NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Extra Chapter Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Extra Chapter Bahasa Indonesia

March 14, 2017 Beonovel

Volume 1, Extra Chapter – Cerita Sati
Aku terlahir sebagai anak yang normal. Mataku bisa melihat dengan normal dan aku tidak berbeda dengan anak-anak yang lain. Pada suatu musim, aku mulai sering terjatuh. Penglihatanku memburuk dengan cepat. Priest-sama yang sedang dalam perjalanan memeriksaku, tapi tidak ada bisa dia lakukan. Untungnya aku masih bisa melihat pada jarak tertentu dan karena pendengaran dan penciumanku yang sangat baik, aku masih tetap hidup. Aku menabrak dan menjatuhkan semuanya atau sering tersandung. Aku bisa melakukan pekerjaan fisik. Tapi aku hanya diperbolehkan melakukan pekerjaan sederhana, aku tidak berguna.
Suatu hari, aku dijual sebagai budak. Di tahun itu, kami gagal panen. Mereka tidak punya ruang untuk menghidupi seseorang yang tidak berguna sepertiku. Ayah, ibu, kakak laki-laki dan perempuan merasa senang karena telah dibayar untuk menyingkirkan beban sepertiku. Adik perempuan yang paling dekat denganku sangat sedih dan enggan berpisah denganku. Ketika aku berpikir bahwa dia tidak akan kelaparan dengan uang hasil penjualanku, aku siap menahan penderitaan ini.
Setelah aku dijual, hidupku tidak begitu buruk. Aku tidak lagi dipukul dan tidak ada lagi kakak-kakakku yang selalu membullyku. Pagi dan malam, meskipun itu tidak cukup, aku selalu makan dan aku juga bisa mandi dengan teratur. Namun tidak ada yang mau membeliku. Bahkan di sini aku masih tidak berguna. Di saat yang sama, seorang kakak yang tiba di sini mengajarkanku banyak hal. Hal-hal yang harus kulakukan setelah terjual dan cara menyenangkan laki-laki. Aku diajarkan bagaimana membasuh tubuh mereka saat mandi bersama-sama. Dia memujiku. Namun masih belum ada yang mau membeliku. Karena hargaku lebih murah dibandingkan harga beastman pada umumnya, banyak yang menunjukkan ketertarikan kepadaku. Namun saat diberitahu bahwa penglihatanku buruk, mereka bilang mereka tidak menginginkanku.
Akhirnya hari itu tiba. Aku hanya bisa melihat penampilannya samar-samar, tapi menilai dari suaranya, sepertinya itu seorang pemuda. Orang ini tidak mengatakan bahwa dia tidak menginginkanku setelah mendengar aku memiliki penglihatan yang buruk. Mereka berbicara tentang tambang lagi. Aku takut jika aku dikirim ke tambang. Mati di lubang gelap merupakan hal yang sangat kutakuti. Di rumah bordil juga tidak menyenangkan.
Aku dipanggil. Hal langka terjadi. Tapi jika aku tidak melakukan yang terbaik.
 “Errr. Saya akan melakukan yang terbaik. Jadi saya mohon, beli saya master.”
Aku ingin tahu apakah aku sudah mengatakannya seperti yang kakak ajarkan.
“Apa aku boleh mencoba sihir penyembuh?”
Orang ini healer! Mungkin mataku bisa disembuhkan.
“Siapa namamu?”
“Nama saya, Sati.”
“Kalau begitu Sati, karena aku akan menggunakan sihir penyembuh padamu, jangan bergerak oke?”
“Iya.”
Jantungku berdebar kencang. Jika mataku sembuh. Apakah orang ini akan menjadi tuanku?
-- tidak berhasil. Seperti yang diduga, mataku tidak bisa disembuhkan dan tidak akan ada yang membeliku. Aku akan dikirim ke tambang.
Tapi keajaiban terjadi.
“Aku akan membelinya.”
Beli? Dia bilang dia membeliku? Benarkah? Aku tidak percaya ini.
Kecuali aku, budak-budak lain dibawa keluar ruangan. Hanya aku dan orang ini yang tersisa.
“Apa kau baik-baik saja?”
Suara ini. Aku sudah mendapatkan sihir penyembuh juga. Aku yakin aku tidak akan dipukul oleh orang ini.
“Ya, perlakukan saya dengan baik master. Saya akan melakukan apapun, silakan perintah saya.”
“Namaku Yamano Masaru. Panggil aku Masaru.”
“Ya Masaru-sama.”
Aku mendekat untuk melihat wajah Masaru-sama. Ini tuanku... aku harus memastikan agar dia tidak membenciku. Aku tidak boleh gagal. Jika tidak, aku mungkin akan dikembalikan seperti kakak itu. Aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk melayaninya.

