NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 14 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 14 Bahasa Indonesia

February 23, 2017 Beonovel

Penerjemah: Beonovel

Chapter 14 – Babi Hutan Besar Seharga 4.050.000 Yen

Keesokan paginya, aku masih tertidur, tentu saja itu tidak baik. Untuk keberangkatan tim penyelidik besok, banyak yang harus dipersiapkan. Pertama, aku menuju ke Trade Guild untuk menjual babi hutan besar.
Saat aku mengatakan ingin menjual babi hutan besar, aku dibawa keruang khusus. Aku mengeluarkan babi hutannya dari item bag.
“Ohhhhh ini!”
“Sudah lama aku tidak melihat yang sebesar ini.”
“Bagian ini sedikit rusak. Kita bisa dapat kulit yang bagus.”
“Sayangnya satu gading rusak.”
“Kita akan memisahkan kepalanya yang hancur. Otaknya enak...”
3 orang ini memeriksa kondisi babi hutan.
“Permisi. Aku ingin sedikit dagingnya untukku sendiri. Aku akan menjual sisanya.”
“Pasti. Setelah dipisahkan, ini akan diperiksa terlebih dahulu. Jadi tunggu sebentar ya.”
“Tidak masalah kalau aku ikut melihat?”
Aku belum pernah melihat proses pemisahannya, aku ingin melihat setidaknya sekali seumur hidup.
“Tentu saja boleh.”
Babi hutan besar itu direbahkan menyamping dan perutnya dibelah. Organ-organ dalamnya dikeluarkan.  Perlu beberapa orang untuk mengulitinya. Pria-pria besar mengeluarkan tenaganya, mereka terus bekerja walaupun badannya berlumuran darah. Aku menyadari betapa kerennya cheat penyimpananku setelah melihat proses ini.
Membutuhkan waktu selama 30 menit untuk menyelesaikan semua prosesnya. Aku mendapatkan daging dari bagian bahu dan tulang & daging dari bagian kaki belakang. Daging di bahu beratnya sekitar 20 kg, dan dari kaki mungkin sekitar 50 kg? Ini hanya satu bagian.
Dengar-dengar hatinya juga enak, jadi aku mencoba makan mentah-mentah. Dengan ditaburi garam. Enak! Aku mendapatkan setengah bagiannya. Kalau kusimpan di dalam item bag, hatinya akan tetap segar, aku akan memakannya sedikit-demi-sedikit.
Aku mendapatkan sedikit bagian kulit. Bagian yang hangus oleh Fire Lance. Kalau ini dibuat menjadi mantel, pasti akan menghangatkan dan sepertinya kulit ini bisa melindungi dari sihir juga. Karena membutuhkan waktu untuk menjadi kering kecoklatan, aku akan mengambilnya di hari lain.
Kulitnya diukur dan berat dagingnya ditimbang, kemudian dihitung nilainya. Karena aku tidak tahu harga pasar, aku hanya menandatangani dan menerima uangnya. Totalnya 40500 Gold. Itu sekitar 4050000 dalam yen.
Rinciannya adalah : Daging sekitar 1500 kg dengan harga grosirannya 150 yen per 100 gram, kebetulan harga jualnya saat ini sekitar 300 yen per 100 gram, jadi jumlahnya 2250000 yen. Kulitnya termasuk item kelas tinggi, bahkan bagian yang rusak saja bisa dihargai 100000 yen dan dengan bagian-bagian lain seperti gading, tulang, lemak, dll jumlahnya 1800000 yen. Total keseluruhan 4.05 juta yen.
Ini pendapatan yang lebih dari cukup dan biasanya ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang solo player. Kalau 5 orang yang melakukannya, masing-masing dapat 810000 yen. Aku ingin tahu tahu apakah orang yang terluka atau mati juga mendapatkan bagian upahnya.
Dengan demikian, aku tiba-tiba menjadi orang kaya. Aku memastikan jumlah uang yang kupunya, aku punya 42109 Gold. Kalau aku tidak hidup mewah, aku bisa bertahan hidup selama 1400 hari jika dalam setiap harinya aku menghabiskan 30 Gold. Aku bisa mengurung diri di dalam kamar selama 4 tahun, hore!
