Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 11 Bahasa Indonesia

March 23, 2017 Kirz Oiishii

[Gōmande taidana fundo] (Keangkuhan Kemalasan Kemurkaan)

Ditempat dimana Ia tidak dapat merasakan permukaan tanah, ditempat dimana jika Ia terjatuh sudah dipastikan Ia 'mati', sungguh tak ada yang dapat mengalihkan rasa ketegangan Subaru terhadap semua ini.

Saat ini, satu-satunya orang yang dilihat Subaru hanyalah seorang gadis dihadapan kedua matanya―― Penyihir berambut-putih, berkulit-putih, berbaju hitam dan memiliki kedua bola mata berwarna hitam.

Aura mengerikan yang dimiliki gadis itu, tingkatnya benar-benar berbeda dari segala apapun.

Seluruh bagian tubuh Subaru, kedua matanya, hatinya, dan jiwanya, benar-benar terjerat dan dikuasai oleh ujung jari-jari yang tak terlihat.

Dihadapan hal horror yang tak dapat dihindarkan ini, sudah pasti orang-orang akan memiliki reaksi seperti ini.

Tak sanggup bernapas. Tak bisa merasakan detak jantung sendiri. Jangankan mengeluarkan keringat dingin, berkedip pun tak dapat dilakukan tanpa seizin gadis itu. Sungguh semuanya benar-benar dikuasai olehnya.

"Oh ya ampun, sepertinya aku telah menakutimu ya. Bahkan dulu aja, kapanpun saat aku tertarik pada suatu hal, mulutku ini takkan berhenti berbicara. Sifat sang 'Penyihir' ini benar-benar menyusahkan banget" (Echidona)

Secara tiba-tiba, dalam posisi masih berada di kursinya, Echidona nampaknya sadar kalau dirinya tak terkontrol dan kemudian merasa bersalah. Tapi tetap saja, Ia(Subaru) tak dapat pulih dari perasaan takut terhadap aura kegelapan yang terpancarkan dari Penyihir di hadapannya ini.

Tidak, aura mengerikan yang sudah dari tadi Ia tidak pedulikan itu, yang sekarang benar-benar Ia sadari, tak akan pernah bisa menghilang dari pikirannya.

Percakapan yang santai diantara mereka sudah tidak ada lagi. Subaru tidak lagi memandang gadis itu sebagai gadis biasa. Melainkan, sebagai penyihir.

"Dulu waktu aku masih hidup, sesekali suasana seperti ini terjadi. Suasana seperti ini biasanya terjadi disaat para anggota kerajaan dari berbagai negara datang kepadaku, berusaha merebut rasa kebijaksanaanku(Note: mungkin mskud dia menyerang dirinya).... sepertinya sekarang ini sikapmu terhadapku nggak sesantai sebelumnya"(Echidona)

'Yare...yare..', sambil menggelengkan kepalanya, Echidona menatapi Subaru. Subaru yang dari tadi terdiam, digetarkan oleh tatapan kedua mata gadis itu, dan disaat yang bersamaan, gadis itu tersenyum.

"Kalau gitu, gimana kalau gini aja?" (Echidona)

"――――Eeeeh!?" (Subaru)

Terjadilah perubahan secara tiba-tiba.
Tersenyum, lalu membisikkan sesuatu kepada Subaru, disaat Subaru sedang mengerutkan jidatnya, bingung terhadap apa yang sesungguhnya terjadi.

Setelah itu, melihati senyum gadis itu semakin lama ditelan oleh kegelapan, Subaru pun tersentak sadar, tetapi disaat Ia mengedipkan matanya――

"Oi apa liat-liat?" (Gadis kecil)

"....haaa?"(Subaru)

"Berhenti menatapiku~~" (Gadis kecil)

Mengatakan ini sambil mengayun-ayunkan kakinya, terlihat seorang gadis kecil duduk dihadapan Subaru, mengembungkan pipinya dalam ekspresi cemberut.

