NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 9 Bahasa Indonesia

March 23, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 9 – Eroge Apa itu?
Ketika kami sampai di rumah, Elizabeth sedang tertidur di ruang tamu. Kami membiarkan dia tidur seperti itu dan kami berdua mulai menyiapkan makan siang. Meskipun stamina kami agak terpulihkan dengan Heal, ini masih terasa lelah. Kami melakukan persiapan sesederhana mungkin, kemudian membangunkan Elizabeth dan makan siang.
Saat makan siang, aku memberitahu Elizabeth tentang pelatihan. Dengan hanya mengatakan ‘hnn’, tampaknya dia tidak tertarik dengan pedang dan busur.
“Dan bagaimana denganmu?”
“Benar-benar gagal. Mereka bahkan sepertinya tidak bisa saling melihat satu sama lain meskipun sama-sama sadar.”
Narnia-san…
“Jadi aku memotivasi Orba dengan beberapa kata-kata kasar. Dia pasti sedang menekan Narnia seperti hewan liar sekarang.”
‘Fufufu’, Elizabeth tertawa. Oiii, apa yang kau lakukan! Apa itu akan baik-baik saja!?
“Tidak apa-apa. Aku sudah memberi izin. Narnia sudah di usia yang matang, lebih cepat lebih baik.”
Dia memberitahu bahwa Narnia-san sudah berumur 24 tahun. Di sini, di mana usia pernikahan jauh lebih rendah dibandingkan dengan di Jepang, itu sudah bisa dianggap terlambat untuk menikah.
Mungkin itu tidak masalah jika mereka benar-benar saling cinta.
“Narnia juga. Dia selalu di sisiku. Itu benar-benar sangat membantuku, tapi seharusnya sudah saatnya dia memikirkan tentang hidupnya sendiri…”
‘Jika itu Orba, maka aku bisa mempercayakan Narnia kepadanya’, dia mengatakan itu sambil mengeluarkan tawa kesepian.
“Lalu kau akan kesepian jika itu terjadi kan?”
“Kami berada di party yang sama, jadi tidak ada yang berubah.”
“… Masaru, kau mau bergabung dengan party kami? Kami akan menerimamu jika Masaru mau.”
Dawn Battleaxe huh… dipikirkan bagaimanapun, aku akan mempertaruhkan nyawaku. Aku juga akan berpisah dari Angela-chan. Bertualang dengan Elizabeth terdengar menyenangkan. Dan juga Sati belum bisa bertarung.
“Aku akan baik-baik saja, tapi soal Sati, kau mengerti kan.”
“Itu benar. Akan berbahaya untuk Sati.”
Ya, aku tidak juga tidak benar-benar ingin berada di dalam bahaya.

Angela datang setelah makan siang, membawa beberapa anak-anak bersamanya. Aku pertama menawari mereka beberapa daging goreng dengan saus tartar yang sudah kusimpan. Aku meletakkannya di item bag, tentu saja itu masih hangat. Anak-anak langsung melahapnya sambil mengatakan ‘ini lezat, sangat lezat!’.
“Baiklah semuanya, apa yang aku ingin untuk kalian buat adalah bumbu yang disebut mayones. Itu juga bisa digunakan sebagai pengganti saus tartar yang baru saja kalian makan.”
Aku menunjukkan hasil yang sudah jadi kepada anak-anak, kemudian aku menjelaskan cara membuatnya dengan menggunakan 1 telur.
“Dan dengan ini, selesai.”
Aku menyuruh mereka mencicipi mayones itu dengan potongan sayuran. Mayones ludes dalam sekejap.
“Kita akan mencampurkan bahan-bahan untuk bumbu, jadi aku ingin kalian yang menambahkan minyak dan mengaduknya.”
YA! Anak-anak menjawab dengan penuh semangat. Mereka bersorak ketika aku mengatakan bahwa aku akan memberikan mereka suvenir jika mereka melakukannya dengan baik. Karena mereka tidak akan seceria ini nanti…
Kami membeli beberapa perlengkapan dan bahan-bahan sebelum kami pergi ke guild tadi pagi. Pertama, Angela dan anak-anak yang bisa memasak, membantu kami memecahkan telur dan memisahkan kuningnya. Sementara mereka mengocok 5 mangkuk besar berisi kuning telur, aku dan Sati menambahkan bumbu. Kami akan mencapai tahap di mana waktunya untuk menambahkan minyak, jadi kami meninggalkan tugas mengaduk kepada anak-anak.
Aku dan Sati membimbing dan melanjutkan pekerjaan. Sepertinya anak-anak sudah menyadari betapa kerasnya pekerjaan ini hanya dalam beberapa menit. Wajahnya mereka berubah karena tugas pengadukan masih belum terlihat akan berakhir tak peduli seberapa lama mereka mengaduknya. Aku menyuruh mereka beristirahat secara berkala, kemudian meninggalkan pengawasan kepada Sati dan Angela dan menuju ke ruang tamu.

