NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 22 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 22 Bahasa Indonesia

March 12, 2017 Beonovel

Volume 1, Chapter 22 – Sati


Sudah lama sejak aku telat bangun seperti ini. Biasanya saat fajar menyingsing, anak perempuan-nya pemiliki penginapan datang membangunkanku untuk sarapan. Setelah bangun sendiri, aku sarapan di ruang makan merangkap dapur. Sarapan pagi ini adalah bento aku beli sebelumnya. Karena akhir-akhir ini aku selalu makan di ruang makan penginapan, makan sendiri rasanya sangat kesepian.
Berkeliling di pusat perbelanjaan, aku memesan ranjang di toko perabot. Ketika aku menunjuk ke ranjang yang berkelas, harganya mahal semua. Selimut kapas kualitas tinggi dibuat dari bulu rajawali besar yang halus. Kasurnya terbuat dari wol domba liar besar yang disebut biri-biri biru. Bersama dengan selimut dan seprai, uang hasil penjualan babi hutan liar hampir habis seluruhnya. Aku menyerah dan membeli sesuai dengan harga yang ditetapkan. Tapi ranjang lengkap seharga 1000  Gold dan membelinya untuk tidur dengan nyaman, menurutku merupakan pengeluaran yang pantas.
Sekarang. Hari ini adalah event utamanya. Seperti yang diceritakan oleh Kreuk, aku datang ke bangunan terpisah di ujung kota. Mirip dengan agen perumahan, itu hanya bangunan biasa dengan tulisan ‘Broughal Company’ di papan namanya.
Aku merasa gugup saat berdiri di pintu masuk. Tidak apa-apa masuk seperti ini? Apa lebih baik jika aku bertanya lebih rinci ke Kreuk. Atau memintanya untuk menemaniku? Aku mondar-mandir tanpa tujuan di depan pintu. Aku terlihat mencurigakan. Aku juga menghalangi bisnisnya. Untungnya tidak ada pelanggan lain yang muncul.
Ketika aku masih berlama-lama di depan, tiba-tiba pintu terbuka dan seorang laki-laki botak paruh baya mengintip ke luar.
“Silakan masuk kesini.”
Aku dibawa ke dalam dengan senyum ramah di wajahnya.
“Ah, katanya di sini, budak……”
“Benar. Kami pedagang budak. Seperti apa yang ingin kau beli anak muda? Untuk mengerjakan tugas-tugas rumah? Ya ya ya, tentu saja perempuan kan? Kami punya gadis-gadis yang cantik. Apa ada keinginan khusus? Tidak? Mengerti. Mari ke sini, tunggu sebentar di sini.”
Sepertinya dia sudah terbiasa. Aku ingin tahu apakah banyak yang ragu-ragu tak bernyali di pintu masuk sepertiku. Kemudian, pak botak datang membawa teh. Aku duduk di sofa dan setelah minum teh, aku mulai merasa tenang. Baiklah, penyusupan sukses. Misi dimulai dari sekarang. Sambil menunggu pak botak kembali dengan gelisah.
“Mari ke sini.”
Aku dibawa ke luar ruangan.
“Kau beruntung anak muda, kami baru saja menggumpulkan gadis-gadis muda. Aku yakin kau senang dengan mereka. Berapa anggaranmu? Oke oke. 40-50 ribu? Jangan khawatir. kami melakukan bisnis yang jujur, oke? Kau akan mendapatkannya dengan harga yang wajar.”
Kami melewati koridor dan masuk ke ruang terdalam. Saat memasuki ruangan, di ada perempuan-perempuan yang berbaris bersebelahan. Gadis-gadis itu menatap ke arahku. Mereka semua memakai gaun? Seperti yang dipakai oleh pasien di rumah sakit, mereka mengenakan pakaian putih tipis dan berkibar-kibar. Aku bisa melihat lekuk tubuh mereka dengan jelas. Mereka telanjang kaki.  Bukankah pakaian mereka sedikit tembus pandang? Selain itu ada celah di sampingnya dan aku bisa melihat payudara mereka menyembul keluar. Ah bahaya bahaya.
“Mari, silakan duduk di sini.”
Aku ditawari kursi oleh pak botak. Aku tidak bisa berdiri sekarang. Kalian anak muda bisa mengerti apa kurasakan bukan? Ada meja di depan kursi. Bagian bawah tubuhku tertutupi. Si botak benar-benar sangat mengerti. Ini seperti situasi di mana aku akan mewawancarai gadis-gadis di depanku.
“Biasanya, dari kanan, mereka diurutkan berdasarkan usia. Bagaimana menurutmu? Apa ada yang kau suka? Lihatlah mereka, tak usah buru-buru.”
