Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 47 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou Chapter 47 Bahasa Indonesia

February 18, 2017 Exicore

Translator: Belang

Chapter 47: Orang yang ada di dalam Golem


Di dalam ruangan tertentu, remang-remang cahaya dipancarkan oleh dinding, dan bayangan ketiga orang yang dekat dengan dinding terlemparkan. Itu adalah Hajime, Yue dan Shia.

Yue berada di samping kanan Hajime, sedangkan Shia di kiri Hajime, dan mereka duduk sambil menyandar ke bahu Hajime. Meskipun ruangan diisi dengan keheningan, jika salah satu memfokuskan telinga mereka 'huu- huu-', suara dapat didengar. Itu napas Yue dan Shia. Mereka berdua merangkul salah satu lengan Hajime dan tidur menggunakan bahunya sebagai pengganti bantal.




Hari ini menandai satu minggu sejak Hajime dan partynya memasuki Dungeon Raisen. Selama waktu itu, banyak perangkap dan kalimat-kalimat menjengkelkan terus memanasi tubuh dan pikiran mereka. Mereka telah kembali ke titik awal sebanyak tujuh kali, diserang oleh jebakan mematikan 48 kali, dan perangkap lain yang tak berarti sebanyak 169 kali. Meskipun pada awalnya hati mereka dipenuhi dengan kemarahan menuju Miledi Raisen, setelah empat hari berlalu itu terlihat seperti keadaan mental mereka menjadi, "Tak peduli apa yang muncul berikutnya, itu tak masalah~"

Mereka mempunyai makanan yang melimpah, dan spesifikasi tubuh mereka membuat itu jadi mereka takkan dengan mudah mati bersama keberuntungan dalam kemalangan. Sekarang, mereka beristirahat setelah maju, sekaligus mencari petunjuk. Sebagai hasilnya, mereka mengerti pola perubahan strukturnya. Menggunakan "tanda", mereka mampu untuk mengkonfirmasi di mana perubahan blok tersebut.

Mungkin ada tambahan kemajuan sekarang. Sambil dia memikirkan itu, Hajime menoleh ke arah kedua gadis yang tertidur di samping tubuhnya.

"Mereka tidur dengan sangat nyenyak…… Bukannya ini di Dungeon Besar?" [Hajime]

Hajime bergumam dicampur dengan senyum masam. Ia telah terjaga dalam waktu yang lama untuk berjaga. Hajime diam-diam melepas lengan yang entah bagaimana bisa memeluk, dan mengelus rambus Yue. Senyum tipis dapat terlihat. Mata Hajime pun sedikit kembali ke keadaan sebelumnya.

Selanjutnya, ia mengubah pandangannya ke Shia yang ada di sisi lain. Dengan enaknya dia meneteskan air liur pada bahu Hajime sambil "Nyam Nyam", ia memindahkan mulutnya, dan itu sebenarnya ekspresi tidurnya berkurang. Dia ingat bahwa Shia juga ingin kepalanya dielus, jadi diam-diam dia mengelus rambut Shia. Segera, ia merasakan kelembutan telinga kelinci. Ini diikuti dengan tampilnya ekspresi mengendur yang tidak ditunjukkan bahkan dalam keadaan normal. Itu sebenarnya ungkapan yang melegakan. Untuk sebagian besar, ini hanya terjadi ketika Hajime sedang berjaga, juga, bisa dibilang bahwa dia akan merasa lega ketika Hajime ada di sisinya.

Hajime yang mengelus lembut rambut abu-abu bercorak biru, serta telinga kelinci, menunjukkan ekspresi yang kompleks.

