NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 11 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore

Translator: Beo Novel

Regular chapter adalah tiap hari Kamis dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0.0054/$1)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qhHuDP
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru

Chapter 11: Di Ruang Sempit Bersama Gadis Pirang Cantik Yang Baru Selesai Mandi
Sudah tengah hari saat aku kembali ke kota. Pertama aku melapor ke guild.
Si resepsionis laki-laki marah padaku.
“Aku sudah bilang cukup memantau saja. Kau tidak perlu melakukan sesuatu yang berlebihan.”
“Eh, tapi lawan yang menyerangku duluan…..”
“Aku terima alasanmu, tapi kau seorang wizard. Kau bisa terbang kan?”
“Dengan sapu terbang?”

“Sapu terbang? Aku tidak tahu tentang sapu terbang, tapi kalau levitasi, sepertinya banyak wizard yang menggunakannya.”
Ada sesuatu yang seperti itu?
“Yah aku belum mempelajarinya. Aku akan mencobanya setelah mendapatkan sihir penyembuh.”
Hadiah misi penaklukan goblin sebanyak 120 gold, masing-masingnya 10 gold. Ditambah 100 gold sebagai hadiah dari misi tersebut, totalnya 220 gold. Setara 22000 yen. Apa itu termasuk jumlah yang banyak untuk penghasilan selama sehari? Tampaknya babi hutan besar bisa dijual dengan harga yang tinggi, akan kulakukan nanti saja di Trade Guild.
Aku membeli makan siang di warung dan makan sambil jalan. Sepotong sandwich dengan beberapa jenis daging yang diapit oleh roti. Aku tidak bertanya jenis dagingnya. Tidak masalah selama rasanya enak.
Aku muncul di pusat kesehatan dan diberitahu kalau Angela ada di panti asuhan, jadi aku menuju kesana. Angela baru saja menyelesaikan makan siangnya bersama anak-anak dan tampaknya sedang beres-beres.
“Tunggu sebentar. Aku akan segera selesai.”
Aku keluar ke taman dan anak-anak mengelilingiku.
“Hei hei, onii-chan punya daging kelinci liar hari ini? Dagingnya sangat lezat.”
“Kelinci liar, kelinci liar.”
“Ya, aku menangkap kelinci liar. Tapi hari ini aku punya sesuatu yang lebih mantap!”
“Apa? apa?!”
“Akan kutunjukkan. Kalian mundur sedikit.”
Aku mengeluarkan babi hutan besar dari item bag.
Saat itu menjadi kacau. Anak-anak gempar, ada beberapa anak kecil yang menangis, yang lainnya berlarian. Bahkan sampai ada yang jatuh dan pipis di celana.
Ah sial. Apa ini terlalu mengerikan untuk anak-anak?
“Luar biasa, luar biasa, apa ini? Besar banget.”
“Apa onii-chan mengalahkan ini?! Apa onii-chan mengalahkan ini?!”
Seperti yang diharapkan dari anak-anak yang pemberani.
Tapi ada apa dengan kekacauan ini? Sementara itu aku berpura-pura untuk tetap tenang dan mencoba menjawab dengan normal.
“Ya. Ini lawan yang tangguh. Ini babi hutan besar. Monster dari hutan.”
“Ada keributan apa…..apa ini?”
Angela keluar
“Seekor babi hutan besar. Tangkapan hari ini.”
“Babi hutan besar ini….. ini pertama kali aku melihatnya. Kau adventurer yang cukup handal huh.”
Sambil mengatakan itu dan melihat sekeliling, tampaknya Angela menyadari penyebab kekacauan ini. Dengan segera dia mengumpulkan anak-anak yang menangis atau pipis di celana. Dia sangat telaten. Anak-anak patuh dengan intruksinya.
“Maaf. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini.”
“Tidak apa-apa. Mereka semua akan tumbuh dewasa, mereka harus terbiasa melihat hal-hal seperti ini. Mungkin tidak buruk kalau ditunjukkan sedini mungkin. Kau jangan ragu-ragu kalau meminta maaf, tampaknya daging babi hutan ini enak kan?”
“Ah aku akan memberikannya setelah di potong.”
Dari awal aku memang berencana untuk memberikannya sebagai hadiah. Aku meletakkan babi hutan ke dalam item bag.
“Aku tak sabar menerimanya. BTW,  kita mandi sekarang? Ada beberapa anak yang jadi kotor. Masaru, apa kau masih punya kekuatan sihir untuk memanaskan air?”
Aku punya 180 MP tersisa. Aku bisa beberapa kali minum teh untuk memulihkan MP yang sudah kusiapkan di penginapan tadi pagi, masih banyak yang tersisa.
“Lebih dari cukup.”
“Kau bisa bantu? Mau ikut juga?”
