NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 16 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 16 Bahasa Indonesia

February 23, 2017 Beonovel

Penerjemah: Beonovel

Chapter 16 – Bahkan Penyihir Yang Handal Punya Masalahnya Sendiri

Keesokan paginya, kami melanjutkan perjalanan dengan kejadian-kejadian yang hampir sama seperti sebelumnya. Ada beberapa pertempuran, tapi semuanya diselesaikan oleh party yang ada di depan, sehingga bagian belakang terasa sangat tenang dan damai. Namun, sesaat sebelum tengah hari, tampaknya ada sedikit masalah. Instruktur mengumpulkan kami semua.
“Sekelompok orc terlihat di depan. Ada sekitar 30 orc yang terlihat. Ada kemungkinan jumlah mereka lebih banyak, aku rasa bisa dua kali lipatnya.”
“Tujuan kita adalah penyelidikan. Bukankah seharusnya kita menghindari mereka?”
“Tidak, jika kita membiarkan mereka, akan terjadi hal yang buruk jika mereka menyerang kita dari belakang. Kita harus memusnahkan mereka.”
“Ini kesempatan. Sekarang giliran kita. Mereka hanya orc, 50 bahkan 100 bukan masalah dengan kekuatan tempur yang kita miliki ini kan?”
Dari komentar Lazard sudah diputuskan untuk memusnahkan mereka.
“Mereka saat ini sedang berhenti. Kita tidak tahu mereka sedang beristirahat atau menunggu sesuatu tapi bukan ide yang buruk untuk melakukan serangan dadakan. Pertama, 2 wizard melakukan serangan terlebih dahulu. Setelah itu kita akan mengurangi jumlah mereka dengan tim pemanah. Selanjutnya sebagian party akan bergerak ke belakang mereka, jadi serang mereka, jangan sampai mereka menuju kemari. Jika masih ada ruang, pasukan yang tersisa akan ikut menyerang juga.”
Aku dan wizard dari Dawn Battle akan melakukan serangan pembuka. Alipour dan Hellvaughn akan menyerang dengan busur dan panah. Dawn dan Twilight akan melakukan serangan mendadak dari belakang.
Wizard dari Dawn Battleaxe mengenakan jubah hitam dan membawa tongkat sihir kecil. Di depanku dia membuka tudungnya. Dia ternyata seorang gadis, mungkin sekitaran usia SMA. Tingginya sedikit lebih pendek dariku, karena memakai jubah, aku tidak tahu bagaimana lekuk tubuhnya. Rambut pirangnya terbentang dari dalam jubah, wajahnya proporsional dan cantik. Meskipun dia pirang seperti Angela, tapi dia tipe cewe cute. Matanya besar dan indah, tapi entah kenapa dia seperti menatapku dengan ketidakpercayaan.
“Aku Elizabeth, Wind Mage! Oke? Kau jangan menghalangiku! Mengerti?!”
“Ah iya.”


TL Note : desain sketsa WN dibuat oleh ilustrator lain, jadinya beda dengan ilustrasi LN yang dibuat oleh Sameda Koban


