NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 13 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 13 Bahasa Indonesia

March 27, 2017 Beonovel

Volume 2, Chapter 13 – Rencana Pengembangan Sati
(Beonovel: update terakhir ane di sini, selanjutnya ane bakal update di blog kecil ane :) ... gk ada alasan utk bertahan,, Hello Work gk populer, yg komen pun gk ada.)

Aku keluar melalui pintu gerbang dan pergi ke padang rumput. Aku mempersiapkan pisau lempar dan memperhatikan kelinci liar sambil maju perlahan-lahan. Setelah aku memburu beberapa dari mereka, hutan terlihat dalam pandanganku.
Aku memastikan bahwa tidak ada yang keluar dari hutan dan berjalan mendekat dengan hati-hati. Tidak menjadi hal yang buruk jika orc yang keluar, mereka adalah sumber EXP yang bagus, tapi akan menakutkan jika ada hal lain yang keluar. Mari kita segera tinggalkan setelah aku selesai memotong beberapa pohon.
Aku memilih sebuh pohon yang besar, kemudian menebangnya dengan pedang hitamku. Pedang menebang pohon tanpa tersangkut. Bakibakibaki, zuun, suara yang keras bergema melewati hutan yang tenang saat pohon tumbang.
Itu lebih keras dari yang kuduga!? Aku harus cepat-cepat sebelum monster terpancing oleh suara itu. Aku memotong 2 pohon lain dengan cara yang sama dan menyimpannya.
Setelah itu, aku memastikan tidak ada yang keluar dari hutan, kemudian aku mengambil jarak antara aku dan hutan dengan berlari.

Di perjalanan pulang, aku berburu kelinci liar dengan santai, tangkapan hari ini menjadi 26 ekor.

Aku memeriksa misi di Adventurer Guild dan karena ada 1 misi untuk mengirimkan daging kelinci liar, aku mengambilnya dan kemudian menyelesaikannya. Dalam perjalanan, aku pergi ke Trader Guild dan menjual bulunya.
BTW aku bertanya ke resepsionis laki-laki tua apakah Adventurer Guild akan kehilangan keuntungan jika aku menjual material di Trader Guild, tapi rupanya itu diatur bahwa Adventurer Guild akan menerima bagian dari keuntungan jika seorang adventurer menjual material di Trader Guild. Mereka meninggalkan tugas yang sulit untuk Trader Guild secara keselurahan dan bahkan mendapatkan beberapa keuntungan dari itu. Trader Guild juga memperoleh material yang banyak, jadi mereka senang dengan itu. Itu memang hubungan win-win.
“Kau Masaru-sama kan? Mantel dari kulit bulu babi hutan besar telah selesai.”
Ooh, aku benar-benar lupa.
Kulit bulu babi hutan besar itu menjadi indah kecoklatan, begitu lembut dan halus. Bekas terbakar yang aku buat dari magic tidak menonjol lagi. Seperti cuaca akan menjadi dingin, jadi itu terlihat bisa menghangatkan. Haruskah aku membeli sesuatu untuk Sati juga? Mantel bulu halus sepertinya akan cocok untuknya.

