NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 11 Bahasa Indonesia

March 25, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 11 – Ciuman Pertama
Sambil makan makanan penutup, puding, Angela menunjukkan buku-buku yang dia bawa. Meskipun itu disebut buku, itu hanya buku catatan sederhana. Tapi melihat isinya, buku-buku itu memiliki daftar isi yang benar, tulisan yang rapi dan terlihat mudah untuk dibaca. Meskipun, sebagai salah satu yang diharapkan, buku-buku itu tidak memiliki ilustrasi.
Melihat ke judul-judulnya, ‘Naga dan Penyihir’, ‘Golem yang ingin menjadi manusia’, Elf Hutan dan Black Knight’, ‘Naga dari Gunung Berapi’, ‘Elf Princess’, itu tidak berbeda dari dongeng di bumi. Aku menebak bahwa Dragon dan Elf populer di sini. Itu mengingatkanku, rupanya elf ada di sini, tapi aku tidak pernah melihatnya. Mungkin mereka memang langka.
“Terima kasih Angela.”
“Mm, kau bisa mengembalikannya kapanpun kau mau. Karena ada buku yang sama di panti asuhan.”
“Tilika-chan meminjamkan saya ini.”
Sati menyerahkan 2 buku. Itu buku yang masih diikat dengan kulit yang bagus,tampaknya itu buku yang mahal. Judulnya ‘Sejarah Garey Empire’ dan ‘Berdirinya Lishura Kingdom’, bagaimanapun kau melihatnya, itu bukan buku yang seharusnya dibaca oleh anak yang sedang belajar membaca.
“Menarik.”
Kata Tilika-chan.
“A, ah iya. Terima kasih.”
Aku dengan cepat membalikkan halaman, aku melihat bahwa itu benar-benar tentang sejarah kekaisaran tetangga dan negeri ini. Yah, dia juga harus belajar tentang sejarah, jadi aku menggunakannya untuk dibacakan kepadanya. Aku juga agak tertarik.

