NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 7 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 7 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 7 – Kisah Ksatria Dan Puteri
(Beo: Yuhuuu, Beonovel berhasil update 10 hari berturut-turut!)

Di perjalanan pulang, kami membeli bahan-bahan masakan di pasar. Para gadis makan sangat banyak kemarin, jadi kami hampir kehabisan bahan. Telur, gula dan susu kuda. Kami membeli beberapa bahan lain juga. Aku juga membeli beberapa peralatan makan.
Ketika aku memberikan uang saku untuk Sati dan memberitahunya untuk membeli sesuatu yang dia inginkan, dia dengan gembira mengelilingi pasar. Karena setelah ini aku akan menyuruhnya melakukan banyak hal. Itu semacam uang muka.
Sati membeli beberapa makanan manis seperti roti dan buah-buahan. Aroma buah ini, ini sama dengan jus yang terakhir kali kami minum. Sati pasti benar-benar menyukainya. Setelah mencoba salah satu, buah ini memang juicy dan lezat, jadi aku membelinya dalam jumlah yang banyak. Melihat itu, Sati tampak sangat bahagia.
Di perjalanan kembali, kami juga berhenti di toko pakaian. Aku membeli beberapa pakaian lagi untuk Sati. Aku ingin tahu, apakah mereka menjual pakaian maid juga? Itu pasti akan cocok dengannya. Tak lupa aku juga mengritik Elizabeth yang selalu mengenakan pakaian yang sama.
‘Aku tidak ingin mendengar itu dari kau yang hanya mengenakan jubah hitam’ adalah apa kupikirkan di saat-saat seperti ini, tapi aku rasa memang sah-sah saja untuk mengkritik, jadi aku memutuskan untuk membeli beberapa pakaian untukku juga.
Sati dan Elizabeth yang sedang memilih-milih pakaian mengatakan ‘ini, atau mungkin itu.’. Yah, sepertinya selera Elizabeth juga tidak buruk. Aku,  di sisi lain, sudah membeli beberapa setelan pakaian, jadi tidak ada lagi yang kulakukan. Melihat aku berdiri bebas, Elizabeth menyuruhku untuk pergi memotong rambut dan aku dibawa ke tukang cukur yang terletak beberapa toko dari toko pakaian.Memang, poniku mulai terasa menganggu akhir-akhir ini.
Toko tukang cukur ini hanya toko sederhana dengan sebuah kursi bulat, yang menanganiku adalah laki-laki yang terlihat elegan dengan rambut cepak dan berkumis.
Aku duduk di kursi dan aku hanya mengatakan ‘potong pendek’, dia mulai menggunting rambutku. Laki-laki memotong rambutku dalam diam. Cukur rambut harusnya memang seperti ini. Aku benar-benar buruk pada tempat-tempat yang memaksaku untuk terus bicara. Ketika masih di Jepang, di tukang cukur langgananku, aku hanya mengatakan ‘seperti biasa’, dan dia memotongnya dengan cepat, itu mudah dan menyenangkan.
Ini berakhir setelah aku merasa kepalaku terasa kembali segar. Aku ditunjukkan sebuah cermin tangan, kemudian aku mengangguk. Itulah akhirnya. Aku dibersihkan dari potongan rambutku, bayar dan meninggalkan toko. Mm, ini toko yang bagus. Lain kali aku akan datang ke sini lagi.
Ketika aku kembali ke toko pakaian, sepertinya mereka sudah selesai memilih, jadi aku membawa hasil belanja pakaian dengan kedua tanganku. Ada beberapa yang berjumbai, aku tidak sabar melihat Sati memakainya.
Yang dibeli cukup banyak, jadi pada akhirnya ini agak mahal.

Ketika kami kembali, waktunya bagiku untuk membuat mayones. Elizabeth meminta daging goreng untuk hari ini juga. Tentu saja, dengan saus tartar. Aku penasaran, kapan dia akan kembali ke penginapannya? Dia tinggal di rumahku seperti rumahnya sendiri dan rasanya dia sudah seperti terbiasa tinggal di sini. Tapi aku juga punya alasan kenapa aku ingin dia tinggal di sini, jadi aku bisa mengeluh.
Jika aku menganggapnya sebagai kompensasi dari mengajarkan magic, maka sesuatu yang sederhana seperti menyediakan tempat tinggal dan makanan merupakan sesuatu yang sangat murah, dan alasan lain adalah Sati. Memang bagus jika ada Tilika-chan di sini, tapi dia bekerja di siang hari dan jika aku hanya berdua dengan Sati, mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk. Meskipun aku ingin bergerak mendekatinya, aku ingin itu berjalan perlahan-lahan. Jadi dengan segala cara, aku ingin Elizabeth menjadi penahan untukku.
Meskipun setidaknya dia tidak mengenakan tudung di dalam rumah, tapi aku ingin dia melakukan sesuatu terhadap jubah hitam itu. Jika dia bisa menggunakan pakaian normal saja, mungkin aku akan lebih mudah menerimanya karena dia akan mencerahkan rumah ini.

