Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 50 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 50 Bahasa Indonesia

January 17, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Ise-kun
Editor: Kirz

Author Note: Masih akan ada deskripsi "gore"

Chapter 50: Pemburu Pemula ⑦

(TL Note: Yah ga ngegantung lagi nih chapter... Menyedihkan, saia jadi ga bisa menyiksa pembaca lagi <(") )

Seya sama sekali tidak mengerti apa yang Joseph katakan.

"Tidak peduli berapa banyak kau mencoba menggunakan sihir kepadaku, kau tidak akan menang. Percuma saja." (Joseph)

"Sombongnya!" (Seya)

Tanpa khawatir kalau lawannya adalah "Si Tujuh Pedang", kedua telinga Seya memerah mendengar provokasinya Joseph. Kemudian dia mulai merapal.

"Wahai roh air, dengarlah perintahku dan menyerahlah kepada sihirku. Musuhku-" (Seya)

Sama seperti biasanya, rapalannya tidak panjang. Meskipun begitu, saat ini dia sedang mencoba menggunakan sihir rangking tinggi 【Spirit Magic】. Sebuah mantra rangking 6 <<Waterfall>>. Itu adalah sihir yang menggunakan air dalam jumlah besar untuk melumat lawan.

"Percuma.." Gumam Joseph yang sambil menguap.

"..Tenggelamlah dalam air yang berjumlah besar." (Seya)

Rapalan sihirnya selesai. Dia tidak peduli jika itu akan memakan semua Mana-nya. Karena musuhnya adalah "Joseph si Pedang Tujuh", salah satu dari prajurit Kerajaan Daelim.

"Matilah!! <<Waterfall>>!!" (Seya)

Air dalam jumlah yang besar kemudian muncul dari belakang Seya dan bergerak ke arah Joseph.


____

"Aku tidak akan membiarkanmu." (Nina)

"Sial. Padahal tinggal sedikit lagi aku bisa memotong lengan bocah itu." (Bol)

"Aku sudah berjanji untuk melindunginya." (Nina)

Nina dan Bol sedang saling bertukar serangan. Meskipun serangan-serangan Bol meleset dan serangan Nina dapat mengenai Bol, tapi armor dan perisainya tidak bisa dirusak sama sekali. Namun perhatian Bol sekarang tertuju pada Nina. Dia terus-menerus menyerang dengan skill blink anehnya dengan tanpa mengucapkannya maupun merapalnya.

(Skillnya pasti adalah salah satu skill yang unik dan kuat.) [Bol]

"Tidak masalah jika kau menggunakan trik kecil seperti itu, perbedaan pengalaman bertarung kita sangat jauh." (Bol)

Ketika Nina mendengar ucapannya, Ia tetap terus menyerang dengan membabi-buta.

"Hahaha. Terus menyerang tanpa henti seperti itu, kau tidak akan bisa melukaiku." (Bol)

Bahkan ketika mendengar itu, Nina tetap tidak berhenti.

"Dasar orang gendut... Serangan ini adalah 【Dagger Skill】 yang bernama <<Infinite Blow>>. Selama aku punya MP untuk menopangnya, serangan ini tidak akan pernah berhenti." (Nina)

Itu adalah teknik rangking 4 dari 【Dagger Skill】, itu adalah skill yang bagus namun bagi Bol yang memiliki tubuh yang ditutupi oleh armor, perpaduan itu tidak ada apa-apanya.
(Note: perpaduan antara skill dgn MP nya)

"Sungguh percuma.." (Bola)

Meskipun berkata seperti itu, tapi wajah Bol menunjukan sedikit rasa tidak nyaman. Meskipun lawannya hanyalah seorang pemula, dia tidak dapat melancarkan serangan balik. Terlebih lagi, di pertengahan serangannya, Nina juga mencampurinya dengan beberapa teknik dari 【Dagger Skill】 lainnya.

"Bodoh! Berapa lama kau pikir bisa terus menyerang seperti ini?" (Bol)

Dia tetap mengatakan itu tapi sekarang wajahnya Bol telah dibasahi oleh keringatnya sendiri. Battle Axe-nya tidak bergerak secepat biasanya, semakin lama dia menggunakannya, semakin berat juga rasanya. Tentu saja 【Axe Mastery】-nya telah dirampas oleh Yu dan dia sekarang merasakan efeknya.

Ketika Bol berusaha keras mengayunkan senjatanya, Nina dengan mudah menghindarinya. Jika kau melihat lebih dekat wajahnya Nina saat ini, dia tidak tersenyum seperti biasanya. Wajahnya pucat. Wajahnya penuh dengan niat membunuh dan yang lebih penting lagi, ketakutan.

