Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 8 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 8 Bahasa Indonesia

February 11, 2017 Exicore

Translator: reisen
Editor: Kirz

Regular chapter adalah tiap hari Senin
Kuota chapter bonus: 0 ($0,00014/$1)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qsCPDm
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru  

Chapter 8: Ayo Belajar Sihir!

Kerajaan Largofiely.
Terletak di bagian paling utara benua Zoisalight, merupakan salah satu bangsa terbesar di dunia ini. Di sini terdapat pegunungan es yang sangat besar, dimana banyak spirit es berkumpul berdasarkan fase bulan—terutama di saat puncak musim dingin.
Di dunia ini, pergantian musim dipengaruhi oleh kemauan para spirit. Ketika spirit api yang berpengaruh kuat, terjadilah musim panas. Ketika spirit tanah yang kuat, waktunya panen; terjadi musim gugur. Ketika waktunya kenaikan spirit air sudah dekat, musim semi datang.




**




Dan ketika hari-hari itu telah berlalu, giliran para roh es lah yang menguasai musim. Selain itu, mereka muncul saat sore menjelang malam (saat matahari terbenam / bulan mulai terlihat) dan saat fajar tiba (matahari terbit / bulan mulai hilang). Meskipun roh airlah yang memiliki pengaruh selama musim gugur panen raya yang melimpah, saat musim dingin tiba, malam datang lebih cepat dan periode ini memakan waktu setengah tahun. Namun selama ini jarang sekali seseorang sampai meninggal karena kelaparan, karena mereka telah memasok begitu banyak makanan, yang diperolehnya saat musim panen melimpah, musim gugur.
Selain itu, karena banyaknya salju yang turun setiap tahunnya, persediaan pasokan air disini juga cukup banyak, beberapa diantaranya digunakan untuk menyeduh berbagai macam tipe alcohol. Sebenarnya, alkohol di kerajaan Largofiely merupakan alkohol paling terenak di benua Zoysalight.
Negara ini juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya ksatria-ksatria kuat dan berbagai seni militer. Para prajurit dan ksatria harus melewati pelatihan hidup keras karena ini.



**



──Giuseppe dan Calcedonia kini tengah mengajari Tatsumi tentang kepercayaan orang-orang di negeri ini. Namun, apa yang paling diminati oleh Tatsumi adalah hal-hal yang berbau sihir. Ia berpikir begitu saat dirinya dipanggil kesini, dan orang-orang yang dapat menggunakan sihir biasanya akan dipanggil sebagai penyihir.
Bukan hanya Calcedonia, tapi Giuseppe juga penyihir.
"Tidak banyak orang bisa menggunakan sihir disini, dan jumlah orang yang memiliki kemampuan ini biasanya satu dari seratus, dengan kata lain, satu atau dua orang"
Ada beberapa tipe sihir yang para penyihir akan kuasai. Jumlahnya terdiri dari enam tipe dasar, yang mana disebut 'Atribut'.
Atribut tersebut adalah <Light>, <Darkness>, <Earth>, <Water>, <Fire>, dan <Wind>. Dari sini, tipe-tipe itu dipecah menjadi beberapa sub bagian lagi, tidak diketahui pasti berapa banyak jumlah sub bagian dari masing-masing tipe itu.
“Aku memiliki kedekatan dengan <Holy>, <Flames>, <Sea>, <Tree>, dan <Thunder>, dan kakek memiliki <Holy> dan <Sea>.”
“Eh? Lima? Wow Itu sangat menakjubkan.”
“Yap, gadis kecil Calsey ini memang orang yang jenius. Kebanyakan penyihir hanya punya kedekatan dengan 1 atau 2 atribut. Aku, kakeknya termasuk kategori spesial karena punya 2 kedekatan. Dulu cuma ada 1 atau 2 orang saja yang memiliki kedekatan sebanyak itu.”
Omong-omong, <Holy> merupakan tingkat lanjutan dari jenis <Light>, <Flames> dari <Fire>, <Tree> dari <Earth>, <Sea> dari <Water>, dan <Lightning> dari <Wind>.
"Untuk mengaktifkan suatu sihir, kamu harus mengucapkan suatu mantra. Karena, tanpa adanya mantra, sihir tidak akan bisa tercipta mau sehebat apapun penyihirnya"
Bagi para penyihir yang dihukum karena berbuat kriminal, mulut mereka akan disumpel dengan penutup mulut untuk mencegah mereka mengucapkan mantra sihir. Jadi dengan begini, mereka tidak akan bisa mengaktifkan sihir untuk memberontak atau sejenisnya. 

