Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 11 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 11 Part 2 Bahasa Indonesia

January 02, 2017 Pipo Narwastu


Volume 2 Chapter 1


Part 5

Pergi menuju air mancur alun-alun di Peribed Avenue, mereka berempat berhenti di depan toko cabang [Thousand Eyes]. Tokonya berlokasi di jalanan yang dipenuhi oleh pohon bunga sakura. Mengenakan celemek khas jepang, sembari memegang sapu bambu, si asisten toko dengan sopan menyapa mereka semua.
(TL Note: Sarkas yang bagus)

"Tolong pergilah."

"Kami bahkan belum mengatakan apapun." (?)

Mereka diusir meskipun belum masuk ke tokonya. Kelihatannya wanita itu benar-benar membenci anak bermasalah.

Mereka selalu memiliki kebiasaan bertemu dengan wanita ini tiap kali mereka ingin menjual gift berharga yang didapat dari Gift Game ke toko ini. Lebih tepatnya, si asisten toko membenci mereka karena alasan ini.

Mengatur rambutnya, Asuka mulai melancarkan protes:

"Kami dapat dihitung sebagai pelanggan, bisakah kau lebih ramah lagi kepada kami?" (Asuka)

"Mereka yang disebut sebagai pelanggan adalah mereka yang SEBENARNYA berbelanja disini. Untuk mereka yang datang tiap kali ingin menukar sesuatu dengan uang bukanlah pelanggan, mereka hanya disebut sebagai pelaku bisnis."

"Ahhhhh, apa yang kau katakan itu benar. Kalau begitu maafkan atas intrusi kami." (Asuka)

Dia setuju dengan kata-katanya, dia kemudian berusaha untuk menerobos masuk tokonya dengan cepat.

Menghadapi mereka yang mencoba untuk menerobos masuk, si asisten toko membentangkan kedua tangan dan kakinya yang dimana menunjukan kata [Besar 大], menutupi jalannya.

Memegang sapu bambu di salah satu tangannya, dia menunjukan gigi kucingnya dan berteriak kepada Izayoi dan yang lainnya,

"Jadi! Toko ini dengan sopan menolak Komunitas [No Name]! Bahkan sang pemilik toko pun tidak memiliki masalah, jadi sekarang..." (Pemilik toko? Asuka?)

"YAHOOOO! Kalian akhirnya datang juga ahhhhhhhhhh!"

Mereka tidak menyadari dari mana asal suara tersebut, disana ada seorang gadis berambut putih yang mengenakan kimono jatuh dari langit.

Nadanya penuh akan suka cita saat dia melakukan pergerakan akrobatik sebelum mengalami pendaratan kasar di tanah.

Paaaaaaam! Diikuti dengan guncangan susulan dan mengirimkan debu kemana-mana. Suara itu, serta kemunculannya, tanpa diragukan lagi gadis berambut putih yang mengenakan kimono itu adalah Shiroyasha. Faktanya, orang yang mengirim surat undangan tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya.

Sembari mengibas debu di seragamnya, Izayoi mencela kepada asisten toko:

"Apa tindakan sang pemilik toko yang jatuh dari atas itu berarti dia tidak puas dengan kami?" (Izayoi)

"....."

Asisten toko itu sibuk mengatasi sakit kepalanya yang tiba-tiba, dia tidak dapat membantah pernyataan tersebut.

Kasukabe memberikan surat undangan kepada Shiroyasha menggantikan Asuka, yang sedang batuk tanpa henti karena debu yang berterbangan.

"Terima kasih atas undangannya, tapi kami tidak tahu bagaimana cari pergi ke wilayah Utara..." (Yo)

"Un Un, Aku sangat mengerti. Pertama-tama silahkan masuk ke dalam toko, jika kalian setuju dengan persyaratan ku, aku akan dengan senang mati membayar biaya transportasinya.... Dan aku juga ada sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan kalian secara pribadi." (Shiroyasha)

Shiroyasha memicingkan matanya, tapi kalimat terakhir yang dia katakan cukup serius.

Mereka bertiga saling melihat satu sama lain, memperlihatkan senyum nakalnya.

"Apa itu menarik?" (Izayoi)

"Tergantung bagaimana cara kalian melihatnya." (Shiroyasha)

Setelah itu, mereka bertiga dengan senangnya memasuki toko sembari membawa Jin.

