NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 13 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 13 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore

Translator: Beo Novel

Regular chapter adalah tiap hari Kamis dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0.0054/$1)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qhHuDP
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru

Chapter 13: Ideal vs Kenyataan
Aku minum terlalu banyak. Sisa-sisa mabuk masih terasa saat aku bangun tidur, aku coba menggunakan [Heal(small)]. Bukan ini, dengan ini tidak akan sembuh.
Apa yang pernah disebutkan oleh mereka? Untuk menghilangkan racun di dalam tubuh? Untuk membuat alkohol yang tersisa di dalam tubuh menghilang. Aku menyelimuti bagian dalam tubuhku dengan kekuatan sihir dan mengaktifkan [Heal]. Ya, rasa sakitnya hilang.

Akhirnya kepalaku terasa lebih segar. Aku mengambil air dari item bag dan meminumnnya. Aku memikirkan jadwal hari ini. Pertama aku pergi ke pusat kesehatan dan berlatih. Setelah selesai, aku akan pergi ke Trade Guild untuk menjual babi hutan besar. Kemudian membeli armor baru dari hasil penjualannya. Lumayan sibuk hari ini. Untuk keperluan tim penyelidik 2 hari lagi, mereka pasti sedang melakukan persiapan. Aku tidak menyangka akan sesibuk ini kalau aku masih tinggal di Jepang. Aku ingin tahu bagaimana kelanjutan manga yang kubaca. Aku belum membelinya selama 2 minggu ini. Juga nasib-nasib anime yang baru kutonton setengah jalan. Aku ingin online juga. Aku ingin mengirimkan sesuatu….. Ahh tidak tidak. Aku bakal stres kalau memikirkan itu. Cukup cukup. Mari kita bertemu dengan Angela.
Terlihat kerumunan orang-orang saat aku tiba di pusat kesehatan. Apa yang terjadi? Aku masuk lewat pintu belakang, Angela dan yang lainnya sedang menunggu.
“Kau terlambat Masaru!”
“Ramai diluar, apa yang terjadi?”
“Itu, kau melihatnya? Kami secara khusus mengumpulkan partner latihan untukmu. Kami ingin menggunakan sihir penyembuhmu dengan sepenuh hati.”
Sekali lagi aku meninjau situasi terkini. Ruang tunggu sudah penuh dengan orang-orang dan ada antrian di luar.
“Kau tahu, kemarin anak-anak mempromosikan beberapa hal. Mereka bilang siapa yang duluan datang akan disembuhkan dengan kekuatan sihir, sampai kekuatanmu habis. Semua orang bilang, ‘kami akan pergi, kami akan pergi’.”
“Aku terkejut! Tapi ini terlalu banyak kan? Gimana kalau sebagiannya disuruh pulang saja?”
“Tidak, aku akan melakukannya. Tunggu sebentar. Aku akan mempersiapkan diriku…..”
Aku membuka daftar Skill. Pertama aku mengambil MP Consumption Reduction. Setiap levelnya menghemat 10%. Aku menghabiskan 7 point untuk menaikkan sampai level 2. MP Recovery Up level 1 50%, akan meningkat sampai 100% pada level 2. Ini juga menghabiskan 7 poin dan aku masih punya 6 skill poin tersisa.
Apa? Tanpa kusadari, sihir penyembuhku sudah naik ke level 2? Kapan?….. untuk saat ini, aku menaikkannya ke level 3. Aku punya 3 point tersisa dan menghabiskan semuanya untuk menaikkan MP Consumption Reduction. Dengan ini aku telah menggunakan semua skill point.
[MP Consumption Reduction Level 3]
Mengurangi konsumsi MP sebanyak 30%
[MP Recovery Up Level 2]
Meningkatkan pemulihan MP sebanyak 100%
[Healing Magic Level 3]
Heal (Small) Heal, Detoxification Regeneration, Cure Disease
Ini perang habis-habisan! Aku tidak akan menahan diri.
“Aku siap. Silakan masuk sesuatu urutan.”
