NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 6 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 6 Bahasa Indonesia

March 20, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 6 – Grand Blaze
“Masaru-sama, Masaru-sama.”
Aku pelan-pelan terbangun dari tubuh yang sedang diguncang oleh Sati.
“Mm… mm.”
“Masaru-sama, sudah pagi.”
“Mm… ah Sati. Selamat pagi.”
Aku dan menyapa Sati.
“Selamat pagi, Masaru-sama. Jadi, semua ini?”
Jumlah penghuni kamar bertambah, Elizabeth dan Angela tidur bersama kami. Mungkin dia tidak ingat apa yang terjadi semalam karena setengah tidur?
“Uhm. Semalam Elizabeth dan Angela masuk dan memberitahuku bahwa mereka ingin tidur bersama-sama.”
Aku menjelaskan dengan suara pelan.
“Apakah Elizabeth-sama dan Angela-sama juga menyukai Masaru-sama, saya ingin tahu?”
Setelah berpikir sebentara, Sati bertanya.
“Kedua orang ini menyukaiku? Nah, itu… tidak?”
Hanya karena Elizabeth ingin mengaburkan fakta dia yang mencoba mencuri start dengan paksaan, akhirnya kami tidur bersama-sama dan Angela ikut terjebak juga. Mereka juga mabuk semalam. Tapi, tak peduli seberapa mabuk mereka, mereka seharusnya tidak akan berpikir untuk tidur bersama dengan laki-laki yang mereka bahkan tidak suka kan?
“Atau mungkin iya? Bagaimana menurutmu?”
“Ingin tidur bersama karena mereka menyukai Masaru-sama. Tilika-chan juga sama.”
Benarkah? Tunggu, jangan terlalu sombong dulu, Ini akan berakhir dengan ‘mari kita berteman saja’. Tentu saja.
Aku harus berhati-hati menilai situasi saat ini. Sementara aku memikirkan itu, Angela terbangun.
Matanya langsung terbuka dan dia duduk.
“Selamat pagi Angela.”
“Ah… Masaru… se-selamat pagi. Ah, uhm. Aku mau cuci muka dulu!”
Dia cepat-cepat turun dari ranjang. Elizabeth terbangun karena keributan kecil itu.
“Mmm… apa… berisik…”
Dia berbalik dengan wajah setengah mengantuk, dia mulai mengulurkan tangan ke arahku. Ah hey. Itu! Aku cepat-cepat membangunkan Elizabeth.
“Elizabeth, Elizabeth! Sudah pagi, bangun.”
“Mnn, bentar lagi… Narnia…”
“Hei, aku bukan Narnia. Bangun.”
Elizabeth bangun. Dia masih kebingungan, jadi dia tampak belum sepenuhnya terbangun. Dia menatap kosong ke wajahku.
“Selamat pagi Elizabeth.”
“Selamat pagi Elizabeth-sama.”
Dia meregangkan tubuhnya, menguap ‘fuaaa’, mengatakan ‘selamat pagi’, dan kemudian merangkak dari ranjang dan keluar dari kamar.
“Mm, kita harus bangun juga. Tolong bangunkan Tilika-chan juga.”
“Ya Masaru-sama.”
Aku masih belum tidur dengan cukup. Aku tidur bersama para gadis, jadi tidak aneh jika perkembangan ‘kyaa kyaa, ufufu’ akan terjadi. Perasaan tegang itu. Aku tidak bisa tertidur, jadi tubuhku rasanya sakit semua, aku tidak ingin melakukan banyak kegiatan hari ini.