Selanjutnya belanja. Aku sedang bergelimang harta, jadi mari kita beli equipment yang bagus. Aku menuju ke toko biasa yang berjarak dua gang dari Adventurer Guild. Dan si penjual yang biasa menyambutku.
“Selamat datang Masaru-sama. Apa yang anda cari hari ini?”
Aku membeli busur, panah dan pisau lempar di sini dan aku beberapa kali hanya sekedar melihat-lihat , jadi bisa dibilang aku sudah seperti pelanggan tetap.
“Aku ingin membeli pedang dan armor baru. Aku mendapatkan sedikit tambahan penghasilan hari ini hehe.”
“Lalu, bagaimana dengan broadsword ini?” mengatakan itu, dia memberikan sebuah pedang kepadaku.
Sebelumnya aku pernah mencoba mengangkat pedang ini, tapi terasa berat dan aku tidak bisa mengontrolnya, tapi sekarang aku bisa mengayunkannya dengan satu tangan. Panjang pedangnya hampir 1 meter. Lebarnya pas dan tajam.
“Lumayan. Berapa harganya?”
“Harganya 1500 Gold.”
150000 yen? Cukup murah. Tapi sampai sekarang, aku hanya ditunjukkan barang-barang seperti ini.
“Aku ingin yang lebih bagus.”
“Bagaimana dengan yang ini?”
Aku diberi pedang dengan ukuran yang sama. Pedang hitam berkilauan yang keren.
“Ini terbuat dari darksteel, harganya 5000 Gold.”
500000 yen? Harga yang wajar. Aku mencoba mengayunkannya. Ini terasa lebih berat dibandingkan yang sebelumnya, tapi cukup nyaman digenggam. Pedang ini bagus. Aku merasa sudah mampu untuk menghadapi babi hutan besar sekarang.
“Ini benar-benar bagus. Aku ambil ini. Selanjutnya tunjukkan armor untukku.”
“Bagaimana dengan yang ini?” mengatakan itu, dia menunjukkan salah satu armor yang terbuat dari logam.
Si penjual membantuku mencobanya, dan armor itu berbunyi tiap kali aku melangkah.
“Tidak masalah dengan beratnya, tapi suaranya berisik.”
“Lalu bagaimana dengan yang ini? Ini terbuat dari dua kulit troll yang disisipkan, sangat bagus untuk pertahanan.”
Aku memegang armor merah gelap itu. Karena dua kulit disisipkan bersama, ini agak sedikit berat, tapi tidak seberat armor yang terbuat dari logam.
Untuk percobaan, di sana ada papan target dari kulit troll dan sesuatu seperti pisau lempar tidak bisa menembusnya. Tampaknya Ini cukup kuat.
Aku ditawarkan beberapa armor lain, tapi aku memutuskan untuk memilih yang ini. Tidak ada armor lain yang pas ukurunnya denganku. Masih memungkinkan jika hanya menyesuaikan ukuran kulit, tapi untuk menyesuaikan hal-hal yang lain akan memakan waktu beberapa hari.
Aku memilih helm polos yang menambah pertahanan. Perisai yang lama diganti dengan yang berukuran sama tapi pertahanannya lebih kuat. Aku juga mengambil sebuah tombak, karena aku memiliki skillnya.
Totalnya 9500 Gold.  Selagi ada uang, lebih baik digunakan untuk membeli barang-barang yang penting, tapi secara alamiah aku cenderung berhemat. Karena aku sudah lama hidup sebagai seorang NEET.
Aku memakai semuanya. Mengingat darksteel broadsword akan menghambat kalau diletakkan di pinggang, aku meletakkannya di punggung. Dan sebagai gantinya, shortsword kuletakkan di pinggang. Terasa sedikit lebih berat, tapi tidak ada masalah dengan pergerakanku. Aku melunasi pembayarannya dan kemudian memasukkan barang-barang ke dalam item bag. Aku biasanya hanya meletakkan pedang di pinggang dan memakai baju biasa. Aku hanya memakai armor saat di luar kota.
