NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 15 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 15 Bahasa Indonesia

February 23, 2017 Beonovel

Penerjemah: Beonovel

Chapter 15 – Cerita Konyol Si Anak Muda

Keesokan paginya, aku menuju ke guild. Aku dituntun ke sebuah ruangan besar oleh si resepsionis laki-laki. Ini masih di awal pagi, namun asisten guild master, instruktur dan 5 adventurer sudah ada di sana. Penerjemah: Beonovel
Di antara mereka, 2 orang melihat dan mendekatiku. Kami sama-sama mengikuti pelatihan pemula, mereka adalah Kreuk dan Silver. Kreuk adalah warrior dengan equipment ringan, membawa pedang dan busur. Tingginya sekitar 170 cm dan wajahnya menarik. Silver memiliki tinggi sekitar 180 cm dengan fisik yang kuat. Equipmentnya terdiri dari metal plate mail, perisai besar dan pedang. Dia tampan, namun otaknya hanya berisi otot.
“Masaru! Kau ikut misi ini juga?” Kreuk mengatakan itu saat mendekatiku.
“Aaaa, aku dipanggil untuk membawa barang.”
“Aku akan memperkenalkan partyku, pimpinan Alipour, Strong Sword Lazard. Dia rank C.”
 Aku dikenalkan dengan gorila besar. Dia lebih tinggi dari Silver. Dia membawa pedang besar di punggungnya dan otot lengannya luar biasa. Banyak goresan yang terukir di metal plate armor-nya, aku menyimpulkan kalau dia benar-benar berpengalaman. Kami berjabat tangan ketika dia mengulurkan tangannya. Argh! Dia mengeluarkan kekuatannya, tanganku bakal patah! Dari penampilan yang seperti gorila, tak diragukan lagi kekuatannya juga sama. Mungkin dia tidak berniat untuk menggenggam tanganku sekuat itu.
“Aku mendengar rumor, apa itu? Pemburu kelinci liar?”
Tolong hentikan. Masalah itu sudah tersegel di masa lalu.
“Heh, yang ini?”
“Ini Leeds dan ini Molal. Kami semua berasal dari desa Alipour.”
Karena itu party-nya dinamakan Alipour? Leeds adalah seorang swordsman perempuan. Tingginya di antara Kreuk dan Silver. Aku yakin dia aslinya cantik, tapi dia memberi kesan menakutkan seperti macan. Molal adalah beastman laki-laki bertelinga kucing yang membawa tombak. Dia pendiam dan terus menundukkan kepalanya saat perkenalan.
Aku bertukar informasi dengan Kreuk dan Silver.
Keduanya, selama seminggu terakhir mereka sepertinya telah menyelesaikan beberapa misi yang ada di dekat kota. Mereka pergi ke dalam hutan juga dan mereka terlihat seperti sudah merasakan pertarungan yang sebenarnya berkali-kali. Yang berbicara paling banyak adalah Kreuk. Silver kadang ikut menimpali. Kupikir mungkin Kreuk yang bertugas sebagai juru bicara party. Aku bercerita tentang apa yang terjadi di awal-awal. Khususnya mereka ingin tahu tentang pemburuan kelinci liar, jadi aku menceritakan secara rinci. Dan tentang mempelajari sihir penyembuh.
“Kupikir Masaru adalah swordsman. Kau juga bisa menggunakan sihir?” Silver yang kebanyakan diam, kali ini bertanya.
“Uh huh. Di latih tarung bisa mengalahkan kami berdua. Bisa menggunakan pedang dan sihir, curang banget.” Kata Kreuk.
Oh ya, itu memang cheat.
“Oh, kau lumayan terampil? Aku ingin mencoba berduel melawanmu.” Kata Lazard.
Mendengar pernyataan Kreuk, Lazard mulai tertarik denganku. Tolong hentikan, aku bisa mati. Itu bakalan seperti kelas ringan vs kelas berat di tinju, apa yang kau pikirkan?
“Tidak, saat itu tubuh kita benar-benar tidak bertenaga kan? Menurutku dalam kondisi yang sempurna, tidak akan ada perbedaan kekuatan seperti itu.”
“Benar begitu?” Kreuk yang bingung memiringkan kepalanya.
Ya itu benar! Begitulah yang terjadi!
Aku memperhatikan party-party lain mulai mendekat. Beberapa menunjuk kearahku dan mengatakan “Kelinci liar, kelinci liar” dengan riangnya. Aku hanya bisa memaksakan diri untuk tertawa. Kreuk dan Silver juga ikut tertawa. Teman macam apa mereka ini.
