NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 20 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 20 Bahasa Indonesia

March 08, 2017 Beonovel

Volume 1, Chapter 20 – Doa Dari Priestess Yang Kawaii
Keesokan harinya, kami keluar dari hutan, menyusuri jalan utama dan akhirnya tiba di kota dengan selamat. Sudah sore hari saat itu. Hari ini, laporan sederhana saja sudah lebih dari cukup dan besok akan ada pertemuan. Karena naga, aku dan instruktur tentang tinggal.
“Aku sudah dengar! Sepertinya kau melakukan pekerjaan yang luar biasa!”
Ketika aku melaporkan ke Drevin, Tilika-chan juga ada di sana. Dia berdiri di belakang Drevin dengan tatapan kosong seperti biasa.
“Kupikir aku bakalan mati.”
“Kau beruntung menghadapi naga seperti itu dan bisa kembali hidup-hidup! Itu pengalaman yang bagus kan?”
Yah, aku yang memutuskan untuk ikut, jadi aku tidak akan mengeluhkan apapun.
“Ya begitulah, tapi untuk sementara, aku akan menolak misi seperti itu.”
“Tidak masalah bagimu untuk beristirahat dan menikmatinya untuk sementara. Menikmatinya dengan berbagai hal tentunya!.”
Betul. Dalam banyak hal.
Kami keluar dari bagian belakang guild dan dituntun ke sebuah gudang besar. Apa ini ruang pendingin? Huu dingin. Beberapa orang yang tidak pernah kulihat sebelumnya itu ikut menemani.
“Di sini saja. Perlihatkan naganya.”
Aku mengeluarkan naga dari item bag.
“Oooh, luar biasa. Naga ini, ini bisa dijual dengan harga yang tinggi.”
Orang-orang yang ikut tadi mengerumuni naga.
“Setelah diperiksa di sini, naga ini akan dipotong dan akan dilelang. Karena perlu diumumkan sebelumnya, ini akan memakan waktu beberapa lama. Hasil penjual daging naga akan dibagikan setelahnya. Mengenai hadiah lainnya, akan dibahas besok. Terkait misi penaklukan, itu akan diberikan kapan saja kau menunjukkan kartu guildmu di resepsionis.”
“Aku juga ingin sebagian daging naga untuk oleh-oleh.”
“Oke. Kau memiliki hak istimewa sampai 10% yang bisa dipotong dari hadiah misi penaklukan. Apa 100 kg cukup?”
100 kg kebanyakan. Tinggalkan saja sekitar 50 kg.
“Baiklah, sekitar 50 kg saja.”
Menunggu dagingnya dipotong, Tilika-chan berguman “daging”. Sejak kapan dia ada di sampingku?
“Ummm?”
“Daging naga.”
Dia bergumam sekali lagi sambil menatapku. Mungkin dia ining makan itu? Karena steak naga sangat lezat.
“Ermm, kau mau makan dagingnya?”
Dia mengangguk. Seperti benar dugaanku.
“Ah, kalau begitu, saat aku akan memasaknya, aku akan mengundangmu. Gimana?”
“Ya, aku tak sabar menantinya.”
Makan malam bersama Tilika. Aku tidak bisa menggunakan dapur penginapan, dengan ini, semakin memperkuat alasan untuk memiliki rumah.
“Kau beruntung Tilika! Ditraktir makan-makan!”
Tilika-chan mengangguk. Apa gadis ini nafsu makannya tinggi?
Aku menerima dagingnya dan meninggalkan guild. Dagingnya dibelah dua bagian dan dimasukkan ke dalam kota kayu. Di dunia ini, tidak ada vinyl atau plastik. Makanan dimasukkan ke dalam kotak kayu atau tanah liat, atau keranjang dari daun tanaman yang besar. Bento biasanya dibungkus dengan daun itu. Kertas ada tapi itu mahal, sehingga tidak digunakan sebagai pembungkus. Karena itu aku merasa nyaman dengan diberikan benda-benda yang diuraikan oleh tanah, apa ini yang disebut masyarakat yang ramah lingkungan?
 Aku menuju ke panti asuhan. Menurutku saat ini mereka sedang mempersiapkan makan malam. Kalau aku bercerita ke anak-anak bahwa aku mengalahkan naga, mereka bakal terkejut! Aku ingin menunjukkan naga yang sebenarnya kepada mereka, tapi ya mau gimana lagi. Mereka mungkin akan puas dengan daging ini.
Saat tiba di panti asuhan, seperti yang kuduga, mereka sedang mempersiapkan makan malam. Anak-anak melihatku dan kemudian mereka mengelilingiku.
