NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 9 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore

Translator: Beo Novel
Editor:Exicore
Chapter 9: Ajari Aku Nona Angela! 

Di dunia ini, waktu pagi cukup panjang, karena aktivitas dimulai saat matahari terbit. Aku sarapan dan kemudian memeriksa misi yang di yang di guild, bahkan sempat berburu di dekat hutan. Setelah kembali, hari belum masuk waktu siang. Karena itu, malam tiba lebih cepat dan aku harus menyesuaikan diri. Meskipun orang-orang datang untuk membangunkanku, setelah aku ketiduran lagi, aku akan melewatkan sarapan di penginapan.

“Sudah waktunya kau berpikir tentang membentuk party, bagaimana?”

Resepsionis laki-laki bertanya kepadaku saat aku mengantarkan daging kelinci liar dan menerima uang hadiah.

“Akan sulit kalau kau berburu sendirian di hutan. Lihat, seperti teman-temanmu saat pelatihan dan banyak orang-orang yang ingin membentuk party.”

Berdasarkan apa laki-laki ini katakan, wizard merupakan job yang langka; pada dasarnya setiap orang memiliki kekuatan sihir, hanya saja sangat sedikit yang berpengalaman. Kau akan pingsan saat menghabiskan MP mu. Jujur, orang yang hanya bisa menembakkan beberapa Fire Arrow sebelum pingsan bisa dibilang tidak berguna. Dengan kinerja yang sama, busur dan senjata lempar masih lebih baik. Karena itu, orang-orang berbakat yang mampu mengontrol sihir dari level rendah, sangatlah dihargai.

Terlebih, Item bag adalah satu jenis sihir spasial dan mudah untuk digunakan, sehingga para adventurer, dengan segala keterbatasannya, mencoba untuk mempelajari itu, tapi tetap saja terbentur dengan masalah kapasitas. Kesalahanku adalah mengeluarkan kelinci dalam jumlah yang banyak, sehingga orang-orang terkejut dengan kapasitas item bag ku. Aku belum menunjukkan kekuatan sihirku, jadi mereka masih belum tahu kekuatanku yang sebenarnya. Karena mereka tidak tahu, mereka hanya mengharapku jadi tukang angkat barang, dan itu rasanya seperti di bully pas masa sekolahan.

“Pikirkan lagi tentang hal itu.”

Selain itu, para adventurer itu menakutkan, dari penampilannya, mereka seperti atlet, seperti tentara. Oke-oke saja kalau membentuk party dengan teman-teman dari pelatihan, tapi mereka sudah punya party sendiri. Kalau bicara jujur, aku tidak nyaman kalau pergi dalam waktu yang lama dengan orang-orang yang tidak kukenal.

“BTW, dimana tempat aku bisa belajar sihir penyembuh?”

Cepat atau lambat, aku harus mendapatkan sihir penyembuh, namun sekarang bukan prioritas utama. Masih ada beberapa skill point yang tersisa, aku ingin menggunakannya untuk skill yang berguna untuk berburu.

“Kalau itu, tempatnya di kuil. Mereka akan mengajarimu kalau kau memberikan donasi. Walaupun kelihatan agak susah untuk mendapatkan sihir penyembuh, tapi kupikir tidak ada masalah kalau untukmu.”

Setelah selesai makan siang, aku langsung menuju ke Kuil.

Saat disebut kuil, itu mengingatkanku pada Parthenon (kuil dewa-dewi yunani atau romawi kuno). Tapi kalau dilihat, menurutku lebih mirip seperti gereja. Sebuah bangunan megah yang terbuat dari batu dengan pintu besar yang terbuka. Saat kulihat ke dalam aulanya, banyak patung-patung setinggi 3 meter yang berjejer di sisi-sisinya. Apa itu patung-patung Dewa mereka? Dewa dan Dewi yang beragam, beberapa memegang senjata dan beberapa dalam posisi berdoa. Ada beberapa orang didalam, sedang berdoa dan sedang mengerjakan sesuatu, aku tidak tahu apa yang mereka kerjakan. Wajah dari patung besar yang ada ditengah-tengah mirip seperti Itougami. Dia bilang Dia adalah Dewa, mungkin itu benar. Saat sedang melihat patung itu, seorang priest mendatangiku.