Aku meninggalkan guild dan menuju ke panti asuhan. Jam-jam segini, Angela seharusnya ada di klinik.
“Owh, An-chan ada di klinik jika kau mencarinya.”
Sister Matilda datang menyambutku dan mengatakan itu.
“Tidak, aku ingin meminta bantuan hari ini.”
Aku pergi ke taman dan mengeluarkan ketiga pohon yang kutebang.
“OMG. Ini pohon-pohon yang besar. Kau ingin membuat kayu bakar? Baik. Tapi dengan ukuran seperti ini, mungkin butuh waktu setengah tahun hingga satu tahun sampai pohon-pohon ini kering.”
Setengah tahun hingga satu tahun!? Aku tahu pohon-pohon ini harus dikeringkan, tapi aku tidak menyangka itu membutuhkan waktu lebih dari setengah tahun. Kupikir paling lama satu hingga dua bulan.
“Apa kau mau mengambil kayu bakar kami sebagai gantinya.”
“Aku merasa tidak enak jika melakukan itu.”
Singkatnya, pohon-pohon ini harus kering kan? Bukankah Fire Magic, yang baik dalam memanaskan air dan bakar-membakar, tampil bersinar untuk saat ini?
“Aku akan mencoba untuk melihat apakah aku bisa mengeringkannya dengan Fire Magic.”
Aku memotong sekitar 50 cm dari pohon kemudian aku mencoba menggunakan Fire Magic. Perlahan-lahan, dengan cara yang sama seperti memanaskan air.
Shuu shuu, uap mulai naik dari kayu. Ooh, itu berjalan dengan baik. Ketika aku dengan ceroboh mengeluarkan terlalu banyak mana, kayu tiba-tiba terbakar. Aku cepat-cepat menyemprotkan air dengan magic.
Aku memotong bagian lain dari pohon dan mencobanya lagi.Setelah beberapa saat, uap berhenti keluar dari kayu. Aku memeriksanya dengan memotong menggunakan kapak. Aku menunjukkan potongan kayu masih agak hangat ke Matilda-san.
“Bagaimana?”
“OMG. Menurutku itu baik-baik saja. Terlihat seperti kau bisa langsung menggunakannya sebagai kayu bakar.”
Sepertinya itu akan bekerja. Aku menyuruh anak-anak, yang sedang menonton apa yang kulakukan, membantu dengan memotong cabangnya. Aku menggunakan Fire Magic ke bagian yang telah dipotong. Tapi karena ukurannya besar, konsumsi MP-ku juga meningkat tajam. Ketika aku selesai mengeringkan ketiga-tiganya selama hampir 1 jam, aku hampir kehabisan MP.
Ini sangat intens.
Untuk orang biasa bahkan sulit untuk mengeringkan satu saja. Sepertinya aku bisa memulai bisnis mengeringkan kayu bakar.
“Aku… selesai.”
Aku mengusap keringat. Aku menggunakan MP agak berlebihan. Aku tidak ingin melakukan hal lain lagi hari ini. Mari kita tidur.
Aku memberikan kayu bakar setara 1 pohon ke panti asuhan, 2 lagi akan dikirimkan kepadaku setelah mereka selesai.