“Baiklah Sati.”
“Ya? Masaru-sama.”
“Waktunya untuk membuat mayones.”
“!”
“Mayones, kau ingin memakannya kan?”
“Iya…”
“Kau tahu cara membuatnya kan?”
“Ya… Masaru-sama.”
“Ya baiklah, mari kita lakukan bersama-sama. Jika dilakukan bersama, akan selesai lebih cepat.”
“Ya! Masaru-sama.”
Membuat mayones yang banyak di dalam mangkuk besar benar-benar pekerjaan yang sulit. Aduk, aduk, terus aduk. Jika kau tidak menambahkan minyak di waktu yang tepat dan tidak mengaduknya dengan benar, maka minyak akan terpisah dan tidak akan menjadi mayones yang baik. Kami mengaduknya bergantian.
Aku mencoba membiarkan Elizabeth melakukan itu, tapi dia langsung menumpahkannya. Tak berguna.
Akhirnya, mayones yang banyak sudah selesai. Aku ingin tahu ini akan habis dalam berapa hari. Meskipun kami membuatnya lebih banyak dari yang kemarin, gadis-gadis ini makannya sangat banyak. Aku tidak ingin melakukan ini setiap hari. Haruskah aku meminta seseorang untuk membuatnya? Ah, aku bisa menyuruh anak-anak membuatnya! Mari kita coba bertanya ke Angela. Kami bisa menggerakkan anak-anak dan memproduksinya secara masal, kemudian aku hanya perlu menyimpannya di dalam item bag. Mm, benar-benar ide yang sempurna.