Dengan rambut hijau-tuanya yang panjangnya hingga bahunya, terlihat seorang gadis kecil dengan pipi berwarna merah. Kulitnya yang berwarna merah-tua, dan dirinya yang mengenakan gaun berwarna putih, membuatnya terlihat menggemaskan. Kesan akan Loli yang imut pun terlihat pada dirinya. Dan juga, yang menjadi ciri khasnya, terdapat bunga berwarna biru diselipkan di rambutnya.

Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, yang disana itu adalah seorang gadis kecil tak berdaya――yang saat ini tengah duduk ditempat dimana Echidona duduk sebelumnya, sedang menatapi Subaru.

"Ah, Eee, Ooo, OOOO?? Bentarrr duluu. E-Echidona...? Mana dia?" (Subaru)

"Dona? Seharusnya Dona berada disekitar sini tapi~, siapa kau sebenarnya?" (Gadis Kecil)

"A-Aku? Namaku Natsuki Subaru. Aku kesini bukan karena diundang atau apapun itu, Aku hanyalah orang yang tersesat, yang telah meminum secangkir teh, yang sedang dalam perjalanan kembali.... tapi kemudian pemilik dari rumah ini secara tiba-tiba menghilang, meninggalkan diriku dalam situasi yang sulit seperti ini......" (Subaru)

"Eeeh~ Jaaa kalau gitu~, Aku akan memanggilmu Baru~" (Gadis Kecil)

Sulit rasanya memasang kewaspadaan terhadap sesuatu yang imut, dan meskipun sebenarnya tidak cocok dengan situasi sekarang ini, Subaru tetap memperkenalkan dirinya secara jujur. Mendengar perkenalan dirinya, gadis kecil itu tersenyum bahagia, yang mana membuat hati Subaru terasa hangat, tanpa peduli lagi bagaimana sesungguhnya keadaan saat ini.

Tidak mempusingkan lagi kekacauan apa saja yang telah terjadi, disaat Echidona menghilang tadi, saat itu seakan-akan pikiran terhadap semua kekacauan yang ada ikut menghilang. Dan jika saja Ia(Subaru) dengan tenang memikirkan semua ini, bisa saja gadis yang saat ini dihadapannya bernasib sama seperti dirinya, telah diculik entah darimana.

Mau dengan cara apapun itu, mungkin sekarang Ia bisa keluar dari sini dengan bantuan gadis kecil ini――Meskipun Ia tidak begitu yakin seberapa banyak gadis ini dapat membantunya. Ia pun memandang keatas dan,

"Yosh, yuk kita susun rencana untuk kabur dari sini mumpung si tuan rumah yang jahat lagi nggak ada dirumah. Tapi mengingat kalau tempat ini sempit.... pertama-tama, bagaimana kalau kenalin dulu siapa nama ojochan yang imut ini..." (Subaru)

"..eh Baru~, apa kau ini orang jahat~?" (Gadis kecil)

"Kalau kamu memberitahuku dulu namamu maka aku akan..... APA?!" (Subaru)

Mengulurkan tangannya, sesungguhnya Subaru awalnya berniat menunjukkan gigi-giginya, namun saat ini ia mengerutkan dahinya.

Gadis kecil itu pun mengayun-ayunkan kedua kakinya, sambil menggoyangkan kursinya kebelakang dan kedepan, lalu kemudian Ia mengucapkan 'J~A~D~I', sambil mengerucutkan bibirnya,

"Aku ini nanya~ Apa kau ini orang jahat, atau bukan~ jadi kau ini orang yang gimana?" (Gadis kecil)

"Saat mereka dilahirkan, Manusia merupakan makhluk yang mengorbankan hal apapun untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, mungkin saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita adalah pendosa. Tapi, walau begitu, kita tetap menjalani saja hidup kita. Meskipun kita tahu kalau kita hidup, kita akan mengorbankan segala hal yang ada di dunia ini, tapi melalui itu kita dapat menciptakan sesuatu yang lebih berharga.... Yah meskipun aku tahu kalau hal yang sangat teoritis ini bukanlah hal yang dapat dimengerti oleh seorang gadis kecil, tapi apa begini maksud dari pertanyaanmu?" (Subaru)