Selanjutnya aku mendatangi toko-toko lain untuk berbelanja. [Camping Set] terdiri dari kantong tidur dan tenda. Peralatan makan, cerek, gelas dan penyimpanan air adalah kebutuhan minimal yang harus dimiliki. Kupikir ada hal-hal lain lagi yang perlu dikumpulkan. Selimut, jas hujan, dan beberapa baju ganti. Aku juga harus membeli peralatan masak, penggorengan, panci besar, dll. Selain itu makan juga. Aku membeli daging, buah-buahan, sayuran, pasta kering, bumbu, roti, kota bekal, dll, semuanya kumasukkan ke dalam item bag. Makanan dijamin awet, bahkan aku memasukkan bento yang masih mengepul saat kubeli. Menyimpan barang di dalam item bag benar-benar sangat praktis.
Aku mengumpulkan semua barang yang diperlukan dan sekarang masih pagi, mari kita berangkat ke  Adventurer Guild.
Barang-barang sudah disusun. Ada beberapa tong air minum dan tumpukan bahan makanan.
“Selain makanan, apa kalian perlu air minum sebanyak ini? Itu kan bisa dibuat dengan sihir.”
“Apa item box mu tidak cukup untuk menyimpannya?”
Hari ini Drevin sendirian. Sayangnya aku tidak bisa melihat Tilika-chan.
“Tidak, masih banyak ruang, tapi...”
“Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita harus menghemat kekuatan sihir, makanya aku membawa sebanyak ini.”
Aku memasukkan air dan makanan ke dalam item bag, Item bag-ku bisa memuat 100 jenis item dan 99 untuk setiap jenis item tersebut. Ukurannya tidak masalah, jenis yang sama akan ditumpukkan bersama. 5 tong air dianggap 1 slot, 1 batu kerikil pun dianggap sebagai 1 slot, tapi untuk contoh lain, kalau item dimasukkan ke dalam kotak, makanan yang bermacam-macam dimasukkan ke dalam 10 kotak dan itu juga dianggap sebagai 1 slot. Tidak ada masalah menyimpannya. Saat ini aku bahkan belum menggunakan setengahnya, jadi masih banyak ruang kosong.
“Oh, semuanya bisa masuk? Kupikir kami akan memikulnya kalau tidak bisa.”
“Masih ada ruang yang tersisa.”
Sebenarnya makanan dan air hanya memakan 2 slot.
“Gagaga, kau begitu bisa diandalkan! Selanjutnya lakukan yang terbaik untuk besok! Pastikan jangan sampai terpisah dari instruktur Vogt di dalam hutan. Kau akan aman kalau mengikutinya.”
Bahuku ditepuk berkali-berkali dan setelah mengatakan itu, si botak pergi entah kemana.
Aku keluar dari dalam guild.
Hari ini tidak ada yang memanggilku di dalam guild. Kupikir itu karena aku mengganti equipment, tapi Stealth-ku sudah naik ke level 3. Dalam berbagai hal, apa karena aku selalu mengaktifkannya? Tentu saja aktif ketika aku berjalan di luar kota, tapi saat makan di penginapan pun itu selalu aktif. Karena aku tidak ingin terlibat dengan para pemabuk. Itu sangat diperlukan.
Aku berjalan dengan hati-hati di pinggir jalan. Aku tidak menggunakan Ninja Walk di dalam kota. Aku berjalan dengan tenang di pinggir jalan tapi tidak terlalu dekat dengan tepinya. Seseorang yang menggunakan Ninja Walk di dalam kota dan berjalan mengendap-endap di pinggir jalan akan dianggap sebagai orang yang aneh. Biasanya, aku memiliki bakat untuk melebur dengan latar belakang dan tampak seperti orang biasa.
Sulit untuk dipercaya bahwa ada keributan kemarin, pusat kesehatan sudah kembali seperti hari-hari biasa. Menyelinap ke panti asuhan, aku melihat biarawati sedang memberikan pelajaran kepada anak-anak di ruang makan besar. Kalau diingat-ingat, Angela bertugas di pusat kesehatan pagi ini kan? Dia  bergantian dengan biarawati itu. Biarawati sedang menulis huruf dengan kapur di papan tulis. Anak-anak mendengar pelajaran dengan tenang. Agar tidak menganggu, aku keluar dengan mengendap-endap. Aku masuk ke pusat kesehatan lewat pintu belakang.
