Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 4 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 4 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore


Translator: Kiryuu Ichiko
Editor: CTian & Ise-kun

Chapter 4: Rasa RPG Dari Dunia Lain

“Dddoi ddoudo ddoudo ddou”

Ini buruk. Hatiku tak siap untuk ini. Aku mau bilang “Selamat sore” tapi aku terlalu takut.

“Apa yang kau lakukan disini?” [Pemburu]

Pemburu itu bertanya padaku dengan nada curiga

“S-S-Selamat sore” [Ayase]

Akhirnya aku bisa menyapanya

Pemburu ini berumur sekitar 30 tahunan, berambut coklat dan berjenggot lebat. Panah di bahunya dan golok di pinggangnya. Dia mengenakan baju bulu Matagi. Mata coklatnya memandangku tajam,menakutkan.

Kecurigaan itu wajar karena aku membalas pertanyaannya dengan salam….! Aku hanya harus membuat kontak pertamaku dengannya…..! A-Aku hanya harus memutar kata-kataku.

“Ee~etto, bagaimana ya, nggak tau kenapa, bagaimana, dan kapan aku ke sini…..saat sadar aku sudah ada di hutan….aku tak dapat mengingat masa laluku….mungkin saja aku sedang lupa ingatan!” [Ayase]

Aku mencoba memulainya seolah-olah lupa ingatan.

Inilah cara yang kupakai karena tak mendapatkan ide lain. Aku melihat wajah pemburu itu sedikit tercengang, apakah ideku ini berhasil? Tak ada cara lain selain memastikannya.

“Jadi hilang ingatan ya…..sepertinya, kau masih muda……Oi, apa kau ingat namamu?” [Pemburu]

“……Aku mengingat nama dan umurku. Ayase Jirou. 21 tahun” [Ayase]

Saat menjawabnya, dia meletakkan tangannya di dagu seperti sedang memikirkan sesuatu. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu dan bergumam “Um”dengan anggukan.

“Aku mengerti. Aku tak tau mengapa kau kehilangan ingatanmu tapi……mungkin kau baru kabur dari pedalaman. Tak ada pakaian maupun baju semacam itu di sekitar sini…..Tapi kau terlalu rapi untuk orang yang kabur dari polisi militer.

“…….Etto, memangnya apa alasan polisi militer mengejarku?”

Eh? Polisi militer ada di sini….? Jika aku berpikir desa [Konyanyachiwa] itu aman sebelumnya, mungkinkah aku tertangkap?

“Aa, jika kau kabur dari pedalaman kau akan ditangkap oleh polisi militer dan dibawa kembali kembali atau dijadikan budak. Jadi, banyak orang yang kabur memiliki orang yang dapat diajak kerjasama sehingga mereka bisa pergi….. Orang yang kabur tanpa orang yang dikenal sepertimu itu langka. Dan juga, hadiah untuk yang menangkap orang yang kabur ke polisi militer itu 3 koin perak.” [Pemburu]

Pemburu itu menyeringai saat mengatakannya.

Sudah kuduga kalau pergi ke dunia ini mengenakan pakaian ini adalah ide yang tepat, kalau tidak, aku dapat berakhir menjadi budak!!

Jika tau ini akan terjadi, aku pasti akan memakai bajuku yang biasa….Jika pemburu ini membawaku ke polisi militer, aku akan memulai hidup ‘indah’ sebagai budak di dunia lain.

Saat itu ekspresi keputusasaan terlihat di wajahku. Pemburu itu terlihat tertawa menyaksikan reaksiku dan menepuk tangannya berkali-kali

“Hahahaha, aku hanya bercanda. Tapi, hadiah 3 koin perak itu benar adanya akan tetapi membawamu ke polisi militer itu masalah lain. Bertemu denganmu di sini mungkin berkat petunjuk Le Baraka (ル・バラカ)”[Pemburu]

“……Makasih banyak……..Iyahh, itu benar benar buruk untuk mentalku……” [Ayase]

“Jadi, aku akan pulang sekarang untuk membawa buruan ini. Apa yang akan kau lakukan? Jika kau mau ikut, bantu aku membawanya.”[Pemburu]

Seperti yang dia bilang, ia mulai berjalan menjauh dari desa dan membawa buruannya. Apa yang harus kulakukan sekarang cuman satu. Aku bisa mengandalkan pemburu itu dan membantu membawa buruannya.”

