NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 1 Bahasa Indonesia

March 15, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 1 – Sati Jadi Apprentice Adventurer
“Baiklah Sati. Ayo kita belanja.”
Bersama dengan Sati, aku meninggalkan rumah. Kupikir dia akan baik-baik saja karena penglihatannya sudah lebih baik, tapi bukan itu masalah utamanya. Dia tidak jatuh lagi, tapi dia melihat sekelilingnya dengan gelisah dan terhuyung-huyung ke sana kemari. Aku resah melihatnya yang masih tidak stabil . Mau gak mau aku harus menggandeng tangannya lagi.
Apa budak seharusnya seperti ini?
“Menyenangkan?”
“Ya ini menyenangkan. Saya juga merasakan perasaan aneh. Bau dan suara yang sama, tapi saya seperti merasa di tempat yang berbeda.”
Kami sampai di pasar. Pertama, kami membeli keranjang belanjaan untuk Sati. Mungkin ada dijual di toko serba ada.
Sebuah toko yang menjual keranjang bisa ditemukan dengan cepat. Saat kami di sana, kami juga membeli ember, panci dan galon air. Keranjang belanjaan dan ember untuk di dapur. Ya, kami juga perlu satu untuk kamar mandi. Satu galon air untuk keperluan umum dan satu untuk air minum, aku juga harus membeli beberapa panci lagi serta pengorengan. Ah, ada sabun juga. Ada berbagai jenis aroma. Menurut pegawai toko, ada dua tipe penggunaan, satu untuk keperluan umum dan satu mandi, jadi aku ambil untuk keduanya.
Sendok panjang dan sumpit panjang? Ini kayu penggiling mungkin. Sebuah papan pemotong dan benda mirip spons yang terbuat dari siapa-yang-tahu? Ah, alas panci juga. Ada perlengkapan makan juga. Porselen dan logam, ada juga yang terbuat dari kayu. Sendok, garpu dan pisau. Cangkir. Ada juga sapu dan sikat. Aku mengambil semua yang menarik perhatianku dan menyerahkannya ke Sati dan membawanya ke pemilik toko.
Aku meminta pemilik toko untuk membungkusnya dalam tumpukan besar, kemudian aku mengitari toko sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang kelupaan. Sepertinya kami sudah mendapatkan semua yang kami butuhkan. Aku tidak boleh meremehkan dunia lain. Kupikir di sini banyak yang tidak ada, tapi selain sebagian kecil, aku merasa hampir tidak ada bedanya dengan di dunia asal. Yah, faktanya di sini banyak hal yang bisa diganti dengan sihir.
Aku membayar uangnya, kemudian Sati memegang keranjang belanjaan, sedangkan sisanya kusimpan dalam item bag. Aku juga harus membeli kayu bakar.
Aku juga membeli cangkul yang dijual di toko di mana kami menemukan pisau dapur. Di mana mereka menjual bibit? Aku tidak melihat toko bunga dan tidak ada di jual di toko sayuran. Mungkin ada tempat yang disebut Asosiasi Pertanian?
Aku membeli kayu bakar. Aku juga membeli beberapa kayu gelondongan besar yang belum di potong. Aku kembali ke toko sebelumnya dan membeli kapak. Aku ingin mencoba memotong kayu.
Ketika aku bertanya ke Sati jika ada sesuatu yang dia inginkan, dia menggeleng. Yah, dia belum melakukan pekerjaan rumah tangga apapun, tak heran jika dia tak tahu. Mari kita membeli bahan masakan setelah ini.
Masih banyak daging kelinci liar yang tersisa, jadi hanya perlu beli sayuran. Banyak sayuran di sini yang mirip dengan sayuran di Jepang. Ada juga tepung gandum, roti dan pasta. Minyak… mungkin ini lemak babi. Minyak mahal huh. Mungkin ini jadi alasan kenapa mereka tidak membuat makanan yang digoreng. Memang sedikit mahal, tapi aku ingin makanan yang digoreng, jadi aku membelinya. Bumbu rempah-rempah dan saus, cuka dan gula. Gula juga mahal, tapi aku tetap membelinya sekitar 1 kg.
Sangat disesalkan tidak ada miso, kecap dan nasi.
Tapi ada kacang, jadi mungkin aku bisa membuat sesuatu seperti natto.