“Onii-chan, selamat datang kembali! “Hei, hadiah?! Hadiah?!” “Daging! Daging!” “Pedangnya keren! Aku mau lihat! “Daging! Daging!”
Sekarang mereka menyebutnya, di dalam kota dengan pedang di pinggang saja sudah lebih cukup bagiku, ini pertama kalinya aku datang ke sini dengan equipment lengkap.
“Iya, iya, mundur dikit.”
Aku menarik pedangn dari punggungku untuk memperlihatkannya kepada mereka.
“Keren! Black sword!” Keren banget!”
Pedang ini cukup populer. Bukankah ini keren? Pedang ini, belum digunakan di pertarungan. Mendengar suara ribut dari sini, Angela keluar.
“Aku pulang. Aku berhasil kembali tanpa terluka.”
“Masaru!”
Angela-chan, tanpa berlari atau memelukku, aku hanya disambut seperti biasa. Namun dia menunjukkan ekpresi senang. Itu sudah lebih dari cukup.
“Bagaimana penyelidikannya?”
Aku dibawa ke dalam dan membahas tentang itu di meja makan.
“Perjalanan pergi dan pulang sangat membosankan. Party B dan C yang memimpin jalan. Orang-orang itu mengalahkan monster yang muncul. Itu lebih mirip tur penjagaan hutan. Meskipun sekali ada sekelompok orc, itu selesai setelah aku menembakkan sihir 2-3 kali. Benar-benar mudah.”
“Benarkah? Aku lega tidak ada yang berbahaya.”
“Benar begitu kan? An-chan mengkhawatirkanmu dan berdoa untukmu setiap hari!”
Sister Matilda datang dan mengatakan itu.
“Ap?! Ak-aku tidak khawatir... Itu... “
Angela-chan memerah. Aku mengerti, kemungkinan besar death flag saat bertarung melawan naga hancur berkat doa priestess kawaii ini. Kalau Angela yang berdoa, aku rasa doa itu akan mujarab. Aku benar-benar tersentuh. Benar-benar gadis yang baik.
Angela-chan kawaii. Tentu saja dia populer. Aku pernah bertanya ke Matilda dan dia bilang “dia sangat populer. Kau tahu, dia punya banyak pengemar.” Priestess, perawat, pengasuh, dan cantik. Kenapa tidak ada tanda-tanda laki-laki yang mendekat? Ternyata bajingan-bajingan yang mencoba untuk mendekat sudah dinilai dan disaring oleh priest-sama, mantan templar yang sangat tangguh. Kalau aku sih, aku pendek, baby-face dan mungkin aku dianggap anak-anak dan tak perlu waktu lama aku disukai oleh orang-orang dan anak-anak di sini. Aku juga beberapa kali membantu di pusat kesehatan. Sekarang kembali ke topik utama,
“Benarkah? Kau mengkhawatirkanku eh? Kalau aku tidak benar-benar berterima kasih...oke ini oleh-olehnya.”
Dari item bag, aku mengeluarkan kotak kayu yang berisi daging naga 25 kg dan meletakkannya di meja.
“Kau tidak perlu terlalu memikirkan kami. Daging apa ini?”
“Naga.”
“Uwah?!”
Angela yang menegang menusuk-nusuk daging itu.
“Daging naga. Naga itu cukup menyulitkan.”
“Benarkah? Tadi kau bilang tidak ada yang berbahaya. Oh aku paham. Orang lain yang mengalahkannya kan?”
Sambil mengatakan “heh jadi ini daging naga?” dia melihatnya dengan seksama. Kenapa kau mengapa kau mengambil kesimpulan seperti itu. Aku harus menceritakan yang sebenarnya.
“Bukan. Aku aktif dalam pertempuran itu. Dengan Fire Magic-ku, naga itu terjatuh! Setelah mengalami luka dari jatuh itu, kami menang mudah!”
Tapi bukan aku yang membunuhnya.
“Menang mudah kau bilang, apa ini naga kecil?”
“Besar. Lebih dari 10 meter.”
“Kau bertarung melawannya? Kau Masaru?”
“Iya, aku bilang aku bertarung melawannya.”
“Kau bilang aman-aman saja, bahwa tidak ada yang membahayakan...”
“Meskipun aku hanya pembawa barang dan diberitahu tidak masalah jika aku tidak bertarung. Tapi kau tahu, naga ini hanya butuh waktu setengah hari untuk sampai ke sini. Aku diberitahu kota akan mendapatkan bahaya jika kami tidak mengalahkannya.”
Aku berharap dia percaya. Ini bukan karena aku terpesona dengan hadiah besarnya, benar-benar bukan.
“Masaru...”