Yang masuk pertama adalah seorang nenek keriput dengan punggungnya yang membungkuk.
“Kau tahu, punggungku sakit dari tadi pagi. Kalau kau bisa menyembuhkannya, aku akan sangat berterima kasih.”
Bagaimana menyembuhkannya?….. ini bukan penyakit, itu kan karena proses penuaan?
Karena aku tidak tahu, pertama aktifkan [Heal] dilanjutkan dengan [Detoxification] dan [Cure Disease] juga.
“Ohhhhh, punggungku! Punggungku sembuh! Terima kasih, terima kasih.”
Dia bisa berjalan dengan tegak dan kemudian pergi. Aku meminum teh yang disajikan oleh Angela.
“Tidak apa-apa seperti itu?”
“Kenapa tidak? Dia benar-benar senang.”
Orang-orang tua menjadi pembuka, sepertinya mereka saling mengenal. Kudengar mereka datang bersama-sama dari pagi-pagi buta untuk mengantri.
Aku memeriksa MP ku. Aku sudah menghabiskan 7 MP, tapi 2 MP sudah langsung pulih. Dari perhitunganku, aku rasa MP ku pulih sebanyak 1 MP setiap 2 menit, namun apa ini karena efek dari teh? Ini lebih cepat dari yang kuduga. Selanjutnya masih orang tua juga. Dengan cara yang sama, aku mengaktifkan [Heal], [Detoxification] dan [Cure Disease] dan dia mengatakan “tubuhku terasa lebih ringan!”, mereka pergi dengan senang. Orang terus menerus masuk. 230 MP tersisa. Berkurang lebih cepat dari yang kuprediksikan.
Angela menyajikan teh. Tanpa memperhatikannya, aku langsung minum. Entah kenapa daun tehnya lebih tebal.
“Apa ini?”
“Concentrad Magi Tea(Teh untuk memulihkan kekuatan sihir). Ayo dihabiskan!”
Aku mempersiapkan mentalku dan meminumnya. Selain tebal, rasanya juga pahit. Benar-benar buruk. Aku cepat-cepat menghabiskannya.
“Gak enak…..”
“Tapi ini efektif kan? Dengan segala cara, waktu adalah senjata pamungkas.”
“Bagaimana dengan potion MP?”
“Itu mahal kau tahu?.... Hei, pasien selanjutnya sudah menunggu.”
Jumlah orang tua masih tidak berkurang. Aku menjernihkan pikiranku dan mengaktifkan sihir penyembuh. Aku kemudian minum teh.
“Eh? Selanjutnya?”
Gelombang pasien berhenti. Tidak ada orang ketika aku mengintip ke ruang tunggu. Apa ini sudah berakhir? Seharusnya belum.
“Entah mengapa, jumlah orang-orang terus meningkat. Mereka mulai berdatangan dari jalan-jalan, mereka dipindahkan ke kuil, karena aula di sana lebih luas.
Aku melihat keluar dan kuil sudah dipenuhi oleh orang-orang. Di depan patung besar telah disiapkan beberapa meja dan kursi. Ini bisa dilihat oleh semua orang. Kau ingin aku memberikan pengobatan di sini? Aku mulai merasa pusing.
“Ini tidak masuk akal. Ada begitu banyak orang…..”
“Bagaimana kalau kita pasang layar pemisah?”
Biarawati yang mengatakan itu kemudian pergi entah kemana.
“Aku tidak suka jadi pusat perhatian! Aku merasa mual!”
“Ah tunggu sebentar. Aku tahu sesuatu yang lebih cocok.”
“Aku akan mengambilnya!” Angela mengatakan itu dan pergi meninggalkan ku juga. Aku gemetaran di pojokan aula kuil.
Tiba-tiba tampilan Menu terbuka.
[Quest Darurat: Berikan perawatan kesehatan dengan semua yang anda punya!]
Berikan perawatan kesehatan selama anda masih punya tenaga yang tersisa! Anda tidak diperbolehkan untuk mundur. Hadiahnya 10 skill point.