"Umm~, Yaa walau aku nggak begitu ngerti sih~. Yah~, Baiklah~, Aku cek dulu~" (Gadis kecil)

Dihadapan Subaru, yang terlihat kebingungan, gadis kecil itu terlihat lebih kebingungan lagi. Mengatakan ini, gadis itu pun kemudian memegang tangan Subaru, Ia merasakan kelembutan yang unik dari tangan seorang gadis kecil. Dan perasaan ini, memberinya semangat baru, untuk membawa gadis ini keluar dari tempat ini.

"Meskipun aku sudah sering bersama Petra, tapi aku tetap saja terkejut melihat diriku yang begitu suka dengan anak-anak. Dulu aku pikir mereka itu rewel banget, tapi ternyata...." (Subaru)

"――kesalahandapatditebushanyadenganrasasakit" (Gadis Kecil)

"Hah?" (Subaru)

Secara tiba-tiba, gadis itu membisikkan sesuatu dengan cepat.
Tidak dapat mengerti apa yang diucapkannya, Subaru menaikkan salah satu alis matanya, dan kemudian merasakan sesuatu. Ia merasa seakan-akan tangannya telah ditarik secara pelan, dan Ia merasakan hal yang aneh, seakan-akan sebuah beban yang berat telah di lepaskan dari dirinya.
Penasaran apa sebetulnya yang telah terjadi, Subaru melihat kearah seluruh tubuhnya.

Semuanya masih sama seperti sebelumnya, dan tak ada yang berubah di dunia itu. Jarak yang memisahkan Subaru dengan gadis kecil itu tetap sama, tanpa ada angin atau sensasi aneh lainnya yang muncul.
Yang sedang duduk di sebuah kursi, dihadapan dirinya, tetaplah seorang gadis kecil yang sedang mengayunkan kedua kakinya.
Hanya saja, gadis itu sekarang, sedang membawa lengan seorang lelaki yang terputus――

"――!?" (Subaru)

"Nggak begitu sakit kan~, rupanya kau bukan orang jahat~, Syukurlah~" (Gadis Kecil)

Menyadari keanehan yang terjadi, Subaru melihat ke arah lengan kanannya――kearah bagian tubuh dimana seharusnya terdapat sebuah lengan, Ia melihat lengannya telah terbelah, dan itu terlihat begitu nyata.
Ia tidak merasakan rasa sakit, ataupun pendarahan saat Ia belum sadar tadi. Tulang dan pembuluh darah yang terbungkusi daging, yang terlihat di potongan lengannya, mengingatkan dirinya akan daging potong yang diperlihatkan di toko daging.
Artinya, itu memang benar adalah tangan kanannya, dan memang kenyataan kalau itu terjadi pada lengan kanannya.

"Oo, aaaAAAAAA!!!! L-lengan... Lenganku aaaAAA!?" (Subaru)

"Jugaan nggak sakit kan~, nggak usah teriak keras gitu deh~. Kalau kau terlalu banyak gerakin gitu, kita nggak akan bisa menempatkannya kembali nanti~" (Gadis Kecil)

"K-k-kaaaauuu!? main putusin lengan orang, apa, apa-apaan yang kau katakan itu! Cepat balikin sini! balikin!" (Subaru)

Menjerit sambil memegang lengan kanannya yang terputus, Subaru melompat kearah gadis kecil itu sambil memasang ekspresi iblis yang mulai nampak diwajahnya. Merampas balik tangan kanannya kembali dari tangan gadis itu, Ia dengan cepat mencoba untuk mengembalikannya seperti semula.
Bukan berarti Ia yakin kalau lengan yang terputus dapat dikembalikan lagi, tapi hal seperti ini seharusnya tidak terjadi pada Subaru di situasi yang seperti sekarang ini.

