Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 7 Bahasa Indonesia

January 30, 2017 Pipo Narwastu


Translator: reisen
Proofreader: Ise-kun

Regular chapter adalah tiap hari Senin
Kuota chapter bonus: 0 ($0,00014/$1)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qsCPDm
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru  

Chapter 7: Mulai Sekarang

Para Jemaah secara berkelompok keluar lewat pintu keluar kuil Savaiv.

Hari ini, mereka berkumpul untuk mendengarkan khotbah yang diberikan <Holy Maiden> kuil Savaiv. Mereka ingin mendengarkan suara manis ceramahnya itu. Bahkan sedikit melihatnya saja sudah cukup.

Biasanya, setelah pemberian khotbah <Holy Maiden>, para Jemaah meninggalkan ruangan dengan ekspresi puas tapi hari ini entah bagaimana berbeda.

Memang, ada beberapa orang yang menunjukkan ekspresi puas di wajah mereka. Ada juga yang merasa sangat terkesan mendalam dari ceramah <Holy Maiden>, dan sampai menangis. Orang-orang yang menjadi begairah setelah melihat sosok <Holy Maiden> pun ada.

**

Tapi yang paling banyak adalah mereka yang memiringkan kepalanya kebingungan.

“Hey, apa nona Calcedonia hari ini agak sedikit… berbeda dari biasanya?”

“Ahh. Biasanya dia tipe orang yang terlihat sangat bermartabat dan berdisiplin tinggi tapi hari ini…”

“...dia anehnya menjadi… berwarna? Ma-maksudku, tahu kan… waktu dia ngehembuskan nafasnya, terlihat seperti ada warnanya…”

“I-Iya! Itu, itu! <Holy Maiden> yang biasa menakjubkan juga bagus, tapi hari ini juga…”

“A-Aye. Yang sekarang ini juga bagus. Tapi, nona <Holy Maiden> menunjukkan ekspresi seperti itu… pasti ada hubungannya dengan cinta bukan?”

“Yaa, bahkan nona <Holy Maiden> sekalipun juga sama-sama memiliki darah dan daging seperti kita. Dan dia juga sudah umur-umurnya. Tidak aneh kalau ada lelaki yang membuatnya tertarik. Aku tidak tahu siapa orangnya tapi, kampret juga ntuh cowok.”

“Hey, tentang pasangan <Holy Maiden>, apa rumor-rumornya itu…”

“Ahh! Maksudmu tuan <Freedom Knight>? Kalau dia sih memang cocok dengan kemuliaan nona.”

“Laki-laki ganteng dengan wanita cantik di sebelahnya. Keren kalau seperti itu…”

Dan sambil mengira-ngira seperti itu, mereka meninggalkan kuil Savaiv.

**

Setelah ceramah, Calcedonia kembali ke ruang tamu tempat kakeknya dan Tatsumi berada.

Ia masuk ke ruangan setelah mengetuk pintu, dan melihat wajah Tatsumi yang sekarang memerah.

Karena ketika Tatsumi melihat Calcedonia, “kalau mungkin, aku sangat ingin menjadikanmu suami gadis itu di sini sekarang juga.” Kata-kata yang diucapkan Giuseppe masih berdengung di kepalanya.

“Apa ada masalah, master?”

“E-eh.. ti-tidak. Tidak ada, yep.”

Kata Tatsumi canggung menganggukkan kepalanya. Dan melihat Tatsumi seperti itu, Giuseppe memperlihatkan wajah layaknya anak-anak yang jebakannya berhasil menjahili orang.

“Baiklah, Calsey juga sudah kembali. Bagaimana kalau aku menjelaskan masa depan menantu kedepannya?”

Dan ketika pembicaraan mengarah ke masa depannya. Tatsumi terkaget.

Memang, Tatsumi tidak ada urusan lagi di dunia lamanya. Ia memiliki rasa kangen terhadap dunianya setelah diberi tahu tidak dapat kembali, tapi hal itu tidak sampai membuat dirinya sedih.

Jadi ia tidak ada pilihan selain tinggal di dunia ini.

