NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 7 Bahasa Indonesia

January 29, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Beo Novel
Editor: Ise-kun

Regular chapter adalah tiap hari Kamis dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0.0036/$1)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qdNCLZ
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 

Chapter 7: Balas Dendam Kelinci (Bagian 2)

Esok harinya, aku datang ke tempat pelatihan guild. Aku berlatih di bawah instruktur Vogt, aku berlatih teknik memanah dan melempar pisau. Awalnya hanya berlatih memanah, tapi bunyi yang ditimbulkan dari busur terdengar cukup berisik. Untuk jarak yang lebih dekat, aku akan melemparkan pisau secara diam-diam. Itulah mengapa aku mempelajari kedua teknik itu.

“Ternyata begitu, pertarunganmu masih belum berakhir. Itulah yang namanya semangat.”
“Itulah kenapa aku mendapatkan skill anti kelinci”
“Heh, skill macam apa itu?”
“Instruktur, apa itu?”

Sambil mengatakan itu, aku menunjuk ke belakang instruktur.

Saat dia memutar kepalanya, aku menghilangkan keberadaanku dan diam-diam bergerak ke sebelahnya, dan kuarahkan pisauku untuk menusuknya. Tapi ketika hampir mengenainya, tanganku berhenti bergerak.

“Aku terkejut. Kau mengincar dadaku.”
“Tidak, seperti yang diharapkan dari instruktur. Kukira aku bisa mengalahkanmu dengan serangan tiba-tiba ini, tapi ternyata kau bisa menghentikanku.”
“Kau menghilangkan keberadaanmu untuk bergerak diam-diam seperti itu? Itu skill yang bagus. Orang biasa tidak akan bisa menghentikannya.”
“Ya, dengan ini, aku akan memusnahkan mereka.”

Pada akhirnya, sepanjang hari aku habiskan dengan berlatih melempar pisau. Kesimpulan yang kuperoleh adalah【Stealth】dan【Ninja Walk】tidak cocok dikombinasikan dengan memanah.
Saat malam tiba, level melemparku sudah naik ke level 2. Skill-skill baru yang ditambahkan adalah sebagai berikut:
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 2, Ninja Walk Level 2 dan Presence Detection Level 2.

21 skill point yang tersisa sudah kuhabiskan semua. Presense Detection digunakan untuk mencari musuh, Stealth dan Ninja Walk digunakan untuk mendekatinya. Throwing Knives untuk membunuh musuh. Ini rumus kemenanganku.

[TL Note : Archery(memanah) dan Throwing(melempar) diperoleh gratis dari latihan, tapi untuk mengambil skill Stealth, Ninja Walk dan Presence Detection masing-masingnya 5P + untuk naik ke level 2 masingnya 2P = 15P+6P = 21P]

Keesokan harinya, tanpa menunda-nunda, aku segera menuju ke padang rumput. Aku tidak mengambil misi di guild, tanpa itupun, selama ada yang membutuhkan bahan mentah, aku bisa menjualnya di Trade Guild. Yah, dengan 3000 gold yang kuperoleh dari hadiah menangkap kelinci liar, untuk saat ini aku tidak kekurangan uang.

Di gerbang, si prajurit menyapaku.

“Hei kelinci liar, kau berburu kelinci liar hari ini? Semoga berhasil!”

Terimakasih untuk dorongan semangatnya. Itu bagus, tapi aku sudah terjebak dengan julukan Kelinci Liar itu….

Aku menuju padang rumput, seperti yang kuduga, karena berburu kemarin, jumlah mangsa hari ini berkurang. Oleh karena itu, aku menuju ke tempat yang berbeda. Aku berjalan sambil mengaktifkan Presence Detection. Aku mendeteksi burung dan tikus kecil, tapi aku tidak bisa menemukan kelinci liar. Apa karena aku belum terbiasa atau karena levelnya terlalu rendah? Aku bisa merasakan keberadaan makhluk hidup dan lokasi mereka secara umum, tapi untuk tipe atau lokasi tepatnya, masih belum bisa aku pastikan. Meski begitu, aku bisa menemukan burung-burung dan tikus kecil, yang sampai kemarin tidak bisa kujumpai, kelinci liar harusnya tidak jadi masalah.

