The Dungeon Seeker Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

The Dungeon Seeker Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia

March 01, 2017 Christian Tobing

Tranlator: ReIN

Chapter 1: Interstiche Labyrinth

——PART 1

Kembali kehari sebelumnya, waktu bumi.

Saat istirahat makan siang sekolah menengah atas, TakedaJunpei seperti biasa, ia sedang makan di dalam ruang kecil toilet. Dari waktu ke waktu, wajahnya cemberut dari bau yang keluar dari toilet lainnya, tetapi meskipun dengan seperti itu, itu lebih baik bagi kesehatan mentalnya dibandingkan makan sendirian di kelas.

——17 tahun, tingkat dua sekolah menengah atas. Tinggi 162cm, berat 82kg. Hingga sekolah dasar, aku masih harus mempunyai sifat sopan ... itu lah yang kupikir.

Tetapi. Sosok ini menjadi rumit, itu ketika aku menyadari saat aku memiliki sifat suram. Di atas itu, saat di sekolah yang sedang kuikuti tidak bisa dipuji sekolah itu dengan otak yang bagus, jadi, itu bisa di katakan biasa dipermainkan oleh teman sekelasku.

“Yosh ...,” dia mengatakannya sekali, mengembalikan kotak bekal yang telah selesai ke tas, dan meninggalkan toilet laki-laki.

Dari belakangnya yang sedang berjalan di koridor ada beberapa orang yang tidak terlalu mencolok, suara lantang bergema.

「Uhm ... kau ...? saat makan siang, kau selalu pergi ke suatu tempat dengan tasmu, tetapi ... jangan katakan kau memakan makanan siangmu setiap hari di dalam toilet sendirian?」

Orang yang memanggil itu menunjukkan wajah kekaguman, seorang perempuan yang memiliki mata ramah. Dengan rambut semi-panjang cokelatnya, di tangannya terdapat asesori “Pelanggar Peraturan Sekolah”. Dia juga mengenakan kalung, tetapi semua asesorinya terbuat dengan selera Asia.

Dia menggunakan pakaian sailor berkerah panjang ke bawah, tetapi dia suka untuk menggunakan pakaian model baru sebagai pakaiannya, tetapi bai, itu bisa dikatakan bahwa dia orang dengan selera modern.

「... 」

「Hey, Junpei? Kenapa di saat istirahat makan siang dimulai ... kau pergi kesuatu tempat cepat sekali? Sekarang, aku mengatakannya ... mari makan bersama? Setelah selama ini, kau tidak bisa menerima kelasmu ... jadi ... bagaimana aku memanggil semuanya, bagaimana menurutmu tetang usahaku? Dan kau menggantinya dengan makan sendiri di dalam toilet, berhentilah bercanda!」

「 .... utup ...」

「……?」

「Noriko! Aku memberitahumu untuk diam! Sial aku sudah berumur 17 tahun kau tahu? Hanya karena kau, rumahmu berada di samping rumahku dan kau teman masa kecilku ... kau bertingkah seperti penjagaku sejak dulu! Dasar gurita!」

Sementara rahangnya jatuh, TatsumiyaNoriko membuat wajah mematung. Tetapi, contoh selanjutnya, pembuluh darah terlihat di kulitnya.

「Karena itu tidak mungkin sejak kau adalah teman yang terlalu mencolok, kau mengatakanya ... itu mengapa ... saat ini, kau tahu aku sengaja mengumpulkan perempuan dan laki-laki yang memiliki penampilan sederhana!? Karena jika ada kesempatan untuk berbincang-bincang ... kau bisa akrab ... usaha itu ... kau, kau pikir siapa dirimu?」

「Itu mengapa aku memberitahumu, itu ... itu menyebalkan, tiup tandukmu sendiri! aku memberitahumu bahwa aku tidak membutuhkannya! Mengapa kau mempedulikanku! Tinggalkan aku sendiri!」

Setelah mengatakan itu, Junpei melarikan diri. Sementara melihat punggungnya, Noriko mengeluarkan napas panjang.

「Kenapa aku peduli, kau kata ... tentu saja ... itu karena aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian ... kenapa kau tidak bisa mengerti ... idiot itu ...」

Bersama dengan bel akhir sekolah, Junpeimemasukan buku tulisnya dengan cepat-cepat.

——Sebuah tendangan menghentak punggungnya. Dengan bangku yang ia tangkap, dia terus berputar seperti bola lalu jatuh. Buku tulisnya bertebaran dimana-mana, karena dia menghantam pojok bangkunya, rasa sakit terasa di bahunya.

Di depan Junpei seseorang mengangkat tubuhnya, seorang lelaki dengan rambut pirang dengan tindikan sedang tersenyum tidak enak.

——KidoShouta.