"Ya ampun, apa bagusnya coba seseorang sepertiku… … sampai kau akan mengikutiku, bahkan ke sini…" [Hajime]

Dia memandangi Shia dengan mata lembut sambil melemparkan kata-kata kasar pada dirinya sendiri. Hal yang dicari Shia bisa dibandingkan dengan perasaan yang Yue miliki. Walau begitu, sikap Shia yang positif, periang, dan sebagaimana dia menangis tapi tak pernah menyerah… … sangat menarik khayalan Hajime. Sebagai hasilnya, elusannya bahkan menjadi lebih lembut. Dan, pada saat itu, Shia yang "Nyam Nyam", mulai berbicara dalam tidurnya.

"Nyam… … Au… … Hajime-san, betapa beraninya~, untuk ngelakuin beginian di luar~,… … semua orang bakalan melihatnya lho~" [Shia]

“… …” [Hajime]

Hajime yang menatap dengan mata lembut langsung menghapus senyumnya. Dengan lembut ia memakai kedua tangan, dan diam-diam memindahkan itu, mencubit hidung Shia dan menutup mulutnya. Ekspresi tenang Shia perlahan berubah menjadi menyakitkan, tapi Hajime tak memikirkan itu dan terus melakukannya.

"Nn~, nn? Nnh~!? Nnn–!! Nn-!! Fwahh! Haa, haa, a-apa yang kau lakukan!? Bahkan meski itu ada serangan saat aku tidur, itu punya makna yang salah!" [Shia]

Shia yang "zeha zeha," terengah-engah, terbangun lalu dengan sengit memprotes, Hajime menengok ke arahnya dengan mata dingin.

"Yah? Di dalam pikiranmu, seHentai apa aku ini? Apa yang akan kau lakukan di luar? Nn?" [Hajime]

"Eh? … … hah, itu cuman mimpi!? Kenapa~, bahkan walau akhirnya Hajime-san menjadi dere, mustahil untuk menekan kesedihan yang mengucur dan perasaan malu dariku yang menggeliat kesakitan karena perkataan itu, pada akhirnya memutuskan di publ-buhek!?" [Shia]

Tanpa mendengarkan itu lagi, Hajime menggunakan penguatan untuk mengibaskan kening Shia. Shia jadi mendongak karena dampak besar itu, dan bagian belakang kepalanya menghantam dinding di belakangnya, keras; yang menyebabkan dia berjongkok dengan mata berkaca-kaca. Seperti yang diduga, karakter memalukan Shia selalu keluar.

Sambil menggosok bagian belakang kepalanya, Shia bergumam, "Entah kenapa aku merasa sesuatu yang bahagia terjadi, tapi itu hanya imajinasiku doang ya?" Kemungkinan, dia tanpa sadar merasakan Hajime mengelusnya. Namun, karena Hajime tau Shia akan baper jika ia mengatakan yang sebenarnya, Hajime memutuskan untuk mengabaikan Shia.

Karena Shia sudah bangun (walaupun dengan paksa), dengan lembut Hajime mengguncang Yue untuk membangunkannya. Yue "… … Nn u… … Au?", mengeluarkan suara indah itu sambil perlahan-lahan membuka matanya. Kemudian, dengan ekspresi kosong dia melihat ke atas dan terkonfirmasi ada Hajime, sekali lagi, dia menggosokkan mulutnya di bahu Hajime, kemudian dia tanpa bicara lepas dari Hajime dan menegakkan penampilannya.

"Uu, Yue-san imut banget… … inilah sebagaimana seorang gadis terbangun~, dibandingkan dengannya, aku…" [Shia]

Kali ini Shia mulai menjadi depresi, dan Yue menatapnya heran, hanya untuk mengeluarkan penjelasan, "Lagipula karena Shia memang begitu."

"Nah kan, dari awal kau memahami perbedaan besar dalam kekuatan bertarung (Kekuatan Wanita), kan? Daripada jadi tertekan, mulailah ngumpulin nyawa."

“… … Kelemah-lembutan apa, kau tidak menjatuhkannya di suatu tempat?"