“Aku akan merepotkanmu.”
Saat aku mencoba untuk pergi, aku ditahan oleh Sister Matilda.
“Apa kau tidak memeriksa An-chan sebelum pergi?”
“Yah… lagipula kami akan bertemu sore ini.”
Mungkin dia menangkap bagaimana aku sedikit ragu-ragu, tapi dia benar-benar masuk lebih dalam.
“OMG. Apa mungkin sesuatu terjadi? Kau harus bergaul dengannya.”
“Uhm, yah… kau tahu…”
Yah, kami bergaul atau bisa dikatakan kami sudah sangat akrab. Dia mengatakan bahwa dia suka padaku jadi malu rasanya untuk bertatap muka dengannya. Tidak mungkin aku mengatakan itu.
“Yah, kau tahu…”
Aku memelankan suaraku jadi tidak ada orang lain yang mendengar. Karena ada banyak anak-anak di sekitar juga.
“Tolong jangan beritahu orang lain oke? Beberapa saat yang lalu, Angela mengatakan dia menyukaiku. Jadi agak sulit untuk bertemu dengannya sekarang.”
“OMG.”
Lenganku ditarik dan aku dibawa ke sudut taman. Dia juga menyuruh anak-anak pergi.
“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“Itu, aku juga tidak tahu harus melakukan apa. Ada Sati juga.”
“Oh gadis beastkin itu. Dia imut kan. Bawa dia ke sini lain kali.”
“Oke.”
“Tapi ya, kupikir memiliki 2 atau 3 gadis di sekitarmu menunjukkan bahwa kau adalah laki-laki yang bisa di andalkan.”
Hei, bukankah agamamu mendukung monogami!?
“Itu hanya untuk menunjukkan, untuk menunjukkan.”
Berdasarkan apa yang Sister Matilda katakan kepadaku, kekurangan kaum laki-laki adalah masalah serius.
Bahkan jika perempuan juga mampu bertarung, masih jauh sangat banyak laki-laki yang bekerja sebagai adventurer atau prajurit. Kemudian mereka akan bertarung melawan monster dan mati. Perempuan ditinggal. Itu menjadi perkembangan alami di mana poligami menjadi hal yang normal dan kecenderungan ini telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama hingga sekarang. BTW, kuil tidak ingin memunculkan doktrin dan kehilangan pengikut karena itu juga. (Beo: OTW Razgrad bro, mau ikut?)
“Jadi kau mengatakan bahwa Angela menyatakan perasaannya kepadaku sementara dia menyadari keberadaan Sati?”
“Itu benar. Yah, itu bukan hal yang tidak biasa, jadi kupikir dia tidak akan keberatan dengan itu. Itu bukan seperti An-chan tidak menyukai gadis itu kan?”
“Mereka rukun.”
“Jadi itu baik-baik saja! Kau tinggal ‘Bam’ saja!”
Melakukan apa… aku memikirkan ini, tapi ada sesuatu dari kata-kata Sister Matilda juga. Menjadi adventurer berarti kau bisa mati kapan saja. Bahkan aku 3 kali masuk ke dalam situasi di mana jika aku salah melangkah sedikit saja maka itu berarti menjadi kematianku. Perlu mengambil kesempatan ketika itu tersedia, pasti ada banyak cerita di mana orang-orang mati mendadak, meninggalkan partnernya…
“Jadi bagaimana denganmu Masaru-chan? Apa kau menyukai An-chan?”
“Aku menyukainya, tapi…”
“Tapi?”
“Aku ingin tahu apa bagian dariku yang menyebabkan Angela menyukaiku?”
Itu bagian yang benar-benar tidak kumengerti.
Dia bukan pelahap rakus seperti Elizabeth, aku kadang-kadang membawakannya hadiah, dan aku membual soal mengalahkan naga, tapi apa tentang hal itu kupikir?
Tapi jika kau mendengar dengan benar, maka kau bisa menyadari bahwa yang kulakukan hanya menembakkan magic satu kali.
Aku pendek dan tidak terlalu tampan, pekerjaanku tidak aman sebagai seorang adventerur. Tampaknya menjadi wizard adalah nilai plus yang besar di dunia ini, tapi dia wizard juga, jadi kupikir itu tidak bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku.
Selama 23 tahun, ini pertama kalinya aku menjadi populer. Ini benar-benar membingungkan.
“Hm yah, mungkin kau menyentil naluri keibuannya. Seperti ketika kau pergi ke hutan. Dia benar-benar mengkhawatirkanmu. Dia terlihat seperti tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja, itu pertama kalinya aku melihat dia memecahkan piring.”
Naluri keibuan huh. Mungkin karena aku kecil. Apa dia suka cowo yang lebih muda? Dia mengatakan bahwa aku terlihat seperti 15 tahun ketika aku bertemu dengannya.
“Bagaimanapun. An-chan itu berkepala dingin, jika dia mengatakan bahwa dia menyukaimu, berarti itu benar. Jadi kau harus menanggapi perasaannya.”
Menanggapi perasaannya? Bagaimana? Menciumnya? Wajahku memerah saat membayangkannya.
“Kau hanya perlu memberitahu seperti biasa bahwa kau juga menyukainya.”
Oh begitu. Itu benar. Itu yang pertama. Pikiranku terlalu terburu-buru.
“Terima kasih banyak Sister Matilda. Aku merasa lebih baik sekarang.”
“Benarkah? Aku merasa senang.”
“Dan juga, tolong jaga rahasia ini.”
‘Aku tahu itu’, kata Sister Matilda sambil tertawa.
Apa ini akan baik-baik saja…