Aku duduk di samping Elizabeth di sofa. Elizabeth tertidur sekali lagi, tapi ketika aku datang, dia terbangun.
“Aku teringat. Mereka bilang besok pagi akan diadakan lelang daging naga.”
“Hnn, mungkin aku harus pergi dan melihatnya jika aku ada waktu.”
Aku benar-benar lupa. Aku penasaran jadi berapa banyak hadiah kami. Aku tak sabar menantikan itu.
BTW, lelang diadakan di Trade Guild.
Aku sudah menggunakan sebagian uangku untuk kebutuhan hidup, tapi dengan hadiah dari naga, aku mungkin bisa membeli budak lagi. Yah, tidak seperti aku akan benar-benar membelinya. Sejujurnya, sampai aku bisa menenangkan situasi saat ini, aku benar-benar tidak berpikir untuk menambah satu lagi. Yah, lagipula aku tidak akan mampu membeli gadis nomor 4… tapi kalau soal body, Angela tidak kalah dengannya, dan juga ada Sati dan Elizaebeth yang cute. Ah, Tilika-chan cute juga.
“Apa yang akan kau lakukan dengan itu Elizabeth?”
Aku membayangkan Elizabeth akan menghabiskan semua uangnya dalam sekejap. Lalu Narnia akan marah padanya.
“Aku akan mengirimnya ke rumah. Kau tahu, kami sedang dalam kondisi finansial yang sulit.”
Itu sangat tak terduga. Kupikir dia kaya. Mungkin dia kaya, tapi keluarganya sedang menurun.
Dia terdengar seperti tidak ingin membicarakan tentang rumahnya lagi, jadi aku memutuskan untuk tidak menanyakan lebih jauh.
(Beo: Pas ngeTL bagian ini, entah knp ane jd muncul perasaan sayang ke Elizabeth.)
(Beo: Pas ngepost, ane cek ulang sekilas dan baca bagian ini. Ane putuskan untuk lanjut ngeTL sampai akhir vol 2.)
“Kalau kau Masaru, bagaimana dengan keluargamu?”
“Keluargaku hanya keluarga biasa. Orang tuaku hidup dengan baik-baik saja, jadi aku tidak khawatir dengan mereka. Dan juga, itu sangat jauh, bahkan surat pun tidak akan sampai ke sana.”
Jika semuanya berjalan dengan baik, aku bisa kembali dalam 20 tahun, dan jika aku mati, mereka akan mendapatkan surat wasiat dan uangku. Aku ingin tahu apakah ibu baik-baik saja di sana…
“Aku mengerti, bahkan Masaru memiliki bagian yang sulit.”
Fakta bahwa kami saling berbagi nasib yang sama di mana kami jauh dari keluarga menjadi adventurer, mungkin telah menarik perasaan di hatinya, ekspresinya menjadi ramah.
“Hidup di sini penuh dengan pasang surut, ini jadi menyenangkan. Dan juga ada Elizabeth di sini, bersamaku saat ini, jadi aku tidak sendirian dan kesepian.”
“Ba-baka! Ak-aku master-mu, jadi dekat denganmu adalah hal yang biasa.”
Nn, ini menyenangkan karena dia memiliki reaksi-reaksi seperti itu. Elizabeth sangat mudah untuk ditangani. Aku menjadi sedikit murung ketika mengingat rumah, tapi suasana hatiku menjadi lebih baik sekarang.

