Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu POV Emma - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu POV Emma

February 11, 2017 Exicore

Translator: Alice


Regular chapter adalah tiap 2 minggu di hari jumat
Kuota chapter bonus: 0 ($0/$3)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qsKzQ4
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru

POV Chapter: Pertemuan dengan Mamono. Ema.

[TLnote: Akhirnya Ema da best girlll!!]
--------------------------------

Gurun yang disebut sebagai Ujung dunia.

Itulah dimana kami hidup.

Itu memiliki lingkungan yang kacau dan seseorang bahkan tidak bisa hidup dengan benar ditanah yang luas ini.

Tapi meskipun begitu, kami Highland Orc, menempati tempat tinggal di daerah yang relatif diberkati. Dengan memproduksi tanaman dan berburu mangsa, entah bagaimana kami bisa hidup.

Jujur saja, Aku ingin hidup di tempat yang lebih melimpah.

Tapi untuk memindahkan desa, resikonya terlalu tinggi.

Bahkan sekarang, sejumlah prajurit hebat yang telah pergi untuk menjadi sebidang tanah yang baik tapi dalam lingkupan dimana kami bisa pindah, Akankah ada sebuah tempat yang lebih baik dari yang ini?

Aku memiliki keraguan mengenai masa depan, tapi hari-hari terus berlalu.

Itulah kehidupan sehari-hari kami.

Namun, sejak beberapa tahun yang lalu, situasi berubah.

Jauh dari pegunungan jauh dibarat, naga yang menyebut dirinya sebagai Shen telah meminta pengorbanan.

Tentu saja, Kami tidak bisa menerimanya begitu saja.

Kami mencoba melawannya.

Para prajurit mengambil pedang mereka dan para penyihir menggenggam staf mereka.

Highland Orc bagus dalam menggunakan kedua pedang dan sihir. itu memalukan untuk mengatakannya sendiri tapi kami adalah ras yang kuat.

Kami telah bertahan hidup dari interior gurun ini, kami memiliki sedikit kebanggaan diri.

Tapi Naga superior, yang bahkan diantara naga raksasa dianggap sebagai yang terkuat. Kekuatan Shen terlalu besar.

Di tempat dimana Shen berada dikejauhan, unit ekspedisi tidak bisa meraihnya.

Apa yang hanya kami bisa lakukan adalah untuk menghadang, kami berpikir kalau kami bisa sedikitnya melakukan itu, pihak lain akan menyerah.

Tapi tindakan yang dilakukan shen adalah menyelubungi seluruh desa dengan kabut yang ia kendalikan.

Kabut itu, bukan hanya membatasi daya lihat dari sekeliling tapi juga melemahkan kekuatan fisik kami.

Bahkan tanaman kami tidak bisa tumbuh dengan buruknya.

Bagaimanapun, kabut yang telah mengelilingi desa ini.

Ini tidak bisa menjadi lebih buruk.

Pedang dan sihir tidak bisa menyingkirkannya.

Keseimbangan telah hancur.

Keseimbangan penting yang memungkinkan kami untuk hidup di gurun yang tandus ini.

Tentu saja, kami tidak binasa secepat itu.

Tapi semuanya tahu bahwa itu akan terjadi tidak jauh dimasa depan.

Setelah itu, kami mencoba banyak eksperimen, pada akhirnya kami tidak bisa mengatasi situasi dan kami harus menerima tuntutan Shen.

Setiap setengah tahun, seorang gadis akan dikirim untuk dikorbankan.

Bahkan ini hanyalah cara memperlambat kami untuk binasa.

Itu adalah pilihan yang memalukan.

Terbebas dari kabut, kami harus menyembah Shen seperti Dewa.

Hari-hari dimana kami harus menggunakan '-sama' pada seseorang yang hanya membawa kerugian pada desa kami dimulai.

Perlahan-lahan, gadis-gadis dari desa berkurang.

Aku, anak dari kepala desa bukanlah pengecualian.

Akhirnya saat itu telah tiba.

Desa yang memiliki perasaan terkekang dan penderitaan yang melayang disekitarnya.

Bagaimana semuanya berakhir seperti ini?

Kalau dipikir-pikir.

Beberapa kali, ras yang jarang terlihat yang memiliki kulit biru, menawarkan bantuan untuk kami tapi entah kenapa Ayah tidak mengindahkan kata-kata mereka.

Aku pikir, dia bilang mereka disebut sebagai ras Demon.

Aku hanya sudah bicara dengan mereka sedikit, tapi tampaknya mereka memberikan kesan lembut.

Kami terpojok seperti ini, seharusnya tidak apa untuk meminta bantuan mereka. atau setidaknya itulah yang kupikirkan.

Keputusan desa dilakukan oleh ayah dan orang-orang berpengaruh yang lain. Itu bukanlah sesuatu yang seorang wanita seperti aku bisa campur tangan kedalamnya, jadi aku tidak pernah bicara.

Berpikir kalau tidak lama lagi aku akan mati, sebagai kata-kata terakhirku, aku memutuskan untuk memberitahunya pendapatku.

——–

Itu terjadi pada malam sebelum aku berangkat.

