GATE: Jietai Kano chi Nite Kaku Tatakaeri Prolog Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

GATE: Jietai Kano chi Nite Kaku Tatakaeri Prolog Part 1 Bahasa Indonesia

February 20, 2017 Ryuugamine Ikutsuki

Penerjemah: Lady D


Tahun 20XX, Musim panas.

Saat itu tercatat sebagai salah satu hari paling hangat sepanjang sejarah.

Dengan tingkat kelembapan begitu tinggi juga dibarengi dengan suhu melebihi 30 derajat Celsius, rasanya seperti sedang berada di neraka. Tetapi, pada saat itu adalah hari Sabtu, banyak orang masih mengerubungi pusat perbelanjaan untuk membeli barang atau sekedar berjalan-jalan saja.

11:15 A.M.

Ketika matahari masih begitu tinggi di langit sana dan suhu mencapai titik puncaknya, sebuah ‘Gerbang menuju Dunia Lain’ terbuka di tengah distrik Ginza.

Dari dalam munculah kavaleri dan prajurit darat dalam balutan baju zirah dari jaman Abad Pertengahan.

Di sisi mereka terdapat berbagai monster fantasi macam orc, goblin, bahkan raksasa.

Mereka menyarang orang-orang yang secara kebetulan berada di sana.

Tanpa mempedulikan umur maupun kewarganegaraan, tujuan mereka adalah pembantaian orang-orang.

Dikarenakan oleh pada saat itu adalah era kedamaian, orang-orang tidak tahu cara bagaimana mempertahankan diri dan hanya bisa berteriak dalam teror sambil terjatuh di tengah serangan.
Para pembeli, orang tua, bahkan turis dari negara asing. Tak ada satu pun yang mendapatkan ampunan dari kematian dalam bentuk injakan tapal kuda, tombak tajam dari para prajurit, maupun pedang yang membawa kematian. Seluruh daerah di sana dihiasi oleh warna hitam dan merah dari kolam darah. Jika seseorang disuruh untuk menggambarkan keeadaan mengerikan tersebut, kata ‘neraka’ merupakan hal yang paling tepat untuk digunakan.

Pasukan ini berasal dari dunia lain menancapkan sebuah bendera pasukan hitam di atas gunungan mayat dan dengan suara lantang mendeklarasikan kalau tanah ini telah dikuasai oleh mereka menggunakan bahasa milik mereka sendiri, tentunya tanpa satu orang pun untuk mendengarnya karena sudah mereka habisi semua.

‘Insiden Ginza.’

Itulah nama dari insiden yang menjadi kontrak pertama dengan orang dari dunia lain menurut para ahli sejarah.

Presiden Jepang pada saat itu—Houjou Shinegori, mengumumkan di Kongres Nasional kalau “tanah di balik Gate tidak ada di peta manapun.”

“Seperti apa situasi di dalam Gate? Bagimana keadaan alam, cara hidup manusia dan spesies hewan yang akan ditemukan di dalam Gate? Seberapa jauh perkembangan budaya mereka? Teknologi mereka berada di tingkatan mana? Agama mereka? Seperti apa tatanan pemerintahan yang digunakan oleh orang di dalam Gate?”

“Pada saat itu, terdapat banyak kriminal ditahan.”

“Tetapi, menggunakan kata ‘ditahan’ terkesan tidak mengenakan. Tawanan perang adalah hal yang berada di luar dugaan hukum. Berdasarkan hukum Jepang saat ini, tidak ada hal yang dinamakan sebagai tawanan perang. Menurut hukum peradilan, mereka hanyalah kriminal yang melanggar hukum.”

“Bahkan jika Jepang dituduh dengan alasan yang begitu mengada-mengada semacam itu, mereka masih akan menganggap kalau dunia di balik Gate adalah bagian dari Jepang.”

“Seperti yang sudah diperkirakan, dunia di balik Gate terdiri dari hal-hal yang tidak diketahui oleh pemerintahan; seperti luasnya, populasi manusia, atau bahkan keberadaan dari pemerintahan.”

“Sekalipun pemerintahan ada di dunia lain ini, tanpa memastikan batas dari negara atau mendirikan hubungan diplomasi dengannya, negara tersebut tak akan bisa diakui sebagai negara independen.”

“Kalau begini terus, maka mereka hanya akan dianggap sebagai teroris bersenjata yang menghabisi orang-orang tanpa ampun.”