Telur juga mahal. Dari yang kecil sampai yang besar seperti telur burung unta, ada banyak jenisnya, jadi aku membeli semuanya. Aku juga berpikir untuk membeli beberapa alkohol. Kami menghabiskan semua alkoholnya setelah mengalahkan naga. Sati membawa apa yang bisa dia bawa dan sisanya kumasukkan ke dalam item bag.
Aku bisa menyimpan semuanya di dalam item bag, tapi keranjang belanjaan yang kosong terlihat kesepian, jadi aku menyuruh Sati membawa beberapa belanjaan. Seperti yang diduga, dia tidak terlihat linglung lagi saat berbelanja, sebagai gantinya, dia terlihat sungguh-sunggu saat mengikutiku.
Di toko es, mereka juga menjual kulkas. Itu hanya tipe sederhana di mana kau meletakkan es di bagian atas dari kulkas. Jika kau meletakkan sebuah balok es besar, mungkin itu akan 3-4 hari. Aku membelinya bersama dengan beberapa balok es. Aku mungkin bisa menyimpan daging dan sebagainya di dalam itu mulai sekarang.
“Kau pasti lelah. Apa aku saja yang membawa keranjangnya?”
Aku hanya perlu memasukkannya ke dalam item bag.
‘tidak apa-apa’, kata Sati sambil menggelengkan kepalanya. Tapi terlihat jelas keranjangnya berat. Mari kita istirahat sebentar. Dragon Breath Pavillon dekat dari sini.
Ruang makan penginapan cukup ramai karena waktu makan siang. Aku memesan jus buah untuk berdua dari pelayan kenalanku. Segera setelah itu ibu pemilik penginapan membawakan jus kami.
“Bagaimana rumah barumu Masaru-chan?”
Aku menanggapinya dengan setengah hati. Aku baru pindah kemarin jadi tidak ada yang bisa kukatakan.
“Lalu siapa dia?”
Kurasa karena hal ini makanya si ibu pemilik penginapan mengantar pesanan secara langsung, meskipun sekarang sedang sibuk-sibuknya.
“Yaaahh, kupikir aku perlu orang untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan sejenisnya.”
“Oh budak. Kau membelinya? Dia kawaii kan?”, dia menyeringai lebar.
Ibu pemilik penginapan kembali bekerja sambil berkata ‘Jaga dia baik-baik!’. Itu sedikit memalukan. Namun dia tidak mengkritikku secara khusus, mungkin membeli budak memang sudah biasa. Mungkin itulah kenapa ibu pemilik senyum-senyum lebar dari tadi. Meskipun akan jadi masalah jika orang-orang langsung tahu bahwa Sati adalah budak dengan melihat tanda di lengannya. Kupikir aku akan menyuruh Sati mengenakan pakaian lengan panjang kemana-mana.
Saat aku melirik ke arah Sati, aku melihat dia sedang memperhatikanku tanpa menyentuh jusnya. Kurasa dia sedang menungguku.
“Mn. Tidak apa-apa, minum saja.”
Ketika aku mengatakan itu, dia mulai meneguknya. Mungkin ini buah yang mirip dengan buah persik atau mungkin mangga. Ada banyak potongan buah yang di dalamnya dan ditambahkan es. Manis, dingin dan benar-benar lezat. Sambil mengatakan ‘ini enak’, Sati terlihat sangat menikmati minuman itu.
“Sebelumnya aku tinggal di sini. Lantai dua digunakan sebagai penginapan. Makanan di sini juga sangat enak. Kita akan makan di sini lagi lain kali.”
“Ya.”
Sati sudah menghabiskan minumnya. Dia sedang bermain-main dengan es di mulutnya.
“Kau suka jus? Mau minum lagi?”
Mengatakan itu, aku memberikan jusku yang masih tersisa setengah kepada Sati, dan terlihat senyum di wajahnya yang semakin lama tumbuh semakin lebar.
Kami kembali ke rumah, kemudian meletakkan barang-barang sesuai pada tempatnya dengan bantuan Sati. Aku mengisi galon air dengan air yang kubuat dari sihir. Akan merepotkan untuk mondar-mandir rumah dan sumur hanya untuk mengisi itu. Setelah meletakkan kulkas dan semua yang kami beli, aku mendeklarasikan ke Sati,
“Mulai hari ini dan seterusnya, rumah ini akan diurus oleh Sati. Aku serahkan ini kepadamu.”
