NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 23 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 23 Bahasa Indonesia

March 13, 2017 Beonovel

Volume 1, Chapter 23 – Tanpa Celana Dalam

Baru saja kami meninggalkan toko, Sati sudah jatuh tersungkur.
“Ka-kau baik-baik saja?”
“Saya selalu terjatuh. Saya baik-baik saja.”
Karena dia jatuh terus menerus, dia jadi punya Skill Sturdy? Setelah berjalan sebentar, dia jatuh lagi.
Setelah menggunakan [Heal], tidak ada pilihan lain, aku meraih tangannya dan menariknya ke dekatku. Kapan terakhir kali aku bergandengan tangan dengan cewe? Aku sedikit gembira dan malu.
“Apakah Masaru-sama seorang healer?”
“Benar. Aku bisa menggunakan sihir penyembuh, tapi aku juga bisa menggunakan sihir lainnya. Aku wizard.”
“Hebat. Beastman tidak bisa menggunakan sihir.”
Dengan status magic power yang hanya 3, itu memang mustahil.
Dalam perjalanan ke rumah, kami singgah ke toko pakaian bekas. Aku membeli beberapa pakaian yang cocok untuk Sati. Dia menabrak rak dan rak itu hampir jatuh, jadi aku menyuruhnya untuk berdiri di dekat pintu masuk. Pakaian dalam juga? Kulihat sekilas tadi, tampaknya dia tidak memakai celana dalam. Aku mendatangi pegawai perempuan dan bertanya dengan malu-malu.
“Permisi... aku ingin membeli beberapa pakaian dalam untuk gadis itu.”
Aku mengatakan itu sambil menunjuk ke Sati dan dia segera membawa beberapa. Apa ini pumpkin pants? Aku diberikan 5 pasang. Aku membayarnya bersama dengan pakaian lainnya.
Aku menuntun Sati dan kami masuk ke dalam rumah.
“Ini rumahku. Mulai hari ini, ini rumahmu juga.”
“Ya.”
Aku menyuruh Sati untuk duduk di kursi. Sekarang, aku memeriksa Menu. Sepertinya aku bisa mengatur menu itu. Dan tampaknya daftar skillnya juga sama. Apa Sati bisa melihatnya? Aku mencoba membuka dan menutup Menu, tapi tidak ada reaksi darinya. Aku harus meninjau daftar skill...
“Ano~”
“Ya?”
“Apa ada sesuatu yang bisa saya kerjakan? Saya belum melakukan apa-apa.”
“Untuk saat ini tidak ada. Tetap duduk di sini. Ah, aku mulai lapar.”
Aku mengeluarkan 2 bento dari item bag dan memberikan satu untuknya.
“Oke, ini. Kau bisa memakannya.”
“Terima kasih.”
Aku makan sambil melihat daftar skill dan melihat Sati tidak bergerak sama sekali. Dia masih memegang bento-nya.
“Kenapa? Kau tidak makan?”
“Tidak, karena status sosial budak, tidak terpikirkan untuk makan bersama Masaru-sama. Tapi karena hanya diperintahkan untuk duduk di sini, saya memikirkan apa yang harus saya lakukan.”
“Tidak apa-apa. Makan di sini saja. Di rumah ini, hanya ini ruang makannya. Kita akan makan bersama. Tidak, bukan itu. Tidak masalah jika kau makan di manapun dan kapanpun kau mau. Bahkan jika itu di depanku atau ketika aku tidak ada. Tapi ketika aku mengeluarkan makanan untuk berdua, itu artinya kita makan bersama-sama, di meja yang sama. Ayo makan.”
