NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 8 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 8 Bahasa Indonesia

March 22, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 8 – Di Malam Badai
Ketika kami masuk ke dalam, ternyata Tilika-chan telah datang tanpa kami sadari. Dia sedang berdiri di dapur, membantu Angela dan Sati yang sedang memasak.
“Meskipun aku tidak bisa membuatnya seenaknya Masaru…”
Aku senang hanya dengan mengetahui bahwa itu adalah masakan Angela-chan! Faktanya, itu memang lezat.
“Tidak, tidak, itu sangat lezat. Kau tahu, kau pandai memasak. Aku bahkan ingin kau mengajariku.”
“Betul itu. Angela-sama juga mengajari saya banyak hal.”
Seperti yang diharapkan dari seseorang yang setiap harinya merawat anak-anak, dia pandai mengajari segala sesuatu. Mungkin ide yang bagus untuk memintanya mengajari Sati memasak dengan benar. Lagi pula aku hanya seseorang yang otodidak, jadi aku terbiasa melakukan sesuatu sendirian. Aku juga tidak bisa memasak makanan lokal.
Ketika aku memintanya untuk mengajarkan Sati memasak,
“Tapi Masaru, bukankah kau bisa mengajarinya sendiri?”
“Masakanku agak sedikit aneh kan? Aku benar-benar tidak terbiasa dengan cara memasak lokal.”
“Oh begitu. Mungkin aku akan datang untuk mengajari ketika akan mempersiapkan makan malam.”
Angela-chan benar-benar malaikat. Dia orang suci yang bahkan aku sampai tidak bisa berkata-kata! Aku bisa makan masakan Angela mulai sekarang!
“Jadi itu, karena aku bisa mengajari Masaru dalam waktu yang lebih singkat, bisa kita bilang kalau pemenangnya adalah aku, kan.”
Elizabeth mulai  mengatakan itu sambil mengunyah daging goreng yang dimasak untuk makan malam. Bahkan Angela merasa bahwa itu semakin konyol, jadi dia hanya menjawab dengan mengatakan ‘ya ya’.
“Tidak masalah kalau imbang kan? Aku berhasil mempelajari Water Magic dan Wind Magic berkat kalian, jadi aku sangat berterima kasih.”
Meskipun itu seperti pelatihan neraka yang melelahkan.
Selanjutnya aku ingin mencoba belajar Earth Magic, tapi jika mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengajariku, maka itu akan menjadi buruk. Tidak, mungkin tidak seburuk itu. Jika mereka melakukannya selembut hari ini, itu mungkin akan menyenangkan. Betul, mari kita sedikit memikirkan itu. Aku juga bisa menggunakan Skill Point jika aku mau, tapi kurasa akan baik-baik saja jika tidak menggunakannya.
“Tapi memikirkan bagaimana kau bisa mempelajari 2 atribut dalam waktu yang singkat, seperti yang diharapkan dari muridku, cukup luar biasa.”
“Itu benar, aku juga iri dengan mana-nya yang tidak habis meskipun digunakan terus-menerus.”
Itu karena MP-ku menjadi dobel dengan Ring of Mana.
“Tidak, tidak, itu karena cara mengajarku yang bagus.”
Jelas!, kata Elizabeh, dia benar-benar tidak bisa dihentikan.

Setelah makan malam, kami semua mandi. Mereka masuk dengan urutan yang sama seperti kemarin, dan aku juga masuk terakhir.
Seperti yang diharapkan, Sati hari ini tidak membuat keributan dengan mengajakku mandi bersamanya, tapi masih sedikit malu ketika mengingat bagaimana dia memandikanku. Dan jika saja Angela-chan menggosok punggungku dengan dadanya yang montok… ah, aku terangsang. Tenang, tenang…
Setelah selesai mandi, kami minum-minum sedikit dan bersantai. Angela dan Elizabeth yang baru selesai mandi berada di kedua sisiku, rasanya benar-benar elegan. Aku bisa menyebut ini harem kan? Aku seharusnya menyuruh Tilika-chan duduk di pangkuanku dan Sati memelukku dari belakang. Oohh, formasi yang sempurna! Ini benar-benar terasa seperti harem!
Namun itu hanyalah khayalan. Mereka berdua bertengkar dengan aku berada di tengah-tengahnya. BTW, mereka bertengkar karena ada berpendapat mengenai cara mengajar. Beneran, siapa yang peduli dengan hal-hal seperti itu. Akur lah…
Mungkin karena tidak enak kalau harus harus menginap 2 malam berturut-turut, jadi Angela pulang kerumah.
Tilika-chan dan Elizabeth tentu saja menginap. Elizabeth pergi ke kamar tidur yang kecil, Sati dan Tilika-chan bersama-sama ke kamar tidurku. Benar, kurasa mereka akan tidur denganku. Bagus, bagus. Kami menambah 1 ranjang, jadi semuanya bisa tidur bersama-sama dengan nyaman. Aku mengantuk sambil merasakan kehangatan yang menyenangkan dari tubuh Sati.