Aku menemukan Angela yang sedang beristirahat.
“Syukurlah, kau terlihat baik-baik saja.”
“Aku segar kembali setelah tidur sepanjang malam.”
“Kau tahu, kemarin kau terlihat sangat kecapekan.”
“Oh ya, babi hutan besar yang kemarin, aku membawa dagingnya. Aku kemari karena aku lihat mereka sedang belajar di panti asuhan.”
“Sudah hampir waktunya untuk mempersiapkan makan siang, tunggu sebentar ok?”
“Lalu, apa aku boleh bantu disini?”
“Boleh banget.”
Aku mengikuti Angela ke ruang perawatan dan priest sedang memberikan pengobatan sendirian.
“Sepertinya Masaru datang ke sini untuk membantu. Kau bisa pergi sekarang priest-sama.”
“Benarkah? Aku percaya denganmu. Jadi aku serahkan kepada Masaru-dono.”
“Serahkan padaku.”
“Kau memanggilnya priest-sama. Apa dia benar-benar orang penting?”
“Ya, dia pimpinan di sini. Dia orang dengan jabatan tertinggi.”
Sambil mengobrol, pasien selanjutnya masuk. Karena ini hanya luka ringan, pengobatan selesai hanya dengan sekali Heal.
“Apa akan baik-baik saja karena aku menyembunyikan wajahku kemarin?”
“Tidak apa-apa. Kami sudah jelaskan kepada mereka kalau yang kemarin itu adalah priest magang yang sedang mengembara.”
Ya itu tidak bisa disalahkan. Apa itu baik-baik saja? Pasien selanjutnya dibawa masuk dengan tandu. Sepertinya ada masalah dengan bagian pinggangnya. Ini juga bisa disembuhkan dengan sekali Heal.
“Jangan terlalu banyak bergerak untuk 2 sampai 3 hari ke depan. GWS.”
Kemudian aku berkata,
“Apa tidak ada yang berani bilang sesuatu seperti ‘gratiskan untuk hari ini juga’ ?”
“Tidak ada yang ingin mencari masalah dengan kuil. Lagian priest dan templar adalah orang-orang yang kuat.”
“Dia tidak berbeda dari kakek-kakek biasa.”
“Itu karena dia sudah pensiun sejak lama. Aku mendengarnya dari sister Matilda, tapi tampaknya masa lalunya sangat menakutkan.”
Matilda? Ini pertama kali aku mendengar namanya. Pasien selanjutnya masuk. Seorang anak kecil?  Dia sakit? Uh-huh, dia mengerang. Aku mengaktifkan [Heal] dan [Cure Disease]. Kelihatan agak mendingan, tapi dia masih kesakitan. Aku teringat apa yang terjadi kemarin dan mulai berkeringat dingin. Sekali lagi, [Heal] dan [Cure Disease]. Kali ini tampaknya sudah baik-baik saja. Anak itu sudah mulai bernafas dengan tenang.
“Skill mu semakin baik? Tidak ada yang percaya kalau kau baru belajar sihir penyembuh 2,3 hari yang lalu.”
“Karena aku punya guru yang baik.”
“Tidak, kau bisa menguasainya hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 hari. Skill-mu sudah hampir setara denganku. Kami ingin setidaknya kau bekerja secara khusus dengan kami.”
“Kalau aku bekerja disini, aku bisa selalu dekat dengan An-chan?”
“Ap-, i-itu lelucon dari Matilda! Jangan percaya itu. Jangan panggil aku An-chan.”
“Maaf Angela-sensei.”
Suasana riaju ini, aku mengatakan itu secara spontan,  tapi gadis cantik ini tidak membantahnya. (TL: Riaju itu orang yg tujuan hidupnya tercapai, seperti punya kerjaan n pacar)
“Apa kau sedang berpacaran dengan seseorang saat ini Masaru?”
“Hahaha, aku tidak membual, tapi aku tidak pernah sepopuler itu.”
