Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 6 part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Yuusha Party no Kawaii Ko ga Ita no de, Kokuhaku Shite Chapter 6 part 1 Bahasa Indonesia

January 14, 2017 Pipo Narwastu


Translator: HyCrieff
Editor: Ise-kun

Chapter 6 Part 1: Aku Berusaha Untuk Pergi Berkencan 

Hari ini, Celia-san tiba-tiba mengundangku Mansion Aquarain.
....Tapi sebelum aku pergi kesana tali sepatuku putus, dan orang hitam bertelinga kucing melintasi jalurku.
Sepertinya ada pertanda buruk.

"Aku punya firasat buruk tentang ini....Apa yang harus kulakukan?"

Meski aku mengatakan itu, karena aku telah diundang aku tidak ingin menolaknya, Jadi aku memasuki mansion.

"....Ikuti aku."

Hapyneth yang sekarang menjadi seorang maid, membawaku ke kamar Celia-san.

"...Seperti yang anda inginkan."

Hapyneth kemudian pergi dengan mengenakan pita yang cantik.
Dia benar-benar terlihat berbeda.
Seperti yang diharapkan dari seseorang yang direkrut sendiri oleh Sophia-san.
Aku tidak tahu apakah Hapyneth cocok untuk pekerjaan semacam ini.
Aku pikir tidak masalah sekarang. Setelah mengetuk, aku memasuki ruangan.

"Ohh, Kau disini. Silakan duduk disana."

Celia-san menyapaku dengan senyumannya.
Karena dia biasanya iseng kepadaku, aku memeriksa ruangan ini sebelum duduk.
Ini tidak terlihat dia sedang merencanakan apapun saat ini.
Meskipun mungkin ada kabar buruk.
Aku pun duduk di sofa yang dia bilang.

"Apa kau punya beberapa urusan denganku hari ini?"

Setelah semua kejadian yang tak menyenangkan hari ini, aku berdoa semoga itu kabar baik.

"Sebenarnya, aku ingin kau menemani Cecilia pada hari liburnya."

"Libur?"

Kedengarannya memang seperti sesuatu yang!
Hatiku sangat menantikannya, dan aku meminta detail lebih lanjut.

"Dia mulai lelah dengan semua proposal dan pestanya. itulah mengapa aku ingin dia bersantai untuk 1 hari."

Kelihatannya dia memperhatikan keadaan putrinya dengan baik dan memaksanya untuk istirahat.
Bahkan aku mengetahui bahwa stressnya meningkat setiap kali aku datang menemuinya.

"Ya ampun, terlalu banyak proposal dan pesta. Tapi dia adalah gadis yang sangat berhati-hati,
Dia cuma tidak bisa menolak mereka secara terus terang."

Kedengarannya seperti Cecelia yang aku kenal.
Jadi itulah sebabnya dia dipaksa untuk istirahat.

"Apa yang tante ingin aku lakukan?"

"Ini hari liburan yang ditunggu-tunggu, dan Cecilia adalah seorang gadis, jadi aku pikir belanja akan sempurna.Tapi kasihan untuknya jika pergi sendiri. Jadi aku harap dirimu bisa menemaninya."

Dengan kata lain, kencan yang disetujui oleh orang tuanya.
Ini adalah kesempatan yang aku impikan.
Celia-san telah setuju, kencan yang tidak bisa dibantah!

"Ya, Aku mengerti. Anggap saja sudah dilakukan."

Apa hari keberuntungan seperti ini benar-benar bisa terjadi?
Mungkin firasat buruk itu cuma imajinasiku saja.
Tali sepatu itu sudah tua, dan bertemu dengan seseorang bertelinga kucing, semuanya pasti cuma kebetulan.
Pasti itu.

"Aku pikir Youki-kun pasti setuju. Cecilia sebenarnya sudah menunggu di gerobak.
dia sedang menunggumu, jadi cepatlah."

Aku menunduk pada Celia-san dan bergegas berpamitan.
Dia bilang kepadaku untuk tidak usah segan.
Meski dia tidak ingin, aku sudah pergi berkencan dengan gadis yang aku cinta.
Tentu saja aku akan memberikan semua yang aku punya.
Aku bergegas pergi menemui Cecilia.

"Youki-san. Akhirnya kamu datang."

Cecilia mengenakan topi jerami besar dan kacamata.
itu berbeda dengan yang biasa dikenakannya, tapi harus kuakui aku menikmatinya.

"Maaf, apa kamu lama menunggu?"

Aku selalu ingin menggunakan kalimat itu.
Aku tidak pernah punya kesempatan di dunia sebelumnya.

"Tidak, tidak apa-apa kok. aku tau Youki-san akan tergesa-gesa untuk datang. Sekarang, tolong cepat naik ke gerobak dan kita akan pergi?"

Aku pun naik gerobak dan kita pergi menuju Kota.
...Ohh tidak, hanya aku dan Cecilia, berdua saja.
Meskipun itu kedua kalinya terjadi, aku lebih gugup saat ini karena ini adalah kencan.

"...Wajahmu Memerah, apa kamu baik-baik saja?"

Cecilia melihat jelas ke wajahku dan....terlalu dekat, terlalu dekat!
Wajahku bahkan lebih merah, dan aku mundur darinya.
...Sial, aku super lemah terhadap hal seperti ini.
Lagi pula, aku bilang padanya kalau tidak ada yang salah padaku.

