Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 11 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 11 Bahasa Indonesia

March 10, 2017 Alice Eugeo

Translator: Alice

Regular chapter adalah tiap 2 minggu di hari jumat
Kuota chapter bonus: 0 ($0.00415/$3)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://viid.me/qsKzQ4
Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru



Chapter 11: Apa yang mereka sebut sebagai sifat yang sesungguhnya.



"Hey.. Ini, serius kan?" (Makoto)

Air mata didalam hatiku tidak berhenti mengalir.

Itu sangat besar, meskipun tidak setingkat Shen.

Ia tidak memiliki bulu ditubuhnya dan memiliki kulit luar yang halus dan padat.

Lebih seperti, Mahluk hidup ini..

Dari apa yang kutahu, ia seharusnya tidak memiliki kulit luar.

Bagian depannya memiliki bulu yang tumbuh keluar dan terlihat cukup lembut.

Terlebih lagi, itu besar. Berapa panjang keseluruhannya? Aku tidak memiliki cara untuk mengukurnya secara akurat tapi Aku merasa bahwa itu seperti lebih dari 4 truk, mungkin ♫

'Laba-laba' yang hitam kelam ini.

Aku benar-benar merasakan tekanan kuat seperti berada di depan truk raksasa. Ini tidak lucu.

"Oh? Seperti biasanya, ia tidak menunjukkan sedikitpun kewarasan. Kelihatannya ia senang Ada banyak untuk dimakan" (SHen)

Dia tertawa dengan semangatnya. Dia mengoloknya. Benar-benar deh, sikap riang macam apa itu.

"Kau terlihat tenang, huh! Bisakah Aku menyerahkanya padamu untuk kau urus?!" (Makoto)

"Mustahil. Aku tidak ingin bertarung dengan mahluk yang dikendalikan dengan rasa lapar ini. Aku juga tidak memiliki katana jadi Aku tidak bisa bertarung!" (Shen)

"Jangan mengatakan hal yang bodoh!!!" (Makoto)

Kau bahkan tidak butuh katana!! Apa yang terjadi dengan keahlian khususmu, sihir air? Kabutmu? Ilusimu?

Aku belum melihatnya, tapi Aku yakin kau memberitahuku bahwa kau ahli dengan air juga!?

"Sayang sekali" (shen)

"Jangan menggunakan wajah serius seolah-olah kau terkejut!" (Makoto)

Seluruh kakinya berayun dengan kecepatan yang terlihat kabur. Itu adalah gerakan rumit dan sesekali taring akan menyerbu juga.

Ia sudah memutuskan bahwa aku akan jadi mangsa pertamanya, Huh!

"Tidak perlu khawatir, Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melindungi tanah ini dan Orc. Dan Dwarf ini juga" (Shen)

Dan Shen pun melanjutkannya.

"Jadi, kalahkan saja dan usir laba-laba yang hanya mengamuk kemanapun sejak zaman dulu, master" (Shen)

Seolah-olah dia bahkan tidak meragukan kemenanganku, Shen mengatakannya.

Tunggu sebentar.

Laba-laba hitam raksasa ini tidak memberikanku kesempatan untuk istirahat. Pasti karena ia ingin memakanku secepat mungkin. Air liur yang berhamburan itu terasa tidak menyenangkan.

"Benang hitam!?" (Makoto)

Benang yang disemburkan itu berwarna hitam pekat. Saat aku menghindarinya, benang itu menjurai ditanah. Kalau aku menginjaknya, Aku mungkin berada diposisi yang tidak menguntungkan. Setidaknya aku tidak ingin mencobanya.

Namun, benda apa ini?

"Oi, Shen-san!!" (Makoto)

"Kau sangat riang-ja na, seperti yang diharapkan dari Masterku" (Shen)

"Benda itu, Apaan sih itu!?" (Makoto)

"Aku tidak tahu namanya. Hanya saja, sejak zaman kuno itu ada dan itu adalah mahluk yang hanya melahap-ja" (Shen)

Aku sudah tahu nama Shen dari awal. Meskipun kupikir bahwa dia adalah seekor Hamaguri.(TLnote: tiram oriental?)

Sekarang kalau kupikir-pikir, ini adalah dunia lain. itu mungkin bukanlah nama yang pernah kudengar sebelumnya.

Jujur saja, Dewa laba-laba atau Demonic beast yang telah mengamuk sejak zaman kuni, Aku tidak mengetahui apapun mengenai itu sekarang.

Jika itu dari buku terkenal didalam pikiranku, itu akan seperti Arachne dan Tsuchigumo sih. Tapi kelihatannya tidak seperti itu.

Kalau aku tahu namanya, Mungkin aku bisa membuat serangan balasan.