Meskipun suasana sekarang tidak bisa dibilang bagus, dan kami dikeliling anak-anak. Jika hanya kami berdua saja, mungkin... mungkin? Apa mungkin? Tidak tidak. Kalau hanya berdua saja, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
“Lihatlah. Karena aku seorang wizard. Aku menggunakan sihir dari posisi yang jauh dan setelah naga itu jatuh, orang-orang baris depan yang membereskannya. Mereka orang-orang rank B dan berpengalaman dalam misi penaklukan naga,meskipun beberapa orang terluka, tidak ada yang mengalami luka serius.”
Si tank di Heal 6 kali sebelum benar-benar pulih, tapi dia tidak seperti mengalami luka serius.
“Kesampingkan itu, ini daging naga. Setelah bertempuran, semuanya makan ini. Ini sangat enak.”
“Tapi tidak apa-apa? Menerima sesuatu seperti ini? Daging naga adalah barang mewah!”
“Ya tidak masalah. Selain itu, ini memang bagianku. Karena kinerjaku yang luar biasa, aku mendapat potongan yang besar.”
“Tapi bagaimana memakannya? Aku tidak pernah memasak daging naga sebelumnya.”
“Ah itu, aku diberitahu kalau ini bisa di steak atau dibuat stew. Yang mana saja sama-sama luar biasa.”
“Steak dan stew?.... semuanya! Onii-chan membawa hadiah! Ini daging naga!”
Ah mereka tidak lupa melakukan itu kan? Anak-anak berkumpul dan mengucapkan terima kasih.
“Onii-chan, terima kasih!”
Seperti yang diharapkan, ritual itu tidak bisa ditinggalkan.
Setelah itu aku diajak untuk makan malam dan setelah makan aku pergi ke halaman untuk bercerita dan bercanda bersama anak-anak.
“Saat itu, bersama-sama dengan penyihir angin, kami terbang ke langit dan mengejar naga. Kami berdua mengejar naga yang terbang. Akhirnya aku selesai merapal dan ledakan besar mengenai sayap naga! Karena sayapnya terluka, naga itu jatuh. Namun pada akhirnya naga itu jatuh ke arah kami dan menyemburkan nafas apinya, aku segera...”
Anak-anak mendengar cerita dengan mata berbinar. Ya, mereka menikmatinya. Aku membumbui cerita itu sedikit, tapi sepertinya tidak masalah kan?
“Dan ini sisik naga.”
Aku mengeluarkan sisik itu dan menunjukkannya ke anak-anak.
“Wooooow.” “Naga! Keren!” “Hebat! Nii-chan! Nii-chan!”
Uahhahaha. Bagus bagus anak-anak. Berikan aku lebih banyak pujian! Angela-chan juga mendengar cerita dengan tatapan kagum. Dengan ini, aku terlihat lebih baik kan? Karena sebelumnya aku dianggap lemah. Yah kalau gak ada cheat, aku percaya aku tidak jauh berbeda dari anak-anak ini.
Angela melambaikan tangannya dan aku meninggalkan panti asuhan yang penuh semangat malam ini. Angela kawaii banget. Aku memikirkan itu sambil berjalan di tengah gelapnya malam. Berdasarkan intelijen anak-anak panti, aku bertanya secara rahasia, tampaknya tidak ada laki-laki yang dekat dengan Angela dan dengan segala cara, mereka ingin aku dekat dengannya. Meskipun aku pikir ada harapan, tapi untuk memulai, aku zero experience dengan cewe. Angela-chan, mungkin dia ramah dengan semua orang dan lebih baik jika aku bergerak dengan hati-hati dan tidak terburu-buru.

Suasana hati sedang baik, kembali ke penginapan, aku memikirkan tentang kegiatan besok. Setelah mengambil hadiah, aku akan mencari rumah. Aku ingin tahu apa ada agen perumahan di dunia ini? Tak terduga, aku akan mulai hidup mandiri. Di penginapan aku tidak seperti hidup sendirian. Tapi aku tidak pandai dalam pekerjaan rumah tangga dan aku bisa memasak sekedarnya. Rumah yang ada kebunnya akan lebih bagus. Aku ingin membuat kebun sayur. Dan maid! Aku mendapatkan informasi mengenai lokasi pedagang budak. Oh tidak! Aku tidak bisa menghentikan kegembiraan ini! Malam itu, setelah menulis laporan harian sambil berdelusi, tanpa sadar aku tertidur.

No comments:

DMCA.com Protection Status