Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 13 Part 2 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 4 Chapter 13 Part 2 Bahasa Indonesia

March 29, 2017 Kirz Oiishii

[Rozuwāru no Omowaku] (Tujuan Roswaal)(Part 2/2)

Racun, Subaru berfikir disaat mendengar kalimat ini, seolah-olah kalimat ini pernah didengar olehnya sebelumnya. Sesungguhnya, Ia pernah mendengar kalimat ini dari――

"Cerita tentang 'Penyihir Kecemburuan'.... tempat yang menyegel keberadaannya, dipenuhi oleh racun itu..." (Subaru)

"Yoo~o, kau tahu juga ya rupanya. Yaa~ah, memang cerita itu sangat ter~kenal. Bahkan sekarang, racun yang memenuhi kuil berbatu penyegel nya itu, sangat kuat sampai-sampai melenyapkan apapun yang berada didekatnya. Saat 'Racun' itu menolak keberadaan seseorang yang dianggap tidak boleh mendekati racun itu, 'Racun' itu akan menyerang pikiran tiap orang yang menyentuh batu penyegelnya, menghancurkan tubuhnya, dan menyerang roh nya. Benar-benar sesuatu yang sangat berbahaya, dan bentuk dari kebencian yang amat kuat. Bahkan para kelompok setia Pemuja Penyihir yang ingin menyelamatkan Penyihir Kecemburuan, tidak mampu mendekati-nya, setidaknya begitulah yang kudengar" (Roswaal)

"Bahkan Para Pemuja Penyihir nggak bisa mendekatinya.... ya iyalah mereka nggak bisa. Kecuali kalau mereka masuk kesana, lalu melepas segelnya, dan perbuatan mereka ini cuma ditontonin aja, barulah mereka menang, ya kan" (Subaru)

Hari kebangkitan Penyihir―― Ia ingat kalau Betelgeuse, pernah meneriakan misi yang amat luar biasa ini.
Bahkan orang gila itu, yang menangisi cintanya, tak mampu mengambil tindakan secara langsung menyelamatkan Penyihir itu. Kemungkinan ini berarti, walaupun dia itu jelmaan dari Arwah, tetap saja Ia tidak mampu menghadapi 'Racun' itu secara langsung.

"Baa~gaimanapun juga, gara-gara racun dari Penyihir itu sendiri, segel penyihir jadi tidak dapat didekati. Dan sebetulnya, jika ada seseorang berniat mendekati Kuil Penyegel itu, orang itu setidaknya harus bisa lolos dari penjagaan sang Pertapa 'Shaula', yang berada di menara penjaga" (Roswaal)

"Aku pernah mendengar nama itu, Pertapa Shaula. Yang kutahu dia itu Pertapa generasi kedua..... yang pertama Flugel, dan barulah Shaula" (Subaru)

Bagaimana bisa mereka mendapatkan gelar ini, Subaru memikirkan semua ini. Apa mungkin ada sesuatu dari mereka yang membuat mereka berbeda dari orang lain?

Melihat Subaru yang berfikir, Roswaal tersenyum lebar,

"Flugel, maksudmu, pohon bee~sar Flugel itu? Yaaa~ah memang benar dia juga dipanggil 'Pertapa', tapi menyamakannya dengan Pertapa Shaula, menurutku aa~gak kejam" (Roswaal)

"Loh kenapa? Mereka berdua itu sama-sama pertapa, kau seharusnya nggak boleh membeda-bedakan mereka. Aku berhutang pada Flugel-san 'tau, jadi jangan menghina dirinya didepan diriku!" (Subaru)

Bagaimanapun juga, Pertapa itu sangat membantu dirinya saat melawan para Paus Putih.
Flugel-san mungkin tidak akan pernah menyangka kalau pohon yang 400 tahun lalu Ia tanam itu, akan sangat berguna untuk mengalahkan monster.
Apakah Ia akan senang dengan ini, itu lain lagi masalahnya.

"Dengan Pohon sebesar itu, potongan dari Pohonnya mungkin bisa digunakan untuk hal apa saja...... Tapi, kira-kira mereka bakal hancur nggak, kalau sewaktu-waktu bom ditanamkan padanya?" (Subaru)
(TLN: Di Web Novel, setelah Subaru melemparkan 'Batu Sihir Api' ke Pohon Besar di menit 17:07 eps 25 anime, Ia nggak bangun di padang rumput seperti di anime, tapi Ia terbangun didalam gerobak naga, dalam keadaan perjalanan ke Ibu Kota. Jadi dia nggak tau apa yang terjadi pada pohon itu)

"Aku punya perasaan kalau tidak hanya potongan-nya saja yang bermanfaat.... Omong-omong... Emilia-sama" (Roswaal)

