NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 2 Bahasa Indonesia

March 16, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 2 – Pak Polisi, Ini orangnya!
Ketika kuterbangun, aku merasakan keberadaan makhluk hidup. Ketika aku membuka mataku, Sati sedang tidur disebelahku. Kasur sudah ada dibawah. Aku merangkak keluar dari kantung tidur dan menguncang Sati untuk membangunkannya.
“Uhm, saya terbangun pada malam hari dan saya melihat Masaru-sama tidur di lantai, jadi saya mencoba untuk memindahkan Masaru-sama ke ranjang, tapi Masaru-sama terlalu berat.”
Seorang budak tidur di ranjang sementara tuannya tidur di lantai itu bisa dianggap keterlaluan. Jadi dia menurunkan kasur ke bawah dan tidur denganku di lantai.
“Hari ini kita beli kasur untuk Sati, oke?”
“Ranjang ini besar dan saya lebih memilih tidur bersama dengan Masaru-sama.”
Aku mendengar bahwa di tempat perdagangan budak, dia tidur bersama dengan si kakak tertua yang paling seksi. Mungkin dia takut tidur sendirian.
“Dia mengajarkan saya banyak hal dan dia benar-benar baik kepada saya.”
Apakah dia yang memberitahu Sati bahwa tuannya akan senang melihatnya telanjang?! Mengajarkannya hal-hal yang tidak perlu…
Mari kita sarapan sekarang. Aku menyuruh Sati membuat sup yang sama seperti kemarin. Kemudian ditambahkan roti. Bumbunya kali ini sedikit lebih kuat, tapi okelah, sudah bisa lulus..
Setelah sarapan, aku memutuskan untuk mandi. Dari kemarin aku ingin mandi dan karena aku mengundang tamu hari ini, aku ingin memastikan kami dalam keadaan bersih.
Kemarin, ketika kami pergi untuk membuat kartu guild Sati, Tilika-chan punya permintaan kepadaku. Yaitudaging.
Jadi aku mengundang Tilika-chan untuk makan siang hari ini dan aku memutuskan untuk memasak daging naga.
Bathtub yang ada di rumah ini cukup luas. Dua orang dewasa bisa masuk dengan nyaman. Ini juga salah satu alasanku untuk menyewa rumah ini. Tapi karena itu, mempersiapkan airnya juga menjadi lebih sulit, tapi jika menggunakan magic, persiapan untuk mandi akan selesai dalam waktu satu menit. Ini praktis. Aku juga menjadi lebih baik dalam mengontrol suhu, jadi suhu airnya pas.
Sambil menghangatkan air, aku terlalu banyak mengeluarkan dan airnya mengenaiku, jadi aku memutuskan aku yang mandi pertama. Saat aku menyiramkan air panas ke atas kepada dan mulai mencuci rambut, tiba-tiba pintu terbuka. Aku tidak bisa membuka mataku jadi aku tidak bisa melihat, tapi tentu saja, hanya ada satu orang yang akan masuk sekarang. Aku hanya bilang ke Sati kalau aku mandi duluan. Aku lupa memberitahunya untuk menunggu saja atau tidak usah masuk. Aku tidak menyangka dia akan langsung masuk seperti ini.
“Masaru-sama, saya akan menggosok punggung Masaru-sama.”
“Tidak, tunggu dulu!”
Saat aku menggerakkan tanganku dengan kepalaku yang masih tertutupi gelembung sampo, entah bagaimana aku menyentuh sesuatu yang lembut. Sati mengeluarkan suara “Kya-“
“Ma-, maaf.”
Yang kurasakan barusan itu…
“Ah, saya mengerti, kepala yang terlebih dahulu. Jangan bergerak Masaru-sama.”
Kepalaku dikuasainya, kemudian Sati mencucinya dengan antusias. Apa yang harus kulakukan. Jika aku menyuruhnya keluar, dia pasti akan menangis.
“Uhm Sati-san. Mandi harus dilakukan sendiri dan santai…”
“Tidak. Menggosok punggung tuannya adalah tugas penting bagi seorang budak. ‘kau jangan mengabaikan itu’, itu lah yang dikatakan oleh si kakak.”
Orang itu lagi!
“Apa tidak enak Masaru-sama? Ketika saling menggosok satu sama lain dengan si kakak, dia memuji saya, dia bilang saya pandai dalam hal tersebut.”
“Tidak, ini enak…”
Saling menggosok satu sama lain… aku tak sengaja membayangkannya.
“Sekarang saya akan menyiramkan air~.”
Sampo yang ada di kepalaku sudah dibilas. Beruntung, sepertinya Sati sudah pindah ke belakangku.
“Sekarang saya akan menggosok punggung Masaru-sama.”
*skrub skrub* punggungku digosok. Jika aku tidak bisa membujuknya, selanjutnya akan semakin berbahaya.
“Umm, dengar. Bukankah memalukan bagi seorang perempuan memperlihatkan tubuh telanjangnya seperti ini?”
“Masaru-sama bilang bahwa seseorang harus menanggalkan pakaian sebelum mandi. Dan juga saya ini seorang budak.”
Setelah punggungku selesai digosok, dia menangkap lenganku. Enak. Benar apa yang dikatakan si kakak itu, Sati memang pinter dalam hal ini. Tentu saja aku mengharapkan situasi seperti ini sebelumnya, tapi, bagaimana mengatakannya, ini terlalu tiba-tiba. Ah, kedua lenganku selesai.
“Saya akan menggosok bagian depan, bisakah Masaru-sama berbalik ke sini?”
Tidak tidak ini buruk. Itu sudah terlalu jauh.
“Tidak! Jangan khawatirkan bagian depanku! Aku akan membersihkannya sendiri! Sekarang masuk lah ke bathtub duluan.”
“Begitu?”, dia masuk ke dalam bathtub, dia terdengar sedikit kecewa. Yosh, bisa dihindari!
Untuk saat ini, aku cepat-cepat menggosok bagian depanku. Aku membilas gelembung sabun dengan air panas. Sedikit mengintip, aku melihat Sati hanya duduk di bathtub sambil menatap lurus ke arahku. Apa aku menjadi sasaran? Kemungkinan besar dia sedang mencari kesempatan untuk mendekat. Saat aku sedang memikirkan apa yang harus kulakukan, “silakan masuk”, dia menarik lenganku dan dia hampir berdiri, jadi aku cepat-cepat masuk ke dalam bathtub.
Aku duduk membelakangi Sati. Sudah lama aku tidak mandi seperti ini, enak. Saat di panti asuhan hari itu, ada banyak anak-anak, jadi aku tidak leluasa. Ah, mandi memang menyenangkan~. Saat aku sedang melarikan diri dari kenyataan, Sati tiba-tiba menggosok punggungku.
“Uhm… saya, saya coba melakukan yang terbaik, tapi apa sesuatu yang salah?”
◇◆◇◆◇◆◇◆