Mereka berempat tidak masuk ke bagian dalam toko karena sedang ada bisnis yang terjadi disana, mereka menuju ruangan Shiroyasha dengan melewati halaman. Merupakan hal umum kalau [Thousand Eyes] dibuat oleh sekelompok Komunitas yang berkumpul bersama-sama, mereka mengurusi macam-macam barang, mereka juga membeli Gift-Gift yang dimenangkan dari Gift Game untuk uang, uang yang digunakan untuk kepentingan Komunitas. Mereka juga dapat menerima perintah besar jika pihak yang menerima adalah sebuah Komunitas yang besar.

Setelah melihat bagian dalam toko yang cukup ramai, Kasukabe bergumam,

"Apa toko ini menjual Gift?" (Yo)

"Tentu saja. Bahkan Leticia pernah membeli satu sebelumnya. Akan tetapi, mereka hanya bisa menggunakan koin emas yang diterbitkan oleh kami untuk membeli Giftnya." (Shiroyasha)

"Oh? Kenapa?" (Izayoi)

Izayoi bertanya, penuh dengan semangat.

Shiroyasha duduk dengan nyaman di atas ambal, "Kong!" mengetuk pipa rokok khas Jepang untuk menjatuhkan abunya, dia menjawab,

"Pada dasarnya, ketika menerbitkan mata uang di kota Little Garden, koin-koinnya haruslah berada pada ukuran yang sama. Jika itu adalah sesuatu diluar Gift, kami akan dengan senang hati menerima mata uang yang diterbitkan oleh Komunitas lain, tapi ketika kami membayar, kami akan menggunakan mata uang kami. Dengan kata lain, kami dapat mendemonstrasikan bahwa kami [Thousand Eyes] dapat menggunakan mata uang untuk menjual ini--yang disebut sebagai Gift. Memberikan Gift kepada kami akan membuat kami menukar lebih banyak mata uang, memiliki kepercayaan yang lebih mendalam dengan komunitas-komunitas, alaminya ini adalah pilihan yang benar kan?" (Shiroyasha)

Jadi seperti itu. Izayoi menganggukan kepalanya dalam kesetujuan.

Untuk oposisi yang berlevel tinggi yang dimana semuanya adalah dewa Shura, mereka tidak akan tertarik dengan barang perak dan emas.

"...Un?" Karena sudah seperti ini, kenapa kau secara khusus mengedarkan mata uang komunitasmu selama melakukan transaksi?" (?)

"Hehe, sebenarnya kami sedang mengalami suatu perang perputaran mata uang dengan mata uang lainnya yang diedarkan oleh komunitas-komunitas yang terlibat dalam sebuah gift game yang berharga, itulah kenapa mata uangnya terukir dengan bendera kami." (Shiroyasha)

"Whoa... Jadi begitu ya, selama nilai ekonomi dari koin-koin itu masih tetap sama, semakin banyak koin yang digunakan itu berarti komunitasnya akan mendapatkan lebih banyak dukungan... Terus bagaimana dengan Gift Gamenya? Apakah sepadan dengan iklan komersial besar suatu komunitas, karena pola pikir semua komunitas adalah sama?" (Izayoi)

Izayoi mengeluarkan tawa yang diisi dengan ke-irian.

Di kota Little Garden, nilai mata uang tidak ditentukan oleh koin perak ataupun emas.

Hanya bendera yang terukir dalam mata uangnya yang dapat menentukan nilainya.

"Tapi, aku mengerti kenapa kau menolah [No Name]. Agar perputaran uangnya berlangsung tanpa hambatan, jadi kau memilih-milih pelanggannya." (Izayoi)

"Un... Iya, seperti itulah." (Shiroyasha)

Shiroyasha memberikan jawaban yang ambigu, mengakhiri diskusi ini. Dia pasti ingin segera memulai topik utamanya.

Izayoi duduk di atas ambal tatami, sepenuhnya menyadari alasan untuk segera mengakhiri diskusinya.

Wajah keanak-anakannya Shiroyasha menunjukan ekspresi serius, "Kong", mengirimkan abu rokok ke sulang silinder berwarna merah, dia bertanya:

"Sebelum menuju topik utama, aku ingin memastikan suatu hal terebih dulu. Setelah kalian bertarung melawan [Fores Garo], nampaknya ada rumor yang mengatakan bahwa kalian ingin berurusan dengan Demon Lord... Apa itu benar?" (Shiroyasha)

"Oh, yang itu ya? Yup, emang bener." (Asuka)

Asuka mengekspresikan kepastiannya sembari menjaga posisi duduknya. Shiroyasha mengalihkan kepalanya untuk menghadap Jin.