Ada sedikit jarak, mungkin gadis-gadis itu mendengar karena kami berbicara seperti berbisik. Aku melihat ke depan. Ada 2 yang bertelinga kucing. Hanya ada 1 gadis kecil, sisanya adalah gadis-gadis muda. Standar mereka berdelapan cukup tinggi. Tampaknya aku akan puas dengan yang mana saja yang akan kupilih. Di dunia ini, rasio cewe cantiknya sangat tinggi.
“Di antara gadis-gadis ini……”
“Hanya satu, yang paling kanan, yang memiliki pengalaman, yang lainnya belum. Aku bisa jamin.”
Apa dia menganggapku akan melakukan itu? Yang paling kanan adalah perempuan yang paling seksi. Dan dari usianya terlihat dia yang paling tua. Tapi bagaimana dengan gadis kecil yang paling kiri? Dari penampilannya, usianya mungkin sangat muda.
“Meskipun tidak wajar untuk melakukan itu dengannya sekarang, tapi setiap orang punya selera masing-masing kan? Dia bisa dilatih berbagai hal sedari kecil, seseorang mungkin ingin menjadikannya sebagai anak angkat atau murid.”
Ah, aku ngerti, itu seperti membesarkan seorang gadis kecil menjadi sosok ideal dan ‘menggolkannya’ setelah gadis itu cukup umur. Untuk saat ini, tinggalkan dulu gadis yang paling kiri. Terlalu banyak kontranya. Pak botak kemudian menjelaskan setiap gadisnya satu persatu. Yang paling kanan adalah yang paling berpengalaman dan terampil di atas ranjang. Dia juga bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. Selanjutnya adalah gadis dengat otot yang kuat. Dia memiliki pengalaman tempur dan mampu melaksanakan tugas sebagai penjaga. Yang ketiga gadis dengan telinga kucing, beastman memiliki kemampuan fisik yang tinggi. Dia bisa belajar bertarung dan direkomendasikan untuk melakukan kerja fisik.
Aku terpikat dengan yang keempat. Dari awal aku memang tertarik dengannya. Memang delapan gadis ini cantik semuanya, tapi yang ini benar-benar sangat memikat. Rambut hitam yang halus dan panjang, wajahnya yang bersih, kulitnya bening dan lekuk tubuhnya luar biasa.
“Gadis ini kan? Pekerjaan rumah tangga sudah pasti, dia juga sudah diajari membaca dan menulis dan dilatih etiket. Kemanapun kau membawanya, dia tidak akan mengecewakanmu, toko kami sangat merekomendasikannya. Tapi harganya lebih tinggi.
Saat kutanya berapa harganya, itu benar-benar melebihi anggaranku. Bahkan dengan semua anggaran yang kupunya, aku tidak bisa mencapai setengah harganya. Meskipun aku sudah bilang anggaranku 40-50 ribu, kenapa pak botak ini menunjukkan gadis itu kepadaku?
“Setelah aku menunjukkan semuanya, kau bisa mengambil pinjaman jika kau benar-benar ingin membelinya, Bagaimana? Kau ingin melihat-lihat dari dekat?”
Tinggalkan itu. Kalau aku disuruh lihat dari dekat, aku bisa-bisa gak tahan….. setelah melihat yang keempat, yang kelima dan keenam jadi terlihat sangat biasa. Mereka terlihat sedikit polos, tapi mereka cantik dan harganya juga wajar. Dalam hal apapun, bukankah yang kedua dan ketiga akan lebih baik jika kami berbicara tentang pertarungan? Jika ditambahkan dengan penjualan daging naga, aku mungkin bisa membeli gadis ketiga yang bertelinga kucing. Untuk gadis yang kedua, aku punya uang yang lebih dari cukup. Akhirnya, sampai ke gadis ketujuh yang bertelinga kucing. Dia terlihat imut. Dengan bentuk tubuh yang panjang, ramping dan proporsial. Dia kurus. Aku rasa dia sedikit terlalu muda, tapi sepertinya sudah dibatas aman. Mungkin.



Aku terkejut saat diberitahu bahwa dia yang paling murah. Meskipun gadis bertelinga kucing biasanya relatif lebih mahal.
“Gadis memiliki beberapa masalah. Dia memiliki penglihatan yang buruk. Meskipun dia bisa melihat dalam cahaya redup, dia bisa tersandung saat berjalan. Dia ceroboh saat bekerja. Dia menabrak apa yang ada disekitarnya. Dia cukup kuat, tapi dengan pengecualian itu, dia benar-benar……”
Bukankah itu bisa disembuhkan dengan sihir penyembuh? Atau bisa menggunakan sesuatu seperti kacamata?