“Ya. Mengerti.”
Sati mulai memakannya. Bentonya enak. Sambil mengatakan bentonya enak, dia makan dengan lahapnya.
“Di tempat perdagangan budak, kau tidak banyak makan?”
“Tidak. Makan dua kali sehari saja, satu di pagi hari dan satu di malam hari. Makanannya roti dan sup kosong.”
“Itu buruk!”
“Tidak, saat di sana, saya tidak banyak bergerak, jadi itu cukup. Ketika masih di desa, malah lebih buruk.”
Apa yang lebih buruk dari makan dua kali sehari hanya berupa roti dan sup kosong? Mungkinkah dia mengunyah akar pohon? Sati sudah menghabiskan bentonya. Ada remah-remah tersisa, dia mengutipnya satu persatu. Aku mengeluarkan bento lain dan memberikan kepadanya.
“Tidak apa-apa kah?”
“Ya, makanlah. Kalau masih kurang, akan aku berikan lagi.”
Sambil melihat Sati mulai menyantap bento keduanya, aku melihat-lihat Menu. Seperti yang diharapkan dari seorang budak, loyalty-nya bisa berubah. Meskipun aku bertanya ke Itougami tentang sistem ini, dia pasti tidak akan menjawabnya. Untuk memastikan, sepertinya aku harus membeli budak lain, tapi pertama-tama, aku harus melakukan sesuatu untuk penglihatan Sati.
[Eyesight Degradation]
Bonus negatif untuk Agility dan Skill
[Sturdy]
Mengurangi damage yang diterima oleh tubuh. HP pulih dengan cepat.
Karena efek dari Eyesight Degradation, jumlah agility dan skill-nya buruk. Aku penasaran apa Magic Eye bisa digunakan olehnya? Clairvoyance, untuk melihat masa depan? Tidak, bukan itu. Agility Up dan Skill Up apa ada gunanya? Haa, Mind’s Eye.
[Mind’s Eye]
Dengan mata batin melihat semua serangan musuh. Evasion meningkat drastis.
Sedikit berbeda dengan yang kubayangkan? Night Vision? Hawk Eyes.
[Hawk Eyes]
Bonus positif untuk penglihatan.
Ini dia! Ini yang kucari. Dan itu membutuhkan 5 poin, mari kita coba.
Sepertinya dia sudah menghabis bento kedua. Karena terlihat seperti masih belum cukup, aku memberinya dua sate daging kelinci. Dia banyak makan. Bukankah dia bisa sakit perut?
“Kau sudah kenyang?”
“Ya. Tapi saya masih sanggup makan bento lagi.”
Makan sebanyak itu dan dia masih belum benar-benar kenyang? Meskipun ukuran bentonya kecil, tapi porsi makannya seperti rata-rata adventurer. Kalau seperti ini, dia akan meningkatkan koefisien Engelku. Aku mulai berpikir untuk masak sendiri.
“Kau harus menahan diri saat ini, tidak baik bagi tubuhmu jika kau makan terlalu banyak. Malam nanti, kau bisa makan lagi.”
“Ya. Ini lezat.”
“Nah, aku akan memberikan pengobatan untuk matamu sekarang.”
“Dengan sihir penyembuh lagi?”
“Betul. Tapi ini berbeda dari yang sebelumnya. Tutup matamu.”
Aku membuka Menu dan mengambil [Hawk Eye].
Sekarang, aku penarasan bagaimana jadinya.