“Meski ada usulan untuk melakukan dialog damai dengan mereka, kita perlu membuat mereka duduk di meja negoisasi. Tapi bagaimana caranya kita melakukan hal semacam itu? Berbicara dari sudut pandang logika, kita sama sekali tidak memiliki cara untuk berkomunikasi dengan mereka.”

“Kami akan membuat pihak lawan mau menemui kita di dialog damai, bahkan jika kami harus menggunakan kekerasan. Kami akan melakukan segala hal yang bisa dilakukan, bahkan jika kami perlu menjambak rambut mereka.”

Untuk mendapatkan keunggulan dalam diskusi, seseorang harus mengetahui soal lawannya terlebih dahulu.

“Kita menangkap para kriminal itu... meski terhalang oleh bahasa, kita masih bisa mendapatkan beberapa informasi dari mereka. Tapi itu saja masih belum cukup. Kita perlu mengirim seseorang untuk melakukan sebuah investigasi, dan memastikan semuanya menggunakan mata dan telinga kita sendiri.”

“Oleh karena itu, harus ada orang-orang yang dikirim ke sisi lain Gate. Tetapi, mereka tidak diijinkan untuk melukai orang tak bersalah dan pada saat bersamaan menunjukan kewaspadaan akan bahaya sambil berkelana di tanah tak dikenal.”

“Dan juga, masuk ke dalam tanpa membawa senjata apapun tidak akan bisa diterima. Berdasarkan laporan awal, terdapat kemungkinan kalau kita akan perlu untuk bertarung. Di tanah yang masih belum dijelejahi, pemutusan akan siapa yang merupakan kawan dan siapa lawan akan diserahkan kepada para personil di tempat.”

“Meski beberapa sekutu kita di senat mengatakaan kalau sama sekali tidak ada keperluan untuk menjelajahi tempat berbahaya semacam itu, kenapa tidak hanya membuat Gate tersebut tak bekeraja dan menghancurkannya sekali dan untuk selamanya. Tetapi, apakah itu akan membuat semuanya menjadi lebih baik?”

“Banyak rakyat yang menununjukan perasaan kegelisahan akan di mana Gate berikutnya muncul. Siapa tahu, mungkin saja Gate muncul di depan rumah atau keluargamu. Juga, terdapat maslaah keadilan dan kompensasi kepada keluarga para korban.”

“Seandainya sebuah pemerintahan ada di dalam Gate, Jepang tidak akan segan untuk menarik keluar sang pemimpin dan meminta dia untuk memberikan permintaan maaf paling dalam dan kompensasi untuk insiden ini.”

“Jika pihak seberang menolak untuk tunduk, maka Japang akan menunjukan kekuatannya dan menangkap orang yang bertanggung jawab atas Insiden Ginza lalu menghukum dia menggunakan sistem pengadilan kita. Jika pihak yang bertanggung jawab memiliki kekayaan dalam bentuk apapun, maka itu semua akan digunakan untuk memberikan kompensasi keapda pihak keluarga para korban Insiden Ginza. Dari sudut pandang para keluarga korban, hal seperti ini sudahlah hal yang harus terjadi.”

“Oleh karena itu, pemerintahan Jepang telah memutuskan untuk menurunkan Pasukan Bela Diri mereka menuju ke dalam Gate. Misi mereka adalah untuk menginvestigas, menangkap, dan meminta kompensasi dari mereka yang bertanggung jawab.”

Meski ada beberapa suara keberatan dari partai lawan, keputusan untuk menurunkan JSDF atau Pasukan Bela Diri Jepang berjalan dengan lancar. Di sisi lain, pemerintah USA alias Amerika Serikat telah mendeklarasikan kalau mereka ‘akan membantu investigasi ke dunia dalam Gate tanpa keraguan sama sekali’ sementara Presiden Houjo menjawab dengan mengatakan kalau ‘hal semacam itu masih belum diperlukan’ dan ‘akan memintanya pada saat situasi yang tepat tiba’.

Pemerintah Cina mengeluarkan pernyataan kalau ‘Gate adalah sebuah fenomena tidak biasa’ dan ‘harus diinvestigasi bersama-sama secara internasional’. Sekaligus mendeklarasikan walau Gate telah muncul di wilayah Jepang, seharusnya Gate tidak berada di kendali satu buah negara saja yang akan memperoleh untung darinya.

No comments:

DMCA.com Protection Status