Mengalihkan pandangannya dari Subaru, yang masih memegang dagu-nya, Roswaal menoleh kearah Emilia. Mendengar panggilannya, Emilia melihat balik, dan menjawab 'Hum?',

"Untuk mengembalikkan topik pembicaraan ini, sangat bagus sebetulnya, mengetahui kalau dirimu lolos Kualifikasi. Itu artinya Emilia-sama dapat mengikuti Pengujian di Kuburan itu. Oleh karena itu, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu~" (Roswaal)

Berbicara dengan santai, Roswaal mengatakan ini. Mendengar ini, tatapan Emilia menjadi serius,

"Tanpa panjang lebar lagi―― Akankah dirimu bersedia mengikuti pengujian itu?" (Roswaal)

Disaat pertanyaan yang singkat ini terdengar diruangan, Emilia hanya memegang bibirnya dan terdiam.
Tentu saja, Ini hanyalah sikap yang sudah biasa dilakukannya. Entah apakah Ia menerima permintaan ini, yang pasti dia sudah ada jawabannya. Jadi biasanya, setelah bersikap seperti ini, Ia akan langsung menjawabnya.
Tetapi,

"Sebelum dia menjawab pertanyaanmu, ada yang ingin kutanyakan. Pengujian itu, apakah memang harus diikuti olehnya?" (Subaru)

Sebelum Emilia menjawab pertanyaan itu, lebih cepat dari dirinya, Subaru langsung mengangkat tangannya. Mendengar pertanyaan ini, yang berada disamping Roswaal, kedua mata Ram memancarkan emosi yang begitu mengerikan, tapi Roswaal mengangkat tangannya, meminta dirinya untuk tenang.

"Sudah kuduga ka~u akan bertanya se~perti ini. Kalau Ia tidak menjalani Pengujian itu, maka nantinya Ia tidak akan bisa pergi meninggalkan Sanctuary ini. Seharusnya, kau sudah dengar tentang ini dari Garfi~el kan?" (Roswaal)

"Ya aku sudah pernah mendengarnya. Tapi, alasan itu nggak cukup untuk membuat Emilia-tan mengambil pengujian ini, kan? Tempat Peristirahatan dari Penyihir Keserakahan adalah tempat yang buruk, tak ada yang tahu hal berbahaya apa yang dapat terjadi di tempat itu. Mengirim orang yang paling penting di 'Pemilihan Raja', Emilia-tan, ketempat yang seperti itu, apa sesungguhnya yang kau pikirkan?" (Subaru)

"O~~muu. Yaa~ah, masuk akal juga argumen mu. Kalau memang kita hanya perlu mencari orang lain untuk menjalani Pengujian itu..... sesungguhnya banyak orang yang terkualifikasi disini..  dan jika disuruh memilih, menurutku Garfiel lah orang yang paling cocok untuk melakukan~nya" (Roswaal)

"Hah? Gua? Okeeeh kalo gitu. Pengujian itu akan dengan cepat ku selesaikan, dan dengan mudah, seperti 'Barubarumoa-kekanan-kekanan-kekiri'" (Garfiel)

Dengan semangat, Garfiel mengacungkan jempol pada dirinya sambil tersenyum hingga menunjukkan giginya. Fakta bahwa Garfiel sepertinya hanya mendengar setengah dari apa yang telah dikatakan Rooswal, Subaru tidak memperdulikan sikapnya Garfiel itu dan mencoba fokus memikirkan hal yang telah dikatakan Roswaal.

Semua ini berarti, Bagus kalau pengujian itu bisa diikuti oleh siapa saja, karena itu artinya Emilia tidak perlu mengikutinya lagi. Dan, juga hal ini bagus kalau siapapun yang terkualifikasi dan yang dapat diandalkan bisa mengikuti ujian itu.

――Dan itu artinya, telah mendapatkan Kualifikasi untuk mengikuti Pengujian itu, Subaru juga bisa mengikuti pengujian ini menggantikan Emilia.

"――Nyaa, kalau begitu akan terjadi masalah nanti" (???)

Secara tiba-tiba terdengar sebuah suara yang asing, dari pintu masuk rumah yang bukan milik siapapun ini.
Subaru yang awalnya membelakangi pintu, kaget dan langsung melihat kearah pintu. Ditatapi oleh Subaru, Garfiel, yang dari tadi bersender disamping pintu masuk, dengan pelan melambai-lambaikan tangannya didepan wajahnya.

"Bukan gue, tapi nenek tua disana itu" (Garfiel)

Ia mengatakan itu sambil melambai-lambaikan tangannya kearah orang didekatnya. Berdiri disana, Subaru melihat bayangan muncul disamping Garfiel, bayangan yang terlihat sangat pendek.

"Siapa nenek tua yang kau panggil itu. Nggak bisa menjaga omongannya, sungguh anak macam apa yang telah kubesarkan ini~" (???)

