NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 3 Bahasa Indonesia

January 13, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Beo Novel
Proofreader: Ise-kun

Chapter 3: Bertarung Sampai Mati! Penyerangan Hewan Buas

Setelah selesai wawancara, aku kembali ke ruang utama guild dan memeriksa misi-misi yang ditempelkan di dinding. Apa karena wawancaranya terlalu lama? Jumlah adventurer yang ada di dalam guild menurun drastis. Aku bertanya-tanya, apakah mereka semua langsung pergi setelah menerima misi. Ada misi untuk mengumpulkan 5 daging kelinci liar, aku mengambilnya dan membawa ke meja resepsionis. Alasanku memilih misi ini adalah nantinya tidak akan masalah kalau aku gagal, karena sebelumnya aku sudah mendapatkan daging kelincinya.

“Kelinci? Kelinci liar lumayan lincah dan sangat sulit untuk ditangkap.” Aku diperingatkan oleh resepsionis paruh baya.

“Tapi aku menghadapi dan menyerangnya dengan cepat menggunakan pedang, aku akan menyelesaikannya dengan mudah.”
Entah mengapa pria paruh baya menunjukkan raut wajah susahnya.
“Kelinci liar menyerang lawan yang lebih lemah kan? Mereka sering menyerang anak-anak dan semacamnya.”
Maksudnya aku lebih lemah dari kelinci liar? Mudah untuk menangkap mereka, tapi perasaanku jadi campur aduk begini.

“Berhati-hatilah. Kalau kau terlalu jauh dari kota, goblin, orc, dan monster lain akan muncul. Terlebih lagi, kau benar-benar tidak bisa keluar saat malam hari, karena akan sangat berbahaya.”

Pria paruh baya itu tiba-tiba menunjukkan raut wajah cemasnya.

“Aku akan baik-baik saja. Aku cukup percaya diri dengan keahlianku.” Sambil berkata begitu, aku berangkat. Bahkan jika kubilang aku punya skill Fencing level 4 (setara swordsman kelas atas) dan Fire Magic level 3 (setara mage veteran), dia tidak akan percaya.

Sebelum meninggalkan kota, ada beberapa hal yang harus kupersiapkan terlebih dahulu. Hanya dengan pedang pendek dan pakaian biasa ini aku merasa tidak aman, jadi aku akan mempersiapkan equipment-ku. Aku masih punya 1856 gold. Aku bertanya kepada pria paruh baya dimana toko senjata dan armor. Toko untuk para adventurer ada di sekitaran guild. Jaraknya sangat dekat dengan Adventurer Guild, mereka pasti menjual barang dengan harga yang wajar.

Di dalam toko penuh dengan senjata dan armor yang berjejer. Aku melihat sekeliling dengan gelisah, si penjual mendekatiku.

“Apa yang anda cari untuk hari ini tuan?”

Meskipun di dunia lain, pelayanannya lumayan juga. Harusnya di toko seperti ini yang keluar biasanya dwarf kan? Ada beberapa perbedaan dengan dunia lain yang kubayangkan.

“Erm, aku ingin senjata dan satu set armor.”
“Maaf, apakah anda pemula? Jika anda warrior, lihat ini. Bagaimana dengan satu set leather armor? Set ini sangat populer dan tidak mahal. Jika dipasangkan dengan perisai ini, pertahanan anda akan aman. Ah coba liat waist(pinggang) armor ini. Umm umm. Item ini terlihat bagus bukan? Kalau ini bisa menjadi senjata utama, bagaimana menurut anda dengan pedang ini? Mau coba mengayunkannya? Bagaimana dengan panah dan tombak? Anda tidak perlu? Itu saja?”

Seperti itulah, aku ditawarkan set lengkap dan mencobanya. Perisainya agak kecil, tapi mudah untuk digunakan. Pedangnya terbuat dari besi tipis, yang bahkan orang lemah sepertiku bisa mengayunkannya dengan mudah. Ukuran leather armor pas. Penjualnya benar-benar berkompeten! Pedang, perisai, dan set leather armor total harganya 450 gold. Harga yang wajar. Aku ditawarkan armor lain yang lebih kuat, yang umumnya terbuat dari logam berat. Tapi kualitas leather armor ini sudah sesuai dengan kantongku, jadi ini adalah pilihan terbaik.

Aku membayar uangnya, mengatakan tetap pada pilihanku dan meninggalkan toko itu. Selanjutnya adalah persediaan makanan. Di toko kecil terdekat aku membeli bumbu-bumbu, makanan yang diawetkan, dan juga buah-buahan. Karena berat aku meletakan semuanya di item bag. Dan aku juga mengambil uang dari item bag. Aku yakin mereka melihatku mengeluarkannya dari ruang hampa, tapi item bag bukan sesuatu yang langka kan? Aku menghabiskan 450 gold untuk equipment dan 150 gold untuk makanan, 1256 gold tersisa.

Aku meninggalkan kota lewat gerbang timur. Kali ini aku punya kartu guild, aku lewat hanya dengan menunjukkannya. Setelah meninggalkan kota, aku menuju ke tempat yang tidak ada orangnya. Sebelum berburu kelinci liar, ada beberapa hal yang harus aku lakukan, mencoba Fire Magic yang sudah kuambil. Sudah gatal ingin mencobanya secepat mungkin, tapi tidak mungkin untuk mencobanya di dalam kota kan. MP ku 23. Apa waktu pulihnya seharian? Kalau aku tidak hemat, bisa gawat. Pertama-tama periksa Skill di Menu.