Akan tetapi,

"――seseorangyangberdosatakakanbisaluputdarihukumanyangada" (Gadis Kecil)

Disaat Ia mendengar gadis kecil itu mengucapkan sesuatu, tubuh Subaru seketika ambruk. Lebih tepatnya, kaki-kakinya yang seharusnya melangkah kedepan, hancur berhamburan, dari mulai lutut sampai kebawah.
Kehilangan lengan kanannya dan kedua kakinya, tubuh Subaru ambruk kedepan. Ia terjatuh di pangkuan gadis kecil yang masih duduk dikursinya.

Gadis kecil itu dengan lembut menangkap Subaru yang terjatuh, seperti seorang ibu yang memeluk anak tersayangnya, Ia mengelus-elus Subaru yang ketakutan dengan tangannya.

"Kau bukanlah orang yang jahat bagaimanapun juga~, tapi kau tetap berpikiran kalau dirimu itu seorang pendosa. Kau memang lemah lembut~ dan anak yang baik~. Orang yang menyedihkan juga~, saat ini sepertinya kau~ sedang tertekan~" (Gadis Kecil)

"S-siapa kau...... s-sebenarnya...?" (Subaru)

Lengan kanan dan kakinya yang hancur tidak memberinya rasa sakit. Tidak pula ada pendarahan.
Tak dapat dipahami. Sungguh keberadaan yang tak diinginkan. Saat munculnya gadis ini, beberapa saat yang lalu, Ia pikir kalau gadis ini adalah seseorang yang akan melindungi dirinya, namun sekarang ini kenyataannya, sangat jauh dari sangkaan itu.
Mendengar pertanyaan Subaru, gadis kecil itu memiringkan kepalanya,

"Typhon itu 'penyihir keangkuhan' tau~" (Typhon)

"Keangku....!?" (Subaru)

Subaru pun terdiam lagi, terkejut mendengar pernyataan seperti itu.
Entah gadis ini mengerikan atau berbahaya bagi Subaru, yang pasti dadanya sudah sesak menerima kenyataan yang seperti ini.

Beberapa saat yang lalu, Subaru berada dihadapan penyihir keserakahan Echidona. Lalu kenapa sekarang Ia tiba-tiba dihadapan penyihir keangkuhan?
Penyihir yang seharusnya sudah musnah, dan sudah meninggal――,

"――Huuu. Kurasa sekarang giliranku. haaa, aku memang nggak bisa menyangkalnya" (Seorang Wanita)

Suara yang malas terdengar, disaat Subaru sedang dalam ketakutan, dan masih dalam keadaan berusaha untuk berteriak sebisa mungkin.
Subaru baru saja telah mengedipkan kedua matanya. Tidak ada yang berubah terhadap dunianya, lengan dan kakinya pun tetap menghilang. Akan tetapi,

"Haaa,berat banget. Bukannya seharusnya kau lebih ringan kalau tanpa kaki dan lengan? Huuuu, laki-laki... laki-laki dan perempuan, tidakkah keberadaan mereka itu cuma sekedar gumpalan yang tak berguna?" (Seorang Wanita)

Seseorang yang memangku Subaru kali ini telah berubah sepenuhnya, dari seorang gadis kecil yang bernama Typhon, berubah menjadi seorang wanita lain.

Wanita ini memiliki rambut aneh berwarna ungu; Seorang gadis cantik yang terlihat pemalas. Kulit dan bibirnya terlihat pucat. Tatapannya yang murung serta matanya yang terlihat ngantuk, memberi kesan tidak semangat, dan, dirinya yang bernapas seperti begitu kelelahan, memberi kesan yang suram pada dirinya.
Dan meskipun Ia memakai jubah hitam yang longgar, jubahnya dipenuhi oleh noda dan terlihat sobek, seakan-akan burung telah berjalan diatasnya.