Angela pulang setelah mengatakan bahwa dia akan kembali nanti sementara Sati dan Tilika-chan sedang belajar menggunakan buku catatan. Aku dan Elizabeth pindah ke ruang tamu dan aku bertanya kepadanya tentang Narnia-san.
“Itu berjalan dengan baik.”
Tapi entah kenapa dia menunjukkan ekspresi kurang puas.
“Dengarkan ini! Semuanya baik-baik saja sampai bagian di mana Orba menyatakan perasaannya ke Narnia dan dia bilang oke.”
Betul, itu memang baik. Apa ada sesuatu setelah itu?”
“Masalahnya setelah itu! Itu hanya berakhir dengan berpegangan tangan dan ciuman!”
“Eh, bukankah itu cukup untuk pertama kali?”
Melakukan semuanya setelah menyatakan cinta terdengar lebih bermasalah menurutku.
“Tidak ada waktu. Kami akan segera meninggalkan kota. Maka tidak akan ada waktu untuk itu.”
“Liburanmu akan segera berakhir, huh, apa yang kau lakukan setelah liburan berakhir?”
“Liburan berakhir besok. Kami akan menuju ke benteng Golbass, lalu ke perbatasan demon.” (Beo: Perbatasan demon = demon border -_-)
“Aku dengar perbatasan demon adalah tempat yang sangat berbahaya.”
“Itu benar. Jadi lebih baik jika melakukan itu secepatnya kan? Kau tidak tahu kapan kau akan mati.”
Apa itu berbahaya sampai-sampai mereka mungkin akan mati…?
“Bahkan ketika berbicara tentang perbatasan demon, ada banyak jenis, tempat yang kami rencanakan tidak seberbahaya itu, tapi perbatasan demon adalah tempat di mana tidak ada seorang pun tahu apa yang mungkin terjadi.”
Kata Elizabeht yang bahkan tidak goyah melawan naga. Itu benar-benar sesuatu, aku khawatir.
“Dan yah, hanya ciuman… mungkin aku tidak membuat mereka cukup berapi-api.”
“Seorang perempuan seharusnya tidak membahas soal cium ciuman, kau terdengar vulgar. Dan juga, bagaimana denganmu Elizabeth? Apa kau punya pengalaman?”
“A-aku tidak peduli dengan sesuatu seperti itu. Bagaimana denganmu Masaru?”
“Tentu saja, belum.”
Menggerakkan orang-orang seperti itu, pada akhirnya dia tidak punya pengalaman, aku melihat ke Elizabeth yang wajahnya memerah. Bibirnya terlihat sangat lembut. Pasti rasanya menyenangkan kalau dicium. Sambil memikirkan itu, mataku bertemu dengan Elizabeth.
Entah bagaimana mata kami saling mengunci satu sama lain dalam diam. Wajahnya dekat, Apa ini? Setelah semua pembahasan tentang ciuman, aku memulai memiliki pikiran yang aneh dan jantungku berbedar…
Elizabeth membuka mulutnya.
“Sebagai percobaan, bagaimana kalau kita ciu…”
“Masaru-sama! Ada masalah besar!”
Uwa, itu Sati. Itu mengejutkanku. Tidak, tunggu. Apa yang Elizabeth katakan barusan?
“Ada apa Sati?”
“Saya mencoba membuat puding, tapi tidak ada kayu bayar yang tersisa!”
Kalau masalah kayu bakar, aku punya beberapa batang kayu besar di dalam item bag. Aku harus memotong beberapa.
“Kalau begitu, aku akan membuat beberapa kayu bakar sekarang. Tunggu sebentar.”
Aku pergi ke kebun dan menggeluarkan batang kayu beserta kapak. Ini sedikit sulit dilakukan tanpa penahan. Yah, tanah harusnya cukup. Aku memotong batang kayu dengan kapak mengandalkan tenaga. Kekuatanku sudah meningkat, jadi seberapa baik aku bisa memotongnya, pada akhirnya ini merepotkan. Pada saat seperti ini, aku seharusnya mengandalkan anak-anak! Aku harus mengumpulkan beberapa pohon dari hutan dan menyuruh anak-anak membuat kayu bakar dari pohon tersebut.
Tapi aku masih penasaran dengan kata-kata Elizabeth yang belum selesai terucapkan tadi. “Sebagai percobaan, bagaimana kalau kita ciuman”. Yah. Aku tidak bisa memikirkan opsi lain.
Tapi, berciuman huh. Mungkin Elizabeth menyukaiku. Kupikir dia hanya datang untuk makan di tempat seorang teman, tapi mungkin dia… tidak, ini tidak bagus. Jika aku bertanya ‘apa kau suka denganku?’ sekarang, ada kemungkinan dia akan menertawakanku. Kalau hanya itu, itu bukan masalah besar, tapi jika dia mulai menjaga jarak karena itu dan tidak datang ke sini lagi, itu bakal menyakitkan bagiku.
Aku kembali ke ruang tamu. Ketika Elizabeth ke arahku, dia memalingkan wajahnya dengan angkuh.
“Uhm, mengenai apa yang ingin kau katakan tadi…”
“Aku hanya bercanda.”
Dia mengatakan itu sementara wajahnya tidak melihat ke arah.
Oke. Itu benar. Aku senang aku tidak menanyakan sesuatu yang anah. Aku hampir mempermalukan diriku sendiri.
“Mungkin aku juga harus belajar memasak.”
Tak diduga, Elizabeth menggumam.
“Kurasa kau harus. Jika kau tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, Narnia akan selalu mengkhawatirkanmu. Bagaimana kalau kau mencoba meminta ke Angela untuk mengajarimu sedikit hari ini? BTW Tilika-chan juga sudah bisa melakukannya belakangan ini.”
“Kurasa…”