“… …? Hajime tak menjatuhkan sesuatu seperti itu." [Yue]

"Gusuh, hanya untuk Yue-san. Sialan." [Shia]

Shia berdiri setelah mengumpulkan nyawa. Yue dan Hajime pun sudah siap. Kali ini, mereka berdoa semoga mereka takkan kembali ke titik awal, dan begitulah trio melanjutkan penaklukan Dungeon mereka.

Sekali lagi, karena akan ada banyak perangkap yang tak menyenangkan dan kalimat-kalimat yang menjengkelkan, mereka membersihkan pikiran dan jiwa mereka.

Kemudian, Hajime dan partynya mencapai ruangan yang hanya mereka kunjungi sekali, bahkan setelah seminggu. Itu ruangan dengan golem knight yang membuat mereka teringat betapa gilanya ketika mereka kembali ke titik awal pertama kalinya. Namun, kali ini pintu tertutup sudah terbuka dari awal, dan di dalam bukanlah ruangan tapi suatu lorong.

"Ini… … akan merepotkan jika mereka mengelilingi kita lagi. Ayo buru-buru ke pintu yang terbuka sekaligus!" [Hajime]

"Nnh!" [Yue]

"Ya!" [Shia]

Hajime dan partynya mencar ke dalam ruangan golem knight sekaligus. Ketika mereka mendekati ruang tengah, seperti yang diduga, 'Krak krak,' gema suara golem knight bergegas keluar dari peristirahatan di kedua sisi dinding. Dari awal, mereka berlari ke depan sambil menendang dan menembak para golem knight; yang mengulur waktu mereka, di saat Hajime dan partynya masih berlari lebih cepat, untuk mencapai altar sebelum tertangkap oleh kepungan golem knight. Walaupun golem knight menyerbu lebih dulu, mereka tak dapat untuk mengejar Hajime dan partynya yang sudah melewati pintu. Setelah berhasil lolos, Hajime menyeringai.

Namun, senyuman Hajime lenyap di saat berikutnya. Kali ini para golem knight pun melewati pintu, mengejar mereka. Juga…

"Apa-!? Mereka bisa lari di langit-langit!?" [Hajime]

“… … Mengejutkan" [Yue]

"Gravitasi-san tolong lakukan pekerjaanmu~!" [Shia]

Itu benar, golem knight yang mengejar mereka, seolah mengabaikan gravitasi, mereka lari di tembok dan langit-langit, memberikan 'gashan gasha,' suara dari gerakan armor berat. Karena inilah, bahkan Hajime dan partynya terkejut dengan itu. Hajime langsung melihat lorong itu lalu menggunakan [Mineral Appraisal], tapi semua bahan sudah dikenali. Ia tak mendeteksi mineral apapun yang bisa menetralkan gravitasi, atau apapun dengan perekat alam.

"Bagaimana mereka melakukan itu?" [Hajime]

Itulah gumaman yang tak disengaja merembes dari mulutnya. Dan sekali lagi ia mengintip ke golem knight di belakangnya, bahkan jadi lebih terkejut karena dia menengok.

Salah satu golem knight di langit-langit berlari sambil 'wungg,' melompat, dan layaknya bola meriam (cannonball) itu melesat dengan momentum yang luar biasa ke arah mereka sambil melompat di udara.

"A-ap-!? Anjir Bangsatt!" [Hajime]

Hajime mengeluarkan suara terkejut kemudian dengan cepat menembakkan Donner. Peluru menembak disertai dengan kilatan, dan helm serta bahu golem knight hancur. Bagian kepala golem knight terpisah dari tubuh, dan pedang besar serta perisai juga terjatuh. Namun, tanpa jatuh ke tanah, itu melesat maju menuju Hajime dan partynya.

"Menghindar!" [Hajime]

"Nnh." [Yue]

"Wakya!" [Shia]

Mereka menghindari kepala, tubuh, pedang besar dan perisai golem knight yang melesat cepat serta dengan geram melompat dan membungkukan tubuh mereka. Puing-puing golem knight melewati Hajime dan partynya, menghantam dinding serta langit-langit tanpa mengurangi momentum, dan kemudian jatuh serta bergelinding di lantai.