Untuk sarapan, aku mencoba membuat sandwich telur menggunakan mayones terakhir. Dan juga roti yang biasa serta salad. Aku akan menyuruh Sati membuat mayones lagi.
Selama sarapan, Angela bersikap malu-malu, dia melirik ke arahku, kemudian mengalihkan pandangannya. Meskipun kita berbagi ranjang, ada 5 orang yang tidur bersama-sama dan ada 2 orang di antara kita, jadi tidak ada kontak apapun, tapi sepertinya itu tetap memalukan dan Angela entah kenapa terlihat berbeda dari yang biasanya. Dia 30% lebih kawaii? Jika dia tidak menusuk tanganku dengan pisau dan tidak mengajariku dengan galak, dia pasti akan menjadi gadis kawaii tanpa keluhan apapun. Tapi bagaimanapun, aku ingin dia tetap mempertahankan sikapnya itu.
Elizabeth terlihat tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi. Dia dengan gembira memenuhi mulutnya dengan sandwich. Dia sudah mengganti pakaiannya dari gaun rumah menjadi jubah hitam. Gaun rumahnya yang kemarin sangat lucu. Jika aku mengabaikan sikap meninggi dari Elizabeth, dia pasti akan menjadi gadis kawaii yang ingin kuelus-elus kepalanya. Jika dia ingin mengomentari pakaian orang lain, dia seharusnya melakukan sesuatu terhadap jubah hitamnya terlebih dahulu.
Setelah selesai sarapan, Angela langsung pergi.
“Mengerti? Sampai aku kembali, kau jangan mengajarkan magic ke Masaru!”

“Aku akan mengantar Tilika-chan ke guild, apa yang akan kau lakukan Elizabeth?”
“Kupikir aku ingin berlatih magic sedikit pagi ini.”
“Jangan, Angela akan marah jika kita melakukan itu.”
“Bukan! Aku berlatih untukku sendiri. Aku tidak benar-benar memainkan peran yang penting saat melawan naga. Kupikir aku akan mengembangkan magic baru.”
“Heeh, apa itu?”
“Wind Magic tingkat tinggi. Versi yang lebih kuat dari Wind Storm.”
Elizabeth juga melakukan yang terbaik, huh.
“Jadi Masaru, mau ikut juga? Jika aku keluar dari kota sendirian, Narnia bakalan marah.”
“Oke. Mari kita antar Tilika-chan ke guild terlebih dahulu.”
Karena kami akan keluar dari kota, aku dan Sati mempersiapkan equiment kami. Sati dengan gembira memperlihatkan equipment-nya ke Tilika-chan. Elizabeth tentu saja sudah siap dengan jubah hitamnya, jadi dia bisa berangkat kapan saja.

“Jadi aku membakar jari-jariku.”
“Ahaha. Kau memikirkan hal yang bodoh huh. Tidak bisa seperti itu. Jika terbang terlalu jauh, efek magic-nya akan hilang.”
Jadi dari awal itu memang konsep yang tidak bagus huh. Aku juga melempar pisau dari jarak yang dekat. Jika memang benar begitu, harusnya kau bilang awal.
“Aku lupa. Jika itu terbuat dari logam penghantar magic berkualitas tinggi, maka jaraknya bisa semakin jauh, tapi kau tidak bisa menggunakan itu untuk sesuatu seperti anak panah. Selain itu, hmm mari kita lihat. Kau mungkin bisa menggunakan Wind Magic untuk meningkatkan kecepatan awal dari anak panah.”
Wind Magic, magic yang banyak gunanya. Kau bisa terbang, kau bisa membuat perisai dan kau bisa menggunakan 2 atribut dari Wind dan Thunder.
“Betul. Wind Magic adalah yang terhebat di antara atribut-atribut magic.”
Aku tidak tahu apakah itu terhebat atau tidak, tapi berlawanan dari Fire Magic, Wind Magic adalah atribut dengan keseimbangan yang baik antara menyerang dan bertahan.

Kami tiba di Adventurer Guild, kami melewati ruang tengah dan menuju ke ruang belakang. Itu semacam ruangan untuk wakil ketua guild.
“Oh Masaru. Terima kasih. Tilika-chan, kau bersenang-senang? Oh ya, baguslah.”
“Onee-chan, Masaru, terima kasih. Menyenangkan rasanya.”
“Onee-chan?”
“Mn, aku menjadi adik.”
“Wahahaha. Bagus itu! Hm, tapi adik huh. Ah maaf. Maaf aku tertawa.”
“Tilika-chan, kau bisa… kapan saja…”
Sati melirik ke arahku. Dia pasti ingin mengatakan bahwa Tilika-chan bisa datang kapan saja. Tapi dia ragu-ragu mengatakan itu karena posisinya sebagai seorang budak.
“Betul. Kau bisa datang bermain kapan saja. Sebagai adiknya Sati, rumahku bisa dianggap sebagai rumahmu juga.”
“Mn. Aku akan pergi lagi.”
Tilika-chan langsung mengangguk.

