Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 9 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ore no Pet wa Seijo-sama Chapter 9 Bahasa Indonesia

March 21, 2017 Exicore

Chapter 9: Mencari Rumah

Translator: Raisen
Editor: Kirz


Orang yang barusan keluar dari Rumah Besar itu namanya Kashin Sankeeray. Dia merupakan salah satu bangsawan dan di Negara ini disebut dengan gelar Baron*. Sebelum sampai di sini, Calcedonia telah menjelaskan sedikit tentang Kashin kepada Tatsumi.

(TL Note : Tingkatan pangkat kerajaan terendah)

Ngomong-ngomong tentang Kashin, dia saat ini masih membungkukkan badannya terhadap Calcedonia.

Meskipun 'Baron' merupakan tingkat terendah disini, tetaplah merupakan seorang bangsawan. Melihat dia membungkuk ke Calcedonia tanpa ragu-ragu membuat Tatsumi sekali lagi sadar akan status Calcedonia di Negara ini.

“Hamba kecil ini mengucapkan selamat pada yang mulia atas kabar yang sangat menggembirakan ini! Rupanya yang mulia <Holy Maiden>-sama, akhirnya menikah juga. Kalau berita ini sampai tersebar, bisa dibayangkan betapa banyaknya para pengikut yang turut akan senang. Dan tentunya juga diriku, Kashin Sankeeray meneteskan air mata ketika mengetahui keputusan nona ini.”

“Ma-maafkan aku, tuan Sankeeray, tapi aku masih belum memutuskan untuk menikah…”

Meskipun ia terlihat canggung, Calcedonia menoleh ke Tatsumi di belakangnya dengan tatapan dalam dan bermakna.

Tahu kalau ia diliati, Tatsumi hanya diam dan terus mengamati Calcedonia. Karena, orang di depan Calcedonia adalah seorang bangsawan. Kalau Tatsumi, yang hanya rakyat biasa bertindak tidak senonoh, nanti bisa menyinggung Kashin.

“Oh? Jadi begitu? Tapi bagi yang mulia, seorang pendeta meninggalkan kuil dan mencari rumah baru, apa berarti yang mulia akan menikah tidak lama lagi?”

"Oya? Begitukah? Tapi seorang pendeta seperti yang mulia, meninggalkan kuil dan mencari rumah baru, apa itu bukannya yang mulia akan menikah tidak lama lagi?"

“Y-Yaa… a-aku, berharap begitu sih tapi…”

*mengedip *mengedipkan mata

Lagi-lagi Calcedonia menoleh sambil mengedipkan matanya, mengkode kearah Tatsumi. Tatapannya seperti serasa tatapan bahagia… pikir Tatsumi

"Kenapa yang mulia bisa berfikir seperti itu! Tidak ada seorang pun yang tidak bahagia untuk memiliki wanita seperti yang Mulia, sebagai pasangan hidupnya! Emm Ngomong-ngomong..."

Kashin melihat kesana kemari dengan gelisah.

“Apa calon suami yang mulia Calcedonia-sama tidak ikut bersama yang mulia hari ini?”

“Ah tidak, hari ini dia…”

Calcedonia akhirnya menghadap ke Tatsumi. Dan dengan begitu, Kashin akhirnya menyadari akan keberadaan Tatsumi.

“Hmm! Orang ini…?”

“Ya, orang ini…”

“Oh! Begitu rupanya! Jadi ini pelayan yang mulia yang baru!”

“Iy… apa? Bu-bukan dia bukan pelayan────“

Alis cantik Calcedonia seketika menyempit membentuk kerutan. Tapi tanpa tahu perubahan itu, Kashin tetap bicara non-stop setelah menyelanya tadi.

“Tapi, memiliki 1 pelayan saja, tidak cukup kan untuk mengurus kegiatan-kegiatan rumah. Kalau yang mulia bersedia, hamba bisa mencarikan maid-pelayan lain?”

“Gak! Gak perlu!!!”

Tanpa memerhatikan nada bicaranya, Calcedonia langsung menolak Kashin. Tidak tahu mengapa suasana hatinya menjadi buruk, Kashin mulai menjadi gugup.

“Ba-baiklah jadi, bagaimana kalau kita lanjut ke topik utama hari ini? Seperti yang mulia minta sebelumnya, aku telah memilih beberapa rumah besar yang cocok dengan selera yang mulia. Mari, ke sini… Ah! Beri saya waktu untuk persiapkan kereta angkutan dulu. Jadi tunggu sebe—“

“Gak, gak apa jalan saja! Tolong cepat dan tunjukan jalannya!”