Saat seseorang melakukan sihir, mereka akan menggunakan magical energy yang berada dalam tubuh mereka. Oleh karena itu, mereka harus tau berapa banyak energi yang akan Ia habiskan ketika mereka mengaktifkan suatu sihir. Lafalan mantra yang benar dan jumlah energi yang diperlukan merupakan dua hal yang paling penting dalam melakukan suatu sihir.
“J-Jadi? Apa ada kemungkinan aku bisa punya kedekatan atribut?”
Tanpa menyembunyikan rasa kegembiraannya, Tatsumi menanyakan ini pada Calcedonia dan Giuseppe.
Mungkin, seperti di novel-novel fantasi, Tatsumi memiliki bakat sebagai penyihir yang datang dari dunia lain. Atau dia menjadi sangat kuat karena telah dipindahkan ke dunia lain. Jika di dunia ini ada yang namanya sihir, maka Ia ingin memiliki kesempatan untuk bisa menguasainya. Namun disaat Tatsumi menanyakan ini dengan penuh harapan, wajah Calcedonia dan Giuseppe tidak terlihat yakin dengan ini.
"A-Ano... susah untuk bilangnya, tapi... master.. emm.. a.."
"Sulit sebenarnya untuk mengatakan ini padamu.. tapi sayangnya menantu, tidak bisa menggunakan sihir. Karena..... kami tidak mendeteksi adanya energi sihir didalam tubuhmu"
Dapat dibilang kalau kebanyakan makhluk di dunia ini memiliki sejumlah energi sihir di badannya, bahkan serangga terkecil pun. Tapi tetap, hanya beberapa yang bisa menjadi penyihir disini. Karena untuk mengaktifkan suatu sihir, diperlukan energi sihir yang tidak sedikit, sesuai yang telah ditentukan.
Tapi Tatsumi, yang berasal dari dunia lain, sepertinya────tidak terdapat sedikit pun energi sihir di badannya. Karena Tatsumi berasal dari dunia yang tidak mengenal sihir sama sekali, tidak aneh jika ia tidak memilikinya.
Beberapa penyihir di dunia ini, yang levelnya setingkat seperti Calcedonia dan Giuseppe, memiliki kemampuan untuk merasakan energi sihir dari orang lain.
Dan mereka tidak merasakan adanya energi sihir di tubuh Tatsumi, dari saat Ia baru datang hingga sekarang. Itu artinya──Tanpa adanya energi sihir, Ia tak akan bisa mengaktifkan sihir bagaimanapun juga.
Kenyataan ini membuat Tatsumi depresi.
"Jangan sedih begitu, Menantu-ku, sebagai manusia yang telah dipanggil ke dunia ini, meskipun kamu tidak memiliki energi sihir yang cukup untuk mengaktifkan sihir yang bahkan sangat sederhana sekalipun, setidaknya kamu masih memiliki sedikit energi sihir"
“Be-benar, master! Master masih punya jumlah energi yang cukup untuk tinggal di dunia ini. Ketika master pertama kali datang aku memindahkan sedikit ke tubuhmu.”
Kedua orang itu mencoba menghibur Tatsumi dengan mengucapkan ini. Namun Tatsumi masih shock setelah mengetahui bahwa dirinya tidak akan bisa menggunakan sihir.
"......Pengucapan mantra diperlukan untuk mengaktifkan sihir ini. Jadi, kami menyebut sihir yang kami aktifkan ini, [Aria Magic]"
Untuk membangkitkan kembali semangat Tatsumi, Calcedonia mencoba untuk mengubah arah topik pembicaraan, dengan membicarakan tentang sihir yang di aktifkannya.
"Awalnya, sihir ini hanyalah sihir yang memiliki mantra, sama seperti yang lainnya. Tapi sejak.... 10 tahun yang lalu, muncul seseorang dengan sihir barunya. Jadi, agar dapat membedakan sihir ini dengan sihir-nya, kami akhirnya memberikan nama [Aria Magic] pada sihir ini" 
“Sihir baru…?”
"Sihir yang memanggil bantuan roh, dan sihir itu dipanggil [Spirit Magic] untuk membedakannya dengan sihir [Aria Magic] yang lebih tradisional. Seorang wanita yang berasal dari negeri asing lah yang menyebarkan tentang sihir ini"
"Serius? Jangan-jangan wanita itu sama sepertiku... datang dari dunia lain. mungkin saja kan?"
"Yah, sampai saat ini, aku tidak tahu. Aku belum pernah bertemu dengan wanita itu sampai saat ini. Tapi dari rumor yang beredar, katanya wanita itu wanita yang sangat cantik. Kalau benar begitu, Aku ingin bertemu dengannya sekali dalam hidupku"
Lalu, seperti biasa, Giuseppe mulai tertawa.”Ho, ho, ho.”