Dengan rambut panjang, berwarna pink, terlihat seorang gadis kecil dengan sikap yang dewasa. Yang terlihat saat ini adalah gadis kecil yang memiliki wajah yang imut. Ia terlihat seumuran dengan Petra, sekitaran 11 atau 12 tahun. Terdapat gelombang di rambut pinknya, dan kelembutan dari rambutnya itu memberi kesan akan lurus dan berkilau rambut yang dimilikinya. Memakai jubah yang terlihat kebesaran hingga kebawah, lengan dari jubahnya itu terlihat sangat panjang hingga tangannya tidak kelihatan, dan dirinya itu sebetulnya terlihat nakal juga.

Akan tetapi, mendengar apa yang diucapkannya tadi kepada Garfiel.....

"Meskipun aku berfikir kalau suatu hari aku akan menemuinya, Tapi aku nggak nyangka kalau akan menemuinya disini, OHH NENEK-LOLI.........!" (Subaru)

"Apa itu, Aku merasa kalau diriku telah dipanggil dengan cara yang tidak kuinginkan, atau ini cuma perasaanku?" (???)

"Eeetto, Aku sering dengar Subaru manggil 'Loli' waktu manggil Beatrice.... jadi itu artinya 'Kecil', yah?" (Emilia)

Melihat kekaguman Subaru, gadis kecil itu melihat kearahnya dengan tatapan tidak suka.
Sepertinya Emilia, Dengan sering nya ia berinteraksi dengan Subaru, pengetahuan tentang hal-hal modern-nya sudah mulai bertambah. Mendengar ucapan Emilia, Subaru menaikkan jarinya,

"Yap, Emilia-tan betul sekali. Lebih spesifik lagi, kalimat itu berarti seorang gadis kecil yang tidak bisa kutaklukkan-hatinya. Menggambungkan kalimat Loli ini dengan 'Nenek', kita telah berhasil mendefinisikan seorang gadis kecil yang berada diluar sana dengan umur yang sangat tua, sungguh kombinasi YANG LUAR BIASA!. Meskipun aku ini bukan pemburu Loli, tapi seenggaknya aku tahu tentang Gyappumoe!" (Subaru)

"Gyappumoe?" (Emilia)

"Seorang gadis yang biasanya bersikap seperti seorang kakak-perempuan tapi kelihatan kekanak-kanakan dan mengetahui segala hal yang sangat umum, atau gadis yang terlalu polos hingga gampang dikelabui, ini juga termasuk Gyappumoe!" (Subaru)

Mendengar setiap untaian-kata yang diucapkan Subaru dengan cepat, Emilia, membalas dengan 'Jadi ada ya gadis yang seperti itu......', sambil memegang bibirnya, berekspresi seolah-olah mengingat ini dengan serius.

Sementara Emilia tidak menyadari betapa karakteristik yang dimilikinya begitu menggemaskan, orang lain yang mendapat panggilan seperti ini kali ini terlihat kesal.

"Terus? Dari dulu aku nggak tahu apa arti Loli ini, dan apa maksudmu memanggilmu 'Nenek' 'Nenek' terus? Padahal baru pertama kita bertemu. Rupanya kau ini lebih tidak sopan daripada Ros-bo ku disini yah" (???)
(TLN: -bo itu semacam imbuhan yang dipakai seorang nenek untuk memanggil cucu dengan kasih sayang, dan Ros itu roswaal yg dimaksudnya)

"Ups, maafkan atas ketidaksopananku ini, Nyonya. Namaku Natsuki Subaru! Seorang pemburu-monster. Yahh, walaupun biasanya bukan aku yang pada akhirnya membunuh monster itu.." (Subaru)

Dengan semangat memperkenalkan dirinya sambil mengacungkan jempol, perkenalan dirinya terdengar menyedihkan saat diujung. Dan kemudian, mengulurkan tangannya kearah wanita yang saat ini menunjukkan ekspresi curiga kepadanya, Ia berkata 'Dan nyonya sendiri?',

"Aku sudah memperkenalkan diriku kepadamu, jadi kuharap kau mau memperkenalkan diri juga. Yang simple-simple ajah, kesukaan atau kelebihanmu. Memberitahukan 'Charm-point' mu bukanlah hal yang memalukan 'tau" (Subaru)
(TLN: Subaru memang mengucap Charm-point (チャームポイント), jadi ane biarkan. Charm point itu bisa dibilang keelokan dari seseorang, atau hal-hal yang bisa membuat orang lain tertarik)

"....Lewes Meyer. Dan aku adalah utusan dari Sanctuary ini" (Lewes)

Mendengar candaan Subaru, Nenek-Loli itu―― Orang yang menyebut dirinya Lewes itu, menggerakkan tangannya yang masih tertutup lengan panjangnya, dan lalu Ia menggaruk jidatnya sendiri, dalam keadaan jarinya didalam lengan panjangnya.