Melihat kebawah kearah Subaru yang terdiam, gadis itu mendesah dengan bersuara malas.

"Haaaaaaaa, kau benar-benar nggak beruntung ya. Dipermainkan oleh Echidona, lalu Typhon, kemudian diriku..... Fuuuu~, bertemu tiga Penyihir secara bergantian, haa, cuma si geblek Flugel atau si pengayun-tongkat Reid yang pernah seperti ini sebelumnya" (Seorang Wanita)

"Jadi kau ini, seorang penyihir.... juga? Seperti gadis kecil yang tadi, dan Echidona...." (Subaru)

"Haaaa, Aku Sekhmet. Fuuuu~, mengganggu sih sebenernya tapi kau bisa memanggilku Penyihir Kemalasan, atau nggak kalau memang kau nggak kepingin. Haaa, bukan berarti aku mengatur caramu memanggil ku ya, males aku ngurusin gituan. Fuuuu, aku capek kalo ngomong terus-terusan begini, jadi boleh nggak aku diam mulai sekarang?" (Sekhmet)

"Bentar dulu. Aku mulai gila ni. Kalau nggak ada siapapun juga yang memberi penjelasan kepadaku, lama-lama aku merasa, kalau aku ini terjebak dialam mimpi. Tolong, beritahu aku apa sesungguhnya yang terjadi?" (Subaru)

Subaru menggunakan tangan kirinya yang tersisa untuk menarik-narik jubah wanita itu, dan memandang keatas, melihat kearah Sekhmet. Sekhmet nampaknya merasa kalau tatapannya itu sedikit mengganggu, dan kemudian wanita itu mendesah, dan menyipitkan kedua matanya seperti sebelumnya,

"Lengan kananmu, haaaaaa, dan kakimu telah menghilang. Fuuu, pasti ini kelakuannya Typhon ya? Yah semua ini karena anak itu nggak ngerti gimana rasa sakit orang lain. Haaa, masih saja anak itu polos dan tak kenal ampun seperti sebelumnya. Fuuu, anak yang malang. Haaaa" (Sekhmet)

"Lengan ku, dan kedua kakiku.... m-mereka nanti bakal tumbuh lagi kan?" (Subaru)

"Fuu..., yap benar, haaa. Tapi aku males ngurusin hal kaya gini, Fuuu, Jadi kuserahin aja pada seseorang yang akan menggantikanku dan balik tidur lagi. Haaaaa bernapas saja rasanya melelahkan banget. Andai saja aku bisa menghirup seluruh udara sekaligus tanpa bernafas lagi, jadi aku kan nggak perlu bernapas lagi di sisa hidupku, benar kan? Haaaaa" (Sekhmet)

"Kalau kau ngelakuin itu paru-parumu bakal meledak dan kita akan mati kan? Tapi dibandingkan dengan situasi ku sekarang ini..." (Subaru)

Masih dalam sikap malasnya, Wanita itu bernafas ngos-ngosan, mengeluarkan asap hingga menutupi kepala Subaru, disaat Subaru masih berusaha memohon meminta bantuannya.

"――Apa baru saja, kau bilang kau ingin mati didepanku?" (???)

Nada bicara yang terdengar kali ini terdengar sangat menyeramkan.

Hingga sampai saat ini, meskipun sudah berkali-kali Subaru dikejutkan hari ini, tetap saja Ia tidak bisa mengatakan apa-apa selain terdiam, disaat dihadapkan oleh kejadian mengejutkan seperti ini.
Lagi, orang yang berada dihadapan kedua matanya berganti. Penyihir berambut acak-acakan tadi, menghilang, dan kini yang telah menggantikannya ialah,

".........Dada?" (Subaru)

"――Tch! O-Oi kemana matamu ngeliat!, Kemana!" (???)

