NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 17 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 17 Bahasa Indonesia

February 26, 2017 Beonovel

Chapter 17 – Orang-Orang Tanpa Sadar Mengibarkan Death Flag

Hari ini si pengangkut barang tetap tinggal di tenda. Semua anggota Alipour dan instruktur juga, mereka sedang mengawasi daerah sekitaran tenda.
“Apa yang kita lakukan jika tidak ada yang muncul.”
Aku mencoba bertanya ke instruktur.
“Rencananya kita akan kembali lewat rute lain dan memperluas jangkauan survei kita. Namun jika memang tidak ada apapun, kita akan mengamati situasinya untuk sementara dan jika kita tidak bisa membereskan fenomena tak biasa ini, tampaknya kita harus melakukan penyelidikan yang kedua.”
Membosankan. Kupikir setidaknya aku bisa ikut jalan, tapi aku diberitahu untuk tinggal di tenda, aku mencoba untuk ngobrol dengan Kreuk dan Silver, tapi aku diberitahu untuk tidak menganggu mereka. Saat sedang berlatih sihir, instruktur memberi tahuku “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Hemat-hemat kekuatan sihirmu.” Aku ingin buku atau konsol game. Sepertinya di kota ada toko buku, setelah kembali aku berencana untuk pergi melihat-lihat.
Aku menuju ke arah pepohonan dan berlatih melempar pisau sampai sekitaran jam 2 siang, Wing of Twilight kembali. Mereka kembali dengan ekspresi yang serius.
“Instruktrur, ada naga.”
Aku mendengar laporan bersama-sama dengan instruktur. Naga itu membangun sarangnya di seberang danau. Mungkin naga itu masih muda. Ukurannya tidak terlalu besar. Naga itu bersayap. Mereka bilang itu jenis naga terbang.
“Naga kecil?”
Mendengar laporan itu, aku menanyakan apa yang kupikirkan.
“Yah, untuk seekor naga. Meski begitu, naga itu lebih dari 10 meter.”
10 meter...
Tidak mudah membayangkannya. Rumah orang tuaku yang berlantai 2 tingginya sekitar 5 meter? Dua kali lipat itu? Apa itu seperti Tyrannosaurus yang kulihat di museum sekitar 10 meteran? Dalam ingatanku, itu bisa dibilang sangat besar. Dan makhluk itu bisa terbang?...
“Dia hanya butuh setengah hari untuk terbang ke kota. Kita bisa membiarkannya.” Kata instruktur.
“Membunuhnya?” Lazard bertanya ke instruktur.
“Kita tunggu Dawn Battleaxe terlebih dahulu. Kemudian kita akan mengambil keputusan.”
Tak lama semua party kembali. Situasi pun dijelaskan.
“Seekor naga akan merepotkan. Kita harus kembali dan meminta bantuan.”
“Jika kita bisa memutuskan sayapnya, dia itu hanya kadal besar yang mengeluarkan api. Tidak ada masalah.”
“Bagaimana cara kita memutuskan sayapnya?”
“Aku akan melakukan itu.” Elizabeth mengajukan diri. Dia penuh percaya diri. Kenapa kau se-PD itu?
Dawn Battleaxe dan Alipour setuju untuk membunuh naga itu; Wing of Twiligh dan Hellvaughn memilih untuk kembali. Terakhir, instruktur mengambil kesimpulan dan diputuskan bahwa kami akan membunuh naga itu.
Dawn Battle yang menjadi baris depan, Alipour akan mendukungnya. Hellvaughn akan menyerang dengan busur dan panah jika ada jarak. Wing of Twilight bersiaga di belakang, jika operasi ini gagal, mereka akan kembali ke kota untuk melaporkannya. Aku diberitahu tidak masalah kalau ingin ikut atau tetap di belakang. Apa yang akan kulakukan? Aku ingin experience point tapi aku juga harus menghargai nyawaku.