***



"Yahh, sepertinya kita sudah bicara lumayan lama juga"
Giuseppe memotong pembiacaraan dan menengok keluar lewat jendela, dan melihat langit mulai berwarna merah gelap.
“Kurasa sudah seharusnya aku mulai pembicaraan tentang dimana kalian berdua akan tinggal, menantu-ku, apa kamu sudah membuat keputusan?”
“Master, kita bisa mencari rumah kosong dari agen perumahan disini, Kita bisa melihatnya sama-sama nanti”
"Oh begitukah? Tapi untuk saat ini, kupikir lebih baik Menantu-ku tinggal disini saja dulu. Tempat ini adalah pusat nya ajaran Savaiv di benua Zoysalight ini. Karena banyaknya jama'ah dan pendeta yang berasal dari berbagai macam bangsa kesini, jadi disini banyak kamar khusus untuk para tamu. Atau mungkin────"
Giuseppe pun menaikkan kedua alisnya dengan tatapan nakal.
"────Menantu ingin tinggal diruangannya Calsey? Aku tidak masalah sih kalau memang menantu-ku menginginkannya"
"E-Emangnya tidak masalah!? Tinggal di kamar khusus para tamu aku tak masalah kok! Jadi, biarkan aku tinggal di kamar untuk para tamu saja!"
Disaat wajahnya menjadi begitu memerah, Tatsumi meminta untuk diberikan kamar khusus para tamu saja. Namun Calcedonia yang melihatnya, menjadi kecewa karena permintaannya ini.
"Ho ho ho, aku itu cuma bercanda saja, nak. Kamar Calcedonia itu terletak di asrama para pendeta wanita. Jadi meskipun aku menyarankannya, tetap tidak mungkin kan Menantu bisa diam disana, ho ho?"
Terlepas dari jenis kelamin, para penghuni yang tinggal di asrama itu kebanyakan belum menikah.
Tapi sesungguhnya karena dewa yang mereka sembah, Savaiv, merupakan dewa pelindung pernikahan, diharapkan untuk para pendeta di kuil itu untuk segera menikah.
Meskipun ada beberapa pendeta yang masih bujangan disini, tapi sebagian besar dari pendeta disini sudah memiliki keluarga. Dan bagi pendeta yang sudah memiliki keluarga, mereka akan meninggalkan tempat ini dan pergi mencari rumah di kota. Jadi itu artinya, jika ada pendeta yang pergi meninggalkan tempat ini, pindah ke kota, itu tandanya si pendeta yang bersangkutan akan segera menikah. Sesungguhnya setelah menikah, ada beberapa hal yang dikhawatirkan oleh mereka, seperti contohnya memiliki anak. Tapi karena dewa yang mereka sembah Savaiv adalah dewa yang melindungi para anak-anak, mereka harus menghilangkan rasa takut mereka untuk memiliki anak.
Dan karena ini, sangat tidak masuk akal atau luar biasa kalau Tatsumi dan Calcedonia sampai pergi meninggalkan tempat ini, mencari rumah dan tinggal bersama. Hal ini hanya akan membawa kerumitan masalah, bagi seseorang yang menyandang status sebagai << Holy Maiden >> (EDN: Gadis Perawan Suci). Dan Tatsumi sesungguhnya tidak tahu tentang ini.


