Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 2 Bahasa Indonesia

February 02, 2017 Pipo Narwastu


Translator: Kiryuu Ichiko
Editor: CTian & Ise-kun

Chapter 2: Pemukiman Dunia Lain Ini Mirip Gaya Eropa

Haruskahku pergi? Atau nggak? Itu masalahnya

Aku bergumam sembari berdiri di depan cermin ini. Walaupun tahu kalau benda ini terhubung dengan tempat lain, aku tak perlu memaksakan diri untuk pergi. Tak ada jaminan bisa kembali dan jika cerminnya rusak karena sesuatu, bisa dipastikan itulah akhirku. Dan juga, aku tak bisa bolak balik antar dua tempat lagi.

…Tapi, kalau kubeli cermin ini tanpa melakukan apapun…

Jika aku tak memeriksa kemana cerminnya terhubung, maka aku tidak bisa menjualnya. Haruskah kujual ke pembeli yang potensial dengan memberi tahu mereka hal ini?

“Super langka! Cermin ajaib yang terhubung ke suatu tempat! dijual dengan harga 100,000,000 yen secepatnya!”

Aku tak yakin akan ada yang membelinya, aku tak yakin orang akan menanggapiku serius. Tak peduli bagaimanapun kelihatannya, cermin ini hanya seperti benda biasa yang dipajang.

Jadi, kuputuskan untuk menjelajahi dunia di dalam cermin ini.

Cermin ini terhubung dengan ruangan misterius yang terbuat dari batu. Dimana pintu kayulah yang menuntun menuju dunia luar yang harus kulihat. Setelah berpikir panjang, ada baiknya jika kutelusuri tidak terlalu jauh dulu. Jadi segera kusiapkan segala sesuatu sebelum melanjutkannya.

Kugunakan sepatu boots dari rumah dan mulai masuk dunia lain ini dengan senter yang kugenggam. Aku tak merasakan apapun saat melewatinya, ini aneh. Bagaimanapun juga ini adalah waktunya menyelidiki. Menurutku, berapa kalipun seseorang mencoba melewatinya, dia takkan mengerti apapun.

Aku melepaskan baut yang ada di sekitar pintu itu dan membukanya pelan-pelan untuk memeriksa sekeliling. Aku berpikir ruangan ini adalah gudang bawah tanah. Di sisi lain pintu ada tangga yang terbuat dari batu yang menuju ke atap suatu tempat. Cahaya senterku menembus melewati celah-celahnya, memberikan pencahayaan yang samar-samar ke atas. Sejujurnya jantungku berdetak sangat kencang. Bagaimanapun, aku hanya harus pergi dari sini. Tapi, aku masih cukup takut

Akhirnya aku pun menuju ke atas, dan mengetahui bahwa aku sedang berada di sebuah ruangan bergaya Eropa di dalam rumah yang terlihat berantakan. Cahayapun menembus melewati kaca, serta menyinari ruangan ini.

Besar tempat ini sekitar 3LDK* mungkin. Sebuah rumah yang sedikit terlihat modern. Seluruh permukann rumah ini dibuat dengan batu yang terlihat sedikit kasar. Meja besar yang terbuat dari pohon ek serta lemari yang terbuat dari kayu mahoni yang ada disini seperti bekas tempat tinggal.

(TLN: 3LDK:Bangunan yang hanya punya 3 ruangan yaitu ruang tengah,dapur,dan ruang makan)

Apakah tempat ini ada di Perancis atau Inggris………..? Untuk itu, kucari barang apa saja yang ada di sekitar sini. Di sini ada meja dan kursi tapi aku tak menemukan selainnya. Aku berpikir kalau semua barang sudah dipindahkan kecuali barang yang besar? Meski begitu jikalau aku dapat membawa barang-barang ini, akan kujual di lelang online…….

Lemari dan mejanya memang barang yang bagus, jadi aku bisa mendapatkan uang jika aku bisa menjualnya namun aku tak yakin kalau menjual barang orang lain tanpa izin itu ide yang bagus.

Sepertinya cermin ini terhubung dengan negara lain.

Aku mencoba untuk keluar. Agak memalukan memang, tapi aku berharap agar cerminnya terhubung ke sebuah dunia fantasi. Meskipun cerminnya juga sebuah fantasi bagiku.

Keadaan di luar rumah ini terlihat tak terurus. Rumput dimana-mana dan sulit dibersihkan. Bukankah ini pohon? Pohon-pohon itu membuatku merasa kalau rumah ini berada di dalam hutan. Jika ini adalah rumah ala Jepang, mestinya rumah ini sudah rubuh lama sekali.

Walaupun demikian, rumah ini tak terlihat seperti benar-benar dibuat di tengah hutan seperti ini, karena ada pohon pohon besar di sekelilingnya. Entah mengapa rasanya kepengen menyelidiki jalan sempit yang sepertinya digunakan untuk jalan ini. Setelah berjalan beberapa saat, tibalah aku di sebuah padang rumput.

Tak terlihat tanda-tanda dari apapun. Bisa jadi tempat ini tak pernah disinggahi sebelumnya.
Aku melanjutkan perjalanan tanpa rasa khawatir lagi. Setelah beberapa saat kutemukan sebuah desa di dekat sini.

Dibandingkan dengan rumah tempat cermin itu berada, batu-batu dinding rumah di sini lebih terlihat baru. Aku bersembunyi di balik hutan untuk mengamati penduduk desa yang kujumpai.