“Masaru, kau ikut juga. Aku akan memperlihatkan sihir terkuatku.”
“Jika kau ikut, kau akan mendapatkan hadiah. Penaklukan naga resikonya memang sangat tinggi, tapi jika berhasil kau mendapatkan hadiah yang besar.”
Tampaknya instruktur ingin aku berpartisipasi.
Hadiah yang besar? Aku ingin hadiah. Kemarin aku mencoba melakukan hitung-hitungan kasar, jika aku kembali dengan ini, penghasilanku hanya sekitar 3000 Gold, mungkin itu tidak akan sampai 4000 Gold. Itu tidak cukup untuk mengambil langkah pertama dalam rencana haremku.
“Selain itu, jika kau bisa menyelesaikan misi penaklukan naga, kau akan mendapatkan kehormatan tertinggi sebagai adventurer. Sepertinya Dawn Battleaxe pernah mengikuti penaklukan naga. Ini pertaruhan dimana kita pasti bisa menang.” Lazard juga menyaranku untuk ikut.
Tampaknya Kreuk dan Silver juga ikut. Aku ingin mencoba Fire Magic level 4, Large Explosion dan mungkin aku akan mendapatkan experience point dalam jumlah yang banyak jika aku berhasil.
“Aku ikut.”
Bukan berarti aku tertarik dengan hadiahnya. Sebagai seorang adventurer ini merupakan perilaku yang wajar.
Instruktur memberikanku pena dan kertas.
“Kau harus menulisnya. 2 salinan. 1 untukmu, 1 lagi dipercayakan ke Wings of Twilight.”
Aku melihat, untuk beberapa alasan, semua orang seperti sedang menulis sesuatu.
“Kalau kau mati, apa yang akan kau lakukan dengan equipment, item, uang. Jika ada seseorang yang ingin kau beritahu mengenai kematianmu, alamatnya juga. Ini hal yang biasa dilakukan sebelum melakukan misi yang berbahaya. Jangan terlihat gelisah seperti itu.”
Aku berpikir sembari memegang kertas. Mustahil aku memberikan alamat orang tuaku, apa aku donasikan saja item dan uang ke panti asuhan? Aku teringat, apa yang akan terjadi dengan item bag ku jika aku mati?
Aku menanyakan ke Elizabeth mengenai itu, aku diberitahu bahwa isinya akan keluar di tempat. Oh begitu. 62 Mayat orc, makanan yang kubawa, semuanya akan terlempar di tempat. Aku yakin itu akan menjadi pemandangan yang menarik.
Setelah menulis surat wasiat, instruktur mengambil 1 lembar. Aku menyimpan yang satunya lagi di dalam item bag. Tiba-tiba aku teringat, aku mengeluarkan buku catatan. Aku menulis surat warisan yang ditujukan ke rumah orang tua ku. Aku yakin Itougami akan mengirimkannya jika aku mati. Karena tidak ada banyak waktu, aku menulisnya dengan sederhana, tidak masalah selama tulisan itu rapi. “Maafkan aku karena mati secepat ini. Karena suatu hal kalian tidak akan bisa melihatku lagi, tapi jangan lihat isi dalam PC-ku, hancurkan dan buang hardisknya. Aku mohon.” Aku menulis itu. Ini tidak masalah. Ibu pernah menemukan majalah porno ku, jadi tidak masalah kalau mereka membuang hardiskku. Aku yakin ayah akan mengerti tentang itu. Ahhh, aku lupa dengan buku catatan yang berisi tentang masa lalu kelamku. “Jangan baca buku yang ada di lemari, bakar saja. Benar-benar pastikan itu, aku mohon.” Yah, dengan ini pikiranku jadi tenang.