“Kau tahu, dia sudah dibawa ke orang yang bisa menggunakan sihir penyembuh. Tapi tidak bisa disembuhkan dengan kemampuan orang itu. Mungkin itu bisa disembuhkan oleh healer tingkat tinggi, tapi aku tidak ingin menghabiskan uang untuk sesuatu yang masih belum pasti.”
Sepertinya kacamata tidak diketahui. Aku ingin tahu apakah kacamata ada di dunia ini?
“Kau tahu, penampilannya bagus dan tidak diragukan dia akan melayanimu kan? Untukku, aku ingin seseorang pemuda yang baik sepertimu membelinya. Sampai sekarang aku masih terpikir apa yang terjadi jika tidak ada yang mau membelinya.”
Apa yang akan terjadi?
“Apakah dia akan menjadi mainan di rumar bordir atau dikirim ke tambang? Kau tahu mengenai tambang?”
“Eh? Aku tidak tahu…..”
Mainan di rumah bordir? Dikirim ke tambang? Untuk gadis secantik ini?
“Itu tempat yang mengerikan. Masuk ke dalam lubang gelap sempit dengan orang-orang yang mengali mineral. Selain gas beracun atau banjir, kadang-kadang tambang juga bisa runtuh. Jika dia dikirim ke sana….. jujur aku tidak ingin dia dikirim ke sana. Namun gadis yang tidak terjual, tidak bisa tinggal begitu saja, kau tahu.”
“Dia hanya memiliki penglihatan yang sedikit buruk kan? Apa dia punya masalah lain?”
“Ah itu, kau tahu, tidak banyak orang yang mau membeli gadis dengan masalah itu. Silakan lihat ke sini… Kasihan sekali gadis ini. Sebenarnya, orang tua gadis ini menjualnya saat mereka mengetahui bahwa dia punya penglihatan yang buruk. Hei, kemari dan sapa anak muda ini.”
“Errr. Saya akan melakukan yang terbaik. Jadi saya mohon, beli saya master.”
Gadis kucing dengan mata yang berkaca-kaca sedang berusaha membuatku tertarik. Gadis seperti ini akan dikirim ke tambang?
“Apa aku boleh mencoba sihir penyembuh?”
“Heh? Kau healer? Itu tidak masalah, tapi aku tidak akan membayar untuk itu.”
“Tidak masalah. Sebaliknya, jangan naikkan harganya jika dia sembuh, ok? Kemari lah. Siapa namamu?”
“Nama saya, Sati.”
“Kalau begitu Sati, karena aku akan menggunakan sihir penyembuh padamu, jangan bergerak oke?”
“Iya.”
Aku menyentuh sekitar matanya dengan tangaku dan memfokuskan kekuatan sihirku. [Heal], [Heal], [Heal], selain itu aku coba menggunakan [Cure Disease] dan [Detoxification] juga.
“Oke, coba buka matamu, bagaimana?”
Si gadis kucing membuka matanya lebar-lebar dan menggeleng. Tidak berhasil? Apa aku harus berdiskusi dengan Angela-chan dan rekan-rekannya? Karena di dunia ada botol kaca, mungkin saja lensa bisa dibuat. Aku juga bisa menaikkan level sihir penyembuhku. Sekarang sihir penyembuhku level 3. Aku punya 26 skill point, butuh 4 poin untuk naik ke level 4. Mungkin butuh 20 poin untuk naik naik ke level 5, itu masih cukup. Yah ini memang pertaruhan. Sambil merenungkan itu, pak botak bertanya.
“Apa kau tertarik? Kau ingin membelinya?”
Aku tersadar. Aku benar-benar ingin membawa dia pulang ke rumah... tidak ada pilihan lain selain membelinya.
“Aku akan membelinya...”
Akhirnya kata-kata manis si pedagang budak terbayarkan. Pak botak meninggalkan Sati dan keluar dari ruangan bersama dengan gadis-gadis lainnya. Gadis ke 4 terlalu bagus. Jujur dia tipe aku banget, jika saja aku punya uang yang cukup.
Saat aku berbalik, si gadis kucing masih berdiri di tempat yang sama dan sedang menatapku dalam diam. Ya, dilihat-lihat, dia imut juga. Rambut hitam yang halus dan pendek, ekornya bergoyang ke kiri dan kanan.  Kulihat wajahnya lebih dekat, dia gadis yang cantik. Aku rasa dia masih sangat muda, tapi dalam beberapa tahun, dia akan tumbuh menjadi perempuan yang cantik. Aku penasaran apa dia cocok mengenakan pakaian ala loli gothic.
“Apa kau baik-baik saja?”