Berjalan dengan Stealth dan Ninja Walk, akhirnya aku melihat mangsaku. Kelinci liar. Aku mengambil pisau lemparku dan perlahan mendekatinya. Jarak yang pas untuk menyerang…..! Aku melempar pisaunya. Tanpa sempat menyadarinya, kelinci itu mati.

Aku asik berburu selama 2 jam. Aku telah mengalahkan 30 ekor kelinci. Kecepatan berburuku cukup stabil. Tanpa kusadari, aku sudah berada dekat dengan hutan. Sambil beristirahat aku berpikir. Di dalam hutan ada mangsa yang lebih besar, mungkin di sana ada rusa, babi hutan dan beruang. Tapi mungkin monster-monster berbahaya bisa muncul juga.

Sambil memikirkan apa yang akan kulakukan, sesuatu keluar dari hutan. Aku tiarap, menghilangkan keberadaanku dan memantau situasi. Apa itu orc? Tubuhnya tidak tinggi tapi fisiknya terlihat cukup kuat. Makhluk itu berwajah seperti babi, mengenakan pakaian compang-camping dan memegang pentungan di tangannya. Si orc terus berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya. Mampukah aku membunuhnya? Perlahan si orc mulai mendekat. Lemparan pisauku tidak akan bisa mencapainya, tapi mungkin bisa dengan sihirku.

Aku mengacungkan tangan kiriku ke arah orc dan menembakkan【Fire Lance】. Tidak perlu menunggu ketika menembakkan sihir Fire Arrow, tapi untuk Fire Ball dan Fire Lance membutuhkan sedikit waktu sebelum bisa ditembakkan. Sebuah tombak api muncul. Orc menyadarinya, tapi sudah terlambat, Fire Lance telah ditembakkan. Tombak apinya bergerak lebih cepat daripada panah api. Tanpa sempat menghindar, tombak api itu menembus tubuh orc dan si orc mati.

“Wow gampang banget.”

Kupikir akan ada perasaan tidak enak saat membunuh monster humanoid (berbentuk manusia), tapi ternyata tidak. Yang kurasakan tidak jauh berbeda dengan saat memburu kelinci liar.

Saat aku sedang memungut sisa-sisa mayat orc, beberapa orc keluar dari dalam hutan. Orc-orc itu melihatku, mengangkat pentungannya, dan datang menyerangku. Biarpun mereka sedikit jauh dariku, dengan tenang aku menembak【Fire Lance】. 2 orc yang mendekatiku langsung mati. 2 orc tersisa. Aku bersiap-siap dan mengeluarkan pedangku. “Guoooooooo” orc nya berteriak. Kali ini aku menghadapi 2 musuh sekaligus. Pergerakan mereka lebih lambat dibandingkan dengan instruktur. Orc yang menyerang terlihat cukup menakutkan, tapi aku bisa menghindar dengan mudah, menebasnya dengan shortsword ku dan berhasil kukalahkan. Melihat itu, orc yang tersisa mencoba melarikan diri. Aku melemparkan pisauku ke orc tersebut. Orc tersebut jatuh setelah terkena lemparan pisau, aku mendekatinya dan menghabisinya dengan pedangku. Aku naik level.

Setelah mengumpulkan hasil buruanku, aku melihat sekeliling, tampaknya tidak ada orc lagi. Aku tetap waspada dan mengaktifkan skill Stealth. Dan kemudian aku memeriksa status.


Status dari versi WN
***************************************************
Yamano Masaru, Human, Magic Swordsman

【Titles】 Pemburu Kelinci Liar
Laki-laki bertarung mati-matian melawan kelinci liat.

Level 4
HP 154/77+77
MP 52/112
Strength 25+25
Stamina 26+26
Agility 15
Skill 20
Magic Power 36

Skill Point 10
Fencing Level 4, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 3
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 2, Ninja Walk Level 2, Presence Detection Level 2
***************************************************

Aku tidak tahu berapa kenaikan statusnya, karena tidak ada poin pembandingnya, tapi dibandingkan awal-awal, aku merasa sudah jauh berkembang. Tampaknya sesuatu seperti level dan status tidak ada di dunia ini, karena ketika aku bertanya ke instruktur mengenai HP dan status, dia malah menunjukkan ekspresi kebingungan. Skill ada di dunia, tapi tidak ada levelnya. Sedangkan dari pengalamanku sendiri, aku memahami tentang stamina dan kekuatan sihir.