"Ayah, aku memiliki permintaan untuk kuminta padamu" (Ema)

"Ema, huh. Apa?" (Ayahnya Ema)

"Saat aku pergi, aku ingin kau mendengarkan pada apa yang ras demon harus katakan. Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dari kita, tapi kalau terus seperti ini, desa akan menghilang" (Ema)

"..." (Ayahnya Ema)

Ayah pun terdiam.

"Aku sudah menerima kenyataan bahwa aku akan dikorbankan. tapi.." (Ema)

"...Apa kau takut?" (Ayahnya Ema)

Ayah mengatakannya seolah-olah dia terlihat seperti dia ingin menyelamatkanku, Aku tidak tahu kalau ada arti yang berbeda mengenai itu, tapi dia bertanya padaku apakah aku takut.

dengan diam, aku menggelengkan kepalaku.

"Jika desa menghilang, aku dan setiap gadis yang telah dikorbankan akan mati sia-sia. Aku tidak menginginkan itu. Aku mati demi masa depan Highland Orc. Setidaknya, itulah yang aku inginkan" (Ema)

"..." (Ayahnya Ema)

"Tolong" (Ema)

"Ema...Aku mengerti. Bahkan jika saat kau menjadi korban dan dia menuntut pengorbanan yang lain, kami akan menerima aliansi dengan ras Demon." (Ayahnya Ema)

"Terimakasih, Ayah"

Aku senang.

Dengan ini, Aku mungkin menjadi korban yang terakhir.

Jika kami mendapatkan kerjasama dari ras Demon, hubungan dengan Shen mungkin akan berubah menjadi lebih baik.

Meskipun aku menghadap ayahku sendiri, disuatu tempat didalam diriku, aku merasakan perasaan yang riang saat aku berjalan melewati gurun.

——–

aku memilih jalan dengan pemandangan yang bagus, saat monster atau ras yang menentang muncul, Aku mengambil inisiatif dan menggunakan sihir untuk meledakkan mereka. Dengan itu, aku bisa sampai kesini.

Selama aku mengambil inisiatif, sebagian besar monster, bahkan hanya dengan aku, Entah bagaimana aku akan bisa melawan mereka.

Pada waktu pengorbanan pertama dilakukan, seorang prajurit menemaninya ke God mountain dimana shen berada, tapi sekarang mereka harus melewati sejumlah titik singgah sendiri untuk mencapai kesana.

Tidak ada cukup orang, jadi kami tidak memiliki pilihan lain.

Itulah sebabnya, gadis yang terpilih sebagai pengorbanan akan harus menghabiskan setengah tahun mempelajari sihir.

Gadis-gadis yang lebih ahli dengan pedang, diajari bagaimana untuk memegang senjata.

Bahkan tidak hanya untuk setengah tahun, Aku sudah berlatih sejak lama. jadi tidak ada masalah denganku.

Dalam setengah tahun berkonsenterasi pada latihan sihir, aku merasa sedikit senang.

Itu adalah hal kecil tapi mengingat kesenangan yang kumiliki pada setengah tahun itu, tanpa sadar wajahku tersenyum.

Sekarang aku mempersiapkan diriku.

Mengangkat wajahku, ada dinding batu kasar dan medan dengan banyak tonjolan di wilayah yang luas.

Ini adalah tempat sulit yang terakhir.

Sejak pandangan di area ini buruk, serangan kejutan mungkin bisa terjadi.

Aku harus keluar dari area ini secepatnya karena itu adalah tempat yang penuh dengan mara bahaya.

Meskipun jika aku berhasil melewati tempat ini, Aku akan mencapai gua yang akan mengarah langsung pada god mountain.

Baiklah! Aku membuat langkah pertamaku di daerah berbatu.

◇◆◇◆◇◆◇◆

"Tolong, seseorang tolong aku!!!!" (Ema)

Bahkan Aku sendiri tidak mengerti kepada siapa aku minta tolong.

Stafku telah terlempar dari tanganku dan telah hancur.

Sekarang itu tidak ada gunanya sama sekali.

Aku, yang tidak memiliki satupun senjata ditanganku, sekaran menghadapi demonic beast.

Seekor anjing raksasa.

Tapi dia memiliki 2 kepala.

Demonic beast berwarna biru gelap dalam yang kuketahui.

"Kenapa liz berada ditempat seperti ini?" (Ema)

Liz

Itulah nama anjing berkepala ganda didepanku.

Itu adalah demonic beast menakutkan yang berkelompok dan bisa menghembuskan napas api dan es.

Kalau aku memiliki jarak dengannya, tidak akan mustahil bagiku untuk mengalahkannya.

Tapi kehilangan stafku dan terbawa kedalam jarak untuk pertempuran fisik, itu bukanlah lawan yang bisa kutangani.

Apa yang membuat mereka sangat menggerikan adalah cara licik mereka untuk berburu mangsa dalam kelompok. jadi, aneh untuk bertemu dengan satu liz saja, dalam artian itu bisa dikatakan kalau aku beruntung.

Bisa disebut seperti itu tapi..

Karena aku tak bisa mengalahkannya, peruntungan itu sia-sia.

Meskipun Seharusnya tidak ada tanah berumputnya liz di area ini?

“Gurururururu” (Liz)

Ini buruk, dia datang.

Napasku menjadi pendek.