“Ya, perlakukan saya dengan baik master. Saya akan melakukan apapun, silakan perintah saya.”
Dia menundukkan kepalanya berulang-ulang. Master? Master-sama... master, tuan-sama, onii-chan? Tidak tidak. Namaku lebih baik.
“Namaku Yamano Masaru. Panggil aku Masaru.”
“Ya Masaru-sama.”
“Kau bisa melihat sedikit jelas kan?”
“Ya, pandangan saya kabur saat melihat dari jauh, tapi saya bisa melihat dari dekat.”
Sambil mengatakan itu, tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya. Dekat, terlalu dekat. Wajahnya terlalu dekat, hidungnya bisa mengenaiku. Sebelum menyentuhku, tiba-tiba dia berhenti dan mundur.
“Ah saya minta maaf. Itulah seberapa saya bisa melihat.”
Aku menelan ludah. Bagaimanapun, pakaian ini, tipis dan merangsang. Setiap kali Sati bergerak, aku tergoda untuk menangkap setiap gerakannya dengan mataku. Dan kemudian aku menyadari, dia kurus banget, tinggal kulit dan tulang saja. Apa dia tidak diberi makan yang cukup? Ini menyedihkan.
Pak botak kembali.
“Oh ya, siapa namamu? Apa kau membawa tanda pengenal?”
“Yamano Masaru. Kalau kartu guild?”
Aku menyerahkan kartu guilku dan kemudian dia melirikku setelah mengembalikan kartu. Ketika dia bertanya ‘apa kau bawa uangnya sekarang?’ aku menjawab dengan iya.
“Ini 35 ribu Gold.”
Aku mengeluarkan koin gold dari item bag dan menyerahkannya. Pak botak menghitung setiap koinnya dengan hati-hati.
“Ya. Sudah pas. Selanjutnya kita akan mengesahkan tanda budak. Bisakah kau meneteskan sedikit darahmu? Darah tuannya ditambahkan ke tanda budak dan akan diakui sebagai pemiliknya”
Sati menjulurkan lengannya. Di punggung tangannya, tepat di atas pergelangan tangannya, seperti ada pola tato yang terukir. Pak botak memberikan sebuah jarum dan aku menusuk ujung jariku. Aku meneteskan darahku ke atas pergelangan Sati. Saat itu tanda budak bersinar.
Dan tiba-tiba Menu terbuka. Itu bukan punyaku, itu Sati.
“Oke, dengan ini, dia menjadi milikmu Masaru-sama.”
“Ah-aahhh. Benar, apa Sati punya pakaian lain? Dan dia tidak memakai alas kaki, membawanya ke rumah seperti ini.
Dan kemudian aku menerima pakaian dan sandal yang telah disiapkan. Aku menyerahkannya ke Sati dan dia langsung memakainya, itu benar-benar menutupi tubuhnya. Jubah huh? Dengan pakaian putih itu dia terlihat seperti teru teru bozu. Dia memakai sandal dan dengan ini, tidak ada masalah kalau dia keluar.
Setelah itu aku diberitahu beberapa hal mengenai budak. Selama ada tanda budak, mereka tidak bisa lari dan mereka benar-benar tidak bisa menyerang master mereka. Dan meskipun diperintahkan, ada kasus dimana mereka tidak mendengar perintah tuan yang benar-benar mereka benci. Tampaknya hanya golem yang mematuhi segala perintah tanpa ikatan, karena mereka tidak memiliki emosi, jadi mudah dikontrol. Jaga malam merupakan salah satu tugas dasar. Mereka tidak bisa menolak. Tuannya bisa menggunakan mereka sesuka hati. Pemilik budak adalah master mereka, namun mereka juga merupakan milik negara. Dilarang untuk menyakiti mereka tanpa alasan. Tapi diperbolehkan untuk memukul mereka dua atau tiga kali. Jika diperlakukan dengan sangat buruk, budak bisa mengajukan keluhan. Budak bisa bebas berbicara dan tidak bisa ditahan. Jika negara mengetahui itu, negara bisa mengambil budak tersebut dan si pemilki akan didenda. Hukuman juga berlaku jika membunuh budak. Jika seseorang sudah bosan dengan budaknya, bawa mereka kembali ke pedagang budak. Huh? Pedagang budak akan membeli mereka lagi.
Sambil mendengar penjelasan, aku sekilas menatap Sati. Pak botak mungkin salah paham dengan maksud dari tatapanku, tapi aku tak peduli dengan itu. Sekarang layar Menu terbuka di depannya, dengan kata lain HP, MP, status, skill dan sebagainya sedang ditampilkan.


No comments:

DMCA.com Protection Status