Aku pergi ke tempat pelatihan dan menunggu di tempat di mana aku tidak terlihat, aku tidak ingin menjadi penghalang bagi Sati.
Sati baru memulai, tapi pergerakannya jauh lebih baik.
Mungkin aku harus menggunakan beberapa skill point juga. Terlalu mencurigakan jika aku menaikkannya terlalu cepat, jadi aku akan melakukannya satu-satu level. Jika dia mencapai level 3, maka busur dan pedang akan bisa digunakan di pertarungan asli juga.
Saat aku tenggelam dalam pikiranku, instruktur-dono datang.
“Ada apa? Kau terlihat lelah .”
“Yah, aku terlalu banyak menggunakan mana-ku.”
Jadi aku menjelaskan ke instruktur-dono bagaimana aku membuat kayu bakar.
“Bukankah lebih baik jika kau memotongnya kecil-kecil atau meletakkan takik ke dalamnya?”
Jika itu pohon besar, maka tidak ada jalur bagi uap untuk keluar. Jadi tu mengkonsumsi mana ekstra yang tidak diperlukan.
“Seperti yang diharapkan dari instuktur-dono….”
Aku bahkan tidak memikirkan tentang itu. Mari kita lakukan itu lain kali.
“Lalu bagaimana dengan Sati?”
“Dia punya potensi. Refleksnya juga tidak buruk. Jika dia tetap rajin berlatih selama sebulan, maka tidak masalah untuk menempatkannya di pertarungan sesungguhnya.”
1 bulan huh. Mari kita alokasikan beberapa skill point setelah itu. Kemudian kita akan mendapatkan lebih banyak skill dan membuatnya menjadi lebih kuat lagi. Mari kita buat Sati menjadi seorang warrior yang melebihi aku dan Lazard. Aku tertawa sedikit setelah membayangkan adegan Sati yang tidak tertandingi terjun ke tengah-tengah kelompok orc. Itu adegan yang cukup lucu.
Instruktur-dono menatapku penuh tanya setelah melihatku tertawa, jadi aku mengatakan kepadanya apa yang kubayangkan.
“Ya, kau tidak bisa mengatakan itu dari penampilannya, tapi mereka bilang bahwa beastkin terlahir dengan naluri pertempuran. Dia harusnya bisa bertarung dengan baik dalam pertempuran asli.”
“Begitukah?”
“Dia mati-matian berlatih seperti itu. Bagaimana bisa kau, tuannya, tidak percaya dengannya?”
“Itu benar. Kupikir Sati melakukan yang terbaik.”

Pelatihan Sati berakhir, kami muncul di tempat Tilika-chan, kemudian kami pulang ke rumah.
“Kupikir kita harus mencoba makan di luar hari ini. Kau tahu, di tempat di mana kita minum jus itu.”
Aku lelah hari ini, jadi aku tidak ingin memasak. Sati pasti lelah dari pelatihan juga.
“Ya.”
“Kau bisa memesan apa pun yang kau suka. Kau bisa meminum jus sebanyak yang kau inginkan.”
“Benarkah?”
“Mm, karena Sati melakukan terbaik dalam pelatihan.”
“Terima kasih banyak Masaru-sama.”

Ini sedikit awal untuk makan siang di restoran Dragon’s Breath, jadi tidak ada banyak pelanggan. Kami duduk di tempat yang cocok dan aku membaca menu yang ada di dinding untuk Sati. Dia mampu membaca sedikit, tapi dia masih tidak bisa membaca semuanya.
Sati ragu-ragu memilih, tapi matanya berbinar.
Pelayan datang untuk mengambil pesanan kami.
“Menu spesial harian dan steak ini. Sati, apa kau belum memutuskan?”
“Ya. Ini… dan yang ini.”
“Kau bisa memesan lebih banyak, kau tahu?”
“Lalu yang ini juga…”
“Tidak mau lebih lagi?”
“… tolong yang ini juga.”
Yup, harusnya akan baik-baik saja dengan ini. Mereka menyajikan dalam jumlah di sini. Bahkan Sati mungkin akan menyisakannya.
“Dan juga, 2 jus buah untuknya dan 1 untukku.”
Aku memperhatikan Sati yang terlihat gelisah saat kami menunggu makanan. Kupikir dia sedikit lebih berisi dari sebelumnya. Pasti karena aku membiarkannya makan banyak setiap hari dan dia juga berlatih. Dia masih ramping, tapi tidak terlihat seperti tinggal kulit dan tulang seperti sebelumnya.
Makanan sudah dibawa. Cita rasa dari seorang profesional. Angela juga pandai memasak, tapi masakannya terasa lebih seperti masakan rumahan, jadi itu memberikan kesan yang berbeda. Terutama steak ini. Yang mereka lakukan hanya menggoreng steak ini, tapi aku penasaran kenapa bisa lezat. Apa ada perbedaan dengan metode menggoreng atau pengolahan, aku bertanya-tanya.
Ketika aku memberikan sepotong untuk Sati, dia mengatakan ‘ini enak!’, dengan wajah berseri-seri.
Haruskah aku menyuruh Sati menjadi koki magang di sini di masa depan? Apa pak tua itu mau mengajarinya, aku bertanya-tanya…

Sati memakan semuanya. Namun dia memaksakan diri untuk menghabiskannya, jadi dia terlihat kesulitan.
“Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk memakan itu semua.”
Kami berbicara sambil berjalan ke luar dari toko.
“Tapi meninggalkannya begitu saja, meskipun itu lezat…”
“Kau bisa meminta mereka membungkus untuk kita.”
“!?”
Sepertinya dia tidak memikirkan itu.
“Lain kali kita pergi ke sana lagi ya.”
“Ya Masaru-sama.”

