NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 21 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

NEET dakedo Hello Work ni Ittara Isekai ni Tsuretekareta Chapter 21 Bahasa Indonesia

March 08, 2017 Beonovel

Volume 1, Chapter 21 – Hadiah Misi Penaklukan Naga
Keesokan harinya di guild. Di ruang yang besar, semua anggota berkumpul dan yang pertama di lakukan adalah membagikan hasil buruan. Drevin dan Tilika-chan juga ikut hadir untuk menjadi saksi. Dari item bag, aku mengeluarkannya berurutan untuk diverifikasi. Sebagian besar dikalahkan oleh Wings of Twilight atau Dawn Battleaxe, proses pembagian menghabiskan waktu yang cukup lama. Merujuk pada kartu guild, pembagiannya telah ditentukan. Sepertinya hasil buruan akan didistribusikan dalam bentuk uang.
Selanjutnya adalah pembahasan mengenai pembagian hasil dari naga. Siapa yang paling berperan aktif? Apa yang dilakukan dengan pembagiannya harus segera diputuskan. Untuk saat ini, untuk bagian transportasi sudah dipastikan mendapatkan 10 persen dan aku juga berperan dalam pertarungan, tidak masalah seperti untuk berharap banyak.
Untuk memulainya adalah membahas tentang kejadian dari pertarungannya. Kesaksian dari beberapa orang didokumentasi dengan teliti. Selanjutnya adalah diskusi pembagian berdasarkan hasil dokumentasi itu. Seperti yang diduga, yang berpartisipasi adalah aku dan Elizabeth, Dawn, Alipour dan Helllvaughn secara berurut. Diskusi semakin memanas saat membahas tentang persentase pembagian. Aku menghilangkan keberadaanku dan mendengar diam-diam. Ini sangat membosankan. Karena itu sudah cukup untukku, apa aku pergi saja? Aku ingin mencari rumah. Tapi seperti yang tidak bisa memberitahukan itu ke para adventurer yang sedang berdebat dengan serius dan aku hanya melihat saja. Tilika-chan ada di salah sisi ruang konferensi dan mendengarkannya tanpa ekspresi. Pertemuan seperti ini, tidak baik jika nantinya berakhir dengan perselisihan, sehingga petugas kejujuran dipersiapkan. Jika ada yang berbohong, itu akan langsung ketahuan, huh?
Akhirnya, tercapailah keputusan yang memuaskan untuk setiap orang. Berdasarkan keputusan itu, upah sedang dihitung. Pertama adalah hadiah dari misi, 200 Gold x 5 hari, totalnya 1000 Gold. 10% dari pengangkutan barang sebesar 3280 Gold. Keikutsertaan di penaklukan naga hadiahnya 2000 Gold. Hadiah penaklukan orc 50 Gold x 9 = 450 Gold serta 1200 dari hasil penjualannya. Dan terakhir, hadiah dari keberhasilan menaklukan naga sebesar 30000 Gold. Total keseluruhan dalah 37930 Gold. Selain itu, beberapa hari lagi hasil penjualan daging naga akan ditambahkan.
Meskipun aku seperti mempertaruhkan hidupku, aku hanya menembak naga sekali dan menghasilkan 30000 Gold. Aku senang karena hadiahnya lebih dari yang kuharapkan dan setidaknya jumlah ini memang pantas.
Jika naga muncul di kota, setidaknya akan memakan 10 atau 20 korban kan? Aku tidak bisa memperkirakan berapa kerugian dari kerusakan bangunan. Rasanya beruntung mereka memutuskan untuk langsung mengalahkannya. Kalau kejadian itu terjadi, mungkin hadiahnya akan meningkat.
Meski begitu, ini 37930 Gold. Simpananku menjadi dua kali lipat. Aku menerima koin-koin yang bergemerincing itu, memasukkannya ke item bag dan memastikan jumlahnya. 69879 Gold. Menurut Kreuk, harga budak sekita 40-50 ribu. Aku bisa membelinya dan uangku masih tersisa! Jika aku menyewa rumah, harusnya itu terlalu mahal. Belum lagi masih ada hasil penjualan naga dan segera satu budak, mungkin bisa dua…..
Aku bertanya ke resepsionis laki-laki tentang agen perumahan, dia bilang aku bisa mendapatkan info lebih lanjut dari Trade Guild. Saat aku menuju ke sana, aku bertemu dengan Elizabeth.
“Hei tunggu sebentar Masaru.”
Pandangan tajam. Dia bisa melihatku meskipun aku menggunakan Stealth. BTW sejak kembali ke kota, aku mengambil kembali skill Ninja Walk. Karena aku merasa tidak aman jika tidak ada skill itu.