Panti asuhan  berada di bangunan yang terpisah, kamar mandi cukup besar. 10 orang bisa mandi sekaligus. Ada sumur di dekat situ, air diambil secara manual dan dipanaskan dengan kayu bakar. Anak-anak dengan rajin membantu membawa air.
“Sudah lama aku tidak mandi.”
Angela menunjukkan ekspresi jijik saat mendengar perkataanku. Aku mencoba menjelaskan.
“Aku biasanya membasuh tubuhku dengan sihir Cleanup.”
“Itu masih jorok. Sihir Cleanup hanya menghilangkan kotoran di permukaan. Kau tidak akan bersih kalau tidak mandi….. itulah kenapa adventurer…..”
“Kupikir sihir Cleanup sudah cukup.”
“Tidak masalah kalau kau dalam perjalanan jauh. Tapi kalau kau tidak mandi dengan air hangat…..”
Sudah dua minggu sejak aku datang ke dunia ini? Aku memastikan dengan Clock, hari ini tanggal 26 bulan 9.  Aku ingat hari pertama adalah tanggal 11, jadi sudah 16 hari? Membayangkan itu, badanku mulai merasa gatal.
Mereka hampir selesai membawakan air yang akan mulai kupanaskan. Aku sudah pernah memanaskan air di gelas, jadi kupikir akan baik-baik saja. Karena airnya banyak, mungkin perlu 10 MP? Aku mengeluarkan kekuatan sihirku ke dalam air.
Tiba-tiba, dengan uap panas dengan suara keras menyembur dari bak mandi. Aku memasukkan jariku untuk memastikan suhu air.
“PANAS! Ini terlalu panas. Air! Air!”
Tampaknya MP yang kugunakan terlalu banyak. Aku dan anak-anak menambahkan air lagi dan akhirnya suhu menjadi lebih hangat.
“Sudah pas? Kau yang pertama. Ok, disini.”
Angela memberikan sabun.
“Mandi yang benar.”
Kau terdengar seperti seorang ibu, Angela-sensei.
“Sister, tidak apa-apa kalau kami menggunakan sabun?”
“Ya, tapi gunakan dengan hati-hati oke?”
“Yay!”
“Sabun mahal di sini?”
“Cukup mahal. Tidak banyak yang bisa membelinya, tapi saat kami membiarkan anak-anak menggunakannya, sabun akan habis dalam sekejap mata.”
Bagaimana mereka membuat sabun? Apakah dengan mencampurkan minyak bekas dengan abu kayu? Dan pewanginya? Harusnya tiap orang bisa membelinya seperti biasa, apa aku coba untuk membuatnya?
Di ruang ganti sekitar 10 bocah laki-laki menanggalkan pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi. Aku membasuh tubuhku dengan air hangat.  Sabun di sini tidak memiliki busa sebanyak sabun Jepang, tapi cukup untuk membersihkan diri. Anak-anak tidak terlalu memperhatikanku, kelompok senior membasuh bocah laki-laki yang lebih kecil. Aku selesai membasuh, membersihkan sabun, dan masuk ke dalam bak mandi. Segar rasanya. Aku akan mandi secara berkala sekarang.
Melewati ruang ganti yang penuh sesak, aku keluar ke taman dan memuaskan dahaga dengan minum teh yang kuambil dari item bag. Lebih mantap kalau minum susu stroberi, tapi sepertinya tidak ada di sini kan? Di dunia paralel ini tidak banyak makanan atau minuman yang manis-manis, huh. Gula harganya mahal, permen juga lebih mahal dari makanan biasa. Ahh, aku ingin makan coklat.
Aku mendinginkan diri di taman dan anak-anak mendatangiku.
“Nii-chan! Ajari aku menggunakan pedang! Aku ingin menjadi adventurer!”
Kalau kuajarkan anak ini, mungkin dia bisa bertarung juga, tapi bagaimana cara mengajarinya? Instruktur pelatihan pemula memberikan latihan dalam bentuk pertarungan yang sebenarnya, tidak mungkin kalau kuajarkan ke anak-anak.
“Kau tidak diajarkan sihir penyembuh dan Water Magic oleh sister Angela?”
“Sister Angela bilang kami akan diajari kalau sudah 10 tahun. Selain itu dia tidak mau mengajari kami cara menggunakan pedang.”
Tampaknya mereka melakukan pekerjaan rumah dan belajar sampai berumur 10 tahun. Dari umur 10 tahun mereka akan berlatih dan meninggalkan panti asuhan saat berumur 14 tahun. Mereka bilang banyak di antara mereka yang menjadi adventurer.