"Jin-dono, sebagai seorang pemimpin Komunitas, apa kau setuju dengan rumor tersebut?" (Shiroyasha)

"Ya, karena nama dan bendera kami telah diambil paksa, untuk membuat Komunitas kami agar bisa dikenal, aku percaya kalau ini adalah rencana yang terbaik." (Jin)

kota Little Garden sangat-sangatlah besar. Di dunia ini yang dimana dewa-dewi dan makhluk supernatural berada, simbol dari sebuah organisasi ----Yaitu [Nama] dan [Bendera] adalah hal yang paling penting bagi Komunitas manapun. Dalam rangka untuk menutupi celah ini, Jin dan yang lainnya memutuskan untuk menciptakan suatu komunitas yang didiferensiasikan [Melawan Demon Lord].

Shiroyasha, dengan ekspresi tajam, merespon jawabannya Jin.

"Apa kau tahu seberapa bahayanya itu? Pesan semacam ini akan menarik perhatian Demon Lord." (Shiroyasha)

"Aku sudah bersiap untuk itu. Tapi bahkan jika kami ingin mengembalikan kejayaan kami yang sebelumnya, di situasi kami yang saat ini, kami bahkan tidak dapat melangkah ke digit berikutnya. Karena kami tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melakukan duel, kami hanya perlu untuk menarik perhatian mereka untuk menyerang kami." (Jin)

"Meskipun kau bertarung dengan Demon Lord yang tidak ada hubungannya dengan ini, akankah hal tersebut tidak apa-apa?" (Shiroyasha)

Shiroyasha menggerakan tubuhnya lebih dekat, menanyakan pertanyaan lainnya.

Untuk menjawab pertanyaannya, Izayoi, yang duduk di sebelahnya Jin, membalas sembari tertawa gila.

"Nah itu. Menyatakan untuk [Menantang Demon Lord], setelah menghajar Demon Lord, kemudian berlanjut dengan menantang sebuah Komunitas yang didalamnya terdapat Demon Lord yang lebih kuat lagi----Gimana? Meskipun kita berada di dunia yang dipenuhi oleh Dewa-Dewi dan makhluk supernatural, kita tidak akan bisa menemukan Komunitas apapun yang seberani ini kan?" (Izayoi)

"....Fuuu."

Izayoi tertawa bercanda namun matanya menunjukan keseriusan. Meskipun bocah ini membuat yang lainnya percaya bahwa dia tidak berpikir serius dengan hal tersebut, Shiroyasha masih berpikir bahwa dia memiliki kapabilitas untuk menentang kekuatan Libra.

Shiroyasha menutup matanya, berpikir mendalam mengenai kedua sudut pandang terhadap permasalahan ini.

Setelah berpikir beberapa saat, dia menunjukan senyum terpaksa, tampaknya dia tidak punya ide lainnya.

"Karena kalian sudah sebegitu perhitungannya mengenai hal ini, maka tidak apa-apa. Kalau aku terus menggali ini lebih dalam, aku malah akan mencampuri urusan orang lain." (Shiroyasha)

"Un... Itu benar, Itu.... Hmmn, apa sebenarnya topik utama hati ini?" (Jin)

"Fuu, sebenarnya Tuan Lantai Timur akan secara resmi memberikan komisi bagi Komunitas yang ingin [Melawan Demon Lord]. Jadi bagaimana, Jin-dono?" (Shiroyasha)

"Ya... Iya! Aku akan dengan senang hati menerimanya!" (Jin)

Shiroyasha sudah tidak lagi menggunakan nada peduli terhadap anak-anak, tapi merubahnya menjadi nada yang pantas untuk pemimpin Komunitas.

Setelah mendapatkan persetujuan, dia memperbolehkan Jin agar ekspresinya lebih santai lagi.

"Baiklah. Darimana aku memulainya ya..." (Shiroyasha)

Kong! Setelah Shiroyasha mengetuk abu dari pipa rokoknya keluar, dia berhenti. Membiarkan sorot matanya berkeliling halaman, setelah melihat sesuatu, dia secara tiba-tiba teringat akan sesuatu, dia kemudian mulai berbicara.