Sekarang aku masih level 4. Kalau di dalam RPG, aku pasti masih berburu monster-monster lemah dengan tongkat kayu disekitar kota awal. Berkat Fencing dan Fire Magic, aku bahkan menang melawan orc, berapapun mereka datang. Setelah ini, untuk naik level, apa aku harus masuk ke hutan untuk melawan monster yang lebih kuat? Sambil melihat-lihat ke daftar skill, aku memikirkan apa yang harus ku tingkatkan untuk memperkuat diriku. Ada 3 pilihan:

Fencing Level 4 -> 5, 10 poin.
Stealth, Ninja Walk dan Presence Detection Level 2 -> 3, 3 poin x3 = 9 poin.
Healing Magic (Sihir penyembuhan), 5 Poin

Sambil memeriksa harga potion, satu potion harganya 100 gold. Aku punya 7 beginner potion, tapi di masa depan mungkin aku perlu healing magic. Ada cara untuk membuat potion dengan skill tipe produksi, tapi membutuhkan alat dan perlengkapan yang lumayan mahal. Healing Magic, aku ingin tahu dimana aku bisa mempelajarinya. Apa aku harus bertanya ke seseorang saat kembali nanti? Peningkatan skill ditunda dulu saat ini.

Sepanjang jalan pulang, aku terus membunuh kelinci yang muncul. Hari ini aku berhasil menangkap 35 ekor kelinci.

“Gimana hasil hari ini?”

Saat melewati gerbang, si prajurit yang biasa bertanya kepadaku.

“35 ekor kelinci.”

“Phew, seperti yang diharapkan dari Pemburu kelinci liar! Kami tidak bisa lagi memanggilmu kelinci liar-kun. Bolehkan kami memanggilmu Kelinci liar-san mulai sekarang?”

Tidak, kumohon panggil aku dengan nama asliku seperti orang-orang normal. Saat aku melewati gerbang, aku menunjukkan kartu guild-ku, harusnya dia tahu namaku, tapi…..

“Dan aku juga menjumpai orc di dekat hutan.”

Aku memberitahu prajurit penjaga gerbang saat menunjukkan kartu guild ku.

“Heh, kau membunuh 5 orc sendirian? Seperti yang diharapkan darimu. Tapi, orc jarang-jarang muncul sampai ke padang rumput. Kewaspadaan mungkin akan diperlukan untuk ini, kau harus melaporkan hal ini kepada guild.”

Pertama-tama, aku membawa kelinci liar dan orc ke Trade Guild yang ada di sebelah Adventurer Guild. Hasil buruan orc dihargai cukup tinggi. Daging dan bulu kelinci liar masing-masing dihargai 25 gold, sedangkan untuk orc, masing-masingnya dihargai 200 gold. Orc akan dijual ke toko daging untuk kemudian disajikan sebagai makanan di rumah-rumah. Daging orc ternyata sudah beberapa kali disajikan di penginapanku. Tak diduga, ternyata rasanya enak.

Selanjutnya aku menunjukkan kartu guild-ku ke resepsionis laki-laki paruh baya. Di meja resepsionisnya relatif sepi dibandingkan resepsionis lainnya. Resepsionis lainnya kebanyakan adalah perempuan, dan yang paling ramai tentu saja di meja resepsionis perempuan yang paling cantik. Ada beberapa resepsionis laki-laki, tapi mereka juga lumayan ganteng. Aku baik-baik saja kalau melihat perempuan cantik dari kejauhan, tapi aku tidak pandai berbicara dengan perempuan cantik.

Sambil menunjukkan kartu guild-ku, kami berbicara mengenai orc.

“Hmm, nanti aku akan melaporkannya ke asisten guild master. Dengan kau berhasil menaklukan orc, rank guild mu naik ke rank E. Selamat!”

Aku menerima hadiah setelah menaklukan orc, masing-masingnya 50 gold. Misi penaklukan orc ada terus-menerus, jadi selama bisa mengalahkannya, kau akan mendapatkan hadiah saat kartu guild mu diperiksa. Di tambahkan dengan penjualan hasil buruan orc, total penghasilan ku hari ini adalah sekitar 2000 gold. Jumlah uang ditanganku sekarang sekitar 5000 gold. Karena pelatihan, armor kulit yang kukenakan sudah compang-comping, dan kurasa adalah ide yang bagus untuk menggantinya dengan equipment yang lebih baik.

No comments:

DMCA.com Protection Status