Apa anda menerima Quest ini? YA/TIDAK.
Biarawati datang dan memasang sesuatu. Angela juga kembali.
“Hei sini.”
Sebuah topi, topeng dan jubah putih besar. Angela menyuruhku untuk memakai ini.
“Uh-huh, topi dan jubah ini biasa dipakai para pendeta, tapi cocok denganmu kan? Kalau kau memakai topeng, tidak ada yang tahu siapa kau sebenarnya. Lihat, semuanya persiapan telah selesai.”
Quest masih berkedip. Aku memilih TIDAK.  Melakukan itu selama aku punya tenaga, mustahil!
Dengan enggan aku ditarik ke belakang layar terpisah oleh biarawati dan Angela, seperti menyeret seseorang yang telah menyimpang dari ajaran yang benar. Ahhh, payudara Angela menyentuhku! Aku sedikit gembira!
“Kalau begitu, kami akan membiarkan orang-orang masuk, oke? Semoga berhasil!”

Pasien pertama masuk. Jarinya dibalut dengan perban. Karena ini hanya patah tulang ringan, aku mengaktifkan [Heal]. Pasien selanjutnya mengalami sakit tenggorokan. Mulutnya dibuka, dan terlihat amandelnya membengkak. Apa ini gejala demam? Aku mengaktifkan [Heal] dan [Cure Disease]. Aku minum teh disela-sela waktuku. 150 MP tersisa.
Meskipun pasien berdatangan satu demi satu, aku terus mengaktifkan Heal dengan ogah-ogahan. Umumnya mereka hanya sakit ringan atau kronis. Aku tidak menduga penyakit kronis bisa disembuhkan dengan sekali Heal, meskipun hanya tampak seperti mengurangi gejalanya, tapi mereka keluar dengan perasaan puas. Ketika seorang perempuan paruh baya datang dengan jarinya yang terpotong pisau dapur, aku merasa jengkel, tapi dengan tenang aku menggunakan [Heal(small)] dan dia pergi.
“Biayanya mahal walaupun hanya sekedar menyembuhkan luka kecil dengan sihir penyembuh. Mereka yang datang biasanya menjadi lebih baik dengan sendirinya.”
Tetap saja aku tidak tahan saat MP ku yang berharga ini digunakan untuk luka gores.
“Terserah, ini pengalaman, pengalaman.”
Setelah memberikan pengobatan kepada beberapa orang lainnya, seorang laki-laki masuk membawa anaknya. Tampaknya si anak dalam kondisi yang sangat parah. Anak itu direbahkan di meja dan aku memeriksa kondisinya.
“Beberapa hari ini, batuknya semakin parah…..”
Aku tidak bertanya kenapa dia mengabaikan hal ini, sampai bisa separah ini. Karena si ayah dan anak ini terlihat sangat miskin. Si anak sangat kurus, seperti mengalami gizi buruk. Aku menggunakan Heal dan Cure Disease serta mengambil daging kelinci liar dari item bag, aku membungkusnya dan memberikannya kepada mereka.
“Jangan sampai orang lain tahu, oke? Berikan ini untuk anakmu.”
Laki-laki itu membungkuk berkali-kali dan pergi.
“Ap…..”
“Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Namun mustahil untuk bisa menyelamatkannya, kecuali itu oleh Dewa. Kami telah menetapkan harga yang sangat murah tapi masih banyak yang tidak mampu. Itu bukan sesuatu yang harus Masaru khawatirkan.”
“Selanjutnya bawa mereka yang benar-benar sedang dalam kondisi parah.”
“Aku mengerti.”
Dan semua pasien dengan kondisi yang parah didahulukan. Mereka bahkan tidak bisa berjalan sendiri. Untuk yang seperti ini, aku perlu beberapa kali menggunakan Heal, tapi masih ada beberapa penyakit serius yang tidak bisa disembuhkan. Tidak ada yang mencelaku saat kuberitahu ini tidak bisa disembuhkan. Pada akhirnya, mereka tetap bersyukur karena ada yang mau menggunakan sihir penyembuh untuk mereka. Tak peduli berapa kali aku menggunakan sihir penyembuh, kasihan rasanya ketika aku melihat pasien yang tidak bisa sembuh total. Aku bahkan bukan dokter, kalian seharusnya tidak membiarkan aku, amatir yang baru belajar sihir menangani ini….