Kenapa dia marah-marah?
“Permisi, kenapa kau marah?”
“Kau! Dibandingkan bangga menjadi penyihir, kau malah tertawa bodoh mengatakan bahwa kau adalah pembawa barang! Sebagai sesama penyihir aku tidak akan memaafkan itu!!! Kau harusnya malu! Malu!”
“Ahh, maaf.”
“Mou! Sudah cukup!”
Mengatakan itu, dia berjalan pergi. Aku yang bingung mengejarnya.
“Tapi aku memang diajak untuk membawa barang. Itu memang benar.”
“Hal semacam itu bukan pekerjaan seorang penyihir! Aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa penyihir sejati itu. Ikut aku!”
Tak usah dibilang pun kita akan menuju ke tempat yang sama, karena tugas kita sama.
Sesaat kemudian kami sampai di tempat instruktur berada. Kami melihat sesuatu seperti lembah, di bawahnya penuh dengan orc.
“Sudah waktunya unit serangan dadakan tiba di posisinya. Serangan kalian akan menjadi sinyal. Bailklah, kami mengandalkan kalian berdua.”
“Kau arahkan ke sana. Aku ke sini. Oke? Kau harus menyesuaikan waktunya denganku.” Sambil berbisik, Elizabeth memberikan instruksi.
Memastikan lokasi serangan, aku mengangguk.
Setelah Elizabeth mulai merapal, aku juga mulai mengaktifkan [Minor Explosion]. Elizabeth dengan suara yang hampir tak terdengar menggumamkan sesuatu. Apa dia sedang membaca mantra? Untuk kasusku, aku tidak melakukan sesuatu yang khusus selain memfokuskan Magic Power, apa orang-orang lain berbeda?
“Wind Storm” Elizabeth menembakkan dengan bisikan. Menyesuaikan dengannya, aku mengaktifkan Minor Explosion.
Dari serangan dadakan itu, orc-orc menjadi kacau. Berturut-turut panah mulai ditembakkan dan orc berjatuhan. Namun dengan segera mereka melakukan serangan balik. Meskipun sporadis, tapi panah ditembakkan dari pihak orc. Satu panah mendarat di depanku. Dengan cepat aku berlindung di balik pohon. Kulihat Elizabeth dia juga sudah bersembunyi.
Aku mencari arah asal panah itu. Ketemu. Aku menggunakan Minor Explosion. Aku membidik orc yang memanah dan menembaknya. Beberapa orc ikut terlempar, aku naik level. Cek status nanti saja. Masih ada orc yang datang, jadi aku menghadapi mereka dengan [Fire Lance].
“Hentikan serangan!” perintah datang dari instruktur. Tampaknya tim serangan dadakan mulai menyerang.
Silver datang ke sini.
“Kaki Kreuk terkena panah. Bisa kau periksa?”
Aku datang memeriksa dan Kreuk terlihat pucat sambil berkeringat dingin. Panah tertancap di pahanya. Kreuk bertugas ditugaskan untuk memanah, jadi dia tidak bisa bersembunyi dan dia tidak seperti Silver yang memakai equipment berat. Bisa dibilang cukup beruntung dia hanya terluka seperti ini.
“Silver, cabut panahnya. Aku akan menggunakan sihir penyembuh segera setelah itu. Kreuk tahan sedikit.”
Mencocokan dengan panah yang dicabut oleh Silver, aku mengaktifkan [Heal]. Sedikit darah yang menyembur keluar, tapi lukanya segera menutup.
“Hei kalian. Tunggu di sini. Kami akan membantai orc yang tersisa.”
Lazard menginformasikan bahwa dia akan pergi menghadapi orc.
Di sini hanya ada aku , Silver, Kreuk, instruktur dan Elizabeth.
“Intruktur, apa sudah selesai?”
Suara pertempuran berhenti.
“Betul. Beberapa yang tersisa melarikan diri. Untuk sementara kita bersiaga di sini. Tetap waspada dengan sekelilingmu.”
Seperti yang diberitahu, Kreuk dan Silver mengamati sekitar. Sambil memeriksa status aku berniat untuk meningkatkan skill dan Elizabeth berbicara kepadaku.
“Kau lumayan juga. Siapa namamu?”
“Masaru.  Kalau dipikir-pikir, ketika menggunakan sihir, kau seperti menggumamkan sesuatu, apa itu mantra?”
“Betul. Merapal mantra adalah cara yang benar.”
Ehh, kenalanku tidak melakukan itu.”