Kami bersembunyi di dalam hutan sambil mengamati, Dawn Battleaxe mendekati naga dari depan.
Naga itu berada di luar tanah terbuka hutan, berbaring di gua yang dangkal di gunung bebatuan, tubuhnya bisa terlihat dari luar. Meskipun gua itu dangkal, tapi akan menjadi gua yang bagus jika digali sedikit demi sedikit.
“Oke? Party-ku akan memancing naga itu ke sini. Kita pasti akan menumbangkan dengan sihir.”
Dawn Battleaxe yang menjadi umpan. Kecuali Elizabeth, 4 orang lainnya maju dari depan, seakan menunjukkan keberadaan mereka, mereka berjalan perlahan-lahan menuju naga itu. Naga yang terpancing akan memberikan kesempatan bagiku dan Elizabeth yang sedang bersembunyi, untuk menyerang dengan sihir.
Strategi kali ini adalah serangan dadakan, tapi risikonya tinggi jika gagal. Yang menjadi umpan adalah mereka yang bisa dipercaya dan diandalkan dan pimpinan Dawn Battleaxe mengajukan diri. Mereka sangat yakin dengan kemampuan sihir Elizabeth.
Naga yang tertidur itu kemudian mengangkat kepalanya dan berdiri. Dan perlahan-lahan tubuh raksasa keluar dari gua. Besar. Tubuh coklat muda dengan empat kaki, sayap yang lebar dan ekspresi jahat. Seseorang dari Dawn Battleaxe menembakkan sebuah panah, tapi naga itu masih tidak memperhatikannya.
Dan kemudian saat memastikan perhatian naga teralih ke mereka, para umpan berlari ke arah kami. Naga yang mengejar membuat tanah berguncang. Dan naga itu semakin dekat dan dekat.
Naga ini bukan hanya sekedar disebut besar. Orang-orang dari Dawn Battleaxe yang berlari terlihat seperti semut. Melihat itu semakin mendekat, rasanya aku jadi ingin kabur. Namun sekarang aku tidak sendirian. Di sampingku ada Elizabeth, dan di sekitarku ada instruktur, Kreuk, Silver dan yang lainnya sedang bersiaga. Tidak mungkin aku lari sendirian.
“Sekarang!” kata Elizabeth yang ada di sampingku.
Benar. Ini bukan waktunya untuk ketakutan. Aku harus mengalahkannya dengan sihir. Dengan buru-buru aku mengaktifkan sihirku. Sihir yang kugunakan adalah Large Explosion, yang baru saja kupelajari. Aku cemas karena aku belum pernah menggunakan itu sebelumnya, yang pasti sihir itu yang paling kuat dari yang kupunya. Naga yang mengejar orang-orang Dawn Battleaxe berhenti, dia membuka mulutnya lebar-lebar. Dia bersiap-siap menyemburkan api.
“Itu serangan semburan nafas api.”
Salah satu berteriak dan orang-orang dari Dawn Battle lari menyebar. Namun disaat-saat terakhir, seorang warrior dengan full plate berhenti berlari di depan naga dan menegakkan perisai besarnya.
Hei, bagaimanapun kau melihatnya, itu tidak masuk akal?!
[Large Explosion] sedang diaktifkan. Aku tidak akan sempat. Naga menyemburkan nafas apinya. Seluruh tubuh warrior yang memegang perisai itu terpanggang dalam api.
Ah! Dia mati.
Itu yang kupikir, tapi si tank itu bergerak dan sekali lagi melarikan diri. Dia gosong, tapi tampaknya dia baik-baik saja. Kalau sudah disemburkan sekali, maka akan butuh waktu untuk menyemburkan lagi. Sekarang kesempatan bagi kami untuk menyerang.
“Rasakan ini! Mega Thunder!!!”