“Selamat datang di kuil para Dewa adventurer. Ada urusan apa?”

“Ya, kudengar aku bisa belajar sihir penyembuh disini.”

“Oh ya? Baiklah, akan ku antar kau untuk menemui orang yang bertugas dalam hal itu.”

Kami keluar dari kuil dan menuju ke bangunan yang ada di sebelahnya. Di lobi, orang-orang yang sedang terluka dan sakit duduk di situ. Ini rumah sakit? Mengikuti priest, aku masuk ke bagian dalam.

“Ini sister Angela. Nah Angela, tolong ambil alih.”


Si priest pergi setelah mengatakan itu. Sister Angela lumayan cantik, berpenampilan menarik dengan rambut pirang yang mempesona, berumur sekitar 20 tahunan, tinggi badan 160 cm dan berdada besar. Dia memakai baju putih polos. Menurutku dia akan sangat cocok kalau memakai kostum maid. Di kepalanya dia memakai topi bundar dan datar seperti pendeta. Mungkin ini ciri khas staf disini?

“Namaku Yamano Masaru. Senang bertemu denganmu.”

Aku tahu wajahku memerah karena memandangi wajah sang sister. Sudah lama aku tidak berbicara dengan perempuan. Di dunia asalku, ibuku adalah kasir di minimarket, sejak datang ke dunia ini, aku hanya berbicara dengan ibu dan anak pemilik penginapan serta perempuan di pelatihan pemula. Bukannya aku tak suka perempuan, hanya saja aku kurang baik saat berinteraksi langsung dengan perempuan. Tiba-tiba sister mendekatiku dan aku jadi deg-degan. Dadanya menyentuhku. Wajahnya dekat sekali!

“E-ermm, ap-apa…..”

Apa itu cukup? Dia pindah.

“Kekuatan sihirmu lumayan kuat kan? Sihir apa yang bisa kau gunakan?”

“Aku bisa menggunakan Fire Magic dengan baik. Juga Life Magic, seperti Cleanup (bersih-bersih), Light (penerangan), dll.”

“Tunjukkan sihir terkuatmu. Aku ingin tahu kekuatan sihirmu yang sebenarnya.”

Meninggalkan ruangan, aku dibawa ke taman.

“Lokasinya sudah cukup, tapi ini bakal ribut dan meninggalkan lubang di tanah. Tidak apa-apa kalau ditembakkan di sini?”

Taman tampak cukup luas, tapi sihir Minor Explosion (ledakan kecil) bunyinya cukup keras dan akan meninggalkan lubang kecil. Taman terletak di antara kuil dan rumah sakit, ada bangunan lain di sisi lain, dengan pengecualian jalan terdekat yang mengelilingi ketiganya. Aku jadi sedikit khawatir dan bertanya kepadanya.

“Tidak apa-apa. Ledakkan saja.”

Aku punya 70 MP. Harusnya cukup. Aku merentangkan telapak tangan ke depan kemudian menembakkan [Minor Explosion]. Seperti yang kuduga, sihir level 3 membutuh sedikit waktu sebelum bisa ditembakkan.Kemudian Minor Explosion ditembakkan ke tengah-tengah taman. Bersama dengan bunyi ledakan dan getaran, pasir berterbangan ke arah kami, meninggalkan lubang sedalam satu meter di taman. Beberapa orang terkejut dan datang untuk melihat, tapi Angela menyuruh mereka pergi.

“Tidak buruk. Dengan ini, kau tidak akan masalah untukmu mempelajari sihir penyembuh.”

“Oh ya?”

“Dengan mempunyai kekuatan sihir berarti banyak hal bisa kau lakukan. Kalau kekuatan sihirmu tinggi, kau bisa mempelajari banyak sihir.”

Aku dibawa ke bangunan lain oleh Angela. Banyak anak-anak disitu, mereka melompat ke Angela dan memeluknya. A-aku tidak iri! Kami mengobrol sambil berjalan melewati ruang makan besar. Anak-anak mengintip kami dari kejauhan, tapi mereka tidak menganggu. Sepertinya mereka cukup disiplin.

“Berapa banyak gold yang kau punya?”