Angela dan sister Matilda tidak mengatakan apa-apa secara khusus.
“Mereka masih pemula, oke? Merapal mantra dengan benar dan meneriakkannya di akhir akan meningkatkan kekuatannya sebanyak 20%.”
Dia mengatakan itu sambil menusukku dengan tongkat sihirnya.
“Aku tidak tahu tentang peningkatan 20%, namun tidak ada salahnya meneriakkan nama sihir tersebut sebelum ditembakkan. Dalam kasus pertempuran bersama party, jenis sihir yang digunakan oleh wizard yang ada dibelakang harus diketahui oleh mereka yang ada di depan.” Instruktur yang mendengar pembicaraan kami ikut memberi penjelasan tambahan.
Memang sih, diam-diam mengaktifkan magic akan membuat barisan depan terkejut. Nampak kepuasan di wajah Elizabeth.
“Tampaknya pasukan kita sudah kembali. Ayo turun.”
Kami turun ke lembah dan mengikuti instruksi, kami mengumpulnya mayat orc. Mayat yang hancur pasti orc yang kukalahkan. Karena rusak parah, harganya pasti sangat rendah, aku meninggalkannya.
“Aku bisa menyimpan semuanya di dalam item bag, namun bagaimana dengan yang mengalahkan mereka?”
Apa akan ada perselisihan tentang pembagian hasil buruan? Memikirkan itu, aku bertanya ke instruktur.
“Nanti akan membandingkannya dengan kartu guild dan memutuskan pembagiannya. Ada beberapa yang tidak kita ambil karena rusak dan kita tidak perlu memikirkan hal-hal kecil.” Kata instruktur.
Oh begitu. Yang rusak itu mayat yang kena seranganku kan? Karena yang lain kebanyakan mengalahkan mereka menggunakan panah dan pedang. Bahkan yang Elizabeth peroleh tidak begitu rusak. Fire Magic memang punya daya ledak yang tinggi, tapi untuk hal seperti ini sangat tidak nyaman.
Aku memeriksa kartu guild dan aku mengalahkan 9 orc. 1 tidak terlalu rusak karena kena Fire Lance, 8 lainnya bisa dibilang tidak berharga. Karena mayat orc bisa dijual 200 Gold, ini rasanya sangat menyakitkan.
Setelah dikumpulkan semua, ada 41 orc. Ditambahkan dengan yang kemarin, totalnya 62 orc. Asumsikan bobotnya 80 kg, aku kalkulasikan jumlahnya mendekati 5 ton. Seperti biasa, item bag ku cheat yang kebangetan. Ketika ku bilang aku bisa menyimpan semuanya, orang-orang dari Dawn Battleaxe terkejut.
Karena dua orang menderita cedera ringan, mereka mendapatkan perawatan, setelah makan yang ringan-ringan, kami berangkat.
Ketika kupikir kami tidak akan sampai sesuai dengan jadwal lagi, tidak terburu-buru tentunya, sebelum matahari terbenam, kami sampai di lokasi perkemahan hari kedua. Tampaknya jarak perjalanan sudah diatur sedemikian rupa termasuk mempertimbangkan masalah yang akan timbul. Dengan terampil mereka mendirikan tenda dan menyiapkan makanan. Dengan menggunakan tempat ini sebagai pangkalan sementara, besok kami akan menyusuri area sekitaran danau.
Setelah makan malam, aku duduk di dekat api unggun sambil berlatih Water Magic untuk membuat Water Ball ketika Silver datang bertanya.
“Berlatih sihir.”
Karena dia mencoba untuk menyentuhnya sambil menggumam ‘hmmm’,
“Jangan! Kalau kau sentuh itu, kau bisa mati!” aku mengatakan itu, dia langsung mundur. Aku pelan-pelan mendekatkan itu kepadanya, dia mundur lagi. Tentu saja itu hanya air biasa.
“Hei, hentikan itu!”
Karena dia berlari, aku mencoba untuk mengejarnya dengan Water Ball. Ah! Dia terjatuh.  Water Ball mengenainya. Kepala Silver basah kuyup dan dia tercengang.
“Sangat disesalkan, kau sdah mati. Jangan sampai masuk angin.”
Saat menyadari bahwa itu hanya lelucon, dia marah.
“Ahahaha, maaf, aku minta maaf. Hei, kau hanya terluka di lutut kan? Aku akan menggunakan sihir penyembuh.”
Sambil bercanda dengan Silver, Elizabeth mendatangi kami.