"Oi oi, Bukankah itu…" [Hajime]

"Nn… … tampak seperti itu "jatuh"." [Yue]

"Gravitasi-san berada di tempat kerja, aku mengerti." [Shia]

Itu tepat seperti yang digambarkan oleh kata-kata Yue dan Shia. Rupanya, golem knight tersebut mampu mengontrol gravitasi. Meskipun tak ada yang paham mengapa mereka tak menggunakannya di saat terakhir, mungkin karena sebelumnya itu ruangan, mereka mungkin saja hanya dapat menggunakannya setelah ruangan berubah menjadi lorong.

Saat membuat hipotesis itu, Hajime dan partynya disela oleh golem knight yang "jatuh." Beberapa dari mereka mendekat sambil memutarkan pedang besarnya seakan mereka adalah kincir angin seperti cara yang berpengalaman. Hajime dan partynya menggunakan tembakan dan "Pecah" karena jarak serangan, sementara Shia memukul mereka yang datang mendekat, dan mereka maju terus tanpa henti.

Setelah beberapa saat, Hajime dan partynya merasakan kehadiran yang berbeda dari ksatria tersebut.

"Muu… … Hajime." [Yue]

"Aa, aku tau. Karena Dungeon ini bisa merekonstruksi sendiri, ini pastinya menjadi sesuatu seperti itu." [Hajime]

"Ki-kita dikepung." [Shia]

Setelah golem knight terjatuh, berikutnya adalah rekonstruksi yang datang. Hajime dan partynya memutuskan untuk menunggu peleton datang. Para ksatria datang dengan peningkatan perisai dan berjalan dengan gagahnya, seolah-olah mereka telah menjadi dinding. Golem knight menciptakan formasi dua baris, yang mana knight di belakang mendukung knight yang bertahan di depan. Kemungkinan mereka telah belajar bahwa hanya dengan satu baris saja mereka akan hancur dengan kekuatan lemah.

"Tch, betapa merepotkannya ini." [Hajime]

Sambil mendecakkan lidahnya, Hajime menempatkan Donner-Schlag kembali ke holsternya. Setelah itu, ia mengeluarkan satu senjata dari "Treasure Warehouse".

Di tangannya ada sebuah senjata dengan bentuk persegi panjang dan 12 rotasi barel, roket & peluncur rudal: Orkan. Panjang Roketnya 30 cm, masing-masing mempunyai kekuatan yang lebih merusak daripada granat biasa. Menggunakan sihir penciptaan, hulu ledak dipasang dengan batu yang bisa menghasilkan [Lightning-Clad], karena batu-batu itu terus-menerus menghasilkan listrik statis, batu itu bersama dengan bubuk pembakaran yang akan terbakar dengan kontak pada hulu ledak.

Hajime menyeringai sambil dia membenarkan posisi Orkan ke sampingnya.

"Yue, Shia! Tutup telinga kalian! Aku akan meledakkan mereka!" [Hajime]

"Nn." [Yue]

"Ee~ apaan tuh!?" [Shia]

Shia yang melihat Orkan dengan aneh untuk pertama kalinya hanya dapat memlebarkan matanya. Yue yang pertama memasukkan jari telunjuk ke telinganya.

Telinga kelinci Shia 'pinh,' berdiri tegak; tidak peduli, Hajime menarik pelatuk Orkan.

PASHUUU!!

Bersamaan dengan suara itu, roket meluncur, meninggalkan jejak percikan api di belakangnya. Itu mengarah ke peleton golem knight yang memasang dengan menunggu, kemudian mengenai mereka.