Dan karenanya, ia harus mencari cara agar dapat makan setiap harinya. Dengan kata lain, pekerjaan.

Tapi apakah ada pekerjaan bagi seseorang yang drop out dari sekolah seperti Tatsumi di dunia ini? Ekspresinya menjadi sedikit suram.

Dan seakan membaca pikiran Tatsumi, Giuseppe memulai penjelasaanya dari situ.

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi jangan khawatir karena mulai dari sekarang kami akan menjamin kehidupan menantu di sini.”

“Master, mulai sekarang sudah tidak perlu bingung lagi tentang biaya hidup.”

“Eh…?”

“Apa yang kamu kagetkan nak? Kami setidaknya bisa melakukan itu, karena kami yang secara egois memanggilmu ke sini. Kami sudah memutuskan itu sejak awal.”

Ho ho ho! Giuseppe meneruskan sambil tertawa.

“Dan, kamu yang baru saja datang ke dunia ini. Bagaimana caranya dapat pekerjaan dengan cepat coba? Walau, semenjak kita dapat berbicara satu sama lain seperti ini, bukannya tidak ada pekerjaan yang tidak cocok untukmu.”

Diberi tahu begitu, Tatsumi akhirnya sadar ia bisa bercakap-cakap dengan normal, tidak berbahasa jepang, dengan Calcedonia dan Giuseppe.

Kaget, ia meminta penjelasan. Sepertinya pemanggilan yang dilakukan memiliki fungsi khusus, jadi ia dapat mengerti bahasa di dunia ini. Tapi, terbatas hanya mendengarkan dan berbicara saja. Ia tidak dapat membaca maupun menulis kecuali ia mempelajari bahasa tersebut.

Ngomong-ngomong, bahasa yang mereka pakai dinamakan “bahasa benua perdagangan”. Digunakan oleh semua penduduk benua Zoysalight. Dan ia juga dapat berbicara bahasa Jepang. Perasaannya seperti, memakai 2 bahasa yang berbeda setelah belajar kedua bahasa tersebut.

“…kalau mereka melakukan ini, mengapa kok gak sekalian aku langsung bisa membaca dan menulis juga…”

“A-aku minta maaf. Aku melakukan upacara pemanggilan dengan bahan-bahan dan cara yang tertulis di kitab-kitab kuno… membuat perubahan kecil itu mustahil…”

Kata Calcedonia merasa sedih.

“Ah, umm, bukan, bukan maksudku menyalahkan Chiiko…”

Tapi walau Tatsumi menghiburnya, ia benar-benar mengharapkan rektifikasi kemampuan yang hebat dari pemanggilan.

“Kalau aku, aku akan lebih bahagia jika kamu menjadi suaminya Calsey.”

“Ka-kakek!?”

Kata Calcedonia yang duduk di samping Giuseppe sedikit kebingungan, tapi juga dengan nada yang bahagia. Dan wajah cantiknya lagi-lagi memerah. Ia bergantian melihat Giuseppe dan Tatsumi beberapa kali dengan malu-malu.

“Sejujurnya, gadis ini sudah termasuk gadis yang terlalu tua untuk menikah. Mungkin agak sedikit menyinggung, tapi ini sebagian karena kesalahanmu, menantu.”

Berdasarkan penjelasan Giuseppe, di dunia ini, lebih tepatnya di kerajaan Largofiely, siapapun sudah dihitung dewasa ketika menginjak umur 16 tahun. Dan ketika umur 20, mereka sudah seharusnya memiliki rumah tangga sendiri.

Sekarang, Calcedonia berumur 19 tahun. Di mata masyarakat, walau ia masih belum dipandang sebagai wanita yang sudah tidak boleh menikahi laki-laki di umurnya sekarang, ia harusnya sudah mulai memikirkan hal ini.

“Dia sudah banyak kali menerima surat lamaran pernikahan, dan tentu semuanya ditolak. Tapi diantaranya berasal dari keluarga bangsawan yang lebih tinggi, dan bahkan keluarga raja yang menunggu menjadi raja.”

