NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 19 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 19 Bahasa Indonesia

March 02, 2017 Beonovel

Volume 1, Chapter 19 – Raja Iblis Dan Pahlawan (Bonus Chapter 100 Likers Beonovel)
Hari berikutnya, kami memulai perjalanan kembali ke kota. Aku berjalan dengan party Dawn Battleaxe. Sebelum berangkat, Elizabeth menyeretku “Karena kau muridku, kau harus mengikuti mastermu!” itu yang dia katakan. Setelah mendapatkan izin dari instruktur, aku berjalan di belakang Elizabeth, tapi bukan itu alasan utama yang kuinginkan. Ini kesempatan untuk mendapatkan EXP! Kupikir seperti itu, tapi karena kami lewat jalan yang sama dengan rute saat pergi, monster-monster telah habis dibasmi. Bahkan jika monster muncul, regu pengintai di depan Wings of Twilight yang akan mengalahkan mereka. Ada banyak waktu luang, tapi karena sedang dalam perjalanan, bahkan Elizabeth tidak banyak berbicara denganku. Saat beristirahat, dia datang untuk melihat apa ada sesuatu yang mengangguku. Sepertinya dia sangat gembira karena mendapatkan seorang murid.
Dia sudah seperti veteran, sudah 4 tahun menjadi adventurer. Dia menjadi adventurer di usia 14 tahun dan sekarang dia 17 tahun. Dia sudah banyak melewati adegan-adegan pembantaian. Bahkan ketika menghadapi naga, dia tidak ketakutan sedikit pun. Mungkin tujuannya adalah menjadi adventurer rank S. Saat aku bertanya apakah rank S merupakan sesuatu yang hebat, dia menjawab dengan “Kau bego?!”. Dengan kata lain, pahlawan. Kekayaan dan kehormatan. Menjadi bangsawan dan mendapatkan tanah, diangkat untuk mengabdi kepada negara. Itu keinginan semua orang, jika tidak bercita-cita untuk itu, apa lagi yang akan kau lakukan? “Tapi itu pekerjaan yang berbahaya kan?” itu lah yang kupikirkan, tapi aku tidak bisa mengatakannya. Dia mungkin akan marah lagi.
Sekarang ini, prioritasku adalah:
1. Bertahan hidup selama 20 tahun.
2. Membuat harem.
3. Mencegah kehancuran dunia.
3 poin itu. Menjadi adventurer atau menjadi rank S bukan hal penting bagiku. Jika dunia ini dihancurkan, menurutku bertahan hidup atau memiliki harem tidak mungkin dilakukan, tapi kupikir aku bisa mengatasinya entah bagaimana caranya. Jika aku memaksimalkan penggunaan cheat, kupikir aku akan bisa bertahan. Jika memang terpaksa, aku mungkin akan meninggalkan semuanya dan melarikan diri. Untuk saat ini, aku akan mengumpulkan skill point sambil memastikan keselamatan diriku. Aku ingin tahu apa di sini ada tempat berburu dimana monster logam dan cepat melarikan diri muncul. (TL: monster logam dan mudah melarikan diri itu, metal slime yang ada di dragon quest/dragon warrior monster, expnya tumpah-tumpah oi.)
Yang jelas aku akan menolak pekerjaan berbahaya seperti penaklukan naga. Itu yang benar-benar kuharapkan.
Saat sedang berlatih melempar pisau di istirahat siang, Elizabeth datang dan mengatakan ingin menunjukkan sesuatu yang menarik.
“Pisau ini, tidak masalah kalau rusak kan?”
Aku punya 20 pisau lempar. Elizabeth menghadap ke pohon terdekat, menyapkan pisau, menyelimutinya dengan kekuatan sihir dan melemparkannya. Dari penglihatanku, yang punya skill melempar, itu terlihat seperti tidak berskill, namun lemparannya mengenai pohon, bahkan gagang pisaunya sampai masuk ke dalam.
“?!”