“Ikut denganku jika kau ada waktu. Aku akan melatih sihir spesial untukmu.”
Itu bukan sekedar latihan, itu latihan spesial. Itu terdengar menyenangkan.
“Aku berencana untuk mencari rumah setelah ini….”
“Rumah? Kau membelinya? Kau menyewa kan? Baiklah, aku akan menemanimu.”
“Tidak apa-apa jika aku juga ikut, Masaru-dono?”
Seorang gadis berdiri di belakang Elizabeth. Aku ingat saat aku melihat wajahnya. Dia warrior perempuan dari Dawn. Kalau tidak salah namanya Narnia. Karena dia mengenakan pakaian kasual, untuk sesaat aku tidak menyadarinya. Rambut merah bergelombang yang panjangnya sebahu. Celana panjang yang memberi kesan tomboy, tapi dengan tinggi seperti model, kalau saja dia mengenakan pakaian yang sesuai, dia akan terlihat sangat feminim. Membawa pedang di pinggangnya, memberikan kesan yang tak kenal takut. Wajahnya cantik seperti cewe-cewe di film barat, aku yakin dia juga populer di kalangan wanita. Dia tipe yang akan kau panggil dengan sebutan ‘Onee-sama’.
“Ya tidak masalah.”
Apa ini yang mereka sebut dengan kencan? Tidak salah lagi, masa-masa populerku sudah tiba bagiku yang tidak memiliki pacar selama 11 tahun. Terima kasih Itougami! Hari ini aku menuliskan ucapan terima kasih di laporan harian.
Aku bertanya lokasi agen perumahan di Trade Guild yang ada di sebelah. Itu cukup dekat. Keluar dari, tiba-tiba Elizabeth mengatakan:
“Masaru, pakaianmu agak ketinggalan jaman.”
Luar biasa efek dari kata-kata itu! Hatiku seperti menerima damage yang besar.
“Hei Narnia, kau berpikir seperti itu juga kan?”
Elizabeth mencoba meyakinkan dengan bertanya ke Narnia. Padahal gadis ini hanya memakai jubah hitam ke mana-mana, apa haknya mengatakan itu! Bahkan di tengah-tengah kota dia mengenakan itu. Dia yang paling aneh.
“y-ya…. Itu sedikit, murahan kalau menurutku.”
Narnia seperti tidak enak menjawabnya. Pilihan kata-katanya tampaknya setuju dengan Elizabeth. Diberitahu seperti itu oleh Narnia yang stylish, aku merasa ingin menangis. Tentu saja ini pakaian murah. Baju ini kubeli di toko pakaian bekas setelah aku tiba di sini.
“Kalau kau mencari rumah dengan penampilan seperti itu, mereka akan menyulitkanmu! Ayo pergi beli pakaian sebelum itu. Kau punya banyak uang kan?”
“Itu, aku punya uang, tapi, bukankah Elizabeth yang lebih butuh pakaian?”
Aku tidak pernah melihatnya selain memakai jubah hitamnya itu.
“Apa ada masalah dengan pakaianku?”
“Kau selalu mengenakan jubah hitam!”
“Aku mengenakan pakaian yang bagus di dalamnya.”
“Heh?”
“Lihat!”
Tiba-tiba, Elizabeth membuka bagian depan jubahnya. Apakah dia ekshibisionis?! Itu yang kupikirkan, tapi di dalamnya ada pakaian normal. Baju putih dan rok hitam yang tampak dijahit dengan baik. Payudaranya…. Mungkin A atau B cup. Masih agak kurang kalau dibandingkan dengan Angela.
“Bagaimana? Aku berpakaian…..? Tunggu! Kau lihat kemana?!”
“Eh? Ah, aku tidak melihatnya.”
Sial. Apa ketahuan kalau mataku secara naluriah menatap dadanya?
“…. Baiklah. Kau mengerti? Poin utamanya adalah, karena jubah ini adalah pakaian tradisional penyihir, oke?”
“Kupikir aku tidak pernah melihat orang-orang mengenakan pakaian seperti itu di kota.”
Kenyataannya, ada orang-orang yang berpakaian ala-ala mage, tapi aku tidak pernah melihat yang berpakaian mencurigakan seperti Elizabeth.
“Penyihir di antara rekan-rekan pahlawan berpenampilan seperti ini. Ini tidak salah karena aku melihat ilustrasinya di buku!”
Ilustrasi apaan! Cosplay? Ini cosplay?!