Aku menjadi sedikit bebas. Masih ada waktu sampai siang dan ini tidak seperti aku ingin pergi ke suatu tempat juga. Elizabeth terkantuk-kantuk di sofa ruang tamu.Dia pasti mengantuk karena kehabisan mana. Sati sekarang sedang bersih-bersih di lantai 2.
Aku mengeluarkan buku yang kubeli kemarin. Aku coba membaca bagian pertama dari kisah Pahlawan, tapi gaya penulisannya klasik dan ini rasanya susah untuk dibaca. Mau gimana lagi, ini certa dari 100 tahun yang lalu. Aku membuka buku lain, yaitu buku bergambar.
Seorang ksatria yang jatuh cinta dengan seorang puteri. Namun karena ada perbedaan status sosial, dia diusir dari kastil. Ksatria yang putus asa melakukan perjalanan di mana dia bertemu dengan beberapa orang yang terjebak oleh monster. Menggunakan kecerdasannya, dia menghancurkan jebakan dan mengalahkan para monster. Salah satu dari orang yang diselamatkan adalah bangsawan dari provinsi itu. Si bangsawan menyukai ksatria itu dan menjadikannya sebagai ahli waris, kemudian ksatria pergi melihat puteri dan mereka menikah. Pada akhirnya mereka semua hidup bahagia selamanya.
Sial, aku selesai membaca hanya dalam waktu 10 menit. Yah mau gimana lagi, ini buku bergambar.
Ketika aku meletakkan buku bergambar dan mulai membaca kisah Pahlawan, Sati turun dari lantai kedua.
“Sudah selesai?”
“Ya.”
“Sini.”
Aku menyuruhnya duduk di kursi. ‘Ini’ aku menyerahkan buku bergambar.
“Aku membeli buku ini untuk Sati. Apa kau ingin mencoba untuk belajar baca dan tulis ?”
“Saya ingin belajar!”
Matanya berkilauan sambil memegang buku di tangannya. Sama seperti ketika aku mengajarinya memasak. Mari kita membaca keras-keras untuknya sekarang.
Dia meletakkan kursinya di sampingku dan duduk di dekatku. Ini mengingatkanku ketika aku lupa membawa buku pelajaran waktu SD dan seorang gadis membagi bukunya denganku. Sesuatu seperti itu terjadi dengan biasa saja saat itu. Aku tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi waktu itu tapi sekarang aku tahu betapa berharganya momen itu.
Aku membuka buku bergambar, kemudian perlahan-lahan membaca kalimat sambil menunjuk ke huruf-hurufnya. Sati mendengarkan itu dengan ekspresi yang serius. Dia bersandar di tubuhku.
Benaran, aku hanya ingin mengajarinya. Aku tidak punya pemikiran yang lain. Tentu saja aku menghirup aroma rambut Sati yang berada tepat di sebelahku. Aku bernafas dengan normal kan? Tapi kenapa aromanya enak. Meskipun kami menggunakan sabun yang sama…
Setelah aku selesai membaca, Sati menghela nafas ‘haaa’.
“Kau tertarik.”
“Ya, uhm, puteri sangat mengagumkan.”
Dia mengatakan itu sambil melihat gambar upacara pernikahan di akhir. Mm, si ilustrator benar-benar melakukan yang terbaik untuk puteri. Dia menggambarnya dengan sangat baik.
“Baiklah, aku akan memberikan buku ini untuk Sati. Kita akan belajar baca dan tulis secara perlahan-lahan.”
“Terima kasih banyak Masaru-sama.”
Tapi ada satu masalah. Aku bisa membaca hurufnya dan tidak ada masalah dengan kosa kata. Tapi aku tidak tahu urutan huruf. Yang kumaksud adalah mengenai aiueo dari suku kata bahasa Jepang dan alfabet ABCDEFG. Angka tidak masalah karena urutannya sama, tapi bahkan hiragana ada urutan iroha selain aiueo. Jenis informasi ini tidak termasuk ke dalam Skill. Ini seharusnya tidak penting,tapi ketika aku mengajari Sati, masalah ini muncul. Aku tidak mungkin mempermalukan diriku di depan Sati. Aku menyuruh Sati untuk mempersiapkan makanan, kemudian aku membangunkan Elizabeth yang sedang tidur dengan tenang.
“Kau bisa menggunakan magic yang kuat tapi kau tidak tahu huruf? Tidak ada masalah dengan baca dan tulis? Kau hanya tidak tahu urutannya, apa yang kau bicarakan…”
“Kau tahu, aku belajar baca dan tulis secara otodidak. Aku berencana untuk mengajari Sati, tapi ternyata ilmuku samar-samar.”
Ketika aku menyerahkan buku catatan dan pena, dia mulai menulis tanpa bertanya lagi. Hn hn, jadi begitu urutannya. Elizabeth punya tulisan yang bagus. Dia selesai menulis dan aku menerima buku catatanku kembali.
“Terima kasih. Ini sangat membantu.”
“Sama-sama. BTW, apa ada puding hari ini?”
“Nn, tentu saja aku buat beberapa. Kau bisa makan 2 puding sebagai bentuk terima kasihku.”
“Oh ya, terima kasih.”
Elizabeth mengatakan itu dengan senyum riang.
Tidak termasuk saat kami pertama bertemu, Elizabeth sebenarnya sangat sopan dan baik jika kau mengenalnya. Bahkan saat ini, meskipun aku mengganggu tidur siangnya, dia tetap membantuku tanpa mengeluh. Tapi kenapa ketika bertemu Angela, dia menjadi susah dikendalikan…
Menu makan siang hari ini adalah roti dan sup, daging goreng, dan aku juga membuat sesuatu seperti yakisoba dari pasta dan saus. Rasa sausnya sedikit berbeda, tapi itu masih bisa disebut yakisoba. Mungkin lain kali aku akan mencoba membuat okonomiyaki.
Angela tiba di rumah setelah kami selesai makan siang, jadi kami makan puding bersama-sama. Aku mencoba mengutarakan ideku untuk memproduksi mayones secara masal ke Angela.
“Ya tidak masalah. Aku akan membawa anak-anak besok sore. Perlu berapa banyak? Oke 5 kan. Mengerti.”