Elizabeth menembakkan sihirnya lebih cepat dariku. Langit terbuka dan bersinar, kemudian bersama-sama dengan gemuruh, petir besar menyambar tubuh naga.
Wajar dia sombong dengan kekuatan sihir seperti itu. Tubuh naga yang besar itu berhenti. Kepalanya yang terkena petir sedikit terbakar dan mengeluarkan asap. Naga itu nampak terkejut, terlihat seperti telah dikalahkan. Namun dia membentangkan sayapnya dan mencoba untuk berdiri tegak. Dia terbang ke arah anggota Dawn Battleaxe yang berlari untuk menyerang.
“Tidak mungkin, serangan itu gagal menjatuhkannya?”
Aku ditengah-tengah pengaktifan [Large Explosion] (TL: anjay, lebih lama dari tendangan tsubasa). Sial, harusnya aku coba dulu. Kelamaan! Naga itu dengan cepat terbang ke angkasa. Kalau aku tidak cepat, seranganku tidak akan sampai. Akhirnya selesai juga, sihir ditembakkan! Namun tampaknya itu terlambat. Large Explosion meledak di depan naga itu dan dia dengan mudah melarikan diri.
“Gagal. Ada dia akan melarikan diri?” Lazard bertanya ke instuktur.
“Tidak, naga itu sudah terluka. Buktinya dia berhenti dia udara. Kita akan terus melanjutkan operasi ini.”
Naga itu terbang cukup tinggi sambil mengamati ke arah sini. Tampaknya dia tidak berencana untuk melarikan diri. Kami bersembunyi ke dalam hutan. Elizabeth terengah-engah. Dia mengeluarkan potion dan meminumnya dan kemudian dia tampak lebih tenang. Apa dia kehabisan MP? Aku mengeluarkan teh pemulih MP dari item bag dan memberikan itu kepadanya.
“Apa ini? ini kental dan terasa lengket.”
“Ini concentrated magi tea. Ini pahit namun efektif.”
Elizabeth menghabiskannya dalam sekali teguk. Aku segera memberinya air. Aku juga minum teh itu.
“Uweeh mengerikan! Tapi terima kasih.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan.”
“Tidak ada kecuali menyerang saat itu turun. Aku tidak bisa menyerang dengan serangan tadi, tapi aku akan berusaha entah bagaimana caranya.”
“Dan mundur?”
“Naga yang mengamuk akan terus mengejarmu. Bahkan jika kau berhasil kabur, dia akan mengejar sampai ke kota, dan akan ada lebih banyak korban lagi. Kita harus menyelesaikannya di sini.”
Large Explosion terlalu lama untuk diaktifkan, jadi tidak ada gunanya. Tidak ada pilihan selain menembak sayapnya dengan Minor Explosion. Di luar hutan, Dawn Battleaxe sedang mengatur formasi mereka untuk menghadapi naga. Mereka akan menjadi umpan sekali lagi.
Beberapa menit kemudian, akhirnya naga itu menukik. Aku mulai mengaktifkan [Minor Explosion]. Namun naga itu terbang dengan cepat. Meskipun dia menukik, dia tetap cepat, dan mengarah ke formasi Dawn Battleaxe. Lagi-lagi si tank tinggal sendirian. Naga menyemburkan nafas apinya sambil meluncur. Saat berpas-pasan, naga itu mengayunkan ekornya dan si tank itu terlempar. Dia terlempar jauh tapi dia masih mencoba untuk berdiri. Si tank luar biasa.
Melihat ke naga yang masih melayang di langit sekali lagi, sebuah tombak tertancap di perutnya. Dia diserang saat berpas-pasan tadi. Namun itu mungkin hanya duri bagi sang naga.
“Ini buruk. Dia terlalu cepat untuk sihirku.”
Bahkan jika aku menembakkan sihirku, dengan kecepatannya, aku tidak yakin aku bisa mengenainya.
