NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 12 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 12 Bahasa Indonesia

March 26, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 12 – Jangan Salah Paham
“Apa kau kesepian sekarang karena Elizabeth telah pergi?”
Sementara aku melihat ke arah di mana Elizabeth pergi, Angela menanyakan itu.
“Sedikit. Jika aku sendirian, aku mungkin akan terlihat seperti orang yang sekarat.”
Kemudian aku melihat ke wajah Sati, yang berdiri di sampingku, dan tersenyum. Benar, aku masih punya Sati di sisiku juga.
“Kau juga Angela, kau terdengar seperti cukup mengkhawatirkannya. Kupikir hubungan kalian berdua buruk karena kalian selalu berantem.”
“Itu tidak seperti aku membencinya secara khusus atau apa. Tapi karena dia jual, ya aku beli.”
Jadi begitu? Lagipula itu sudah berakhir. Apa itu berarti sama dengan yang kupikirkan. Dia mengatakan itu ciuman pertamanya juga. Tapi ini budaya berbeda, aku bertanya-tanya seberapa dalam maknanya. Aku berpikir bahwa budaya romansa tidak berbeda di sini dari yang kudengar, tapi aku tidak pernah mendengar cerita mengenai ciuman.
Sati dan Tilika-chan pulang terlebih dahulu untuk beres-beres setelah sarapan tadi. Apa aku harus bertanya mengenai itu?
“Aku tidak tahu apakah akan baik-baik saja menanyakan sesuatu seperti ini. Kau tahu, aku berasal dari negeri yang sangat jauh kan. Ada banyak perbedaan budaya, jadi kemudian Elizabeth, yah, pada akhirnya…”
“Berciuman?”
Itu hanya sesaat dan kupikir mungkin dia tidak melihatnya karena itu berada di titik butanya, tapi sepertinya dia melihat itu dengan jelas.
“Yah, aku penasaran itu mewakili tingkat kasih sayang seperti apa. Di kampungku, orang-orang melakukan itu jika sedikit menyukai seseorang, tapi aku ingin tahu jika itu dilakukan dengan biasa di sini?”
Dia bilang itu ciuman pertama, tapi ada negara-negara seperti Italia di mana mereka berciuman saat saling menyapa. Hm, atau itu dilakukan di pipi?
“Kami tidak melakukannya dengan biasa. Elizabeth tulus menyukaimu Masaru. Jika kau tidak menyadari itu, maka aku akan merasa kasihan kepadanya.”
Dia mengatakan sebelumnya dia hanya bercanda, jadi kupikir itu adalah sesuatu yang biasa di sini, tapi sepertinya itu tidak jauh berbeda dari Jepang. Jadi itu artinya? Alasan mengapa dia mengatakan bahwa itu adalah lelucon…
“Mm maaf. Aku tahu dia membatasi rasa sayangnya kepadaku, tapi kupikir itu sebagai teman atau sebagai muridnya, mungkin.”
“Ya, terkadang dia tidak jujur dengan perasaanya sendiri.”
“Kau tahu, dulu aku pernah dekat seorang gadis, jadi aku mencoba untuk menyatakan cintaku kepadaku. Tapi hasilnya adalah gagal total. Dia mengatakan bahwa dia menyukaiku sebagai teman,tidak lebih dari itu. Setelah itu tumbuh jarak di antara kami karena kecanggungan itu. Dan itu terjadi dua kali…”
Bahkan aku menyadari rasa sayang yang ditunjukkan kepadaku, aku tidak bisa membedakan jika itu persahabatan atau rasa hormat. Atau mungkin itu benar-benar kasih sayang. Aku tidak bisa.
“Oh begitu…”
“Jadi sejak itu, aku menjadi takut kejadian itu terulang.”
“Jangan khawatir. Elizabeth dan juga Sati, mereka tulus menyukaimu Masaru.”
Tidak mungkin salah paham mengenai Sati, tapi kalau dipikir Elizabeth juga…
“Aku juga.”
“Hmm.”
“Aku juga menyukaimu Masaru. Jadi jangan salah paham.”
Setelah mengatakan itu, Angela masuk ke dalam rumah, meninggalkanku di sana seperti itu.

Setelah sedikit menenangkan emosiku, aku masuk ke dalam rumah, tapi Angela pergi di saat yang sama, dan mengatakan bahwa dia akan kembali nanti. Aku bersyukur karena aku sedikit malu untuk bertatap muka dengannya.
“Baiklah, kurasa aku harus bersiap-siap dan mengantarkan Tilika-chan ke guild.”
“Oke.”
Pertama mengantar Sati, lalu meninggalkan Sati di tempat pelatihan. Kemudian berburu di padang rumput karena aku kehabisan daging kelinci luar. Setelah itu memotong batang pohon untuk kayu bakar. Jadwal hari ini kira-kira seperti itu. Mari kita pikirkan tentang Angela secara panjang lebar di lain waktu. Aku masih agak bingung sekarang.