Gimanapun kau melihatnya, pisau itu tidak punya momentum untuk menembus pohon itu. Melihat keterkejutanku, Elizabeth merasa puas. Aku mengeluarkan pisau yang tersangkut, pisau itu rusak.
“Itu tadi Wind Magic Sword. Seperti yang kau lihat, jika melakukannya dengan senjata biasa, senjata itu akan rusak. Tapi itu bisa menjadi senjata rahasia untuk mage yang lemah dalam pertarungan jarak dekat.”
Karena aku punya skill Fencing level 4, pertarungan jarak dekat merupakan andalanku, tapi sekarang bertambah lagi trik yang bisa kugunakan.
“Apa mungkin dilakukan dengan Fire Magic?”
“Kupikir kau bisa. Perlihatkan kepadaku tanpa melemparnya. Bentuk apinya terlebih dahulu.”
Aku mengisi kekuatan sihir ke pisau yang rusak itu. Api membalut pisau, potong! Pisau itu membelah pohon seperti mentega dan bagian yang tersisa terbakar. Pisau semakin rusak, tapi itu bagus. Aku bisa menggunakannya!
“Jangan ceroboh, jika kau mengisi kekuatan sihir seperti itu ke pedang ukuran biasa, kau akan kehabisan kekuatan sihirmu dalam sekejap.”
Kali ini aku melakukannya dengan hati-hati. Aku mengayunkan pisau. ‘Krak’ pisaunya patah. Hanya dengan 3 kali ayunan?
“Logam yang bisa digunakan dengan sihir adalah mithril atau hihiirokane, orichalcum juga cukup terkenal. Tapi semuanya mahal. Pisau kecil dari bahan-bahan itu harganya bisa sampai 10 ribu. Kalau kau mau mencoba lagi, siapkan senjata sekali pakai, oke?”
Pedang sihir? Teknik yang dipenuhi dengan rasa chuunibyou! Mari kita berlatih sampai berhasil menguasainya.
“Seperti yang diharapkan dari master. Ini sihir yang luar biasa.”
Elizabeth terlihat puas dan berkata “betul betul betul.”
Kami sampai ke lokasi perkemahan dengan mulus. Setelah makan malam, waktunya kuliah sihir dengan master Elizabeth.
Entah kenapa, Kreuk dan Silver juga ikut bergabung. Sepertinya mereka juga ini ingin belajar sihir. Elizabeth bilang tidak masalah, jadi kami belajar bersama-sama. Wind Magic tidak berbeda dengan jenis-jenis sihir lainnya. Intinya adalah gambaran mental. Segera, aku mencapai titik di mana aku bisa menggunakan Wind Magic. Membuat angin lembut yang lebih cepat dari kipas angin, dan ini sudah tergolong sukses.
“Uhahaha. Lihat, ini Wind Magic!”
Kreuk dan Silver setuju dengan ‘uh-huh’ sementara aku meniup mereka dengan angin yang lembut. Aku tidak menganggu mereka, aku dengan baik hati menunjukkan Wind Magic kepada mereka.
“”Hei Masaru, kau tidak pantas bilang begitu. Kekuatan itu bahkan belum cukup untuk membunuh seekor nyamuk.”
Pasti. Water Magic juga begini, tapi sulit untuk menaikkannya sampai tingkat yang benar-benar bisa digunakan.
“Aku ingin belajar Fly.”
Aku mengatakan keinginanku.
“Itu, itu sihir yang cukup tinggi, kau tahu? Belajar Air Hammer terlebih dahulu.”
Apa versi angin dari Water Ball? Pertama Elizabeth memperlihatkannya kepadaku. Targetnya adalah tubuhku. Awalnya dia menembakkan ke pohon, tapi aku tidak mengerti karena anginnya tidak terlihat. Saat aku bilang begitu, Elizabeth mengatakan lebih baik kalau mencobanya ke tubuhku.
“Yang benar? Dikit aja kan? Silakan.”
“Tidak apa-apa, serahkan padaku.”
Elizabeth menyeringai dan itu terdengar tidak meyakinkan. Dia mulai merapal.
“Air Hammer.”