"Aku tidak sadar sewaktu kau masih tertidur, kalau kau ini hanyalah orang yang tidak sopan dan agak menyebalkan. Seharusnya aku tidak membiarkanmu tidur diatas kasur itu" (Lewes)

"Kasur, kasur yang barusan aku tiduri?" (Subaru)

"Yap, kita sekarang berada dirumahnya Lewes-san. Rumah ini dekat dengan Kuburan itu, jadi Garfiel membawamu kesini......... sungguh, terima kasih atas kebaikkanmu ini" (Emilia)

Lalu, melihat Emilia menundukkan kepalanya, Lewes menganggukkan kepalanya dengan pelan. Melihat interaksi mereka, mereka berdua sepertinya telah bertemu saat Subaru masih tidak sadar.
Dengan kata lain, memang benar kalau wanita itu telah menyelamatkannya.

"Aku nggak tahu kalau begitu kejadiannya, Maaf atas kata-kataku yang kurang sopan tadi. Kasur itu, benar-benar menyelamatkanku. Aku sebetulnya telat untuk mengucapkan ini tapi sekali lagi, sumimasen!!!" (Subaru)

"....Ap..apaan kau ini, kejut aku. Gar-bo nggak pernah meminta maaf langsung seperti ini soalnya. Natsuki......Subaru, ya? Oke kalau begitu dirimu ini kupanggil Su-bo.." (Lewes)

"Sebenernya panggilan itu mirip kaya awalan di judul film kartun Weather Forecast, tapi nggak apa. Dan aku, aku akan memanggilmu Lewes-san kalau begitu" (Subaru)
(TLN: Yan-bo Ma-bo Weather Forecast (ヤン坊マー坊天気予報), kartun yang ditayangkan sebelum dimulainya berita ramalan-cuaca di jepang, yang ditayangkan sejak tahun 1959-2014)

Setelah Subaru mengekspresikan rasa terima kasihnya, ekspresi kesal yang ditunjukkan Lewes dari tadi menghilang. Setelah mereka menentukan panggilan masing-masing, Subaru melanjutkan dengan berkata 'Jadi kalau begitu...'

"Lewes-san, barusan kau bilang kalau bakal ada masalah, apa maksudnya itu? Kalau Garfiel menjalani pengujian itu, akan terjadi masalah?" (Subaru)

"Kamu ini cepat ya mengubah topik pembicaraan. Aaah, itu ya. Ya akan terjadi masalah nanti, masalah yang cukup besar. Sesungguhnya, kalau yang mengikuti pengujian ini penduduk asli di Sanctuary sini, maka akan melanggar perjanjiannya" (Lewes)
(TLN: karena 'Garfiel' adalah penduduk asli dari sanctuary ini, alias bkn pendatang)

"Ah perjanjian lagi...." (Subaru)

Dengan disebutnya kata-kata Perjanjian, mempersulit urusan ini dan itu, Subaru langsung melihat kearah Roswaal dengan muak. Dan, menerima tatapan seperti ini, Roswaal mengangkat bahunya,

"Sa~~yangnya, perjanjian ini tidak ada hubungannya dengan keluarga Mathers... yahh seharusnya aku tidak mengatakan ini, tapi kita memang buka~anlah yang menyebabkan adanya perjanjian ini. Maksu~udku, keluargaku hanya berperan sebagai pendukung terhadap perjanjian ini" (Roswaal)

"Cara pembelaan dirimu bagus juga, sekarang jelaskan semuanya padaku. Apa aja isi dari perjanjian itu, dalam tiga kata" (Subaru)

"Kejam~nyaa. Yaa~ah simple nya, saat ini penghuni Sanctuary jika menginginkan bebas, diharuskan mengikuti pengujian itu, tapi Pengujian itu hanya bisa diikuti oleh orang 'dari luar', yang memiliki Kualifikasi. D~engan kata lain, sekarang ini..." (Roswaal)

"Cuma aku yang bisa mengikuti Pengujian itu, begitu kan?" (Emilia)

Paham dengan penjelasan Roswaal, Emilia langsung melanjutkan ucapannya.
Roswaal pun mengangguk membenarkannya, dan menoleh ke hadapan Lewes.