Pada saat berikutnya suara menderu datang bersama dengan ledakan besar. Tekanan yang berada dari sejumlah besar pembakaran dari kompresi bubuk pembakaran sangat mengguncang lorong. Golem knight yang berada dalam garis api dan menerima pukulan langsung, terlempar dengan keras ke kedua sisi tembok, serta langit-langit. Mereka telah dihancurkan ke titik yang bahkan mereka tak menyerupai bentuk aslinya. Itu akan mengulur waktu bagi mereka untuk bangkit kembali.

Hajime dan partynya sekaligus melompat ke arah puing-puing yang berjatuhan dari golem knight.

"Telinga kelinci-~, telinga kelinciku-~!!" [Shia]

Sambil Hajime dan partynya berlari, Shia melipat telinga kelinci dan memegangnya dengan kedua tangan dalam kesakitannya bersama mata yang berkaca-kaca. Lagipula suku manusia kelinci memiliki… … pendengaran yang paling unggul di antara ras demihuman.

"Itulah sebabnya aku bilang buat nutup telingamu." [Hajime]

"Ee? Ada apa? Aku tak bisa mendengarmu." [Shia]

"… … benar-benar, kelinci memalukan…" [Yue]

Meski Hajime dan Yue menatap Shia dengan ekspresi heran, Shia yang sedang kesakitan tak bisa mengetahui itu.

Setelah berurusan dengan golem knight yang telah datang berjatuhan sekali lagi, mereka berlari melewati lorong selama lima menit. Akhirnya, mereka melihat ujungnya. Di depan lorong ada ruang besar dan luas. Jalan itu sendiri telah rusak, dan mereka bisa melihat perancah persegi 10 meter di depan.

"Yue, Shia! Lompat!" [Hajime]

Mendengar Hajime berteriak, Yue dan Shia (yang entah bagaimana terpulihkan) mengangguk. Di belakang mereka, para golem knight terus turun. Sambil mereka berusaha untuk mencegatnya, Hajime dan partynya terus menghindari mereka mencapai akhir lorong dan melompat.

Kekuatan lompatan Hajime dan partynya yang menggunakan body strengthening (TL : memperkuat tubuh) jauh melampaui atlet Olimpiade. Hajime dan partynya dengan mudahnya memecahkan rekor dunia dan melompat ke persegi yang ada di depan mereka.

Tapi, karakteristik dari Dengeon Besar ini tak seperti yang diharapkan. Entah bagaimana, di depan Hajime dan partynya yang melompat, tergambarkan pancaran parabola, 'shii-,' blok persegi mulai bergerak.

"Apaa!?" [Hajime]

Hajime yang meninggikan teriakannya bahwa dia telah berteriak berkali-kali di dalam Dungeon ini. Karena jarak penilaian mereka telah diubah, mereka akan jatuh pada tingkat ini. Mereka melirik ke bawah sana dan melihat bahwa itu sungguh dalam. Ketika ia bersiap untuk menembakkan jangkarnya, suara Yue langsung berdenting.

"[Soar]!" [Yue]

Menggunakan angin yang berhembus ke atas dari sihir angin, jarak lompatan Hajime dan partynya diperpanjang. Bahkan meski hanya selama beberapa saat, itu sudah cukup. Bahkan sekarang Hajime entah bagaimana berhasil menangkap tepian blok yang masih bergerak. Menggunakan paku di lengan artefaknya untuk mengamankan dia di tempat, Hajime menggantung bersama Yue dan Shia yang melekat padanya.

"Ba-bagus, Yue." [Hajime]

"Seperti yang diharapkan dari Yue-san!" [Shia]

“… … puji aku lagi." [Yue]

Saat tanpa sadar tersenyum karena mereka telah terhindar dari jatuh, Hajime dan Shia memuji Yue. Yue yang telah mengkonsumsi sejumlah besar kekuatan sihir sedikit kelelahan, tapi menunjukkan mood kemenangan.