Sekarang, Apa yang akan efektif melawan mahluk ini? Aku bisa mengerti bahwa kegelapan tidak ada gunanya. Itu hitam dan benangnya hitam pula.

Kalau itu tipe serangga, itu api kan? (TLnote: pengalaman main dipokemon? :v)

Ge!! Cepatnya! Seperti yang diharapkan dari laba-laba!

Menggunakan celah pada waktu aku berpikir, cakar yang tak bisa kuhindari mendekat. Aku menyorongkan pisau belati diantara tubuhku dan cakar.

Gakin!!!

Suara yang tajam terdengar.

"Gu... Sakit!" (Makoto)

Serangan itu melemparkanku tapi rasa sakit yang kurasakan dikepalaku. Singkatnya, Jangan menghalang cakar dengan pisau belati.

Namun, meskipun saat cakar menggores pisau belati, ia terlihat tidak menerima cedera.

Artinya, kalau aku terus melakukan ini, itu akan aneh untuk menemukan cara yang efektif untuk mengatasinya.

Kemudian [brid] atau Athame yang ditingkatkan untuk menambah kekuatan serangannya!

mengubah aria [brid] ditengah tengahnya, cahaya merah menyelubungi Athame.

Diatas itu, Aku 'menyelesaikan' [brid] dan meninggalkannya melayang diudara. Menginggalnya dalam mode standby tanpa menembaknya, Aku akan memenuhinya dengan Maryoku. Terasa seperti tembakan isian yang bisa digunakan kapanpun.

Cakar yang dihempaskan. Taring. Air liur yang berhamburan.

Sudah kuduga, TIdak ada waktu untuk melamun.

Mengenai Ia kelaparan sampai pada batasnya kelihatannya benar. Dan karena itu, ia memakan segalanya di dunia.

Sejak waktu ia terlahir, rasa lapar mahluk ini tidak pernah terpuaskan. Kesampingkan bagaimana menyakitkannya itu.

Aku tidak akan membiarkannya memakanku. Itu adalah tekadku sekarang.

Meskipun jika aku mencoba bicara dengannya, satu-satunya yang bisa kudengar adalah erangan.

Itu pasti berada didalam keadaan yang secara praktisnya tidak ada kewarasan. Itu memilukan. Aku tidak bisa mengertinya, ia hanya meraung.

Benar, benar, pukulan,sayatan diagonal, tusukan kiri, taring dari depan!

Dan kemudian kanan!

Seperti yang kuprediksi!

Jadi agar pisau belatiku bisa meraih bagian dalam cakarnya,Aku melangkah maju. Untuk menargetkan lapisan cakar tajam pada bagian sendinya.

Aku menggunakan peningkatan 1 orang [Sakai]. meningkatkan tubuhku menggunakan maryoku didalam diriku! Bagus, Aku berhasil melakukan keduanya.

“Deryaaaaaa!!” (Makoto)

Kalau aku bisa membalasnya dengan keadaan ini, tidak peduli apakah aku akan bisa melukainya, Itu harus!

“Oh?” (Makoto)

Suara tercengang keluar dari mulutku.

Tanpa perlawanan. Aku memotong kaki laba-laba dari dalam.

Itu lebih mudah dari pada apa yang kupikirkan. Eh, Jangan jangan meskipun terlihat seperti itu, sebenarnya itu cukup lunak?

“GYEIEEEEEEEE!”

Mungkin karena rasa sakit tidak terduga yang ia rasakan, dengan ketujuh kakinya, ia mundur.

Tentu saja, Aku juga melangkah dan tiba dibelakangnya.

Dengan Bagaimana itu terjadi, itu akan menjadi kemenangan mudah?

"Uuuu"

Saat beberapa mata itu menemukanku, ia muncul ke arahku secepatnya! Lompatan! Laba-laba melompat, Menakutkan!

Serangan barusan tidak menahan diri sama sekali!

“te, ueeeeeee?!” (Makoto)

Sambil menyemburkan benang ditengah udara.

Kaki yang seharusnya telah kupotong.

Mahluk itu menumbuhkan kaki yang baru dan mulai menyerangku dengannya.

Daya pemulihan macam apa itu!

Tapi seperti biasa, ia hanya cepat tapi serangannya sederhana.

"Bagaimana tentang ini!!" (Makoto)

Menghindari seluruh cakar yang mengarah padaku, diwaktu yang sama Aku membalasnya.

Memotong keempat kakinya, kaki yang terpotong itu pun terlempar dan menjadi debu hitam dan menghilang dalam sekejap.

Tidak mampu melompat dengan benar, ditempat yang setengah setengah, Laba-laba itu cuma menatap bodoh ke arahku.

Seperti biasa, pada beberapa mata itu, Aku tidak bisa merasakan sinar dari kehendaknya dimanapun. Ia pasti benar benar dikontrol oleh rasa laparnya dan terdorong pada kegilaan.