Ketika kami sampai di rumah, aku menyuruh Sati duduk di sampingku.
“Aku pergi ke tempat perdagangan budak tadi.”
“!!”
Sati terkejut dan dia terlihat seperti akan menangis. Sepertinya itu topik yang sensitif baginya.
“Tidak tidak, itu bukan tentang Sati. Kau tahu, si kakak yang akrab denganmu sebelumnya?”
“Ya.”
Sati terlihat lega. Tapi sekali lagi dia memasang ekpresi gelisah.
“Uhm… ada apa sesuatu mengenai kakak?”
“Yah, rupanya dia sudah menjadi pembantu di rumah orang kaya. Mereka bilang orang yang membelinya adalah orang yang baik, jadi dia akan dirawat dengan baik.”
“Benarkah!? Saya, saya ingin tahu mengenai itu sepanjang waktu… tapi kakak mengatakan bahwa jika saya dibeli maka lupakan semua yang terjadi di sana dengan segera…”
Nn. Nn. Bagus untukmu.
“Mereka tidak bisa memberitahu di mana tepatnya dia pergi, tapi dia pasti hidup dengan bahagia.”
“Masaru-sama pergi sejauh itu menanyakan hal tersebut kan. Terima kasih banyak Masaru-sama.”
“Nn, aku hanya kebetulan mampir.”

Kemudian adalah mengobati penglihatannya. Pertama, aku membuka menu dan menaikkan Healing Magic ke level 4.
Healing Magic Level 4
(1) Heal (small) (2) Heal , Detoxify  (3) Regeneration , Cure Disease
(4) Area Heal , Extra Heal
Extra Heal. Ini sepertinya berguna. Jika ini tidak berhasil juga, maka aku akan menaikkanya ke level 5.
Aku memisahkan diri dari Sati, yang memelukku dengan erat.
“Baiklah. Mari kita coba menyembuhkan matamu satu kali lagi hari ini. Bisa kau tutup jendela dan membuat ruangan menjadi gelap?”
Aku menyuruh Sati menutup matanya setelah dia kembali ke sofa.
Extra Heal Mulai diaktifkan --
Seperti yang kuduga dari skill level 4, butuh waktu lama untuk mengaktifkannya. Itu pasti hampir sama seperti Fire Storm. Sejumlah besar mana juga berkumpul, begitu banyak sehingga aku agak ragu-ragu apakah itu ide yang bagus untuk mengalirkan semua mana ke Sati. Mungkin aku seharusnya tidak segera melakukan ini, tapi mencoba dalam beberapa cara lain sebagai gantinya.
Pengaktifan selesai. Aku sedikit ragu-ragu, tapi berpikir bahwa itu sudah terlambat sekarang, aku mengeluarkan magic itu.
Pou, cahaya menyala di kegelapan. Kemudian cahaya yang bersinar di mata Sati langsung lenyap.
“Baik, kemudian buka matamu perlahan-lahan. Perlahan-lahan oke?”
Sati membuka matanya perlahan. Tepat setelah dia memandang ke arahku sedikit, dia cepat-cepat menutup matanya.
“Apa yang terjadi!?”
Sial, apa ada kesalahan?
“Tidak, saya bisa melihat, tapi tiba-tiba jarak pandang saya…”
Sati berkedip terus-menerus. Kemudian dia melihat ke arahku.
“Tidak apa sekarang. Jika saya fokus seperti sebelumnya maka saya bisa melihat semuanya dengan sangat dekat. Saya terkejut karena itu.”
Oh begitu. Itu efek dari Hawk Eye. Sepertinya matanya sudah sembuh dengan benar. Aku menghela nafas lega.
“Kali ini seharusnya benar-benar sembuh. Cobalah untuk tidak bergerak hari ini sampai kau terbiasa. Kau tidak perlu melakukan apa pun sampai Angela datang sore hari ini.”
“Ya Masaru-sama. Uhm…”
“Ada apa?”
“Terima kasih banyak.”
“Mn. Oke. Karena aku akan lebih mengandalkan Sati di masa depan lebih dari sebelumnya.”
“Ya Masaru-sama! Saya akan melakukan yang terbaik.”