Namun tampaknya Elizabeth memang memiliki obsesi yang luar biasa terhadap jubah hitam. Tanpa diminta, dia menceritakan banyak hal tentang jubah hitam, seperti berapa harganya, bahan apa yang digunakan, pertahanan sihirnya. Bukankah itu terdengar keren?
“Ya itu luar biasa Eli.”
Narnia, bukankah kau terlalu memanjakannya?.....
Aku dibawa ke toko pakaian, aku dipaksa terus mencoba pakaian sementara mereka terus berkata ‘yang itu’ atau ‘yang ini’. Aku dibuat kelelahan karena memakai berbagai pakaian dan kemudian membelinya. Elizabeth terlihat puas.
“Yup, tidak buruk kan? Kau terlihat seperti tuan muda yang kaya.”
“Ya, bisa dibilang cocok. Sudah pantas rasanya.”
‘Tentu saja, karena aku yang memilih!’ Kata Elizabeth. Diberitahu oleh gadis berjubah hitam rasanya tidak meyakinkan, tapi jika Narnia mengatakan itu, mungkin itu benar. Pakaian ini menghabiskan hampir 500 Gold, tapi rasanya nyaman saat dikenakan.
“Meskipun aku ingin melakukan sesuatu dengan rambutmu, tapi cukuplah untuk saat ini. Oke, let’s go!”
Dipimpin oleh Elizabeth, kami masuk kedalam agen perumahan. Kalau saja kami pergi untuk mencari rumah untukku, itulah yang kupikirkan. Tapi entah kenapa rasanya aku seperti medampingi  gadis bangsawan.
Hanya tertulis “Malt Company” di papan nama agen perumahan itu. Tidak seperti di Jepang, dimana informasi mengenai properti ditempel di seluruh jendela, orang-orang tidak akan tahu toko apa ini dari penampakannya.
“Well well. Apa yang anda cari hari ini?”
Saat kami masuk ke dalam, kami disambut oleh bapak-bapak yang berumur sekitar 40 tahunan.
“Saya kepala pegawai Malt Company, nama saya Bounce.”
“Sebuah rumah, aku ingin menyewa rumah.” Elizabeth mengatakan itu sebelum aku sempat mengucapkan apapun.
“Benarkah? Tipe rumah seperti apa yang anda cari?”
“Benar. Yang besar. Dan yang ada taman yang luas.”
Tidak tidak, tunggu sebentar Elizabeth.
Bounce, suara gemerisiknya mencari-cari dokumen sambil melihat sekilas ke sini, dan…..
“Bagaimana dengan yang ini?”
Mengatakan itu, dia memberikannya ke Elizabeth. Meskipun dia mengenakan jubah hitam, Elizabeth adalah pembeli dan aku pengawalnya?.....
Kami melihat properti yang disarankan bersama-sama. Besar. Sepintas itu terlihat seperti mansion. Ruang-ruangannya dilukis di dokumen itu. Bagaimanapun kau melihatnya, ini bukan rumah untuk ditempati sendirian.
“Hmm. Tamannya agak kecil, tapi rumahnya tidak buruk, kan?”
Tapi ini berlebihan.
“Tidak, yang lebih kecil. Ak-aku berencana untuk tinggal sendirian.”
Aku menekankan pada bagian itu.
Selanjutnya dia menunjukkan properti biasa. Sebuah rumah terpisah (detached house) dengan taman. Bangunan dua lantai, apa ini yang mereka sebut 3LDK? Tampaknya ini rumah untuk keluarga dengan kamar mandi dan taman yang luas. Ini juga tidak buruk.
“Yang ini kecil.”
Standar Elizabeth aneh. Tanpa mendengar apa yang dia katakan, kami ditunjukan properti lain.
Sudah dua properti yang di tunjukkan, pilihan bertambah. Sekarang dia sedang menunjukkan yang ketiga. Untuk memandu, kami mengikuti seorang anak muda.
“Rumah besar lebih baik. Seperti yang itu, tidak ada ruang cukup untuk pesta.” Elizabeth terlihat tidak puas dengan properti yang dimaksud. Tidak, itu karena tidak cukup besar untuk pesta.
“Hei, aku memikirkan ini, apa mungkin Elizabeth anak dari orang terpandang?”
Aku diam-diam bertanya ke Narnia.
Karena dia terlihat seperti gadis muda yang kaya yang benar-benar tidak punya masalah dengan materi. Dari pemikiran itu, mungkin dia dari keluarga kaya.
“Ya, hmm… namun sekarang dia hanya adventurer dan urusan keluarga ojou-sama sedikit…..”
