Evil God Average Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Evil God Average Chapter 11 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore


Translator: KIV
Editor: Exicore

Chapter 11: Sebuah Dungeon Dengan Beberapa Pengunjung

Di hari kedelapan semenjak aku mengelola dungeon ini, kelompok adventurer pertama akhirnya datang juga.

Saat aku tengah menikmati teh lepas makan di area pemukiman yang sekarang berada di lantai 12 karena penambahan lantai, kundengar ada alarm penyusup. Lalu, No Life King juga masih bersiaga di lantai 10. Kutempatkan dia di sana sebagai boss untuk melindungi area pemukiman. Tapi karena lantai sepuluh adalah lokasi yang tepat untuk mid-boss, kubiarkan saja dia tetap ada di lantai tersebut. Walaupun ada mid-boss, tapi tidak ada yang namanya final boss. Soalnya, aku tidak ada niatan untuk bertarung.

Kusiapkan No Life King sebagai boss yang harus dilalui bagi siapapun yang ingin turun ke lantai 11. Karena akan terasa membosankan kalau hanya melawan boss, jadi kusiapkan puzzle yang harus diselesaikan dengan menyusun blok batu yang tersebar di lantai yang sama, layaknya puzzle yang sering terlihat dalam RPG. Kalau bisa meletakkan blok berbentuk matahari, bulan, dan bintang ke tempat seharusnya yang ada di ujung lantai 10, dindingnya akan terbuka dan membawamu ke ruangan boss. Hanya untuk memastikan, kutambahkan pesan: “Wahai pemberani yang hendak menantang sang abadi, persiapkanlah langit sebenarnya.” Di tempat memasang blok tersebut. Aku yakin puzzle-nya mudah diselesaikan, tapi ini kutambahkan demi estetika.
(TLN: A E S T H E T I C S)

Nah, cukup sudah penjelasan untuk lantai 10. Aku harus melihat para penyusup ini. Masih memegang secangkir the hitam yang diseduh oleh Tena, aku melangkah masuk ruang kerja.

Tidak ada apapun selain kursi, meja kecil, dan pedestal di ruang itu, dengan dungeon core terletak di atas pedestal. Setelah duduk di kursi, kuletakkan tanganku di dungeon core dan menggunakan pikiran untuk meraih informasi seputar penyusup yang datang. Sebuah ‘layar’ muncul memperlihat isi dari dungeon. Dalam gambar lantai satu terdapat dua pria yang terlihat seperti adventurer dan saat kulihat lebih jelas, status mereka terlihat:

==========================================================================

Name: Lufree
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 25
Job: Swordsman
Level: 14
Title: None

Name: Benet
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 16
Job: Swordsman
Level: 4
Title: None

=======================================================================

Sepertinya aku bisa melihat status penyusup melalui dungeon core. Aku tidak tahu soal itu karena belum pernah ada yang memasuki dungeon ini selain aku dan Tena. Tapi, berbeda dari statusku, aku tidak bisa melihat skill maupun equipment mereka.

Tapi, sebagai duo adventurer, umur dan level mereka berbeda cukup jauh. Tidak seperti Lufree yang mengenakan armor logam,Benet hanya mengenakan setelan kulit ringan. Keduanya membawa longsword, tapi pedang yang dibawa Lufree memberi aura yang lebih hebat ketimbang pedang di tangan Benet. Aku bisa melihat tak hanya umur mereka, tapi perlengkapan mereka juga. Apa mungkin ini salah satu momem veteran membantu pemula untuk mendapat pengalaman?

Kalau dipikirkan lagi, apabila kabar soal perubahan dungeon ini belum tersebar, maka keduanya mungkin datang dengan asumsi untuk menantang “Beginner Dungeon”. Dan sepertinya itu benar karena mereka terhenti kebingungan di gerbang masuk karena perubahan yang terjadi pada dungeon. Tapi pada akhirnya, mereka memutuskan untuk melihat ke dalam dan menyusuri dungeon dengan perlahan.

Di hadapan keduanya yang berjalan dengan hati-hati, muncul wraith dan black steel golem satu per satu. Keduanya membeku karena syok, tapi Lufree, yang lebih berpengalaman, kembali siaga dan meneriakkan sesuatu kea rah Benet sembari mengangkat pedangnya untuk berlindung.

Tapi, Benet yang membeku ketakutan sama sekali tidak bereaksi atas teriakan tersebut.