Kebanyakan petani di sini seperti pria abad pertengahan. Seperti yang kuduga, ini adalah negara asing……dengan kata lain, aku tiba di suatu tempat di bumi yang tak dikenal dan mereka tak berbicara dengan bahasa yang sama denganku jadi aku benar benar tak tertolong disini.

Jadi, apa yang harus kulakukan?.....

Saat kuputuskan untuk mengakhiri penyeldikanku, seorang wanita yang sepertinya istri dari salah satu petani itu berteriak dari seberang ladang.

“Sayang~ Aku membawakanmu makan siang!”

Salah satu petani berhenti bekerja setelah dipanggil olehnya dan segera beranjak tanpa bertanya.

……..Umu, ini benar benar bahasa Jepang.

Secara teknis, aku merasa aku memahami hal ini dengan bahasa Jepang. Saat percakapan ini masuk ke telingaku, aku tahu kalau ini bahasa asing. Namun entah bagaimana, kata-kata itu langsung diterjemahkan oleh otakku.

これなんて翻訳こんにゃく?
Apakah ini semacam konyaku?

◇◆◆◆◇

Untuk sekarang, aku harus segera kembali ke rumah itu.

Bukti kalau ini dunia fantasi bisa kudapatkan lagi dengan terjemahan otomatis ini. Jika aku sengaja memanggil mereka.

“Hai-hai~! Aku adalah turis dari Jepang, HAHAHA!”

Orang-orang di sini bisa saja memanggil polisi untukku! Aku tak bisa mengelak kemungkinan itu.

Jika ini merupakan negeri barat masa kini, mereka pasti tak akan melakukan hal tersebut, tapi aku harus bersiap untuk kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Setelah kembali, aku berusaha menyelidiki sekitar rumah ini lagi namun tak kudapatkan informasi apapun tentang dunia ini. Ruangan ini mugkin tak bisa kutinggali terlalu jauh tapi apa ini adalah ruang tengah? Memang tak terlihat seperti itu karena di sini hanya ada meja serta bunga.

Kucoba untuk mencari sebuah buku namun tak dapat. Masalah ini mungkin bisa jelas jika aku bisa menemukan salah satunya.

Di sini terdapat benda-benda lain di ruang lain juga. Lemari kaca, tempat tidur, kursi, meja tulis dan lemari pakaian. Semuanya ini barang yang bagus. Jika aku menjual semuanya, mungkinkah aku mendapatkan 100.000.000 yen? Jika aku menjual semuanya termasuk cerminnya, bisa lebih banyak lagi…………Untuk itu kupikir ini benar benar cerdas.

Meski begitu, tindakan ini bisa dianggap pencurian. Yah, dengan dilihat saja, rumah ini benar-benar rumah yang terbengkalai jadi tindakanku harusnya baik-baik saja. Kita tak perlu terlalu jujur.

Namun, Informasi yang sebenarnya kubutuhkan tak bisa ditemukan.

Barang yang kutemukan di rumah ini hanya kotak di gudang bawah tanah yang berisi baju ala Shakespare dan perabotan ala inggris yang terlihat antik.

Tempat yang belum kuperiksa tinggal pintu belakang dan loteng. Namun, jujur aku menghindari loteng karena di sana berdebu sekali, tapi aku harus tetap ke sana untuk mencari sesuatu yang dapat kugunakan untuk membuka rahasianya.

Ah, aku melihat laba-laba di sini.

Di sini ada seekor laba-laba yang tergantung dari sarangnya yang ada di dinding pintu belakang. Terlihat, laba laba ini……besarnya kira-kira 10 cm dan mempunyai 12 kaki. Jika aku hitung juga kakinya besarnya sekitar 25 cm. Laba laba ini berada di tengah-tengah jaringnya sekarang tapi……laba laba ini besar.

Jika seseorang yang mempunyai phobia terhadap laba-laba melihat ini, dia pasti jatuh pingsan.

Aku dengan ragu mengambil gambar laba-laba itu dengan kamera ponselku dan kembali ke gudang bawah tanah dengan cerminnya jadi aku bisa kembali ke kamarku.

Berdasarkan gambar yang kuambil dari laba laba itu, kubuka google dan mencari informasi tentangnya. Yang kutemukan, laba laba yang bernama latin Theraphosa Blondi ,mempunyai ukuran yang sama namun tak serupa. Laba-laba ini terlihat seperti laba-laba penenun.

Namun, Tak ada laba-laba manapun di dunia ini yang memiliki 12 kaki!

Setelah terdiam beberapa saat, aku membawa kopi dari dapur dan istirahat sejenak. Informasi dari internet memang tak selalu akurat namun, sebuah kemungkinan telah terungkap. Untuk beberapa saat aku memikirkan hal itu, tempat itu bukanlah “suatu tempat di bumi”. Bisa jadi itu adalah bumi masa lalu atau benar benar dunia lain.

Laba-laba yang tak ditemukan di google mungkin spesies yang punah. Namun, masalah penerjemahan otomatis itu sendiri, adalah kemungkinan tertinggi bahwa dunia itu adalah dunia lain. Untuk sekarang, lebih baik untuk memulai sandiwara seolah-olah aku adalah penduduk dunia lain itu.

Namun, bisa jadi ada kemungkinan kalau monster dapat keluar, ataupun sihir, atau juga inkuisisi yang membuatku digantung serta dibakar di tiang pancang.

Bahkan jika aku berjalan biasa saja, itu bisa saja berbahaya kupikir…..

No comments:

DMCA.com Protection Status