“Ohhh, sepertinya semua telah berkumpul! Semuanya ayo kesini!” Dravin memanggil dengan suara keras.
Oh selamat! Semua berkumpul di kelompoknya masing-masing di depan asisten guild master dan instruktur.
“Aku akan bertindak sebagai pemimpin dari tim ekspedisi ini. Aku instruktur Vogt, mantan rank A. Seperti yang kalian dengar, ada sesuatu di dalam hutan. Monster yang tidak biasanya keluar, sekarang sudah berkeliaran sampai ke padang rumput. Tujuan kita adalah untuk menyelidiki serta membereskan sumber masalah itu. Saat ini, karena situasi di dalam hutan sangat tidak aman, kami berencana untuk melakukan dengan cara yang keras. Pertama, tujuan kita adalah di sini. Sekitaran danau. Setelah itu, kita menangani masalah tergantung dengan kondisi. Jarak perjalanan adalah 2 hari, 1 hari untuk penyelidikan dan 2 hari untuk kembali.”
“Apa  kau tahu penyebab masalah itu?”
“Masih belum diketahui. Dugaan sementara adalah adanya naga berukuran besar, tapi itu masih belum dipastikan. Yang menjadi tim tempur di misi ekspedisi ini adalah party rank B Dawn Battleaxe dan tiga rank C party lainnya yang telah berkumpul di sini. Kemudian, dimulai dari Dawn Battleaxe...”
Perkenalan masing-masing party dimulai. Rank B Dawn Battleaxe merupakan pasukan tempur utama. Pemimpinya membawa kapak. Meskipun terlihat seperti warrior dwarf perempuan, di sana juga ada seseorang yang memakai jubah hitam bertudung yang memberi kesan seperti seorang mage kecil. Rank C Alipour dipimpin oleh gorila dan party yang bernama Hellvaughn sepertinya terdiri dari para pemanah. Party terakhir adalah Wings of Twilight yang tertugas sebagai pengintai. Namun mereka terlihat sangat serius dan juga tidak ada respon khusus dari orang-orang di sekitar. Perkenalan berlanjut seperti biasa. Hell-blabla dan Strong Sword, bahkan ada yang dipanggil Fresh Blood, kurasa hanya aku yang normal.
“Yang terakhir, hei, sini.”
Kenapa aku dipanggil ke depan, instruktur? Aku dibawa ke depan. Perhatian tertuju kepadaku.
“Kali ini, Masaru yang bertugas membawa persediaan. Perkenalkan dirimu.”
“Errmm, saya Masaru, rank E dan bertugas membawa barang, pemburu kelinci liar.”
Tiba-tiba mereka semua tertawa. Cukup nekat, tapi setidaknya bisa diterima dengan baik. Di situasi seperti ini lebih baik untuk jujur daripada dianggap aneh nantinya.
“Aku terampil menggunakan Fire Magic dan Healing Magic, dan bisa mengeluarkan air dengan Water Magic.”
Perkenalan selesai, sekarang masuk sesi tanya-jawab.
“Sudah sampai mana persiapan persediaanya?”
Ditunjuk oleh instruktur, aku mengeluarkan semua persediaan. 10 kotak makanan dan 5 tong air minum. Beberapa orang membuka kotak dan memeriksa isinya.
“Persediaan yang disiapkan cukup untuk lima hari. Selain itu, karena masih ada ruang tersisa di item box, kami juga telah mempersiapkan pavilyun, dll. Yang mau membahas hal-hal terkait pengangkutan barang lain, bisa datang ke sini.”
Pavilyun maksudnya tenda? Aku menyimpan semua barang yang ditumpukkan di pojok ruangan. Pimpinan-pimpinan party datang untuk berdiskusi denganku. Walaupun dalam hati ogah-ogahan, aku berjanji untuk mengangkut barang-barang hasil ekspedisi. Aku mendapatkan bagian 10% dari hasil tersebut. Kami membahas akan mengutamakan barang dari siapa, sampai aku tidak bisa membawa lagi.
Aku bertanya apa yang akan mereka lakukan setelah aku tidak mampu menampung lagi, mereka bilang mereka akan memilih yang lebih berharga dan sisanya dipikul sendiri. Sejauh yang kutahu, setiap orang memiliki satu item bag, namun kapasitasnya sangat terbatas dan mereka tidak punya ruang tersisa, sehingga di sini aku berperan seperti kereta kuda atau gerobak. Karena ini perjalanan ke hutan, kami melakukan perjalanan dengan jalan kaki. Sepertinya mereka juga membawa gerobak sederhana, tapi itu bukan sesuatu yang bisa diandalkan.