【Fire Magic Level 3】
① Fire Arrow ② Fire Ball, Fire Lance ③ Fire Wall, Minor Explosion

Berdasarkan nomor, Fire Arrow harusnya sihir level 1. Karena tangan kananku memegang pedang, aku mengangkat tangan kiriku ke depan. Aku berpikir mengeluarkan【Fire Arrow 】, ternyata begitu caranya. Sekumpulan api berbentuk panah melayang di depan tangan kiriku. Aku membidik batu terdekat dan menembakkannya, kena dengan tepat. Kecepatannya juga lumayan. Fire Arrow menghabiskan 3 MP. Masih ada 20 MP tersisa. Aku masih bisa menembakkan 6 Fire Arrow lagi. Sihir lain mungkin akan membutuhkan MP yang lebih banyak, jadi aku harus hemat. Sihir sangat mudah digunakan. Tanpa perlu mengucapkan mantra atau proses yang sulit, mengeluarkannya hanya dengan berpikir, rasanya seperti anti-klimaks. Apa semuanya juga seperti ini? Atau cuma aku? Lagipula akan jadi masalah kalau hanya orang terlatih yang bisa menggunakannya, jadi sekarang aku bebas dari masalah.

Setelah mencoba sihir, aku berjalan selama 10 menit. Aku bertemu beberapa kelinci liar. Karena kelincinya menyerang duluan, pedangku mengalahkannya dengan mudah. Kemarin aku merasa bersalah, tapi sejak tahu mereka menyerang orang-orang yang lemah, tak ada ampun bagi mereka!

Setelah itu kelinci-kelinci liar yang muncul dengan mudah kukalahkan dengan sekali tebas. Apa ada sekumpulan kelinci? Saat mengalahkan yang ke 10, aku naik level. Aku ingin memeriksa statusku, tapi aku masih was-was, jadi kutunda dulu.

Saat mengalahkan yang ke 11, tanganku terasa sangat berat. Setelah mengalahkan yang ke 12 dan 13 yang muncul berturut-turut, aku merasa seperti kehabisan stamina. Aku tidak bisa mengangkat tanganku. Kakiku bergetar. Apa ini? Rasanya seperti baru selesai lari maraton.

Aku ingat ada beginner potion di item bag. Tapi saat aku mengambil potion, kelinci muncul lagi, dan langsung menyerangku. Buru-buru aku mencoba meminum potion, kakiku kena hantaman kepalanya. Dari serangan itu aku menjatuhkan potionnya. Saat mencoba bangkit, kelinci menyerang lagi dan mengincar kepalaku. Tepat saat itu, aku mengayunkan pedangku dan kelinci itu terbelah, mati.

Aku menjatuhkan pedangku dan nafasku terasa berat. Oh tidak! Aku seperti mau pingsan. Aku mengambil potion lain dan meminumnya. Aku bisa merasakan sebagian staminaku mulai kembali. Aku mengambil kelinci, pedang dan potion yang jatuh, kemudian aku berdiri. Setelah minum potion kedua, staminaku masih belum pulih sepenuhnya. Mungin setelah mengayunkan pedang 2-3 kali aku bakal jatuh lagi. Sialan! Kalau aku tidak cepat-cepat kembali, mereka bakal muncul lagi. Aku berjalan kembali ke kota dengan perlahan, lewat rute yang sama. Karena aku sudah mengalahkan banyak kelinci tadi, kecil kemungkinan mereka bakal muncul dari tempat yang sama.

Aku berjalan perlahan melewati padang rumput agar tidak menimbulkan suara berisik. Namun seakan menyadarinya, mereka muncul lagi disini. Aku menghindar kesamping. Sial, harus bertarung lagi. Aku mengayunkan pedang ke kelinci yang melompat itu dan aku mengalahkannya. Staminaku terkuras hanya dengan satu serangan tadi. Kakiku sulit bergerak. Aku membiarkan kelinci yang mati itu dan meminum beginner potion. Tidak ada efek. Sial, jangan-jangan ini produk cacat?

Sekali lagi aku berjalan ke arah kota. Jangan muncul! Jangan muncul! Aku berdoa, tapi beberapa menit kemudian, kelinci muncul lagi, menyerangku lagi. Entah bagaimana, aku berhasil menghindar. Apa yang harus kulakukan? Sekali mengayunkan pedang lagi, aku bakal tumbang. Baiklah, gunakan sihir! Aku menembak [Fire Arrow]. Tapi tidak kena. Aku menembakkan [Fire Arrow] sekali lagi. Kali ini berhasil tepat sasaran dan mengalahkan kelinci itu. Aku yang panik terus berjalan ke kota dan kelinci muncul menyerang satu persatu. Akhirnya aku bisa melihat pintu gerbang. Tapi saat baru saja merasa lega, kelinci muncul lagi. Dengan MP yang tersisa, aku membunuh kelinci itu dan kemudian jatuh pingsan.

No comments:

DMCA.com Protection Status