Boku No Heya Ga Danjon no Kyūkeisho Ni Natte Shimatta Kudan Chapter 1.3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Boku No Heya Ga Danjon no Kyūkeisho Ni Natte Shimatta Kudan Chapter 1.3 Bahasa Indonesia

February 14, 2017 Kirz Oiishii



Translator: ozonajah
Editor: Kirz 

Chapter 1.3:  Masalah disaat diriku dikira seorang pertapa yang bijaksana

[Guo~ooo! Haah.. haah!] (Toru)

Entah kenapa aku berhasil membawa kesatria wanita ini ke apartemenku, dan kemudian ku kunci pintu dibelakangku. Sebetulnya Aku ingin langsung mengunci pintuku dengan gembok disaat aku masuk, tapi itu mustahil untuk dilakukan dalam keadaan saat ini, maka aku harus menurunkan kesatria wanita ini dulu. Di apartemen 2KDM-ku ini terdapat dua macam ruang tamu, satu ruangan bergaya barat dan satunya lagi ruangan bergaya jepang.



[Masalahnya adalah, kemana aku harus membaringkan nya..] (Toru)

Aku telah menaruh barang-barang Otaku-ku di ruangan bergaya jepangku, disana juga ada jendela yang terhubung ke jepang masa kini. Seperti yang kuduga, seharusnya kubaringkan saja di ruangan bergaya barat. Karena di ruangan itu juga ada kasur sederhana dan matras.

[Aku sebenernya nggak mau makai ruangan bergaya jepang-ku karena aku sudah menaruh barang-barang otaku-ku di sana, dan juga nggak mungkin kan aku tidur bareng sama dia sekarang. Jadi terpaksa dah ku baringkan saja dia di tatami di ruangan bergaya jepang-ku...] (Toru)

(EDN: Tatami adalah tikar yang berasal dari Jepang yang dibuat secara tradisional) 

Aku pun menidurkan Kesatria Wanita ini di Tatami.

[Aku sudah lelah karena ketegangan dan kerja kerasku hari ini....] (Toru)

Aku pun menempelkan telingaku ke pintu di ruang masuk, setelah memastikan tidak ada satupun suara terdengar, aku pun memasang gembok pada pintu itu. Dan sekarang adalah saatnya..

[Saatnya untuk kembali ke ruangan bergaya jepangku] (Toru)

Tak disangka, Kesatria Wanita itu telah menghilang seperti asap, pasti semua ini hanyalah mimpi.

Yap tentu saja itu tidak terjadi...
Bagaimana mungkin dia bisa kabur dengan kondisi tidak sadarkan diri begitu.
Aku kepikiran untuk menelfon ambulan. Tapi, aku tidak tahu bagaimana cara aku menjelaskannya pada mereka nanti. Dan juga akan ada kemungkinan kalau kru ambulan bisa masuk kedalam dungeon nantinya. Kondisi-nya juga tidak semakin memburuk, dapat dilihat dari pergerakan dadanya... dia masih bernafas dengan normal.

[Sebetulnya aku ingin melepaskan armor dan bajunya yang basah, tapi takutnya nanti bakal jadi pelecehan seksual. Tapi meski begitu...] (Toru)

Dia cantik, bahkan juga terlihat elegan.
Dia terlihat seperti sebuah boneka.
Aku penasaran seperti apa warna bola matanya ketika dirinya membuka matanya nanti.

[Rasa lelah dari ketegangan dan kerja kerasku tadi membuatku ingin tidur...] (Toru)

Aku jadi mengantuk saat melihat kesatria wanita yang tertidur di tatami itu.
Andai saja dia tidak ada di sini, pasti aku bakal langsung tertidur disini.
Aku tidak boleh tidur bareng dengannya.
Jangan berpikiran jorok.... oke!!

◆◆◆

[Pertapa-sama! Pertapa-sama!]

(ED Note: Pertapa adalah seseorang yang memiliki kesaktian dan keajaiban dan juga memiliki sikap bijaksana, sehingga dianggap sebagai guru bijak yang patut dihormati)

Ucapan-nya terdengar seperti harpa yang dibunyikan dari kejauhan.
Bunyi-nya alat musik harpa itu seperti apa? Jangan tanya padaku.
Pokoknya ini adalah suara yang sangat merdu.
Aku ingin terus mendengarnya.

[Pertapa-sama!]

[Uhiiiii!] (Toru)

Suara dari harpa itu tiba-tiba mengeras.

[Ah, apa kau sudah bangun?]

Sepertinya aku sedang tertidur dan mendapatkan mimpi yang aneh. Rasanya seperti, sedang bermimpi lagi pergi ke dungeon atau lagi gendong kesatria wanita.
Aku pun menggosok-gosok mataku mencoba memulihkan penglihatanku yang kabur. Ah, ini adalah ruangan bergaya jepang yang ada di apartemenku. Mungkin aku tertidur setelah merapihkan manga dan action figure ku ke lemari.

TAPI sejak kapan aku punya bantal yang luar biasa? Terasa begitu lembut dan hangat. Dan juga sangat nyaman. Meskipun bau-nya agak pesing sih. Tapi bantal ini benar-benar terasa sangat nyaman...

[Aah! Ini bukan bantal! Tapi pahanya si kesatria wanita!] (Toru)

Aku pun melompat terkejut dan melihat kalau kesatria wanita itu sudah bangun.
Nampaknya aku ketiduran disaat mengamati dirinya tertidur di Tatami tadi. Bahkan aku sampai tertidur di pahanya yang mulus itu. Armor kesatria wanita itu di design bukan untuk kejadian seperti sekarang ini. Armornya di design agar mudah bergerak, jadi bagian pahanya tidak tertutup dengan apapun.