Mengenakan celana hitam sekolah—tanktop violet. Sebagai pertunjukan, tidak, dia memiliki penampilan seperti itu untuk menunjukkan pada realita—otot yang terbentuk dari bahu menuju perutnya, di berikan kepada orang-orang untuk melihatnya seperti operasi yang abnormal.

「Hey hey, kau Piggy? Mengapa kau terburu-buru?」

Wajah Junpei pucat. Dan bersama dengan itu, Kido tertawa dengan lantang.

「Uhm ... e~~to ....」

Sementara begumam, Junpei ketakutan di tempatnya.

「Baik, terserah, dan dengan itu ... bawakan barang itu kepadaku」

Ketika Kido memerintahkan kawan nakalnya, itu terlihat dia mengeluarkannya dari mana, dia menggunakan sarung tangan terbuat dari nilon. Dan setelah beberapa saat, sebuah pakaian kasar mereka bawa.

Jarak antara Junpei dan Kido sekitar tiga meter. Bau yang busuk, Junpei merasa mengerikan.

「Senanglah, Takeda ... ini ... kau tahu. Untuk kejelakan ... ini untuk kepentingan wajah tampanmu. Marinated dengan susu minuman keras, sampah dan tampon yang gagal di pakai dari toilet perempuan ... membiarkan itu selama tiga hari, itu lah yang kubuat untukmu ... sangat spesial」

Dan disana, kelas tertawa. Ini lah keseharian Junpei.

——sosok lemah, untuk hal tidak biasa sesosok yang kuat ... mereka tidak bisa melawan. Pakaian kasar itu busuk dari aroma bau amonia, mendekati wajah Junpei. Meremas kepalan tangannya, ia menatap Kido.

(TLN: Amonia, senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan; source: Wiki)

「Oh, Piggy, apa yang terjadi? Apakah kau melawanku?」

“Ann?” dia menggerakan dagunya ke atas, dan Kido mulai meremas otot-otot jarinya.

「 ... tidak, bukan apa-apa」

Dengan aksi itu, perlawanJunpei menghilang dengan cepat. mengangguk dengan cepat, Kido memanggil seluruh orang di kelas itu.

「Kalau begitu~~ Tuan dan Nona sekalian! KidoShouta mempersembahkan! Pijatan wajah Piggy!」

Tertawa terbahak-bahak. Pakaian kasar itu di arahkan ke dekat wajahnya. Hampir dekat berjarak 10cm, pakaian itu penuh dengan kotoran.

「Aku memikirkan hal yang bagus. Hey, Piggy ...? kau ... mulutmu bau, kan? Okay! Aku juga akan menggosok gigimu. Mari, sekarang katakan “An”?」

Mulai kembali, seluruh kelas penuh dengan ketegangan. Hanya karena, Kido itu ... seorang lelaki yang mau melakukannya dengan serius dan semua telah mengetahuinya.

Tidak ada satu pun yang mau menghentikan kelakukan barbar Kido. Hanya karena, jika mereka mengatakan sesuatu kepada Kido sekarang, target selanjutnya adalah dirinya sendiri.

「Sekarang, Piggy? Katakan “A~n”? jangan menahan?」

Dengan sebuah pukulan, atau dengan menggosok giginya dengan pakaian kasar itu. mana yang lebih baik, itulah pikiran Junpei.

Jika dia tidak membuka mulutnya sekarang, pasti ... dia akan dihajar. Dan setelahnya, pakaian kasar itu akan di paksakan masuk ke dalam mulutnya.

Jika dia patuh dan membuka mulutnya, pakaian kotor itu akan di masukan dengan normal, tetapi dia tidak akan di hajar. Dalam kasus manapun, hasilnya akan sama ... jika seperti ... dia, yang menggunakan abacus, menganggul sambil membuka mulutnya.

(TLN: Abacus, semacam frame yang digunain buat ngehitung. Pokonya mirip kayak alat hitung jaman dulu kalau di bahasa indo-in artinya “Sipoa”? ngakak? Pasti .. aneaj yang nerjemahinnyakejeng-kejeng)

「Kido ... lakukan ... apa yang kau inginkan. Aku mengakui aku adalah mainanmu ...」

「Oh~ aku tidak membenci Piggy yang jujur kau tahu? Itu datang dari bagian tubuh bawahku!!」

Ketika Junpei menerima semua itu—-suara lantang bergema di kelas itu.

「Hentikan itu sekarang juga! aku tidak bisa melihat ini!」

Di sana, Kido membalasnya seolah-olah permainan yang bodoh.

「Ooh, bukankah itu Noriko-chan? Aku keheranan apa yang tidak bisa melihat itu~?」

Menghiraukan Kidoyang cekikikan, Noriko berdiri di depan Junpei untuk melindunginya.

「Ayo Junpei」

Dan menarik tangannya.