"Dengan ini, tolong biarkan ini berakhir!!" (Makoto)

Dengan cahaya merah yang masih tersisa pada Athame, Aku mensinergikannya dengan [brid] baru yang kuciptakan dari tangan kiriku.

Aku bisa memahami kalau aku tidak bisa mengendalikannya dalam jangka waktu yang lama. Aku mengarahkan pisau belati tersebut dan melepaskannya. Dari pisau belati tersebut, rentangan cahaya merah menyebar dan seperti yang ia incar, itu terlempar tepat kedalam mulutnya!

Setelah itu, Aku melepaskan [brid] ditengah udara yang telah mengisi kekuatannya dan menabrakkannya ke arah perut laba-laba!

Berakhir seperti Cross-fire, kedua panah yang kelihatannya sudah mengenai tepat sasaran pada target dan telah menusuk laba-laba.

Dan demi tidak terkena ledakan yang akan terjadi, Aku melangkah minggir.

Dengan semua ini, ia tidak seharusnya bisa lepas tanpa terluka, kan?

Memeriksa hasil serangan tersebut, Aku menatap laba-laba yang telah tertusuk oleh [brid] yang telah berubah jadi tombak.

"Ho~ itu sudah menjadi kekuatan yang luar biasa. Kecepatan reaksimu dan pondasi kekuatan yang sangat menyimpang dari norma jadi bahkan tanpa teknik, itu masih naik sampai ketingkat ini. Yah, kau sudah melakukannya dengan baik. Dengan ini, ia seharusnya kembali pulang" (Shen)

Shen bicara padaku seolah-olah aku bukan masternya tapi lebih seperti aku adalah muridnya. AKu, AKu mengharapkan ada rasa hormat. Bahkan aku tidak bisa merasakan kalimat hormat apapun didalamnya.

Ledakan merah menyala menyebar dari tubuh laba-laba.

'Bagus, dengan ini...' itu adalah ledakan yang bisa membuatku berpikir seperti itu.

Seluruh tubuh laba-laba pun bergejolak. Lebih seperti, Aku terkejut ia masih memiliki bentuknya.

Tapi memang kelihatannya itu sudah berakhir. Aku memastikan kemenanganku setelah mengawasi lawanku yang tak bergerak. Dibandingkan pada waktu dengan SHen, Aku mengakhiri yang ini dengan cukup tenang. Apakah itu apa yang mereka sebut dengan pengalaman?

Tidak, itu karena musuhku menggila, dan serangannya sudah menjadi satu pola. Jadi mungkin akan sudah berbeda kalau ia tenang.

Sebagai hasilnya, termasuk Shen, Sekarang aku sudah melewati 2 pertarungan Boss. Kemungkinan besar, AKu sudah naik level sekarang.

"Ihya"

Eh? Apa itu tadi?

“Hyahaaaa~♫”

Aku bisa merasakan rasa dingin dibawah punggungku. Itu bukanlah cuma rasa takut atau rasa takut karena tidak terbiasa dengan pertarungan. Apa ini, perasaan ini!?

"Master, jangan-jangan.." (Shen)

"Tunggu, Apa, Shen-san. Perasaan tidak enak macam apa ini?" (Makoto)

"Ia pasti sudah menyukainya karena kau tadi begitu berlebihan♫” (Shen)

M macam apa itu! Sifat bawaannya!?

(TLnote: M =masohis, kalo ingin tahu itu apa silahkan cek google)

“wa, wa wa wa, wa wa wa wa wa”

“ihyaihyaihyaihyaihya…”

Aku menatap Shen dan laba-laba hitam yang tampaknya telah membuat pemulihan sempurna dan mengeluarkan suara-suara yang aneh.

"Apa-apaan ini!? Aku tidak menginginkan ini!!!" (Makoto)

Sementara aku menyelesaikan aria [Brid], Aku menggeleng dan menutup mataku pada pertarungan yang kelihatannya seperti tidak akan pernah berakhir.

——

“Ha~ Ha~”

Laba-laba yang berada didepanku.

Ia seperti akan bikunbikun (TN: SFX) dan gemetar.

Ah~ tapi aku sudah mengerti arti dari gemetarannya ini.

Meskipun jika kedelapan kakinya sudah terpotong dan kebebasannya telah hilang.

Torso,perut, kepala, dan bahkan jika aku sudah memberikan beberapa tusukan ke tempat tersebut.

Ia tidak mati dan ia tidak gemetar karena rasa takut dan rasa sakit.

Mungkin ada beberapa cedera mengenainya.

TIdak, Aku harap itu ada.

Gemetaran yang mahkluk ini rasakan adalah karena kebahagiaan.