“Benar begitu? Kau terampil mengunakan sihir dan kau tidak jelek...”
Saat aku tinggal di Jepang, aku tidak bisa menggunakan sihir. Kesampingkan itu, aku tidak jelek? Hmm, tapi aku ragu dengan penilaiannya itu.
“Kau bisa terkenal kalau kau bisa menggunakan sihir?”
Itu benar, magic lebih penting daripada penampilan.
Meskipun aku menjadi terkenal di antara para adventurer brengsek, tapi apa ini berarti aku juga bisa menjadi populer dengan perempuan?!
“Ya. Masaru mungkin akan terkenal sebagai spesialis sihir penyembuh. Untuk jaminan di masa depan.”
Masa depan... tapi akan jadi masalah kalau menjadi penyembuh sampai penghancuran 20 tahun ke depan. Itougami menyarankanku untuk tidak menutup diri di dalam ruangan di dalam kota.
Aku memikirkan itu sambil mengobati pasien selanjutnya.
Seperti apa kehancuran dunia nanti?
Apa iblis atau raja iblis datang menyerang?
Meteor besar jatuh?
Menyebarnya wabah mematikan?
Untuk hal-hal tersebut, kekuatanku tidak akan membawa perubahan. Mungkin Itougami hanya bercanda saat menyuruhku untuk menyelamatkan dunia, tapi aku tiba boleh cepat-cepat mengambil kesimpulan tanpa informasi yang konkret.
Selain itu, melihat keadaan orang-orang yang kujumpai saat ini, aku merasa dunia ini tidak akan hancur. Apa kehancuran dunia memang sedekat ini? Aku tidak pernah mendengar apapun tentang itu.
Yah, masih ada waktu 20 tahun lagi, jadi kita bicarakan saja nanti, masih banyak waktu untuk dihabiskan. Tidak perlu buru-buru. Lebih baik perlahan-lahan memikirkan penanggulangannya.
Sementara ini aku harus fokus dengan apa yang ada di depanku.
Aku harus menaikkan level-ku dan mendapatkan skill yang lebih banyak untuk menjadi lebih kuat. Sesuatu seperti kisah epik tentang menyelamatkan dunia itu tidak realistis, namun hampir terbunuh oleh kelinci liar atau babi hutan besar juga bukan kisah yang bagus.
Pasien selanjutnya masuk. Kali ini nenek-nenek? Dia menjelaskan bagaimana kondisinya cukup buruk kepada Angela-chan, tapi dia kelihatan sehat, jadi aku menggunakan [Heal(small)] dan dia pergi dengan perasaan puas.
“Mereka bilang itu yang terakhir. Aku akan merapikan tempat ini, kau bisa langsung ke panti asuhan. Makan siang lah di sana sebagai bentuk terima kasih karena telah membantu kami.”
Aku menuju ke panti asuhan, anak-anak mendatangiku. Susah payah melewati mereka, aku menuju ke tempat sister Matilda. Matilda memberikan arahan ke beberapa anak yang lebih tua untuk menyiapkan makanan. Makanan untuk 40 orang. Ini pasti sulit.
“Ah~, selamat datang Masaru-chan. Kalau kau mencari An-chan, dia ada di pusat kesehatan.”
“Selamat siang sister Matilda. Aku baru saja membantu Angela. Karena sudah selesai, aku kesini duluan. Angela akan ke sini setelah selesai beres-beres di sana.”
“Oh~ Maaf, di sini sedikit berisik, anggap saja seperti rumah sendiri.”
Mereka tidak berisik sama sekali. Anak-anak menjauh dan tidak menganggu setelah berbicara dengan Matilda. Mereka telah diajarkan dengan baik.
“Dan mengenai babi hutan besar yang kutangkap kemarin, karena telah selesai dipotong, aku membawa sebagian dagingnya.”
Dengan bunyi ‘bam’, di atas meja aku meletakkan sebuah kotak kayu berisi daging babi di dalamnya.
“Astaga~ luar biasa. Anak-anak akan sangat senang. Hei kalian semua. Bilang terima kasih untuk onii-chan.”
Anak mengelilingiku.
“Terima kasih oniichan!”
