Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 5 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Jikuu Mahou de Isekai to Chikyuu wo Ittarikitari Chapter 5 Bahasa Indonesia

March 09, 2017 Christian Tobing

Translator: CTian

Reguler chapter adalah tiap hari Jumat dan Minggu
Kuota chapter bonus: 0 ($0,0100/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip this add"
LINK
kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru 

CHAPTER 5 : KEMBALI KE RUMAH

Aku berpindah ke suatu tempat menggunakan 【Teleportation】.

「Halo, Tuan Putri」
「T-Tuan pahlawan! Jadi kau selamat!」

Benar, aku masuk ke kamar Putri Elena yang sudah aku pasangkan 【Tracking】.
Yah, aku pikir aku setidaknya harus mengucapkan selamat tinggal pada orang ini.
Putri Elena tampaknya menangis sendirian di kamarnya, masih terlihat sisa-sisa air mata di pipinya.

「Terima kasih putri yang sudah memperingati saya tentang bahaya, karenanya saya berhasil menghindari dibunuh. Saya ingin mengatakan beberapa kata terima kasih jadi mohon maaf atas kelancangan saya memasuki ruangan anda tanpa izin.」
「Tidak apa-apa, itu adalah kesalahan ayahku karenanya kau terlibat dalam hal semacam ini. Aku benar-benar menyesal tentang hal ini. Apakah kau terluka?」
「Saya tidak apa-apa, tidak ada luka sedikit pun.」
「Seperti yang aku harapkan dari Tuan Pahlawan, kau sangat kuat.」

Aku sedikit malu dengan apa yang dikatakan oleh Putri tadi. Umurnya 15 atau 16 mungkin?
Aku 30 tahun jadi itu gak seimbang! Tidak, aku harus tenang! Aku gak boleh jadi lolicon.

「Um, Tuan Pahlawan, apa ada masalah?」
「Ah, tidak, bukan apa-apa. Oh, tentang itu, saya punya sesuatu yang ingin ditanyakan kepada Putri.」
「Umm… jika mungkin, bisakah kau memanggilku Elena?」
「Jadi, Putri Elena?」
「Hanya Elena tidak apa-apa dan bisakah bahasa-mu jangan terlalu formal?」
「Ok, aku mengerti. Jadi Elena, bisakah aku menanyakan sebuah pertanyaan?」
「Iya, Tuan pahlawan.」
「Hmm, jangan Tuan pahlawan, bisakah engkau memanggilku Seiji kalau mungkin?」
「Kalau begitu Seiji-sama」
「Yah, Aku pikir itu pun tidak masalah… Kembali ke pertanyaanku tadi, tentang Raja Iblis, bagaimana menurutmu?」
「Raja Iblis?」
「Iya, apa yang dikatakan raja sepertinya bohong, jadi aku ingin dengar pendapatmu.」
「Hmm seperti apa yah~ Aku tidak benar-benar tahu banyak tentang hal itu,
tapi beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar bahwa salah satu desa perbatasan hancur karena Pasukan Raja Iblis.」
「Sebuah desa perbatasan? Jadi desa itu dihancurkan bukan diduduki? Apakah desa itu adalah semacam desa penting?」
「Iya desa itu tidak didudukinya, lebih tepatnya desa itu dihancurkan tanpa ampun. Sama seperti desa lainnya, desa itu adalah desa yang sangat biasa.」
「Hmm, aku bertanya-tanya kenapa Pasukan Raja Iblis repot-repot menghancurkan sebuah desa biasa-biasa saja?」
「Kalau dipikir-pikir, aku bertanya-tanya mengapa? Aku tidak berpikir sampai ke sana. Maafkan aku.」
「Tidak usah minta maaf. Pasukan Raja Iblis menghancurkan sebuah desa tampaknya benar-benar meragukan, tampaknya mereka tidak mempunyai tujuan tertentu.」
「Nah, berpikir tentang hal itu lagi, itu tampaknya sedikit aneh. Mulai sekarang mari kita berdua mencari tahu tentang tujuan mereka yang sebenarnya.」

Wajahnya tampak penuh tekad, tetapi apakah ini akan baik-baik saja? Aku khawatir kalau ini akan menjadi sesuatu yang bertentangan dengan raja itu.
Hmm, nampaknya aku harus sering-sering menggunakan 【Tracking】 untuk memonitor Elena.
J-Jangan berpikir yang macam-macam. I-Ini bukan berarti aku menggunakan 【Tracking】 sehingga aku bisa mengintipnya yah! Khawatir, ini karena aku khawatir.
Untuk siapa sih aku membuat alasan ini? Oke sudah waktunya untuk pulang.

「Sudah waktunya bagiku untuk pergi. Banyak hal yang telah terjadi, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk negara ini ...... tapi yang penting jaga dirimu Elena.」
「Iya Seiji-sama, kau juga jaga dirimu.」

Setelah aku mengucapkan perpisahanku ke Elena, aku menggunakan 【Teleportation】 sambil memikirkan kamarku sendiri.

~~~~~~~~~~

Nampaknya 【Teleportation】 dari dunia lain ke Bumi berhasil, Aku telah kembali ke kamarku.
Merasa lega telah kembali ke kamarku, aku tiba-tiba merasa lapar jadi aku memutuskan untuk makan mie cup.
Aku pergi ke ruang tamu, membuka stok mie cup dan menuangkan air panas di ketel listrik.
Namun! Air panas-nya habis di tengah-tengah! Ini adalah keadaan darurat!
Aku tidak bisa makan seperti ini, di sisi lain jika aku pergi merebus air panas,
selama waktu itu bagian bawah mie cup akan menyerap air panas dan menjadi basah.
Untuk mengatasi keadaan darurat ini, aku menempatkan otakku pada gigi tertinggi.

PIKON!

Aku merasa seperti bola lampu menyala di atas kepalaku.

「Benar! Aku bisa menaruhnya di Inventory ku dan memberhentikan waktunya!」

Aku meletakkan mie cup yang terisi dengan setengah dengan air panas tadi ke dalam Inventory ku, kemudian membuat waktunya berhenti.
Kemudian dengan cepat merebus air panas dengan ketel, lalu aku mengambil mie cup yang tadi ku masukkan ke dalam Inventory dan menuangkan air panas di dalamnya lagi.

「Kumohon Berhasil.」

Aku menunggu 3 menit seperti aku sedang berdoa, kemudian mengambil seseruput mie dengan sumpit setelah melepas tutup dengan cepat.

「Baik! Ini tidak terlalu basah!!」

Aku mengatasi keadaan darurat terbesar dalam hidupku dan terus makan mie cup yang tidak terlalu basah.
Ini bukan hanya kemenangan biasa melawan mie cup. Ketika mie cup yang aku makan nanti kehabisan air panas di tengah-tengah,
pada saat itu lah krisis terbesar di dunia akan benar-benar ditaklukkan! Aku makan mie cup sambil meneteskan air mata.
(TLN: Jujur gak begitu ngerti tapi kayaknya dramatis sekali :'v)
Hm? Aku merasa sepertinya aku berada di krisis yang jauh lebih besar beberapa saat yang lalu? Apakah itu hanya imajinasi ku saja?

Merasa kenyang, aku menjadi mengantuk jadi aku merangkak ke tempat tidur dan pergi tidur.

No comments:

DMCA.com Protection Status