Ketika aku pergi melihat pembuatan mayones, anak-anak sedang mengaduk dalam diam dengan mata yang seperti ikan mati. Baru sekitar 2/3 yang selesai. Mari kita istirahat.
“Hei hei, waktunya istirahat.”
Aku mengeluarkan puding dari kulkas. Puding memiliki tingkat konsumsi yang sangat cepat,  jadi aku biasanya menyuruh Sati membuat lebih, jadi kami tidak kehabisan persediaan. Aku juga memanggil Elizabeth dan kami semua beristirahat sambil makan puding. Anak-anak senang dengan cita rasa yang tak pernah merasakan sebelumnya. Telur, gula dan susu kuda semuanya mahal, tidak seperti sayuran dan daging. Membuat ini di panti asuhan mungkin ana sulit secara finansial.
Setelah makan beberapa makanan manis, anak-anak kembali bersemangat dan mulai bekerja lagi. Ada satu di antara anak-anak yang suatu hari akan menjual mayonenes dan menjadi pedagang besar, tapi cerita lain.
Akhirnya, 5 mangkuk mayones selesai. Anak-anak lemas kelelahan. Bahkan tidak ada energi di tangan mereka untuk menerima upah yang kutambahkan sedikit bonus. Meskipun kupikir akan memanggil mereka lagi kapan-kapan untuk membuat lebih banyak, aku bertanya-tanya apakah mereka akan datang lagi…
Angela mengatakan dia akan datang lagi saat makan malam, kemudian dia pulang dengan anak-anak, membawa satu mangkuk mayones sebagai suvenir.

Sore hari adalah waktu belajar Sati.
Kami menaruh pasir di piring dan dia mulai berlatih menulis dengan batang kayu. Pertama aku mengajari huruf-huruf, lalu aku membuka buku bergambar dan mengajarinya kata-kata sedikit demi sedikit. Elizabeth juga datang untuk melihat apa yang kami lakukan, kemudian dia menemukan cerita pahlawan di meja dan mulai membaca itu. Dia sedang membaca volume ketujuh.
Sambil melihat Sati berlatih mengeja, aku mengatakan ke Elizabeth bahwa gaya penulisan buku itu tua, jadi sulit untuk dibaca.
“Kurasa juga begitu. Buku ini telah ditulis cukup lama, tapi ada versi-versi revisi yang ditulis dalam gaya modern. Tapi aku lebih suka yang ini. Ini tentunya lebih elegan kan?”
Begitukah?
“Aku paling suka volume ketujuh. Wind Mage, kau tahu…”
Ah, jangan spoiler!
“Oh iya, maaf. Bagian mana yang kau baca sekarang? Awal? Itu akan lebih baik di volume kedua.”
Hoh, kurasa aku akan melakukan yang terbaik untuk membacanya. Tapi itu terasa aneh. Sebuah cerita di mana Dewa memerintahkan penaklukan Raja Iblis dengan wahyu, jelas-jelas seperti cerita fantasi, tapi mereka menyebutnya itu kisah nyata. Yah, kurasa ini adalah dunia fantasi. Mungkin dewa yang mengirim wahyu adalah Itougami.
Rupanya Sati juga tertarik dengan cerita pahlawan, jadi kami menutup buku bergambar, sekali lagi kami meletakkan kursi berdampingan, kemudian aku mulai membaca cerita pahlawan dengan suara keras dari awal. Elizabeth berhenti membaca buku dan ikut mendengar. Jadi kami melewati waktu dengan nyaman.
Aku merasa bosan jadi aku mengakhiri waktu belajar. Tidak baik belajar terlalu banyak. Aku pindah ke ruang tamu dan mulai mengunyah buah yang dikupas Sati sebagai praktek menggunakan pisau dapur. Ini menjadi seperti gumpalan, tapi setidaknya ini sudah bagus karena dia tidak memotong jari-jarinya. Menakutkan bagaimana telapak tanganmu berada bahaya akan terpotong ketika kau mengupas ini…
Aku duduk di sofa dengan Elizabeth dan Sati ada di setiap sisiku. Elizabeth anehnya menjaga jarak, tapi Sati duduk rapat di sampingku. Sati menyodorkan buah kepadaku dengan ‘ini’. Aku lebih suka dia menyuapku dengan ‘aaan’, tapi mungkin tidak ada kebiasaan seperti itu di sini. Elizabeth sekali lagi terlihat mengantuk. Kalo dipikir-pikir, dia mungkin tidak bisa tidur semalam karena petir,
Sebelum aku sempat menyadari, Elizabeth bersandar di bahuku dan mulai tertidur nyenyak. Sati pergi ke dapur untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Tidak ada hal khusus yang harus kulakukan, jadi aku meminjamkan bahuku untuk Elizabeth dan samar-samar berpikir tentang beberapa hal.

