Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 14 Part 3 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Mondaijitachi ga Isekai kara Kuru sou desu yo? Chapter 14 Part 3 Bahasa Indonesia

March 04, 2017 Narwastu Vivaldi


Translator: KIV & Ise-kun
Editor: Ise-kun

Volume 2 Chapter 4

Melihat Izayoi yang dari tadi mengacau membuat Kuro Usagi naik pitam hingga kedua telinganya berdiri.

Sementara itu, Kasukabe yang dari tadi sibuk sendiri, tiba-tiba berbalik dan bertanya pada Shiroyasha.

“Shiroyasha, siapa yang kulawan besok?” (Yo)

“Maaf, tapi itu masih rahasia. Tidak adil kan kalau [Host] membocorkannya? Tapi, aku bisa memberitahu nama komunitasnya.” (Shiroyasha)

“Pa!” Shiroyasha menjetikkan jarinya.

Gulungan yang muncul di pertandingan hari ini kembali muncul dengan isi serupa.

Melihat nama komunitas yang tertulis di dalamnya, Asuka membelalakkan mata karena terkejut.

“[Will o’ Wisp] dan [Rattenfanger]!?” (Asuka)

“Ya. Walaupun tidak biasa, tapi kedua komunitas ini berasal dari gerbang luar 6 digit, dengan kata lain dari tingkat sebelah. Aku tidak bisa bicara banyak, tapi sebaiknya kau mempersiapkan diri.” (Shiroyasha)

Mendengarkan saran serius Shiroyasha, Kasukabe menganggukkan kepalanya.

Di saat yang sama Izayoi tengah memperhatikan isi gulungannya dengan serius dan mulai tertawa resah.

“Ho… [Rattenfanger]? Komunitas [Badut penangkap tikus]? Apa berarti musuh besok itu, [Pied Piper of Hamelin]?” (Izayoi)
(TLN: Pied Piper of Hamelin = Peniup Seruling dari Hamelin, judul sebuah dongeng yang cukup terkenal)

“Eh?” Ucap Asuka yang kembali terkejut.

Tapi suara Asuka dikalahkan suara resah dari Kuro Usagi dan Shiroyasha.

“Apa maksudmu… [Piper of Hamelin]?” (Usagi)

“Tunggu, apa maksudnya ini? Jelaskan, Bocah.” (Shiroyasha)

Menghadapi ekspresi terkejut dari keduanya, Izayoi hanya mengedipkan matanya beberapa kali.

Shiroyasha, dengan nada rendah, mulai bertanya secara lebih spesifik:

“Oh, maaf, untuk kalian yang baru saja tiba--- [Piper of Hamelin] adalah salah satu nama komunitas yang berada di bawah kekuasaan seorang [Demon Lord].” (Usagi)

“Apa?” (Shiroyasha)

“Demon Lord tersebut berasal dari komunitas bernama [Grimm Grimoire]. Dia adalah seorang summoner dan telah memanggil berbagai iblis yang berasal dari 200 grimoire.” (Usagi)

“Berbagai iblis dapat dipanggil hanya dari satu grimoire. Yang harus diperhatikan adalah, isi yang ada dalam grimoire tersebut, karena latar dunianya bisa jadi berbeda. Grimoire itu layaknya kaset permainan, memiliki peraturan berbeda dan kekuatan yang memaksa, benar-benar Demon Lord yang menyeramkan.” (Shiroyasha)

“Oh~”

Mata izayou mulai berbinar, dan Kuro Usagi melanjutkan ucapannya.

“Ketika Demon Lord itu kalah dalam Gift Game melawan suatu komunitas, dia harusnya sudah mati… tapi Izayoi tadi mengatakan [Rattenfanger] adalah [Piper of Hamelin]. Kuro Usagi tidak begitu paham soal dongeng, jadi untuk berjaga-jaga, bisakah berikan penjelasan lebih banyak?” (Usagi)

Penampilan gugup kuro usagi menandakan dirinya was-was akan kemunculan Maou tersebut.

Setelah berpikir sejenak, Izayoi lalu memperlihatkan senyum menjengkelkan kemudian menjulurkan tangannya untuk memgang kepala Jin.

“Aku paham situasinya. Jadiii, mari kita biarkan Ochibi-sama yang menjelaskan semuanya.” (Izayoi)

“Eh? Ah, baiklah.” (Jin)

Dengan itu semua mata tertuju ke arah Jin. Walau ia setuju, namun sebenarnya Jin tetap merasa gugup karena tiba-tiba saja diserahkan tanggung jawab. Izayoi mendekatkan kepala jin ke arahnya, dan berbisik:

“…kesempatanmu untuk tampil akhirnya tiba, jangan buat mereka kecewa.” (Izayoi)

“eeeeh… ba-baik!” (Jin)

Berdeham sekali, Jin merapikan pakaiannya sebelum mulai bercerita:

“[Rattenfanger] adalah sebuah kata dalam bahasa Jerman yang berarti [Penangkap tikus]. Namun dalam kasus ini, penangkap tikus adalah sebuah metaphor yang digunakan dalam buku Grimm bersaudara--- [Piper of Hamelin].” (Jin)
(Editor note: hmmn, gw masih bingung kok bisa orang dari dunia lain tau Negara Jerman?)

Semuanya menganggukkan kepala mereka dan Jin melanjutkan.

