Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 10 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 10 Bahasa Indonesia

March 26, 2017 Christian Tobing

Translator: CTian

Reguler chapter adalah tiap hari Jumat dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0,0150/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip this add"
LINK
kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 


CHAPTER 10 : MENGEJAR MALING

Titik kuning muncul karena sihir 【Vigilance】 nampaknya itu berarti 『Peringatan』 bukan sebuah 『Bahaya』.
Bagaimana pun juga, aku memutuskan untuk membuat persiapan dan tetap fokus pada situasi ini.
Titik kuning itu mendekatiku dari belakang dan—

「Maafkan aku!」

Aku mendegar suara itu bersamaan dengan sesuatu yang ringan menabrakku.

「Aa! Seiji-sama, kantung koinnya!」

Elena mulai mengejar orang yang menabrakku tadi, tapi saat dia mau lari... dia tergelincir dan jatuh.
Dengan cepat aku menggunakan sihir 【Quick】, aku jadi mampu menangkap Elena sebelum dia menyentuh tanah.

「Ah, Seiji-sama! Terima kasih banyak.」

Karena malu, wajah Elena menjadi merah terang. I-imut banget~

「Maafkan aku, penjahatnya jadi melarikan diri karena aku.」
「Tak apa-apa. Aku sudah memasukkan semua koin emas dan perak ke dalam Inventory. Yang tersisa di kantung itu hanya ada 10 Aurum.」
「Jadi begitu. Kau sudah melakukan itu.」
「Iya, 99 koin emas itu lumayan berat lho. Dan lagi, aku sudah memasang sihir 【Tracking】 di kantung itu.」
「Itu luar biasa, Seiji-sama!」

Dan mulailah kami melacak pencuri itu.
Menggunakan fungsi dari 【Tracking】 untuk melihat penjahat itu... bersembunyi di gang belakang, mereka mengecek isi dari dari kantung itu.
Mendapatkan 10 aurum dari dalam kantung tersebut, penjahat itu mengibaskan ekornya kegirangan.

「Lewat sini!」
「Oke!」

Elena, apakah ini segitu menyenangkannya? Dia tersenyum lebar saat ini.
Aku mengawasi gerak-gerik pencuri itu lagi.... dan mereka nampaknya sedang membeli roti dari toko roti.

「Nampaknya pencuri itu membeli 5 roti.」
「5 roti? sepertinya mereka lapar sekali yah??」
「Hmm, nampaknya mereka membawa roti itu ke suatu tempat tanpa memakannya.」
「Hmm? aneh sekali.」

Kami terus mengejar penjahat itu.

「Ini markas pencurinya?」
「Iya, sepertinya begitu tadi dia lari ke arah sini.」
「Tapi, bukannya ini gereja?」
「Sepertinya begitu. Ayo masuk.」
「Iya.」

Kami masuk ke dalam gereja yang dimasuki pencuri tadi.
Di dalam gereja itu benar-benar sepi.

「Aku mendengar suara seseorang di sebelah sana.」

Kami bergerak menuju ruangan yang di tunjuk Elena.
Didalam ruangan itu, kami bertemu dengan si penjahat.

「Kau orang yang tadi!」

Penjahat itu menerkam ku.
Aku menangkap kedua tangan penjahat itu dan mengangkat dia. Tidak bisa bergerak dengan kakinya, dia pun berhenti meronta-ronta.

「Lepaskan aku!」

Penjahat yang aku tangkap benar-benar menjadi seperti kucing...
Yah, mereka memang kucing sih.
Penjahat itu adalah seorang gadis yang umurnya kira-kira 10 tahun yang mempunyai kuping dan ekor kucing.

「Seiji-sama, tolong kesini sebentar.」

Elena memanggilku dari ruangan lain.

「Jangan kesana!」

Aku berjalan ke ruangan itu mengabaikan peringatan dari gadis penjahat itu...
Perempuan yang umurnya kira-kira 24 atau 25 tahun yang berpakaian seperti suster itu terbaring di tempat tidur yang kumuh.
Dia mungkin di tempat tidur karena sedang sakit. Nampaknya si gadis penjahat ingin memberikan suster yang sakit itu roti.
(TLN: Ini baru cowok peka! :'v)

「Orang ini sepertinya sakit, apakah sakitnya parah?」
「Hal ini jauh dari kata parah. Aku akan mencoba menyembuhkannya dengan sihir.」

Elena menaruh tangannya ke dahi suster itu dan mulai membacakan mantra sihir.

「Si-sihir!」

Gadis penjahat yang aku pegangi kedua tangannya itu terkejut dengan sihir Elena sambil bergelantungan.
Sihir Elena telah selesai dan badan suster itu di mandikan oleh cahaya. Rasa sakitnya tampaknya telah jauh berkurang dan terlihat dia tidur dengan tenang.

「A-apakah dia sudah sembuh?」
「Tunggu beberapa saat. Aku telah menggunakan mantra penyembuh beberapa kali ke dia, dia pasti akan membaik.」
「T-terima kasih!」

Gadis penjahat itu berterima kasih kepada Elena.
Tak lama setelah itu 3 anak kecil keluar dari suatu tempat. Mungkin tadi mereka bersembunyi di suatu tempat.
3 anak kecil itu berumur kisaran 5-8 tahun dan sedikit kurus.

「Suster, dia gak akan mati kan?」
「Dia akan baik-baik saja karena sihirnya pasti akan meredakan penyakitnya.」
「Kakak, terima kasih!」

Anak-anak itu berterima kasih kepada kami dengan suara yang kompak.



TLN: Akhirnya! Projek ini udah nyampe Chapter 10 aja nih hehehe. Makasih banyak yah buat yang selalu baca cerita ini dan juga yang buat yang udah nge-support dengan mengklik link bantuan di atas. Oke langsung aja ke-intinya.
Jadi begini, tanggal 29 Maret 2017 ane akan mengikuti UHB 2 (Ujian Harian Bersama) maka dari itu untuk Chapter 11 akan di post di hari Minggu, Minggu depan. Maaf banget yah ane gk bisa post di hari Jumat karena gak boleh buka laptop kalau lagi musim ujian kayak gini. Tapi tenang aja Chapter 11 setelah ane periksa lumayan panjang, Englishnya ada 1.200an kata jadi pasti puas kok hehehe. Doain ujian ane sukses yah, dan semangat juga buat yang lagi ujian atau sejenisnya. Sekian dari ane, sekali lagi ane ucapkan maaf sebesar-besarnya dan terima kasih buat yang nyempetin waktunya untuk baca projek ini~.

No comments:

DMCA.com Protection Status