"Nina, mundurlah."

Sudut Pandang Yu

Aku menggerakan tangan kananku seolah-olah menarik sesuatu. Bol menyadari bahwa lengan kirinya sekarang telah ditahan oleh benang sihir. Serangan itu memberikan waktu bagi Nina untuk mundur.

"Sial!" (Bol)

Pengobatan Lena telah selesai tapi dia tidak dapat bergerak. Aku juga telah menyembuhkan lengan kananku, yang digunakan untuk memblok kampaknya Bol sebelumnya.

"Ho... Hebat. Jika bukan karena kemampuanku, aku pasti akan terbakar sampai mati." (Zero)

Zero sekarang mendekat dengan bau terbakar dan asap menjulur ke atas dari sekujur tubuhnya. Karena aku tidak dapat meninggalkan Lena, maka aku tidak boleh membiarkannya mendekat.

"Oh! Kadal panggang kita sudah datang rupanya. Apa kau sudah merasa lebih baik?" (Yu)

"Nampaknya kau tahu kemampuanku. Apa kau punya skill 【Analysis】?" (Zero)

Sudut Pandang Orang ke Tiga

Selama pertarungan, Zero sama sekali tidak melihat ke matanya Yu. Lagipula kebanyakan skill 【Analysis】 membutuhkan kontak mata. Dia sudah biasa berlatih dengan Seya untuk menghindari kontak mata dalam pertarungan.

"Sesungguhnya, Seya menyadari kau memiliki 【Eye Ability】 sama sepertinya. Itulah kenapa aku selalu berhati-hati." (Zero)

"Jadi, kau tahu mengenai kemampuanku?" (Yu)

"Sekarang, mungkin itu adalah skill 【Analysis】 yang lain. Dari awal Bol dan aku sudah takut jika skill itu adalah skill mata yang digunakan untuk menyerang seseorang atau bahkan mata yang dapat memusingkan atau membuat halusinasi. Itulah kenapa kami menyembunyikan status dan perlengkapan kami. Tapi sekarang, akan kubunuh kau dan membantu Seya." (Zero)

"Hoo? Jadi kau pikir kau bisa menang dengan pria tua itu?" (Yu)

"Meskipun party kami hanyalah rangking B, dan meskipun lawan kami adalah seorang rangking A, kami tidak akan kalah. Dalam pertarungan melawan adventurer lain, tidak ada yang bisa menandingi party kami." (Zero)

Zero kemudian mempersiapkan tombaknya dan menggunakan 【Spear Skill】 rangking 4, <<Spear Spiral>>. Serangannya mengarah ke lengan kirinya Yu.

"Sepertinya Bol telah memotong lengan kananmu, jadi sekarang aku akan mengambil lengan kirimu. Sekarang, di serangan ini aku juga menggunakan 【Body Enhance】. Sebelumnya aku hanya bermain-main denganmu dan tidak menggunakan teknik lainnya." (Zero)

Namun serangannya dengan mudah dihentikan oleh tangan kanannya Yu.

"Oh? Aku tidak melihat datangnya itu. Apa kau menyembuhkan lenganmu itu tadi?" (Zero)

"Kau... Kau bilang kau akan membantu si elf itu? Maaf ya, kau tidak akan bisa melakukan itu karena kau akan mati disini." (Yu)

"Hahaha... Sungguh candaan mu buruk sekali." (Zero)

Zero ingin membuat Yu melepaskan tombaknya secara paksa. Dia sekarang menggunakan kekuatan bawaannya. Ya, kekuatan naga. Ras setengah naga dapat menggunakan kemampuan fisik superior naganya. Meskipun begitu Yu tidak bergeming sedikitpun.

"Kekuatanmu setara denganku?" (Zero)

"Apa yang kau katakan? Tentu saja kekuatanku jauh lebih kuat darimu." (Yu)

Zero mencoba menarik tombaknya, tapi tidak bisa. Kemudian Yu melepaskan sihir api ke lengannya.

"Guu... sihir seperti ini tidak akan bisa melukaiku. Lagipula aku memiliki kemampuan 【Rebirth】." (Zero)

"Hoo? Kalau begitu kenapa lenganmu tidak pulih?" (Yu)

Dia hanya bisa terdiam ketika <<Earth Spear>>-nya Yu menusuk kakinya. Hal itu menyebabkan dia terjatuh dengan lututnya dan Yu sekarang secara langsung menatap ke matanya.

"Hahaha... mantap ini. Kalau begitu akankah kau membawa kami ke guild? Apa disana ada hadiah bay-" (Zero)

Sebelum dia selesai bicara, Yu memukul wajahnya.