"Da~an memang, inilah yang dipahami oleh seluruh pen~ghuni Sanctuary. Mereka berpikir kalau Emilia-sama akan menjalani pengujian itu, dan berharap Emilia-sama bisa menunta~askan nya" (Roswaal)

"Aku menanyakan ini bukan berarti aku ini ragu-ragu ya... tapi, misalkan nih, kalau bukan diriku yang mengikuti Pengujian ini, apa yang akan terjadi?" (Emilia)

"Sampai saat ini, selama hidupku, belum ada yang pernah mengikuti Pengujian itu. Jadi yang kau katakan itu nggak mungkin terjadi. Para penduduk disini, ataupun pendatang, selama ini belum pernah ada yang mengikutinya" (Lewes)

"Belum ada yah sampai saat ini? Aku sebetulnya nggak enak menanyakan ini tapi, Lewes-san.... berapa umurmu sekarang?" (Subaru)

Mengingat bagaimana sifat Nenek-Loli itu, sesungguhnya pertanyaan Subaru kali ini tidak pantas ditanyakan. Tapi ternyata, Lewes berkata 'Oh nggak apa', dan kemudian, bersikap seolah-olah sedang mengingat sesuatu,

"Seengaknya aku nggak tahu kejadian disaat tempat ini baru dibuat. Tapi seingatku, kurang lebih, umurku ini seratus sepuluh tahun" (Lewes)

"Tua sekali..! Sejauh ini, Kau adalah orang paling tua yang pernah kutemui" (Subaru)

Yah, kalau kita tidak menganggap Arwah dan Tubuh Penyihir dari wanita ini, maka apa yang dibilang Subaru itu masuk akal.

Berfikiran seperti ini, Subaru langsung menoleh dengan khawatir kearah Emilia. Tapi walau sedang ditatapi Subaru, wajah Emilia masih terlihat sangat serius.

"Baiklah, aku sudah paham sekarang. Kalau aku nggak menuntaskan pengujian ini, maka aku nggak akan bisa pergi dari Sanctuary ini. Jadi aku akan mengikuti pengujian ini" (Emilia)

"Emilia-tan kalau sedang menunjukkan kepahlawanannya kelihatan super luar-biasa yah, tapi mungkin lebih baik kalau kita menyusun rencana terlebih dahulu? Mencari jalan keluar yang lebih baik. Kurasa melakukan ini dulu nggak akan menyita waktu yang cukup lama" (Subaru)

"Kamu seharusnya nggak matahin semangat seseorang yang lagi berkobar semangatnya, karena menurutku ini saaaaaangaaat nggak sopan" (Emilia)

Akan tetapi, disaat Subaru berusaha membuat dirinya menjauh dari kemungkinan bahaya yang mengancam, Emilia cemberut dan protes kepadanya. Mendapat protes dari dirinya, Subaru berkata,

"Coba pikir lagi, tidakkah kamu curiga kenapa kita bisa akhirnya kemari dan melakukan ini semua? Sebenernya, selama ini aku nggak bisa menghilangkan perasaan ini, perasaan kalau ada sesuatu yang nggak beres. Aku merasa kalau semua ini sudah diatur, seperti lalu lintas dijalan raya yang sudah diatur, bahkan polisinya sendiri sekarang ada disini" (Subaru)

"Aku sama sekali nggak ngerti apa maksudmu. Subaru terkadang mengatakan hal yang sangaaaaaaaat membingungkan" (Emilia)

"Aku nggak ada denger tuh, kalau sekarang ada yang ngomong sampe bikin bingung disini..." (Subaru)

Melihat Emilia menatapinya semakin serius, membuat aura diantara mereka menjadi sangat tegang, Subaru dengan cepat melambaikan kedua tangannya mengatakan 'Nggak nggak ngaak',

"Lupain apa yang kubilang barusan, Maksudku Aku bener-bener ngerasa kalau semua ini seperti sudah direncanakan. Para spesies darah-campuran tidak bisa meninggalkan tempat ini, lalu Emilia-tan datang kemari, menyelamatkan mereka. Dan akhirnya semua orang disini, mempercayakan dirinya pada Emilia-tan" (Subaru)

"Direncanakan, oleh siapa?" (Emilia)

"Siapakah orang itu sendiri? Cuma ada satu orang yang paling memungkinan disini" (Subaru)

Terhadap pertanyaan Emilia, Subaru langsung melakukan cap cip cup. Dan jarinya berhenti dihadapan..

"Kau, iya kan?" (Subaru)

"Hah? gue?" (Garfiel)

"Ah, salah, maaf-maaf, salah tunjuk. Nih.. yang ini orangnya—— Kau, benar kan, Roswaal" (Subaru)

"Wih main-main tunjuk aja kau yah" (Roswaal)

Tersenyum kecut, Roswaal memberikan penilaiannya terhadap Subaru yang dengan mudahnya memindah arah jarinya. Tapi kemudian, Ia langsung menutup satu matanya, dan melihat Subaru dengan satu bola mata kuningnya,

"Ba~gaimanapun, pengamatanmu luar biasa seperti biasanya. Yak yang kau bilang itu benar, Aku memang berha~rap situasi seperti ini terjadi dan meng~iringnya hingga situasi itu tercapai. Tentu saja, tahapan seperti ini tidak terjadi dengan sendirinya" (Roswaal)

"Aku rasa, aku mengerti sekarang" (Subaru)

Mengangkat kedua alis matanya terhadap ucapan Roswaal, Subaru sepertinya telah mendapatkan apa yang menjadi tujuan Roswaal. Menyimak pembicaraan ini, Emilia terlihat kebingungan, dan mencoba tetap diam mendengarkan untuk mencari tahu apa yang sebetulnya terjadi.