“Ya. Serahkan kepada saya! Saya akan melakukan yang terbaik!”
Sebenarnya aku agak gelisah mengenai ini, tapi setidaknya dia termotivasi, yah, ini mungkin akan berjalan dengan baik kan?
Sekarang masih siang, masih terlalu cepat untuk mempersiapkan makan malam, jadi tidak ada yang bisa dilakukan. Aku sedang tidak ingin bekerja sekarang, kalau di Jepang mungkin sekarang aku sedang mempreteli PC. Aku rindu internet.
Sati terlihat sedang memastikan barang-barang yang kami beli dengan ekspresi yang serius. Ah, dia mengambil pisau dapur. Dia melakukan itu dengan hati-hati, tapi dia menyentuh bagian tajam dengan jarinya. Aku takut. Aku ingin menghentikannya, tapi aku menahan diri. Menggunakan pisau dapur berarti tak diragukan lagi dia akan terluka dari waktu ke waktu, tapi itu bisa langsung disembuhkan dengan Heal.
Pengujian pisau dapur berakhir dengan selamat. Dia berpindah ke barang lain.
Kupikir aku akan keluar kota untuk mencoba sihir-sihirku.
Meskipun aku sudah mempelajar Fire Magic Level 4, aku tidak menggunakannya lagi setelah kegagalan sebelumnya. Aku harus benar-benar melatih itu.
“Sati, aku akan keluar untuk mencoba beberapa Fire Magic-ku, kau mau tinggal di sini saja atau ikut denganku.”
“Saya ikut.”
“Ini mungkin sedikit berbahaya.”
Meskipun hanya kelinci liar yang muncul.
“Tidak apa-apa. Saya ikut.”
Aku khawatir meninggalkannya sendirian di rumah, jadi kupikir lebih baik dia ikut dan kami pun mulai bersiap-siap.
Aku memakai armor dan meletakkan pedangku di punggung. Aku menyuruh Sati untuk ganti baju juga. Menurutku rok tidak cocok dengan pertempuran, jadi dia mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang. Aku benar-benar menyuruhnya mengganti pakaian di ruangan lain!
Kami tertahan di gerbang. Aku ingin membawa Sati keluar, tapi dia tidak punya tanda pengenal.
“Oohh, bukankah ini si Dragon Slayer. Kau berburu kelinci liar hari ini?”
Aku sudah dipromosi dari Kelinci Liar menjadi Dragon Slayer. Menyenangkan rasanya, tapi itu masih memalukan. Kenapa tidak memanggil dengan nama asliku saja…
“Tidak tidak, Dragon Slayer apaan , aku hanya sedikit membantu. Hari ini aku berniat untuk berlatih sihir di bagian luar kota. Dia calon anggota party-ku dan apprentice adventurer.”
Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia adalah budak yang beli untuk niat tak senonoh. Sati sangat senang mendengar kata ‘adventurer’. Itu pasti ada di daftar hal yang ingin dia lakukan.
“A beastkin, huh. Dia akan menjadi aset besar setelah dia tumbuh.”
Jadi terungkap bahwa dia tidak punya tanda pengenal. Tidak masalah ketika keluar kota, tapi akan dikenakan biaya saat kembali. Jadi untuk saat ini, kami menuju ke Adventurer Guild.
Ketika aku memberi tahu ke resepsionis yang biasa bahwa aku ingin mendaftarkan Sati ke Adventurer Guild, kami dibawa ke tempat dimana Drevin dan Tilika-chan berada, seperti waktu itu.
“Oooh, Masaru! Apa yang kau butuhkan hari ini? Apa? Kau ingin mendaftarkannya ke guild? Hohoh, budak, aku mengerti. Kau mendapatkan bayaran kemarin, bukankah kau bergerak terlalu cepat!”
‘Gahahaha’, dia tertawa sambil menepuk-nepuk bahuku dengan kuat, Reaksinya selalu seperti itu. Pemeriksaan selesai dalam waktu singkat. Pertanyaan biasa serta apa yang dia ingin lakukan.