Setelah itu, Elizabeth menceritakan secara rinci tentang misi perbatasan demon. Misi itu termasuk membuat desa perintis, menjaganya dan  mengalahkan monster di sekitarnya. Dengan desa perintis itu, mereka akan membangun benteng yang kuat yang akan dijadikan sebagai persinggahan sebelum ke perbatasan demon. Ketika desa perintis telah dibangun, itu akan menjadi basis untuk prajurit dan adventurer, dan itu akan memperluas wilayah manusia. Misi ini berlangsung berbulan-bulan. Sampai pada mereka kembali ke benteng Golbas secara bergiliran, tapi pada dasarnya mereka akan tinggal di perbatasan demon sepanjang waktu. Namun banyak party level tinggi yang juga berpartisipasi dan tidak seberbahaya seperti pertempuran melawan naga sebelumnya, katanya.
“Hei Masaru.”
“Hmm?”
“Aku sudah menanyakan ini sebelumnya, tapi apa kau mau ikut dengan kami?”
“Aku tidak bisa meninggalkan Sati di sini, aku juga tidak bisa membawanya bersamaku juga kan?”
Melihat ekspresi Elizabeth yang sungguh-sungguh, kupikir jika tidak ada Sati, mungkin aku akan pergi dengannya. Meskipun jika aku serius ingin pergi dengannya, ada opsi untuk meninggalkan Sati dengan Angela atau Tilika-chan. Pada akhirnya aku hanya takut dengan perbatasan demon dari cerita yang kudengar barusan.
“Itu benar. Akan menyedihkan jika kau meninggalkan Sati.”
Elizabeth mengatakan itu dengan ekspresi kesepian.
“Lalu bagaimana jika kau saja yang tinggal Elizabeth? Kau tidak perlu membahayakan nyawamu dengan pergi ke perbatasan demon kan?”
“… itu bukan ide yang buruk. Lagipula rumah ini nyaman untuk ditempati.”
Mengatakan itu, Elizabeth menunjukkan ekspresi lembut.
“Lalu-“
“Tapi aku tak bisa. Itu bukan jalan hidupku. Aku sudah berjuang sejak hari di mana aku meninggalkan rumah. Aku juga akan segera mencapai rank A. Aku tidak punya waktu untuk diam di tempat.”
Rank A atau S, apa itu penting, aku bertanya-tanya. Sampai segitunya kau membahayakan hidupmu demi rank?
“Aku meninggalkan rumah bersama Narnia ketika aku masih berusia 14 tahun. Kau tahu, banyak hal yang terjadi.”
“Banyak hal?”
“Diserang oleh monster. Ayahku dan ayah Narnia kehilangan nyawa saat itu.”
“Ah…”
“Kau tidak perlu membuat wajah seperti itu. Itu cerita biasa. Dan juga keluargaku adalah keluarga militer. Kemudian kakakku meneruskan posisi ayah, tapi aku hampir dinikahkan. Calon suamiku adalah lelaki tua yang berumur lebih dari 30 tahun. Aku tidak menginginkan itu, jadi aku melarikan diri dan menjadi adventurer.”
Elizabeth memiliki bakat magic sejak kecil. Narnia-san adalah ksatria yang berbakat. Mereka mempunya kekuatan untuk sukses sebagai adventurer sejak awal.
Tapi mereka sempat tidak terbiasa dengan kehidupan petualang. Sering kali mereka membahayakan diri mereka karena mereka pergi terlalu jauh. Setiap kali pula Elizabeth diselamatkan oleh Narnia-san.
“Narnia sebenarnya tidak perlu menjadi adventurer, meski begitu, dia selalu berada di sisiku sepanjang waktu dan menyelamatkanku lagi dan lagi.”
Itu karena keegoisan Elizabeth mereka berakhir menjadi adventurer.
Bahkan jika kita mengabaikan Elizabeth yang lari dari rumah sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari, mereka tidak perlu memilih sesuatu yang berbahaya seperti menjadi adventurer.
“Sejak kecil aku bermimpi menjadi adventurer. Dan juga jika aku bisa menjadi adventurer dengan rank tinggi, mungkin aku bisa sedikit membersihkan nama ayahku yang sudah meninggal.”
Kurang lebih selama setengah tahun mereka hanya berdua, tapi seperti yang diduga, mereka mencapai batas. Dengan sesuatu yang kecil seperti orc, pendapatan mereka tidak cukup baik. Mereka membentuk party sementara beberapa kali, tapi meskipun kemampuan mereka cukup, mereka adalah dua gadis cantik. Ada banyak masalah.
Ketika mereka mencapai titik puncak dari ketidakpercayaan terhadap semua laki-laki, Orba-san muncul.
Bahkan sebagai seorang adventurer, dia berinteraksi kepada mereka sebagai gentleman. Dia ganteng. Dia punya kemampuan. Sekarang Elizabeth memikirkan itu, Narnia-san mungkin sudah jatuh cinta dengan Orba-san pada saat itu.
Sejak mereka bergabung dengan Dawn Battleaxe, ada beberapa kasus di mana mereka mengambil misi yang berbahaya, tapi mereka sangat jarang melakukan yang terlalu jauh. Setelah mendapatkan 3 orang di garis depan yang terampil, magic Elizabeth menunjukkan nilai yang sebenarnya. Meskipun berbahaya, tapi kondisi kerjanya stabil. Pendapatan juga stabil.
Dengan mengirimkan uang yang dia peroleh ke rumah, dia berhasil membuat kakaknya menerimanya sebagai adventurer.
Setelah 3 tahun, di mana menempatkan nyawanya dan nyawa Narnia berkali-kali ke dalam bahaya, mereka akhinya mampu mencapai rank B. Mencapai rank A, membuat mereka seperti pahlawan. Kemudian dia bisa menunjukkan itu kepada orang-orang yang mengolok almarhum ayahnya.
“Hei Masaru.”
Setelah kami berdua dia untuk beberapa saat, Elizabeth memanggilku sekali lagi.
“Setelah aku kembali dari perbatasan demon… (haruskah kita melanjutkan apa kita tinggalkan)”
“Hm?”
Aku tidak mendengar apa yang dikatakannya dengan suara sangat pelan.
“Tidak, lupakan. Saat aku kembali dari perbatasan demon, biarkan aku memakan pudingmu lagi.”
“Oke, aku akan menyajikan yang banyak untukmu.”