Setelah berpamitan, kemudian ketika kami kembali melewati ruang tengah guild, kami berurusan dengan 2 adventurer berandal. Sati sedang berjalan dengan riang ketika tak sengaja dia menabrak seorang adventurer.
“Oi bocah. Apa-apa ini? Kau mengenakan equipment yang lucu. Kau pikir kau adventurer hah?”
Sial. Tipe-tipe berandal pada umumnya. Mereka mencoba untuk mengintimidasi kami dengan ekspresi wajah yang mengerikan.
“Gahahaha, oi bukankah ini terlihat bagus. Sudah mirip-mirip adventurer lah.”
Memang, Sati terlihat hanya seperti seorang anak kecil yang bermain-main dengan berpakaian seperti adventurer. Ketika aku mengumpulkan semua keberanianku dan mencoba menyelamatkannya, dengan mengatakan ‘maaf, maaf’, Sati mengatakan itu tanap merasa terintimidasi.
“Ah, ini cocok untuk saya? Benarkah?!”
Dia mengatakan itu ekspresi senang. Dia mungkin senang dengan bagian ‘lucu’ dan ‘terlihat bagus’ dan mengabaikan sisanya.
“Mn, ah. Yah, itu terlihat bagus, tapi…”
Berandal itu kehilangan amarahnya karena mendapatkan reaksi yang tak terduga. Mereka mencoba mengintimidasi Sati dan membuatnya menangis dengan penampilan seram mereka. Mereka tidak menyangka dia akan senang dengan itu. Melihat keributan ini, adventurer lain datang.
“Hei kalian berdua. Kenapa kalian membully anak-anak ini.”
Sati kecil, tapi aku dan Elizabeth juga kecil. Hampir semua adventurer terlihat besar.
BTW, untuk menghindari situasi ini, Elizabeth langsung bersembunyi ke belakangku.
Nantinya aku bertanya dan rupanya itu karena ‘aku tidak benar-benar bisa mulai menembakkan magic-ku di dalam guild kan?’.
Rupanya Elizabeth juga beberapa kali terlibat masalah karena sikap meningginya itu di masa lalu, jadi akhir-akhir ini dia belajar untuk menjadi lebih tenang. Jika Elizabeth menembakkan magic-nya di dalam guild, dia akan langsung tertangkap kemudian diceramahi dan membayar denda. Begitu kata orang yang sudah berpengalaman.
“Tidak, kami tidak dibully. Mereka memuji saya, mereka bilang saya cocok mengenakan ini.”
Positif banget.
Bagi Sati, yang sudah dibully dari kecil dengan di kata-kata ‘kau tidak berguna!’ ‘anak tak berharga!’ ‘dasar penganggu!’, yang dikatakan oleh duo berandal itu bahkan tidak bisa dianggap sebagai bully. Itu hanya kata-kata yang diucapkan dengan nada mengancam. Sati tampaknya tidak peduli dengan penampulan seram duo berandal ini. Karena dari dulu penglihatannya buruk, mungkin dia tidak bisa membedakan mana yang menyeramkan mana yang tidak.
“Ya, kurasa begitu, cocok kan?”
Salah satu berandal mengatakan itu.
“Mm, iya itu memang lucu. Cocok.” “Kawaii, kawaii.”
Adventurer yang berkumpul juga ikut memuji Sati. Sati senang.
“Terima kasih banyak! Saya Sati. Saya baru saja menjadi adventurer kemarin. Semuanya, saya mohon bimbingannya.”
Sati membungkuk dan menunjukkan wajah yang penuh dengan senyuman.
“Jadi namanya Sati-chan!” “Wah, sikapnya baik ya.” “Kawaii, kawaii.”
Sati langsung terkenal. Sati bermental baja huh. Kupikir awalnya dia lebih seperti hewan kecil.
Salah satu adventurer akhirnya menyadari kehadiran sosokku yang dari tadi menyembunyikan keberadaanku.
“Hoh, bukankah itu Pemburu Kelinci Liar? Oi kalian, ini si Dragon Slayer.”
“Heh? Anak ini?”
“Mereka bilang dia Fire Wizard yang sangat hebat. Jika kalian membuatnya marah, dia bisa membakar kalian menjadi abu.”
Tidak tidak, abu apaan, kalian pikir aku sebrutal itu? Meskipun aku bisa saja melakukan itu.
Dua berandal itu rupanya sedikit ketakutan setelah mendengar ‘Dragon Slayer’.
BTW, tidak semua yang berpartisipasi di misi penaklukan naga bisa menyebut dirinya Dragon Slayer. Rupanya, orang-orang seperti Crook dan Silver, yang tidak memainkan peran penting, tidak bisa menyebut diri mereka dengan itu. Informasi seperti itu biasanya saling bertukar di bar yang sering dikunjungi oleh Adventurer, jadi kabar mengenai party survei yang kembali setelah mengalahkan naga langsung menjadi topik gosip, tapi aku tidak benar-benar suka minum-minum dan mencoba untuk menjauh dari tempat para adventurer kasar dan kekar berkumpul, jadi aku kurang informasi.
“Ah,uhm…”
“Ah tidak tidak. Maaf, Sati kami menabrak kalian.”
“M-mm ya, sama sekali tidak masalah.”
“Hei Sati, ayo kita pergi.”
Aku menarik Sati dan kami meninggalkan guild.