Mereka hidup mandiri dari usia 14 tahun? Kehidupan di dunia lain ini cukup keras. Selain menjadi adventurer, beberapa ada yang menjadi prajurit atau magang di Trade Guild atau Craftsman Guild.  Aku dengar beberapa yang memiliki bakat sihir akan diajarkan sihir penyembuh dan tinggal di sini. Saat bertanya mengenai pertanian, harga sepetak tanah di sini mahal dan merantau ke daerah perdesaan tidak menjadi pilihan yang mereka sukai. Kota ini memang tidak bisa dibandingkan dengan ibukota kerajaan, tapi masih cukup makmur.
Saat sedang mengobrol dengan anak-anak, Angela keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk, dengan rambut basahnya yang menggandakan keseksiannya.
“Kalau begitu, kita mulai latihan intensif hari ini?”
Kami menuju ke sebuah ruangan di pusat kesehatan. (TL: Tenang-tenang, Angela sudah pakai seragam biasa, bukan pake handuk wkwkw)
Meskipun berduaan di ruangan yang sempit dengan gadis pirang yang baru selesai mandi, tapi tidak membangkitkan atmosfer erotis, mungkin karena gadis cantik ini memegang pisau di tangannya. Saat hendak di tusuk, suasana hatiku menjadi tidak menyenangkan.
“Kupikir, aku tidak ingin melakukan ini.”
Saat mengatakan itu, tanpa ampun tanganku ditusuk. Tak bisa dipercaya, dia tidak ragu sama sekali.
“Kita sedang meninjau kembali pelajaran kemarin ok? Pertama-tama, aku akan menggunakan sihir penyembuh, jadi perhatikan baik-baik.”
Sambil berusaha untuk tidak menatap dadanya, aku mencoba fokuskan diri ke telapak tanganku. Sejak kemarin, aku mulai memperhatikan aliran dari kekuatan sihir sambil menggunakan sihir, aku samar-samar mulai bisa merasakannya.
“Entah bagaimana aku seperti bisa merasakan kekuatan sihir.”
“Coba sekali lagi.”
Telapak tanganku ditusuk lagi. Sakit. Masih tetap sakit walaupun sudah ditusuk berkali-kali.
“Aku akan melihat anak-anak dulu, kau coba terus.”
Kekuatan mental adalah hal yang penting. Seperti  mengubah air biasa menjadi air panas, aku yakin aku bisa menyembuhkan lukaku. Tidak hanya memfokuskan kekuatan sihirku ke luka, tapi juga mencoba membayangkan menyembuhkan lukaku. Masih gagal.
Sambil mengingat Angela-sensei, aku memfokuskan kekuatan sihir ke telapak tanganku….. masih gagal.
Hmm, tapi kenapa Fire Magic bisa kugunakan dengan mudah.
Sebagai percobaan, aku menyalakan api. [Ignite Fire]. Kemudian memadamkannya. Aku mencoba menggunakan [Cleanup] dan [Light] sambil merasakan aliran dari kekuatan sihir.
[Fire Arrow], aku mencoba menahan panah api di depan telapak tanganku. Kemudian memadamkannya. Prinsipnya sama. Tidak ada alasan aku tidak bisa menggunakannya.
Sekali lagi aku memfokuskan kekuatan sihir ke telapak tanganku. Sembuh! Saat itu aku tahu aku bisa mengeluarkan sihir penyembuh. Lukaku sembuh.
Aku coba periksa Menu dan Magic Sensing Level 1 dan Healing Magic Level 1 telah ditambahkan.
[Magic Power Sensing Level 1]
Bisa merasakan.aliran dari kekuatan sihir.
[Healing Magic Level 1]
Heal (small)
Aku keluar memanggi Angela dan dia kembali.
Aku menunjukkan telapak tanganku.
“Oh! Kau berhasil! Selamat! Aku yakin kau bisa melakukannya.”
Dia mengucapkan selamat sambil menepuk-nepuk bahuku.
“Kalau begitu, selanjutnya adalah praktek, oke? Kau masih punya kekuatan sihir? Kita akan membantu pusat kesehatan setelah ini.”
Aku masih punya 160 MP. Itu cukup.
“Oh, kau sudah mempelajari sihirnya?”
Pindah ke ruang perawatan yang ada di sebelah, aku disambut oleh biarawati.
“Yah, berikan aku pasien yang terluka atau patah tulang.”
“Kita terselamatkan. Sulit sekali hari ini karena pasiennya sangat banyak.”
Seorang pasien dibawa ke sini. Tampaknya dia mengalami patah tulang.
“Penyembuhan luka biasa dan patah tulang dilakukan dengan cara yang sama. Cobalah.”
Aku mengeluarkan [Heal(small)]. Angela menahan kaki pasien. Si pasien mengerang kesakitan.
“Sekali lagi. Ya. Lagi. Ya, sudah sembuh.”
Akhirnya bisa sembuh setelah tiga kali mengeluarkan [Heal(small)]
“Kau sangat berbakat. Biasanya setelah sukses sekali, orang-orang masih gagal berkali-kali sampai benar-benar terampil menggunakannya.”
