NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 5 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 5 Bahasa Indonesia

March 19, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 5 – Pelatihan, Sekali Lagi
Instruktur-dono, aku saat ini sedang dilatih dengan keras oleh 2 instruktur menakutkan di kebunku.
Tolong. Selamatkan aku.
Pertama, mereka bertengkar mengenai siapa yang akan mengajariku terlebih dahulu. Itu akhirnya diputuskan dengan suit. Aku menyaksikan itu, karena penasaran apakah sama dengan suit di Jepang atau tidak. Itu berbeda, tapi itu memiliki struktur 3 cara yang sama.
Di sinilah neraka dimulai. Aku menembakkan sihir seperti yang mereka instruksikan. Tentu saja tidak langsung berjalan dengan baik. Kata-kata hinaan pun berterbangan. Kenapa kau tidak bisa melakukan itu! Lakukan seperti yang kukatakan!
Setelah aku menembakkan satu sihir, instruktur berganti. Aku menembakkan sihir. Dia marah kepadaku. Dan ini berlangsung terus menerus.
Tidak mungkin akan berjalan dengan baik jika mendapatkan hinaan seperti ini, pada awalnya, instruktur-instruktur menyeramkan ini masih sedikit keras, tapi seiring berjalan waktu, mereka semakin gila.
Ah instruktur-dono. Memikirkan itu sekarang, oh betapa indahnya pelatihan bersamamu instruktur-dono. Dua iblis ini…
Setidaknya aku bisa sedikit beristirahat di pelatihan pemula. Tapi dengan memanfaatkan jumlah MP-ku yang banyak, mereka berdua menyiksaku tanpa ampun. Tolong hentikan. Beberapa anak sudah menangis!
Setelah 2 jam, aku akhirnya dibebaskan oleh Sati yang datang memberitahu kami bahwa puding sudah siap. Untuk sementara, aku terduduk di tanah, benar-benar lemas.
“Apakah Masaru-sama baik-baik saja?”
Ah Sati, kau, hanya kau satu-satunya yang mengkhawatirkanku.
Dibantu oleh Sati, aku kembali ke rumah. Aku menginstruksikan Sati untuk membuat karamel, kemudian setelah meletakkannya ke atas puding, aku menawarkannya kepada para gadis.
“Ara? Ini berbeda dari yang tadi kan? Yang hitam-hitam ini apa?”
“Ini disebut karamel?”
“Enak!”
“…”
Setelah kami selesai makan puding ini, itu akan berakhir. Apa aku harus menggunakan Skill Point?
Tapi jika menggunakan Skill Point dan mengatakan “Haah, aku berhasil mempelajari sihir ini berkat kalian!”, mungkin aku akan mendapatkan respon “Bersalah” dari Tilika-chan. Selain itu, dengan menggunakan Skill Point akan menutup kemungkinan mengambil sihir lain dan itu alasan yang buruk.
“Ini enak.”
“Terima kasih.”
Mereka semua mengucapkan terima kasih, kemudian aku menghentikan mereka berdua yang bersiap-siap menuju ke kebun karena sudah selesai makan.
Belum. Masih ada amunisi yang tersisa!
Aku mengeluarkan wadah puding. Aku pelan-pelan memindahkan puding yang besar ini ke atas piring besar di depan mereka dan menuangkan karamel di atasnya. ‘Ooh’, mereka bersorak. Sekarang makan! Harus ini bisa menunda waktu. Mungkin akan ada yang kebanyakan makan dan sakit perut.
Tapi kenyataan benar-benar kejam. Waktu eksekusi hanya bergeser sedikit.
“Uhm Tilika-chan. Kau ingin kembali ke guild?”
“Belum. Aku ingin bermain dengan Sati.”
Tampaknya 2 gadis ini menjadi berteman baik. Kenapa yang 2 lagi tidak melakukan hal yang sama? Kenapa orang-orang saling bertarung satu sama lain?
Jika ada 2 ibu yang memperebutkan seorang anak, mungkin mereka akan terus menarik masing-masing lengan anak itu bahkan jika anak itu menangis, sampai lengan anak itu putus. Apakah ada yang menjadi pemenang di akhir? Setidaknya bukan aku yang menang…
Setelah beberapa jam, Sati memanggilku karena harus menyiapkan makan malam, sehingga akhirnya aku berhasil bebas. Melihatku yang hampir mati kelelahan, sepertinya mereka berdua akhirnya menyadari situasi ini.