Aku bergabung dengan party Alipour. Si gorila bisa diandalkan dan aku bisa mengobrol dengan Kreuk dan Silver. Kalau mereka tidak ada di sini, aku bakal kesepian!
Keluar dari guild, kereta kuda telah disiapkan. Tampaknya kami akan dibawa sampai jalan utama menggunakan kereta dan dari sana kami berjalan ke hutan. Kami berangkat dengan 3 kereta terpisah. Saat berbicara dengan Kreuk, tampaknya mereka tahu ini pertama kalinya aku masuk ke dalam hutan dan memutuskan bahwa si gorila yang akan melatihku. Mereka bercerita macam-macam. Bagaimana otot saja tidak cukup dan berbagai pengetahuan mengenai pertarungan. Tidak ada pilihan lain untuk selain mendengar dan mengiyakan mereka.
Mereka bahkan mulai membandingkan senjata dan armor. Mereka mengambil darksteel broadsword dari punggungku, “Oh, ini pedang yang bagus kan? Kau bisa memakainya?” “Tidak tidak, penting untuk terbiasa dengan senjata bagus usia dini...” “Seorang ahli memilihkan senjata untuknya. Karena dia harus bertarung...” dan sebagainya ditambahkan oleh yang lain.
Seperti yang diharapkan dari barang mahal, tampaknya broadsword ini kualitasnya memang bagus. Semuanya menilai dengan tinggi. Aku juga diperlihatkan pedang besarnya si gorila. Pedangnya sekitar 150 cm. Berat. Tampaknya aku tidak akan bisa menggenggamnya dengan kekuatanku saat ini. Akhir-akhir ini aku mulai sedikit PD dengan keahlian berpedangku, namun yang jadi masalah adalah tubuhku. Tak peduli seberapa keras aku berusaha, staminaku tidak meningkat juga.
Dua jam kemudian kami sampai di tujuan. Kami turun dari kereta dan kami bisa melihat hutan di dekat kami. Aku merenggangkan tubuhku dan segera berangkat. Wings of Twilight bertugas untuk mengintai berada di depan sedangkan Dawn Battleaxe, Alipour dan Hellvaughn mengikutinya. Semuanya berhenti mengobrol dan memasang wajah serius. Sesampainya di hutan, terlihat sebuah jalan sempit dan kami mengikuti jalan tersebut. Aku menempel di dekat si gorila dan berjalan dengan gelisah sambil melihat sekeliling. Menggunakan Presence Detection, hanya ada reaksi dari hewan-hewan kecil. Aku dengar di sini berbahaya, namun aku jadi sedikit kecewa.
Tiba-tiba Lazard berhenti dan mengambil pedang dari punggungnya. Seakan memanggil sesuatu, dia mengisyarakatkan dengan tangannya. Segera Dawn Battleaxe yang ada di barisan depan mulai bergerak dan rombongan lanjut berjalan.
“Apa yang terjadi?” Aku bertanya setelah kami mulai berjalan lagi.
“Tampaknya ada pertempuran di depan. Dan itu selesai dengan sangat cepat.”
Segera setelah maju ke depan, aku mengerti apa yang terjadi. Seseorang dari Wings of Twilight sedang menunggu dengan hasil buruannya. Seekor laba-laba besar. Dengan kaki yang direntangkan, laba-laba itu hampir setinggiku. Aku menyimpannya ke dalam item bag dan laki-laki Twilight itu segera berlari ke depan.
“Yang tadi itu adalah laba-laba besar. Dia tidak kuat, tapi dia cukup berbahaya jika menyerang secara tiba-tiba. Kalau tubuhmu kena gigitannya, kau akan lumpuh sesaat dan kau akan dililit dengan jaringnya, kemudian menjadi makanannya. Itu cara mati yang buruk.”
Tentu saja itu mengerikan.
“Jaring laba-laba merupakan bahan mentah bernilai tinggi dan rasa kakinya juga tidak buruk.”
Faktanya adalah orang-orang di sini bisa makan serangga tanpa ragu-ragu. Aku melihatnya berkali-kali dimasak di kota. Katanya serangga enak jika dimakan, tapi meskipun itu makanan, aku selalu menghindarinya sebisa mungkin.