Ini pasti cheat. Aku baru saja mendapatkan Healing Magic Level 1 dan bisa mengeluarkan [Heal(small)] tanpa kegagalan.
“Karena aku cukup percaya diri dengan Fire Magic.”
Karena alasan itu mereka tampaknya mengerti. Satu demi satu pasien mendatangiku. Aku mulai memahami, Heal yang digunakan tergantung dengan kondisi luka pasien. Setelah sukses memeriksa sekitar 10 pasien, kami selesai dengan pasien yang patah atau terluka.
Sambil melihat biarawati merawat pasien yang sakit, aku bertanya.
“Apakah Heal bisa menyembuhkan penyakit?”
“Untuk menyembuhkan penyakit dan menawar racun, itu berbeda dengah Heal biasa. Untuk penyakit, terkadang Heal cukup efektif, tapi itu perlu disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Sedangkan untuk menawar racun, Heal tidak bisa menghilangkan efek racun, jadi itu tidak berguna.”
Pasien selanjutnya adalah seorang bapak yang membawa anaknya.
“Demamnya sudah parah, eh? Masaru-chan, bisakah kau gunakan Healmu?”
Aku mengeluarkan [Heal]. Anak itu terlihat lebih baik.
“Heal biasa tidak efektif untuk mengobati demam, tapi setidaknya itu bisa memulihkan tenaga pasien.”
Selanjutnya biarawati mengunakan sihir penyembuhnya. Si anak menjadi lebih sehat.
“Setelah ini, istirahat lah selama beberapa hari, supaya benar-benar pulih. GWS.”
Si bapak berterima kasih, membawa anaknya dan pergi.
“Untuk menyembuhkan penyakit dan racun, itu seperti pemurnian, mengeluarkan racun dari dalam tubuh, kau tahu? Itu agak sulit.”
Sihir untuk menyembuhkan demam? Bahkan masyarakat modern tidak memiliki penyembuhan yang mendasar untuk demam biasa, tapi magic mungkin bisa.
“Untuk penyakit yang tidak kau ketahui, Heal mungkin bisa digunakan. Selama tenaga mereka kembali, mereka bisa pulih dengan perlahan, Dan kalau itu tidak berhasil, maka tidak ada cara lain dan kami hanya bisa menyerah.”
“Dengan teknik penyembuhan yang lebih tinggi, bukankah mereka bisa mengobati segala macam penyakit, itu tidak mustahil di sini kan?”
“Mereka yang berbakat akan dibawa ke ibukota kerajaan atau direkrut ke dalam tim medis untuk perang.”
Kebutuhan akan sihir penyembuh cukup tinggi. Kalau dunia ini tidak dihancurkan, aku mungkin akan meningkatkan sihir penyembuhku ke level tertinggi, dan hidup sebagai seorang dokter.
Setelah itu, aku ikut mengobati beberapa pasien dan pekerjaan hari ini selesai.
“Kau benar-benar sangat membantu hari ini! Maukah kau bekerja secara khusus di sini? Kau juga bisa dekat dengan An-chan dari sekarang.”
“Ap-apa kau bilang?! Hei, ayo kita pergi.”
Angela menarik tanganku dan membawaku keluar.
“Waduh…..main jodoh-jodohin saja. Maaf kalau itu menganggumu Masaru.”
Jujur aku bingung. Meskipun dia menusuk orang dengan pisau, tapi dia cantik, pandai merawat anak-anak dan berkepribadian baik. Dia memberi kesan seperti pengasuh anak. Kalau dia menikah, dia akan menjadi istri yang baik dan ibu yang bijaksana.
“Aku tidak terganggu, tidak sama sekali. Sebaliknya, bukankah aku yang menganggumu Angela? Menurutku kau cantik dan terkenal.”
“Tidak….. aku…..”
Kami sedang berjalan bersama, anak-anak melihat kami dan berlari ke arah kami, dan suasana menjadi ribut.
Entah bagaimana aku bisa mengerti. Dalam situasi seperti ini, tidak ada kesempatan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang.”
“Besok adalah hari terakhir dari pelatihanmu. Datanglah di pagi hari. Kita akan mengobati pasien sampai kekuatan sihirmu habis.”
“Kupikir tidak akan habis. Hari ini saja masih ada yang tersisa.”
“Baiklah, aku tunggu kau besok.”
Angela mengatakan itu sambil tertawa menyeringai.
Saat ini maksimum MP ku adalah 256. Dalam satu jam, MP ku pulih sebanyak 24, kalau aku minum teh, aku yakin aku tidak akan kehabisan MP…..
Esok harinya, aku menyadari kalau pikiranku itu terlalu naif.

No comments:

DMCA.com Protection Status