Salah satu wraith menembakkan kumpulan bayangan, walau Lufree melompat ke samping dan menghindari serangan langsung, benet sama sekali tidak bereaksi dan terlempar ke dinding akibat terkena serangan itu. Mengkhawatirkan Benet yang tersungkur di dinding dan pingsan, Lufree menyiapkan pedangnya lagi untuk bertahan tanpa celah.

Saat itu juga, black steel golem mendekat dan mengayukan kepalan tinjunya. Lufree menghindar ke kanan sembari mengalihkan pukulan tadi dengan pedangnya. Dia lalu mengayunkan pedangnya tepat ke tubuh bagian kiri Golem di hadapannya, tapi hal itu justru membuat pedang bagusnya patah seketika. Lufree yang tadi mengayunkan pedang hanya menganga, melihat patahan pedangnya yang terlempar ke udara.

Saat itu, black steel golem kembali mengayunkan tinjunya yang tadi dihindari. Dengan kondisi Lufree yang tak mungkin menangkis, dia menerima pukulan golem tersebut tepa di bagian dada, membuat tubuhnya terlontar 5 meter sebelum menabrak dinding dan akhirnya jatuh ke tanah. Lufree mencoba untuk bangkit, namun wraith tadi menembakkan kembali bola bayangan, membuat Lufree yang terkapar di tanah kembali terbang setelah terkena serangan wrait tersebut. Serangan itu membuatnya benar-benar kehilangan kesadaran sehingga akhirnya tak bisa bangkit.

Black Steel Golem mendekati kedua pria yang tak sadarkan diri tersebut dan memungut item dan uang mereka lalu menyeret keduanya dan melemparkannya ke dalam ruangan dengan pintu keluar dungeon.

Hal tersebut dilakukan karena ruangan tersebut tidak dapat dimasuki monster seperti black steel golem, sifat ruang yang sama seperti area pemukiman. Ngomong-ngomong, lingkaran teleportasi di tiap lantai juga mengarah ke ruangan tersebut.

Setelah melemparkan para penyusup, black golem mengumpulkan item yang tadi dipungut dan berjalan menuju lingkaran teleport khusus item di lantai 1. Item yang tadi dikumpulkan akan dikirim langsung ke area pemukiman yang sekarang kutempati.

Untuk saat ini, kurasa bisa dikatakan penyusupnya telah berhasil diusir.

Walau aku memerintahkan mereka untuk tidka membunuh seorangpun, melihatnya tetap menakutkan. Mereka seharusnya cukup menahan diri, tapi selama mereka menyerang, selalu ada kemungkinan serangannya mengenai bagian yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Selama penyusupnya cukup kuat, kuanggap saja mereka bisa menghindari luka yang mengancam jiwa, sehingga kecelakaan tak disengaja harusnya cukup rendah. Tapi aku tetap saja khawatir karena kali ini ada satu orang yang jelas-jelas pemula.

Mengingat tehku yang sekarang telah dingin, aku beristirahat sejenak sebelum keluar dan menuju ruangan dengan lingkaran teleportasi khusus item.

Saat menyusuri lorong, aku memperkirakan duo adventurer tadi. Mereka mungkin tergeletak tak berdaya di lantai satu dengan pintu keluar, tapi mereka sadar kalau dungeon-nya berubah. Begitu mereka tersadar dan kembali ke kota, mereka kemungkinan akan perubahan dungeon ini ke adventurer guild. Kalau itu terjadi, aku bisa memperkirakan dua tindakan yang akan ditempuh oleh guild.

Pertama adalah mengirim adventurer berpengalaman untuk melakukan survei dan satunya adalah membuat pengumuman ke public untuk meminta orang-orang menaklukkannya. Hanya saja, karena sulit untuk menakulkkan dungeon yang belum diketahui, aku kira mereka akan mengirimkan tim investigasi setidaknya sekali. Tidak seperti tadi, kemungkinan besar adventurer yang dikirim akan berlevel tinggi. Aku sudah mempersiapkan diri untuk ini, tapi begitu momennya benar-benar tiba, aku langsung merasa tertekan.