Serangan yang kuat mengenai perutku. Aku yang berlutut merintih tanpa sadar. Sakit meskipun aku memakai armor... Ini tidak sedikit?! Kenapa cewek-cewek di dunia ini, saat mengajarkan sihir, setiap dan selalu menyiksa tubuhku? Untuk saat ini, aku menggunakan [Heal(small)].
“Kalau aku serius, kau akan berakhir lebih dari itu. Kau mungkin akan terlempar dan tulang-tulang rusukmu patah, oke?”
Sihir ini lebih brutal dari yang kubayangkan. Karena tidak terlihat, aku tidak bisa menghindarinya.
“Apa cara terbaik untuk bertahan dari sihir ini?”
“Untuk memblokir rapalan, menghindar sihirnya atau menahan sihirnya? Kau bisa menahannya dengan perisai dan armor berat seperti Luvenn.”
Luvenn berarti yang dia maksud itu si tank. Iron Wall Luvenn. Keren!
“Apa bisa dihindari? Tapi Air Hammer tidak bisa dilihat.”
“Meskipun mustahil untukku, sepertinya itu bisa dihindari. Dengan mengamati aliran kekuatan sihir dan pengeksekusiannya, tampak itu bisa diperkirakan. Pimpinan kami memprediksikan itu dan berhasil menghindarinya, heh.”
“Dan dengan sihir pertahanan?”
“Itu, coba serang aku dengan Fire Magic sedikit saja.”
Elizabeth mempersiapkan sesuatu sambil mengarahkan tongkatnya ke tempatku. Samar-samar aku bisa merasakan kalau dia sedang mengeluarkan kekuatan sihir. Aku menembakkan Fire Magic yang lemah dan tepat di depannya seperti ada sesuatu yang menghalangi.
“Itu Air Shield. Itu bisa menahan serangan-serangan kecil, oke? Tapi kalau untuk tingkat serangan nafas api naga, aku ragu itu bisa menahannya.”
“Dengan Fire Magic...”
“Nah itu mustahil.”
Itu cepat-cepat dibantah.
“Karena Fire Magic adalah sihir spesialis dalam menyerang, tidak ada jenis pertahanan yang pernah terdengar. Paling-paling terbatas untuk Fire Wall kan?”
Meskipun ada kata Wall di namanya, itu bukan sesuatu untuk bertahan.
“Kalau untuk pertahanan, Earth Magic kan? Untuk Stone Wall, kekuatan pertahanan sangat tinggi.”
Kali ini Elizabeth memperlihatkannya. Dia merapal dan berhasil membuat dinding tanah setinggi 1 meter.
“Earth Magic bukan spesialisasiku, jadi aku hanya melakukan sebatas ini, oke? Tapi jika kau mengeluarkan yang terbaik, kau mungkin bisa membuat yang lebih kokoh.”
Jadi ini Earth Magic? Seperti yang diharapkan, dia bisa semua tipe sihir.
“Tapi aku menyarankanmu untuk jangan bermain-main. Meskipun aku bisa menggunakan 4 tipe sihir, aku hanya bisa menggunakan Wind Magic sampai tingkat lanjutan. Kalau kau menggunakan semuanya, kau akan menjadi orang yang serba bisa (TL: lebih keren pake jack of all trades, sebenarnya) dan tidak menguasai satupun (TL: ini juga, lebih keren pake master of none, sebenarnya).”
“Apa kau tahu tipe-tipe lain? Seperti Spirit atau Summoning, Light atau Dark?”
Jangan bertanya tentang sihir spasial, itu sama saja seperti menganggu sarang lebah.
“Spirit adalah sihir yang digunakan oleh para elf. Aku tidak tahu tentang itu. Summoning dan Dark juga bukan jenis magic yang kumengerti dengan baik. Aku rasa masih ada beberapa dokumen yang tersisa. Light adalah tipe yang digunakan oleh para pahlawan, sepertinya itu efektif untuk melawan undead dan iblis. Aku juga ingin tahu apa priest di kuil mengetahui tentang itu.”