Tengah malam aku terbangun setelah mendengar suara gemerisik. Elizabeth sedang mencoba merangkak ke ranjang.
“Apa yang kau lakukan?”
“Aku bisa tidur di sini jika kau mau.”
Apa yang dia katakan? Apa dia akhirnya jatuh cinta kepadaku? Saat memikirkan itu, suara petir bergemuruh.
“Hii – “
Mendengar itu, Elizabeth menutup kepalanya dengan selimut. Hujan mulai turun dan suara petir bisa terdengar beberapa kali.
Oh ternyata dia takut dengan petir.
“Aku tidak takut atau apapun. Aku ke sini hanya untuk melihat apakah Masaru atau Sati ketakutan.”
Itu benar-benar alasan yang tidak persuasif.
“Tapi Elizabeth, meskipun kau bisa menembakkan petir, kenapa kau bisa takut?”
“Menembak petir dan terkena petir adalah 2 hal yang berbeda…”
Iya iya, itu sudah terdengar seperti alasan.
“……….”
“Hii – “
Aku mulai kasihan melihat Elizabeth, yang selalu terkejut setiap mendengar suara petir, matanya mulai berkaca-kaca.
Dan aku juga mengantuk. Aku ingin segera tidur.
“Mau tidur di sampingku?”
“Ak-aku tidak apa-apa seperti ini!”
Apanya yang tidak apa-apa…
“Aah, petir menakutkan, sangat menakutkan~. Adakah seseorang yang mau tidur bersama bersamaku~?”
“Ba-baiklah, aku akan tidur denganmu jika kau mau. Kalau benar-benar takut, kau bisa memelukku.”
Elizabeth memelukku sambil gemetaran. Yah, sewaktu melawan naga ada armor yang menghalangi, jadi aku tidak bisa merasakannya, tapi dia punya dada yang bagus, meskipun kecil. Enak.


“Apa yang biasanya kau lakukan ketika badai?”
“Narnia… juga ketakutan.”
Aku yakin Narnia menjaganya. Penampakan Elizabeth yang ketakutan sulit untuk dibayangkan karena berbeda dengan sikapnya yang biasa, tapi dia sangat kawaii. Rasanya aku ingin melindunginya. Aku mengerti kenapa Narnia selalu memanjakannya. Sambil memikirkan itu, sekali lagi aku tertidur sambil menikmati aroma dan sensasi sentuhan Elizabeth.
Sial, tapi mau bagaimana lagi, aku sangat lelah karena pelatihan magic khusus hari ini.
■■■■■■■■■■■■
Keesokan paginya, hujan sudah berhenti.
Elizabeth, yang gemetar sampai ketiduran, sudah tidak ada lagi di ranjang, dia sedang duduk di sofa ruang tamu dalam balutan jubah hitamnya. Ketika aku mengucapkan selamat pagi, dia menjawab dengan selamat pagi yang sama, lalu memalingkan wajah dengan gusar.
Sepertinya lebih baik jika tidak menyinggung apa yang terjadi kemarin.