***


Keesokan harinya. Berdasarkan perasaan waktunya Tatsumi kalau sekarang ini baru lewat tengah hari sedikit. Calcedonia, yang setelah menyelesaikan kewajibannya jalan-jalan di area Levantes bersama Tatsumi.
Mereka berdua menuju tempat dimana rumah diperjual belikan. Tatsumi berpikir kalau tempat yang mereka tuju sekarang adalah tempat tinggalnya agen perumahan yang ada di dunia ini. Dan mereka berdua saat ini terlihat begitu dekat dan begitu bahagia, berjalan disekitar kota.
Calcedonia saat ini sedang terlihat begitu gembiranya menunjuk kearah sana dan sini, menjelaskan tentang kota kepada Tatsumi. Sementara Tatsumi, terlihat sangat memprihatinkan. Dengan wajahnya yang memerah, Ia menatap kesana dan kesini, seakan-akan bingung harus melakukan apa. Karena saat ini────dua gundukkan lunak milik Calcedonia tengah menempel di tangan kanannya, dan tentunya lengannya itu tidak dapat bergerak kemana-mana.
Pakaian dalam untuk wanita sepertinya ada juga di dunia ini, tapi tidak mirip seperti 'bra' di dunia Tatsumi. Pakaian dalam di dunia ini hanyalah kain lembut panjang, yang melingkar di sekeliling badan. Karena itu pakaian dalam disini tidak memiliki kekuatan perlindungan seperti 'bra' pada umumnya. Jadi sensasi kelembutan dari sepasang bukit didalamnya, dapat dirasakan dari luar. Rasa ini memenuhi tangan kanan Tatsumi kali ini.
Dan Tatsumi, dengan mati-matian berusaha untuk mengabaikan sensasi yang dirasakan tangan kanannya itu.
"Ada apa, Master-ku?"
Calcedonia mulai sadar akan keanehan kelakuan Tatsumi.
"T-Tidak, cuma..... Aku tidak biasa jalan sambil tanganku digandeng perempuan seperti ini. Terutama dengan perempuan yang sangat cantik"
Berjalan bersama perempuan yang seumuran dengannya memang adalah pertama kalinya bagi Tatsumi, tapi ini bukanlah alasan mengapa Ia menjadi gelisah sekarang. Tapi meskipun begitu, Ia tidak mungkin juga bisa mengatakan 'Yah soalnya dadamu ditekan ke lenganku' secara langsung pada Calcedona. Dan Ia juga tidak mungkin bisa bilang kalau apa yang Ia rasakan saat ini sangat luar biasa enaknya.
Calcedonia, yang tidak tahu sebab kegelisahan Tatsumi, wajah cantiknya bercahaya dan tertawa.
"Kenapa kamu berpikiran begitu? Dulu kan, Master dan Aku sudah sering jalan-jalan juga, ya kan?"
"T-Tidak lah, waktu itu kan, kamu masih sekecil Chiiko!! Dan waktu itu tanganku tidak di peluk kaya gini, dan dirimu waktu itu duduk di bahuku"
Sambil mengobrol, mereka berdua menikmati jalan-jalan.
Meskipun orang-orang dengan aneh melihati mereka, Tatsumi, yang sibuk berbicara dengan Calcedonia dan merasakan sensasi lembut ditangannya, tidak menyadari kalau mereka berdua telah menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya. Selama dijalan, mata semua orang tertuju pada pasangan yang kali ini terlihat sangat dekat, berjalan bersama itu.
Siapapun di Levantes ini tidak ada yang tidak mengenal gadis berstatus <<Holy Maiden>> dari kuil Savaiv ini. Mereka semua sudah sangat mengenal wajahnya.
Namun, yang menyita perhatian penduduk sekarang adalah Calcedonia yang kini terlihat begitu senang sambil menggandeng tangan seorang pemuda, yang seumuran dengannya.  Raut wajah Calcedonia, yang merasa bahagia membuat para warga melotot kebingungan. Kebingungan mereka bertambah saat mereka melihat ia berjalan dengan seorang laki-laki muda sebaya.