“Saya ingin menjadi adventurer! Dan memasak juga, ada banyak hal yang ingin saya lakukan. Dan, dan, saya ingin selalu melayani Masaru-sama dan membuatnya senang.”
“Wahahaha Masaru, kau sangat dicintai huh! Jaga dia baik-baik!”
Setelah itu ada penjelasan mengenai guild, kemudian membayar biaya 100 Gold untuk kartu guild. Aku bertanya apakah sudah biasa bagi seorang anak kecil untuk menjadi adventurer, tapi mereka mengatakan bahkan sudah biasa bagi anak 10 tahunan menjadi adventurer. Semua hadiah yang didapat oleh budak akan diterima oleh tuannya. Tertulis di kartu guild bahwa dia adalah budak dan aku sebagai pemiliknya. Ranknya, tentu saja F. BTW, rankku masih E. Tampaknya rank tidak naik hanya dengan misi penaklukan naga. Akhirnya sampai pada pengambilan sumpah dengan Tilika-chan.
“Dengan ini, saya juga menjadi adventurer kan?”, dia mengatakan itu sambil menatap kartu guildnya.
“Yup. Tapi setelah kau berlatih dan menjadi lebih kuat. Jadi kau adalah apprentice adventurer sekarang.”
“Ya, saya akan melakukan yang terbaik.”
Karena dia sekarang menjadi adventurer, aku memutuskan untuk membelikannya equipment. Aku menuju ke toko yang bisa untuk mencari equipment yang sesuai. Leather armor dan perisai kecil, shortsword dan leather boots, equipment yang sama dengan yang pertama kali kupakai. Yah, cute cute. Bagian bawahnya dilubangi untuk ekornya dan leather helm juga dilubangi untuk telinganya, dan sekarang telinganya muncul dan berkedut. Dia tidak terlihat seperti adventurer, tapi itu terlihat bagus untuknya. Si penjaga toko tersenyum melihat Sati yang bermain-main dengan equipmentnya.
“Terima kasih banyak Masaru-sama. Saya akan bertarung dengan seluruh jiwa raga saya.”
Biasa saja, tidak masalah kalau kau bersikap seperti biasa…
Itu yang kupikirkan, tapi aku tidak bisa mengatakan itu di depan Sati yang sedang bersemangat.
Sekali lagi, kami tiba di gerbang.
“Oh, kau membelikan equipment untuk ojou-chanmu. Kau sudah menjadi adventurer yang hebat.”
Penjaga gerbang mengatakan itu sambil melihat kartu guild Sati. Ah, bukannya ada tertulis bahwa dia adalah budak di kartu budak? Jadi sambil melihatku, dia berkata,
“Seperti yang diduga, seseorang seperti Dragon Slayer pasti mendapatkan penghasilan yang lumayan. Mungkin aku harus menjadi adventurer juga.”
“Lupakan itu. Sebagai adventurer, berapa banyak nyawa yang kau miliki, itu tidak akan cukup.”
“Kurasa itu juga benar.”
Seperti yang kupikirkan, itu memang pendapat umum. Sebelum pembicaraan menjadi lebih panjang, aku membawa Sati keluar dari gerbang.
Setelah kami keluar dari gerang, kami menyusuri jalan utama sampai kami tidak bisa lagi melihat tembok kota. Oke, seperti aman di sini.
Pertama, aku akan mencobaFire Storm. Mulai dari mengaktifkan, itu hanya butuh waktu setengah dari yang biasa, kerena efek dari High-Speed Casting, tapi ini masih lama juga. Sepertinya ini benar-benar tidak bisa digunakan di pertempuran asli. Aku akhirnya selesai mengaktifkan dan menembakkannya.
Go! Dengan suara itu, beberapa pilar api muncul dan mulai membakar padang rumput yang ada di sekitar.
Aku kaget dengan kemunculan pilar api itu dan kekuatan yang tidak terduga itu. Ketika apinya mati, sekitar 25 meter area padang rumput terbakar. Untungnya api tidak menyebar lebih jauh. Ini terlalu berlebihan. Seandainya aku menembakkan ini di hutan, mungkin akan terjadi kebakaran hutan.
“Luar biasa! Itu luar biasa Masaru-sama.”
Sati senang dengan polosnya. Kurasa begitu. Kupikir itu juga mengagumkan. Di mana sihir ini bisa digunakan? Jika digunakan untuk menembak sekelompok orc, mereka akan menjadi abu.