Aku jatuh. Meskipun aku berencana untuk tidak gagal, ini langsung terjadi. Masaru-sama mungkin akan membenciku.
“Saya selalu terjatuh. Saya baik-baik saja.”
Ini tidak sakit. Ini tidak apa-apa. Dan tak lama, aku terjatuh lagi. Rasanya aku ingin menangis. Masaru-sama menggunakan sihir penyembuh untukku dan kemudian menggandeng tanganku. Dia sangat baik.
“Apakah Masaru-sama seorang healer?”
“Aku wizard.”
Hebat. Tidak hanya sihir penyembuh, dia  juga bisa menggunakan sihir lain. Dia membeli pakaian untukku. Aku menabrak sesuatu lagi di toko pakaian. Pasti, dia akan membenciku. Jika aku tidak bisa lebih diandalkan, dia mungkin akan benar-benar membenciku.
“Apa ada sesuatu yang bisa saya kerjakan? Saya belum melakukan apa-apa.”
Aku menerima sebuah bento. Baunya enak. Tapi apa yang harus aku lakukan? Meskipun aku disuruh untuk tetap duduk di sini, tidak wajar bagi seorang budak untuk duduk bersama dengan tuannya di meja makan yang sama.
“Tidak apa-apa. Makan saja di sini.”
Masaru-sama sangat baik. Bentonya sangat enak. Benar-benar lezat.
Ketika aku mengutip remah-remah bento, aku diberikan satu lagi. Masaru-sama sangat baik. Bento sangat enak. Aku juga diberikan sate daging kelinci liar. Ini enak.
“Aku akan memberikan pengobatan untuk matamu sekarang.”
Sebelumnya gagal, tapi dia ingin melakukan sekali lagi? Mungkinkah ini bisa disembuhkan?
“Sekarang kau bisa membuka matamu.”
Aku membuka mataku. Tidak ada yang berubah...? tiba-tiba pandanganku menjadi jelas. Aku bisa melihat wajah Masaru-sama dengan jelas!
“Mata saya, apa sudah sembuh?”
“Ya begitulah, matamu sudah sembuh.”
Ini. Ini sudah sembuh? Aku tidak akan berakhir di tambang? Tinggal di sini selamanya? Di sisi Masaru-sama... saat aku menangis, aku diberikan sate daging kelinci liar lagi.
“Apa yang ingin kau lakukan jika matamu sudah sembuh?”
Jika mataku sudah sembuh? Aku tidak pernah memikirkan itu. Tapi jika aku sembuh, aku ingin memasak. Aku menangis lagi. Masaru-sama kerepotan. Maafkan aku.
“Ganti bajumu dulu. Bukankah kita membeli beberapa di toko pakaian sebelum pulang?”
Aku masih mengenakan pakaian budak. Dia mengalihkan pandangan ketika aku menanggalkan pakaianku. Apakah tubuh kurus seperti ini tidak bisa menyenangkan seorang laki-laki? Meskipun si kakak mengatakan ini akan baik-baik saja.
“Seorang gadis tidak boleh membuka pakaiannya di depan orang.”
Tapi di sini hanya ada Masaru-sama. Aku tidak dilihat oleh orang lain selain Masaru. Atau mungkinkah dia tidak suka melihatku telanjang?...
“Untuk orang dewasa, mereka tidak menanggalkan pakaiannya kecuali saat ingin mandi atau saat di depan orang yang mereka suka!”
Tidak apa-apa karena aku mencintai Masaru-sama. Meski begitu aku disuruh berhenti saat aku hendak menanggalkan pakaian. Seperti yang kuduga, dia tidak ingin melihatku kan?
“Hei, sekarang waktunya memasak kan?”
Betul! Kami akan memasak! Bukan berarti dia tidak ingin melihat aku telanjang, nanti aku akan telanjang lagi. Aku mengambil air dan menyalakan api. Merebus air dan menuangkan teh. Aku juga mencuci piring. Aku tidak gagal, tidak lagi. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa? Ini semua berkat Masaru-sama.
“Baiklah Sati. Ayo kita belanja.”
“Ya Masaru-sama.”
Gembira rasanya dipanggil oleh Masaru-sama. Apakah ini yang mereka sebut kebahagiaan? Aku tidak yakin. Namun mulai dari sekarang, aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik. Firasatku berkata seperti itu.

No comments:

DMCA.com Protection Status