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

Rumah pemburu itu sekitar 1 km jauhnya dari desa dan berada di atas bukit. Pada dasarnya tembok rumahnya seperti rumah di desa. Rumah ini dikelilingi oleh sawah kecil dan diselimuti sesuatu yang membahagiakan. Begitulah rumah ini.

Aku merasa takjub karena tak menyangka si pemburu punya minat seperti ini. Karena aku membantu membawa buruannya, aku bisa merasakan indahnya gaya hidup dari rumah ini. Saat kulihat perempuan yang sepertinya istri dari sang pemburu, untuk beberapa saat kurasakan kedamaian di pikiranku, benar-benar hidup yang damai.

Perempuan itu berambut merah dan juga cantik, sepertinya dia lebih muda daripada si pemburu. Walau tak setinggi si pemburu, namun cukup tinggi. Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri pejuang.

Saat si pemburu memotong buruan, istrinya menjelaskan padaku tentang dunia ini.

Pertama, untuk [kabur dari pedalaman], banyak alasan yang bisa didapat.

Sekarang, tempat ini berada di luar daerah Erishe, kota yang berada di wilayah kedua kerajaan Hanouku. Kota ini adalah tempat khusus dalam kerajaan yang terlepas dari Erishe. Di dunia ini hanya ada dua tempat saja yang seperti ini. Terlihat kalau perekonomian dengan kerajaan lain hanya dapat dilakukan di kota itu. Karena itu, mereka suka tinggal di sini daripada di kota lainnya dan dagangannya pun melimpah. Bagaimanapun jika tidak dibatasi, banyak orang yang akan datang memenuhi kota ini dari wilayah lain. Karena itulah pemulangan dan perbudakan pun muncul. Kenyatannya aku berada di tempat yang berbahaya. Pemburu ini…

Namanya adalah Shello Roth. Saat berburu di area ini, dia memiliki tugas untuk memantau dan menyingkirkan monster yang kabur dari hutan. Dia menjelaskan dengan semangat bahwa dia adalah prajurit sebelum menjadi pemburu. Istrinya, Rebecca pun dari grup militer yang sama seperti suaminya. Ini menunjukkan kualitas dunia ini saat dilihat. Tinggi istrinya sekitar 180 cm……..Tinggi si pemburunya pun mendekati 190 cm…..

Tak ada monster di wilayah ini. Biarpun begitu, monster-monster itu tinggal di dalam hutan dan mereka biasanya keluar menuju kesuatu perkumpulan. Itulah mengapa penting untuk tetap menjaga jalan antar hutan dan desa…….itulah detail informasi yang dijelaskan padaku tapi aku sulit memahaminya. Menempati?

“Monster tidak selalu hidup dengan daging dan darah. Seringkali iblis berkumpul di suatu tempat di hutan, dan merekapun muncul. Lalu mereka akan pergi menuju manusia yang memiliki kekuatan sihir yang kuat dan menyerangnya. Tugas kami adalah menghabisi iblis-iblis itu. Yah, tak banyak yang seperti itu jadi kau tak perlu khawatir.” [Rebecca]

“Aa, nggak, bukannya aku khawatir sama itu. Lagipula dimana para monster itu “tinggal”?” [Ayase]

“Mereka biasanya tinggal di dungeon. Tempat tinggal naga biasanya memiliki elemen iblis jadi monster biasanya muncul. Yah, dungeon juga sudah dipagari sehingga monster tak bisa keluar dan tempat tinggal, naga juga jauh dari pemukiman manusia. Hanya beberapa orang saja yang punya kesempatan untuk melihat monster.” [Rebecca]

Dungeon!