Berusaha melihat keatas, penghilatan Subaru telah tertutupi oleh sepasang dada besar yang telah menutupi wajah wanita asing itu.
Sensasi dari pangkuan yang menopang tubuhnya kali ini, tidak seperti Typhon punya atau Sekhmet, yang sekarang ini terasa lebih empuk, dan sesungguhnya tubuh yang sekarang ini, nampak lebih berbentuk daripada yang sebelumnya.

Disaat memikirkan semua ini sambil berfokus pada tubuh wanita asing itu, Subaru secara tiba-tiba dibangunkan dari pangkuan gadis itu. ――Hanya dengan satu tangannya saja, tubuh Subaru dapat dengan mudah di bangunkan olehnya. Meskipun telah kehilangan lengan dan kedua kakinya, sesungguhnya tetap saja berat badan Subaru tidak lebih ringan dari berat badan rata-rata seorang wanita pada umumnya.

"Kalau kau lagi berhadapan sama orang lain itu, tatap kedua matanya!, kedua matanya bego! Beneran dah, cowo selalu aja kaya gini, aneh!" (???)

Mengucapkan ini dalam keadaan sangat marah, Ia adalah gadis cantik berambut emas. Muncul dengan mengenakan rok pendek, serta mengenakan pakaian yang longgar, yang kelihatannya membuatnya mudah bergerak. Dan posisinya saat duduk, terlihat membungkuk. Tapi meskipun begitu, dada nya yang besar memberikan kesan berisi pada tubuhnya, dan membuat suasana menjadi menggairahkan... tidak, semua ini membuat dirinya terlihat begitu sehat.

Kemudian, Ia menepis rambutnya dan melirik kearah Subaru dengan kedua matanya yang dipenuhi kekesalan,

"Kehilangan lengan kananmu. Kehilangan kedua kakimu, yang tersisa hanya separuh lututmu. Nggak ada pendarahan ataupun rasa sakit... sepertinya kau telah dihukum oleh Typhon! benar-benar anak itu... dia melakukan hal yang ngawur lagi, perbuatannya ini benar-benar udah melampaui batas!" (???)

Melihati kondisi lengan dan kedua kakinya Subaru, kedua bola mata biru gadis itu dipenuhi emosi yang begitu kuat.
Dengan ucapan yang dipenuhi nafsu, dan sikapnya yang begitu geram, Ia terlihat benar-benar kesal, dan disaat Ia bersikap seperti ini, kedua matanya terlihat berkaca-kaca menahan air mata.

"A-Apa kau menangis...?" (Subaru)

"NGGAK! Cuma kesal! beneran, aku cuma kesal!: 'Terhadap Typhon yang telah menyebabkan semua luka ini dan meninggalkanmu begitu saja!' 'Terhadap dunia yang membesarkan anak itu hingga berbuat keji seperti ini!', 'terhadap seluruh manusia yang selalu bertempur dan saling merugikan satu sama lain, membuat dunia ini seperti neraka', TERHADAP SEMUA ITU!" (???)

Ia mengucapkannya dengan begitu berapi-api dan panas, hingga membuat rambutnya berantakan disaat ia mengucapkannya.
Kemudian, Ia menaikkan lengannya, dan secara tiba-tiba melempar Subaru yang lesu ini keudara.

"Eh?" (Subaru)

"Jadi aku benar-benar nggak bisa terima saja terhadap semua ini! Rasa Sakit! Konflik! Luka parah! bagaimana bisa aku tetap berdiam tak berbuat apa-apa didepan hal semacam itu――!!" (???)

Dan kemudian setelah itu, dengan sangat cepat, gadis itu meluncur dan melayangkan pukulannya pada Subaru. Tubuh Subaru pun tertiup angin kencang terlempar keudara seperti daun yang berterbangan terhembus angin. Akan tetapi,

"Bu~tsu――!?" (Subaru)

Mengira kalau dirinya akan melayang diudara lebih lama lagi, secara tiba-tiba Ia mengenai dinding dari dunia itu.
Echidona menjebak Subaru didalam dunia yang sempit, jadi jika terkena pukulan-kuat seperti itu dan terpental diudara, dirinya tidak akan terpental dengan sangat jauh.