"Pertama, aku merasa aneh kalau Roswaal bisa terluka seperti ini. Seharusnya sejak awal, kau tahu kalau kau ini nggak termasuk di persyaratan untuk mengikuti Pengujian. Seharusnya kau sudah tahu tentang ini, mengingat tempat ini dikelola oleh Keluarga Mathers, dan apalagi kau sudah mengenal Garfiel" (Subaru)

"Itu....... be~nar. Um, tepat sekali" (Roswaal)

"Oleh karena itu, Roswaal seharusnya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah Ia ditolak oleh kuburan itu. Lantas, mengapa Roswaal tetap masuk kesana? Apa itu karena kemarahannya terhadap Dunia untuk alasan yang tak masuk akal? Ataukah Ia sudah tak bisa menahan lagi rasa masochist nya? Meskipun kedua kemungkinan ini memungkinkan, tapi kurasa bukan kedua ini jawabannya" (Subaru)

"Mo~shi.. mo~shi. Apa begitu penilaian Subaru ter~hadap di~riku?" (Roswaal)

Melihat Roswaal dengan sengaja tidak memperdulikan apa inti pertanyaan Subaru dengan reaksi seperti itu, Subaru mengangkat jari tangannya, lalu berkata 'Dengan kata lain',

"Membiarkan dirinya terluka seperti ini, pasti ini ada hubungannya dengan Tujuan Roswaal, dan ada maksud tertentu lainnya. Dan maksud tertentu itu kemungkinan... berhubungan dengan kepentingan pemilihan raja, menurutku" (Subaru)

"............"

"Tapi sebenarnya aku ingin menanyakan ini..... para penduduk desa Arlam, sekarang mereka dikumpulkan di Katedral kan?" (Subaru)
(TLN: Katedral - Gedung Gereja Katolik yang di dalamnya terdapat tempat duduk khusus bagi uskup, sumber: wiki)

Subaru secara tiba-tiba merubah topik pembicaraan, dan menoleh kearah Ram, yang dari tadi berdiri disamping Roswaal. Tetap terdiam, Ia memegang dagunya, memikirkan sesuatu, dan kemudian,

"Eeemm, iya. Para penduduk desa dikumpulkan di Katedral.... ditahan oleh para penduduk Sanctuary" (Ram)

"Ohh gitu ya, ditahan... Sebelumnya, percakapan kita terputus karena kita harus segera mengunjungi Kuburan itu, tapi ternyata...... sebetulnya penahanan tentang apa sih ini!?. Dan kenapa orang-orang di Sanctuary menahan Roswaal bersama para penduduknya?" (Subaru)

Saat ini Subaru menoleh kearah Garfiel, yang masih bersender di dinding. Kemudian Ia menyipitkan kedua matanya, melihat tajam kearah Subaru yang menanyakan pertanyaan ini, dan diikuti dengan berkata 'Loh dah jelas banget kan?',

"Gue bilangin sama lu ya, memang sih orang-orang disini (note: Roswaal, rem, Subaru, dan emilia) berusaha hilangin masalah yang sedang kami alami. Tapi kami nggak suka ketika Lord-sama dan para penduduknya main dateng aja ke tempat ini, nyingkirin masalah yang sedang kita lami, dan menggunakan tempat ini seenak udel mereka, 'tau?" (Garfiel)

"Dari penjelasanmu berarti..." (Subaru)

"Mustahil bagi kami untuk menyerahkan Sanctuary ini begitu saja pada orang luar" (Lewes)

Melanjutkan omongan Subaru, Lewes menyelesaikan omongannya. Ekspresi yang suram dan rasa terbebani pun muncul di wajahnya, dan dengan kedua matanya yang melihat kebawah, dan dengan suaranya yang lemah, Ia berkata,

"Seperti yang kubilang sebelumnya, aku sudah hidup kurang lebih seratus tahun. Tapi, selama hidupku aku belum pernah pergi keluar dari Sanctuary ini... Bagaimanapun juga, aku sudah melekat dengan perjanjian ini sejak aku lahir, sejak aku dilahirkan disini. Dan justru karena alasan itulah, aku merasa agak nyerah...... namun agak berat untuk melepas harapanku ini, harapan untuk pergi keluar" (Lewes)
(TLN: Sebelumnya si Lewes menyebut dirinya berumur 110 thn 百十数年 - Hyaku jū sū-nen, tapi didialog ini dia nyebut '100' thn 百数十年 - Hyaku sū jū-nen, mungkin ini memang disengaja, jadi ane ngikutin source eng nya saja yang tetap mengikuti source jpn)