“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan. Kalau bisa, hanya berdua saja, ok?” (TL: apakah Masaru akan segera mengakhiri masa jomblonya?)
Mendengar itu, aku sekilas melirik Silver. Kode untuk menyuruhnya pergi.
“Lalu, ada perlu apa Elizabeth?”
“Ya, itu... Eh.”
Elizabeth tampak malu-malu, dia jadi sulit berbicara. Dia sedikit menunduk, tapi wajahnya terlihat memerah. Apa itu? Mungkinkah dia ingin mengatakan…? Dia mau menyatakan cinta? Bukankah tadi kami bertengkar, apa jangan-jangan dia kemudian terpesona denganku?
“Itu... kau punya sihir item box kan?”
Umm? Item box?
“Ah, aku punya.”
“Dengar, aku tidak terlalu pandai menggunakan sihir spasial. Hanya saja aku bisa menyimpan lebih banyak dibandingkan orang biasa, tapi untuk kebutuhan party yang banyak mengumpulkan hasil buruan, penyimpananku penuh dalam waktu yang singkat.”
Obrolan ini mengarah ke sesuatu yang tidak terduga!
“Masaru, itu kelebihan utamamu kan? Aku ingin tahu, apa kau punya trik atau metode latihan tertentu?”
Benar, tidak mungkin dia jatuh cinta kepadaku. Rasanya ingin menendang diriku di 30 detik yang lalu.
“Yah entah bagaimana dari awal memang sudah begini, aku tidak tahu mengenai trik.”
Karena ini cheat, jadi aku tidak bisa menjelaskannya.
“Begitu?...”
Mendengar itu, Elizabeth tampak putus asa. Aku ingin membantu, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan lebih dari ini.
“Dengar, kau masih muda, jika kau terus menggunakannnya kau akan semakin terampil.”
“Seperti yang kuduga, aku tidak pilihan lagi. Aku mengerti.”
Mengatakan itu, Elizabeth balik ke tendanya dengan terhuyung-huyung. Lagipula ini kesempatan untuk bisa akrab dengan seorang gadis imut. Meskipun memiliki wajah seorang pemenang, seorang mage yang penuh kebanggaan ternyata punya masalah juga.
Namun aku tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan orang lain. Jika membahas tentang masalah seorang pemula sepertiku ini, masalahnya adalah Fire Magic yang memiliki daya ledak terlalu tinggi. Seperti hari ini, aku tidak mendapatkan penghasilan ketika aku menghancurkan hasil buruan. Jika aku menggunakan Skill Reset, aku mungkin bisa mengganti Fire Magic dengan yang lain, tapi kalau dipikir-pikir, aku tidak bisa menggunakan Fire Magic besok apabila ada sesuatu yang mendadak. Jika aku meningkatkan Earth Magic ke level tertinggi atau yang lain sejenisnya, orang-orang akan curiga denganku. Tidak masalah kalau menghapus MP Consumption Reduction dan MP Recovery Up dengan Skill Reset, tapi kalau dipikir lagi, lebih baik jika aku menaikkan levelku saja. Apa aku bisa ikut dalam pertempuran besok?
Karena Kreuk dan Silver ditugaskan untuk jaga malam, malam itu aku tidur sendirian. Menakutkan kalau sampai kena panah orc, jadi aku menaikkan level fire magic satu level lagi sebelum tidur.

Status versi WN
***************************************************
Yamano Masaru, Human, Magic Swordsman
[Titles] Pemburu Kelinci Liar
Laki-laki yang bertarung mati-matian melawan kelinci liar.
Guild Rank E
Level 6
HP 264/132+132
MP 398/199+199
Strength 32+32
Stamina 33+33
Agility 21
Skill 26
Magic Power 50

Skill Points 6
Fencing Level 4, Body Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 4
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 2, Ninja-Walk Level 2, Presence Detection Level 2
Magic Power Sensing Level 1, Healing Magic Level 3, Common Magic, Magic Consumption Reduction Level 3
MP Recovery Up Level 2
[Fire Magic Level 4] Fire Arrow, Fire Ball, Fire Lance, Fire Wall, Minor Explosion, Fire Storm, Large Explosion.
***************************************************

No comments:

DMCA.com Protection Status