Setelah meninggalkan guild, aku menghembuskan nafas perlahan-lahan. Kalau hanya aku sendiri, aku datang dan pergi diam-diam sambil menyembunyikan keberadaanku, jadi aku tidak terlibat dalam hal-hal seperti tadi, tapi kurasa memang ada orang yang suka keributan seperti tadi. Kupikir aku akan memperingatkannya mengenai itu, tapi melihat Sati yang ceria, aku memutuskan untuk tidak melakukannya. Yah, dia berhasil menangani situasi dengan sendirinya, jadi kurasa itu tidak masalah. Sati mungkin secara tak terduga menjadi orang yang luar biasa.
Elizabeth entah kenapa terlihat ingin mengatakan sesuatu mengenai situasi tadi, jadi dia menggumamkan sesuatu.
“Aku juga, jika aku mencoba mengenakan pakaian yang lucu seperti itu… pasti…”
Elizabeth, kau seharusnya melakukan sesuatu mengenai jubah hitammu dulu, itu yang kupikirkan, tapi aku memutuskan untuk tidak mengatakannya.

Kami keluar dari kota.
“Jadi apa yang akan kita lakukan?”
“Aku sedang memikirkan itu sekarang.”
Kata Elizabeth.
“Sejujurnya, aku ingin membuat Mega Thunder menjadi lebih kuat, tapi kau tahu, aku tidak punya cukup mana.”
Jadi dia ingin membuat atribut anginnya menjadi lebih kuat.
Benar, dia terengah-engah setelah menembakkan Mega Thunder,
“Apa ada cara untuk meningkatkan mana?”
“Latihan teratur dan juga mereka bilang bahwa ada mata air Ultra Magic Water di kedalaman Ghost Cave dan jika kau meminumnya,mana-mu akan meningkat,”
Ultra Magic Water terdengar sangat meragukan.
“Wind Mage yang menjadi rekan dari Hero meningkatkan kekuatan dengan cara itu!”
Itu pengetahuan dari sebuah cerita!? Dan juga Hero kau bilang, itu ada 100 tahun yang lalu!
“Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang.”
Mari kita pikirkan tentang itu sedikit. Dibandingkan meningkatkan kekuatan, bagaimana kalau kita meningkat jumlah.
Aku pertama menunjukkanFire Wall.
“Benar, itu Fire Wall. Kenapa dengan itu?”
“Seperti yang kau lihat, itu hanya satu Fire Wall. Kekuatan juga tidak kuat.”
“Lalu?”
“Jika menembakkan beberapa yang seperti itu, bukakah itu akan efektif melawan spesies besar seperti naga? Seperti ini.”
Aku merapalFire Storm. Aktifkan. Guou, beberapa pilar api muncul dan membakar semua yang ada di sekitarnya.
Pilar api dari Fire Storm bergerak sambil berputar, jadi itu bukan contoh yang baik, tapi seharusnya dia bisa mengerti apa yang ingin kusampaikan.
“Fuooooo.”
Dia terkejut, dia terkejut. Aku juga terkejut ketika melihatnya pertama kali. Fire Storm memiliki efek yang mencolok.
“Kau punya sesuatu yang lumayan juga kan? Aku sedikit terkejut. Tapi kenapa tidak kau gunakan sebelumnya?”
“Jika aku menggunakan sesuatu yang seperti ini di hutan, itu akan menyebabkan kebakaran hutan.”
“Kurasa itu juga benar. Tap memperbanyaknya huh…”
Elizabeth melipat lengannya dan mulai berpikir.
“Benar, mungkin sesuatu seperti ini.”
Dia mulai merapal. Sepertinya kali ini ini bukan magic tertentu.
“Thunder!!”
Itu lebih jauh lebih kecil dari Mega Thunder, tapi ada 2 petir yang turun ke padang rumput.
“Sepertinya itu berhasil.”
“Thunder terlihat keren! Ah, aku ingin mempelajarinya juga.”
“Ya? Ya?”, kata Elizabeth dengan wajah penuh kemenangan.
“Jika aku menembakkan 10 yang seperti itu ke tubuh naga, mungkin itu bisa menghentikannya.”
Karena saat itu mengenai kepalanya. Jika itu mengenai tubuhnya, mungkin dia akan berhenti.
“Jika kau menembakkan 20, itu harusnya lebih dari cukup.”
“20 kau bilang… cukup dengan itu. Aku akan menyebut magic ini Thunder Rain.”
Rain apaan, itu cuma 2 petir, itu yang kupikirkan sambil memberikan Magi-Tea ke Elizabeth.
“Ara, terima kasih. Kau baik sekali.”