"Aku berdoa agar aku tidak memasuki dunia S (TLnote: sadis), Tapi bukankah kau terlalu kuat?" (Makoto)

"Untuk berpikir kalau dia akan begitu gigih. Hanya apa yang salah dengannya-ja?" (Shen)

Dia juga merasa takjub dengannya.

Dia pernah bertemu dengannya sebelumnya, tapi mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan sebelum menerima cedera, dia lari.

Singkatnya, karena dia mengenali lawannya sebagai salah satu bencana. Itulah sebabnya dia pasti berpikir kalau ia akan menjadi rekan latihan yang sempurna. Super spartan. Aku akan menangis.

Tentu saja, Aku belum pernah mendengar tawaan seperti itu sebelumnya.

Kemudian.

Lawan yang bahagia ini (Ia senang, kalau itu tidak seberat ini) hanya apa-apaan sih dia itu?

perlahan-lahan tombak api menjadi kecil.

Itu sudah menjadi seperti itu untuk sementara waktu.

Perlahan-lahan, itu diserap.

menerima cedera dan kemudian menyerapnya. Keefektifan yang merugikan macam apa ini. Aku tidak mengerti.

Tapi, pada kenyataannya mahluk ini telah melakukan itu lagi dan lagi dan ia masih hidup.

Sepertinya, itu berarti bahwa ia memiliki sesuatu yang mirip seperti penyerapan. Menyebalkan sekali.

Bahkan kalau aku menghancurkan kepalanya, ia tidak akan mati. tampaknya ia tidak memiliki tempat yang terlihat sebagai titik vitalnya.

“a, aha, ha~…”

kedengarannya ia merasa segar. Ia pasti sudah menyelesaikan pemulihannya, tidak, menyerapnya huh~.

Dengan lancar.

Seluruh tombak yang menusuk ketubuhnya tertelan kedalam tubuhnya.

Dan sekarang? Akankah ia masih akan melompat kearahku?

Gemetar bahagia saat ia mengunyah tiba-tiba berhenti.

Ya ya.

Tidak apa kalau aku menghancurkanmu sampai kan? ya ampun~

Aku ngerti kalau itu cara pemikiran yang ketinggalan tapi melawan lawan yang tidak masuk akal ini, jangan bercanda denganku.

"Ya ampun, Mahluk besar dari dunia ini selalu begitu.." (Makoto)

Bagian terakhir bakan tidak bisa terbentuk menjadi kata-kata lagi. Tampaknya tatapan Shen menjadi sedikit menyimpang.

Aku menyiapkan kuda-kudaku sekali lagi.

“Hiaaaaaa~♫”

Eh?

Kakinya, tidak, cakar?

Are

Meregang?

"Kau pasti bercanda!!!" (Makoto)

Ini buruk!

Ini sangat tiba-tiba, ini salah!?

Perasaan jaraknya benar-benar berbeda!

Aku tidak bisa menghindarinya!

Serangan lanjutan dari cakar,cakar dan cakar.

Ge, mahkluk ini, menggunakan kakinya, ia mengangkat lenganku!? ini tidak adil, pada saat ini kau mempermaikan pikiran sekarang!

Salah satu kakinya memukul perutku.

“ga, fu!” (Makoto)

Aku sedikit membangun [sakai] dipusat perutku. Pembangunan pertahanan.
Lagipula, tanpa memikirkan efeknya, aku hanya membuatnya untuk melindunginya.

Aku bisa merasakan sedikit fleksibilitas dan kemudian perasaan tusukan.

Ia tidak melubangiku tapi itu sedikit menyengat. Hanya seperti itu, rentangan cakar melemparkanku ke pohon.

Menghancurkan beberapa pohon, tubuhku akhirnya menekan pada salah satu pohon.

“Kaha!!” (Makoto)

Tte Hey. Apa kau bilang kalau kau bahkan tidak membiarkanku bernapas!?

Dari rentangan cakar laba-laba hitam yang mendekat seolah-oleh tertarik kedalamnya, kali ini pasti aku tidak akan bisa menghindarinya.

Wajah atau leher. Mengincar tempat itu tidak lucu!

Tidak bagus Aku akan dimakan!!

Aku memalingkan wajahku dengan putus asa.

“Tsu~u~u~u! Ah!”

Sebuah sensasi terbakar yang berasal dari atas bahuku. Kelihatannya, Aku menghindar dari membuat wajahku dimakan, tapi tampaknya bahuku sudah termakan.

“Fu~u~u! Afu~u~u~u~u~u ♪”

Hey.

Untuk apa kau mengisap darahku sesenang itu?

Puchin (TLnote:sfx)

Melihat diriku seperti itu.

Disuatu tempat yang jauh, Aku mengerti kalau aku bisa terlepas dari emosiku sendiri.



<<  Daftar Isi | >>

No comments:

DMCA.com Protection Status