“Ah, sekitar 5000 gold…..”

Secara tidak sengaja, aku menjawab dengan jujur.

“Kau menyimpan cukup banyak? Seperti yang kau bisa lihat, kuil ini juga mengelola panti asuhan. Dan bisa berjalan berkat donasi dan pemasukan dari pusat kesehatan. Dengan kata lain, anak-anak disini, makan atau tidak makan tergantung dari donasi Masaru.”

Jadi begitu?

“Dan berapa banyak yang akan kau sumbangkan?”

“1…..sekitar 1000…..”

Ahh. Aku hanya bisa mendesah pasrah.

“Kau lihat, sekarang ini jumlah anak yatim meningkat. Hei, coba liat ke anak yang di sana. Baru-baru ini kedua orang tuanya dibunuh oleh monster. Terkadang aku ingin memberikan mereka makanan yang enak, kau setuju? Selain itu, aku juga ingin membuatkan mereka pakaian yang lebih baik.”

“2…..”

Angela menatapku.

“3…..”

“3500 kan? Dengan jumlah itu, kau akan menerima pengampunan. Semuanya, hari ini, onii-chan memberikan bantuan yang banyak untuk kita, kita akan makan enak.”


Tiba-tiba, sorak-sorai sukacita terdengar, anak-anak melompat kegirangan. 3500 gold setara dengan 350000 yen. Lebih mahal daripada biaya belajar mengemudi. Karena tujuannya untuk belajar sihir, aku tidak bisa bilang kalau itu mahal. Aku mengeluarkan 3500 dari item bag dan memberikannya. 3 koin gold dan 5 koin silver. Satu koin gold adalah 1000 gold dan satu koin silver adalah 100 gold.

“Kau bisa menggunakan item bag? Kau bukan orang biasa.”

Ada 3 daging kelinci liar yang tersisa di dalam item bag, aku memberikan kepada mereka sekaligus. Walaupun disebut kelinci, ukuran mereka beberapa kali lebih besar dibandingkan kelinci normal yang dijual di toko hewan peliharaan. Kira-kira sebesar ukuran anjing ukuran sedang, dagingnya cukup besar. Aku menangkapnya beberapa waktu yang lalu, karena aku meletakkannya di item bag, mereka tidak membusuk.

“Ini daging kelinci liar untuk kalian.”

“Kau baik sekali. Sini sini. Tamu kesayangan kita membawa hadiah.”

Tampaknya aku sudah naik level, dari onii-chan menjadi tamu kesayangan. Anak-anak menyerbuku, jumlahnya lebih dari 10.

“Semuanya lihat ini, ini daging kelinci liar. Bilang terimakasih kepada onii-chan.”

“Terima kasih Onii-chan.”

Mereka mengatakan dengan serentak. Mereka bersikap baik. Tapi aku hanya sebentar menjadi tamu kesayangan. Tapi tidak masalah mau dipanggil apa.

“Apa nii-chan yang menangkapnya?”

Anak-anak berkumpul di sekelilingku.

“Iya.”

“Nii-chan bisa mengalahkan naga? Naga!”

“Umm, aku belum pernah melihat naga. Aku baru-baru ini aku mengalahkan orc.”

“Wow orc! Orc!”

Anak-anak melihatku dengan penuh rasa hormat. Tidak, baru-baru ini aku hampir dibunuh oleh kelinci liar dan hampir mati saat mengikuti pelatihan. Tidak ada hal istimewa yang terjadi, jangan bangga dulu!

“Apa nii-chan seorang swordsman? Aku ingin menjadi adventurer! Ajari aku menggunakan pedang!”

“Kalau kau sudah besar, ok?”

“Bah, bego, nii-chan ini wizard! Dia baru saja membuat suara yang keras. Lubang itu nii-chan yang membuatnya.”

“Keren, wizard, luar biasa!”

Hahahahaha bocah bocah! Puji aku lagi anak-anak!

“Ok ok, sudah hampir waktunya untuk belajar. Hei, letakkan daging ini di kulkas. Kita masak daging malam ini.”

Angela menginstruksikan kepada salah satu anak yang paling tua,

“Ada sesuatu seperti kulkas?”