Kami tiba di guild dan mengantar Tilika-chan ke tempat wakil guild master.
“Ah maaf karena merepotkanmu setiap hari. Aku ingin berterima kasih, apa kau punya sesuatu yang kau inginkan? Apa aku harus membawa botol alkohol lain? Itu dibuat di lumbung kenalanku. Biasanya tidak mudah untuk mendapatkan itu.”
Drevin adalah bos Tilika-chan di guild, tapi bagi Tilika-chan, yang tidak memiliki keluarga, Drevin sudah seperti walinya.
“Ah itu bagus. Rasanya juga sangat enak. Tapi kau tak perlu memikirkan itu. Sati senang dengan hal itu dan Tilika-chan juga makan tidak terlalu banyak.”
Jika kau membandingkan porsi makan Tilika-chan dengan Sati sang pelahap, itu hanya porsi yang sangat kecil.
“Dan juga aku berkali-kali dibantu oleh guild.”
Benar, aku sangat bersyukur bahwa aku menerima bimbingan di tempat pelatihan secara gratis.
“Ya ya. Baiklah, aku akan membawa beberapa alkohol lain kali.”
“Oke. Sati, ayo kita ke tempat pelatihan.”
“Mengerti Masaru-sama. Bye bye Tilika-chan.”
“Bye bye Onee-chan.”

