Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 12 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 12 Bahasa Indonesia

February 04, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Ise-kun 

Chapter 12: Penelitian Saitou-kun

"Nee, tolong bantu penelitianku juga dong."

Ini adalah kisah mimpi buruk minggu ini yang dimulai dengan kata-kata itu.

- POV Kouki Arakawa - 
( TL Note : Capek nulis Sudut pandang jadi mulai sekarang jadi POV aja yah)

"Nee, tolong bantu penelitianku juga dong." (Saitou)

Saitou-kun bilang padaku dan Alice-chan saat dia sedang memakan tempura di kantin sekolah. Jujur aku pikir itu merepotkan, tapi sejak aku menolong Alice-chan, aku tidak akan bisa menolak. Dan Alice-chan, yang mendapatkan hasil memuaskan setelah mendapatkan bantuan sebelumnya, dengan antusias mengatakan "OK". Jadi aku menanyakan Saitou-kun apa yang harus kami lakukan.

"Yah kau tau, Aku mau membuat sebuah Robot pekerja simpel dengan AI" (Saitou)

Hmm, Sebuah robot pekerja kah...

Karena itu Saitou-kun, Aku memiliki perasaan kalau dia ingin menempatkan sesuatu seperti Power Suit militer, dan akupun menanyainya sebuah pertanyaan.

"Apa jenis bentuk yang kau ingin buat? Apakah Humanoid atau bentuk tank?" (Kouki)

"Bukan, tapi yang kayak Kecoa nantinya, tau?" (Saitou)

Tunggu sebentar, apa yang barusan dia bilang?

Aku pikir aku baru saja mendengar sebuah kata yang paling nggak mau-ku dengar, tapi aku mungkin saja cuman salah dengar. Wajah Alice-chan juga menyempit saat dia meminum teh hitamnya, dan aku bertanya lagi.

"Kau bilang apa tadi?" (Kouki)

"Seperti yang kubilang, bentuknya nanti bakalan kayak kecoa, kau tau?" (Saitou)

Dia bilang begitu padaku dengan senyum di wajahnya adalah sebuah masalah.

Pertama-tama, KENAPA KECOA?!

Aku bisa membuat permintaan yang tidak masuk akal seperti biasa dan meminta sesuatu seperti tank dari ibuku cuman dengan "Mamah, boleh kan?", tapi kenapa hari ini kau memaksakan untuk membuat makhluk hidup yang sia-sia seperti itu?

Ayolah, lihat! Alice-chan sudah mulai menangis.

"Membuat sebuah robot pekerjaku pikir masuk akal..." (Saitou)

Ini bukan masalah masuk akal atau tidak!

Kenapa harus mencontoh makhluk menjijikan seperti itu?

Alice-chan juga membenci itu, jadi ayo kita melakukan sesuatu yang berbeda, oke?

Setelah mengatakan ini dengan biasa dan tenang, Saitou-kun membentak.

"FUHII!? Menjijikan? Apanya yang menjijikan?"

Kecoa adalah makhluk luar biasa kau tau! Mereka memiliki bentuk sempurna yang tidak berubah selama 300 juta tahun terakhir, mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan apapun!

Dan di antara serangga, mereka adalah kelas teratas dalam hal kecerdasan, kau tau!?

Bergantung pada jenisnya, tidak hanya berjalan tetapi beberapa spesies sebenarnya bisa terbang, dan mereka dapat bertahan hidup lebih dari 50 hari tanpa air!

Kemampuan belajar mereka tinggi, karena mereka belajar untuk menghindari tempat-tempat di mana mereka menemukan racun, dan mereka juga mendapatkan resistensi terhadap obat dengan sagat cepat!

"Mereka sempurna! Mereka tentunya adalah makhluk hidup pokok. Selain itu..." (Saitou)

Sambil membuat lirikan ke Saitou-kun yang membuat pidato dengan sungguh-sungguh, Alice-chan berbicara sambil menarik pakaianku.

"Ada apa dengan Saitou-kun?" (Alice)

Tidak, bahkan jika kau bertanya padaku tentang sesuatu seperti ini, aku tidak tau.

Tentu saja, kesan pertamaku adalah kalau dia itu orang yang aneh, tapi baru-baru ini aku berpikir itu hanya kesalahpahaman.

Tapi, melihat situasi ini. Tampaknya dia memang orang yang aneh...

Aku menghina para kecoa, tapi, sepertinya hal itu membuat Saitou-kun sakit hati.