Kupikir ini abad pertengahan, tapi mereka punya peralatan modern.

“Uh? Selain sihir penyembuh, aku juga bisa menggunakan Water Magic. Karena itu, aku bisa membuat es.”

Oh gitu. Sihir? Walaupun Water Magic rasanya seperti sihir yang biasa-biasa saja, tapi ternyata termasuk sihir es juga? Bakal berguna saat musim panas.

“Baiklah, mari kita mulai pelatihan sihir penyembuh. Kau pernah melihatnya?”

“Tidak pernah…..”

Selama pelatihan pemula, aku mendapatkan perawatan dengan sihir penyembuh beberapa kali, tapi sejujurnya aku hampir tidak ingat, karena aku mendapatkannya saat aku pingsan!

“Pertama-tama, apa yang harus kutunjukkan ya? Ayo kita ke pusat kesehatan.”

Kami melewati lobi pusat kesehatan dan masuk ke ruang dalam. Ada pendeta tua dan seorang biarawati yang sedang beristirahat.

“Oh? Dia muridmu?”

“Ya. Berikan aku teh nya juga. Hei duduk duduk.”

Aku meminum teh yang mereka sajikan. Ada beberapa pasien yang sedang menunggu di lobi, tapi kenapa mereka bisa bersantai seperti ini? Ini teh hitam? Mantap.

“Kau tahu, teh ini bisa memulihkan sedikit kekuatan sihir. Dengan meminum teh ini, kekuatan sihir akan pulih dan kami bisa melanjutkan pengobatan ke pasien.”

“Ya, sangat sulit mengatur pemakaian kekuatan sihir kan? Kami yang bertugas siang ini, tapi lihat lah, kami sudah kelelahan.”

Kata si biarawati dengan masamnya.

“Pendeta yang mengantarkanmu kepada ku bertugas pagi tadi. Sulit kalau tidak cukup orang kan.”

“Benar. Hei kau, bagaimana kalau kau bekerja di sini setelah mempelajari sihirnya? Di sini lebih aman daripada menjadi adventurer atau sekali-kali kau bisa sekedar kerja paruh waktu di sini.”

“Hei hei, sangat seenaknya merekrut orang. Dia muridku, aku bertanggung jawab.”

“Ufufufu, An-chan, apa kau tertarik dengan laki-laki ini?”

“Jezz, cukup! Aku membawanya ke sini untuk melihat sihir penyembuh.”

“An-chan…..”

Angela memerah. Aku melihat dengan jelas perubahan wajah putihnya yang berubah menjadi merah! Ouch! Aku dijitak.

“Panggil aku Angela-san atau Sensei. Kau juniorku!”

“Berapa umurmu An-chan? Aku 23 tahun.”

“Ehhh masa!.....Aku pikir kau 15-16 tahunan.”

Orang bilang wajah Asia terlihat lebih awet muda, wajahku masih seperti anak-anak dan aku pendek. Tapi aku tak menyangka kalau aku seperti anak 15 tahunan.

“Jangan panggil aku An-chan. Aku 20 tahun. Setidaknya panggil aku Angela.”

“Ya nona Angela.”

“Baiklah, apa kita lanjutkan lagi pengobatannya?”

Kami menuju ke ruang perawatan dan memanggil seorang pasien.

“Perhatikan baik-baik.”

Laki-laki itu tampak sakit. Si pendeta memeriksa kondisinya, kemudian menggunakan sihir penyembuh. Sekitar satu menit kemudian, laki-laki itu terlihat lebih baik, mengucapkan terima kasih dan kemudian pergi.

“Kau paham?”

“Aku melihatmu meletakkan tangan di kepalanya, tapi…..”

“Perhatikan aliran dari kekuatan sihir. Jangan dilihat dengan matamu, begini, bagaimana menjelaskannya, kau rasakan dengan hatimu?”

Ah, si pendeta ini tidak cocok menjadi guru. Dia tipe orang yang belajar sesuatu dari intuisi.

“Ya. Oke sih kalau kau bisa memfokuskan kekuatan sihir ke matamu. saat kau sudah terbiasa dengan itu, kau akan mencapa titik dimana secara samar-samar kau bisa merasakan aliran dari kekuatan sihir.”