“Ka-kami, Mungkin kami sedikit berlebihan.”
“Be-betul. Mungkin kami sedikit terlalu keras.”
Aah, aku lebih senang jika kalian menyadari itu lebih cepat…


Aku menyerahkan urusan makan malam ke Sati.
Sialan, aku benar-benar lelah. Tapi aku menginstruksikannya dari belakang. Untuk beberapa alasan, Tilika-chan juga ikut membantu, meskipun itu hanya sedikit bantuan. Mereka mengobrol sambil memasak. Terutama Sati. Tilika-chan memasang ekpresi serius dan tidak terlihat seperti menikmatinya, tapi dia melakukan itu atas kemauannya senditi, jadi mungkin itu menyenangkan baginya.
Menu malam ini adalah roti, salad, sup tomat, stik dan daging goreng yang kuminta. Tentu saja, daging naga banyak digunakan. Untuk sup, itu sama dengan sup makan siang tadi, hanya ditambahkan tomat saja, tapi untungnya itu bisa diterima dengan baik oleh semuanya. Sulit memikirkan menu baru ketika sedang lelah!
Kami membuat lebih banyak dari porsi makan siang tadi, kupikirkan itu akan bersisa, tapi ternyata tidak. Aku jadi teringat Sati sepertinya tidak makan dengan cukup tadi siang. Tumpukan daging yang segunung dimakan tanpa sisa. Kalian bakalan gendut…
Oh iya, saat makan malam sedang dipersiapkan, aku mengeluarkan keluh-kesahku. Kenapa kalian tidak bisa seperti mereka? Kalian harus bisa belajar dari mereka. Seperti yang diharapkan, mereka merasa buruk mengenai itu dan saling meminta maaf berulang kali.
“Maaf, aku benar-benar tidak sadar. Kau marah? Tidak? Aku benar-benar menyesali itu.”
“Kupikir mungkin aku sedikit berlebihan, tapi aku melakukan itu demi Masaru… maafkan sifat burukku…”
Sepertinya mereka sedang merefleksikan kesalahan mereka itu, jadi aku memutuskan untuk memaafkan mereka. 2 orang gadis cantik sedang meminta maaf dengan lemah lembut. Nah, ini sakan baik-baik saja. Kalian tidak akan melakukan sesuatu seperti itu lagi kan? Setelah memaafkan mereka, sambil menepuk-nepuk bahu mereka, mereka tersenyum. Benar, ini jauh lebih baik. Sudah cukup dengan instruktur menyeramkannya.
Setelah makan malam, aku bertanya ke Tilika-chan jika dia ingin kembali ke guild, tapi dia bilang dia ingin menginap malam ini.
“Drevin mengatakan tidak apa-apa untuk menginap. Aku akan tidur dengan Sati malam ini.”
“Baiklah. Sati, jaga dia baik-baik.”
“Ya Masaru-sama!”
Mereka benar-benar menjadi teman baik. Aku juga jadi gembira. Dengan ini, bahaya bisa dihindari untuk hari ini kan? Mereka juga tidak ingin melanjutkan ketika diajak bermalam kan? Aku mencoba bertanya ‘apa Angela dan Elizabeth ingin bermalam di sini juga?’. Aku hanya basa-basi.
Secara normal kau tidak akan berpikir bahwa mereka berdua akan menginap di sini.
“Baiklah. Lagipula makanan di sini lebih baik daripada di penginapan dan aku akan makan itu lagi di pagi hari kan? Kupikir aku akan menginap.”
‘aku juga ingin bersama-sama dengan Masaru sepanjang waktu seperti saat kita melaksanakan misi’, dia sengaja menambahkan itu. Tentu saja, kami berada di tenda yang berbeda dan kami benar-benar tidak tidur bersama. Lalu dia melihat ke Angela, seolah berkata ‘kau pulang saja’. Mereka sudah harmonis selama makan malam, jadi kupikir mereka benar-benar berdamai, tapi tampaknya itu hanya imajinasiku.
“A-aku juga. Aku akan menginap.”
Entah bagaimana berakhir seperti ini. Situasi macam apa ini?