[Ma-Ma-Maaf. Aku cuma.... ketiduran] (Toru)

[Ah tidak, ini salahku. Akulah yang harusnya meminta maaf karena telah mengganggu tidurmu, tolong maafkan ketidaksopananku]

Sepertinya dia tidak marah tapi entah kenapa rasanya ada kesalahpahaman disini...

[Soalnya kau tertidur di atas pahaku...  kupikir kau nggak masalah disaat aku meneriakimu, jadi tolong maafkan aku karena sudah membangunkanmu tidur. Lagipula di tempat yang indah dan nyaman seperti ini, wajar saja pertapa-sama jadi mengantuk]

Yak ada kesalahpahaman yang aneh sesuai dugaanku.
Apa maksud dari "Pertapa-sama" ini?
Dan juga, pahanya ataukah Tatami disini yang dia maksud tempat yang nyaman?

[Bukan, aku ini bukan seorang pertapa. Tapi itu lebih baik sih daripada dikira Goblin] (Toru)

[Aaaah, Ma-Maafkan aku, karena waktu itu aku tidak bisa melihat wajah Pertapa-sama dan juga kau berbicara menggunakan bahasa monster. Maaf sebelumnya... Awalnya kupikir kau itu Goblin]

[Eh? Bahasa monster?] (Toru)

[Ya, bahkan sekarangpun kau berbicara menggunakan bahasa itu]

Aku mengerti, dengan kata lain... berdasarkan perkataan kesatria wanita itu, bahasa jepang dianggap sebagai bahasa monster di dunia ini, dan aku sudah tidak dianggap sebagai goblin lagi, melainkan dianggap sebagai seorang pertapa.

[Bagaimana kau bisa menganggap kalau aku ini seorang pertapa?] (Trou)

[Kau bukan seorang pertapa? , soalnya kau waktu itu bikin tempat tinggal misterius didalem dungeon, jadi aku yakin kalau kau itu pertapa-sama yang hidup ditempat terpencil]

Jadi begitu. Dia cuma menduga-duga.
Dilihat dari armor dan perisainya, di dunia dungeon ini sepertinya memiliki teknologi yang mirip dengan abad pertengahan. Armornya itu akan jadi jaket anti peluru kalau dunia dungeon ini sudah memasuki jaman modern. Wajar saja dia menganggap diriku ini seorang pertapa, karena ruangan ini dipenuhi oleh barang-barang asing dari peradaban jepang.

[Lantainya cukup lembut jadi aku bisa tidur dimanapun. Benar-benar luar biasa. Dan juga.... di sini sangat harum. Ah... aku ingin tidur selamanya]

.....Sepertinya kesatria wanita itu sangat menyukai lantai Tatami ini. Yah, aku juga menyukai wangi lantai tatami yang masih baru sih.

[Di sini juga ada boneka yang terlihat kaya beneran. Ada boneka manusia yang memegang pedang. Pasti barang ini alat-alat sihir... benar 'kan, Pertapa-sama?]

[Yahh, aku ini Pertapa-sama! Iyaaak, aku ini pertapa-sama! Tentu saja itu adalah alat-alat sihir dan bukanlah barang yang mencurigakan! Ha Ha Ha!] (Toru)

[Y-Ya betul. Aku agak khawatir awalnya, kukira mereka adalah manusia yang diubah menjadi boneka menggunakan sihir kegelapan. Soalnya... disana... ada beberapa boneka yang setengah telanjang]

[Nggak mungkin! Itu mustahil! Karena aku ini orang yang bijaksana] (Toru)

Berkat kebohonganku itu si kesatria wanita itu tersenyum berseri-seri.

[Yap betul itu. Kau juga telah menyelamatkan hidupku dan membawaku ke sini. Terima kasih banyak]

Ga-gawat. Senyuman itu...
Aku nggak pernah berbicara dengan wanita seakrab ini lagi sejak berhenti kuliah.
Senyuman kesatria wanita itu bersinar seperti malaikat yang turun dari surga.

Namun saat ini, dia masih terbaring di Tatami dan tidak bisa menggerakan tubuhnya.
Karena apa yang terjadi barusan, saat ini aku sedang berdiri dan menghadap kearah dirinya.

[Ngomong-ngomong, kenapa kau masih berbaring?] (Toru)

[Aku terkena racun pelumpuh yang sangat kuat saat di dungeon soalnya... tapi nanti jugaan aku bakalan bisa bergerak lagi, mungkin]

Jadi begitu. Aku tidak terpikir sampai sana.

[Kalau kau tidak menolong, mungkin saja aku sudah mati. Pertapa-sama adalah penyelamat hidupku. Jadi aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikanmu!]

[Eeee!? Kau akan melakukan apapun!?] (Toru)

Aku penasaran gimana ya seandainya kalau aku ngelakuin 'HAL' yang akan dilakukan Goblin padanya.
NGAAAK! Apa yang kau pikirkan Toru! Nenek bakalan sedih nanti!
(EDN: Wah dia berpikiran mau grepe-grepe tuh cewe :v )

[Yap!! Meskipun aku terlihat seperti ini, aku ini seorang kesatria!]

Yahh, aku sudah tahu dari penampilanmu.
Dia membusungkan dadanya dengan bangga meskipun sedang berbaring.

[Aku akan mengingat kebaikanmu selamanya]

.....Akan mengingat... Selamanya?

No comments:

DMCA.com Protection Status