Ketika kami pergi ke tempat pelatihan, Samson-san sedang melatih adventurer baru. Saat kami memanggil, dia meninggalkan orang itu dan mendatangi kami.
“Bagus kau datang. Ayo kita berlatih dengan baik hari ini juga.”
“Ya instruktur-dono!”
“Uhm. Apa tidak masalah meninggalkan orang itu di sana? Dia tampak seperti tidak tahu harus melakukan apa setelah ditinggal seperti itu.”
Jumlah instruktur terbatas, jadi untuk pelatihan pribadi biasanya dilakukan berdasar pertama-datang-pertama-dilayani. Jika tidak ada yang lowong, mereka harus menunggu sambil berlatih sendiri.
“Dia sudah menjadi adventurer penuh. Jelas lebih penting mengajari Sati yang masih murid pelatihan! Tapi ya kukira, Masaru, kau yang mengurusnya.”
“Tapi hanya sebentar. Ada sesuatu yang akan dikerjakan setelah ini.”
“Hei kau yang di sana. Orang ini akan menjadi lawanmu.”
Aku didorong oleh Samson-san menuju ke adventurer itu.
Aku mengambil pedang kayu dan berdiri di depan adventurer. Dari yang kulihat sebelumnya ketika dia bertarung dengan Samson-san, dia kira-kira sama dengan Crook, atau sedikit lebih kuat. Kupikir tidak masalah menjadi lawannya.
“Baiklah, aku akan menjadi lawanmu.”
Aku mengambil sikap dengan pedang kayu.
Adventurer di dunia ini memiliki tubuh yang tinggi dan bagus. Tapi yah, apakah orang lain juga seperti itu, kau mungkin bertanya, tapi tidak. Di antara orang-orang yang berlalu-lalang atau bekerja di toko-toko, ada juga orang yang lebih kecil seperti orang-orang normal.  Kemungkinan besar adventurer adalah orang-orang yang diberkati dengan tubuh dan refleks yang bagus, sehingga mereka menjadi adventurer karena itu.
“Oi cebol. Kau bersama gadis itu? Main potong aja. Kau seharusnya membawa dia juga. Aku pastikan akan memperlakukannya dengan baik.”
Orang ini juga cukup besar. Dibandingkan denganku, yang hanya 160 cm, dia sekepala lebih tinggi dan badannya tegap. Orang pendek dan kurus sepertiku terlihat seperti akan melayang kalau ditekel olehnya. Nadanya suaranya jelas seperti mengolokku.
Namun aku jadi agak kesal. Memang benar kalau aku cebol, tapi fakta bahwa dia memandang Sati, itu tidak bisa dimaafkan. Dan juga itu tidak seperti kami memaksa untuk memotong antrian. Seperti dia perlu diberikan sedikit pelajaran.
“Sekarang. Aku bisa menggunakan Healing Magic, jadi kau bisa menyerang dengan apa yang kau punya. Atau mungkin kau takut dengan orang cebol sepertiku?”
“Apaaaaa! Cebol sialan, jangan lari kau. Aku memastikan kau tidak akan pulang dengan wajah normal!”
Ah sialan. Dia sedikit menakutkan. Karena dia tidak memiliki tekanan seperti Orba-san dari Dawn atau Lazard-san, aku sedikit terbawa, tapi dia memang menakutkan. Kalau dipikir-pikir sekarang, ini pertama kalinya aku bertarung dengan seseorang selain Crook, Silver atau instruktur.
Dia pasti menyadari bahwa aku sedikit takut. Dia mendekat sambil menyeringai.
Tepat setelah mengambil posisi ke depan, dia langsung menyerang. Aku menahannya dengan perisaiku, kemudian aku memukul tubuhnya dengan pelan sebagai balasan. Memang ada armor, tapi itu seharusnya terasa sedikit sakit.
Bagus, dia sama sekali tidak kuat. Aku seharusnya tidak takut padanya.
Dia pasti marah setelah terkena pukulan. Dia maju dengan wajah yang sangat merah.
Namun dia kehilangan ketenangan dan pergerakan menjadi ceroboh. Sambil menghindari serangannya, aku mengatakan ‘hei hei, jangan abaikan kakimu’, lalu menendangnya hingga terjatuh.
“Jend! Bergeraklah dengan tenang. Masaru, kau berhenti lah bermain-main.”
Saat aku sedikit bermain-main, ada beberapa instruktur yang datang selain Samson-san. Adventurer yang dipanggil Jend berdiri dan kali ini dia menjaga jarak dengan hati-hati.
Serius ya, aku tidak bisa melakukan trik yang terampil seperti menghentikan pedang sebelum dipukul, tapi kami menggunakan pedang kayu dan dia juga memakai armor, jadi tidak ada hal serius yang akan terjadi. Jika aku bertarung dengan serius melawan para instruktur, mereka mungkin bisa mengatasiku dengan mudah juga dan aku menahan diri saat melawan Crook dan Silver sampai tingkat tertentu.
Aku tidak pernah terlibat perkelahian di Jepang. Aku takut menyakiti orang lain dan aku lebih takut jika orang ini mengirim aura membunuh ke arahku dengan tenang. Tapi ini latihan. Dan juga dia perlu dihukum karena dia berniat mendekati Sati. Aku harus melakukan itu.
Jend terkena pukulan dari serangan balik jadi sekarang dia menggunakan strategi menunggu dan mendekat.
Jadi aku akan menyerangnya dari sini.
1 pukulan, 2 pukulan,  3 pukulan.
Uwa, orang ini lebih lemah dari yang kupikirkan!? Tidak sama seperti Crook.
Tapi dia telah meremehkanku dan berpikir karena tubuhku yang kecil aku akan fokus dengan banyak pukulan. Dia mengambil sikap untuk mencocok pergerakannya denganku.
Oh begitu. Aku menangkis pedang kayunya dengan perisaiku menggunakan tenaga yang lumayan, membuatnya lengah, kemudian memukul daerah kepalanya tanpa ampun dengan pedangku. Itu memang mengenai pelindung kepalanya, tapi aku bisa merasakan efeknya.
Lawanku tumbang ke tanah, mengerang.
… sialan, itu tepat di kepalanya!? Heal】【Heal
“Oi, kau baik-baik saja?”
Jend berdiri sambil menggeleng.
“Fuck. Ayo lagi!”
Dia menatapku tajam. Jika kau menatapku seperti itu, aku akan ketakutaaaan. Aku seharusnya tidak melakukan ini. Aku memukulnya dengan sangat baik jadi aku sudah puas dan tidak ingin melakukan lagi, tapi laki-laki masih belum kapok.
“Uhm, tapi setelah ini ada sesuatu yang harus kulakukan. Jadi satu kali lagi, oke?”
Aku mengatakan itu sambil berakting seolah aku masih tetap tenang.