Aku tiba-tiba terpikir, bagaimana jika tidak menambah jumlahnya, tapi mengkombinasikannya menjadi satu. Dengan mengkombinasikan pilar api dari Fire Storm menjadi satu, itu akan menjadi sesuatu seperti pilar besar yang bergerak.
“Aku juga ingin mencoba sesuatu.”
Aku menggunakan mana yang sama seperti menggunakan Fire Storm, kemudian mengumpulkannya pada satu titik. Mm, gambaran mentalnya. Ini pertama kalinya aku menggunakan magic itu dan ini lumayan kuat, jadi dengan hati-hati aku memantapkan gambaran mental di dalam kepalaku.
Aku mulai merapal untukFire Storm. Aku mengalirkan mana. Bayangkan, bayangkan. Rapalan selesai. Aktifkan!
Doon! Dengan suara itu, pilar api yang tinggi dan besar muncul. 20 meter, atau mungkin lebih. Kemudian setelah mempertahankan pilar api selama beberapa detik, perlahan-lahan itu menghilang. Entah bagaimana, itu lebih besar dari yang kubayangkan!?
“Itu huh. Kau tahu, magic itu tidak bisa digunakan di banyak tempat dan tidak terlalu berguna.”
Kupikir juga begitu. Jika aku ingin menembak naga, makaLarge Explosionjuga sudah cukup baik. Itu magic yang menimbulkan pertanyaan apa alasan keberadaanya. Yah, itu mencolok, setidaknya bisa digunakan untuk mengintimidasi.
Magic baru bukan sesuatu yang bisa dipikirkan dengan mudah oleh seorang amatir huh. Tapi sekarang aku sudah mengembangkannya, mari kita tetap percaya bahwa aku akan memiliki kesempatan untuk menggunakannya suatu hari nanti dan nama magic ini adalahGrand Blaze.
“Kita lanjut latihannya!”
Kemudian Elizabeth terbawa suasana dan ketika dia menambah jumlah petir di Thunder-nya menjadi 7, dia terjatuh.
“Elizabeth-sama!?”
Sati, yang dari tadi hanya mengamati dalam diam, juga cepat-cepat berlari.
“Sadarlah! Ini, Magi-Tea!”
“Uh- buho- gefo- gefo.”
Sial, aku membuatnya minum terlalu cepat jadi dia mulai batuk!?
“Sadarlah, jangan mati Elizabeth!”
“Aku tidak akan mati!”
Aku dipukul.

Ketika kami kembali ke kota, para penjaga di gerbang memarahi kami.
“Bahkan dari sini kami bisa melihat pilar api. Sudah kubilang jika kau ingin berlatih magic, kau harus melakukannya di tempat yang lebih jauh lagi.”
Maafkan aku.

No comments:

DMCA.com Protection Status