"Nenek pingin melihat dunia luar untuk sebentar saja. Dan yang lainnya juga. Karena, kesempatan ini adalah kesempatan emas kan? Jadi, dengan menahan Lord-sama yang lemah, dan para penduduknya, adalah tindakan yang tepat" (Garfiel)

Mendengar penjelasan dari mereka berdua, atmosfir diruangan ini seketika berubah.
Baru saja, mereka telah menjelaskan kepada Subaru alasan dari tindakan penahanan mereka―― menjelaskan motif dari kejahatan mereka. Sesungguhnya, pemandangan yang tidak disadari Subaru saat ini adalah, interaksi antara pelaku dan korban.

"Jadi begitu. Kalian, menyandra para penduduk desa.... agar kalian terbebas dari Sanctuary ini" (Subaru)

"Terserah bagaimana kamu memikirkannya. Dan, satu-satunya orang yang dapat memenuhi nya adalah..." (Lewes)

Seketika, tatapan Lewes menjadi suram, disaat Ia melihat kearah Emilia.
Mengerti maksud dari tatapannya itu, sekali lagi Emilia, menyadari posisinya.

"Diriku. ――Begitu kan maksudmu?" (Emilia)

Paham dengan situasi kali ini, Emilia memejamkan kedua matanya lagi. Dan setelah beberapa detik, saat Ia membuka kedua matanya lagi, tak ada keragu-raguan lagi yang nampak pada kedua matanya. Ia sudah memutuskan harus berbuat apa.

"Para penduduk, kau nggak melakukan hal-hal yang buruk kan kepada mereka semua?" (Emilia)

"Kagak. Kalau gua memang memperlakukan mereka dengan kasar, gua pasti sudah melampiaskan kemarahan gua pada mereka. Tapi sorry saja, gue lebih baik mati daripada melakukan hal seperti itu" (Garfiel)

Dengan itu terbukti, Emilia benar-benar lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya.
Bahkan dirinya sudah tahu kalau Ia akan menghadapi situasi bahaya di kuburan itu, tapi Ia malah lebih khawatir kepada para penduduk.
Inilah kekuatannya, dan inilah kelemahannya, dan melihat dirinya yang seperti ini, Subaru menjadi merasa rapuh karena dirinya.







"Kau kelihatannya nggak senang, yah?" (Roswaal)

".......Dah jelas banget kan. Pada akhirnya, kita tetap mengikuti alur yang telah direncanakan ini. Memang, awalnya kita tidak menyadari tentang alur yang direncanakan ini, tapi disaat kita sudah menyadarinya, kita tetap saja tidak punya pilihan lain, selain mengikuti alurnya" (Subaru)

Menggertakkan giginya menahan rasa kesalnya, Subaru mengomel pada Roswaal yang tersenyum. Tapi kemudian, teringat sesuatu, dan Ia kembali tenang lagi,

"Ah aku lupa memberitahu, alasan kenapa dirimu bisa terluka seperti ini" (Subaru)

"Hu-um, silahkan. Aku tidak akan menghalangimu" (Roswaa)

"Performance. Atau dengan kata lain, semua ini cuma aktingmu" (Subaru)
(TLN: Subaru memang nyebut Pafōmansu (パフォーマンス), jd ane biarkan)

Melihat Subaru menggaruk lehernya disaat mengatakan ini, Roswaal seketika diam terpaku. Reaksi ini dilihat oleh Subaru hanya dengan sebelah matanya yang terbuka.

"Dijadikan tahanan seperti sekarang ini, orang-orang dari desa Arlam kemungkinan tidak dapat menerimanya. Tentu saja, mereka seharusnya merasa keberatan. Jadi kupikir kau harus menunjukkan kalau kau ingin menuntaskan masalah itu. Menjadi pahlawan, sebetulnya kau bisa langsung saja bertingkah gila, dengan menyingkirkan Garfiel atau semacamnya..... Tapi orang-orang di Sanctuary ini begitu penting bagimu. Jadi kau nggak bisa melakukan hal itu" (Subaru)

"Fumu~~. Terus, aa~pa yang terjadi selanjutnya?" (Roswaal)

"Kau cuma bisa membantu Garfiel dan para penghuni pulau ini. Yaitu, membebaskan para pemilik darah-campuran dari Sanctuary ini. Dan rencana ini nggak bisa kau lakukan tanpa bantuan Emilia-tan. Tapi sayangnya, para penghuni pulau ini dan para penduduk desa arlam tidak bisa menerima begitu saja bantuanmu. Jadi, solusi untuk semua ini simple―― Kau memberanikan diri menjalani Pengujian itu, membuktikkan kalau kau benar-benar ingin memenuhi keinginannya (note: keinginan para penghuni sanctuary), dan benar-benar ingin membebaskan mereka (note: para penduduk desa) dari situasi mereka yang dijadikan tahanan" (Subaru)