“Sekarang kau bisa membuka matamu.”
Sati membuka mata bulatnya yang indah. Selama beberapa detik, tidak terjadi apa-apa, tapi tiba-tiba dia melotot.
“A… a… ahh.”
“Tutup matamu.”
Ketika dilakukan perawatan medis untuk mata, mereka akan terbiasa sedikit demi sedikit di ruang gelap kalau aku tidak salah. Jika jendela kayu ini kututup, maka tidak ada cahaya yang masuk. Tapi ini siang hari dan cahaya masuk dari segala celah.
“Tarik nafasmu perlahan-lahan. Tarik, buang, tarik, buang. Sudah lebih tenang?”
Sati mengangguk.
“Menunduk sambil tetap menutup matamu. Seperti itu. Bukan matamu perlahan-lahan. Kau bisa melihat tanganmu?”
“Saya bisa. Saya bisa melihat dengan jelas!”
“Baiklah, selanjutnya angkat kepalamu.”
“Saya bisa melihat. Saya bisa melihat wajah Masaru-sama! Mata saya, apa sudah sembuh?”
“Ya begitulah, matamu sudah sembuh.”
Sepertinya mustahil menceritakan tentang Skill dan Hawk Eye, jadi cukup sampai di situ saja.
“Sa… saya tidak pernah bisa melihat dengan mata saya… tidak pernah, uhhhh!”
Sati menangis.
“Tenang tenang. Lihat, sudah baik-baik saja sekarang kan.”
Aku tidak tahu apa itu akan baik-baik saja, tapi aku hanya bisa mengatakan itu. Aku tidak tahu cara menangani gadis yang menangis.
“Uuuuu… ta-tambang… mati di sana mereka bilang, uweehhh”
Apa dia seputus asa itu? Pak botak sialan, dia seharusnya tidak mengancam seorang gadis seperti ini.
“Tidak apa-apa sekarang kan. Kau bisa tinggal di sini, oke?”
“Sa-ya… kecil, tidak bisa apa-apa… bahkan di rumah… mereka selalu memarahi saya… bahkan setelah dijual… jika tidak ada… yang membeli saya… itu… itulah mengapa… saya senang…”
Sati, sambil menangis terisak, dia mengatakan sedikit demi sedikit. Dia menderita seperti ini…
“Bukan hanya itu… bahkan… mata saya juga… te-terima… terima kasih banyak…”
“Ya ya aku tahu. Lihat, kau bisa makan ini.”
Mengatakan itu, aku mengeluarkan sate daging kelinci. Sati menerimanya dan sambil menangis terisak, dia mengunyahnya. Sukses dengan memberi umpan. Dia perlahan-lahan dia mulai tenang.
“Mulai sekarang, kau bisa bekerja, bermain atau melakukan apapun dengan normal kan? Hei, apa yang ingin kau lakukan jika matamu sudah sembuh? Apa ada sesuatu yang ingin kau lakukan?”
Sati berhenti mengunyah kemudian dia menatapku dengan wajah keheranan. Wajahnya basah dengan air mata.
“Apapun?”
“Ya, apapun.”
Menurunkan pandangannya ke arah sate di tangan kirinya, Sati berkata:
“Ee-eermmm, saya selalu ingin… memasak, ta-tapi, saya tidak bisa… bahkan saat membantu di rumah, karena saya selalu mengacaukannya, mereka tidak memperbolehkan saya… dan, dan…”
Oh tidak, dia nangis lagi.
“Iya iya, memasak kan?! Baiklah, untuk makan malam, kau akan membantuku untuk menyiapkannya!”
“Y-ya. Saya akan melakukan yang terbaik. Saya akan membantu!”
“Dagingnya belum habis kan? Habiskan dulu gih.”
Sambil melihat Sati, aku memikirkan apa yang harus kulakukan. Memasak, dia mungkin benar-benar tidak berpengalaman. Apa yang pemula bisa lakukan? Mungkin semangkuk mie instan? Selesai dalam 3 menit dengan air mendidih. Itu enak dan mudah. Tapi di sini tidak ada mie instan dan sejenisnya. Ah, apa aku menyuruhnya merebus air? Mungkin bisa dengan menyeduh teh. Dan tentu akan menakutkan jika tiba-tiba membiarkannya mengunakannya pisau.
“Kau bisa merebus air untukku. Aku ingin minum teh.”
Mari kita lihat, dengan panci ini, hanya butuh sedikit kayu, ini ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Meskipun aku bisa membuat air dengan sihir, kupikir mulai dari sekarang aku akan menggunakan air sumur. Tidak ada teko atau sesuatu. Apa akan baik-baik saja dengan panci besar ini? Karena Sati yang akan membawanya. Masih yang banyak perlu dibeli. Persediaan sangat tidak mencukupi.
“Kau bisa mengangkat ini?”
“Ya saya bisa.”
“Baiklah, kita akan mengambil air dari sumur, ikut aku.”
Saat kami hendak keluar, tiba-tiba aku sadar. Pakaian Sati masih belum diganti sejak aku membawanya dari tempat perdagangan budak. Dia tidak memakai celana dalam. Jika dia tidak menggantinya…
“Tunggu sebentar. Ganti bajumu dulu. Bukankah kita membeli beberapa di toko pakaian sebelum pulang?”
Aku menyuruh Sati meninggalkan urusan panci besar sementara aku mengeluarkan pakaian dan celana dalam ke atas meja. Apakah ini baik-baik saja? Aku berbalik dan memberikannya sepotong pakaian dan celana dalam yang kupilihkan.