"Ahh, Oh iya, apa kau tahu kalau nanti akan ada tuan lantai Utara baru?" (Shiroyasha)

"Eh?" (Jin)

"Aku dengar kalau tuan lantainya saat ini pensiun karena suatu penyakit. Dia pasti jatuh sakit karena umur, sebagai seorang naga asia, dia sudah hidup cukup lama. Festival besar kali ini adalah untuk melantik tuan lantai Utara baru {Naga Api]." (Shiroyasha)

"Naga?"

Baik Izayoi dan Kasukabe terdapat kilatan cahay kecil di mata mereka. Shiroyasha melanjutkan pembicaraannya sembari menunjukan senyum pahit.

"Komunitas [Salamandra] berlokasi di gerbang terluar 54545, adalah tidak lain dan tidak bukan tuan lantai Utara. Untuk kembali ke topik, seberapa banyak kalian tahu mengenai Tuan lantai?" (Shiroyasha)

"Aku sama sekali tidak tahu apa-apa." (Asuka)

"Aku juga." (Yo)

"Aku tahu sedikit. Apa mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab untuk melindungi Komunitas-Komunitas digit terendah dari serangan Demon Lord 'kan?" (Izayoi)

Izayoi menjelaskan sembari mengangkat tangan kanannya, sementara Asuka dan Kasukabe mendengarkan dalam diam penjelasannya.


[Tuan Lantai] adalah pelindung Little Garden, mereka juga bertugas untuk mempromosikan atau mengamati perkembangan komunitas-komunitas.

Mereka memiliki banyak tanggung jawab, tugas utama mereka adalah bahwa mereka bertanggung jawab atas tanah di kota Little Garden, mereka juga Host Game, menilai apakah komunitas-komunitas digit terendah dapat dipromosikan ke digit yang lebih tinggi atau tidak, dsb.

Ketika Demon Lord muncul untuk mengganggu kedamaian dan menyebabkan bencana terjadi, tuan lantai harus mengambil inisiatif untuk memimpin dan bertarung melawannya. Sebagai hasilnya, mereka diberikan hak besar dan memiliki hak istimewa terbesar [Host Permission]

"Meskipun begitu, wilayah Utara terdapat banyak roh, setan, yang memiliki jumlah kekuatan yang besar, tanah disana dikenal sebagai tempat yang dimana para demon saling hidup berdampingan satu sama lain. Oleh karena itu, keamanan Public tidak sesetabil itu..." (Jin)

Setelah menjelaskannya dengan jelas, Jin membungkuk ke bawah, kelihatan berkecil hati.

"Akan tetapi... itu memang pada awalnya seperti itu. Kami memiliki hubungan yang cukup baik dengan [Salamandra] di masa lalu... tapi aku tidak tahu kalau posisi kepalanya telah diwariskan. Saat ini, siapa kepalanya? Apakah si anak sulung Sarah-sama seperti yang diduga-duga? Ataukah Mandora-dono?" (Jin)

"Nggak. Kepala saat ini mengakuisisi nama naga api adalah Sandora, orang yang memiliki umur yang sama dengan mu." (Shiroyasha)

"Eh?" Jin memiringkan kepalanya, mengedipkan matanya dua kali.

Setelah beberapa saat, Jin yang terkejut mengeluarkan teriakan keheranan, yang bahkan seluruh tubuhnya bergeser ke depan.

"Ka... Kau bilang Sandora? Eh... Tunggu... Tunggu sebentar! Dia cuman berumur 11 tahun!" (Jin)

"Aiya? Tapi Jin-chan adalah pemimpin kami meskipun dirimu juga berumur 11 tahun." (Asuka)

"Iya... Itu benar...! Tapi, tapi..." (Jin)

"Ada apa ada apa? Apa ntuh cewek pacarnya Chibi-chan?" (Izayoi)

"Bu... Bukan... Bukan seperti itu! Tolong jangan mengatakan pernyataan yang menyinggung!" (Jin)

Izayoi dan Asuka dengan senangnya mengusili Jin, sementara Jin yang marah membalas.

Kasukabe, yang tidak terlibat dalam percakapan, mendesar Shiroyasha untuk melanjutkan perkataannya.