Angela akan pulang terlebih dahulu dan kemudian bersiap untuk menginap di sini. Elizabeth bilang dia membawa pakaian gantu. Kami bisa meminjamkan pakaian Sati ke Tilika-chan.
Aku mempersiapkan bathtub dan kami memutuskan untuk masuk bergantian. Pertama, Tilika-chan dan Sati. Selanjutnya Elizabeth. Sementara Elizabeth di dalam, Angela kembali jadi aku menyuruhnya untuk masuk setelah Elizabeth. Aku yang terakhir. Tentu saja, Aku meminta Sati untuk mengurus Tilika-chan. Aku mengatakan bahwa aku ingin mandi sendiri hari ini.
Tapi, sisa air dari mereka berempat… entah kenapa aku jadi sedikit bersemangat!
Rupanya saat aku sedang mandi, Narnia datang berkunjung.
“Apakah Narnia mengizinkanmu menginap?”
“Bukan berarti aku perlu izin dari Narnia.”
Bukankah dia penjagamu…? Di dunia ini, 15 tahun sudah dianggap dewasa, apalagi 17 tahun.
Namun Narnia bilang, dia khawatir ketika dia mendengar bahwa Elizabeth akan menginap, tapi ketika dia mendengar bahwa Sati, Tilika dan Angela akan menginap juga, dia pulang kerumah tanpa mempermasalahkan apapun. Seperti yang kupikirkan, Narnia benar-benar penjaga Elizabeth.
Kemudian, setelah mandi dan mulai bersantai, Drevin datang.
“Tampaknya mereka benar-benar berteman. Dia bilang dia ingin tidur bersama dengan Sati malam ini.”
“Paham paham. Baiklah, jaga dia baik-baik. Ada pekerjaan besok pagi, jadi pastikan kau mengantarnya tepat waktu. Itu bukan pekerjaan pagi-pagi buta sih. BTW, Tilika susah bangun pagi.”
“Mengerti, aku akan mengantarnya.”
Setelah aku menjanjikan itu, Drevin juga pulang ke rumah.
Di ruang tamu, setelah kami semua selesai mandi, aku mengeluarkan alkohol yang Drevin berikan. Alkohol kelas atas berusia 20 tahun. Tilika-chan dan Sati makan buah-buahan saja, masih terlalu cepat bagi mereka untuk minum alkohol.
Untuk beberapa alasan, aku duduk di sofa di antara Angela dan Elizabeth. Dan itu, sangat dekat. Setelah selesai mandi, mereka memakai gaun rumah dan sangat seksi. Seperti yang diharapkan, Elizabeth melepas jubah hitam hitamnya dan mengenakan pakaian normal. Aku hanya pernah melihatnya mengenakan pakaian normal saat hendak mengunjungi agen perumahan, tapi kali ini aku melihatnya benar-benar menanggalkan jubah hitamnya. Selain jubahnya, pakaiannya sangat cute dan fresh. Angela juga menunjukkan payudara besarnya. Yah, bukan berarti dia benar-benar menunjukkannya. Tapi dada besarnya ada di sampingku dan sulit mengalihkan perhatian dari itu.
Kami bertiga duduk di sofa dan ngobrol macam-macam sambil minum alkohol. Tentang makanan hari ini atau tentang penyelidikan di hutan dan sebagainya. Tilika-chan dan Sati juga ikut sambil makan buah-buahan.
“Melihat mereka seperti ini, mereka seperti kakak-adik.”
“Benar, nama mereka juga hampir sama.”
Mendengar itu, ‘Aku onee-chan.’, kata Tilika-chan.
“Bukannya saya yang lebih tua?”
Benar. Sati sedikit lebih besar.
“Baiklah, akan menjadi adik, onee-chan.” “Ada apa Tilika-chan?” “Onee-chan” “Tilika-chan” “Onee-chan” “Tilika-chan!” “Onee-chan”
… sampai kapan ini berlanjut?
Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai pembagian kamar, tapi kamar besar untukku dan 2 kamar kecil untuk Angela dan Elizabeth. Dan kasur akan dibentangkan untuk Sati dan Tilika-chan yang tidur di ruang tamu. Aku sebenarnya ingin menyuruh mereka tidur di kamarku, tapi Sati dengan tegas menolaknya dan Tilika-chan bilang dia tidak peduli mau tidur di mana, selama dia bisa tidur dengan Sati. Sati bilang kalau dia ingin tidur denganku, tapi aku menolak ide tersebut, karena Tilika-chan akan ikut juga. BTW, ketika aku mengusulkan pembagian kamar menjadi 3 untuk Elizabeth dan Angela, Tilika dan Sati, dan aku, itu langsung ditentang. Kalian seharusnya sudah bisa akrab sekarang.
Atau lebih tepatnya, bukankah mereka sudah benar-benar mabuk? Benar, alkohol dari Drevin sudah hampir habis…
Sebelum mereka berdua mulai bertengkar lagi, aku membawa mereka ke kamar masing-masing. Selesai.
Aku juga masuk ke kamar dan saat aku baru saja selesai menulis laporan harian, Sati masuk membawa Tilika-chan.
“Uhm, Masaru-sama. Ada sesuatu yang saya…”
“Ya ada apa?”
Kami bertiga duduk di ranjang.
“Mata saya, apakah belum sembuh sepenuhnya?”
“Eh? Kenapa aku bilang begitu?”
Hawk Eyes masih belum cukup?
“Saya dengar Masaru-sama membicarakan tentang itu siang tadi…”
Ah, dia mendengar itu. Aku berbicara dengan suara yang sangat pelan, dia benar-benar punya pendengaran yang baik.
“Dan juga, jika saya kehilangan fokus, pandangan saya menjadi kabur. Seperti sebelumnya.”
Oh begitu. Hawk Eyes tidak bisa terus-menerus aktif. Jadi itu aktif dengan keinginan sendiri, dan efeknya akan hilang ketika dia tidak fokus.
“Apa saya tidak bisa melihat dengan jelas lagi di masa depan?”
“Tidak tidak, jangan khawatir. Matamu memang belum sembuh total, tapi aku menyembuhkannya dengan sesuatu seperti sihir. Sulit menjelaskannya, jadi aku memberitahumu bahwa itu sudah sembuh. Efeknya tidak akan habis atau sesuatu seperti itu, matamu akan tetap bisa melihat. Jangan khawatir.”
“Benarkan? Terima kasih banyak Masaru-sama!”
Mengatakan itu, dia memelukkan erat. Aku memeluk punggungnya dan mengelus kepalanya. Benar, Sati sangat kawaii. Aku pasti akan melakukan sesuatu mengenai matanya. Jika aku menaikkan Healing Magic dari 4 ke 5, mungkin aku bisa menyembuhkannya.”
“Masaru.”
Tilika-chan memanggilku.
“Mn?”
“Masaru orang yang baik. Terima kasih sudah menolong Onee-chan.”
Mendengar itu, Sati memisahkan diri dan memeluk Tilika-chan dengan erat.
“Nn.”
Ya, Tilika-chan juga gadis yang baik.
Rupanya saat aku berlatih keras dibawah bimbingan dua instruktur yang menakutkan, mereka berdua berbicara mengenai kepahitan masa lalu mereka masing-masing. Oleh karena itu, mereka langsung berteman akrab. Meskipun aku tidak bisa bertanya mengenai masa lalu Tilika-chan.
“Uhm, akan lebih baik kalau kita tidur bersama-sama malam ini kan?”
Dia bertanya dengan mata yang berkaca-kaca. Tidak mungkin aku melemparkannya ke luar setelah melihat ini.
“Kita akan tidur bersama-sama. Ingat, hanya tidur.”
“Oke!”
Aku juga bertanya ke Tilika-chan. Dan ternyata dia tidak keberatan selama itu bersama Sati. Mereka benar-benar akrab.
Kami bertiga tidur dengan bentuk
dengan Sati di tengahnya. Sati memelukku erat dari samping, jadi aku tidak bisa tidur. Sati terasa sangat lembut dan hangat.
Apakah aku akhirnya bisa tidur? Baru saja aku memikirkan itu, event berikutnya terjadi.
“Masaru? Aku masuk.”
Tanpa menunggu jawaban dariku, Elizabeth masuk.
Dia melihat ke arahku dan mematung.
“… kenapa mereka tidur denganmu?”
Melihat mereka berdua yang sedang tertidur, Elizabeth berbisik.