Tampaknya mereka memang sudah dilatih?
Sama seperti sebelumnya, mereka mengucapkannya serentak.
“Bisa disimpan di dalam kulkas? Tidak apa-apa kan? Kalian bisa membawanya?”
Beberapa anak berkumpul dan mereka membawa itu sambil berbicara.
“Mereka anak-anak yang baik. Mereka juga sopan.”
“Itu benar. Mereka semua lucu kan?”
Selagi membahas itu, Angela datang.
“Kau tahu? Baru saja Masaru-chan memberi kita daging yang besar!”
Sister ini membuka tangannya lebar-lebar.
“Tidak tidak. Tidak sebesar itu.”
“Oh? Aku ingin melihatnya. Sudah dimasukkan ke dalam kulkas?”
Mengatakan itu, dia pergi ke sana.
Sambil memperhatikan, makanan disiapkan secara berurutan. Selain itu tampak jumlah anak-anak semakin bertambah.
Angela-chan kembali.
“Terima kasih Masaru. Daging sebanyak itu bisa untuk beberapa hari. Sister Matilda, es juga sudah kuisi ulang. Berkat Masaru, aku masih punya kekuatan sihir yang tersisa.”
“Ya ya. Besok aku akan pergi selama 5 hari. Aku akan pergi ke hutan atas permintaan guild.”
“Eh? Di hutan berbahaya. Apa kau akan baik-baik saja?”
“Kudengar ada sekitar 20 orang yang ikut. Dipimpin oleh mantan adventurer rank A, instruktur Vogt, tampaknya beberapa adventurer rank B juga akan ikut. Aku hanya membawa barang, mereka bilang tidak masalah jika aku hanya mengikuti dari belakang.”
“Tetap hati-hati. Hutan itu tempat tinggalnya para monster. Pastikan kau tidak terpisah dari orang yang kuat, oke?”
Kenapa semua orang menyuruhku untuk dekat-dekat dengan orang yang kuat?
“Angela, kau sudah melihat sihirku kan?”
“Aku tahu kau terampil menggunakan sihir, tapi aku khawatir karena Masaru tidak terlihat kuat...”
Ya itu, dibandingkan adventurer lain di guild, aku terlihat lemah.
“Instruktur Vogt bilang itu hanya perjalanan untuk inspeksi dan pengawalan. Aku yakin tidak berbahaya.”
Makan siang sudah siap. Angela, priest-sama, Matilda dan yang lainnya. Selain itu ada sekitar 40 anak-anak. Ruang makan yang tidak kecil ini menjadi penuh. Dengan pengecualian priest-sama yang duduk di tengah, aku diberitahu bahwa aku bisa duduk dimana saja. Aku duduk agak jauh dari Angela-chan. Makanannya sederhana seperti sup dan roti. Anak-anak juga tetap tenang. Kemudian priest-sama mengangkat tangannya.
“Hari ini juga, mari kita bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama dan makan hidangan yang sederhana ini. Dan telah duduk di sana teman kita, Yamano Masaru yang akan pergi ke hutan besok. Semuanya, mari kita berdoa untuk keselamatannya.”
Mengatakan itu, dia menutup matanya. Kulihat yang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka selesai berdoa dalam beberapa detik.
“Kalau begitu, mari kita makan.”
“Mari makan.”
Makanannya sederhana. Karena ada anak-anak yang masih kecil, ini tidak benar-benar bisa tenang, tapi mereka tetap berperilaku baik. Supnya terbuat dari daging dan sayuran yang lezat. Karena rotinya kecil, aku masih merasa kurang.
Setelah makan siang selesai, Angela yang bertugas menjaga anak-anak. Sister Matilda dan yang lain pergi ke pusat kesehatan dan priest-sama pergi entah kemana.
Setelah selesai beres-beres, aku minum teh bareng Angela.
“Setelah ini, kalau kau ada waktu, aku ingin menunjukkan Water Magic ku.”
“Tidak apa-apa kalau hanya menunjukkan?”
“Ya, yang sederhana tapi berguna.” Dan kemudian dia menunjukkan bagaimana sihirnya, air mengalir mengisi gelas kosong.