"Jadi, apa yang kau ingin kami lakukan untukmu?" (Yo)

"Tolong jangan terlalu khawatir. Sebenarnya untuk kebangkitan festival naga, secara serentak ini juga adalah waktunya wilayah Utara untuk penghargaan publik Sandora. Karena dia masih muda, jadi, sebagai tuan lantai wilayah Timur, aku ingin melakukan kerja sama dalam konferensi ini dengannya." (Shiroyasha)

"Aiyo. Aneh juga ya. Masih ada yang berkuasa lainnya di wilayah Utara kan? Kenapa mereka nggak meminta komunitas lainnya untuk menyelenggarakan festivalnya sama-sama?" (Izayoi)

"...Un. Iya. Memang seperti itu..." (Shiroyasha)

Izayoi secara tiba-tiba mulai terbatuk.

Shiroyasha menggaruk-garuk kepalanya, menunjukan ekspresi kebingungannya, diwaktu yang seperti ini, Izayoi menjelaskan alasannya,

"Beberapa komunitas tidak menyukai seseorang yang terlalu muda memiliki kekuasaan sebanyak itu kan?" (Izayoi)

"Un... Iya, seperti itu." (?)

Asuka menjadi tidak senang begitu mendengarnya. Dia tidak menyangka hal tersebut terlibat dalam implikasi ini. Matanya dipenuhi oleh amarah dan juga tatapan kekecewaan.

"...Begitukah. Bahkan di dunia ini juga, pemimpinnya juga memiliki mindset yang seperti kami, manusia?" (Asuka)

"KuKu, kata-katamu kasar juga ya, tapi seperti yang kau bilang tadi. Itulah kenapa [Salamandra] mengundangku yang mana merupakan pemimpin wilayah Timur untuk mengadakan festivalnya bersama-sama, juga karena seseorang akan mempunyai pikiran tersembunyi." (Shiroyahsa)

Shiroyasha menundukan kepalanya dengan ekspresi pahit.

Ketika Shiroyasha yang cemberut ingin melanjutkan perkataannya, Kasukabe Yo menunjukan sebuah eskpresi yang seaakan dia mengingat sesuatu, dia melanjutkan untuk menghentikan pergerakannya, dan kemudian dia bertanya:

"Tunggu sebentar. Berapa lama ini akan berlangsung?" (Yo)

"EH? Hmmmm, mungkin sekitar 1 jam?" (Shiroyasha)

"Akan gawat kalau begitu... Kita bisa tersusul oleh Kuro Usagi." (Yo)

"!!!"

Jin, bersamaan dengan dua anak bermasalah lainnya juga menyadarinya. Jika mereka tetap membuang waktu mereka selama 1 jam di toko [Thousand Eyes], tanpa diragukan lagi mereka akan ditemukan oleh Kuro Usagi dan yang Lainnya.

Saat ini, ada sekelompok orang sedang bermain petak umpet dengan Kuro Usagi. Setelah menyadari ini, Jin dengan tiba-tiba berdiri.

"Shi...Shiroyasha-sama! Tolong teruskan lanjutkan pembicaraan ini..." (Jin)

"Jin-chan, kau tidak diijinkan untuk berbicara!" (Asuka)

"KAA!" Dagunya Jin dipaksa menutup. Kelihatannya Asuka menggunakan Gift-nya untuk melakukan hal itu.

Izayoi tidak melewatkan kesempatan ini, dia-pun mendesar Shiroyasha:

"Shiroyasha, bawa kami ke wilayah Utara sekarang!" (Izayoi)

"Eh? Eh? Aku sih nggak apa-apa, tapi apa kalian ada sesuatu yang mendesak sedang terjadi? Bentar, itu sih sudah pasti kalau itu kalian, apa kalian menerima suatu kondisi tanpa mendengarkannya?" (Shiroyasha)

"Persetan! Buruan! Kita bisa membahas ini nanti, yang lebih penting lagi ---- Ini akan lebih menarik lagi! Aku jamin itu!" (Izayoi)

Setelah mendengar itu, mata Shiroyasha menjadi terbuka lebar, dia kemudian mulai tertawa sembari menganggukan kepalanya.

"Benarkah? Apa memang semenarik itu? Aiyah Aiyah, ini penting! Karena hiburan adalah apa yang aku butuhkan untuk hidup! Meskipun aku merasa bersalah terhadap Jin. Akan tetapi, karena yang ini lebih menarik, sepertinya aku tidak punya pilihan lain!"