Si biarawati melanjutkan dengan penjelasannya.

Aku mulai mengerti. Kalau dipikir-pikir, aku rasa ada skill untuk merasakan kekuatan sihir. Pasien selanjutnya masuk. Sebuah papan dilepas dan lengannya menggantung tak berdaya. Patah tulang? Wajah pasien membiru dan mengeluarkan keringat dingin. Si pendeta memegang lengan pasien dan kemudian menggunakan sihir penyembuh. Perlahan, si pasien bisa menggerakkan lengannya. Tampaknya sudah sembuh.

“Itu baru saja sembuh, jadi berhati-hati lah dan jangan bergerak terlalu sering selama 2-3 kedepan.”

Hmmm, aliran dari kekuatan sihir? Aku masih tidak mengerti. Aku memfokuskan kekuatan sihir di mataku, namun belum berhasil. Pasien yang ketiga, tampaknya sekarang giliran si biarawati. Perban yang ada di kaki pasien dilepas dan lukanya diperiksa terlebih dahulu. Lututnya seperti diamplas. Si biarawati meletakkan tangannya dan perlahan lukanya menghilang. Yang selanjutnya masih pasien terluka. Lengannya putus dan darah mengalir bercucuran.

“Hei! Sini. Ya, duduk di di sini.Ulurkan tanganmu. Fokuskan kekuatan sihirmu. Ya benar. Bagus bagus. Fokuskan lagi. Ya sihir penyembuhnya. Huh? Tidak bisa ya?”

Hmm, aku merasakan aliran dari kekuatan sihir keluar dengan lancar, tapi di bagian akhir untuk sihir penyembuh, kekuatan sihirku menghilang. Gagal…..? Aku memeriksa MP ku dan itu turun.

“Jelaslah, tidak ada yang bisa langsung menggunakannya seperti itu.”

Itu yang Angela-sensei katakan.

Si biarawati menggunakan sihir penyembuh di depan mataku dan lukanya hilang dengan cepat. Sihir penyembuh memang luar biasa.

“Kurasa aku bisa melakukannya.”

“Oke, lebih baik kalau mempraktekkannya langsung kan? Ayo lanjut kesini.”

Kami meninggalkan ruang pengobatan dan berpindah ke ruangan kecil lain, kami duduk kursi saling berhadapan. Jangan sampai gugup untuk hal seperti ini.

“Setelah ini kita akan benar-benar mulai belajar sihir penyembuh, mau pilih yang mana? Belajar pelan-pelan selama 2 minggu atau mengeluarkan semua kemampuanmu untuk belajar selama 2-3 hari?”

“Aku pilih yang 2-3 hari.”

“Seperti yang diharapkan dari Masaru. Berapa banyak kekuatan sihirmu yang tersisa?”

Aku memeriksa MP ku dan aku punya 42 MP tersisa. Dia tidak akan mengerti kalau ku bilang angkanya.

“Aku bisa mengeluarkan Minor Explosion seperti tadi sekali lagi dan sihir kecil beberapa kali.”

“Sepertinya itu cukup. Ulurkan tanganmu.”

Angela-sensei menyuruhku untuk mengulurkan tangan.

“Berbalik kemudian buka telapak tanganmu ke atas.”

Seperti yang dikatakannya, aku berbalik. Kemudian tanganku dipegang, aku bisa merasakan kehangatan dari tangan Angela-sensei, tapi aku terlambat bereaksi, tanganku ditusuk dengan pisau.”

“Uwahhhhh!!”

“Tenang lah! Aku tidak menusuk terlalu dalam. Kalau kau seorang adventurer, kau harus bisa menahannya.”

“Kenapa tiba-tiba?”

“Kita sedang belajar sihir penyembuh, sekarang aku akan menggunakan sihir penyembuh. Perhatikan baik-baik.”

Angela-sensei mengulurkan tangannya dan sakit yang kurasakan perlahan hilang, tidak meninggalkan luka gores.

“Bagaimana? Kau melihat aliran dari kekuatan sihir? Oh, sepertinya masih belum cukup.”

Tanganku dipegang dengan erat. Sialan, cewek ini ternyata kuat juga?!