Narnia-san datang setelah sarapan. Aku menyuruhnya masuk dan menyajikan the.
“Apa kau baik-baik saja kemarin, Elii?”
Rupanya dia benar-benar khawatir karena petir.
“Aku baik-baik saja. Aku tidak akan jadi anak kecil selamanya.”
Kau tidak baik sama sekali…
“Benarkah?”
“Benar!”
“Kau tidur bersama dengan Sati dan Tilika-chan kemarin kan?”
Aku mencoba membantunya sambil melihat ke Sati dan Tilika-chan di dapur. Yah, tidak hanya Sati dan Tilika-chan, aku juga ada di sana.
“Y-ya. Jadi aku baik-baik saja.”
Narnia sedikit curiga, tapi sepertinya  dia menerima alasan itu untuk saat ini.
“Jadi begitu. Tapi kenapa kau tidak pulang kemarin? Kalau akan mengganggu Masaru-dono kalau terus-terusan di sini.”
“Ah, ada kamar kosong di sini, jadi tidak masalah.”
“Tapi…”
“Pemilik rumah ini saja mengatakan tidak masalah, jadi ya tidak apa-apa. Dan rumah dari seorang murid juga menjadi rumah dari gurunya.”
Aku pikir mereka biasanya tidak sampai sejauh itu.
“Aku tidak keberatan sama sekali. Selama Elizabeth di sini, dia membimbingku mengenai magic dan aku belajar banyak darinya.”
Aku benar-benar tidak bisa mengatakan bahwa aku ingin dia di sini untuk menahan pergerakan Sati, atau mengatakan bahwa aku suka dia berada di sini.
“Aku mengerti.”
“Daripada itu, bagaimana denganmu Narnia? Apa ada kemajuan antara kau dan Orba?”
Orba, pemimpin dari Dawn Battleaxe. Laki-laki yang kuat dan tampan. Dia sepertinya populer di kalangan perempuan.
“Or-Orba-dono tidak…”
“Kalau kau masih malu-malu seperti itu, dia akan diambil oleh orang lain. Dia populer, kau tahu.”
“Tapi…”
“Dia pasti suka denganmu juga Narnia. Bukankah dia selalu melirik ke arahmu dan dia juga yang bergerak duluan kan? Kalau Narnia yang menyatakan duluan, pasti akan berakhir dengan baik!”
“Benarkah? Tapi aku bukan seseorang yang cocok untuk Orba-dono…”
Tiba-tiba mereka membahas masalah perempuan. Aku tidak tahu harus menunjukkan ekpresi apa di saat seperti ini…
“Narnia kawaii dan kau tidak perlu malu ke manapun kau pergi. Hei, kau harus percaya diri. Oh ya! Aku akan tinggal tinggal di sini beberapa hari lagi, jadi lakukan sesuatu dalam kesempatan itu. Bahkan Narnia tidak bisa selamanya menempel denganku.”
Meskipun dia yang dirawat oleh Narnia, dasar sifat meningginya itu. Tapi sepertinya perbicaraan mereka ditutup dengan itu. Setelah memintaku untuk ‘jaga Eli ya’, Narnia-san kembali.
“Orba juga, mungkin karena Narnia selalu menempel denganku, dia jadi tidak bisa mendekati Narnia. Ini kesempatan bagus. Jadi biarkan aku tinggal di sini lebih lama.”
Laki-laki tampan dan perempuan cantik, mereka cocok, aku harap semua berjalan dengan bagi.
“Dan aku benar-benar tidak bisa mengatakan karena makanan di sini enak dan aku tidak ingin pulang kan?”
Itu merusak semuanya!

