Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 51 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 51 Bahasa Indonesia

January 23, 2017 Pipo Narwastu


Regular chapter adalah tiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://adf.ly/1ifVV0
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 

Chapter 51: Bersih-bersih, Barang Buruan, dan Ojii-san

"Uuu..." Nina sedang berdiri tegak dengan wajah penuh air mata melihat ke arahku.

"Jadi, apa alasanmu?" (Yu)

Aku sedang mengumpulkan perlengkapan dari pemburu pemula sambil memarahi Nina yang kehilangan ketenangannya dalam bertarung.

"Karena dwarf itu terus... menyerangmu." (Nina)

"Terus, apa kamu pikir dia dapat membunuhku?" Sementara itu aku juga menggunakan <Heall>> pada Nina. Kondisinya sangat buruk karena dia berdiri tetap terpaku, dia menggunakan banyak kutukan pada Nina. Lengan dan kakinya dipenuhi oleh luka.
(TL Note: "Dia" yg dimaksud mungkin kayaknya Bol ya. Englishnya "Her condition is so bad because when she was standing still frozen, he casted so many spells on her. " asli ane rada bingung)

"Maaf, aku tidak akan melakukan itu lagi." (Nina)

"Sungguh.. aku tidak ingin siapapun mati lagi.." (Yu)

"..."

Ketika Nina mendengar kata-kataku, Nina sepertinya tahu kalau aku merujuk kepada nenek Stella dan kemudian Nina mulai menangis lagi.

"Oi, apa yang kalian sedang omongin? Lagi ngomongin aku ya?" (Joseph)

Joseph dengan wajah datar baru saja datang dan mulai berbicara. Serius dah, bisakah kau menunggu setidaknya sampai Nina selesai menangis?

"Wajah menyeringaimu menjijikan." (Nina)

"Aku tahu, gorilla mirip denganmu." (Yu)

"Apa? Gorilla? Apa kalian nggak tau kalau aku ini pria yang paling tampan?" (Joseph)

"Seperti yang aku bilang, gorilla mirip denganmu bukan dalam maksud yang lain." (Yu)

"Aku jadi merasa kasihan sama gorillanya." (Nina)

"Bagaimanapun, gorilla adalah binatang yang kuat, jadi aku tidak keberatan. Lagipula, aku baru saja menyelamatkanmu, apa yang seharusnya kau katakan kepadaku?" (Joseph)

"Bahkan seekor gorilla pun lebih pintar darimu. Sekarang kami tidak bisa menjual perlengkapannya si elf." (Yu)

"Apa? Aku lho yang membantu kalian dan mengalahkannya." (Joseph)

Meskipun perlengkapan si manusia naga dan dwarf itu dapat dijual, cuma punyanya si elf yang rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi karena serangannya Joseph. Perlengkapan itu memiliki ketahanan sihir dan tentu saja termasuk ketahanan terhadap api, akan tetapi itu dapat terbakar dengan mudahnya oleh pedangnya Joseph.

"Jadi, ojii-san, pasti ada permintaan guild untuk memburu mereka bertiga 'kan? Jadi aku meninggalkan tubuh mereka kepadamu oke?" (Yu)

"Siapa yang kau panggil ojii-san? Aku ini masih 34 tahun. Baiklah, akau akan membawa tubuh mereka." (Joseph)

"Akan tetapi, si dwarf itu... jangan dulu bunuh dia, dia masih hidup." (Yu)

Ketika kami melihat tubuhnya, tubuhnya telah berlumuran darah dan anggota badannya terpotong-potong. Akan tetapi apa yang Joseph lakukan terhadap manusia naga itu sama-sama brutal. Dia memotong kepalanya dan memasukannya ke dalam tas item sebagai bukti untuk memenuhi permintaan. Kami berjalan keluar sementara Nina sedang menggendong Lena.

Ketika kami tiba di lantai 24, Nina dan Joseph kembali lebih dulu menggunakan batu teleportasi. Aku tidak ikut karena aku perlu melakukan sesuatu terhadap Bol.



"Nah, ojou-chan, semua berkat diriku sehingga kalian dapat menghindari bencana. Tolong ijinkan aku mendapatkan hadiahku." (Joseph)

Sembari berjalan keluar dari pintu masuk, Joseph tidak lupa untuk menyentuh dadanya Nina.

"!! Apa ini adalah sesuatu yang seseorang seterkenal Joseph si Pedang Tujuh dari Kerajaan Daelim akan lakukan?" (Nina)

Nina tidak dapat melakukan apapun karena dia sedang menggendong Lena.

"Ojou-chan, aku melakukannya tidak sengaja." (Joseph)

"Tunggu saja sampai pengadilan kerajaan Daelim tau apa yang telah kau lakukan." (Nina)

"Apa yang barusan kau katakan?" (Joseph)

Joseph tidak mendengar bagian yang terakhirnya tapi Nina hanya tersenyum seperti orang bodoh.

"Oh, kalian sudah kembali!"

Itu adalah si enchanter di pintu masuk. Kemudian Joseph bertanya padanya.