"....?...."

Melihat ekspresi nakalnya Shiroyasha, Jin mencoba untuk mengatakan sesuatu tapi tidak bisa. Semuanya sudah terlambat.

Izayoi dan yang lainnya dengan senangnya menahan Jin yang sedang memberontak. Setelah itu Shiroyasha kemudian mengangkat kedua tangannya dan menepukannya beberapa kali.

"----Oke, seperti itulah. Sesuai dengan yang kalian inginkan, kita sudah sampai di wilayah Utara." (Shiroyasha)

"...EH?"

Mereka bertiga, yang sedang sibuk mengikat Jin, melepaskan suara yang fantastis. Tentu saja reaksi seperti itu sesuai perkiraan.

Mereka melewati jarak yang sulit untuk dibayangkan, 98000 kilometer-----Hanya dalam sesingkat itu?

...Setelah itu, semua kecurigaan menghilang tanpa jejak, beberapa saat kemudian, ketiganya keluar dari toko penuh akan ekspetasi.

Part 6

Perbatasan wilayah Timur dan Utara.

Di antara 4000000 dan 3999999 gerbang terluar, [Thousand Eyes] membentuk toko cabang.

Ketiganya keluar dari toko bersamaan dengan udara hangat melewati pipi mereka.

Toko cabang [Thousand Eyes] yang bergerak tidak terduga berlokasi di platform tinggi, menghadap ke kota. Pemandangan yang mereka lihat tidak sama dengan pemandangan-pemandangan yang mereka biasa lihat.

Asuka mengambil napas dalam, melepaskan helaan napas yang menandakan jika dia puas.

"Tembok mereka, api, dan juga... Sebuah kota yang terbuat dari kaca?" (Asuka)

Itu benar, saat ini terdapat tembok merah besar yang berdiri tegak mencakar langit, memisahkan wilayah Utara dan Selatan, jelas sekali kalau itu adalah tembok perbatasan.

Mereka dapat melihat sebuah ukiran pada bijih-bijih yang membentuk tembok tersebut, dan juga 2 pintu terluar yang melebur menjadi dinding yang besar dan terlihat megah.

Meskipun jauh, mereka dapat melihat dengan jelas kaca berwarna terang yang telah diukir agar terlihat seperti hiasan pada koridor-koridornya. Asuka begitu bersemangat sehingga kedua matanya bercahaya.

Meskipun masih siang hari, tapi seluruh kotanya nampak seperti sudah senja. Tidak hanya karena dekorasi kotanya, tapi juga ada banyak kandil besar yang menghasilkan api merah dan hangat untuk menyinari bayangan yang ditampilkan oleh dinding perbatasan.

Melihat scene yang dimana kandel yang memiliki dua kaki sedang berjalan, Izayoi dengan senangnya berkata:

"Whoa... itu membuktikan dengan sendirinya kalau ini emang dipisahkan oleh jarak 98000 kilometer dari tempat sebelumnya, budayanya begitu berbeda dari timur. Tidak pernah terpikirkan aku akan melihat pemandangan yang tidak biasa dari kandel yang sedang berjalan!" (Izayoi)

"Fufufu. Perbedaan antara mereka dengan kita tidak terbatas pada budayanya saja. Kalai kau pergi ke belakang gerbang terluar, disana akan ada salju di segala tempat. Itu karena pesona dari kota Little Garden dan banyaknya pencahayaan sehingga pemandangannya akan selalu pada musim gugur." (Shiroyasha)

Shiroyasha dengan bangga menepuk dada ratanya. Izayoi menganggukan kepalanya sembari melanjutkan mengagumi kotanya.

"Whoa. Jadi itu karena lingkungannya yang keras ya jadinya kotanya bisa berkembang seperti ini? Haha, kedengarannya lebih menarik dari wilayah Timur!" (Izayoi)

"...Oh? Aku tidak bisa benar-benar setuju dengan apa yang kau katakan, nak. wilayah Timur punya banyak hal hebat juga! Itu karena gerbang terluar yang kalian tinggal secara khusus adalah terpencil!" (Shiroyasha)

Shiroyasha berkata dengan perasaan bangga.

Gerbang terluar 2105380 di wilayah Timur secara langsung menghadap ke [Ujung Dunia], jadi sumber daya yang mereka dapat terbatas, itulah kenapa komunitasnya tidak memiliki banyak kekuatan untuk berkembang karena mereka menderita keterbatasan tersebut.