Elizabeth juga membantu membuat makan malam, dia membalikkan panci dan itu hanya menjadi keributan.
■■■■■■■■■■■■
Aku saat ini sedang gelisah menunggu giliran mandi. Tilika-chan sudah selesai mandi, sekarang harusnya Angela yang sedang dimandikan oleh Sati. Aku memang mandi dengannya kemarin, tapi ada perbedaan besar secara emosional antara dia yang masuk dibandingkan dengan aku yang masuk. Aku membayangkan bagaimana Sati yang telanjang sedang menunggu, aku jadi gugup.
Angela keluar dan Elizabeth masuk menggantikannya. Aku setelah ini!?
Duduk di sofa, Angela terlihat sedikit lebih tersipu dari yang biasanya. Aku mencoba bertanya?
“Enak?”
“Sangat.”
“Oke.”
“Masaru, kau tidak menyuruhnya memandikan seluruh tubuhmu kan?”
“Hanya kepala dan punggungku.”
“Oh ya. Baguslah.”

Elizabeth juga sudah keluar. Dia tampak segar.
“Si Sati, dia pinter ya. Apa kau mau memberikan gadis itu untukku?”
“Tidak tidak, aku tidak akan memberikannya!”
Apa yang kau katakan saat kau sudah dijadwalkan untuk pergi ke perbatasan demon!
“Baiklah. Cepat pergi sana. Sati menunggumu?”
Sati, metode apa yang kau gunakan kepada mereka berdua…
Saat masuk kami mandi dengan takut-takut, aku menemukan Sati dengan handuk yang melilit tubuhnya. Aku lega. Bagus Sati. Kau bisa jika kau mencobanya!
“Angela-sama mengatakan saya harus seperti ini ketika giliran Masaru-sama.”
Oh begitu. Seperti yang diharapkan dari Angela, memiliki pikiran yang sehat.
“Itu bagus kan. Kau terlihat bagus seperti itu, mmm, kau harus tetap seperti itu mulai sekarang.”
“… saya mengerti.”
Dia terlihat sedikit kecewa. Apa kau sebegitu inginnya memperlihatkan tubuh telanjangmu kepadaku? Aku juga sudah hampir mencapai batas, mungkin ketika hanya kami berdua, aku harus membiarkannya menunjukkan kepadaku.
Aku dibasuh dengan cara yang sama seperti kemarin, kemudian kami berdua masuk ke dalam bathtub.
Hmm, hari ini dia tidak mengatakan bahwa dia ingin membasuh bagian depanku juga. Mungkin itu juga karena Angela.Itu benar-benar membantuku. Jika dia ingin membasuh bagian depanku, mungkin juga tidak akan mampu menahan diri lagi, kupikir.
Hari ini aku bisa keluar dari kamar mandi dengan tenang dan mengeringkan tubuhku dengan benar. Tentu saja, dengan cepat. Karena Sati mengikutiku dari belakang. Dia ingin membantuku mengeringkan diri, tapi aku menolak.
Karena Sati, kau telanjang bulat sekarang…
■■■■■■■■■■■■
Keesokan paginya, aku membuat puding dari pagi. Dalam jumlah yang banyak. Aku membeli es untuk mendinginkannya dan juga membuat kulkas sementara.