“Yah, meskipun kau bertanya kenapa.”
Setelah itu, Angela juga datang.
“Aku mendengar suara pintu terbuka, jadi aku datang untuk memeriksa. Elizabeth, kau berencana mencuri start hah?”
Elizabeth panik.
Angela: “Kami setuju untuk melanjutkan itu besok sore karena aku ada kegiatan di pagi hari.”
Terima kasih penjelasannya. Atau lebih tepatnya, kalian masih berencana untuk melakukan itu? Bahkan soal mencuri start, tidak mungkin juga berlatih malam-malam begini, suara berisik dari sihir pasti akan langsung ketahuan. Dan juga tetangga pasti akan marah-marah. Elizabeth, kau masih mabuk?
Karena Angela yang menerobos masuk, tidak mengherankan jika Sati membuka matanya.
“Mn, kau lanjut tidur.”
“Ya…”
Sati terlihat lega, jadi dia menutup matanya lagi dan tertidur. Tilika-chan masih tertidur pulas.
“Tidak, itu… bukan itu.”
“Bukan apa?”
“Uhmm…ya. Aku masuk ke sini juga untuk tidur dengan Masaru!”
Dia mengatakan itu sambil menunjukku. Melihat itu, Angela juga akhirnya menyadari bahwa kami bertiga akan tidur bersama-sama. Melihat ke arahku, dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi tampaknya dia memutuskan untuk menyerang Elizabeth terlebih dahulu.
“Ranjang ini tidak bisa menampung lebih dari 4 orang.”
“Aku bisa tidur di sana! Tunggu sebentar.”
Mengatakan itu, dia meninggalkan kamar… kemudian dia membawa ranjang dengan Levitation! Dia meletakkan ranjang di sebelah ranjangku.
“Beres kan! Sana, aku akan tidur dengan Masaru, jadi Angela, kau bisa keluar sekarang.”
Elizabeth sedang mencoba mengaburkan fakta bahwa dia yang awalnya mencuri start. Situasi itu terus berlanjut tanpa meminta izin dariku. Apa aku bisa mengatakan sesuatu?
“A-aku juga… uhm…”
Angele mengatakan itu terbata-bata.
“Apa?”
Dengan tangan yang dilipat, Elizabeth berdiri seolah berkata ‘kalau tidak ada urusan, silakan keluar’.
“Aku juga akan tidur dengannya!”
Bagaimana dia bisa sampai pada kesimpulan itu… tampaknya Angela masih di bawah pengaruh alkohol.
Pada akhirnya, kami berlima tidur bersama-sama. Elizabeth di sampingku. Angela ada di sisi lain, dengan Sati dan Tilika di antara kami. Sati terbangun lagi, tapi Tilika-chan tidak terbangun sama sekali. Tilika-chan benar-benar kelas berat.
Seperti yang diduga, Elizabeth, yang tidur di sampingku, tidak meringkuk dan mendekat seperti Sati, tapi ranjang ini cukup sempit. Bahu kami bersentuh dan aku bisa merasakan kehangatan dari Elizabeth. Jika saja aku mengarahkan wajahku ke samping, aku bisa langsung melihat wajah Elizabeth. Mungkin karena dia penasaran juga, sesekali mata kami bertemu.
Aku juga memikirkan ini ketika bersama Sati, tapi para gadis ini memang benar-benar harum. Rasanya aku ingin membenamkan wajahku ke rambut Elizabeth yang mengembang dan mengendusnya…tapi jika aku melakukan itu, dia pasti akan membenciku… ah, tapi bukannya dia sendiri yang ingin tidur denganku… nah, tapi itu mungkin karena dia mabuk… jika aku melakukan itu dan dia membenciku… ah, tapi aroma Elizabeth bercampur dengan bau alkohol…
Aku terpaksa mengalihkan pandanganku dari Elizabeth dan melihat ke arah Angela dari atas kepala Sati, tapi dia ternyata sedang melihat ke arahku. Mata kami bertemu, Angela cepat-cepat menutup matanya seperti panik.
Apakah aku sedang dalam pengawasan…?
Yang bisa kulakukan adalah menutup, mengosongkan pikiran dan mencoba untuk tidur…

No comments:

DMCA.com Protection Status