Saat aku masuk ruangan dengan lingkaran teleportasi, pedang dan barang lainnya masuk. Mengusir adventurer dan mencuri barang-barang mereka… tanpa berpikir lebih jauh pun ini sama saja seperti apa yang dilakukan pencuri. Tapi sebagai penantang dungeon, bisa selamat hidup-hidup walau senjata, item, dan uang mereka dicuri adalah bayaran yang kurang lebih setimpal. Kalau ini dungeon lain, mereka kemungkinan besar akan mati, jadi walau aku tidak meminta mereka untuk berterima kasih, kuharap mereka sedikit bersyukur sudah bisa selamat. Lalu aku mencuri senjat amereka bukan equipment mereka karena satu hal… bukan karena preferensiku, tapi karena aku tidak tahan baunya. Di dunia dimana orang-orang jarang mandi, bau dari armor yang digunakan berhari-hari oleh pria yang tak pernah mandi adalah sesuatu yang membuatku bergidik ngeri hanya dengan membayangkannya.

Jarahan kali ini ada 2 longsword (walaupun salah satunya patah), 3 keping perak, 25 keping perunggu, 4 tanaman obat, dan 2 kartu adventu--- eh, kartu adventurer?

Uwah, mengambil barang satu ini bisa berbahaya, lagipula tanpa kartu adventurer atau uang, mereka tidak akan bisa kembali ke kota, sepertinya perintahku sedikit kacau.

Saat aku teleport ke ruangan gerbang karena panic, kupastikan kedua penyusup tadi masih tidak sadarkan diri dan dengan cepat kukembalikan kartu adventurer mereka. Merasa sedikit lega karena aku masih sempat mengembalikannya, aku kembali ke ruanganku semula. Nanti aku harus memerintahkan agar para monster di dungeon tidak mengambil adventurer card.



Dua hari semenjak kedatangan penyusup pertama, alarm dungeon kembali berbunyi. Sepertinya adventurer yang dikirim oleh guild untuk melakukan survei dungeon ini telah masuk.

Duo yang kukalahkan pada siang hari dua hari yang lalu, telah kembali ke kota dan melapor ke adventurer guild.

Setelah memutuskan tindakan yang harus diambil, keesokan harinya mereka mengumpulkan orang dan bersiap lalu hari ini mereka mengirim tim survei…

Hmm, timingnya pas.

Aku segera menuju ruang kerja, dan seperti sebelumnya, duduk di kursi dengan tanganku menempel pada dungeon core.

Dalam gambar lantai satu, terlihat 4 orang pria:

=======================================================================

Name: Vaif
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 32
Job: Swordsman
Level: 25
Title: None

Name: Banard
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 29
Job: Swordsman
Level: 22
Title: None

Name: Theodore
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 29
Job: Mage
Level: 20
Title: None

Name: Esel
Race: Human Race
Sex: Male
Age: 26
Job: Scout
Level: 19
Title: None

=========================================================================

Sepertinya tim kali ini cukup seimbang. Ditambah lagi level terendah yang dimiliki Esel masih lebih tinggi dibandingkan Lufree tempo hari.

Ini mungkin tim level tertinggi di antara orang-orang yang dapat segera dikirim oleh adventurer guild. Sudah kuduga, scout veteran yang berada di depan memeriksa adanya musuh dan jebakan, sehingga mereka bisa menjelajah dengan hati-hati dan aman.

Bahkan walau mereka bertemu black steel golem di tengah perjalanan, mereka tim yang membagi peran dengan jelas. Contohnya para pengguna pedang memberikan pertahanan kuat, sedangkan para penyihir menggunakan sihir tanah untuk menghancurkan tempat golem berpijak untuk menghentikan pergerakannya.

Setelah mereka menjelajahi seluruh lantai 1 dengan mulus, mereka menemukan tangga ke lantai 2 dan turun melalui tangga tersebut.

Di lantai 2, awalnya petualangan mereka juga berlangsung lancar, tapi entah kenapa antusiasme mereka melemah di tengah jalan. Berdiri di satu titik, mereka dengan semangat bersilangpendapat satu sama lain, dan kulihat rasa tidak sabar dalam ekspresi mereka.

Aku tidak tahu apa yang mereka debatkan, jadi aku tidak tahu apa yang dialami selain ada sesuatu yang tidak menguntungkan mereka. Sayang sekali aku tidak bisa mendengar mereka walau bisa melihat apa yang terjadi layaknya film. Kalau mungkin, masalah ini nanti akan kuatasi.

Setelah itu, mereka melanjutkan menjelajah, tapi Esel yang konsentrasinya pecah menginjak jebakan gas lumpuh. Kecuali Theodore yang ada di belakang, tiga orang lainnya mengalami lumpuh sementara akibat gas tersebut. Karena dua black steel golem memanfaatkan celah tersebut untuk menyerang, tim ini akhirnya takluk dalam sekejap.

Previous Chapter - Daftar Isi - Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status