"――――"

"Aku nggak tahu gimana caramu bisa memprediksikan tingkat serangan yang akan kau dapatkan dari 'Racun' itu, tapi kalau kau memang memprediksikan, kalau racun ini tidak akan membunuhmu, maka ini kesempatan yang bagus bagimu. Karena semakin besar tingkat luka yang kau dapatkan, semakin serius kau terlihat, maka semakin banyak simpati yang akan kau dapatkan. Dan bahkan, kau bisa memperkirakan apa yang akan dilakukan 'orang yang akan datang kepadamu' nanti" (Subaru)

Jadi pada akhirnya, penyebab Roswaal terluka hingga seperti ini adalah pertunjukkan yang dibuatnya, untuk memenuhi tujuan utamanya.
Sebagai pemimpin mereka, besarnya kekuatan Roswaal seharusnya sudah diketahui oleh para penghuni Sanctuary ini dan para penduduk desa Arlam.

Tetapi, kalau pengujian itu sendiri bisa melukai dirinya dengan sangat mudah, maka Apa yang nantinya akan dipikirkan semua orang disini, terhadap seseorang yang akan datang menolong mereka nanti?
(TLN: mereka akan berterima kasih pada orng itu, dan bentuk terima kasihnya yah, sangat menguntungkan khususnya dalam pemilihan raja ini :v)

"Itulah yang terbayangkan dipikiranku terhadap sifat kebijaksanaanmu yang teramat licik itu, jadi bagaimana jawabanku ini?" (Subaru)

" ――Waa~w, diriku tidak me~nyangkanya. Jawabanmu ini benar-benar sangat, sanga~t menakjubkan. Baru beberapa hari kita tak bertemu, ta~pi apa sesungguhnya yang telah terjadi pada~mu?" (Roswaal)

Roswaal tertawa sangat keras terhadap perkataan Subaru, menunjukkan kekagumannya kepadanya.
Dan lalu, Ia menepuk kedua tangannya, kemudian tersenyum dengan senyum yang seperti biasa dilakukannya,

"Su~ngguh mengagumkan. Jawaban yang ha~mpir sempurna. Aku nggak nyangka gimana bisa kau menebak sejauh ini. Tapi ba~gaimanapun juga, keputusan ku memang tepat dengan memba~wamu kemari" (Roswaal)

"Suasana ini~. Aku ingin muntah" (Subaru)

Melihat Roswaal yang nampak berterima kasih, karena tujuan nya sudah dikonfirmasi, Subaru mengalihkan pandangannya, tak bisa menyembunyikan rasa muak didadanya.

Terhadap tujuan Roswaal, terhadap dirinya yang bisa membaca tujuannya itu, dan terhadap fakta kalau tujuan itu hanya untuk keuntungan politik Emilia...... memikirkan semua itu, semakin dalam, semakin Ia merasa jijik dengan itu semua.

Sementara Emilia saat ini masih sibuk berbicara dengan Lewes dan Garfiel, membicarakan tentang pengujian itu, sehingga Ia tidak menyimak pembicaraan dirinya dengan Roswaal dari tadi.

Melihati dirinya dari belakang, Subaru bertekad tidak ingin membiarkan dirinya tahu kebenaran ini, tidak peduli bagaimanapun itu.

Sudah cukup baginya untuk terus melihat kedepan.
Kebaikan, dan ketulusannya, Ia tak mau membiarkan Emilia mengetahui niat gelap dibelakang semua ini, menghancurkan semua itu.

Kalau bisa, Subaru ingin menyembunyikan dirinya didalam lumpur, sehingga Emilia bisa dihujani pujian oleh semua orang.

Di pemilihan raja saat itu, Emilia tidak terlihat melakukan apapun, dan tidak ada hal yang dapat membuatnya dapat kokoh bertahan.

Kalau memang 'Pemilihan Raja' nya dimulai disini, di Sanctuary ini, maka Ia akan melakukan segalanya untuk dirinya, dengan seluruh kekuatannya.

Dengan tekad yang kuat, Subaru memutuskan ini.

Dan, disaat Subaru mengepalkan tangannya, yang berada dibelakang Subaru, yang mempercayakan seluruh bebannya pada kasur,

"......Hampir benar. Sebenarnya bukan cuma itu saja alasanku me~masuki kuburan itu" (Roswaal)

Berbicara dengan pelan, suaranya itu hanya dapat didengar oleh maid berambut-merah disampingnya.
Dan, gadis itu, hanya bersikap seperti biasanya, memejamkan kedua matanya dan menunduk.

-=Chapter 13 End=-

===


Thumbnail Image by @HaruSabin!

No comments:

DMCA.com Protection Status