Apa yang kulakukan itu salah?
Dia membeliku, seseorang dengan penglihatan yang buruk dan tidak memiliki kualitas apapun untuk ditebus. Aku pikir aku dibeli untuk alasan itu, jadi aku mencoba untuk menarik perhatian Masaru-sama di setiap kesempatan, tapi yang kudapat adalah reaksi yang sama.
Aku mencoba melakukan apa yang diajarkan oleh si kakak, tapi apa yang kulakukan itu salah, aku ingin tahu. Mungkin aku masih belum cukup mahir. Meskipun akhirnya seseorang membeliku, mungkin aku akan dikembalikan ke tempat itu lagi.
Aku tidak ingin berada di sana lagi…
Jika aku masih belum disentuh, aku bisa dijual kembali dengan harga yang tinggi.
Apa itu sebabnya Masaru-sama tidak mau menyentuhku sama sekali?
Si kakak bilang, ‘bagaimanapun caranya kau harus mendapatkan kasih sayang dari tuanmu. Setelah dia menyentuhmu, hargamu memang akan turun jika dijual kembali, tapi dia akan punya perasaan yang lebih lekat kepadamu. Oleh karena itu, Sati, lakukan yang terbaik.’ Dia bilang begitu.
Aku mencoba yang terbaik saat mandi. Sejujurnya, melihat seorang laki-laki telanjang… sangat memalukan, tapi aku sudah menguatkan diri. Tapi Masaru-sama hanya membelakangiku di bathtub.
Melihat itu, aku menjadi sedih. Apakah aku akan dijual lagi?
Aku tidak ingin berada di sana lagi… aku ingin berada di samping Masaru-sama sekarang dan selamanya.
◇◆◇◆◇◆◇◆
Sati mulai menangis.
“Tidak tidak tidak. Kau tidak melakukan sesuatu yang salah. Sati sudah melakukan yang terbaik!”
“Tapi kemarin saya tertidur lebih dahulu dan membuat Masaru-sama tidur di lantai, saya bahkan tidak bisa memasak dengan benar… Masaru-sama adalah wizard yang luar biasa yang bisa melakukan segalanya, jadi saya pikir Masaru-sama tidak akan membutuhkan seseorang seperti saya...”
“Tentu saja aku membutuhkanmu. Jika tidak, aku tidak repot-repot membelimu dan aku sangat menyukaimu dan juga menginginkanmu.”
“Benarkah?”
“Ya benar benar.”
“Apakah Masaru-sama mau menerima saya?”
“Uhm, malam ini, oke? Tidak apa-apa kan?”
“Ya!”
Aku mengatakan itu. Tapi beneran tidak apa-apa? Meskipun Sati terlihat sangat gembira. Aku tidak akan dilaporkan, ‘pak polisi, ini orangnya!’, kan?
“Uhm, lalu, saling menggosok…”
“Ah, aku akan keluar duluan. Sati, kau keluar setelah mandi yang bersih, oke?”
… maafkan aku semuanya.

Mustahil lebih dari ini untuk seorang perjaka sepertiku. Aku meninggalkan Sati di kamar mandi dan cepat-cepat keluar.

No comments:

DMCA.com Protection Status