Setelah Narnia-san kembali, kami mengantar Tilika-chan kembali ke Adventurer Guild.
“Ah maaf, 2 hari berturut-turut. Apa Tilika-chan menganggu?”
Kami menyuruh Elizabeth, Sati dan Tilika-chan bermain bersama sementara aku dipanggil oleh Drevin untuk bicara berdua.
“Tidak tidak. Aku malah berpikir apakah lebih baik jika dia tinggal saja dengan kami. Dia juga membantu Sati. Sati juga terlihat senang bersama-sama dengan Tilika-chan.”
“Benar, tapi itu akan sedikit sulit. Menurutmu, kenapa Tilika-chan tinggal di guild?”
Aku bertanya-tanya kenapa?
“Karena berbahaya, dalam berbagai hal.”
“Bahaya?”
“Benar. Sepertinya kau tidak tahu, jadi kupikir sudah saatnya untuk menceritakan kepadamu mengenai situasinya.”
“Situasi?”
“Kota ini sangat damai kan? Terutama ttu berkat Tilika-chan. Dengan Magic Eye, dia bisa mengungkap semua kejahatan dan korupsi sampai ke akar-akarnya. Jadi karena itu, dia banyak dibenci orang-orang.”
BTW, di tempat lain, mereka biasanya tidak akan bertindak terlalu jauh meskipun ketika ada petugas kejujuran. Karena ada beberapa kepentingan, jika mereka menumpas dengan berlebihan, akan ada serangan balik. Tapi berbeda dengan kota ini, karena ini kota yang berada langsung dibawah pengaruh raja, yang sebenarnya mengatur adalah Adventurer Guild dan Trade Guild. Jengkel dengan ketertiban umum yang buruk, kedua pemimpan organisasi itu meminta bantuan kepada petugas kejujuran untuk memperbaiki ketertiban umum. Karena itu, Drevin dan yang lain bertindak cukup berlebihan.
“Yah, jadi begitu situasinya…”
“Bukankah berbahaya membiarkannya tinggal di tempatku!?”
“Tidak apa-apa, aku sudah menempatkan beberapa penjaga di mana mereka tidak akan ditemukan.”
Aku tidak menyadari itu sama sekali.
“Aku tidak menggunakan amatir yang akan kau temukan dengan mudah.”
“Lalu, bukankah yang terbaik adalah jika dia tidak datang lagi?”
“Yah, mengenai itu, Tilika bukan seseorang yang suka menuntut sesuatu dengan egois, jadi aku ingin menuruti permintaannya sebanyak yang aku bisa. Masaru, bagaimana kalau kau pindah ke sini saja, aku akan menyiapkan kamar untukmu.”
“Aku tidak bisa membuat harem di sini kan?”
Bahkan jika itu demi Tilika-chan, aku tidak bisa menyerah begitu saja untuk mimpiku. Dan juga aku tidak ingin hidup di bawah pengawasan si botak.
“Heh, itu benar. Yah, aku akan menempatkan penjaga untuknya dan jika itu terjadi, dia juga bisa sedikit bertarung, tapi tolong kau perhatikan dia juga ya.”
“Mengerti.”
Tilika-chan bertarung? Aku tidak bisa membayangkannya.
Tapi keadaan Tilika-chan ini lebih sulit daripada yang kupikirkan. Seperti bagaimana nyawanya yang sedang diincar. Aku ingin menunda ini sampai nanti, tapi kurasa sudah saatnya untuk melatih Sati. Aku harus membuatnya mampu bertarung jika terjadi sesuatu.

Setelah itu, kami keluar dari kota dan mengamati latihan magic Elizabeth. Meski kukatakan seperti itu, itu selesai hanya setelah melakukan satu tembakan karena kekurangan mana. Jumlah petirnya bertambah menjadi 10.
“Aku bisa menambahnya lagi, tapi hanya sedikit saja. Tapi sudah cukup untuk hari ini.”
“Apa kita pulang sekarang? Setelah ini, kita akan kembali ke Adventurer Guild karena ada sesuatu yang ingin kukonsultasikan dengan Instruktur-dono. Apa yang akan kau lakukan Elizabeth?”
“Konsultasi apa?”
“Ya, aku ingin Sati mengikuti pelatihan.”
“Hee, yah, dia beastkin, jadi itu harusnya akan baik-baik saja. Kalau begitu, aku akan kembali ke penginapanku. Aku ingin melihat apa yang Narnia lakukan. Aku akan kembali sebelum tengah hari.”

Setelah melewati gerbang, kami berpisah dengan Elizabeth dan menuju ke Adventurer Guild.
Sambil jalan, aku secara singkat memberitahu Sati mengenai situasi Tilika-chan. Sati tampak terkejut. Sati harusnya lebih tahu tentang Tilika-chan, tapi, seperti yang diduga, dia mungkin tidak akan memberitahu Sati tentang orang-orang yang sedang mengincar nyawanya.
“Jadi sekarang, aku ingin kau menjadi bisa bertarung.”
“Saya mengerti. Saya akan menjadi kuat untuk melindungi Tilika-chan.”
Itulah semangat. Jika kau cukup kuat untuk melindungiku, aku juga akan sangat senang.