Namun, suasana damai itu terganggu oleh golem knight yang datang dengan terbang. Itu benar, golem knight terbang di udara. Mereka mungkin saja mengendalikan gravitasi sehingga mereka tak jatuh. Mereka mendekati Hajime dan partynya yang saat ini masih ngegantung, dengan momentum yang luar biasa.

"kh!? Yue, Shia panjat aku!" [Hajime]

Sambil mengeluarkan perintah itu Hajime menarik keluar Donner dan dengan cepat menembak ke golem knight yang mendekat. Yue dan Shia memanjat ke tubuh Hajime yang masih bergerak bersama dengan blok. Kemudian Hajime meningkatkan kekuatannya untuk menarik dirinya ke blok hanya menggunakan satu tangan. Segera setelah itu, tempat di mana Hajime sebelumnya tergantung tertusuk dengan pedang besar yang datang meluncur dengan kecepatan yang luar biasa. Setelah itu, Hajime menembak kepala golem knight yang kaku karena penggunaan waktu skill.

"Sialan, mereka ini, aku tidak tau apakah itu disebabkan oleh pengendalian gravitasi, tapi pergerakan dan taktik mereka jadi lebih baik." [Hajime]

“… … Mungkin aja, penyebabnya ada di sini?" [Yue]

"Ahaha, gimana dengan akal sehat. Bukankah semuanya melayang ya (…)?" [Shia]

Tepat seperti yang dikatakan Shia, semua di sekitar mereka melayang.

Tempat yang Hajime dan partynya masuki adalah ruang bulat raksasa. Diameter itu sendiri lebih dari dua kilometer. Di dalam Ruangan, blok dengan berbagai macam bentuk dan ukuran mengambang serta 'shii-,' pindah secara tak teratur. Ini ruangan yang benar-benar mengabaikan gravitasi. Namun, karena suatu alasan Hajime dan partynya masih merasakan gravitasi. Kemungkinan, hanya material khusus di ruangan ini yang tak dibatasi dengan gravitasi.

Di dalam ruang ini golem knight mampu bebas terbang kesana-kemari. Lagipula arah mereka jatuh dikendalikan, seperti mereka dengan cepat berbalik. Jika mereka makhluk hidup, takkan aneh bagi mereka untuk mati karena G-force yang luar biasa. Ketika Hajime berpikir bagaimana pergerakan dan taktik mereka menjadi lebih baik saat mereka mendekati ruang ini, mungkin saja…

"Orang yang mengontrol para golem mungkin saja ada di sini, dalam ruangan ini, kurasa?" [Hajime]

Mendengar tebakan Hajime, Yue serta Shia juga sepakat dan kemudian ekspresi mereka mengkaku. Tak seorang pun tau kenapa, tapi para golem knight tidak menyerang mereka. Untuk sekarang, karena tak ada yang terjadi, mereka mengamati sekeliking mereka. Mereka tidak tau apakah ini tujuan terakhir atau jika setelah ini masih berlanjut. Bagaimanapun, Ruangan ini jelas ruang terdalam, terbukti dengan bagaimana kemampuan golem knight yang meningkat dan keunikan ruangan ini.

Hajime menggunakan [Farsight] untuk menyelidiki ruang bulat raksasa, dengan matanya. Dan, di saat berikutnya, suara penuh kegelisahan Shia berbunyi.

"Larii!" [Shia]

“”!?””

Hajime dan Yue, tanpa bertanya ada apa, langsung melompat ketika mereka mendengar peringatan Shia. Dengan beruntungnya blok hanya melewati beberapa meter di depan mereka, yang memungkinkan mereka untuk meninggalkan blok dari tempat mereka berdiri sebelumnya.

Dengan cepat,

ZUuGAGAGAN!!

Ilusi layaknya meteorit datang dan jatuh ke dalam blok Hajime dan partynya berada tepat beberapa saat yang lalu, meledak menjadi potong halus. Meteorit semestinya bukanlah istilah yang salah untuk itu. Apalagi sesuatu yang raksasa dibuat jatuh menghanguskan, dan dengan momentum itu menghancurkan blok, serta melewati mereka.