Walau ia berbicara sesuatu yang tidak mengenakkan, ekspresi Giuseppe lembut ketika melihat Calcedonia. Sudah jelas kalau ia lebih menghargai perasaan cucunya ketimbang mengambil peluang dalam pernikahan politik.

“O-Oh, bahkan dari keluarga raja memberimu lamaran? Chiiko memang mengagumkan. Yaa, karena kamu memang cantik, kurasa sudah pantas saja.”

Sosok yang surplus seperti itu dan kemampuan sihir tinggi. Walau ia diadopsi, ia masih ada hubungan dengan pendeta tertinggi kuil Savaiv. Dengan status tinggi seperti ini, malah aneh kalau tidak ada yang memberinya lamaran.

Tatsumi tidak tahu bagaimana pengakuan status penyihir di dunia ini, tapi ia dapat menebak kalau yang memiliki keahlian tinggi lebih baik dibandingkan yang rendah.

Tatsumi berpikir seperti itu sambil menoleh ke Calcedonia, entah mengapa, Calcedonia, yang wajahnya memerah ditutupi kedua tangannya melihat Tatsumi dengan mata terbuka lebar.

“Ho-ho-ho, menantu, tampaknya kamu sudah terbiasa menangani perempuan ya. Barusan, kamu dengan lancar memujinya. Mungkin, di dunia sebelumnya, kamu ada hubungan dengan prostitusi?”

“Pr-prostitusi? G-gak mungkin… aku… apa? Tidak, aku bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya…”

“Ho ho? Berarti kamu adalah tipe natural playboy.”

Dengan tawa sarkastik Giuseppe, Tatsumi menengok-nengok kepalanya ke sana kemari.

“Ho ho ho, bercanda. Walau penampilanku seperti ini, karena pekerjaanku aku yakin dapat melihat karakter seseorang dengan jelas.”

Walaupun ia dipanggil ke sini secara sepihak, jika ia merupakan tipe anak berandalan, Giuseppe berencana langsung membuangnya dari kuil tanpa peduli lagi.

“Jadi mulai sekarang, kami akan memberimu pekerjaan sebagai pendeta junior. Walaupun seorang junior, selama kamu adalah pendeta, kuil ini akan memberimu makanan dan tempat penginapan. Dan tentu saja, kamu harus mencari makanan dengan bekerja menjadi pendeta. Dan jika kamu ingin melakukan suatu hal lain, kami juga akan mengurus itu. Kuil kami memiliki banyak pendeta yang melakukan bisnis sampingan dan kerjaan sambilan.”

Juga, Tatsumi juga tidak tahu pekerjaan lain yang ia dapat lakukan di dunia ini.

Lalu seperti yang Giuseppe katakan, ia seharusnya bekerja terlebih dahulu di dalam kuil dan sambil seperti ini, melihat-lihat kota untuk mencari pekerjaan lain.

Untuk orang Jepang seperti dirinya, tentu saja dia hanya memiliki sedikit kemampuan beragama. Jadi sudah hampir dipastikan ia tidak akan dapat menjadi pendeta seumur hidupnya. Nantinya ia harus melakukan pekerjaan lain, jadi untuk sekarang ia memeriksa terlebih dahulu apa saja pekerjaan yang dapat ia lakukan, dan diantara mereka yang paling cocok bagi Tatsumi.

Ketika ia bingung apakah ia harus merepoti kuil sampai pada waktunya, Calcedonia yang dari tadi memerah sepertinya sudah kembali pulih.

“A-aku tidak terima! Seperti kataku sebelumnya, aku akan bertanggung jawab mengurus master!! Mungkin aku terlihat seperti ini tapi aku memiliki penghasilan yang lumayan tinggi.”

Calcedonia menyatakan dengan percaya diri sambil membusungkan dadanya yang memiliki asset besar. Tapi bagi Tatsumi, terlalu baik baginya jika menerima kebaikan Calcedonia seperti itu saja.

“Ti-tidak. Maksudku, ayolah… aku tidak memiliki niat menjadi gigolo yang cuman bisa menumpang.”

Tapi tidak menghiraukan protes Tatsumi, Calcedonia kembali melihat Giuseppe dan lagi-lagi menyatakan sesuatu yang absurd lagi.

