Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 6 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Netooku Otoko no Tanoshii Isekai Boueki Chapter 6 Bahasa Indonesia

March 27, 2017 Christian Tobing

Translator: Kiryuu Ichiko
Editor: CTian


Chapter 6: Peri di kuil dunia lain

“Sarudinera!”

Kuil ini dibangun didepan alun-alun kota. Bangunannya besar, lebih mirip gereja malahan dibanding kuil. Disini terdapat simbol relif dari roh agung yang terletak di pintu masuknya (Motif Sapi, Ular , dan Burung yang misterius ini membentuk huruf “U”), saat kami berjalan disekitar pintu masuk, seorang wanita yang berpakaian mirip pendeta menghampiri serta menyalami kami

“Sarudinera! Lama tak jumpa, Shello, Rebecca!”

Sang pendeta menyapa Shello-san dan Rebecca-san dengan nada bersahabat.
………Yah, aku mengunjungi kuil ini untuk masalah yang lebih penting. Aku harus mengatur pikiranku dalam masalah ini terlebih dahulu.
Sang pendeta adalah seorang wanita muda yang ramping yang mengenakan jubah hijau besar. Diatas jubahnya didesain menyerupai bunga melati dengan warna merah, putih, dan hijau. Rambut pirangnya yang cerah memanjang hingga pinggangnya. Matanya sipit, kulitnya putih dan matanya hijau……dan, yang istimewa adalah telinganya yang panjang.
…….Tolong jangan katakan itu lagi!
Saat aku melihat Dwarf dan Hewan berbentuk manusia berjalan di jalanan kota, tak pernah terpikirkan olehku kalau itu mungkin!
Terlihat Seperti dunia fantasi entah bagaimapun ku melihat! Kalau demikian, inilah kesimpulan yang kubuat.
Dengan kata lain, pendeta itu ,telinganya yang panjang.
Dia Elf! Tak salah lagi dia Elf!
Elf yang selama ini hanya dalam imajinasiku, kini menjadi nyata! Aku akhirnya dapat menemukannya! Kota dengan Elf akhirnya kutemukan! U~oooooooooooooooooooo!!!!
Aku sangat menyukai Deedlit!!

“Apakah dia orang yang ingin mendapatkan berkat itu?” 
“Aa, ya.Namanya Jirou. Kuserahkan dia padamu. Apa yang kau takutkan Jirou? Apa nona  pendeta ini tipemu? Hahaha.Meskipun Kelihatannya muda, nona pendeta ini mungkin lebih tua dari ibumu tau. Memang, dia masih terlihat seperti ini saat aku mendapatkan berkatku, saat aku masih menjadi anak nakal,te-sakit tau!”[Shello]

Saat ingin memberitahukan umurnya, nona pendeta elf ini menjewer kuping Shello-san.
Kukira Elf itu ras yang tak memikirkan usia. Moe sekali.


“Lalu Jirou-san, kau tak usah terlalu gugup. Santai saja. Aku akan melakukannya dengan b-a-i-k.”

Elf ini terlihat seperti roh agung. Ia tak memberikan hawa seperti makhluk-makhluk di hutan itu.
Tubuhnya pendek dan manis jadi ini sangat menguntungkanku. Bercanda.

“Tolong hentikan lawakanmu,bisakah kita mulai sekarang?Jirou-san, tolong menuju ke altar.”

Aku diajak naik kesebuah altar yang agak tinggi. Aku berdiri dihadapan Pendeta-chan yang manis ini (Walaupun umurnya sudah sekitar 50 tahunan). Aku berdiri sedikit dekat dengan Pendeta-chan. Aku dapat mencium bau yang harum dari dirinya. Itu sangat menggairahkan bagi perjaka 21 tahun sepertiku, Pendeta-chan.
Khayalan yang dipenuhi bunga-bunga yang mekar masuk dalam pikiranku, Sang pendeta pun menutup matanya dan mulai melafalkan sesuatu seperti mantra. Nampaknya ritual pemberkatan telah dimulai.
Saat dia menyelesaikan mantranya, Ia mengangkat tanganku. Aku pun mengangkatnya dengan heran.
Saat dia menanyakan namaku, umur serta genderku, aku hanya menjawab, 

”Jirou Ayase, 21 tahun, Pria.”

Setelah beberapa saat, kedua tanganku  disinari oleh kehangatan serta cahaya yang tiba-tiba memenuhi area ini namun langsung berhenti.


Sang pendeta itupun menghembuskan nafasnya dan kemudian berkata.

“Selamat. Le Baraka mengakuimu sebagai putranya dan menganugerahimu berkat. Mulai sekarang Roh Agung akan mengawasimu setiap saat, akan membantumu, dan akan memberimu petunjuk. Kamu akan diberikan kehidupan yang sukses.
“T-Terima kasih?”