“Sebelum aku pergi ke hutan, aku ingin menambah sihir yang bisa kugunakan.”
Kami keluar ke taman. Anak-anak mengikuti kami dengan riang.
Aku  mengeluakan perisai dari item bag. Anak-anak berdiri cukup jauh untuk menonton.
“Yang ingin kutunjukkan adalah sihir menyerang yang disebut Water Ball, oke?”
Mengatakan itu, air berkumpul di depan tangannya dan ditembakkan ke arahku. Bang. Gelombang air mengenai lenganku.
“Baru saja aku mengeluarkan kekuatan dan ukuran yang kecil, tapi lumayan kuat juga kan? Kalau pengguna menembakkannya dengan serius, itu bisa menghancukan pohon besar.”
Rasanya seperti Fire Arrow tapi ini dengan air? Aku mengumpulkan kekuatan sihirku. Air sudah mulai terbentuk, aku menghadap ke dinding yang tidak ada siapa-siapa di sana dan menembakkannya.
Air menyebar sebelum sampai ke dinding...
“Tidak tidak. Air harus dibuat lebih erat. Tapi kau sudah melakukannya dengan cukup baik.”
Aku mengumpulkan kekuatan sihirku. Aku mengumpulkan air dengan lebih erat. Kali ini bisa terbang dengan sempurna, namun hanya menghasilkan suara percikan air. Itu bahkan tidak bisa menjatuhkan anak kucing.
“Uh-huh. Sudah lumayan kan? Kalau seperti ini, kau akan segera bisa menggunakannya. Kemudian yang selanjutnya. Kali ini Water Whip.”
Mengatakan itu, dari ember yang berisi air dari sumur, air disedot ke telapak tangannya dan seperti cambuk, dia mengayunkannya di udara. Dan menghantam tanah.
“Ini bisa dilakukan tanpa air, tapi akan lebih mudah menggunakan kekuatan sihirmu ketika kau menggunakan air. Jika ada air yang bisa digunakan, kau mampu bertarung dengan lebih baik menggunakan Water Magic.”
Sekali lagi air diambil dari sumur untuk percobaan. Air diangkat dengan kekuatan sihir dan dibentuk seperti cambuk... Ah, hancur. Aku melakukan itu sekali lagi. Kali ini tidak hancur tapi aku tidak bisa mengayunkannya.
“Tidak terlalu buruk untuk pertama kali. Terakhir, ini sihir untuk membuat es, oke?”
Mengatakan itu, air diambil dari ember, dibuat menjadi es dan ditembakkan ke arahku. Dengan bunyi berdetum, es itu hancur berbenturan dengan perisaiku.
“Karena belajar membuat es membutuh waktu yang lebih lama, lebih baik kalau kau belajar Water Ball dulu.”
Apa itu berarti aku mungkin membuat es di level 2? Sebagai percobaan, aku mencoba untuk membekukan air yang ada di ember, seperti yang kuduga, tidak berhasil.
“Terima kasih Angela-sensei. Aku bisa belajar banyak.”
“Yup, kalau itu Masaru, kau akan segera bisa menggunakannya. Baiklah, ada yang harus kukerjakan. Hati-hati.”
“Ya, aku akan kesini lagi setelah kembali dari misi. Tunggu oleh-oleh dariku ya.”
Mendengar oleh-oleh, Angela tersenyum riang dan melambaikan tangannya saat dia masuk ke panti asuhan. Seperti yang diharapkan, dia memang kawaii~. Aku akan melakukan yang terbaik untuk bisa terus melihat senyum manisnya itu.
“Kalau begitu anak-anak, besok aku akan ke hutan untuk bertempur, kalian jangan ngerepotin sister Angela ya.”
“Bye-bye onii-chan!” “Bawa oleh-oleh ya” “Daging! Daging!” dan sebagainya dikatakan oleh anak-anak ini, mereka melambaikan tangannya saat aku meninggalkan panti asuhan.
Hari itu aku tidak mendapatkan skill Water Magic. Apa itu berarti aku tidak akan mendapatkan Water Magic sampai aku bisa menggunakan Water Ball dengan benar?

No comments:

DMCA.com Protection Status