“Hei, jangan bergerak. Kau tahu, kalau kau bergerak dan tusukanku melesat, kau akan mendapatkan luka yang tidak perlu?!”

Angela mengatakan itu sambil memegang pisau dan aku berhenti menolaknya. Tanpa ampun, aku ditusuk dengan pisau. Kali ini aku mencoba untuk tidak menjerit.

“Nah nah, kau cukup tahan banting kan? Aku akan menggunakan sihir penyembuh sekali lagi. Perhatikan baik-baik.”

Sialan, fokus, fokus, aku harus fokus. Aku mengumpulkan semua kekuatanku untuk merasakan aliran kekuatan sihir.

“Hmm, aku merasa sesuatu…..tapi masih belum yakin.”

Aku tidak bohong. Aku seperti merasakan kekuatan sihir. Mungkin.

“Baiklah. Kali ini ulurkan jarimu. Tenang saja karena aku hanya menusuk ujung jarimu. Tidak sakit. Hanya ujungnya saja.”

Dengan enggan, aku mengulurkan jariku dan ujung jariku ditusuk.

Aku memfokuskan kekuatan sihir di ujung jariku…..
Mengeluarkan sihir penyembuh….. Tidak!

“Kau membatalkan kekuatan sihirmu kan? Aku akan membuatkan teh untukmu, jadi coba terus.”

Aku mencoba berkali-kali, tapi masih belum berhasil. Salahnya dimana? Belajar sihir dari daftar Skill kan mudah banget.

Aku meminum teh yang dibuat oleh Angela.

“Mungkin kau akan berkata, mustahil untuk bisa menguasai itu dalam sehari kecuali kau seorang jenius. Kau tahu, aku sendiri butuh waktu setengah tahun.”

“Setengah tahun?!”

“Setengah tahun sudah termasuk cepat. Tapi setelah belajar sihir penyembuh, aku bisa langsung menggunakan Water Magic setelahnya.”

Meskipun belajar memanah dan melempar pisau hanya butuh waktu satu hari, belajar sihir membutuhkan waktu yang lama? Atau kecepatan pertumbuhan termasuk cheat?

“Kau bisa menggunakan Fire Magic kan? Kau tidak bisa melihat aliran dari kekuatan sihir, jadi bagaimana kau bisa mempelajari sihir itu?”

“Ermm, entah bagaimana aku bisa melakukannya.”

Aku belajar dari daftar Skill. Aku tidak perlu berlatih atau apapun.

“Dan kau bisa melakukan itu dengan mudah?”

Dia tercengang.

“Berapa banyak kekuatan sihirmu yang tersisa?”

“Mungkin bisa 5 atau 6 kali lagi.”

Aku punya 20 MP tersisa, sekali gagal menggunakan sihir penyembuh, menghabiskan 3 MP.

“Seperti yang diharapkan dari seorang adventurer, kau bisa tahu kapasitas kekuatan sihirmu. Tunjukkan jarimu. Yah, lukanya sudah tertutup. Buka tanganmu.”

“Apa masih perlu untuk ditusuk lagi sensei? Kalau bisa tusuk ujung jari saja.”

“No pain No gain. Kau sendiri yang memilih metode cepat ini. Ayolah, buka tanganmu. Atau kutusuk saja bagian pergelangan tanganmu? Pastinya darah yang keluar akan lebih banyak.”

Dengan patuh aku membuka tanganmu. Tanpa ampun, tanganku ditusuk dengan pisau. Sial, sakit banget.

“Fokus. Kekuatan mental itu penting. Bayangkan lukanya akan pulih, tubuhmu akan kembali seperti semula tanpa luka.”

Di hari itu, bahkan sampai MP ku habis, tidak sekalipun belum berhasil. Aku tidak pingsan, tapi aku sangat lelah.

“Ini hadiah.”

Ketika aku akan pergi, aku menerima sebuah kantong kecil.

“Ini teh untuk memulihkan kekuatan sihir. Kau biasa meminumnya kan? Kau juga bisa memakannya langsung, dan efeknya lebih terasa.”

Saat aku mencoba sedikit, rasanya benar-benar mengerikan. Karena ini adalah daun teh.

No comments:

DMCA.com Protection Status