“?!”
Sati sudah benar-benar telanjang bulat. Setelah menatapnya lekat-lekat untuk sesaat, aku mengumpulkan kesadaran, memalingkan muka dan menyerahkan pakaian kepadanya. Seperti yang kuduga, dia benar-benar tidak pakai celana dalam.
“Hei, pakai ini. Selain itu, seorang gadis tidak boleh membuka pakaiannya di depan orang.”
“Ya, tapi hanya Masaru-sama di sini.”
Sati mengatakan itu sambil mengenakan pakaian yang kuberikan. Karena hanya sepotong pakaian dan celana dalam, dia segera selesai berpakaian.
“Tidak boleh meskipun hanya ada aku. Bukankah itu memalukan?”
“E-err… saya, karena saya kecil dan kurus. Masaru-sama tidak menyukai saya? Tapi itu, saya mendengar bahwa laki-laki akan senang jika melihat saya telanjang…”
Sati mulai menangis lagi. Siapa itu, siapa yang mengajarinya?
“Tidak tidak. Kau tidak perlu memperlihatkannya kepadaku.”
“Begitu. Masaru-sama tidak mungkin ingin melihat seseorang seperti saya telanjang kan?.....”
“Bukan, tunggu sebentar. Bukan itu, aku ingin melihatnya.”
Bukan bukan, bukan berarti aku ingin melihat. Aku belum hanya belum ingin. Apa yang harus kukatakan?
“Itu, itu. Anak-anak menanggalkan pakaiannya di depan orang-orang kan? Apakah orang dewasa melakukan itu? Tidak kan? Untuk orang dewasa, mereka tidak menanggalkan pakaiannya kecuali saat ingin mandi atau saat di depan orang yang mereka suka! Ketika seseorang menjadi dewasa, seseorang tidak akan menelanjangi dirinya dengan mudah.”
“Yah. Karena saya menyukai Masaru-sama, tidak apa-apa kan kalau saya telanjang?”
Kenapa dia sudah menyukaiku sejak hari pertama?! Perkembangan ini terlalu cepat. Sial, aku harus berpikir. Sekarang waktunya untuk mengeluarkan semua pengetahuan yang kuperoleh dari anime dan manga! Jika aku memberi tahunya bahwa aku ingin melihat, tampaknya dia akan langsung menanggalkan pakaiannya. Jika aku bilang aku tidak ingin melihat, dia pasti akan menangis. Meskipun mengatakan aku ingin melihatnya, aku mencegahnya untuk menanggalkan pakaian!
“Aku ingin melihat Sati telanjang. Ah ah, kau tidak perlu memperlihatkannya. Itu. Kau tidak perlu telanjang sampai aku menyuruhmu. Kecuali ketika aku mengatakan bahwa aku ingin melihat, pastikan tanggalkan pakaianmu di tempat di mana tidak ada orang lain yang akan melihat.”
Wajah Sati terlihat agak sedih.
“Tidak, aku ingin melihatnya. Ketika itu terjadi, aku ingin kau memperlihatkannya kepadaku! Hei, sekarang waktunya memasak kan? Kita harus menggambil air diluar.”
“Benar, memasak!”
Aku menyuruh Sati membawa panci besar dan kami berjalan keluar. Kenyataannya adalah, pada situasi ini seseorang akan menjadi canggung kan?
“Oke, ini sumur. Mari kita ambil airnya.”
Aku mengeluarkan instruksi sambil berpura-pura tenang. Sating bekerja keras menarik timba. Dengan splosh, dia menaruh air dari timba ke panci besar.
“Baiklah, mari kita kembali. Berat? Bisa diangkat?”
“Saya baik-baik saja.”
Dengan ‘heave-ho’ dia berjalan sambil membawanya. Tampaknya memang benar apa yang dikatakan oleh si pedagang bahwa mereka itu kuat. Aku membuka pintu untuk Sati. Dia menaruh air ke panci kecil dan menempatkannya ke tungku masak. Ketika dia menaruh kayu baru.
“Untuk api, bagaimana orang normal menyalakannya?”
“Mereka menggunakan batu api.”
Oh begitu. Sambil berpikir apakah akan menggunakan sihir, Sati jongkok dan mengaduk-aduk.
“Dapat!”
Aku menjawab ‘ya’ saat dia menunjukkannya. Apakah penghuni sebelumnya yang meninggalkan ini?
“Kau bisa menyalakan api?”
“Saya akan mencobanya.”
Dia duduk dan kemudian mendenting batu api. Sangat merepotkan hanya untuk merebus air.Meskipun itu hanya membutuhkan waktu 10 detik untuk menyalakannya dengan sihir. Apa kami makan di luar saja...? Tak lama, tampaknya itu akan menyala. Dari acara TV yang kutonton sebelumnya, menyalakan api butuh waktu sekitar 30 menit. Bara mulai menyala dan api membesar menimbulkan suara retakan kayu. Sati memperhatikan air yang ada di panci dengan ekspresi yang serius sementara aku memperhatikan Sati. Aku menghentikannya saat dia diam-diam mencoba menyelupkan jarinya ke dalam air.
“Jangan gunakan jarimu untuk mengukur suhu. Ketika mendidih, air akan mengeluarkan gelembung. Perhatikan itu.”
“Ah, gelembungnya keluar! Gelembung!”
Cukup kuat panas yang dihasilkan dari tungku masak. Atau lebih tepatnya, untuk merebus sedikit air sepertinya kami menggunakan terlalu banyak kayu bakar. Ini akan segera mendidih.
“Oke, sekarang letakkan pancinya di sini. Dan masukkan daun teh kedalamnya.”
Dan tidak ada alas panci, tidak apa-apa kalau diletakkan langsung? Ada jelaga di panci kecil ini, meja mungkin akan jadi sedikit kotor. Bisa gunakan Cleanup nanti. Tidak, apa aku tinggalkan saja untuk Sati? Apalagi dia ingin mengerjakan sesuatu.
Aku meletakkan sejumput daun teh magi di kain, mengikatnya seperti kantong dengan benang dan memasukkannya ke dalam air panas. Ini kantong teh sederhana. Sati memperhatikan itu. Aku menyuruh Sati menuangkan teh magi dan meminumnya. Meskipun aku rasanya aneh saat pertama, setelah terbiasa, ini tidak berbeda dengan teh dari Jepang. Ketika Sati minum sedeguk, dia menunjukkan ekspresi aneh.