Tubuhnya menubruk dinding tak terlihat disana, terpental balik kembali, lalu melayang diuadara. Disaat dirinya sedang melayang diudara, Subaru melihat balik ke belakang. Dan disana,

"――Semuanya akan baik-baik saja! Jangan pernah berpikir untuk kembali lagi!" (???)

Melompat, seakan-akan sedang mengejar sesuatu, gadis itu melayangkan pukulannya kearah Subaru, yang sedang dalam proses untuk jatuh.
Pukulannya yang berkali-kali, menyerang setiap bagian dari tubuh Subaru. Tubuh Subaru terjepit diantara dinding dan pukulan gadis itu. Kekuatan dari gadis itu telah mengguncang, tubuh subaru, dinding tak terlihat itu, dan tentunya, mulai mengguncang inti dari dunia itu.

Dibenturkan, keatas, kebawah, kekiri, kenanan, Subaru tak bisa lagi melihat arah datangnya pukulan karena pikirannya mulai kosong. Dalam penglihatannya, kemungkinan karena gadis itu tidak lagi menyembunyikannya, terlihat bahwa wajah dari gadis itu dipenuhi linangan air mata. Air mata yang berjatuhan disekitarannya itu tampak berkilauan.

Disaat Subaru ingin protes 'Seharusnya aku yang menangis disini...', wajahnya sudah di teralihkan duluan akibat pukulan dari gadis itu.

Tak tahu kapan siksaan ini akan berakhir―― Secara tiba-tiba gadis itu menghentikan pukulannya.

"Biarkan pukulanku ini menyembuhkan dunia! Biarkan kemarahanku ini menyucikan dunia! Kemurkaan ku ini, dan pukulan penyembuhku ini adalah jawabanku――!" (???)

Berikutnya yang terjadi, dunia hancur berhamburan.
Dinding yang telah ditubruk Subaru dari tadi―― sekarang ini Subaru merasa kalau dinding dibelakangnya telah hancur menjadi debu.

Disaat pukulan itu berhenti, Ia merasakan sesuatu yang lembut. Subaru sadar kalau Ia telah tergeletak di atas tanah, diatas tanah rerumputan dunia sebelumnya, dunia dimana dirinya menikmati tehnya. Ia pun Bangun dan melihat kesekitar dalam keadaan terpaku.

Kemudian, mendarat dengan gagah disamping dirinya, gadis itu menepis rambut pirangnya sambil menatap Subaru.

"Tangan kanan!" (???)

"Eh!? Aah, I-Iya!" (Subaru)

Secara mendadak dipanggil, Subaru otomatis menaikkan tangannya, dan saat itulah Ia sadar.
Lengan yang telah di putuskan dari bahu kanannya sekarang telah kembali dan benar-benar terlihat sehat, dari ujung bahu hingga jari-jarinya.

"Kedua kaki!" (???)

"Aaaaah yak sudah normal. Aku dah bisa berdiri dan berjalan lagi! Lihat aku sudah bisa melakukan moonwalk lagi sekarang!" (Subaru)
(TLN: Moonwalk itu tarian yg biasanya dilakukan michael jackson, selengkapnya: https://id.wikipedia.org/wiki/Moonwalk)

Untuk memastikan, Subaru melompat dan mulai melakukan tarian moonwalk. Melihati Subaru menggerakkan kakinya diatas rerumputan, gadis itu memegang pergelangan siku tangannya dan mengangguk dalam rasa puas.

Dan pada saat itu, dada gadis itu bergoyang, yang mana menarik perhatian Subaru.