「Pergi?」

「Tidak perlu untuk bermain-main dengan mereka. Ayo cepat ... dan pergi ke rumah? Rumahmu ... ada di sampingku, ‘kan?」

「Eh ... tetapi ... jika aku lari begitu saja dari sini」

Ada, suara kering bergema ke seluruh ruang kelas. Itu adalah suara tamparan Noriko ke pipi milik Junpei.

「Apa yang kau katakan?! Dari awalnya ... kau tidak merlarikan diri!? Kenapa ... kepana hingga menjadi seperti itu ... kenapa kau tidak melawan balik?」

「... Eh ... tetapi ... tetapi」

「Aku mengakatannya berkali-kali,‘kan? Untuk memukul balik! Tetapi ... aku sudah mengetahuinya kau tidak akan bisa melakukannya. Itu mengapa ... aku akan melindungimu ... itu mengapa ... mari kita pergi. Pergi ke rumah bersama-sama」

Suara pintu bergeser terdengar. Dari lorong menuju tangga, lalu menuju rak tempat sepatu setelah turun dari tangga. Dan—-dengan matahari terbenam, dituntun oleh Noriko, mereka berdua pergi menuju gerbang pergi meninggalkan sekolah.

Dan Noriko tidak mengatakan apa-apa, mengatakannya sementara garis matanya menurun.

「Hey?」

「N ...?」

「Bukankah itu terlalu, tetapi. Sedikit, kau bisa mengandalkanku sedikit lebih dari pada ini kau tahu?」

「....」

「... kenapa ... kenapa dengan seseorang sepertiku ...?」

「Saat dulu, kau tahu. Ketika aku dijahili ... kau, kau mengulurkan tanganmu untukku, ‘kan? Pada saat itu, aku pikir. Junpei adalah orang baik dan kuat ... itu mengapa ... kau tahu. Bagaimana kau terlihat sekarang ... aku tidak ingin melihatnya」

「....」

Untuk Junpei yang tidak mengatakan apa-apa, Noriko meneruskannya.

「Hey ... percayalah ini? Aku ... aku, akhirnya ... aku tidak membencinya, okayJunpei. Itu mengapa tolong bergantunglah padaku? Usahamu pasti akan berbuah itu mengapa, bersama ... mari kita melakukan yang terbaik okay?」

Sebuah telapak tangan di letakan ke dada Junpei. Dan hatinya bergetar. Mereka dilahirkan di rumah sakit yang sama ... dia menghabiskan semua waktunya sejak itu mengingatnya.

Hanya sedikit, sedikit rasa malu, untuknya yang mengatakan itu dia tidak membencinya—-untuk perbedaan berbagai emosi yang aku rasakan, sejujurnya, walaupun aku kaget. dan tanpa mengatakan lebih daripada itu, mereka berdua, dalam perjalanan pulang dari sekolah, menggenggam tangan mereka ... dan mulai berjalan.

「Hey, Noriko?」

「N?」

「Uhm ... hingga saat ini ... maafkan aku. Itu adalah kesalahanku. Lagipula, itu lah yang kubenci, aku sangat ingin mengatakannya bahwa aku membencinya saat ini」

Dia tersenyum, dan dengan senyuman lebar, Noriko mengepalkan tangannya. Kemudian ia pun memukul pelan kepala Junpei.

「Jika kau telah mengetahuinya ... itu bagus! Meskipun Kido juga terlalu tangguh ... baik, aku akan membuat persiapan ... jadi」

「Un」

Dan, saat itu, Kido mengejar mereka dari kelas—-dan dengan tiga pasukannya.

「Oi, tunggu Takeda—-tanpa izin ... mengapa kau pergi ke rumah dengan seorang perempuan—-」

Dalam sekejap Junpei dan Noriko berbalik, tempat mereka terselubungi oleh fenomena aneh. Seperti perasaan melayang. Dan perasaan melayang itu seperti udara dan tubuh bercampur dengan sesuatu yang datang setelahnya.

Setelah beberapa yang lalu—-penampilan mereka menghilang dari sana. Mereka terkirim menuju dunia lain. Ketika mereka menyadarinya, kenenam dari mereka menambahkan Kido dan sisanya berdiri dalam ruangan misterius yang memiliki warna putih.

「Kalau begitu, aku akan menjelaskan apa yang terjadi」

Saling berhadapan. Seseorang yang mulai berbicara dengan suara lengking, adalah anak berambut pirang yang memiliki umur sekitar 12-13.

Dengan struktur wajah berkelamin dua, mata biru, dia mengeakan celana kulit ketat yang bertahan hingga bagian paha atasnya, dan sebuah jaket kulit yang juga hitam.

Asesori perak yang bisa terlihat dari kalung dari tank top­-nya, itu seperti penampilan personil band ... itu mungkin disebut memadai.

No comments:

DMCA.com Protection Status