“Tidak, maaf, aku menanyakan yang bukan urusanku.”
Dan dia akhirnya memanggil Elizabeth dengan ojou-sama, apa ini memang memberi kesan seorang puteri dari keluarga terpandang dan pendampingnya?
Melihat sekeliling properti ketiga, aku memilih properti yang ditunjukkan kedua. Rumah terpisah dua lantai 3LDK dengan bathtub dan taman. Sewa bulanannya 900 Gold wajar menurutku. Di dunia lain ini, bathtub masyarakat biasa adalah yang ada di pemandian umum. Hanya sedikit rumah yang memiliki bathtub. Ada taman dengan ukuran yang wajar dan dilengkapi dengan perabotan di dalamnya, jadi itu bisa langsung ditempati. Tamannya penuh dengan rumput liar dan ruangannya perlu dibersihkan. Sumur airnya bersama, tapi itu dekat dan karena itu juga dekat dengan penginapan tempatku tinggal sekarang, jadi tidak masalah makan di luar.
“Kau masih punya uang dan akan lebih baik jika kau memilih rumah yang lebih besar.”
Elizabeth masih mengatakan itu.
“Aku tinggal sendirian. Ini cukup besar.”
Aku dan orang lain, dengan asumsi aku mempekerjakan seorang maid. Dan hentikan itu! Aku mulai lelah berjalan kesana-kemari mencari rumah. Untuk rumah sewaan, kalau aku tidak senang, aku bisa pindah. Kami kembali ke Malt Company dan menandatangani kontrak. Kontrak dimulai dari besok tapi tidak ada masalah jika ditempati mulai dari hari ini. Aku membayar sewa 3 bulan dan menerima kuncinya. Tampaknya tidak ada sistem deposit keamanan dan uang kunci. Aku akan dikenakan denda jika meninggalkan rumah dalam keadaan rusak atau sangat kotor. Aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap orang yang hobinya menunggak biaya sewa?
Mengingat sudah dekat dengan tengah hari, kami bertiga makan siang di restoran.
“Perabotan sudah ada. Sekarang tinggal bersih-bersih.”
Elizabeth memalingkan wajahnya ketika mendengar kata bersih-bersih. Tampaknya dia tidak berniat membantuku.
“Bagaimana kalau mempekerjakan seseorang? Kenapa tidak mengajukan permohonan untuk misi bantuan pekerjaan rumah di guild?”
Oh iya. Aku tidak perlu melakukan itu. Aku rasa anak-anak di panti asuhan Angela-chan ada yang mencari pekerjaan paruh waktu. Mungkin aku akan bertanya. Kalau hanya membersihkan rumah, itu akan mudah.
“Apa yang akan kau lakukan setelah ini? aku akan ke tempat kenalanku untuk meminta bantuan.”
“Oke. Ini bukan waktunya untuk berlatih sihir, jadi aku akan pulang ke rumah.”
“Bantu ber…..”
“Ada hal yang harus kami lakukan!”
Tampaknya mereka sangat enggan. Dan kemudian mereka cepat-cepat kabur. Narnia menunduk dengan cepat dan melambaikan tangannya. Aku mendengar Elizabeth dan teman-temannya libur seminggu. Dia pisah dengan keluarganya, aku yakin dia akan datang lagi. Dan aku sudah bertanya dimana penginapan yang dia tinggali.
Aku tiba di panti asuhan, dan dikelilingi oleh anak-anak saat sedang mencari Angela. Sepertinya shift siang sudah berakhir. Dipandu oleh anak-anak, aku segera menemukan anak-anak.
“Oh? Ada apa hari ini?”
“Yah, aku perlu bantuan.”
Kebetulan, aku datang untuk memuja wajah cantik Angela. Hari ini senyumannya indah seperti biasa. Dadanya juga besar.
“Kau mengenakan pakaian bagus? Yup, itu cocok denganmu.”
Angela-chan segera menyadari perubahan penampilanku dan memujiku. Senang rasanya. Apa ini diterima dengan baik oleh perempuan karena dipilih oleh perempuan juga?
Aku tahu ini pakaian mahal, tapi aku tidak tahu jika ini cocok denganku atau tidak.
“Ya…. Aku menyewa rumah….” Aku menjelaskan situasi dengan formal.
“Apa, kalau begitu, kami bisa membantumu dengan gratis.”
“Tidak tidak. Kali ini aku mendapatkan bayaran yang lumayan. Aku ingin menggaji mereka seperti kerja paruh waktu.”
“Begitu. Bagaimana kalau segini….” Dia menunjukkan jumlahnya.