Tidak, Aku rela saja mati untuk dikorbankan, tapi, tidak untuk mati menjadi mangsa dari Liz ini!

Jangan bercanda!

"Seseorang tolong aku!!!"

Aku berteriak dari lubuk hatiku.

Aku melihat liz dengan kejamnya mengumpulkan kekuatan pada kaki belakangnya dan sedikit mengerutkan tubuhnya.

Untuk ini menjadi akhirnya, Demi apa aku...!

Eh?

Telinga liz itu pun begerak-gerak.

Melepaskan kekuatan yang dia tempatkan pada tubuhnya, kedua kepala Liz menghadap ke arah yang sama.

Apa?

Apa yang terjadi.

Liz terpancing oleh itu dan aku mengikutinya.

Apa, kelihatannya awan debu beterbangan?

"Apa? Ras yang belum pernah kulihat sebelumnya?" (Ema)

“Gurururoro!!!!” (Liz)

Liz meraung dengan sangat kuat ke arah itu.

Sudah jelas bahwa dia lebih merisaukan penyusup itu dari pad aku.

Dengan cara yang sama seperti kami, Orc. Bayangan yang berlari dengan sepasang kaki dalam kecepatan yang mustahil untuk terjadi.

Tapi, Eh?

Bukankah itu terlalu cepat?

Dalam satu napas, ia telah memperpendek jarak diantara kami dan penampilannya jelas.

“ASFHDSKJHFS!!” (Makoto)

“Gururuo?” (Liz)

Terjun dengan sebuah teriakan yang tidak bisa kumengerti dengan baik, dia melepaskan tendangan terbang pada liz.

pertarungan fisik dengan liz!?

Apakah dia seorang prajurit?

Apakah itu akan ditangkis atau apakah dia akan mampu mendaratkan serangan? Dengan ini, kekuatannya akan ditentukan.

Tapi dia pasti percaya diri sekali dalam kekuatannya kalau dia menantang liz kedalam pertarungan fisik.

"Nai wa.." (Ema) (Tlnote: mustahil)

Aku pun bergumam pelan.

butuh waktu untukku agar menyadari kalau itu aku yang mengatakan itu.

Itu cepat tapi, itu hanyalah tendangan terbang.

Dia tidak menggunakan sihir apapun dan dia mungkin tidak menggunakan peralatan khusus.

Bukan hanya itu, Aku juga bisa merasakan kecanggungan dalam pergerakannya.

NAMUN.

Dia merobek tubuh Liz saat dia menyerangnya.

Meskipun aku melihatnya dengan mataku sendiri, Pikiranku masih tidak bisa menerimanya sebagai kenyataan.

Saat ia mendarat, perlahan dia bangun dan membalikkan badannya.

Tidak jauh darinya,Gumpalan daging yang tadinya adalah Liz berada disana.

Aku tergoncang, Aku pasti sudah mati sekarang.

Dengan hanya satu serangan?

Liz yang berupa tubuh,bulu dan otot yang keras... ia membunuhnya?

“BJASDLKJSA” (Makoto)

Ia mengatakan sesuatu.

Mengalihkan matanya ke samping, menghubungkan tangannya, menutup matanya, ia melakukan banyak gerakan yang tidak kumengerti.

(TLnote: kayaknya nempelin kedua tangannya satu sama lain seperti bagaimana orang jepang berdoa/sembahyang)

Bahasa kami mungkin tidak berkesinambung.

Lagipula,Pada waktu ia berteriak, Aku juga tidak bisa mengerti.

Meskipun, kupikir ia mungkin laki-laki.

Dengan mempertimbangkan pada suara dan fisiknya.

Dengan seluruh pengetahuan yang aku miliki, aku mencoba memikirkan sebenarnya dia itu apa.

wajah tanpa bulu yang terlihat mulus.

Pakaian sederhana yang terbuat dari kain yang tak pernah kulihat sebelumnya.

Tapi sudah jelas bahwa teknik jahit yang digunakan untuk membuatnya terlihat terampil.

Dia tidak memiliki cakar ataupun taring dan tidak memiliki ekor.

Mahkluk seperti itulah dia.

Jangan-jangan, itu adalah prajurit yang telah datang dari luar yang bertemu dengan kami beberapa kali itu. Ras yang disebut Hyuman?

Omong-omong, mereka adalah ras Hyuman, begitulah apa yang kudengar.

Membedah tubuh musuh yang mereka kalahkan, menindas orang-orang yang melarikan diri dan telah kehilangan keinginan mereka untuk bertarung, tampaknya mereka adalah ras yang brutal.

Sekarang kalau kupikir-pikir lagi, ada ras berbahaya yang telah menentang ras demon.

Jangan-jangan itu Hyuman?

!!!!!

Kami saling bertatapan!

Tanpa merasa waspada, dia datang mendekatiku.

Bahkan jika kami berdua sama-sama bertangan kosong, hanya dengan melihat kejadian tadi, tidak mungkin aku akan berpikir kalau kami berada ditingkat yang sama.

"Ah... Senang bertemu denganmu" (Makoto)

"Hiii! Dia bicara!?" (Ema)

Tak sengaja aku mengeluarkan suara yang menyedihkan.

Tapi aku tidak salah.