“Dalam buku dongeng yang pernah ditulis Grimm bersaudara, beberapa buku ditulis dengan berbasis pada kasus sejarah. [Piper of Hamelin] adalah salah satunya, dengan latar di sebuah kota bernama [Hamelin]. (Jin)

Sebuah prasasti pada loh/lempeng batu untuk buku dongeng Grimm Bersaudara [Piper of Hamelin];

—Tahun 1284, Diari John dan Paul di tanggal 26 Juni.

130 anak-anak lahir di Hamelin dibujuk oleh seorang penuiup seruling yang memakai berbagai macam warna. Semua anak-anak hilang di tempat eksekusi di dekat bukit.・

Prasastinya merupakan sebuah naratif yang berdasarkan dari kejadian yang sebenarnya yang ditampilkan pada potongan kaca.

Itu kemudian menjadi buku Grimm Bersaudara, dengan [Piper of Hamelin] sebagai judul ceritanya.

"Ya, terus kenapa penangkap tikus dijadikan sebagai metaforanya?" (Shiroyasha)

"Karena fitur badut yang ada di buku Grimm bersaudara, adalah badut yang dapat menangkap tikus-tikus." (Jin)

Jin dengan lancarnya menjawab pertanyaan Shiroyasha, sementara Asuka yang ada di sampingnya dengan hening menghirup udara.

"Dia bilang... badut [Penangkap tikus]?"

Insiden selama penyerangan itu terbesit di pikirannya Asuka. Berpikir mengenai itu, ketia ia diserang, terdapat suara seruling yang tidak seralas.

"Ya... [Rattenfanger] dan [Piper of Hamelin] kah... Dengan semua ini, kemungkinan sisa peninggalan Demon Lord menyusup dalam perayaan kelahiran naga api mungkin cukup tinggi." (Shiroyasha)

"YES. Karena partisipan tidak dapat memasuka perayaan tanpa adanya [Ijin host], maka kemungkinan tersebut pun ada." (Usagi)

"Ah? Apa maksudmu tadi itu? Itu pertama kalinya aku mendengarnya." (Jin)

"Oh oh, itu benar. Setelah mendengar Demon Lord akan muncul, aku mengatur beberapa penanggulangan. Itu berarti dengan menggunakan [Ijin host]-ku, terdapat sebuah tambahan peraturan di dalam festivalnya. Untuk lebih rincinya..." (Shiroyasha)

Shiroyasha menjentikkan jarinya dan gulungan lainnya muncul, apa yang tertulis di dalamnya adalah bermacam-macam hal mengenai festival.

[§ Perayaan Kelahiran Naga api §]

. Berbagai hal yang perlu digarisbawahi ketika menghadiri Perayaan:

1. Larangan dalam penggunaan area panggung oleh partisipan biasa, Gift Game diperkenankan untuk dihelat di area bebas.

2. Jika tidak ada ijin dari host festival, mereka yang dengan [Ijin host] dilarang untuk memasukan area festival.

3. Para partisipan dilarang dalam menggunakan [Ijin host] di dalam area festival.

4. Selain dari partisipan, orang luar dilarang untuk memasuki area panggung Festival ataupun area bebas.

Sumpah: Menghormati isi yang telah dijelaskan, dua komunitas yang menjadi host Gift Game ini didasarkan pada bendera dan keagungan mereka.

                                          *Stempel*                                  *Stempel*
                                      [Thousand Eyes]                           [Salamandra]

Izayoi sedikit mengangguk setelah membaca isi gulungannya.

"[Orang-orang selain partisipan tidak dapat memasuki permainannya], [Partisipan tidak dapat mengunakan ijin host] kan? Benar, berdasarkan pada peraturan ini, Demon Lord yang menyerangnya tidak akan bisa menggunakan [Ijin host]."

"Ya, bagaimanapun, yang dapat dikendalikan sudah dikendalikan."

"Benarkah?" Izayoi menyetujuinya dengan menganggukan kepalanya.

Sementara di sisi lain, Kuro Usagi bertanya kepada Jin dengan nada suara terkejut:

"Tapi itu cukup mengejutkan. Jin-bocchan, darimana kamu mendapatkan informasi mengenai [Piper of Hamelin]?" (Usagi)

"Itu... tidak ada yang special. Itu karena ketika aku membawa Izayoi ke ruang timbunan, aku juga melihat ke buku-bukunya..." (Jin)

"Oh, benarkah? Tapi apapun yang kau katakan, informasi ini cukup berguna. Akan tetapi akan jadi rumit kalau musuh yang jadi pemenang gamenya, kita harus mulai memonitoring sebelum Sandora-sama kehilangan muka dan harga dirinya terluka——Ketika kecelakaan apapun terjadi, itu akan menjadi giliranmu untuk membantu." (Shiroyasha)

Semua yang dari [No Name] mulai mengangguk, tanpa terkecuali Asuka yang sedang mengalami keresahan di kepalanya.

'[Rattenfanger] berada di kekuasaannya Demon Lord...? Berarti anak ini---?'

Asuka melihat ke peri bertopi runcing yang sedang tidur dengan tenang di pangkuannya, yang mengaku bahwa ia datang dari [Rattenfanger].

Meskipun begitu, Asuka tidak melihat peri itu sebagai sesuatu yang harus dijauhi. Meskipun ia ingin membawa masalah ini ke semua yang ada di sini, tapi ketika gilirannya tiba, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Tetap dengan perasaan resah di hatinya, ia kembali ke kamarnya, mempersiapkan diri untuk menyambut hari baru.

Previous ChapterDaftar Isi – Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status