“Bukankah ini terlalu rendah?”
“Ini pekerja anak-anak. Ini sudah harga pasaran.”
“Aku akan memberikannya segini.”
“Baiklah, berikan segini untuk anak-anak dan sisanya akan disumbangkan ke panti asuhan. Tidak baik untuk anak-anak membawa uang sebanyak itu.”
Upah pekerja anak-anak sangat rendah. Setengah hari mereka dibayar 5 Gold. Itu 500 yen, 500 yen! Itu uang saku harian anak kecil di Jepang. (TL: uang jajan ane sehari gk lebih dari 50 yen~.)
Tidak, itu karena mereka masih anak-anak. Aku mempekerjakan 10 anak-anak untuk membersihkan ruangan dan rumput liar di kebun. Mereka membawa alatnya dari panti asuhan. Upah masing-masingnya 5 Gold ditambah 100 Gold untuk panti asuhan.
Persiapan sudah dilakukan, aku membawa anak-anak dan menuju ke rumah.
“Tinggal sendirian, tapi kau menyewa rumah sebesar , huh?”
Angela-chan melihat rumahku dan berkomentar. Meski begitu, itu reaksi yang wajar. Si Elizabeth saja yang aneh.
“Ah ya. Aku ingin taman yang luas. Dan ada bathtub-nya juga.”
Aku tidak bisa mengatakannya dengan jujur bahwa aku berniat untuk membeli budak untuk dijadikan maid.
“Enak ya punya bathtub.”
Sepertinya dia puas dengan penjelasan itu. Masuk ke dalam rumah, Angela-chan dengan cepat memberikan instruksi kepada anak-anak dan memutuskan pembagian pekerjaan. Aku dan 3 anak membersihkan rumput liar di kebun. (TL: ya kebun itu sama dengan taman/garden, ane sebut kebun karena Masaru berencana menanam sayur di situ.)
Angela dan sisanya akan bertanggung jawab untuk bersih-bersih bagian dalam.
Aku pernah membersihkan rumput liar di rumah orang tuaku dan aku terbiasa dengan itu. Karena aku tidak punya alat, aku mencabutnya dengan tangan kosong. Apa karena efek dari meningkatnya statusku? Jelas terasa tenagaku bertambah dan aku tidak kelelahan sama sekali. Aku membersihkan rumput liar dua kali lebih cepat dari kecepatan anak-anak. Tapi kebun ini luas dan ini butuh waktu. Sehingga mustahil bisa langsung bersih, sementara mereka beristirahat, aku terus membersihkan.
Saat sudah hampir malam, kebun sudah bersih dan bagian dalam rumah berkilauan. Sulit dipercaya karena beberapa saat yang lalu itu masih tertutup debu. Kerja bagus. Sementara aku melihat-lihat, tiba-tiba aku menyadari, bukankah lebih baik jika menggunakan sihir Cleanup. Meskipun ini luas, sepertinya cukup  dengan MP ku. Oh ya, mencabut rumput liar mustahil dilakukan dengan sihir dan setelah melihat betapa senangnya anak-anak yang menerima uang, aku rasa ini lebih baik.
“Terima kasih, ini jadi benar-benar bersih.”
“Dan mereka mendapatkan upah yang tepat. Tidak masalah jika kau meminta kami lain kali.”
“Ya tentu saja. Bagaimana kalau ngeteh setelah ini?”
Meskipun aku bilang teh, tapi itu teh pemulih MP dari Angela-chan.
“Kami harus mempersiapkan makan malam, jadi aku hari kembali sekarang.”
Aku sudah memberanikan diri untuk mengajaknya, tapi tidak berhasil?.... yah lagipula hari ini ada 10 anak-anak di sini.
“Kau boleh berkunjung setiap saat.”
Angela-chan membawa anak-anak kembali dan aku tidak sendirian di rumah. Gak enak kalau gak ada ranjang, tapi apa masih ada toko yang buka? Jam tutup toko di kota ini lumayan cepat. Apa besok saja? Ini sudah hampir waktu makan malam, apa aku makan di Dragon Breath Pavilion saja? Aku harus memberitahu ibu pemilik penginapan kalau aku akan pindah.

Hari itu aku tidur dengan kantong di atas tempat tidur. Memang sih ranjang tipis di penginapan terasa kurang nyaman, tapi tidur langsung diatas kayu tempat tidur tidak lebih baik dari itu. Besok aku akan membeli ranjang yang lembut dan halus seperti yang kugunakan di rumah orang tuaku. Aku berjanji.

No comments:

DMCA.com Protection Status