Sekarang, rombongan berhenti lagi. Kali ini Dawn Battleaxe yang maju, sedangkan Lazard tetap tinggal. Aku bertanya mengenai itu,
“Tampaknya yang muncul kali ini agak kuat. Apa? Tak perlu khawatir, serahkan saja kepada Dawn Battleaxe.” Itu jawabannya.
Maju ke depan, kali ini mayat humanoid yang menunggu. Lebih besar dari orc dan berwarna merah. Makhluk Itu tidak bertanduk, tampak seperti ogre merah. Satu kakinya putus. Tubuhnya penuh luka. Aku menyimpannya ke dalam item bag.
“Itu troll. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin masih usia remaja. Namun mereka sangat kuat. Lebih baik jika kau tidak mendekati mereka. Tampaknya yang barusan itu bisa dikalahkan setelah kakinya putus.”
Masih remaja tapi tingginya 2 meter?
Kejadian seperti itu terjadi beberapa kali. Dan setiap itu terjadi aku menyimpannya ke dalam item bag. 8 orc, seekor beruang, seekor biawak. Goblin ditinggalkan begitu saja. Kami istirahat singkat 2 kali. Dan akhirnya tiba waktu makan siang.
Di tempat terbuka, roti, daging kering dan buah-buahan dibagikan. Air minum juga dikeluarkan dan orang-orang mengisi persediaan airnya.
“Dari sini perjalanan akan semakin sulit. Pastikan untuk beristirahat dengan efektif.”
“Jika tidak ada sesuatu seperti pertarungan, tentunya akan benar-benar membosankan bukan?”
“Bukankah lebih baik jika ada tidak bahaya dan aman-aman saja sampai akhir?”
“Semua hasil buruan, jika party yang di depan mengambil semuanya, bukankah bayaran akan menurun?”
“Ah, ada kesepakatan. Party yang mengalahkannya akan mendapatkan 60%. Kau mendapatkan 10% dan party lain masing-masing mendapatkan 10%. Jarang-jarang ada yang mendapatkan upah hanya dengan berjalan saja, kau tahu?”
Lebih dari uang, yang kuinginkan adalah experience point. Apa ada cara untuk dapat tempat di depan?
Sore ini rasanya juga sama. Buruannya kebanyakan orc, ada juga 4 serigala dan 1 harpy. Ulat hijau raksasa yang disebut Crawler juga berhasil dikalahkan, tapi aku takut dengan apa yang akan mereka lakukan dengan ulat itu, jadi aku tidak bertanya. BTW, serigala dan harpy sepertinya bisa dijadikan makanan juga. Seperti yang kuduga, aku tidak berani untuk makan ulat.
Di penghujung sore, kami tiba di daerah perkemahan. Pavilyun (tenda) dikeluarkan dan kemah dibangun. Telah diputuskan bahwa orc yang disiapkan menjadi makan malam. Orc yang masih segar disiapkan dengan terampil dan kondisinya tampak masih ada bekas darah, tapi aroma dari daging panggangnya sangat menggoda dan dengan senang hati aku memakannya.
Aku akhirnya tidur di tenda yang sama dengan Kreuk dan Silver dan pembahasan tentang ‘siapa yang kau suka?’ dimulai. Apa ini darmawisata SMA?! Silver yang pendiam mengungkapkan apa dia pikirkan tentang warrior perempuan Leeds dari party yang sama.
“Tapi Leeds, dia suka Lazard.”
Kreuk tidak berbelas kasihan sedikitpun kepadanya. Silver jadi sedih. Sekarang giliran Kreuk yang berbicara. Tampaknya dia tertarik dengan gadis yang ikut pelatihan pemula bersama kami, meskipun akhirnya gadis itu pergi jauh. Dia bilang akhir-akhir ini dia menemukan cinta yang baru, yaitu pelayan dengan senyuman yang manis di tempat makan yang sering didatanginya. (TL: kayaknya Masaru tau siapa orangnya :v)
“Gadis dengan rambut kuncir? Tapi dia terlihat akrab dengan kokinya.”
Kali ini Silver membalas. Kalian ini teman bukan sih? Yah karena aku menganggap mereka sebagai teman, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya.
“Bagaimana denganmu?”
“Ya, giliranmu sekarang.”
Umm. Aku bisa berbicara sepanjang malam jika itu tentang 2D, tapi sekarang?
Jika berbicara tentang gadis-gadis yang kukenal, hanya terbatas pada Tilika-chan dan Angela-chan. Bagaimana hubunganku dengan Angela? Pastinya aku berpikir kalau dia cantik, tapi kupikir itu bukan cinta.