Keringat dingin mengalir di pipi Hajime. Ia akan menerima serangan langsung dari itu kalau tanpa peringatan Shia. Dengan dia yang tak dapat untuk menggunakan [Vajra], itu akan jadi kematian instan. Dia juga tak dapat merasakan itu datang. Tapi segera setelah peringatan Shia, dia pastinya merasakan kehadiran. Bagaimanapun, dengan kecepatan jatuhnya akan menjadi mustahil untuk menghindar saat dia merasakan itu datang.

"Shia, kau menyelamatkan kita. Makasih." [Hajime]

"… … Nn, prestasi besar." [Yue]

"Ehehe, itu bagus bahwa [Foresight] diaktifkan. Walau keseluruhan sihirku terambil…" [Shia]

Rupanya, Sihir spesial Shia, [Foresight], diaktifkan lebih cepat dari persepsi Hajime yang dapat merasakan itu. [Foresight] dapat melihat masa depan sebagai hasil dari asumsi pilihan Shia jika dia mengaktifkannya secara manual, juga, bisa mengaktifkan secara otomatis. Tepat seperti saat ini, itu memperlihatkan bahaya besar yang disertai dengan kematian yang mempengaruhi dia secara langsung atau tidak langsung.

Dengan kata lain, jika mereka menerima serangan langsung, setidaknya Shia akan mati karena itu. Dengan perasaan baru yang horor, Hajime melihat ke arah benda seperti meteor yang telah melewati mereka. Ia mengintip ke bawah dari tepi blok. Dan, ketika ia berpikir ada sesuatu yang bergerak di bawah, tiba-tiba itu terbang dengan momentum yang luar biasa. Itu pergi ke atas mereka dalam waktu singkat, dan sambil tetap di tempat, 'ginh,' mata itu bersinar sambil memelototi Hajime dan partynya.

"Oi oi, sumpah nih." [Hajime]

“… … Begitu… … besar." [Yue]

"Dapat terasa kalau itu boss besar." [Shia]

Hajime dan partynya bergumam tiga kesan yang berbeda. Meski tsukkomi Yue sedikit berbahaya, itu masih di batas toleransi… … Seharusnya begitu.

Apa yang muncul di depan Hajime dan partynya adalah seorang golem knight super besar yang melayang di udara. Walaupun armornya sama, panjang pastinya sekitar 20 meter. Tangan kanan yang terbakar seolah-olah itu tulangnya panas (heat knuckle), dan itu mungkin apa yang menyebabkan blok dari sebelumnya meledak berkeping-keping. Di tangan kirinya ada sebuah rantai yang membuat suara, 'jhara jhara,' dilengkapi dengan Morningstar jenis cambuk.

(netNOTE__ Kurasa semacam senjata Rem di re:zero)

Hajime dan partynya menyiapkan mental mereka saat melihat golem raksasa, dan mereka bisa mendengar 'hyun hyun', suara dari para golem knight yang terbang mendekat sampai akhirnya Hajime dan partynya dikelilingi mereka. Golem knight yang berdiri tegap, mengangkat pedang besarnya ke depan dada mereka. Itu seakan mereka sedang memberi hormat ke raja mereka.

Hajime dan partynya yang benar-benar dikepung dan bisa merasakan meningkatnya ketegangan mereka. Keheningan memenuhi sekitar mereka, seolah-olah ini adalah keadaan genting. Saat mereka bergerak, permainan yang mempertaruhkan hidup mereka (pembantaian) akan dimulai. Apa yang menghancurkan suasana tegang disebabkan oleh firasat seperti itu adalah…

… … sambutan yang seperti gurauan dari golem raksasa.

"Yaho~, senang bertemu kalian~, di Miledi Raisen yang dicintai oleh semua orang yang ada di sini~"

“””… … Ha?"""



Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status