Di sisi lain, Seya terlihat sedang gemetaran. Sihir terkuatnya <<Waterfall>>, hanya dengan sekali ayunan dari pedang birunya Joseph, jumlah air yang besar itu langsung membeku.

"Apa ini sihir terbaikmu?" (Joseph)

Kata-kata Joseph memberi rasa ketakutan dan keputusasaan kepada Seya. Perbedaan dalam talenta dan kekuatan mereka sudah jelas.

"Aku anggota dari pasukan Immortality. Mereka tidak akan memaafkanmu!"

"Bagaimana mereka tahunya memang?" (Joseph)

Pedang merah pada tangannya Joseph perlahan menusuk Seya.

"Gyaa! Sakit, sakit, sakit. Hentikan!" (Seya)

Joseph perlahan memotong perutnya dan perlahan menggerakan pedangnya menuju dadanya.

"Apa kau akan berhenti ketika adventurer lain memintamu untuk berhenti?" (Joseph)

"aaa.."

Ketika dia berkata begitu, Seya sudah tak bernyawa lagi. Jubahnya yang memiliki ketahanan fisik dan sihir yang tinggi terpotong bagaikan kertas.





"Aahhh... Lenganku!" (Bol)

Nina memotong lengannya Bol yang tidak tertutup oleh armor, lengan yang sebelumnya terbakar tadi. Setelah itu Nina terus menyerang lagi tapi kali ini dia menargetkan celah diantara armor. Dengan melakukan itu, dia memotong kaki kanan dan kirinya bersamaan dengan lengan kirinya. Lengan kanannya yang tersisa sekarang mencoba untuk mengumpulkan bagian-bagian tubuhnya yang terpotong.

"Hoo... Kau masih punya waktu untuk mengumpulkan bagian-bagian tubuhmu rupanya?" (Nina)

"Ini adalah ba-" (Bol)

Sebelum Bol selesai berbicara, Nina berbicara lagi.

"Tidak, seranganku belum selesai. Sekarang saatnya menyerang lengan tangan kananmu" (Nina)

"Tolong... tolong ampuni nyawaku.." (Bol)

Bol meminta maaf sambil meneteskan air mata dan berair liur, akan tetapi melihat penampilannya yang seperti itu, Nina sama sekali tidak tersenyum.

"Apa kau pikir aku akan mengabulkannya?" (Nina)

"Guaa..." (Bol)

_

"Nampaknya rekan-rekanmu sedang menikmati bagiannya." (Yu)

"Kau.. apa kau pikir pasukan Immortality akan tinggal diam tentang hal ini?" (Zero)

"Kau, biar kuberitahu sesuatu. Perkiraanmu mengenai kemampuan mataku itu hampir benar." (Yu)

"Apa? Hampir benar?" (Zero)

"Memang benar aku mempunyai kemampuan mata. Persyaratan untuk menggunakannya adalah jika aku setidaknya berjarak satu meter atau lebih dekat dari lawan, dan aku hanya perlu berkonsentrasi untuk menggunakannya. Dan juga, serangan ini memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi jika level lawan makin tinggi. Kemungkinannya juga rendah." (Yu)

Yu memukulnya lagi dan menghancurkan lengannya sehingga dia tidak dapat memblok serangannya dan kemudian dia memukul wajahnya lagi.

"Aaa... Kenapa kau tidak membunuhku?" (Zero)

"Aku tidak akan membunuhmu jika kau tidak memintanya." (Yu)

"Apa?" (Zero)

"Apa kau tahu berapa banyak mereka yang kau bunuh yang memohon untuk diselematkan? Dan kau bahkan sama sekali tidak peduli? Sekarang aku akan membuatmu memohon padaku untuk segera membunuhmu tapi aku tidak peduli." (Yu)

"Ug...h....aaaaaa... Tolong..." (Zero)

Yu terus memukulinya.

"Apa kau tahu kenapa aku memberitahumu rahasiaku sementara aku tidak memberitahukannya kepada siapapun?" (Yu)

Pukulannya tidak berhenti sekalipun.

"Ghu... aku tidak tahu..." (Zero)

Kemudian pukulannya mendarat lagi. Saat ini kondisi wajahnya Zero sudah menyedihkan dan tidak dikenali lagi. Seluruh giginya rusak, hidungnya menyimpang dan bola matanya hampir keluar.

"Itu karena kau tidak akan bisa memberitahukannya kepada siapapun." (Yu)

Yu mengayunkan pukulan terakhirnya ke bawah, sambil mengeksekusi sihir api rangking tertingginya yang dia bisa dan menggunakannya di tangan kanannya.

No comments:

DMCA.com Protection Status