"....Baiklah kalau begitu. jika kamu mulai merasa tidak baik, tolong beritahu aku secepatnya.
Juga, ini untukmu, Youki-san."

Aku diberikan sebuah topi dan kacamata...?
Buat apaan ya ini?

"Aku rasa akan lebih baik untuk dirimu menyamarkan diri. Buat jaga-jaga."

Jadi begitu, itulah kenapa dia mengenakan topi jerami dan kacamata.
Aku yakin jika salah satu dari member Hero Party belanja di kota, pasti akan ada keramaian besar.
Tapi kenapa aku butuh penyamaran?

"Aku benar benar tidak butuh. Aku nggak begitu dikenal kok."

"Jika identitasku ketahuan, kamu akan dalam bahaya karena terlihat sedang bersamaku."

Itu mungkin terjadi.
Aku benar-benar mengerti, bahwa kecemburuan seorang pria dapat menjadi menakutkan.
Tapi setidaknya Cecilia memiliki fans perempuan setia juga.

"Aku mengerti....Aku akan melakukan yang terbaik agar hari ini menjadi hari yang indah!"

Ini adalah kencan pertama kami, dan meskipun kata-kataku mungkin tidak membawa beban apapun, aku masih berpikir apa yang harus dikatakan oleh seorang pria.

"Heeheee, aku memegang kata-katamu itu."

Cecilia tersenyum padaku.
Aku tidak punya pilihan tapi aku akan memberikan semua yang aku bisa.
Aku akan membuat kencan ini berjalan sukses.
Bertekad penuh, aku mengenakan penyamaran yang dia berikan kepadaku.
Dengan kacamata dan topi yang kupakai, aku terkejut betapa bedanya ternyata aku ini.

"Kalau begitu ayo kita jalan."

Kami keluar dari gerobak dan bercampur dalam kerumunan.
Beberapa pejalan kaki melirik ke Cecilia, tapi mereka hanya menatap seorang gadis cantik secara acak.
Kami masih aman.

Aku tidak memperdulikan bisikan dari orang yang bertanya-tanya mengapa gadis cantik itu bersama cowok itu.
Aku akan menikmati kencan pertamaku ini sepenuhnya.

Aku sebenarnya tidak tau apa yang harus dilakukan saat kencan, tapi kami memulainya dengan menuju toko pakaian, yang direkomendasikan.

Toko pakaian yang kami masuki memiliki banyak sekali pelanggan wanita.
Ada beberapa pria disana sini, tapi hampir semua dari mereka kesini dengan pacarnya.

"Gimana menurutmu baju ini?"

Cecilia memegang baju di depan badannya, dan bertanya padaku apa itu tampak bagus atau tidak.
Setelah menikmati belanja begitu lama, dia tersenyum lebar saat bertanya padaku.
Sayangnya aku tidak punya ide bagaimana cara menjawabnya, tapi dia memberikanku berbagai pakaian untuk di pilih,
Jadi aku memilih pakaian yang menurutku cocok untuknya.

"Kalau begitu aku akan memilih yang satu ini. Kita juga harus mendapatkan sesuatu untuk Youki-san." Setelah menentukan pakaiannya Cecilia, sekarang adalah giliranku.

Saat ini, aku yang memilih beberapa pakaian, dan membeli yang kira-kira bakalan dia suka.

"Kita berhasil mendapatkan beberapa hal yang bagus. Hari ini benar-benar menyenangkan sejauh ini. Stress-ku benar-benar menumpuk belakangan ini, plong rasanya setelah mengambil libur untuk bersantai."

"Aku senang kamu menikmatinya."

Hari masih pagi.
Kita punya banyak waktu, dan banyak tempat yang dapat kita kunjungi.
Dan jika kita dapat menikmati beberapa hal yang menyenangkan, aku bisa melihat Cecilia tersenyum lagi.
Aku yakin tingkat pertemanan kita juga meningkat.
Setelah meninggalkan toko pakaian, kami berdua tersenyum.
Aku yakin Cecilia sedang memikirkan hal yang sama denganku, bahwa sekarang akan menjadi hari yang besar.
....Setidaknya itu akan menjadi sampai saat itu.

Ada insiden yang terjadi ditempat selanjutnya yang kami kunjungi.
Dekat dengan toko pakaian adalah toko perhiasan.
Karena wanita sangat suka perhiasan, aku menanyakan kepadanya untuk pergi ke situ.

"Cecilia, Ayo periksa tempat ini."

Aku yakin akan ada hal yang terlihat bagus untuknya.
Kami akan menghabiskan beberapa waktu disini, lalu pergi makan- Ini sempurna.
Kau mungkin bertanya-tanya betapa biasanya kencan ini, tapi yang paling penting bagiku adalah Cecilia bisa senang.
Aku tidak perlu alasan tersembunyi.

"Toko perhiasan...ya? Sepertinya tidak apa-apa."

Setelah Cecilia memberikan persetujuan, kami pergi masuk ke toko, tapi kemudian ada suara panggilan ke kami.

"Eh, mungkinkah itu? Cecilia?!"


Saat kami berbalik kami melihatnya, seperti kita, sebuah topi dan kacamata penyamaran, Pahlawan-kun dan Si penyihir lacur.

Jadi perasaan tidak menyenangkan itu ternyata disini toh.

No comments:

DMCA.com Protection Status