalah gayanya Sakamaki Izayoi.

"Maaf, ini waktunya untukku mengendalikan permainan. Bersiaplah untuk menangis ketika kau melihat tindakan berani dan cantikku, Kuro Usagi...!" (Izayoi)

Izayoi memutar tubuhnya seperti kawat besi yang lentur dan elastis, dia kemudian menendang dasar menara lonceng... [Menggunakan kekuatan penuhnya].

"...Eh? Ah... Tunggu... Tunggu sebentar! Dasar bodoh ~ ~ ~ ~ ~ ~!" (Usagi)

Kuro Usagu tidak bisa melakukan apa-apa selain menjerit panik setelah melihat tindakan kasarnya Izayoi.

Puing-puing dari menara lonceng itu jatuh dengan kecepatan sepertiga mil, karena Kuro Usagi cukup jauh dari kerumunan, sehingga tidak ada korban, akan tetapi, koridor berjendela merah itu jadi tertutup oleh reruntuhan yang seperti bom.

"Ma... Manusia itu gila!"

Kerumunan itu mulai berteriak panik. Tentu saja mereka akan panik. Untuk Little Garden yang dipenuhi oleh dewa-dewi, hanya [Demon Lord] saja yang akan melakukan sesuatu yang tercela seperti menghancurkan sesuatu di lantai terbawah.

Kuro Usagi dipaksa untuk berhenti untuk menghindari puing-puingnya. Di saat seperti ini, terdapat suara 'Wahahaha' yang datang dari belakang reruntuhan.

"I...Izayoi-san...!" (Usagi)

"Kau masuk dalam jangkauanku, Kuro Usagi!" (Izayoi)

Izayoi menendang reruntuhan yang jatuh, dia kemudian mengulurkan tangan kanannya dari bayang-bayang. Dalam sekejap, Kuro Usagi menyingkirkan tangan kanannya Izayoi, dia juga kemudian mengulurkan tangan kanannya. Izayoi menghindar tipis tangannya, dia kemudian mencoba untuk memegang Kuro Usagi lagi.

Dalam waktu singkat dimana puing-puing sudah jatuh ke tanah, keduanya tanpa henti menggunakan kedua tangannya baik itu dalam penyerangan maupun bertahan.

Ketika mereka mengerahkan seluruh konsentrasinya pada penyerangan, bagian atas menara lonceng mulai terjatuh di atas kepala mereka.

Ini memutuskan hasil dari permainannya. Keduanya mengayunkan tinju mereka untuk menerbangkan menara lonceng yang terjatuh itu.

Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk melakukan tindakan itu, pertahanan mereka perlahan turun. Keduanya mengulurkan tangannya----

"Ah."

Dan saling memegang lengan mereka.

Kedua [Geass roll] mereka mulai bersinar, memutuskan pemenangnya.

[Hasil: Seri. "Geass roll" dapat digunakan oleh kedua belah pihak.]

"...Huh?"

Tetap memegang tangan Kuro Usagi, Izayoi mengeluarkan teriakan terkejut. Kuro Usagi dengan getir menjelaskan:

"Ah... Tentang ini, karena seri, jadi kita berdua mendapatkan hak untuk memerintah oposisi." (Usagi)

"Situasinya bagus lagipula, jadi aku nggak begitu peduli. Apa yang aku tidak senang adalah hasil [Seri] ini, mau dilihat darimanapun juga aku yang lebih cepat 'kan?" (Izayoi)

"NggakNggak, keputusan Little Garden adalah final." (Usagi)

"Huh? Dewa yang memutuskan ini pasti bercanda AHHH aku ingin bertanya pada orang yang memutuskan ketidakadilan ini, jadi cepat bawakan orang itu padaku kelinci sialan---!" (Izayoi)

"Sudah cukup! Dasar brandal!" (Usagi)

Di waktu seperti ini, terdapat suara yang menggelegar datang dari koridor. Mereka berdua dikelilingi oleh manusia kadal, membawa pola dari naga api. [Tuan Lantai] wilayah Utara ----Komunitas [Salamandra] tiba di lokasi karena adanya keributan. Kuro Usagi dengan pasrah mengangkat kedua tangannya, menyerah dalam diam.

No comments:

DMCA.com Protection Status