Beberapa saat yang lalu, aku tidak bisa mengerti satu katapun, namun tiba-tiba dia mengatakan kata-kata yang aku mengerti. Dia mulai berbicara dengan bahasaku.

Mustahil aku tidak akan terkejut.

Dalam sekejap, dia mengetahui kalau aku highland orc dan mengubah bahasa saat dia berbicara?

Hyuman(sementara) itu menakutkan.

"Aku bukan orang aneh. Aku adalah orang yang lembut dan baik hati. Apa kau mengerti?" (Makoto)

Boku?

(TLnote: boku = “aku”. boku digunakan oleh laki – laki dan bersifat informal.biasanya digunakan kepada orang yang sederajat ataupun derajatnya lebih rendah daripada kita.)

Seperti yang sudah kuduga, dia seorang pria.

Aku benar-benar mengerti apa yang dia katakan.

Aku menganggukkan kepalaku dari atas kebawah.

Kalau untuknya, artinya sama dengan apa yang kutahu, Aku tidak bisa memikirkan mengenai hal itu sekarang.

Tapi aku merasa ada sesuatu yang salah...

?? Ak-Aku adalah orang yang lembut dan baik hati!?

Apa yang kulakukan!?

Dengan buru-buru, AKu menggelengkan kepalaku dari kiri ke kanan.

"Mustahil seseorang yang membunuh Liz dalam satu serangan adalah orang yang 'lembut dan baik hati'!" (Ema)

AKu bisa merasakan kalau tubuhku menggigil lagi.

Itu benar.

Orang ini, omong kosong macam apa yang dia katakan?

"Oh begitu. Aku kuat! Aku jauh lebih kuat dari pada kau!" (Makoto)

“HIIIIIIIIIII!!!!” (Ema)

Aku tahuuuuuu!

Sambil menyusutkan tubuhku, Aku gemetaran.

Tanpa menyangkalnya, dia tiba-tiba mengancam.

Dia belum melakukan apapun seperti itu, tapi aku merasa dia mengintimidasiku.

Saat aku melirik sekilas diantara jari-jari tanganku.

Dia mengangkat tangannya dan melihat penampilanku yang ketakutan dengan wajah yang bingung.

Hanya apa-apaan sih kau ini!?

Tak peduli Betapa aku ingin tetap tenang, rasa takut didalam diriku selalu mencapaiku.

"Nah, Tenanglah..." (Makoto)

Kedengarannya seolah-olah dia mengatakan itu pada dirinya sendiri sih.

Sambil mengatakan itu, dia melanjutkan percakapannya denganku.

Saat berBicara dengannya aku menyadari kalau tidak terduga dia adalah orang yang luwes.

Gimana menjelaskannya ya.. Orang yang baik.

Ditengah pembicaraan tersebut, Aku bertanya padanya kalau dia memiliki kekuatan unik yang disebut Tamer, tapi kelihatannya dia tidak memilikinya.

Omong-omong, Tamer adalah kekuatan unik yang jarang muncul di ras demon dan hyuman. Mereka bisa berkomunikasi dengan demonic beast dan mamono dan sesekali bahkan bisa mengendalikan mereka.

Setelah mendengar apa yang dia katakan "Apa kau juga tersesat?"

Saat aku memanggilnya hyuman, dia tidak menyangkalnya jadi kupikir dia adalah hyuman.

Tapi, apa yang dia maksud dengan 'juga'? Apa dia tersesat saat berjalan sendirian di gurun ini?

Tidak, itu mustahil.

Hal tidak masuk akal macam apa yang terjadi agar itu bisa terjadi?

Dan Bahkan tampaknya dia tidak tahu kalau ini adalah perbatasan dunia.

Apa ini? Orang misterius ini.

Saat aku memberitahunya, aku adalah kurban untuk desa dan aku sedang dalam perjalanan ke god mountain, wajahnya berubah menjadi lemah lembut dan khawatir mengenai diriku saat dia menanyakan tentang situasi desa dan bagaimana kami biasanya hidup, hal-hal semacam itu.

Sudah kuduga, Aku tidak berpikir kalau dia orang jahat.

Dia Hyuman yang aneh.

Dia memperkenalkan dirinya sebagai Makoto, berusia 17 tahun sepertiku, dan dia mengawalku ke tempat terakhir dimana aku beristirahat, the ‘Body Purifying Field’.

Karena dia adalah orang yang menyelamatkanku, Aku memutuskan untuk memanggilnya Makoto-sama.

Kemudian dia memanggilku Ema-san. AKu merasa geli.

Tidak apa untuk memanggilku tanpa sebutan, tapi mungkin dia tidak memiliki budaya yang seperti itu?

Sejak waktu dia mulai mengawalku, perjalanan telah berjalan dengan lancar.

Tidak ada serangan kejutan, hanya beberapa ras yang melihat kami.

Kelihatannya mereka waspada terhadap makoto sama dan tidak sanggup mendekat.

Aku benar-benar berterimakasih.

Aku merasa lega dihatiku sekarang, Aku bisa memenuhi kewajibanku sebagai pengorbanan.

Pintu masuk gua pun terlihat.

"Makoto-sama, bisakah kau menunggu disini sebentar? Aku harus menjelaskan kehadiran makoto-sama pada orang-orang dari hutan" (Ema)

"Aku mengerti" (Makoto)

Aku memberitahu makoto-sama untuk menungguku sebentar dan memasuki gua terlebih dahulu.