“Teh ini namanya teh magi. Para penyihir minum ini untuk memulihkan sedikit kekuatan sihirnya.”
Aku menjelaskan itu sambil menuangkan teh yang tersisa ke botol air. Ini hanya merebus air. Memang sih tidak bisa dianggap memasak, tapi jika nanti dia memotong bahan-bahan, dia bisa membuat sesuatu seperti sup kan?
“Dan bisakah kau merapikan sisanya?”
“Y-ya.”
Sati membawa panci dan gelas ke westafel. Tentu saja tidak ada airnya. Dia mengambil air dari panci besar dan mencucinya. Hmm, karena tidak ada spons, mereka menggunakan sesuatu seperti sikat penggosok? Setelah itu dia meninggalkannya di westafel, di sana ada ember atau apalah. Apa di sini ada tidak kain lap, sapu tangan, atau deterjen? Kalau tidak ada, akan merepotkan ketika membuat makanan yang digoreng. Ah, di sini juga tidak ada tisu. Bagaimana orang-orang melakukan berbagai hal? Aku teringat, tidak ada restoran yang menyajikan karaage atau daging goreng. Aku penasaran apa jenis makanan seperti itu memang tidak ada? Aku yakin daging naga goreng akan sangat lezat.
Sati yang telah selesai mencuci melapor ‘saya selesai’ kepadaku dengan wajah penuh senyuman. Suaranya terdengar lebih ceria. Meskipun aku berencana membeli maid untuk mengurusku, aku merasa seperti aku lah yang mengurusnya, tapi ini tidak buruk. Selanjutnya belanja. Kami harus membeli berbagai jenis kebutuhan sehari-hari.
“Baiklah Sati. Ayo kita belanja.”
“Ya Masaru-sama.”

Wajah yang tersenyum dan ekor bergoyang kesana-kemari. Sati kawaii banget. Mulai hari ini, aku akan hidup dengan gadis ini di rumah ini. Ya beginilah. Ini mungkin tidak buruk!

No comments:

DMCA.com Protection Status