Hatinya terasa tersentuh, Asuka dengan semangat menunjuk pemandangan indah jalanannya, menyarankan kepada semuanya,

"Kita pergi kesana yuk! Aku mau mengunjungi jalanan yang dipenuhi oleh kaca! Boleh kan, Shiroyasha?" (Asuka)

"Yup, tidak masalah. Apa yang ingin aku katakan bisa ditunda sampai malam hari. Kalau kalian ada waktu luang, kalian bisa berpartisipasi dalam Gift Game ini." (Shiroyasha)

Shiroyasha menarik keluar selebaran iklan dari lengan panjang kimononya. Tepat ketika mereka bertiga ingin melihat isi dari selebarannya...

"Aku akhirnya menemukan kalian~------MUAHAHHAAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAAHHAHAHH"

Diikuti oleh suara yang keras dan kasar, ada sesuatu yang seperti bom yang mendarat di tanah.

Sekelompok orang terkejut karena suara tersebut. Orang yang menciptakan suara besar tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah rekan mereka, Kuro Usagi.

Kuro Usagi mengeluarkan teriakan keras, menggunakan segenap kekuatannya untuk melompat, dia tiba di hadapan mereka semua dalam sekejap.

"He....Hehe.........Hehehehehehe.....Akhirnya ~ ~ ~ ~ ~ Terkejar juga kalian, bocah-bocah kampret!" (Usagi)

Rambut pink-nya Kuro Usagi muncul ketika dia sedang gelisah ataupun marah, seluruh tubuhnya secara terus-menerus mengeluarkan niat membunuh.

Setelah ketiga anak bermasalah itu menyadari bahwa hidup mereka berada dalam bahaya, Izayoi langsung membuat pergerakannya.

"Cepat lari!" (Izayoi)

"Jangan berani-beraninya kalian lari!" (Usagi)

"Eh? Tunggu bentar...?" (Asuka)

Izayoi membawa Asuka dengan tangannya, melompat dari platfowm. Kasukabe melepaskan angin ribut untuk mencoba dan melarikan diri ke udara, tapi terlambat beberapa langkah. Kuro Usagi menggunakan kekuatannya untuk melompat, menangkat kakinya Kasukabe.

"Wah...Wah...!" (Yo)

"Yo-san, Kuro Usagi sudah menangkap-mu! Kuro Usagi nggak akan pernah melepaskan-mu lagi!" (Usagi)

Senyumnya Kuro Usagi sangatlah mencurigakan.

Kuro Usagi menarik Kasukabe kembali ke bawah, memeluknya dengan erat, kemudian membisikannya dengan lembut ke telinganya,

"Malam ini, akan ada ceramah panjaaaaaaaaaang dari Kuro Usagi. Fufufu, tolong siap-siap ya♪" (Usagi)

"A...Aku mengerti." (Yo)

Mendengar nada suara yang tidak boleh ditolak dari Kuro Usagi, Kasukabe hanya bisa menyerah, karena intuisi liarnya mengatakan bahwa Kuro Usagi jauh lebih gila dari biasanya. Setelah itu, Kuro Usagi melempar Kasukabe ke Shiroyasha. Berputar di udara tiga setengah putaran, Kasukabe dan Shiroyasha mengeluarkan jeritan menyedihkan.

"AGHH!"

"Whoaa! Oi...Oi! Kuro Usagi! Bukankah kau jadi kasar akhir-akhir ini! Apa lagi, aku adalah tuan lantai wilayah Timur---!" (Shiroyasha)

"Aku akan meninggalkan Yo dalam pengawasan-mu! Kuro Usagi harus menangkap anak bermasalah lainnya!" (Usagi)

Kuro Usagi berteriak sembari mengabaikan kata-katanya Shiroyasha, Shiroyasha dengan nurut menganggukan kepalanya, dikalahkan oleh kekuatan memaksanya.

"Oh...be...begitukah, meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi semoga beruntung, Kuro Usagi." (Shiroyasha)

"Bagus!" (Usagi)

Kuro Usagi melompat ke bawah dari platform. Dua jam berlalu semenjak Game-nya dimulai.

Petak umpet Kuro Usagi dengan anak-anak bermasalah baru saja memasuki babak keduanya.

No comments:

DMCA.com Protection Status