Calcedonia terus menatap Kashin dengan mata tajamnya.

“Ba-baiklah kalau itu yang mulia inginkan… ma-mari, ke arah sini….”

Kashin mulai berjalan panik setelah merasakan aura mengerikan yang dikeluarkan oleh Calcedonia.

Setelah menatap Kashin beberapa saat, Calcedonia lalu mengalihkan pandangannya dan membungkuk ke Tatsumi. Dan karena itu, ahoge di kepalanya ikut bergoyang.

“A-aku minta maaf. Karena dia memanggil master dengan sesuatu seperti pelayan…”

“Ah, gak apa-apa. Yah jugaan penampilanku ini terlihat biasa. Jadi gak aneh kalau ada orang yang salah sangka.”

Tatsumi memiliki penampilan yang normal. Rupanya, Standar Penilaian orang-orang di dunia ini tidak jauh beda dengan dunia lamanya.

Dibandingkan dengan Calcedonia yang dipanggil <Holy Maiden> dan dapat membuat bangsawan berlaku sopan di depannya, Tatsumi paling banter cuma bisa disebut <rakyat A>.

“Yuk, kita sekarang ke sana. Jujur, aku juga penasaran rumah apa yang bakal ia tunjukkan.”

Tatsumi berkata dengan nada santai, untuk mengembalikan mood Calcedonia. Dan Calcedonia langsung tersenyum.

“ufufu. Aku jadi lega.”

“Eh? Karena apa?”

“Waktu aku melihat master di mimpiku, master selalu terlihat suram. Master terlihat seperti orang yang putus asa. Tapi sekarang, master tersenyum senang seperti ini.”

Setelah diberi tahu Calcedonia,  Tatsumi baru sadar kalau ia sedang tersenyum.

Sejak kemarin kedatangannya ke dunia ini, Tatsumi banyak sekali bercakap-cakap.

Walaupun itu hanya bersama Calcedonia dan Giuseppe, sudah lama semenjak ia berbicara sebanyak ini. Atau lebih tepatnya, ia tidak pernah lagi bicara seperti ini semenjak burung beo peliharaannya Chiiko mati.

Ia juga sadar, kalau alasan ia dapat tersenyum seperti ini adalah karena ia dapat bertemu kembali dengan Chiiko.

Belum sehari sejak bertemu dengan Calcedonia. Tapi dari tingkah dan aura yang dibuatnya, ia yakin kalau sensasi itu mirip dengan yang dialaminya ketika bersama Chiiko bertahun-tahun.

Di dalam hati Tatsumi, karakter Calcedonia sudah menyatu dengan karakter Chiiko, sehingga kini ia menganggap Calcedonia sebagai keluarganya tersayang, yang paling penting.

Seperti di masa lalu, dia sekarang berada di sisinya. Membuatnya sangat senang dan sangat gembira.

Karena itu, Tatsumi dengan jelas menjawab ke Calcedonia, ke Chiiko miliknya──

“Iya. Alasan aku senyum seperti ini, karena Chiiko berada di sisiku.”

“Ma…Master…”

Mata ruby Calcedonia berkaca-kaca, dan badannya kembali panas. Memandang matanya dekat seperti ini, muka Tatsumi juga menjadi merah.

Sementara dari agak kejauhan, Kashin kebingungan melihat kedua orang tersebut saling pandang memandang.





**





Tempat yang ditunjukkan Kashin dari tadi,  berjarak sekitar 15 menit dari tempat tinggal Kashin. Di sebuah area dimana berkumpulnya Rumah besar berada.

“Di area ini, hanya bangsawan kelas tinggi seperti Marquis* yang dapat tinggal. Tentu bagi Calcedonia-sama, tidak akan ada yang komplain jika yang mulia tinggal di sini.”

(TL Note : Tingkatan pangkat kerajaan diatas Count tapi dibawah Duke)

Seperti biasa, Kashin kemudian tersenyum.

Tapi Tatsumi, ia mengabaikan tingkah Kashin karena lebih terpana dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.

Tiap-tiap Rumah di sini terlihat begitu besar. Walau tamannya begitu luas, tapi tetap terpelihara dengan baik. Ia tahu bahwa taman merupakan simbol dari status seseorang, taman-taman tersebut dipangkas dan dijaga dengan desain yang rinci.

────Tapi kalau diingat lagi, di Jepang taman umumnya ditempatkan di halaman dalam. Sedangkan di Eropa mereka biasanya menempatkannya diluar supaya bisa dilihat semua orang.