“Ah, ayo lakukan ini. Aku akan membawamu terbang, kau harus menghancurkan sayapnya.”
“Eh?! Kita bisa melakukannya dengan levitasi.”
Kami bisa terbang dengan levitasi, tapi lambat. Yang terbaik mungkin hanya seperti kecepatan berjalan.
“Bukan. Ini Wind Magic’s Fly. Lebih cepat dari levitasi. Ini akan baik-baik saja. Ini hanya perbedaan antara mati sekarang atau mati nanti. Jika kita gagal, cara-cara lain juga akan membawa kita pada kematian.” Elizabeth mengatakan itu dengan ekspresi yang serius.
Bukankah aku ikut misi ini karena tertarik dengan hadiahnya? Apakah rencana haremku berakhir bahkan sebelum aku memulainya? Ah sebelumnya aku bilang “aku ingin menyewa rumah yang besar saat kembali nanti.” Ini Death Flag. Aku mencoba untuk berpikir bagaimana caranya melarikan diri, tapi aku tidak bisa. Meskipun dia bilang ingin melakukannya, dia benar-benar tidak bisa mengatakan bahwa itu menakutkan, ayo kita lari. Pembicaraan berlanjut tentang apa yang harus dilakukan sekarang.
Dengan bantuan dari instruktur, Elizabeth diikatkan ke belakangku dengan tali. Instruktur menggenggam erat tanganku dan melepaskannya. Kalau ini seperti di film-film, mungkin dia akan bertanya “Tenanglah, kami akan mengutip sisa-sisa tulangmu.” Tidak tidak, kalau instruktur mungkin akan berkata “Jangan khawatir, aku ada dibelakangmu”...
“Oke, kesempatan kita adalah saat naga itu turun. Karena kita akan mengejarnya saat berpas-pasan, segera aktifkan sihirmu.”
Elizabeth memelukku dari belakang sambil berbisik ke telingaku. Aku yakin dadanya menyentuh punggungku, tapi tidak terasa karena aku pakai armor. Sial. Dipeluk oleh gadis cantik yang menekan dadanya, biasanya ini jadi momen-momen terbaik. Namun sekarang aku menghadapi kematianku. Aku tidak punya waktu untuk menikmati sensasi bukit kenyal itu.
Aku membuka menu dan mengambil Skill Reset. Aku menghapus MP Consumption Reduction Level 3 and MP Recovery Up Level 2. Skill pointku jadi 23. Aku menaikkan High Speed Casting. High Speed Casting naik ke level 4, dan ada 9 skill lagi tersisa. Masih gak cukup, perlu 10 skill point untuk naik ke level 5. Aku menghapus Ninja Walk dan menaikkan High Speed Casting ke level 5.
“Dia datang.”
Aku selesai beres-beres Skill tepat waktu.
Menyesuaikan dengan naga yang melewati kami, Elizabeth menggunakan Fly. Tubuh kami terangkat. Aku mulai mengaktifkan [Minor Explosion]. Aku tidak tahu apa ada efeknya, tapi aku juga mengaktifkan Stealth. Kami terbang menjauh dari hutan dan mengejar dari belakang naga. Ini lebih cepat dari Levitasi, namun naga semakin menjauh. Sihirku belum selesai diaktifkan. Jika aku gagal menembakkannya, kami akan mati. Jika melesat, kami akan mati. Akhirnya selesai juga. Tapi naga itu terbang dengan kecepatan tinggi. Aku bisa menahannya sebentar, hanya ada satu kesempatan.
Naga yang naik berbalik dan menuju ke arah kami. Sekarang! Sambil menahan agar tidak terdorong, aku menembak ke arah sayap naga dengan Minor Explosion. Ini target yang tidak bergerak, dengan sempurna tembakanku mengenai salah satu sayap.
“Kita berhasil.”