"K-Kau menyelamatkanku, makasih. Tapi, kalau boleh tau, kau ini..?" (Subaru)

"Aku 'Penyihir Kemurkaan' Minerva! Bukan berarti aku memanggil diriku seperti itu ya!" (Minerva)

"Loh itu, baru saja kau sendiri memanggil dirimu begitu!" (Subaru)

"Nggak, Ah nggak usah itu diributin! Pokoknya aku nggak bakalan membiarkan siapapun terluka didepan kedua mataku, atau terdiam melihat orang lain tersakiti! Hal seperti ini nggak akan kubiarkan terus menerusan terjadi!" (Minerva)

"Kau itu menganggap kalau semua yang telah kau lakukan palng benar! Kau nggak pernah mendengar sekalipun apa yang dikatakan orang lain 'tau? Sesungguhnya sulit untuk berbicara dengan seseorang yang bersikap seperti itu!" (Subaru)

Menggoyang-goyangkan tangannya yang baru saja sembuh ke sekitar untuk menunjukkan ketidakpahamannya terhadap sikap gadis itu, mendengar ucapannya, Minerva dengan cepat melihat balik kearahnya.

"Bagaimanapun juga, sekarang semua lukamu sudah sembuh, sudah tak ada gunanya lagi aku disini! Lebih berhati-hatilah mulai sekarang terutama dengan gigitan serangga! Ini adalah janji dengan seorang Penyihir!" (Minerva)

"Nggak mungkin bisa, meskipun aku tinggal di ruangan paling bersih sekalipun! Dan jangan pernah membuat janji demi kepentingan orang lain! Berjanji mengatas namakan seorang penyihir atau semacamnya, karena jika kita tak dapat menepatinya, hukuman yang setimpal akan berat juga kan!?" (Subaru)

"Itu nggak mungkin terjadi, Tapi kalau segalanya berakhir seperti itu...... Aku akan menyembuhkan semuanya" (Minerva)

"Kamu yang ngomong kaya gitu, memberi kesan kalau sepertinya kau akan menghabisi semuanya, sungguh mengerikan!" (Subaru)

Tapi memang faktanya, kalau tubuh Subaru benar-benar telah disembuhkan.
Cara penyembuhannya yang kasar――Dengan cara yang seperti itu, Ia benar-benar telah menyembuhkan segala lukanya. Menyembuhkan seseorang dengan cara menyerang seseorang, tak disangka kalau fenomena yang tak terbayangkan ini benar-benar ada... benar-benar terlihat seperti di film-film lama di televisi.

"――Baiklah kalau begitu" (Minerva)

Lalu kemudian, gadis yang tadinya dengan gagah berjalan pergi itu kembali lagi.

Kembali dengan kondisi rambut berwarna putih, mengenakan gaun hitam yang terbentang, memancarkan pesona kepada kedua mata Subaru. Dan gadis itu pun memiringkan kepalanya, menatapi Subaru dengan sedikit gembira.

"Untuk membuktikan bahwa aku ini nggak berbahaya, Aku membiarkan dirimu menjumpai beberapa penyihir lainnya. Jadi bagaimana menurutmu? Kalau sikapmu sekarang bisa sedikit lebih hangat kepadaku, maka membangunkan mereka dari tidurnya tadi memang pilihan yang pas" (Echidona)

Seseorang yang menyimpulkan segala kejadian yang terjadi hari ini, Ialah penyihir Echidona.
Melihat gadis itu dihadapannya, Subaru menarik napas dalam-dalam, lalu kemudian melihat keatas,

"Kau, benar-benar seorang penyihir.... Karena seorang manusia tak mungkin bisa memiliki ide seperti itu bagaimanapun juga" (Subaru)

Dan dengan mengucapkan kalimat ini dengan seluruh tenaga, habislah seluruh kekuatan yang tersisa pada diri Subaru.

-=Chapter 11 End=-

(TLN: Maaf kalau telat dari jadwal yg dijanjikan.., makasi buat yg setia nungguin ^_^)




(Witches fan art by @yuzouni)

No comments:

DMCA.com Protection Status