Dengan patuh dia setuju dan berhenti, mengantar kepergianku sambil melambaikan tangannya.

————

"Ema-sama, Aku senang kau tiba dengan selamat"

"Terimakasih, Ada seseorang yang menyelamatkanku dalam perjalanan. Tidak masalah kalau dia datang untuk beristirahat kan?" (Ema)

"Ooh, penyelamat hidupmu? Aku mengerti. Lalu, orang itu?"

"Tenanglah dan dengarkan aku. Aku belum melihat mereka sebelumnya tapi mungkin dia adalah Hyuman" (Ema)

“Hyuman?!”

"Yeah. Tampaknya dia tersesat tapi aku tidak mengerti situasinya dengan baik. Tapi aku yakin kalau dia bergegas ke arahku saat aku berada dalam masalah dan mengalahkan liz dalam satu serangan. Dengan segala cara, aku ingin menyambutnya sebelum kami berpisah" (Ema)

"Hyuman huh. Aku belum pernah melihatnya juga, tapi kudengar mereka brutal dan benar-benar serakah, selain itu, mereka adalah ras yang kejam"

Aku sudah bicara dengan makoto sama, mengenai dia, tidak ada hal-hal semacam itu. tolong" (Ema)

Bertahan dengan permintaanku, mereka menerima apa yang kukatakan.

Mereka mungkin mendengarkan permintaan egoisku karena aku adalah kurban.

Aku harus berterimakasih untuk itu.

Dari pintu masuk, AKu melambaikan tanganku kearah makoto-sama sebagai tanda.

Meskipun jika aku tertarik padanya, tidak ada gunanya.

Bagiku yang akan segera mati.

Tapi.

Makoto-sama yang tiba-tiba muncul, itu sepenuhnya misteri. Aku tidak bisa menahan rasa ingintahu yang perlahan tumbuh didalam diriku.

◇◆◇◆◇◆◇◆

Pada malam itu, di gua bersama dengan Makoto-sama, bagiku itu adalah kesenangan yang belum kumiliki dalam waktu lama, itu adalah malam yang terbaik.

AKu suka mengurus orang lain.

Bahkan jika itu adalah tamu yang datang ke desa, seperti perayaan untuk teman.

Pada saat ini, kalau aku harus mengatakan yang mana diriku, aku sejenis orang yang menerima keramahan dari yang lain. Berkali-kali aku berada di posisi khusus. Biasanya aku akan menikmati masa-masa itu lebih dari biasanya.

Kalau membicarakan tentang Makoto-sama, dia benar-benar mengenai sihir yang kugunakan. Kelihatannya dia tidak bisa menahannya lagi dan menanyakanku tentangnya.

"Ema-san. Itu sihir, kan?" (Makoto)

"Y-yeah. Ini adalah sihir yang biasanya kami gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hyuman menyebutnya sorcery sih" (Ema)

Aku pernah mendengar kalau Hyuman menyebut sihir, sorcery. Aku sedikit terkejut dia memanggilnya sihir.

Pada waktu itu, dia bertanya padaku apakah dia bisa menggunakan sihir juga.

Saat aku menjawab, "Bahkan meskipun aku terlihat seperti ini, sebenarnya aku adalah pengguna sihir yang paling menonjol di desa", kemudian sinar pun muncul dimatanya.

Sebenarnya aku adalah yang terkuat, tapi aku mencoba untuk menjadi rendah hati.

Kemudian Makoto-sama memintaku untuk mengajarkannya sihir.

Ummm...

Aku tak bisa mempercayainya.

Sementara berada di gurun itu, tanpa senjata dan terlebih lagi tanpa mengetahui sihir.

dengan kekuatan fisik itu, itu bisa saja mungkin terjadi, tapi...

Dia juga bilang kalau dia belum makan selama 3 hari. Sambil merasa segan, dia memakan makanan cadangan di gua kami.

Yah, dia bertanya padaku tapi karena dia bilang dia bahkan tidak tahu keberadaan sihir, Tanpa banyak berharap,Aku akan mengajarinya tentang aria sihir yang kugunakan sebagai wujud rasa terimakasih. AKu menjelaskan padanya sedikit mengenai apa itu energi sihir.

Saat aku melakukan itu, dia benar-benar melakukannya, meskipun jika itu adalah sihir dasar, hanya dengan sekali mencoba aria, dia bisa dengan sukses menggunakan sihir.

Ingin mengetahui seberapa kuat orang ini, aku mengeluarkan benda dari gudang yang bisa memeriksa level dan hasilnya adalah... dia level 1.

Tidak ada level 1 yang sekuat itu.

Kupikir setidaknya dia level 100 atau 300.

Sebagian besar ras demon yang datang ke desa levelnya sekitar 300.

Dia benar-benar orang yang misterius.

Apakah dia jenius?

Dari orang-orang yang berbakat, biasanya ada orang yang memiliki atmosfir yang sulit untuk didekati. tapi dari orang ini aku tak bisa merasakan apapun.

Pada akhirnya, setelah berjanji padanya bahwa aku akan memberinya aria yang kuketahui nanti, hari pun mulai menjadi petang.