Aku terus minum teh, tapi MP ku tetap berkurang dengan cepat. Angela dan pendeta juga ikut turun, tapi itu terlalu membantuku.
Akhirnya MP ku habis. Aku merasa lemas dan mengantuk.
“Kekuatan sihirku sudah habis.”
Pintu aula kuil sudah ditutup dan sudah berhenti menerima pasien, namun lebih dari setengah masih tersisa.
“Bisakah kau tinggalkan mereka yang dalam kondisi parah dan sisanya suruh pulang saja? Setidaknya aku masih bisa memeriksa setelah istirahat.”
“Tidak ada alasan untuk memaksakan dirimu kan? Karena mereka telah diberitahu kalau pengobatan ini akan berakhir saat kau kehabisan kekuatan sihir.”
“Tidak apa-apa. Aku tidak akan melakukan sesuatu di luar batas kemampuanku.”
Karena mereka semua yang datang terlihat sangat miskin, kurus dan tatapan memohon padaku. Hatiku tidak tega untuk mengusir mereka.
Orang-orang yang disuruh pulang tidak mengucapkan ketidakpuasan atau kekecewaan apapun. Karena dengan diadakannya pengobatan gratis saja sudah bisa dianggap sebagai suatu keajaiban. Kami memprioritaskan untuk memeriksa mereka yang dalam kondisi parah, tapi sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi yang sama parahnya.
Aku tidak nafsu makan, aku hanya menghabiskan semangkuk sup sayuran.
“Kenapa banyak sekali yang seperti ini?”
“Itu karena mereka miskin, tidak punya uang, jadi mereka tidak bisa mendapatkan perawatan kesehatan.”
“Apa tidak cukup untuk memberi mereka perawatan kesehatan?”
“Itu mustahil, kau tahu? Tidak banyak orang yang bisa menggunakan sihir penyembuh. Bahkan jika kau menyembuhkan semua orang yang ada di sini, masih banyak orang sakit di tempat lain. Masaru, kau bisa lihat kan betapa kerepotannya kami. Kalau kau memaksakan diri sampai kekuatan sihirmu habis, itu akan memperpendek umurmu.”
“Bukankah lebih baik jika menambahkan jumlah orang yang bisa menggunakan sihir penyembuh?”
“Jumlah orang yang bisa menggunakan sihir sendiri sangat sedikit, di antara mereka, yang memiliki bakat sihir penyembuhan bahkan lebih sedikit lagi! Jumlah mereka yang bisa menggunakan Heal masih wajar, tapi kalau mereka yang bisa menggunakan sihir penyembuh tingkat tinggi…..”
Apa jumlah orang yang bisa diselamatkan akan meningkat jika sihir penyembuh dinaikkan ke level 4 atau 5?
“Perlu perjuangan untuk menaikkannya. Namun mereka yang berbakat biasanya direkrut untuk tim medis perang. Mereka lebih dibutuhkan di sana dibandingkan di kota yang tenang ini.”
“Perang?”
“Kita dekat dengan Benteng Golbus. Akan berbahaya kalau tempat itu sampai direbut, kalau mereka perlu orang, kami tidak bisa menolaknya.”
Apa mereka sedang berperang melawan sesuatu?”
“Apa itu berbahaya?”
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tempat itu benar-benar benteng yang kokoh, ok? Itu tidak akan tumbang melawan monster.”
Aku ingat apa yang Itougami katakan. Dunia ini akan hancur 20 tahun lagi. Aku ingin tahu apakah benteng itu juga akan takluk? Apakah kota ini akan selamat? Itougami memberitahuku untuk melakukan apa yang aku suka, tapi rasanya aku seperti dipaksa untuk berada di garis depan medan perang…..