Sambil berpikir seperti itu, Tatsumi terus melihat-lihat bangunan-bangunan dan taman di sekelilingnya.

“Okeh, jadi rumah* yang saya maksud adalah ini.”

(TL note : Di sini ‘rumah’ maksudnya sejenis Manor, rumah besar dengan halaman besar yang dipakai para aristokrat kerajaan)

Rumah yang ditunjuk Kashin ke mereka adalah rumah besar yang tidak kalah besarnya bahkan di area orang kaya──lebih tepatnya, Rumah Aristokrat*.

(EDN: Simpelnya, Rumah para keturunan ningrat atau bangsawan)

“Mansion ini awalnya dimiliki oleh seorang Marquis yang sangat berpengaruh. Tapi ternyata Marquis tersebut diam-diam melakukan perdagangan budak. Tidak lama kemudian Ia ketahuan oleh pihak kerajaan, sehingga status serta harta kekayaannya disita… seluruh keluarganya di penggal. Sejak saat itu, Rumah Besar ini menjadi kosong.”

“Se-seluruh keluarganya di penggal?”

Tatsumi kaget mendengar perkataan mengejutkan Kashin yang ia katakan dengan ekspresi yang sangat santai.

Tapi bukan hanya Kashin saja yang santai, Calcedonia juga tidak terlalu terlihat kaget. Itu artinya, hukuman ini memang hukuman yang umum dilakukan bagi kejahatan berat di kerajaan ini.

“────dan, tentang harganya. Karena ini dari Calcedonia-sama yang membeli, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengurangi harganya────“

Meskipun Kashin bicara tentang harga, bagi Tatsumi yang tidak kenal nilai uang di sini, ia tetap saja tidak dapat mengerti apa harga itu termasuk sudah murah atau masih kemahalan.

Yaah, karena Rumahnya semegah ini, tidak mungkin juga harganya bisa murah. Tapi terlepas dari masalah harga, ada sesuatu yang tidak mengenakkan Tatsumi.

“Chiiko… bisa bicara sebentar?”

Menyela pembicaraan, Tatsumi dengan kaku menarik lengan Calcedonia dan membawanya sedikit menjauh dari Kashin.

“Hey, Rumah Besar ini… umm… cuma aku sama Chiiko aja yang tinggal di sini kan? Apa Giuseppe-san juga ikut disini?”

“Enggak, kakek sudah punya rumahnya sendiri.”

“…Nah karena itu…dilihat dari mana pun, Rumah ini sepertinya terlalu besar bagi kita…”

Tatsumi sekali lagi melihat Rumah Besar tersebut. Bagaimanapun dilihat, sepertinya disana ada 10 lebih ruangan. Sangat tidak mungkin bagi penduduk normal di jepang, seperti Tatsumi, untuk tinggal dirumah sebesar ini, disaat mereka hanya sedang berdua.

Mansion sebesar ini, perawatannya pasti tidak mudah. Bahkan kalau mau membersihkannya, hanya dengan 2 orang saja, sehari pun tidak akan cukup.

“Karena itu, gimana kalau kita nyewa pelayan seperti saran Kashin tadi aja?”

“Ti-tidak… kalau bisa… aku mau kita berdua saja…”

Sambil menutup wajah merah dengan telapaknya, Calcedonia berkata pada Tatsumi dengan mata memohon.

“N-nah kalau gitu bukannya rumah kecil saja sudah cukup? Dan wilayah ini kan area aristokrat, gimana yaa bilangnya, aku nggak bisa bebas disini… dan juga kurasa, aku tidak bisa tenang di sini.”

“Baiklah aku mengerti!! Aku akan menyampaikan keinginan Master pada tuan Sankeeray!!”

Calcedonia tersenyum manis, dan kembali lagi ke Kashin.

Sepertinya Kashin merekomendasikan beberapa bagunan besar pada Calcedonia, tapi dengan permintaan Tatsumi, Calcedonia menolaknya.

Kashin pun akhirnya melanjutkan berjalan, sambil menahan kesabaran. Sementara Tatsumi dan Calcedonia mulai berjalan mengikutinya.






**






Setelah itu, Kashin membawa mereka ke beberapa tempat, tapi tidak ada yang membuat mereka puas.

Semua rumah yang ditunjukkan Kashin kepada merupakan golongan tipe rumah besar, dan tidak ada yang berada di luar area aristokrat tersebut.