Saat aku bilang itu pada Alice-chan, dia menggangguk setuju.

"Apa kalian dengar? Aku sedang di bagian terbaik kau tau!" (Saitou)

Apa berbicara selama lima menit tentang kebesaran ekologi kecoa masih belum cukup?.....

Bagaimana aku harus mengatakannya, pada titik ini mungkin kita harus memberinya nama panggilan "Kecoa".

Aku sudah mengerti kalau bentuk kecoa itu bagus tapi, Alice-chan dan aku benar-benar tidak akan menangkap sampelnya.

Ketika aku mengatakan itu,

"Ya, nggak apa-apa, karena aku sudah [Punya] satu" (Saitou)

Saitou-kun mengatakan itu dengan ekspresi yang tampak seolah-olah apa yang dia katakan itu jelas. Nggak apa-apa ndasmu! Alice-chan sudah mulai setengah menangis!

"Setelah sekolah hari ini, mari pergi bersama dan memilih spesies yang akan kita modeling setelah tiba di rumahku" (Saitou)

Kata Saitou sambil tersenyum. Aku mau bilang padanya kalau itu terlalu menjijikan, jadi aku nggak mau, tapi aku terlalu takut dan hanya bisa mengangguk.



GasaGasa... (Srak Srak) Kata! (Krak!) Kasakasa...(Srak Srak)

Hal pertama yang kami perhatikan ketika kami memasuki ruangan Saitou-kun adalah peternakan yang terpasang di dinding...

Dan sebuah suara yang membuat kami terdiam. Alice-chan bertanya mengenai keadaanya tanpa masuk ke ruangan itu.

"Um, berapa banyak serangga yang ada di sana?" (Kouki)

"Saat ini ada 8 jenis, dengan total 80 serangga." (Saitou)

Saitou-kun menjawab pertanyaanku dengan gembira. Dan dia mengambil satu dari tiap jenis kecoanya dan mulai menjelaskan.

[Kecoa Clover] [Kecoa Jepang] [Kecoa Yamato] [Kecoa Raksasa Jerman dan Amerika Selatan]...

Meskipun tidak bisa dibedakan olehku, dia memanggil nama kecoa-kecoanya satu per satu dengan dengan penuh kasih sayang. Tidak ingin melihatnya lagi, aku bertanya apakah tidak apa dia memegangnya.

"Ya itu yang juga aku pikirkan. Bagaimanapun, yang paling populer [Kecoa Jerman] memang bagus, kan?" (Saitou)

Dengan semacam perasaan [Aku benar-benar tidak memahamimu!], Saitou-kun mendukung pendapatku.

Oi, Alice-chan, berhenti menatapku dengan tatapan [Jadi kamu menyukai kecoak ya...] Seperti itu!

Aku tidak menyukai makhluk-makhluk ini sama sekali!



Dari hari berikutnya dan seterusnya, kami mulai membuat robot di laboratorium Saitou-kun.

Pada hari pertama, Kecoa Jerman [Angel-tan] yang kami bawa sebagai sampel pergi dan terbang ke wajah Alice-chan, dan kami hampir kehilangan sampel berharga.

Setelah itu, karena menjadi terlalu khawatir dengan Penampilan itu, kami akhirnya tidak membuat robot pekerja kecoa seperti rencana awal yang kami miliki, melainkan melahirkan kecoa asli sepanjang 1 meter. Ketika benda itu benar-benar bergerak untuk pertama kalinya, tingkat keasliannya membuat Alice-chan bersembunyi dan mengintip dari belakang punggungku dan kemudian melarikan diri dari laboratorium dengan seluruh kekuatannya, keasliannya ada pada tingkat di mana Saitou-kun mengusap kecoa itu ke pipinya dengan penuh kasih sayang.
(Note: Intinya memang robot, tapi bener2 kek kecoa asli lho)

Dan sekarang, kami mendapatkan masalah.

"Apa yang akan kita lakukan dengan setting AI yang kita dapatkan dari Ibu Arakawa-kun?" (Saitou)

Saitou-kun membuka layar program dan menatapku dengan tatapan bermasalah.

Hmm....

Sampai saat ini robot itu terlihat sangat nyata, dan aku sebenarnya juga ingin mengejar hal yang realisme itu sendiri...

Mengatakah itu, kami bertiga memfokuskan diri ke layar.

Dan akhirnya, Saitou-kun memasuki program untuk menangguhkan semua tindakan jika terjadi sesuatu [Sandal No. 1], dan itu selesai.