Sudah beberapa hari sejak aku membeli Sati, bukankah lonjakan perkembangan terjadi satu demi satu? Melihatnya telanjang, kemudian peristiwa beruntung di kamar mandi dan bahkan dia menggosok punggungku. Gadis-gadis memperebutkanku, tidur bersama-sama di ranjang yang sama, membaca buku sambil duduk bersentuhan bahu. Membuat masakan rumahan sendiri, dan bahkan sekarang, seorang gadis sedang tertidur sambil bersandar di bahuku. Jika ada seseorang yang menceritakan kepadaku tentang yang kuceritakan barusan, aku pasti akan bertanya ‘Eroge apa itu?’. Di Jepang, usiaku sekarang sama dengan usia kejombloanku dan aku ketagihan dengan game dan anime, jadi aku tidak tahu kalau seorang gadis selembut dan seharum ini.
Aku melihat jam di Menu. 10 Oktober. 11 September ketika aku datang ke sini, jadi ini sudah sebulan. Ada hal-hal keras yang terjadi sejak aku datang ke dunia lain ini, tapi aku akhirnya merasa bersyukur. Pada awalnya, aku  hanya punya niat yang samar-sama untuk membuat harem, tapi kupikir itu sudah lebih nyata sekarang.
Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah aku pergi ke Hello Work dan dibawa ke dunia lain, tapi ini adalah membuat harem dengan cheat! Itougami, terima kasih karena membawaku ke dunia yang berbeda. Mari kita lampirkan banyak ucapan terima kasih di laporan hari ini.

Sebelum aku sadari, aku sudah tertidur. Aku dibangunkan oleh Sati. Kami juga membangunkan Elizabeth di saat yang sama. Angela dan Tilika-chan sudah tiba, tapi mereka tidak membangunkan kami. Di sana sudah ada hidangan makan malam. Ada juga makanan goreng yang disajikan dengan rapi di sebelahnya. Rupa-nya Sati yang membuat semuanya sendirian. Bagus-bagus, dia sudah berkembang pesat dalam beberapa hari. Kau melakukan hal yang bagus~ elus elus elus.
“Ehehe. Terima kasih banyak.”
Dia pasti lelah karena pelatihan pagi ini, tapi Sati menangani pekerjaannya dengan sangat baik. Aku menyerahkan semua pekerjaan rumah tangga kepadanya dan dia menjadi mampu menangani sebagian besar bagian memasak juga, ini jauh lebih bagiku sekarang.
Saat makan, Angela, yang mengetahui bahwa Sati sedang belajar membaca dan menulis, mengatakan ini.
“Bagaimana kalau aku bawakan beberapa buku ke sini? Yah, meskipun aku menyebutnya buku, itu hanya salinan yang dibuat oleh anak-anak. Buku-buku mahal untuk dibeli.”
Dia membuat tawaran yang membuatku berterima kasih. Salinan tertulis huh. Aku ingin tahu bagaimana hal-hal seperti karya cipta berlaku di sini. Hal-hal seperti kisah pahlawan seharusnya tidak masalah juga karena itu dari ratusan tahun yang lalu.
“Ya, buku-buku mahal.  Maka aku akan menerima tawaranmu.”
“Baiklah aku akan membawanya, mungkin besok.”
“Terima kasih banyak Angela-sama.”
“Aku juga akan membawa buku untuk Onee-chan.”
“Terima kasih Tilika-chan, aku senang sekali!”
Dia dicintai oleh Tilika-chan seperti biasa.