Ini tak tergambar dalam dunia RPG biasa. Definisi dari monster sendiri sedikit berbeda dengan perkiraanku dan monster-monster itu tak sering muncul jadi tak perlu takut diserang.

Meskipun saat dipikir-pikir, itu bisa saja binatang iblis atau klan setengah manusia yang dianggap “Binatang buas”, jadi mereka bisa berbahaya jika sedikit dekat dengan tempat manusia hidup?....Terutama jika cerita tentang setengah manusia yang mereka bawakan, iyaaa~ Keperjakaanku dalam bahaya di dunia lain ini... Masalahnya bukan itu!

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

Shello-san pun kembali setelah memotong buruannya kemudian Rebecca ikut membantunya. Saat itu kuputuskan untuk memeriksa ruangan di rumah itu diam-diam agar dapat mengetahui kebiasaan mereka. Kebudayaan di sini tak terlihat modern jadi aku tertarik dengan benda-benda yang mereka miliki.

Sebenarnya, di sini banyak sekali barang-barang yang terbuat dari kayu, piring-piring yang tersusun di tembok terlihat terbuat dari porselen dan alat makannya terbuat dari perak. Yah, walau piring-piringnya yang biasa dgunakan tak semuanya berbahan porselen ada yang keramik. Porselen pastinya bahan berkualitas baik di sini. Tak disangka, alat makannya semuanya terbuat dari perak. Tak mungkin ini stainless steel.

Tungku yang ada di dapur tak menggunakan gas namun menggunakan arang. Sekarang aku akan menyalakan apinya.

Senjata-senjata Shello–san dan juga pedang besar yang biasa digunakannya diletakan di tembok. Seperti yang kuduga, nampaknya aku akan dimarahi jika aku menyentuhnya tanpa permisi jadi aku pun kembali. Kemudian di tembok, kulihat sebuah belati dan terpaku padanya.

Belati itu tak terlihat karena ada di dalam sarungnya. Kayunya diukir dengan sangat indah dengan desain yang geometris. Pangkal pedangnya, tepinya, serta sadelnya terukir indah dengan besi putihnya. Pegangannya pun terlihat terbuat dari bahan yang sama dan berukiran spiral berwarna hitam terlihat indah juga.

Hanya dengan melihanya sekilas aku bisa bilang kalau ini adalah barang yang luar biasa. Walau begitu seluruh bagiannya gelap, namun memberi kesan menenangkan dan sesuatu seperti aura magis keluar, menyempurnakan kesannya.

Bagaimanapun caranya, aku ingin melihat belati itu.

Terlihat kalau Shello-san dan Rebecca-san masih “Bergulat”dengan buruannya jadi sebentar saja, hanya sebentar saja…..aku mengambil belati itu sembari bergumam dan mengeluarkan isinya.

Belati yang mengkilap ini sepertinya terbuat dari besi Damaskus yang didesain 2 pinggir. Terlihat seperti sesuatu seperti lagu yang ditiup pada belatinya.

Un. Ini benar-benar keren.

-Ini buruk. Jujur aku benar-benar menginginkannya.

Sudah lama aku tidak melihat benda yang membuatku mengeluarkan sifat serakahku. Jika aku menaruhnya di lelang, pastinya akan terkenal.

Itu yang ingin kukatakan, jika benda seperti ini biasa di dunia ini, aku bisa mendapatkan benda yang serupa jika semuanya berjalan baik? Belati ini mungkin pedang yang kecil namun juga pedang yang panjang. Hal-hal yang menakjubkan seperti ini ada juga kan?