Elizabeth bersorak di belakangku. Hei tunggu dulu. Senang hanya karena mengenai satu sayapnya...
Benar saja, naga itu berteriak penuh amarah, dengan panik mengepak sayapnya yang tersisa dan sambil terjatuh ke arah kami.
“Oh tidak! Naganya kesini. Dia kesini. Menghindar menghindar.”
Elizabeth mencoba untuk menjauh, tapi naga itu jatuh ke arah kami sambil menambah kecepatan melebihi kecepatan [Fly]. Namun karena kondisi naga yang tidak seimbang, dia mungkin akan melewati kami. Kami selamat, tapi dalam sekejap setelah berpikir seperti itu, naga itu membuka mulutnya. Jangan bilang kalau dia mau mengnyemburkan nafas api?!
Sial, kalau aku tidak bertahan. Ya betul, air! Gunakan air. Aku membuat bola air yang besar. Semburan nafas api bertabrakan dengan air. Terjadi ledakan di dekat kami dan kami terlempar menjauh. Kesadaranku hilang sesaat, tapi aku langsung tersadar dan dengan panik mengaktifkan Levitasi. Elizabeth terpeleset dan seperti mau jatuh.
“Elizabeth. Hei Elizabeth!”
Apa dia pingsan? Aku yakin dia tidak akan jatuh karena telah diikatkan denganku, tapi supaya aman aku memegang lengannya.
Melihat ke bawah, pertempuran dengan naga yang jatuh pun dimulai. Aku memanggil Elizabeth, tapi masih tidak ada respon. Mau gimana lagi, aku harus mendarat dulu.
Kami mendarat di tempat yang terhindar dari pertempuran. Aku memotong tali dengan pisau dan merebahkan Elizabeth. Dia tidak sadarkan diri dan hidungnya berdarah. [Heal], biar lebih pasti, [Heal] sekali lagi. Elizabeth mengerang ‘Ughn’ dan membuka matanya.
“Kau baik-baik saja Elizabeth?!”
“Kau...”
“Eh?”
“Kepalamu terbentur dengan kepalaku! Kupikir hidungku patahku.”
Saat kami terlempar, apa kepala belakangku membenturnya? Aku pakai helmet. Itu pasti sakit. Meskipun sudah menggunakan Heal, tapi mungkin itu patah.
“Ma-maaf.”
“Gapapa. Naga?!”
Elizabeth berdiri dan melihat sekelilingnya.
“Ahhh, ya itu! Semuanya sedang berjuang! Jika kita tidak membantu mereka!”
Melihat pertempuran melawan naga, beberapa orang bertarung dari jarak dekat, aku tidak bisa sembarang menembakkan sihir.
“Ap-apa yang harus kita lakukan?”
“Tidak apa-apa, lihat, ini akan segera berakhir!”
Melihat dengan seksama, naga itu sudah penuh dengan luka. Terlihat pergerakannya semakin melemah. Apa efek dari jatuh tadi sehebat itu? Sambil mencoba menyerang, naga itu mengoyang-goyang kepalanya dan memukul dengan ekor dan kakinya, tapi para adventurer bisa menghindarinya. Meskipun sudah melemah, itu serangan dari naga yang lebih dari 10 meter. Kalau sampai kena, mereka pasti cedera, namun mereka terus menyerang tanpa jeda.
“Dengan sihir kita bisa mengalahkannya dengan mudah?!”
Serius lu? Apa kau bisa menembusnya? Ini seperti mencoba menghentikan sebuah truk besar dengan tangan kosong?
“Ini bukan ajang untuk mencari siapa yang menang. Selain itu, lihat?”
Lihat sekarang, Lazard dengan penuh semangat mengayunkan pedang besarnya ke pangkal leher naga. Naga menjerit kesakitan dan roboh. Dan terakhir pemimpin Dawn Batte axe menancapkan kapaknya ke dahi naga itu dan naga itu berhenti bergerak.
“Lihat?”
Elizabeth mengatakan itu sambil melirikku.
“A-ah.” (TL: ane ngerasa ada yang aneh dengan percakapan ini, udh liat raw WN jepang, tp ternyata bagian ini tidak ada, ini dari LN. Bingung dah)
Mereka benar-benar membunuh naga dengan pedang, tombak, dan sejenisnya.
Pada saat itu, dering naik level berbunyi berturut-turut di kepalaku. Aku membuka menu, dan aku naik 3 level.


Status dari WN
*********************************************************************************

Yamano Masaru, Human, Magic Swordsman

[Titles] Dragon Slayer (baru)
Pemburu Kelinci Liar
Laki-laki yang bertarung mati-matian melawan kelinci liar.
Guild Rank E

Level 6 → 9
HP 224/241+241
MP 258/368+368
Strength 43+43
Stamina 45+45
Agility 29
Skill 35
Magic Power 69

Skill Point 36
Fencing Level 4, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 4
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 3, Presence Detection Level 2
Magic Power Sensing Level 1, Healing Magic Level 3, Common Magic, High Speed Casting Level 5


[High Speed Casting] Casting time 50% reduction
*********************************************************************************

No comments:

DMCA.com Protection Status