“Kakek. Aku, mulai sekarang akan meninggalkan kuil dan hidup bersama master.”

Calcedonia tiba-tiba membuat deklarasi keputusan berumah tangga.

Di lain sisi, mata Tatsumi menjadi bulat dan dagunya jatuh menganga. Sedangkan Giuseppe, menghentakkan kakinya setuju.

“Yap, itu juga ide yang bagus. Jika kalian berdua hidup bersama dengan berlangsungnya waktu, kalian akan tahu sisi baik dan sisi buruk masing-masing. Pertama, hiduplah bersama untuk sementara waktu, lalu putuskan apakah kalian terhubung sampai ke pernikahan. Tapi, apa kamu punya ide dalam tempat tinggalmu nanti? Dari gaya bicaramu, kurasa kamu sudah membuat persiapan?”

“Ya, aku tahu salah satu pengikut yang bekerja di penyewaan apartment. Jadi aku memutuskan untuk berbicara dengannya…”

“Tu-tunggu sebentar!!”

Tatsumi secepatnya menyela diskusi mereka yang dengan cepat terus berjalan tanpa dirinya.

“H-hey Giuseppe-san!! Apa yang anda pikirkan!! Tiba-tiba mennyetujui cucumu hidup bersama dengan laki-laki yang baru ditemuinya sekali? Apa tidak apa-apa?”

Bahkan, yang seharusnya paling tidak menyetujui adalah ayah ketika putrinya – tapi di sini cucunya – tiba-tiba memutuskan untuk tinggal bersama seorang lelaki.

Tapi tidak seperti wajah kebingungan Tatsumi, 2 orang yang lain tidak berekspresi.

“Apa yang kamu katakan, menantu? Apa kamu tidak sadar jika dari awal bertemu, aku selalu memanggilmu ‘menantu’? kan itu maksudnya aku sudah menyetujui dirimu menjadi suami Calsey. Dan tadi juga aku telah menganjurkanmu untuk segera menikahi Calsey?”

“Eh…?...me-memang sih seperti itu tapi… tapi, ini pertama kali kita bertemu, apa tidak terlalu cepat menyetujui tanpa pikir panjang lagi?”

“Aku sudah banyak mendengarmu lama dari Calsey. Sejujurnya, ini sama sekali tidak terasa seperti pertemuan pertama, dan terlebih…”

Giuseppe bermain-main dengan mahir mengangkat salah satu alisnya sambil melihat Tatsumi yang sedang panik.

Sejak pertama kali ia mengadopsi Calcedonia, ia telah mendengar banyak cerita tentang dirinya dari Calcedonia setiap hari.

Dan sekarang melihat Tatsumi dengan mata kepala sendiri seperti ini, ia dapat melihat jika Tatsumi adalah benar-benar orang yang dideskripsikan Calcedonia selama ini.

Selain itu, jika Tatsumi memang ada maksud tidak baik dari awal, dan ingin memakai hubungan Calcedonia dengan dirinya atau membuat Calcedonia tidak bahagia, ia tidak akan mengangkat topik tentang pernikahan.

Ia dapat mengetahui bahwa Tatsumi adalah seeorang yang benar-benar jujur.

“…kan kamu dan Calsey sudah pernah hidup bersama di dunia lamamu?”

“Be-bentar tunggu!... I-itu kan waktu Chiiko masih jadi burung beo kecil, dan dia bukan kakak cantik dan menawan seperti ini yang berada sedikit di atas wanita idamanku!!”

Mungkin karena panik, atau tidak sabaran, Tatsumi mengeluarkan semua kata-katanya.

Dan lagi-lagi, merasa senang, malu-malu, wajah Calcedonia menjadi pink saat dipuji langsung oleh Tatsumi.

Melihat kedua orang ini, Giuseppe sebagai pendeta tertinggi kuil Savaiv, kuil dewa pernikahan dan sering melihat berbagai pernikahan, tahu bahwa mereka akan membentuk sebuah keluarga yang harmonis di masa depan. Sambil berdoa tentang masa depan para anak muda itu pada dewa Savaiv.

No comments:

DMCA.com Protection Status