Setelah mengumpulkan pikiranku, kali ini aku mulai mengaktifkanLarge Explosion. Yang ini juga memakan waktu yang lama. Selesai mengaktifkan dan menembakkannya. Aku mencoba membidik sejauh yang kubisa.
Bam! Dengan suara itu, getaran, juga pasir dan batu kecil berterbangan ke arah sini.
Ketika aku melihat ke Sati dengan cemas, Sati sedang menggosok matanya. Telinganya turun dan ekornya berdiri tegak. Suara ledakan itu juga sangat keras.
“Sati, kau baik-baik saja?”
“Ya, tapi pasir masuk ke mata saya.”
Saat aku melihat ke pusat ledakan itu, ada lubang yang bahkan Sati bisa masuk di dalamnya. Saat kami melihat lubang itu, Sati dengan gembira berkata ‘hebat, hebat’. Seperti yang diharapkan, daya ledaknya sangat berlebihan. Aku tidak tahu apakah ini bisa digunakan selain untuk bertarung melawan naga. Ini masih level 4, aku ingin tahu seberapa hebatnya saat level 5. Jika kupikir lagi tentang  penggunaan, tidak mudah untuk menaikkan levelnya tanpa skill point.
Nah, berikutnya. Aku mengeluarkan busur. Ada batu besar di sana, jadi aku mengunakan itu sebagai target. Aku meletakkan anak panah dan mengambil posisi bersiap. Aku mengisi mana ke dalam anak panah kemudian mengeluarkan Fire Magic.
Panas-.
Anak panah yang kutembakkan terbang ke arah yang berbeda dari target dan meluncur ke tanah.
Aku membakar jari-jariku. Busurku juga sedikit terbakar. Bagian kayu dari panah juga terbakar dan rusak.
Seharusnya itu menjadi Fire Arrow. Aku seharusnya menggunakan anak panah yang terbuat dari logam dan memperkuat busurnya, jadi itu tidak terbakar, tapi mungkin jari-jariku masih terbakar. Jika aku memakai gauntlet, akan sulit untuk memegang busur dan itu akan menghambat sihir. Nn, sihir ini gagal.
Ada satu lagi yang ingin kucoba. Aku mencoba untuk memasukkan batu ke dalam item bag, tapi tidak berhasil. Aku harus mengangkatnya dari tanah.
Aku menggunakan Levitation pada batu besar itu.
Karena terlalu besar, batu itu nyaris tidak terangkat. Ketika aku menambahkan mana dan akhirnya itu terangkat dengan suara retak. Sekarang batu itu masuk ke dalam item bag-ku.
Aku baru terpikir sekarang, ketika kami hampir terkena hembusan nafas api, bukankah akan baik-baik saja jika aku mengeluarkan orc atau ogre dari  item bag dan menggunakannya sebagai perisai?
Aku mengeluarkan batu itu, dan memasukkannya lagi. Aku mengeluarkan batu itu, dan memasukkannya lagi.
Sati tampak tidak mengerti melihat apa yang kulakukan. Dia melihat itu dengan tatapan kosong.
Aku membuka menu, kemudian memilih item dari daftar item, lalu mengeluarkannya. Ini membutuhkan sedikit waktu. Sepertinya ini mustahil dilaukan dalam keadaan darurat. Dengan ini aku mungkin tidak menggunakannya ketika menghadapi hembusan nafas api. Namun batu ini bisa berguna sebagai perisai. Jika aku meletakkannya di antara jalur target musuh, ini mungkin bisa menahannya. Mari kita beri nama Big Boulder Guard.
Selanjutnya aku melayang sampai ketinggian sekitar 5m dengan Levitation. Aku memilih batu besar dari item bag dan mengeluarkannya. Batu besar langsung jatuh sesuai dengan gravitasi.
Dosun.
Bagaimana jika ada musuh di bawahnya? Bukankah ini teknik luar biasa yang bisa menyiasati ketidakmampuan mengeluarkan sihir ketika menggunakan Levitation? Selain itu, ini hanya satu batu, bagaimana jika aku mengeluarkan 99 batu besar? Mm. Mungkin akan menamainya Meteor (Physical).