Pada malam itu, Aku mengambil sepotong kulit untuk kugunakan sebagai kertas, menulis dan terus menulis sperti orang gila mengenai setiap aria yang ku ketahui.

Ku pikir jika pengetahuanku bisa terus berada didalam penyelamatku Makoto-sama maka itu adalah sesuatu yang membahagiakan.

Pada malam dimana semuanya sudah tertidur, Aku pergi ke ruang dimana dia berada dan diam-diam meninggalkan kertas itu disana dan pergi untuk tidur.

Malam kemarin, dia menjalani hidup yang harmonis sebagai satu-satunya orang yang berbeda ditempat ini yang dipenuhi dengan highland orc.

Aku bisa merasakan kesigapan para prajurit dan yang lain.

———-

Keesokan harinya.

Aku yang telah tidur kemalaman pergi ke ruang tamu berharap untuk melihat sosok penyelamatku.

Tapi, aku tak bisa menemukannya.

Aku tidak bisa melihat sosok Makoto-sama dimanapun.

Apakah dia masih tidur.

Padahal sebentar lagi waktunya sarapan.

Masih ada beberapa waktu sebelum aku harus pergi tapi meskipun hanya sebentar, aku ingin membicarakan lebih banyak hal dengan makoto-sama.

Bahkan jika aku memeriksa didalam, ditempat dimana dia seharusnya tidur, dia tidak ada disana.

Itulah sebabnya aku pergi ke pintu masuk dan bertanya pada penjaga disana.

"Selamat pagi" (Ema)

"Kalau itu tentang dia, dia sudah pergi pagi buta" (Penjaga)

"EEEhh!?" (Ema)

"AKu memiliki surat darinya" (penjaga)

"Surat dari makoto-sama?" (Ema)

Dalam surat yang telah dikeluarkan, memang ada kata-kata yang tertulis diatasnya.

Dan tak diragukan lagi, itu dalam bahasa kami.

hanya siapa dia sebenarnya?

Bahkan didesa kami, tidak banyak orang yang bisa menulis.

Mari kulihat.

"Terimakasih untuk yang kemarin, Sudah lama sejak aku tidur disuatu tempat yang beratap. aria sihir yang telah kau tinggalkan disamping bantalku, Aku senang menerimanya. Untuk dengan sopan mengajarkan sihir pada orang asing sepertiku, aku benar-benar tersentuh. Demi Ema-san yang sangat baik padaku, aku ingin melakukan sesuatu. Itulah apa yang kupikirkan. AKu tidak tahu sepanjang apa aku bisa melakukannya tapi tolong tunggulah setidaknya satu hari sebelum pergi ke god mountain. Aku akan melakukan sesuatu tentang orang yang disebut Shen. Hanya saja, mungkin aku tidak akan bisa kembali kesana lagi. Kalau besok, shen tidak di god mountain, maka tolong kembalilah ke desa dengan semuanya. Untuk bersama denganku waktu itu, aku berpikir aku tidak akan bisa bertemu dengan semuanya lagi, aku benar-benar berterimakasih.

Makoto"

Hal seperti itu.

Sudah pasti kalau Makoto-sama itu kuat.

Tapi,Kita membicarakan mengenai Naga superior Shen, naga yang berdiri dipuncak para naga. Sulit untuk mengharapkan sesuatu.

Tidak masalah keberadaan macam apa, Kalau kau bukan naga superior atau setidaknya Roh superior juga, Mustahil kau akan bisa bertarung satu lawan satu.

Untuk menantangnya hanya dengan sihir kualitas rendah yang telah kuajarkan padamu.

Itu tidak akan bisa disebut pertarungan, itu bunuh diri.

Dengan terburu-buru, aku bersiap-siap untuk berangkat.

Aku tidak yakin kalau aku akan mampu mengejarnya tapi masih saja, Kalau aku berhasil melakukannya, aku harus meyakinkannya untuk menyerah.

Aku tidak tahu kalau shen mengetahui hubungan kami dengannya tapi kalau dia bertarung dengan shen, dan kemudian shen mengetahuinya dan memutuskan untuk menghancurkan kami semua...

Aku mulai memikirkan hal-hal semacam itu.

AKu sudah menerima kematianku.

Itulah sebanya aku tidak ingin orang lain mati demi diriku. Jika demi menyelamatkanku, desa dihancurkan maka aku tidak berharap untuk diselamatkan.

Aku mengerti kalau dia melakukannya berdasarkan keinginan baik.

Tapi masih saja.

Keinginan baik itu adalah sesuatu yang tak bisa kuterima.

AKu harus buru-buru.

Dengan persiapan minimal, Aku mengungumkan kalau aku akan meninggalkan gua.

Ditempat itu.

Makoto-sama berada disana.

Dengan seorang gadis yang tidak kukenal.

Apa?

"Ah... kau membaca suratnya ya? Yah seperti yang kau lihat, aku minta maaf. Aku sudah kembali. Tadaima" (Makoto)

(TLnote:tadaima=aku pulang)

Dia pasti sudah menyimpulkan tentang apa yang akan kulakukan dengan melihat pakaian dan ekspresiku.

Menghibur namun juga jahat, dengan wajah seseorang yang seolah-olah terlihat seperti menerima hukuman.