“Seorang sister di kuil...”
Bagaimana kecantikannya. Bagaimana kelembutannya bersama anak-anak dan mengajariku. Tentu saja aku tidak memberitahu mereka tentang ditusuk dengan pisau.
“Kau harus menembaknya.”
“Ya ya.”
“Hei kalian, Dengar, aku baru sebentar dekat dengannya, hanya sebatas dia tersenyum kepadaku, kalau aku menembaknya, sesuatu yang buruk mungkin tidak dapat dihindari. Ini sudah keluar dari jalur karena aku adalahnya muridnya. Dia tersenyum karena aku selalu membawa hadiah. Dia mungkin tidak terlalu memikirkanku. Setelah sebulan dia mungkin akan melupakanku. Misal aku menembaknya. ‘Aku bukannya tidak suka dengan Masaru, tapi itu...’ atau ‘Aku suka Masaru, tapi kita berteman saja oke?’ dia akan menjawab seperti itu, aku yakin 100%. Aku tidak ragu sama sekali. Dan entah bagaimana hubungan kami akan menjadi canggung dan mustahil untuk tetap berteman!”
“I-iya ngerti ngerti.”
Trauma masa-masa sekolahku dulu bangkit kembali. Setelah itu aku mulai terjebak dalam dunia 2D.
“Ketika aku masih di kampung.” Keruk tiba-tiba berbicara. Apa? kau akan mengganti topik. Itu pilihan yang bijaksana.
“Ada tetanggaku, orang tua yang sudah pensiun menjadi adventurer dan kembali ke kampung halaman. Dia kembali dengan membawa istri.”
Oh ya. Lalu?
“Kau tahu, istrinya cantik dan jauh lebih muda dari orang tua itu, kehidupan rumah tangga mereka juga baik dan mereka sangat sangat gembira setelah memiliki anak. Aku tahu kemudian bahwa istrinya itu dulunya seorang budak. Orang tua itu menebusnya dengan semua uang yang dia peroleh selama menjadi adventurer.”
“Apa ada hal seperti itu?”
“Dan Kreuk tinggal di sebelahnya?”
“Itu tidak biasa di kampungku, tapi itu biasa di tempat lain. Lihat, karena menjadi adventurer bertahun-tahun, gadis-gadis yang kau kenal semuanya telah menikah, kau menjadi tua, hanya mengumpulkan luka dan mungkin kau  tidak bisa menikah.”
Aku dan Silver terhanyut dalam ceritanya.
“Karena itu, aku pergi untuk melihat... pedagang budak.”
“Kapan kau melakukannya?”
Silver sangat terkejut. Si Kreuk, apa dia pergi diam-diam? Kami mendengar laporan lengkap dari Kreuk dengan penuh perhatian.
“Dari yang kulihat, harganya sekitar 40 sampai 50 ribu Gold. Itu bukan jumlah yang bisa kau kumpulkan meski kau bekerja keras.”
Aku membuka menu.
“Aku punya sekitar 30 ribu.” Tepatnya 31979 Gold.
Sialan, kalau aku tidak menyia-nyiakan 10000 Gold untuk senjata dan amor!
“Apa?”
“Bagaimana kau bisa punya sebanyak itu?”
“Tunggu dulu teman-teman! Untuk mendapatkan gadis yang kau suka seperti itu, tidak baik jika kau membelinya seperti itu, seolah-olah dia seperti suatu benda.”
“Hmm...”
“Kau benar, tapi...”
“Tapi jika kau membeli rumah yang besar, tidak, kau juga bisa menyewanya. Akan sulit untuk membersihkannya sendirian. Kau perlu pembantu kan? Membeli seorang budak adalah salah satu pilihannya. Tidak, aku benar-benar tidak punya niat mesum. Aku tidak akan menyentuhnya. Tapi, kami akan tinggal dibawah atap yang sama. Mungkin tiba-tiba kami bisa saling jatuh cinta. Yup, kalau sudah seperti itu, mau gimana lagi.”
“Ya ya.”
“Tuan-tuan! Aku akan menyewa rumah yang besar setelah kembali nanti. Pasti!”
“Ap-apa?”
“Kisama, kau mau mengkhianati kami?!!!”
Instruktur marah mendengar kebisingan ini.
“Kisama-ra, kita akan mulai pagi-pagi buta besok. Tidur sekarang.”

No comments:

DMCA.com Protection Status