Setelah makan, waktunya untuk mandi. Akhir-akhir ini, ini adalah waktu favoritku. Aku sangat mengapresiasi penampakan gadis-gadis yang seger setelah selesai mandi. Tentu saja, aku tidak melotot ke mereka. Tapi aku beberapa kali melirik ke mereka. Posisi duduk sudah menjadi sebuah standar, Angela duduk di sampingku sudah jadi hal yang wajar. Aroma menyenangkan yang membuatku melayang. Dada montoknya yang hampir menyembul dari balik bajunya. Pemandangan yang menyesakkan.
Setelah Sati keluar dari kamar mandi, Tilika-chan mulai membacakan buku bergambar untuknya.
“Tilika-chan membacakan buku untukmu? Bagus untukmu Sati.”
“Ya.”
“Aku yang mengajarkan Onee-chan untuk membaca.”
Tilika-chan menatapku seperti itu. Yah, dia melihatku dengan tatapan kosong yang sama seperti biasa, tidak melototi, tapi entah kenapa itu yang kurasakan. Kami berdua saling menatap satu sama lain. Sati bingung.
“Bagaimana kalau kita berdua yang mengajarinya. Dengan begitu, dia akan bisa membaca lebih cepat.”
“Be-benar.”
“Nn, iya, tidak masalah.”
 Sepertinya dia memberi persetujuan.

Aku masuk ke kamar mandi setelah Elizabeth keluar. Aku menyiram dan mencuci rambutku. Kemudian pintu terbuka, tentu saja, hanya 1 orang yang akan masuk. Terakhir kali juga ketika aku sedang mencuci rambut, huh.
Dia pasti sudah mengincar waktu yang pas dengan sengaja.
“Masaru-sama, saya akan mencuci rambut anda, oke~?”
Dia melakukan apa yang dia inginkan.
“Uhm… bagaimana dengan Tilika-chan?”
“Dia bilang saya harus pergi.”
Dia sama sekali bukan penahaannnnnnn. Kenapa dia merekomendasikan itu!
“Bagaimana dengan Angela dan Elizabeth?”
“Uhm, mereka, yah, sedang berdiskusi.”
Apa mereka mendebatkan sesuatu lagi, dasar mereka berdua. Aaah, kurasa ini akan baik-baik saja. Ini enak pun. Ya ini enak!

Aku tetap tidak membiarkan dia menggosok bagian depanku, jadi aku melakukannya sendiri, kemudian kami berdua masuk ke bathtub dan berendam dalam air. Kupikir tidak enak kalau aku membelakanginya, jadi aku berbalik dan mencoba untuk tidak melihat ke arahnya. Sati menempel tepat di sebelahku. Sambil telanjang! Dia mencoba untuk memeluk lebih erat pada setiap kesempatan. Seperti saat kami tidur. Dia memegang tanganku seperti saat jalan bersama juga. Aku harus bertahan. Ada 3 gadis di luar. Merayunya sudah keluar dari pertanyaan. Ketika diam-diam aku mencoba meliriknya, mata kami bertemu, kemudian Sati tersenyum manis.
Tidak tidak, aku sudah sampai batas. Aku mungkin akan pusing. Aku keluar dari bathtub, tentu saja, Sati juga ikut. Aku memastikan untuk tidak melihat ke arah Sati sambil mengenakan pakaianku dan cepat-cepat ke ruang tamu tanpa mengeringkan tubuhku dengan benar. Aku duduk di dekat meja, bukan di sofa. Karena tubuh bagian bawahku membesar, aku harus menutupinya dengan meja. Sati juga mengejarku dengan air yang masih menetes dari tubuhnya.
“Masaru-sama harus mengeringkan dengan benar!”
Aku ketahuan oleh Sati dan Sati mengeringkan rambutku.
“Oh, kalian berdua, apa kalian masuk berdua?”
Elizabeth bertanya.
“Uhm, ya, punggungku dan lainnya. Dia memandikannya…”
“Saya pandai mencuci rambut dan tubuh!”
“Onee-chan pandai memandikan orang.”
“Hee, itu bagus. Mungkin lain kali aku juga akan memintamu ya?”
BTW, Biasanya Narnia yang mencuci rambutnya.
“Ya! Bagaimana dengan Angela-sama?”
“Y-ya. Kurasa…”
Bukankah ini entah bagaimana berubah menjadi di mana kami akan mandi bersama-sama mulai besok?

Malam itu aku, tentu saja, tidur dengan Sati dan Tilika-chan. Seperti yang diduga, Elizabeth tidak datang ke kamar malam ini.

No comments:

DMCA.com Protection Status