Ini buruk. Aku tak berencana untuk terbawa dengan dunia lain ini tapi jika ada harta karun seperti itu di sini, aku mulai berpikir kalau tak buruk juga sedikit memaksakan diri. Harapanku dimulai! Jujur, jika ini Jepang, bukankah ini asset budaya yang penting? Uo-! Gimana nih, gimana nih!

Uo~on!

“…Apa kau tertarik dengan itu?”

“~Tsu!” [Ayase]


Aku kaget ketika mendengarnya. Aku terlalu keasyikan sampai tidak menyadari Rebecca-san sudah kembali.

“…Etto, ya, maafkan aku karena menyentuhnya tanpa permisi….aku tak pernah melihat pedang keren semacam ini sebelumnya.[Ayase]

“Fufufu, meskipun lupa ingatan tapi kau masih mengerti hal itu?”[Rebecca]

“……(Acha-)” [Ayase]

Sial, aku gagal! Itulah yang kupikirkan tapi Rebecca-san tak memikirkannya dan melanjutkan perkataanya.

“Benda itu sebenarnya diberikan kepada komandan dari sang Raja saat komandan masih bekerja sebagai prajurit. Setelah beliau meninggal, aku menerimanya sebagai kenang-kenangan. Itu bukan benda yang akan kupakai jadi kubuat sebagai hiasan. Bagus bukan?” [Rebecca]

“Ya….bukannya ingatanku sudah kembali tapi aku tertarik dengan belati ini….mungkin saja pekerjaanku dulu berhubungan dengan hal ini.”

“Kerja? Ngomong-ngomong memang kejuruannya Jirou-kun apa?” [Rebecca]

“……..Kejuruan? Apa itu?” [Ayase]

“Kau menerima berkat kan? Untuk kejuruanmu” [Rebecca]

…………Aku hanya menjadi pengangguran selama 2 tahun………..

Tapi apa maksudnya kejuruan? Pertama, kenapa persoalan pekerjaan bisa muncul? Apakah hawa pengangguranku keluar kemana-mana…..?

“……Maafkan aku, tapi kejuruan? Kau tahu kalau aku kehilangan ingatanku…..dan aku tak mengerti apa maksud kejuruanyang kau katakan itu……..”[Ayase]

“Kejuruan adalah sesuatu yang kau lihat dipikiranmu setelah menerima berkat dan meminta pada Dewa. [Kejuruan, kejuruan, kejuruan...] gitu lho.” [Rebecca]

Penjelasan yang membingungkan……aku tak mengerti apa yang dia katakan.

Lagipula, aku tak menerima sesuatu seperti berkat jadi aku tidak melihat apapun. Jadi kuelak dengan berkata ”Tak mungkin. Aku tak menerima berkat apapun”

“U~n ? Bukankah Jirou-kun itu pedagang? Ada waktunya dimana kau butuh pelatihan untuk kejuruanmu….. Ya, bagaimanapun, besok kau harus mencoba mendapatkan berkatmu sendiri. Karena kau tinggal di Erishe sekarang, kamu butuh kejuruan itu.”[Rebecca]

“Aku benar-benar tak mengerti apa itu kejuruan, bagaimana cara mendapatkannya?”[Ayase]

“[Mendapatkan berkat untuk memperoleh kejuruan]. Dewa agung, Le Baraka akan memberikan berkat. Lalu kau akan mendapat di profesi yang tepat.” [Rebecca]

Mendapatkan berkat untuk memperoleh kejuruan…itu maksudnya. Aku mengerti sekaligus tidak pada saat yang bersamaan. Tapi kalau memang begitu, besok aku akan menetap di sini semalam. Aku datang ke sini tanpa meninggalkan pesan apapun di rumah….

“Bagaimanapun kau bisa tinggal di sini malam ini kan?” [Rebecca]

“Y-Ya! Terima kasih banyak!” [Ayase]

Aku tiba tiba mengingat kembali alur ini dalam sebuah RPG [Seperti kamu harus tinggal disini semalam] jadi aku menerimanya dengan nekat.

No comments:

DMCA.com Protection Status