Makoto meminta maaf dan kemudian mengatakan "aku pulang". padaku.

◇◆◇◆◇◆◇◆

Hyuman  yang terlihat seperti wanita dengan pakaian aneh yang melilit tubuhnya, aku merasa takjub kalau itu adalah Shen-sama!

Berbicara dengan Makoto-sama tampaknya membuatnya jatuh cinta dengannya dan sekarang ia berpergian bersamanya.

Apa yang terjadi, aku sama sekali tidak tahu.

Apa yang benar-benar kumengerti hanyalah itu...

Kami meninggalkan 'Body Purifying Field’, bergerak melewati seluruh titik persinggahan ke arah yang berlawanan dan pergi bersama-sama dengan para prajurit. Artinya kami sekarang kembali ke desa.

Apakah ini mimpi?

Shen yang menindas kami selama bertahun-tahun ini, sebenarnya sama sekali tidak melakukan apapun.

DIa bilang, dia hanya tidur.

Saat aku bertanya apa yang terjadi dengan pengorbanan, shen-sama memberitahuku bahwa itu mungkin hasil rekayasa seseorang yang telah menggunakan namanya untuk menyamar dan menipu kami.

Seorang wanita dengan rambut panjang berwarna biru dan sosok yang tinggi.

Ini adalah Shen-sama.

Makoto-sama tidak mundur melawan Naga Superior dan terlebih lagi, ia mengarahkannya pada hal yang menguntungkan dan membuat pakta dengannya dan sekarang kelihatannya menguasainya.

Bertarung dengan naga superior, lalu menarik keadaan ke arah yang menguntungkan untuknya dan membuat pakta?

Kupikir dia kuat tapi sudah jelas kalau kekuatan itu berada didimensi yang sangat berbeda.

Melihat Shen-sama menggoda Makoto-sama, "menguasai?" Aku ingin memiringkan kepalaku sedikit karena ragu, tapi melihat wujud shen-sama, Aku tidak dapat meragukan itu.

-Mengaum tepat ke wajahnya dan memberitahunya untuk membuatnya sebagai istrinya atau hal seperti itu dan aku pasti akan sudah jadi steak naga.-

Aku merasa seperti mendengar cerita yang dibuat-buat.

Tapi mendengar Shen-sama menjelaskannya secara rinci sambil tertawa, di suatu tempat didalam kepalaku, AKu sudah setuju dengannya.

Melihat Shen-sama meminum Sake yang berharga seolah-olah itu hanyalah air, dan makoto-sama yang tidak seperti pada saat ia di gua, ia makan tanpa menahan dirinya, aku merasa seperti aku berada didalam mimpi.

Pesta, ini adalah pesta.

Dan terlebih lagi, ini adalah pesta untuk merayakan masalah yang terselesaikan.

Tak terpikir untukku untuk mendapatkan masa depan seperti ini.

Prajurit yang mabuk kemudian meminta tamu kehormatan Makoto-sama dan Shen-sama untuk berdiri didepan dan menyaksikan pertandingan mereka.

Itu adalah pertunjukan kemampuan jadi itu tidak akan menjadi pertandingan sampai mati, tapi kehebatannya benar-benar tersampaikan. Tampaknya Makoto-sama bersenang-senang.

Kali ini, gadis-gadis yang memintanya tapi dari pada bertanding mereka menyarankan tarian.

Makoto-sama menerima sambutan hangat dari ayah, dia memiliki wajah yang tak bisa menbendung kebahagiaannya.

Itu adalah malam terbaik dalam seumur hidupku.

Aku berpikir seperti itu, tapi pada hari selanjutnya, mereka membuat malam yang terbaik dalam seumur hidupku sekali lagi. Aku tidak bisa mempercayainya.

Saat Makoto-sama meninggalkan tempat duduknya, perayaan sedikit mereda tapi entusiasme masih ada.

Kalau seperti ini adanya, ini akan terus berlanjut sampai pagi.

Tidak diragukan lagi.

Dengan senyuman pahit, aku melihat-lihat sekeliling dan disana, ditempat yang sedikit terpisah, aku melihat Shen-sama dan ayah berbicara satu sama lain dan aku memutuskan untuk mendekat.

Apa yang mereka bicarakan?

"Begitulah. Entah kau memberitahu semuanya ataupun tidak, Terserah padamu" (Shen)

"Begitu ya. Kemudian, itu berarti Makoto-sama telah memahami dendam dari gadis-gadis yang dikorbankan"

!?

Apa dia bilang!?

Balas dendam? Tapi SHen-sama sudah bilang kalau dia tidak tahu orang yang menggunakan namanya.

Apa maksudnya ini?

"Masterku yang baik tidak akan memiliki masalah mengenai hal-hal semacam itu" (Shen)

"Aku bererimakasih padamu, Biarkan aku sekali lagi mengucapkan rasa terimakasihku."

"ITu tidak diperlukan, Walaupun, Aku memiliki sebuah saran" (Shen)

"Apa itu?"