Sialan kau Itougami.
Concentrad Magi Tea benar-benar efektif untuk memulihkan MP. Daunnya tebal dan rasanya tidak enak. Ini rasa terburuk yang pernah lewat di tenggorokanku.
“Anak-anak membuatkan ini untuk kita, jadi minumlah.”
Aku senang. Tapi rasanya itu, mengerikan! Tapi jika aku tidak meminumnya, aku bakalan tumbang.
Setelah beristirahat, pengobatan dilanjutkan. Tolong jangan bawa anak-anak yang sudah diambang kematian! Tidak masalah kalau aku bisa menyelamatkan mereka dengan semua dengan semua MP ku. Namun aku hanya bisa menyerah setelah menangani yang kedua. Bahkan Angela dan lainnya hanya bisa menggeleng dalam diam. Aku hendak menangis. Mungkin aku sudah menangis. Untung saja aku pakai topeng…..
Akhirnya dipertengah sore tidak ada pasien yang tersisa.
“Itu tadi pasien terakhir.”
“Ya.”
Akhirnya selesai? Aku lemas dan mengantuk…..
“Kau baik-baik saja Masaru?”
Angela khawatir melihatku yang terduduk lemas di kursi.
“Aku ngantuk.”
“Kau sudah menggunakan semua kekuatan sihirmu kan? Luar biasa kau bisa bertahan sampai sekarang.”
Aku melepaskan topeng. Kepalaku pusing.
Meskipun aku bukan dokter. Kenapa aku harus mengobati orang yang sakit parah?..... o-oh tidak, rasanya pengen nangis lagi.
“Kau baik-baik saja?”
“Iya aku baik-baik saja.”
Sebenarnya aku tidak baik-baik saja.
“Kau tidak usah mengkhawatirkan hal itu. Dalam situasi ini, tidak ada yang bisa menyelamatkannya.”
“Aku tahu.”
Situasi seperti tadi harusnya diserahkan ke dokter, Atau setidaknya, jangan diserahkan kepadaku, seorang mantan NEET.
“Biasanya orang-orang melakukan itu setelah berlatih lebih banyak…..”
Ah, itu karena aku bilang aku memprioritaskan mereka yang dalam kondisi parah? Aku menuai apa yang kutanam.
“Ini luar biasa untuk seseorang yang baru belajar sihir penyembuh.”
“Aku tahu.”
Hari ini aku benar-benar telah melakukan yang terbaik.
Selain itu, bukankah ini tidak dibayar? Malahan aku merasa seperti aku yang memberi bayaran. Yah, memikirkan itu aku merasa sedikit kesal, tapi seharusnya aku tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.
“Kau sanggup berdiri? Kau ingin istirahat sekarang? Kalau mau, kau bisa menginap disini.”
“Aku akan pulang.”
Aku segera kembali ke penginapan dan melupakan yang terjadi hari ini. Aku tidak cocok menjadi dokter. Aku pemburu kelinci liar dan tugasku adalah memburu kelinci liar. Aku menolak tawaran Angela untuk bekerja dengannya. Aku berjalan terhuyung-huyung ke penginapan dan tidur seperti kayu gelondongan hari itu. Keesokan paginya, ketika aku memerika Menu, Magic Power dan MP ku sedikit meningkat.

Status dari WN
***************************************************
Yamano Masaru, Human, Magic Swordsman
[Titles] Pemburu kelinci liar
Laki-laki yang bertarung mati-matian melawan kelinci liat.
Guild Rank E
Level 5
HP 208/104+104
MP 56/148+148
Strength 28+28
Stamina 29+29
Agility 18
Skill 22
Magic Power 43
Skill Points 0
Fencing Level 4, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 3
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 2, Ninja-Walk Level 2, Presence Detection Level 2
Magic Power Sensing Level 1, Healing Magic Level 3, Common Magic, Magic Consumption Reduction Level 3
MP Recovery Up Level 2
***************************************************

Previous Chapter - Daftar Isi - Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status