Instruktur-dono sedang berada di tengah-tengah pelatihan adventurer lain. Tempat pelatihan terbuka untuk semua adventurer dan mereka bisa mendapakan bimbingan gratis. Sama seperti pelatihan pemula, Adventurer Guild juga melakukan yang terbaik untuk membina orang-orang. Memang itu mengeluarkan biaya bagi Adventurer Guild, tapi jika orang-orang itu bisa menjadi adventurer yang produktif, maka keuntungan Guild juga menjadi lebih besar. Terkadang orang-orang akan pergi jauh ke negeri atau bergabung dengan organisasi lain setelah menjadi kuat, tapi ada uang yang harus dibayar pada saat itu, jadi tidak ada kerugian.
Aku hanya menyapa Instruktur-dono, kemudian kami menuju ke tempat di mana target panahan berada, entah bagaimana aku bisa tepat sasaran.
Aku mengeluarkan busur dari item bag dan menyerahkannya ke Sati.
“Pertama aku akan menunjukkan bagaimana melakukannya, jadi kau harus melakukan seperti yang kulakukan.”
“Ya.”
Skill Archery-ku masih level 1, tapi setidaknya aku bisa memfokuskan anak panah ke sekitar target.
Aku menarik tali busur yang ketak dan menembakkan anak panah. Mungkin karena aku menembaknya dari jarak yang cukup dekat, entah bagaimana aku bisa tepat sasaran.
“Coba nih.”
Sati mati-mati menarik tali busur sambil mengatakan ‘nn-‘ kemudian menembakkannya. ‘Ah’, dia mengatakan itu kemudian menatapku dengan mata berkaca-kaca. Apakah mengenai wajahnya? Tentu saja, tapi anak panah juga tidak terbang dengan baik.
“Ah, ah, sini siniHeal, sekarang sudah lebih baik.”
“Terima kasih banyak Masaru-sama.”
“Coba sekali lagi.”
Kali ini, aku berdiri dibelakang Sati, menuntun tangannya dan kami menarik tali busur bersama-sama. Ya, postur ini sedikit erotis. Jika ini di tempat yang tidak ada orangnya, aku ingin memeluknya dan menghirup aroma rambutnya sekaligus. Bahaya, bahaya.
Itu melesat cukup jauh, tapi kali ini terbang dengan benar. Setelah melakukan itu beberapa kali, entah bagaimana dia bisa menerbangkan dengan normal.

Saat berlatih memanah sambil mengawasi Sati, instruktur datang ke sini.
“Sati. Ini laki-laki yang menjadi instruktur di sini, dia dipanggil instruktur Vaught-dono. Sapa dia dengan baik.”
“Saya Sati. Saya melayani Masaru-sama sebagai budaknya.”
Lalu dengan cepat dia menunduk.
“Jadi kupikir…”. Aku menjelaskan situasi secara singkat. Instruktur-dono adalah bagian dari staf guild, jadi tentu saja dia kenal Tilika-chan. Dia akhir-akhir ini akrab dengan Sati, jadi aku ingin mengajarinya bertarung untuk keadaan darurat. Skill Archery-ku benar-benar buruk dan tidak memungkinkan bagiku untuk latih tarung dengan Sati, karena ada larangan bagi budak untuk tidak melakukan pertarungan jarak dekat dengan tuannya.
“Aku melihat kau menggunakan busur tadi, sekarang kami ingin melihat kau menggunakan pedang.”
Instruktur-dono menyerahkan pedang kayu ke Sati.
“Sekarang pegang seperti ini. Lalu pasang postur seperti ini. Baiklah, ayo kemari.”
Sati melihat ke arahku karena tidak yakin dengan apa yang harus dia lakukan.
“Instruktur-dono berkali-kali lebih kuat dariku. Bertarunglah seakan-akan kau ingin mengalahkannya. Jika kau tidak bertarung, kau  tidak bisa melindungi Tilika-chan.”
Sepertinya dia mengumpulkan tekad setelah mendengar kata-kata itu. Dia mulai menyerang instruktur-dono. Gerakannya tidak teratur, tapi yang mengejutkan dia cukup tangkas. Bahkan ketika serangannya dihindari atau ditepis, dia tetap mati-matian menyerang. Ketika Sati mulai terengah-engah, akhirnya instruktur-dono menghentikannya.
“Seperti yang diharapkan dari beastkin, meskipun kecil, kemampuan fisiknya cukup tinggi. Dengan ini, dia akan bisa belajar banyak hal. Samson! Ke sini sebentar.”
Samson adalah salah satu instruktur, pensiunan adventurer. Kepalanya botak mengkilap dan memiliki otot-otot yang sangat besar.  Dia sebenarnya masih bisa menjadi adventurer, tapi karena dia sudah berkeluarga, dia sekarang memilih berkerja sebagai instruktur.
“Kau lihat yang barusan kan? Ajari anak ini menggunakan busur dan pedang.”
“Ya Vaught-dono. Kau Sati kan. Ayo ke sini, aku akan mengajarimu.”
“Sati, lakukan yang terbaik. Samson-san, aku titip Sati.”
“Baiklah Masaru. Sekarang saatnya mengajarimu.” (Vaught)