Dengan ini mayones akan baik-baik saja. Mari kita mengumpulkan bahan-bahan untuk produksi mayones.
“Kau akan membuat mayones yang banyak? Itu bagus. Kelinci liar goreng hari ini juga sangat lezat.”
Mendengar tentang produksi masal mayones, Elizabeth juga bergabung dalam pembicaraan. Daging goreng  tentu saja enak, tapi daging goreng dengan saus tartar itu luar biasa.
“Sayangnya kau tidak makan itu kan Angela huh.”
Kata si pelaku utama yang menghabiskan semua daging goreng yang kubuat hari ini dengan sinis. Elizabeth ramping, jadi aku tidak tahu ke mana makanan itu pergi. Yah, Sati juga makan cukup banyak.
“Biasa aja. Baguslah kau bisa makan sesuatu yang lezat.”
Angela tersenyum acuh. Nn, dia sudah dewasa. Tapi nada suaranya terdengar seperti menusuk, apa aku salah dengar…?
“Ak-aku akan membuat beberapa untuk makan malam juga. Angela makan bersama kami juga kan?”
“Baiklah, mungkin aku akan menerima undangan itu.”
“Tapi apa tidak masalah keluar 2 hari berturut-turut?”
“Nn, ketika aku bertanya, entah kenapa Priest-sama hanya berkata bahwa aku boleh pergi.”
Apakah ini berarti… Priest-sama sudah memberikan persetujuan resmi? Benarkah? Apa itu benar-benar terjadi?
Mengatakan tidak masalah untuk keluar malam lagi setelah menginap semalam. Tak peduli bagaimana aku memikirkannya, ini berarti dia sudah memberi izin!
Tapi yah, kurasa itu tidak akan mudah, tapi setidaknya tidak ada masalah dengan hubungan kecil ini. Karena aku khawatir jika priestess terlalu kaku untuk masalah ini.
“Baiklah, kita akan mulai sekarang.”
Setelah menghabiskan makanan penutup, saat kami sedang mengambil nafas, Elizabeth mengumumkannya.
“Apa kita benar-benar akan melakukannya? Aku tidak ingin yang seperti kemarin.”
“Tenang saja. Kami akan lembut hari ini.”
“Ya ya, santai saja dan biarkan kami yang menanganinya.”
Ini tidak seperti aku bisa melarikan diri, jadi aku hanya mengikuti dengan patuh.
Kalau masih seperti kemarin, aku akan langsung menggunakan beberapa Skill Point. Tilika-chan juga sedang tidak ada di sini.
Namun mereka berdua terlihat lebih lembut. Apa yang terjadi kemarin  ‘Hei, apa perlu sampai segitunya? Apa kalian berdua bodoh? Aku bisa mati?’, itulah kira-kira yang kupikirkan.
“Betul, seperti itu. Alirkan mana dengan benar. Nn, kau melakukannya dengan baik.”
“Kau harus meneriakkan namanya dengan benar. Itu akan menjadi lebih kuat 20%.”
“Hah, kau masih mengatakan itu? Hanya beberapa orang saja yang mengatakan itu. Masaru, kau tidak perlu menyebutkan nama magic-mu. Yang penting adalah berapa banyak mana yang bisa kau alirkan.”
“Itu sama sekali tidak benar! Teori ini sudah dibuktikan! Masaru, kau harus mengucapkannya dengan benar.”
Sepertinya peningkatan 20% atau apalah adalah bagian dari gaya asli yang Elizabeth pelajari. Kalau aku sih lebih mendukung teori Angela. Peningkatan 20% ketika meneriakkannya mungkin hanya dengan mengalirkan lebih banyak mana ketika bersemangat. Dan artinya Elizabeth tidak benar-benar salah juga.
Mereka berdua saling berantem satu sama lain sepanjang waktu, tapi mereka berdua bersikap lembut kepadaku. Kadang Elizabeth terlihat seperti ingin melontarkan kata-kata kasar, tapi dia akan mendapatkan komentar sinis dari Angele, jadi dia mengontrolnya dirinya sendri.
Kemudian, di pertengahan sore, magic Water Ball sukses. Aku membuka Menu dan aku melihat Water Magic level 1.
“Aku menang.”
“Ugu-.”
Ya, Water Magic adalah yang terlebih dahulu kupelajari.”
“It-itu, itu tidak adil! Jika dia berhasil mempelajari Wind Magic hari ini, maka pertandingannya akan imbang!:
“Apa yang kau katakan…”
Angela hanya bisa tercengang. Elizabeth bahkan mencoba untuk mengendap-endap tengah malam dan dia benar-benar tidak tahu kapan harus menyerah.
“Jika dia belajar hari ini juga, maka kita imbang!”
Dia putus asa. Apa memang harus ditentukan dengan pertandingan seperti itu? Bagiku, aku baik-baik saja jika aku mempelajarinya, tapi…
“Oke oke. Jika dia berhasil mempelajarinya sebelum makan malam, tidak masalah jika pertandingan kita imbang.”
Angela dengan tenangnya meningkat kesulitan.
“Ba-baik. Oke. Masaru, ayo cepat! Tak peduli bagaimana caranya, kau harus bisa sebelum makan malam!”
“Oh oh. Kau tidak boleh segalak itu. Kau bilang kau akan melakukannya dengan lembut kan?”
“Aku tahu itu! Lakukan itu Masaru!”
Senyummu sedikit berkedut Elizabeth-san.

“Uhm, sudah waktunya untuk ma…”
“Perpanjangan! Kita makan sebentar lagi!”
Elizabeth mengusir Sati yang memanggil kami.

“Sekali lagi, sekali perpanjangan lagi!”

“U-uhm. Ini benar-benar terakhir… jadi lakukan sedikit lebih panjang? Aku mohon.”
Aku masih punya mana, tapi kemauanku sudah benar-benar di ujung tali.
Tapi melihat Elizabeth mengatakan itu ‘aku mohon’ dengan cara yang lucu, aku akan mengerahkan semua yang tersisa!
“Air! Hammer!”

Dengan 3 kali perpanjangan, makan malam tertunda sampai matahari benar-benar terbenam dan aku akhirnya bisa mempelajari Wind Magic.
Elizabeth seperti hidup kembali sementara aku terbakar habis.

No comments:

DMCA.com Protection Status