Aku bingung. Memangnya pemberkatan sesingkat ini? Kuakui seperti tak ada yang berubah sama sekali.
Aku tak merasa ada yang berubah setelah pemberkatan.
Apakah kalau orang dunia lain itu berbeda?

“Jirou, bagaimana? Apa bakatmu?”[Shello]
“Berapa kalipun aku melihatnya, ini tetaplah menarik!”[Rebecca]

Shello-san dan istrinya terlihat ingin mengetahui bakatku secepatnya.
Yah tapi, tak ada yang berubah .Memangnya apa yang sedang terjadi?


“Jangan buru-buru, Shello dan Becky*. Dia belum tau cara membaca bakatnya…..Jirou-san. Konsentrasi. Cobalah sebut [Bakat, Bakat, Bakat…].Dengan itu kau bisa melihat apa bakatmu. Meskipun agak lama, kamu bisa memakainya suatu saat. Sampai kamu bisa menggunakannya, kamunarus 'Mengeluarkannya' segera.”
(*Rebecca)

Penjelasan lain yang tidak jelas lagi. Apakah ini seperti yang dijelaskan Rebecca-san waktu itu?Tapi, tak ada cara lain selain mencobanya.

“Bakat, Bakat, Bakat…” [Ayase]

Saat aku mengucapkannya, sesuatu yang terang seperti sebuah logam muncul tepat di depan kedua mataku. Meskipun aku terkejut saat papan itu keluar tanpa diduga, bentuknya mirip seperti dugaanku.
Inilah yang tertulis dalam papan itu.

[Nama]
-Jirou Ayase
[Umur]
-21 tahun
[Jenis kelamin]
-Pria
[RAS]
-Manusia
[Bakat]
-Ahli pedang
-Penyihir
-Pandai Besi
-Tukang
-Pengecoh
-Pedagang
-Koki
-Sarjana Perhiasan
[Pekerjaan]
-Orang bijak dari dunia lain (Sang Pustakawan)
<Skill>Perjalanan ke dunia lain(Sang Penjelajah)
<Skill>Kaidah tentang alam semesta(Sang Pengkaidah)
<Skill>Cermin kebenaran(Sang penghakim)
[Petunjuk Sang Baraka]
·         Berterimakasihlah Pada Si Pemburu 0/2
·         Cobalah menggunakan cermin kebenaran 0/1

Bakat tsu~!Terlebih, kelihatannya aku bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus juga…
Diatas itu semua, Petunjuk sang Baraka…Mungkinkah ini, sesuatu semacam “Quest”didalam RPG?Ini sepertinya petunjuk untukku agar menyelesaikannya. Untuk beberapa alasan, semua tulisan ini menggunakan bahasa Jepang.
Shello-san dan Rebecca-san terlihat kaget. Bagaimana dengan Sang pendeta yang punya wajah manis itu? Aku memikirkannya di pikirkanku, menyusunnya,  bagaimana wajah manisnya. Jika aku adalah Don Juan, aku pasti memberinya 20 hit.

“Etto,aku rasa pekerjaan ini cocok untukku. Disini banyak pilihan pekerjaan….Ahli pedang, Penyihir, Pandai besi, Tukang, Pengecoh, Pedagang, Sarjana perhiasan….” [Ayase]
“Se-sebentar Jirou. Apa maksudnya ini? Ini semua pilihan untuk bakatmu??”[Shello]

Rebecca-san mendengar dengan wajah bingung dan ada beberapa tanda tanya dikepala Shelo-san. Sang pendeta menanyaiku dengan ekspresi yang bercampur aduk.

“Jirou-san……8 pilihan ini sesuai bakatmu?”
“Etto, ya. Semuanya…..Kata-kata inilah yang tertulis jadi tak salah lagi….”[Ayase]
“Ya…Sebenarnya, Satu orang hanya memiliki 1 pilihan. Sewaktu-waktu kami mendapati orang dengan 2 pilihan namun rasionya 1:10, orang dengan 3 pilihan rasionya 1:100, dan orang dengan 3 pilihan pun rasionya hanya 1:1000 orang….Bukan apa-apa, tak ada seorangpun yang memiliki 8 pilihan sekaligus. Hingga “Phantom of Archmage” saja hanya memiliki 6 pilihan…..Aa”

Pupilnya pendeta-chan bersinar tampak seperti memanggil sesuatu. Apa ini, Apa ini?!. Tolong jangan mendadak gini. Hatiku tak siap menghadapinya!

“Kebetulan…apa kamu dapat pekerjaan juga?”

Apa yang sebaiknya kulakukan….

Previous Chapter - Daftar isi - Next Chapter

No comments:

DMCA.com Protection Status