"Apa kau tahu mengenai rumor pemburu pemula?" (Joseph)

"Ya, aku sudah mendengarnya. Banyak pemula yang gugur di dungeon ini. Dan aku melihat kalian sudah kembali, tapi cuma bertiga. Kemana bocah yang satunya?"

"Bocah itu selamat. Keberuntungan kami bagus." (Joseph)

Kemudian Joseph datang mendekati si enchanter itu.

"Terdapat sebuah laporan mengenai pemula yang terbunuh satu demi satu. Akan tetapi laporannya aneh. Bagaimana mereka bisa tahu jika para pemula telah memasuki dungeon? Apa cuma kebetulan atau...?" (Joseph)

Kemudian si enchanter itu membalas seperti biasanya.

"Apa maksudmu, tuan?"

"Darimana kau datangnya, enchanter-san? Aku tidak pernah mendengar tentangmu." (Joseph)

"Aku cuma datang akhir-akhir ini setelah pensiun sebagai adventurer."

"JADI, kau datang dan memulai bisnismu disini, kau seharusnya sudah mendaftar di guild adventurer lokal. Meskipun begitu aku tahu setiap wajah orang-orang yang ada di adventurer guild kami. Siapa kau?" (Joseph)

Pada saat itu Joseph sudah mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya kepada lehernya.

"Apa yang kau lakukan?"

Meskipun tidak serius, akan tetapi pedangnya Joseph telah dihentikan oleh 【Barrier】-nya si enchanter. Nina yang sedang menggendong Lena mengambil jarak ke belakang ketika dia melihat itu.

"Tidak ada.. aku cuma berpikir bahwa kau dihukum mati." (Joseph)

"Kenapa?"

"Karena kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Ojii-san yang mencurigakan." (Joseph)

"Jangan panggil aku ojii-san, aku masih 33 tahun."

"Oh? Kau lebih muda dariku." (Joseph)

Meskipun begitu, meskipun mereka sedang bertukar pernyataan yang bermain-main, udara di sekitar cukup tegang.

"Tuan, tolong maafkan saya.. saya tidak cukup bodoh untuk menyinggung Pedang Tujuh yang terkenal."

"Jadi darimana kau datang? Negara merdeka Hamein atau republik perdagangan? Apakah kerajaan suci?" (Nina)

Ketika nama itu muncul, Joseph melihat ke arah Nina karena dia yang menggumamkan ini. Ketika Joseph mengalihkan pandanganya ke si enchanter itu lagi, dia sudah melarikan diri dengan mengendarai monster burung dan terbang ke udara.


______

"Aku tidak tahu penyembuhanmu begitu kuat." (Bol)

"Jadi, pasukan Immortality adalah sebuah kelompok pedangang?" (Yu)

Dari Bol, Yu mendapatkan informasi. Pasukan Immortality adalah sebuah grup pedagang yang membenci manusia. Mereka kebanyakan adalah ras demi human yang membenci diskriminasi dari manusia. Kepalanya adalah seorang wanita dari ras setengan naga. Dia dipanggil Akate si Pukulan Kebajikan. Jumlah anggotanya sekitar 1000 orang dan mereka juga memiliki rangking diantara mereka. 10 teratas di organisasi mereka bahkan sebanding dengan adventurer level tinggi.

Yu sementara itu sedang bereksperimen dengannya. Dia menyembukannya dengan sihir rangking tinggi dari 【White Magic】 yang bahkan dapat meregenerasi anggota tubuh yang terpotong.

"Bagaimana bisa kau bahkan bisa menumbuhkan kembali lengan dan kakiku?" (Bol)

Akan tetapi ketika Bol mencoba melarikan diri setelah sekitar 10 meter, Yu mengambil sebuah batu.

"Eksperimen pertama menumbuhkan anggota tubuh sukses. Sekarang, mari melanjutkan ke selanjutnya." (Yu)

Tentu saja awalnya dia ingin membuat si elf melakukan hal yang sama menggunakan 【Specter Magic】, akan tetapi itu akan jadi terlalu mencurigakan jika Joseph ada disini, dan dia juga bersikeras untuk membawa 2 tubuh itu dengannya.

"gyaa.."

Batu yang dilempar mendarat dalam di dada kanannya. Kekuatan menusuknya menembus tubuhnya dengan mudah.

"Serius dah. Aku bahkan dapat membunuh monster menggunakan lemparan batu." (Yu)

Tentu saja itu bukanlah lemparan batu yang normal. Dia menggunakan 【Herculean Strength】, 【Brute Arm】, 【Body Limit Increase】, 【Throwing】, dan 【Body Enchance】. Setelah beberapa batu lagi, tubuh Bol penuh dengan lubang dan bau darah dapat tercium lagi.

"Tolong ampuni aku." (Bol)

Kemudian Yu mengeluarkan lidahnya Bol dan memotongnya.

"Gyaaaa."

"Apa kau ingat sudah berapa banyak adventurer pemula yang berkata seperti itu padamu?" (Yu)

Setelah itu, sesi penyiksaan berlanjut untuk beberapa waktu.

No comments:

DMCA.com Protection Status