Aku mengeluarkan beberapa puding dan kami berdua makan di ruang tamu yang gelap. Sementara kami sedang makan, aku mendengar cerita Sati tentang latihan. Seperti dia dilatih dengan cukup serius.
Instruktur di sana pada dasarnya tipe spartan. Yah,  para adventurer juga mempertaruhkan nyawa mereka, jadi tidak ada yang mengeluh dan mereka melakukannya. Sambil mendengar cerita Sati, aku memeriksa daftar Skill.

Skill Point 10P
Aura Detection Level 3, Olfactory Detection Level 2, Sturdy, Hawk Eyes
Cooking Level 1, Housework Level 1
Swordsmanship Level 1, Archery Level 1, Evasion Level 1, Shield Level 1.

Dia mendapatkan 4 skill tempur baru. Mari kita tingkatkan level Swordsmanship dan Archery masing-masing 1 level. Selanjutnya aku akan menaikan ke level 3 jika keadaan menjadi lebih baik, dan kemudian waktunya untuk pertempuran yang sebenarnya.
Sebagai gambaran umum, rencanaku adalah menjaga jarak dan mengalahkan musuh dengan magic dan panah. Jika kami tidak bisa mengalahkan mereka dengan itu maka kami aku akan maju ke depan dan melakukan sesuatu. Aku juga bisa menggunakan Levitation, jadi berpikir tidak sulit bagi kami untuk melarikan diri jika mengalami bahaya.

Skill Pont 25P
Swordsmanship Level 4 , Physical Enhancement Level 2 , Skill Reset , Rasgrad World Standard Language
Lifestyle Magic , Clock , Fire Magic Level 4
Shield Level 2 , Evasion Level 1 , Spearmanship Level 1 , Hand-to-hand combat Level 1 , Stamina Recovery Enhancement , Willpower
Archery Level 1 , Throwing Skills Level 2 ,
Stealth Level 3 , Ninja-Walk Level 2 , Presence Detection Level 2
Mana Perception Level 1 , Common Magic , Healing Magic Level 4 , High-speed Chanting Level 5
Cooking Level 2 , Water Magic Level 1 , Wind Magic Level 1

“Sati, bagaimana matamu?”
“Ya, ini luar biasa. Saya mencoba untuk mengontrolnya juga.”
Bagus, berarti aku tidak menaikkan Healing Magic lagi. Mari kita naikkan Wind dan Water Magic.

Water Magic Level 3
(1) Water Ball (2) Water Whip , Water Bullet (3) Water Wall , Ice and Snow
Wind Magic Level 3
(1) Wind Bullet (2) Wind Blade , Wind Wall (3) Lightning , Wind Storm , Flight

Ada 15 poin tersisa. Bahkan jika menaikkan Earth Magic sampai level 3, itu hanya membutuhkan 10 poin. Kupikir aku akan menaikkan Presence Detection ke Level 3 dan Evasion ke Level 2 dengan 5 poin yang tersisa. Aku penasaran apakah tidak masalah jika aku menggunakan semua skill point-ku. Aku juga tidak bisa mengunakan Skill Reset untuk sementara waktu, jadi mari kita pastikan untuk jauh dari bahaya selama bulan ini.

Skill Point 0P
Swordsmanship Level 4 , Physical Enhancement Level 2 , Skill Reset , Rasgrad World Standard Language
Lifestyle Magic , Clock , Fire Magic Level 4
Shield Level 2 , Evasion Level 2 , Spearmanship Level 1 , Hand-to-hand combat Level 1 , Stamina Recovery Enhancement , Willpower
Archery Level 1 , Throwing Skills Level 2 ,
Stealth Level 3 , Ninja-Walk Level 2 , Presence Detection Level 3
Mana Perception Level 1 , Common Magic , Healing Magic Level 4 , High-speed Chanting Level 5
Cooking Level 2 , Water Magic Level 3 , Wind Magic Level 3, Earth Magic Level 3

Earth Magic Level 3
(1) Earth Bullet (2) Earth Wall , Hardening (3) Golem Creation , Rock Bullet

Daftar Skill entah bagaimana menjadi campur aduk dan sulit untuk dibaca. Kupikir aku akan mengajukan permohon untuk penyempurnaan urutan di laporan harianku hari ini.


No comments:

DMCA.com Protection Status