Ada beberapa kali di mana aku merasa sedikit takut, tapi setelah memukulnya 3 kali dengan tepat, Jend tumbang. Setelah jatuh, dia mulai batuk-batuk. Pukulan terakhir mungkin mematahkan beberapa tulang rusuknya.
“Ini, aku akan menyembuhkanmu sekarang Heal】【Heal
Mungkin berkat Heal, dia akhirnya bisa bernafas dengan normal lagi.
“Maaf, namamu Masaru kan? Kau kuat huh. Maaf memanggilmu cebol dan mengolok-olokmu.”
“Yah, kami juga telah mengambil instrukturmu, jadi kita impas.”
Hatiku sedikit sedih. Kekuatanku hanya berasal dari cheat skill. Orang ini pasti melatih dirinya sampai berdarah-darah. Dengan kekuatan asliku, jangankan Crook, mungkin aku bahkan tidak akan bisa menang melawan Sati. Aku menyesal setelah diberitahu bahwa aku kuat.
“Oke. Apa kau mau menjadi lawanku lain kali?”
Apa. Jika kami berbicara normal, dia bukan orang yang jahat. Meskipun wajahnya menakutkan.
“Ya, jika ada kesempatan. Baiklah aku harus pergi sekarang.”
Aku memanggil Sati dan meninggalkan tempat pelatihan.
Baiklah, aku akan menuju ke padang rumput setelah ini, tapi ada sesuatu yang harus kusinggahi terlebih dahulu.
■■■■■■■■■■■■
Aku sekali lagi berada di sini, di tempat perdagangan budak. Kali ini aku melewati dengan normal. Laki-laki botak yang sama menerimaku seperti sebelumnya. Kalau dipikir-pikir lagi, aku bahkan tidak pernah mendengar namanya.
“Oya anak muda. Apa gadis itu baik-baik saja? Atau mungkin kau ke sini untuk mengembalikan…”
“Tidak tidak. Dia bekerja dengan baik. Aku ke sini karena hal lain hari ini.”
“Oh begitu. Dia bekerja dengan baik. Aku senang mendengarnya.”
Dia pasti membayangkan hal-hal yang aneh. Tapi terlalu merepotkan untuk menjelaskannya, jadi aku biarkan saja.
“Lalu apa kau ke sini untuk membeli lagi? Kami punya beberapa gadis baru.”
“Uhm tidak tidak. Ada si kakak tertua yang paling kanan waktu itu? Apa dia masih di sini?”
Jika masih di sini, aku mungkin bisa membelinya. Aku punya uang yang cukup untuk itu.

Sejujurnya aku agak ragu sebelum datang ke sini. Namun ketika aku berbicara Sati, dia sering menyebutkan si kakak itu. Sepertinya si kakak menjaga Sati dengan sangat baik.
“Apa kau ingin bertemu dengannya lagi?”
Ketika aku bertanya, Sati menggeleng.
“Dia bilang jika aku dibeli oleh seseorang, maka saya harus melupakannya dan melayani tuan saya dengan benar, dia juga akan melakukan hal yang sama jika itu terjadi kepadanya. Jadi tidak apa-apa.”
Oh begitu. Si kakak itu benar-benar berprinsip. Tapi Sati sedikit berkaca-kaca. Dia mungkin ingin bertemu dengannya.

“Aah dia. Dia sudah terjual beberapa waktu yang lalu.”
Sial. Seharusnya aku datang lebih cepat. Tapi aku baru mendapatkan uang 2 hari yang lalu dan karena ada Elizabeth di sana, mungkin dia ingin ikut denganku.
“Oh begitu. Dia dijual ke mana?”
“Itu termasuk informasi pribadi dari klien kami, jadi aku benar-benar tidak bisa memberitahu.”
“Bukan-bukan, itu untuk gadisku. Dia sepertinya dekat dengan perempuan itu. Jadi dia khawatir mengenai keadaanya sekarang.”
“Kalau memang seperti itu. Aku tidak bisa mengatakan siapa yang sebenarnya membelinya kepadamu, tapi dia dibeli oleh orang yang kaya untuk dijadikan sebagai maid. Aku tidak pernah mendengar rumor buruk mengenai orang itu jadi kupikir dia sudah berada di tangan yang benar.”
“Oh begitu.”
Bagus, Sati juga akan senang mendengar itu.
“Ah dan juga. Gadis yang paling mahal. Apa gadis itu…”
“Berat mengatakannya, tapi gadis itu sudah terjual.”
Mm. Ini sedikit memalukan. Yah, lagipula ini tidak seperti aku punya cukup uang untuk membelinya.
“Apa kau ingin melihat-lihat hari ini. Aku akan membuat persiapan.”
“Nn, tidak, tidak terima kasih. Ada sesuatu yang harus kulakukan setelah ini. Terima kasih untuk infonya. Sampai nanti”
Mengatakan itu, aku meninggalkan toko. Bahaya, bahaya. Jika aku melihat-lihat mereka secara sembrono, aku mungkin akan membali satu lagi.
Aku tipe orang yang akan membawa anak kucing ke rumah jika menemukannya di jalan…

No comments:

DMCA.com Protection Status