Sekarang beberapa kata-kata yang menarik keluar. Pahlawan dan Iblis. Apa itu sesuatu seperti Raja Iblis? Untuk tujuan menyelamatkan dunia ini dari kehancuran, sesuatu seperti mengalahkan Raja Iblis sangat tidak menyenangkan.
“Ermm tentang Pahlawan dan Iblis...”
“Itu hanya legenda lama. Ada Raja Iblis dan ada Pahlawan yang mengalahkannya. Itu cerita dari ratusan tahun yang lalu. Tidak ada Raja Iblis atau iblis-iblis yang keluar dari tanah asal mereka. Petualangan pahlawan menjadi sebuah legenda. Itu sangat menarik. Waktu masih kecil aku membacanya berkali-kali.”
Syukurlah, tidak ada Raja Iblis. Tapi aku tetap berharap dia tidak bangkit. Entah mengapa aku jadi cemas.
“Raja Iblis tidak ada lagi kan?”
“Ya, sebagai besar kisah Pahlawan sudah diverifikasi dan itu benar-benar terjadi. Namun apa yang terjadi di tanah para iblis dan keruntuhan Raja Iblis, hanya pahlawan dan rekan-rekannya yang tahu. Selain itu, tidak ada yang pernah melihat mereka. Karena itu orang-orang jadi meragukan keberadaan Raja Iblis, kau tahu? Tapi aku percaya itu.”
Itu sangat rinci!
“Aku menjadi adventurer karena aku mengagumi Pahlawan! Wizard di antara rekan-rekan Pahlawan adalah seorang Wind Mage. Aku ingin bertualang seperti kisah itu. Aku ingin tahu apa Raja Iblis akan muncul lagi?” (TL: apa ini pertanda?)
Jangan katakan sesuatu sepeti itu! Dan itu sudah mencapai akhir dari kuliah hari ini.
Bagaimanapun, Spirit, Summoning, Light, dan Dark, dan sejenisnya sihir yang langka kan? Aku berpikir akan mengambilnya cepat atau lambat, tapi aku tidak pernah memikirkan ini. Meskipun berguna, aku tidak ingin dicurigai. Point yang dibutuhkan juga banyak dan aku mengutamakan 4 sihir dasar terlebih dahulu. Aku sekarang punya 36 skill point. Apa aku ambil Earth Magic? Tapi mungkin akan ada waktu dimana sesuatu seperti kemarin terjadi lagi, karena itu aku harus menyisakan beberapa skill point. Aku hanya bisa menggunakan Skill Reset sekali dalam sebulan.
Skill Point 36
Fencing Level 4, Physical Enhancement Level 2, Skill Reset, Razgrad World Standard Language
Life Magic, Clock, Fire Magic Level 4
Shield Level 2, Evasion Level 1, Spearmanship Level 1, Hand-to-Hand Combat Level 1, Stamina Recovery Enhancement, Guts
Archery Level 1, Throwing Technique Level 2, Stealth Level 3, Presence Detection Level 2
Magic Power Sensing Level 1, Healing Magic Level 3, Common Magic, High Speed Casting Level 5
Skill Reset menghitam. Tandanya itu tidak bisa digunakan bukan? Menaikkan Fencing ke level 5 butuh 10 point. Membagikan point ke Fencing dan Physical Enhancement memang mudah dan cepat. Tapi setelah mengikuti pertempuran melawan naga, aku tidak berniat untuk menjadi orang-orang garis depan. Aku pikir mending aku lanjut jadi barisan belakang saja.

Fire Magic ke level 5 butuh 20 point. Dan bagaimana dengan sesuatu seperti Agility Up? Sepertinya jika aku bisa bergerak lebih cepat, aku bisa menghindar dengan lebih baik. Aku ingin mengambil kembali Ninja Walk. Dan juga Earth Magic. Kalau sampai level 3, butuh 10 point. Jangan sampai lupa pada setiap hal. Kita pikirkan saja lagi setelah kembali. Tidak masalah meninggalkan urusan esok untuk diselesaikan di hari esok.

No comments:

DMCA.com Protection Status