Semua rumah pilihan Kashin, semuanya tidak ada yang menjadi selera Calcedonia. Jadi dia agak kebingungan.

“Se-seperti apa tempat tinggal yang diinginkan yang mulia sebenarnya…?”

Dan Kashin tetap, menjaga senyum palsunya untuk menghargai keinginan Yang Mulia nya.

“Masterku ingin rumah dengan skala kecil. Seperti tempat tinggal para rakyat biasa.”

“Ra-rakyat biasa!!? Maaf, tapi akan kah baiknya Rumah yang lebih besar diperlukan bagi Calcedonia-sama dan Morgeinich-sama untuk tinggal? Saya kira yang mulia juga akan merayakan pesta, jadi rumah rakyat biasa tidak akan…”

“Maaf, tuan Sankeeray. Kenapa kok menyebut nama Morga? Bagaimana bisa aku tinggal dengan Morga?”

Mendengar perkataan Calcedonia, Kashin menjadi tidak dapat berkata-kata.

“Ti-tidak maksudku….... hah? Bukannya, calon suami yang mulia adalah tuan <Freedom Knight> seperti rumor-rumor yang beredar…?”

“Bukan, itu salah. Orang yang akan tinggal bersamaku bukan Morga tapi──“

Calcedonia kembali ke sisi Tatsumi dan memeluk tangannya seakan ingin menenggelam ke dalam dada besarnya itu.

“….Tatsumi Yamagata-san di sini. Orang ini adalah masterku.”

Setelah mencuapkan ini, Calcedonia melihat Tatsumi dengan gembira.

Kashin yang melihat itu, tetap memandang mereka dengan dagu yang menganga seakan langit telah jatuh di kepalanya.

Kashin mengira jika yang menjadi pasangan pernikahan Calcedonia adalah <Freedom Knight> tuan Morgeneich Tychors seperti rumor-rumor yang telah beredar.

Dari dulu selalu ada rumor yang mengatakan kalau <Holy Maiden> dan <Freedom Knight> saling mencintai satu sama lain. Kashin tahu rumor itu. Dan ketika ia mendengar kalau Calcedonia kali ini ingin meninggalkan kuil untuk mencari rumah baru, ia berpikir bahwa pasangan rumor tersebut akhirnya menjadi kenyataan.

Tetapi pasangan Calcedonia yang sebenarnya adalah seorang laki-laki biasa yang ia kira secara otomatis adalah seorang pelayan. Bahkan Ia tidak pernah mendengar rumor tentang orang ini sebelumnya.

Memang, mata hitam dan rambut warna bulu gagak, langka di kerajaan ini. Bajunya juga baju yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Tapi tingginya tidak dapat dibilang tinggi bagi seorang lelaki. Bahkan sekarang ketika ia berdiri di samping Calcedonia, tidak ada perbedaan signifikan diantara mereka. Dan penampilannya juga sangat normal, hal ini tidak dapat dibandingkan dengan <Freedom Knight>.

Ngomong-ngomong tentang <Freedom Knight>, orang-orang bilang kekuatannya berada di atas dari para ksatria pendeta. Ia seorang ahli pedang dan tombak, bisa memakai berbagai jenis sihir. Ia juga dikatakan sebagai orang yang baik terhadap yang lemah dan disiplin terhadap yang kuat serta dirinya sendiri. Dengan wajah tampan dan badan kekar, ia berada pada urutan nomor 1 dalam laki-laki popular para pendeta bujangan.

Kashin sendiri pun saat melihat <Holy Maiden> dan <Freedom Knight> bersama-sama di kuil, ia merasa kagum melihatnya.

Tapi akhirnya, rumor tetaplah rumor. Sekarang ini, di depan matanya, adalah Calcedonia yang melihat seorang lelaki dengan ekspresi gembira seakan ia ingin dimanja olehnya. Bagaimanapun ia melihat, itu adalah ekspresi seseorang yang sedang jatuh cinta, dan tidak mungkin sebuah akting.
Hal ini tidak lama lagi akan menjadi rumor baru, iya kan? Jadi untuk sekarang, informasi sedikit tentang orang ini, berdasarkan perkataan Calcedonia yang katanya akan menjadi suaminya, akan Ia simpan dulu, karena akan berguna nanti, pikirnya.

Kemudian Kashin, sekali lagi memperlihatkan senyum palsu di wajahnya dan menggosok-gosok kedua tangannya, lalu mendekati seseorang yang akan menjadi suami dari <Holy Maiden> ini.

No comments:

DMCA.com Protection Status