Instruktur-dono kuat. Keahlian berpedang yang mengalir dengan indah. Sepertinya dia masih jauh dari serius dan aku belum bisa mengenainya sekali pun. Dan juga, dengan memanfaatkan fakta bahwa aku bisa menggunakan Healing Magic, dia menyerangku tanpa ampun.
Dengan Swordsmanship level 4, skill-ku harusnya sudah kelas atas, tapi kenapa ada perbedaan besar di antara kami. Instruktur-dono tentu saja kuat, tapi itu mungkin karena aku tidak bisa menggunakan kemampuan Swordsmanship level 4 sepenuhnya. Jika diibaratkan dengan pemula dalam game fighting, mungkin kau akan mengerti. Bahkan jika spek karakter sama, ada perbedaan dalam hal efiensi ketika dimainkan oleh expert sejati. Dengan kekuatan yang cukup bisa membunuh ikan kecil.
Ada saat-saat ketika aku membuat pergerakan yang bahkan mengejutkan diriku. Tapi aku tidak bisa mengulanginya dan aku tidak mengerti kenapa aku bisa melakukan itu. Itu mungkin seperti pemula yang bisa melakukan kombo di game fighting dengan menekan tombol secara acak. Aku benar-benar sangat kurang pengalaman dan teknik bagaimana menggerakkan tubuhku. Kekuatan dan kecepatanku bertambah dari naik level, tapi aku merasa seperti di kontrol dari kabel stik.
Aku mantan NEET yang tidak pernah berlatih dengan benar. Aku hanya terbiasa sejak berlatih di dunia ini setiap hari. Aku belum sampai sebulan sejak pertama kalinya tanganku memegang pedang.
Ada perasaan berbeda dengan magic. Aku bisa katakan itu seperti meletakkan peluru dalam senjata dan menembakkannya, kira-kira begitu analoginya. Jika aku bisa sudah mengincar target dengan benar, aku hanya tinggal menarik pelatuknya. Kadang-kadang ada batasan dengan jumlah peluru atau butuh waktu untuk menembak, tapi tidak sulit untuk terbiasa dengan itu.

Ketika selesai berlatih sampai tengah hari, aku sudah dikalahkan sampai babak belur dan aku jatuh 3x. Bahkan jika aku menaikkan Swordsmanship ke level 4 dan mengambil skill yang bisa meningkatkan kemampuan fisik, kupikir aku tidak akan bisa menang melawan instruktur-dono. Aku memutuskan untuk tidak menambah skill yang berhubungan dengan pertarungan jarak dekat sekarang.
Sati juga terlihat lecet di mana-mana dan jalan terhuyung-huyung. Aku menggunakan Purification dan Heal ke Sati dan diriku sendiri, kemudian setelah mampir ke tempat Tilika-chan untuk pamit, kami berjalan pulang ke rumah.

“Bagaimana latihannya?”
Aku berbicara dengan Sati sambil berpegangan tangan.
“Ya, menakutkan dan menyakitkan.”
“Ya sudah kutebak.”
“Tapi saya ingin menjadi lebih kuat.”
“Nn.”
Benar, aku juga ingin menjadi lebih kuat. Jadi aku bisa diakui oleh instruktur. Jadi aku bisa melindungi Sati.

No comments:

DMCA.com Protection Status