--- POV Robot Pekerja Chabane-kun ---- 
(TL note : What the... Apa-apaan sudut pandang ini... Kecoa ini lho, KECOA)

Aku adalah robot yang dibuat oleh tuanku.

Program yang ditanamkan padaku sebagai prioritas yang di harus diikuti:

1. Master Alice yang tidak boleh didekati. Selain itu, jangan menyerang manusia.
2. Bersihkan interior sekolah. Selain itu, dalam kasus di mana unit ini dapat menjadi bantuan untuk manusia, melanjutkan dengan bantuan
3. Jangan memperbanyak diri lebih dari yang diperlukan
4. Pastikan untuk tetap terhindar dari pandangan, dan tidak terlalu jelas
5. Kembali ke laboratorium pada interval yang tetap.

Lima perintah di atas adalah prioritasku. Untuk memulainya, aku telah memutuskan untuk menetap di gorong-gorong di bawah sekolah.

Dan, untuk tujuan membersihkan sekolah, aku mencurahkan perhatianku untuk memproduksi lebih banyak kawan-kawan. Mengambil komponen yang diperlukan dari lokasi seperti tempat pembuangan sampah, aku membuat kawan-kawan tambahan. Ketika jumlahnya melebihi 400, pada malam hari kami secara bersamaan melompat dari penutup lubang got dan mulai membersihkan akademi. Selama itu, aku menyadari bahwa efisiensi pembersihan kami tidak cukup, dan oleh karena itu dilakukan evolusi diri sendiri.

Suaru hari, setelah menjalani hidup untuk beberapa saat, aku menemui manusia selain tuan sembari mengumpulkan sampah! Setelah manusia memandang ke arahku, dia pergi seakan tidak ada yang terjadi.

Apakah dia tidak terkejut, aku bertanya-tanya?

Ngomong-ngomong, sekolah secara bertahap kehabisan hal yang harus dibersihkan. Itu benar, mari membuat hal yang disebut dengan bunga tidur yang pernah ku dengar dari tuan Kouki sebelumnya. Apapun yang menyebut dirinya manusia pasti akan merasa tenang saat melihat bunga....

Aku memutuskan begitu, dan selanjutnya diproduksi kawan-kawan demi produksi petak bunga. Aku bekerja keras mengumpulkan bagian-bagiannya.

--- POV Kaoru Yamamoto ----

"Tempat ini bersih juga..."

Akhir-akhir ini, aku berada dalam suasana hati yang bagus karena interior sekolah begitu bersih. Aku selalu memberitakan pentingnya kebersihan pada para siswa, tapi mereka tidak pernah mendengarkan.

Namun, setidaknya aku menyadari bahwa tidak peduli di mana aku berjalan di seluruh sekolah, aku tidak bisa melihat setitik debupun.

Selain itu, ketika aku datang ke belakang menara penelitian yang biasanya penuh dengan sampah, pikiranku terhenti saat aku melihat sesuatu.

Di depan mataku, ada kantong sampah tergantung di leher kecoa yang berdiri dengan dua kakinya.

Kecoa dengan panjang meteran sedang mengepak sampah ke belakang sambil berjalan...

Karena tidak adanya perasaan kalau itu nyata, aku kembali ke tempat dimana aku datang dan pulang ke rumah. Aku pasti kecapean, itu sebabnya aku melihat hal seperti itu, pasti seperti itu.

Hari itu aku tidur nyenyak, aku memutuskan untuk mengambil hari istirahat dan menghabiskannya dengan tidur. Dan hari berikutnya, ketika aku pergi ke sekolah aku melihat hal yang mustahil lagi.

Ada sebuah kebun yang penuh dengan bunga yang terbuat dari sampah daur ulang di sekolah. Selain itu, sampahnya diatur sedemikian rupa agar tidak membuatnya tampak menjijikan, seakan sekolah itu berasal dari adegan di film.

Apakah seseorang memanggil kontraktor?
Aku pergi dan menegaskan kalau tidak ada yang melakukan hal seperti itu.
Rapat staf akhirnya menyimpulkan kalau itu hanya kenakalan siswa. Tapi apakah siswa mampu menutupi bagian luar menara jam pusat?

Memikirkan itu, aku melihat keluar jendela dan melihat kecoa bipedal yang sama berjalan sambil memegang penanam.



Mungkin aku masih kecapean kali ya...

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status