‘Aku berhasil mendapatkan teknik yang luar biasa!’, saat kami kembali ke kota dengan perasaan gembira seperti ini, aku dimarahi oleh prajurit penjaga gerbang.
“Suara ledakan terdengar sampai kemari. Lain kali lakukan lebih jauh lagi.”
Maafkan aku.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita menyiapkan makan malam? Kau bisa merebus air?”
“Ya!”
Sati menyiapkannya dengan sangat antusius, tapi dia terlihat kelelahan. Matanya baru sembuh hari ini dan aku membawanya ke semua tempat juga.
Setelah meletakkan air ke atas api, kami mulai menyiapkan bahan-bahan. Setelah menunjukkan bagaimana caranya menggunakan pisau, aku membiarkan Sati melakukan itu. Hanya daging kelinci liar dan sayuran yang perlu dipotong kotak-kotak. Mengupas kulitnya terlalu sulit saat ini, karena tidak pengupas di sini.
Sati memotongnya dengan gerakan yang meragukan.
Kami memasukkan bahan-bahan ke dalam panci, kemudian membumbuinya dengan garam . Kami menambahkan garam sedikit demi sedikit sambil mencicipi rasanya. Setelah ini kami hanya perlu menunggunya matang. Selain itu, kamu menggoreng daging kelinci liar di penggorengan. Kami membuat salad dengan sayuran yang dipotong-potong tadi, kemudian kami mengeluarkan beberapa roti.
Roti, salad, sup dan steak kelinci liar. Ini sederhana, tapi ini menu makan malam yang komplit. Meskipun aku ingin menambahkan mayones untuk salad… mari kita bereksperimen dengan dengan menciptakan mayones di lain waktu.
Tak kuduga, ternyata Sati terampil dalam memasak. Dia langsung menghafal semua yang kukatakan, mungkin dia memang pintar. Jika terus seperti ini, aku bisa menyerahkan urusan masak-memasak kepadanya.
“Luar biasa Sati. Kau sudah melakukan yang terbaik.”
“Y-ya!”
Aku mengelus kepalanya dan memujinya.
“Saya berhasil membuat ini, kan…?”
Dengan makanan yang sudah selesai di depannya, Sati terlihat sangat emosional.
“Nn, nn. Ayo makan. Sebelum makan, rapatkan tanganmu seperti ini. Benar. Kemudian ucapkan ‘itadakimasu’.”
“Itadakimasu!”
Setelah selesai makan, Sati mencapai keadaan di mana dia sangat mengantuk. Karena dia mengatakan dia ingin melakukannya, aku membiarkannya bersih-bersih, tapi kakinya terlihat sudah tidak sanggup lagi. Aku juga ingin mandi hari ini, tapi kupikir sudah cukup untuk kegiatan hari ini. Ketika kami pulang tadi, aku sudah menggunakan Cleanup juga.
Aku membawa Sati ke kamarnya di lantai dua, dimana aku tiba-tiba menyadari, hanya ada satu ranjang. Sati hanya sempat melepas sepatunya, segera aku menyelimutinya yang langsung tertidur. Ranjang ini lumayan besar. Haruskah aku tidur di sampingnya? Setelah merenungkan itu, aku mengeluarkan kantung tidurku dan tidur di lantai.
Aku memastikan sebelum tidur bahwa skill Cooking level 1 telah ditambahkan. Aku penasaran kapan Sati akan mendapatkan skill itu.
Aku melihat status Sati, agility dan skillfulnessnya meningkat. Mungkin ini efek dari matanya yang sudah sembuh? Sulit membayangkan itu tiba-tiba naik secara drastis, atau mungkin itu kembali ke jumlah aslinya? Loyaltinya juga, pertama kali aku melihatnya, masih 50, tapi sekarang sudah naik sampai 85. Bukankah ini meningkatkan terlalu banyak hanya dalam sehari…?


*********************************************************************************
Sati Beastkin Slave

Level 3
HP 18/18
MP 5/5

Strength 12
Stamina 6
Agility 11
Skillfulness 7
Magic Power 3
Loyalty 85

Skill point 10P

Skills
Eyesight Degradation
Hearing Detection Lv3
Smell Detection Lv2
Sturdy
Hawk Eyes

Equipment
Simple clothes

*********************************************************************************

No comments:

DMCA.com Protection Status