"Di ujung gurun, dimana-mana berbahaya. Ada beberapa tempat yang subur tapi itu sudah diperebutkan dan menghilang" (Shen)

"Itu benar, Di masa lalu, kami juga berjuang untuk mendapatkan tempat-tempat subur tersebut dan meletihkan diri kami. Menilai kalau itu tidak ada gunanya, kami memutuskan untuk mendirikan desa disini. terpaksa untuk melindungi tanah yang sudah kami dapatkan, hari-hari pertarungan tanpa akhir melawan suku lain hanya akan berlanjut."

"Ini mungkin adalah pilihan yang bijak. Yah, dengar ya. Bukankah kau ingin tinggal ditempat yang lebih melimpah?" (SHen-sama)

"Maksudmu, Apa kau memberitahu kami untuk bertarung lagi?"

"Tidak, Ketika aku membuat pakta dengan tuanku, Tak sengaja aku menemukan sebidang tanah yang bagus. Tidak ada satupun yang tinggal ditempat itu. Dan tanpa izinku dan master, mustahil untuk memasukinya. Tumbuhannya melimpah dan mudah untuk hidup ditempat itu. Bagaimana?" (Shen)

"Apakah Shen-sama mengundang kami untuk hidup di tanah sucinya?"

Tanah yang subur?

Tempat yang aman?

Tanah suci?

Tidak ada tanda mengenai topik mengenai dendam, tapi mau bagaimana lagi, Aku tertarik dengan apa yang mereka berdua bicarakan.

"Menyebutnya tanah suci membuatku merinding. Asora Akuja. Oh yah, namanya tidak masalah. Dari sekarang kalian akan menerima perlindungan dari masterku dan selama kalian mengabdikan diri kalian padanya, aku akan memberikan tanah yang kaya untuk kalian tinggali. Begitulah" (Shen)

"Tapi, kami tidak tahu berapa banyak lahan yang berada disana dan letak tempatnya"

Kelihatannya ayah bingung.

Memang benar bahwa itu akan menyulitkannya ketika tiba di bilang untuk meninggalkan desa.

Tapi, tanah yang dilindungi oleh Makoto-sama dan Shen-sama.

ITu pasti tempat yang luar biasa.

"Fumu, Kau ada benarnya. Kemudian, sebagai kepala desa, Aku akan membiarkanmu melihatnya sekali, Ayo" (Shen)

————

Seperti yang diharapkan dari Shen-sama, dia cepat bertindak. Ayah dan Shen-sama diselubungi oleh kabut tebal dan menghilang.

Apakah itu berarti kalau mereka telah pergi ke tanah itu?

Untuk memasukinya dengan angin, Pasti itu akan menjadi tempat yang aman.

Aku mendengar suara gachigachi. (TLnote:Suara gigi berderak)

Itu adalah diriku sendiri.

Perasaan yang mendebarkan dan menggembirakan.

Perlahan-lahan itu mulai melaju didalam diriku.

Dengan mengikuti makoto-sama dan melayaninya, kami akan mendapatkan tanah yang kaya dan gaya hidup yang aman.

Bagaimana menjelaskannya ya, itu menarik.

Itu benar kalau aku masih tidak tahu banyak mengenai Makoto-sama tapi dia benar-benar bukan orang yang jahat.

Tanah yang kaya, Jangan-jangan itu sejenis tanah yang hanya dengan membajaknya sedikit, benih yang kami tanam akan tumbuh?

Kalau itu berada di gurun, Pasti semuanya akan bertarung memperebutkan tanah tersebut dengan mata merah.

Kami bisa hidup ditempat seperti itu dengan melayani Shen-sama yang agung dan Makoto-sama.

Usulan Shen-sama terdengar sangat menarik.

Ketika ayah kembali, aku harus meyakinkannya.

Sementara aku mengeraskan tekadku dalam diam, mereka berdua telah kembali.

Penampilan ayah terlihat aneh.

Tapi aku harus meyakinkannya.

Tanpa peduli, aku mulai berjalan ke tempat dimana mereka berada dan kemudian berhenti.

"Aya-" (Ema)

"Shen-sama: Aku pasti akan meyakinkan semua orang malam ini. tolong, biarkan kami hidup ditanah itu!"

"Eh?" (Ema)

“Huh, Ema?”

Aku tidak bisa merasakan keraguan yang dia miliki beberapa saat yang lalu. Kata-kata yang ayah yang meminta untuk bermigrasi membuatku mengeluarkan suara tertegun.

"Fu, tampaknya anak perempuanmu juga setuju. Bisakah kau bersumpah setia pada Misumi-sama?" (Shen)

"Dia adalah penyelamat anakku. Mulai sekarang dia akan menjadi penyelamat suku kami. Tolong, biarkan kami melayani beliau!"

"Hidupku diselamatkan olehnya. Sudah pasti aku akan membalas budinya" (Ema)

"Fumu, baiklah. mengenai menyakinkan master, serahkan saja buat besok, malam ini kalian harus mengatur orang-orang ribut itu dengan benar." (Shen)

"Ya!"

"Aku mengerti!"

Keesokan harinya.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk menerima migrasi.

Kami memutuskan untuk menjalani hidup yang baru di tanah yang makoto-sama dan Shen-sama kuasai.

Penasaran seberapa melimpahnya tanah tersebut, semuanya melirik ayah dengan kuat.

Aku tidak sabar lagi untuk menjalani kehidupan sehari-hari yang akan tiba.

No comments:

DMCA.com Protection Status