“Buat beberapa puding dan daging goreng untukku. Tentu saja saus tartar juga. Aku akan membayar sebanyak yang kau mau?”
“Seberapa banyak?”
“Aku ingin yang cukup selama 2 bulan. Jadi aku bisa makan kapanpun aku mau.”
Sebanyak itu!?
Yah, kau bisa bisa menyimpannya sebanyak yang kau mau di dalam item bag, tapi persediaan 2 bulan seberapa banyak ya.
Hitung ada 60 hari dengan makan 2 kali sehari, untuk 120 kali makan? Jika aku hitung banyaknya daging yang Elizabeth makan… dengan 300gr sekali makan, untuk 120 kali makan, berarti 36 kg daging gooreng. Aku punya perasaan ini tidak akan menjadi hal yang mudah.
Pertama aku membuat puding,lalu didinginkan, buat , lalu didinginkan.
Kulkas penuh dalam sekejap, kemudian kulkas sementara juga penuh.
Aku membeli beberapa wadah dan karena susu yang dijual di pasar jumlahnya tidak mencukupi, aku pergi ke sumbernya langsung, peternakan kuda dan membeli dalam jumlah yang banyak.
“Mari kita lihat. Dua perhari… tidak… satu per hari ya.”
Elizabeth melihat puding yang sudah selesai, dia terlihat puas. Dia melihatnya sambil tersenyum.

Di siang hari, Angela membantuku membuat daging goreng.
Jumlah kelinci liar tidak cukup, jadi kami menggunakan daging naga dan daging babi hutan besar sebagai pelengkap. Kamu juga menggunakan semua mayones untuk membuat saus tartar yang banyak.
Kita perlu membuat mayo lebih banyak… maafkan aku anak-anak. Jika kalian ingin menyalahkan seseorang, salahkan Elizabeth.
Setelah kami menyelesaikannya, kami menaruhnya ke dalam item bagi Elizabeth. BTW, item bag-nya kepenuhan, jadi dia mengeluarkan beberapa item dan pakaian, lalu menaruh daging goreng ke dalamnya.
Puding dimasukkan ke dalam wadah keramik dan itu sangat berat.
“Apa kau tidak memerlukan alat-alat dan pakaian ini?”
“Aku akan membawa sebanyak yang aku bisa. Tidak masalah jika aku tidak membawa pakaian.”
“Tidak tidak, kau akan baik-baik saja tanpa daging goreng juga kan!?”
“Tidak, aku tidak mau! Akan jadi masalah kalau itu tidak ada.”
Segitu inginnya kau memakan daging goreng itu…
Di penghujung sore, kami akhirnya menyelesaikan semuanya, jadi Elizabeth meletakkan barang-barangnya ke dalam tas dan memastikan beratnya. Tas itu hampir meledak, tapi masih ada sedikit barang yang tersisa.
“Apa kau baik-baik saja membawa sesuatu yang berat seperti itu?”
“Yah, karena kebanyakan bergerak dengan kereta. Tolong jaga barang-barang yang kutinggalkan di sini ya.”
“Iya, tapi apa kau tidak membutuhkannya?”
“Akan ada pelayanan di sana, jika itu memang seperti yang direncanakan, jadi aku akan baik-baik saja bahkan hanya dengan hal-hal yang menempal padaku. Karena aku wizard.”
Yah, kesampingan soal puding, kau bisa makan daging goreng selama di perbatasan demon juga, aku harus mengajarinya bagaimana memasaknya saat dia kembali.
“Aku akan memikirkan itu. Memasak terlihat mudah, tapi ternyata itu sulit huh.”
Yah,membalikkan panci dan menghancurkan piring mewah, kau satu-satunya yang seperti itu Elizabeth!

Keesokan paginya, kami semua melihat keberangkatan Elizabeth.
Sati dan Tilika-chan, Angela juga ada di sini.
“Selamat tinggal kalian semua. Rajin-rajin ya meskipun aku tidak di sini.”
Tidak, kami yang harusnya mengatakan itu.
“Hati-hati Elizabeth-sama.”
“Misi, lakukan yang terbaik.”
“Jaga diri yang benar y. Jika sangat berbahaya tidak masalah kalau menggunakan Fly dan melarikan diri.”
Dan terakhir aku menyerahkan secarik kertas kepadanya.
“Aku menulis cara untuk membuat puding dan daging secara rinci. Aku tidak tahu jika kau bisa mendapatkan bahan-bahannya di sana, meski begiut, kau bisa menyuruh Narnia-san membuatkannya untukmu atau apalah.”
“Terima kasih Masaru.”
Elizabeth mengatakan itu dan memelukku erat.


Kemudian sambil melangkah mundur, bibirnya mencium pelan bibirku.
“Itu ciuman pertamaku. Kau harus merasa terhormat.”
Dia berbisik ke telingaku.
Sementara aku masih membeku karena terkejut, Elizabeth segera berjalan meninggalkan kami. 

No comments:

DMCA.com Protection Status