Pemuda itu terlihat tidak biasa bagi mereka, karena memiliki kulit berwarna kuning, rambut hitam, dan mengenakan pakaian yang belum pernah ada di dunia ini sebelumnya.
Sementara, rambut orang di bangsa ini rata-rata berwarna merah terang sampai coklat muda, bahkan, rambut pirang milik Calcedonia sangat jarang disini.
Dan warna kulit, sebagian besar disini berwarna putih bule. Tatsumi memang akan menarik perhatian disini, meskipun dirinya berjalan sendirian. Dan kini Ia tengah menggandeng seseorang yang sangat terkenal, yang menyandang status sebagai << Holy Maiden >>.
Semua orang di penduduk kota ini terkejut melihat pasangan yang tidak biasa ini.
Dan akhirnya, pasangan itu sampai di tempat tujuan mereka, sebuah tempat dimana agen perumahan di kota ini tinggal.
“Jadi, di sini?”
"Yap. Inilah tempat tinggal dari pedagang yang mengurusi pembelian rumah dan sejenisnya”
Mereka sampai ke sebuah bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu.
Dalam perjalanan mereka kemari, sebagian besar rumah di kota ini dibuat dengan batu, dan kebanyakan dari mereka menggunakan batu berwarna coklat-kemerahan. Dan karena itulah, nuansa di kota ini dipenuhi oleh warna kemerahan. 
Namun bangunan yang kini berada dihadapannya tidak dibuat dengan batu berwarna coklat-kemerahan, tapi bangunan ini dibuat dengan batu galian berwarna putih. Ia sesungguhnya tidak tahu banyak tentang batu, tapi batu-batu itu memberi kesan kalau rumah ini adalah milik dari orang kaya. Kalau Ia meluangkan waktu untuk melihat-lihat sekelilingnya, Ia akan melihat kalau ada juga beberapa dari rumah lainnya yang dibangun menggunakan batu galian putih ini. Tatsumi pun akhirnya mulai bertanya-tanya kenapa Ia bisa berada dilingkungan kelas tinggi seperti ini.
"Tapi ini Rumah besar yang biasa....."
Lagi-lagi, Tatsumi melihat Rumah Besar di depannya sambil melamun.Tapi kalau di pikir lagi, Rumah atau rumah besar ini tidak terlihat seperti toko-toko pada umumnya, tidak ada produk atau sejenisnya yang diperlihatkan. Mungkin karena design toko seperti itu tidak diperlukan disini.
Disaat Tatsumi memikirkan semua ini, Calcedonia berjalan menuju pintu bangunan itu, dan bersuara sekeras sebuah bell yang dibunyikan.
"Permisi, saya Calcedonia Chrysoprase dari kuil Savaiv. Apa pemilik dari Rumah ini ada didalam ya?"
Setelah menunggu beberapa saat, Pintu itu terbuka dan terlihatlah seorang pria paruh baya keluar dari dalam.
Laki-laki itu berambut surut1 dan perut yang terlihat gendut. Dan rupanya pria ini lebih pendek dari Tatsumi dan Calcedonia.
Ia juga mengenakan pakaian yang terlihat lebih bagus dari pakaian yang dikenakan orang-orang di kota ini. Dilihat dari rumahnya yang besar, kemungkinan orang ini adalah orang kaya.

"Ah! Kedatangan anda sudah saya tunggu dari tadi, <Holy-Maiden>-sama! Saya sudah menunggu permintaan anda! Saya senang bisa melayani anda, <Holy-Maiden>-sama!"
Raut khas pedagang2 di wajahnya, terutama senyumnya, berminyak ketika menyapa Calcedonia sambil menggosok-gosokkan tangannya.


Referensi
2 Ini biasanya di anime seperti wajah pedagang yang bersiap tawar menawar sambil menggosok-gosokin tangannya.

No comments:

DMCA.com Protection Status