Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 56 Bahasa Indonesia - Isekai Novel Translation

Isekai Novel Translation




Join Us on Facebook Join Us on Facebook

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 56 Bahasa Indonesia

March 05, 2017 Narwastu Vivaldi


Regular chapter adalah tiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu
Kuota chapter bonus: 12 ($0.05278/$2)
*Note: Chapter bonus adalah chapter yang rilis di luar jadwal
Untuk meningkatkan kuota: klik dan tunggu 5 detik kemudian klik "skip ad" http://adf.ly/1ky5tT
(Ada kejutan lho :v )

Kuota chapter akan diupdate tiap rilis chapter baru

Chapter 56: Negosiasi Dengan Penjual Budak ③

Si penjual budak bernama Mago Plette. Ia telah mendirikan sebuah pos perdagangan, dua toko item, delapan toko material dan saat ini ada tiga yang ada di kota Comer. Ia bahkan membuka sebuah toko cabang di ibu kota tahun-tahun terakhir ini.

Ia telah sukses sampai pada titik ini berkat skill 【Verification Eye】-nya. Kualitas muatan material, dapat diperiksa dengan skill ini. Bahkan di kota Comer, dia adalah salah satu pedagang terbesar.

"Ugg.."

Alasan ia menggeram adalah karena potion-potion yang ada di depannya.

_

Potion (Grade 6): Efek pemulihan kecil

Potion (Grade 6): Efek Pemulihan kecil

Potion (Grade 6): Efek Pemulihan kecil

_

Jika kau melihatnya dengan mata telanjang, semuanya jelas sekali terlihat sama namun ada sesuatu yang berbeda dari mereka. Kemudian ia memutuskan untuk melihatnya dengan skillnya.

_

Potion (Grade 6): Efek pemulihan kecil +10 Hp

Potion (Grade 6): Efek Pemulihan kecil +30 Hp

Potion (Grade 6): Efek Pemulihan kecil +45 Hp

_

Tentu saja, dengan mata pengrajin seperti alchemist, blacksmith, dan pedagang, potion-potion ini tidak biasa. Efek potion yang dijual oleh alchemy guild kasarnya adalah 30 atau bahkan kurang. Yang jadi masalah adalah potion dengan efek +45 Hp, efeknya 1.5x lebih efektif dari yang dijual di pasar. Jika ini dijual maka harganya bisa lebih tinggi atau dapat dijual murah untuk menghancurkan harga potion dalam pasar. Setelah melihat ketiga potion itu bolak-balik, ia bertanya kepada Yu.

"Nak, darimana kau mendapatkannya?" (Mago)

"Oh, kau menyadari perbedaan potionnya? Dari potion penyembuh tinggi aku punya sekitar 2.000 dan yang efeknya lebih rendah ada 5.000." (Yu)

"Apa? Apa kau mau menjadikan alchemy guild musuh? Dan potion penyembuh rendah, kau mau menjualnya juga?" (Mago)

"Iyalah, aku akan menjadi penjual yang adil. Guild alchemy itu, karena ingin memonopoli uang, mereka bahkan menjual semua potion dengan kualitas berbeda-beda dengan harga yang sama karena harga diri mereka." (Yu)

Sudut Pandang Yu

Tentu saja kalau dia mau membelinya, aku akan menjualnya.

"Tapi, cuman potion dengan efek lebih tinggi yang dapat dijual di pasar." (Mago)

"Potion normal yang dijual di alchemy guild itu 8.000 moon coin kan? Aku mau menjual potion dengan efek yang lebih tinggi dengan harga 5.000 moon coin dan efek yang lebih rendah dengan 500 moon coin." (Yu)

"5.000?" (Mago)

Sudut Pandang Orang Ketiga

Yu tahu bahwa dengan melakukan itu, ia akan dengan segera memonopoli penjualan potion di kota Comer. Bahkan dengan harga hanya 500 moon coin, ia akan tetap meraup keuntungan.

"Bahkan potion dengan efek yang lebih tinggi dijual di alchemy guild dengan harga 10.000 moon coin. Kalau memang semurah itu, gerombolan adventurer benar-benar akan memperebutkannya." (Mago)

"Terus, orang seperti apa yang membeli potion?" (Yu)

"Kebanyakan, para adventurer dan terkadang prajurit bayaran, ksatria, dan pedagang." (Mago)

"Terus, bagaimana dengan para penduduk?" (Yu)

"Tentu saja mereka tidak dapat mebeli potion dengan harga 8.000 moon coin. Itu di luar pertanyaan. Hanya bangsawan yang mampu membelinya." (Mago)

"Nah, bisa kau bayangkan jika harganya 500 moon coin?" (Yu)

"Apa?" (Mago)

"Kau berpikir mengenai ribuan adventurer, tapi bagaimana dengan puluhan ribu orang yang tinggal di sini?" (Yu)

"APA?" (Mago)

Mata penjual budak itu hampir keluar ketika melototi Yu. Tidak ada yang pernah punya pikiran untuk menjual potion-potion kepada penduduk kota. Alasannya seperti yang disebutkan di atas. Harga diri alchemy guild. Penjual budak itu sekarang menjadi bersemangat ketika memikirkan berapa besar keuntungan yang akan didapat.

Setelah itu, keduanya membuat kesepakatan. Mengatur tanggal pengiriman, membeli dan menjual, dan seterusnya.

"Hohoho. Sebenarnya itu menguntungkan untuk kita berdua. Tapi, kenapa aku?" (Mago)

"Oh. kau menyadarinya?" (Yu)

"Ya. Kenapa kau menggunakan dark elf itu untuk membawa topik ini? Kalau kau pergi ke kamar dagang dan industri Berun, aku pikir kau akan bisa menjualnya lebih." (Mago)

"Aku tidak punya kepercayaan kalau mereka akan mendengarkanku." (Yu)

Setelah itu pria tua itu hanya dapat mengangguk.

"Juga, karena kau hanya akan satu-satunya yang menyadarinya." (Yu)

"Apa kau membicarakan tentang kemampuan mataku? Bahkan di kota ini aku setuju tidak ada satupun yang memiliki skill sepertiku." (Mago)

"Ya, dan bukankah kau juga mempunyai toko di ibu kota. Kenapa kau datang kemari?" (Yu)

Ia tidak yakin kenapa ibu kota disebut, tapi tidak ada salahnya memberitahu Yu.


"Tentu saja aku juga mempunyai toko di ibu kota, tapi aku tidak berpikir itu cukup termasyhur. Tapi seperti yang kau tau, kebanyakan item sudah dimonopoli oleh kamar dagang dan industri Berun. Kemungkinan besar mentri keuangan kerajaan Houdon berada di belakangnya." (Mago)

"Oh... aku yakin kota Comer juga adalah tempat yang menarik. Kalau nggak, kenapa pula kau membuka toko di sini dan bukan di ibu kota? Apa itu karena kamar dagang dan industri Berun?" (Yu)

Tentu saja itu adalah alasannya. Delapan tokonya juga kehilangan keuntungannya dan ia dipaksa keluar dari ibu kota.

"Hohoho. Bagaimana kau tahu? Ya, toko itemku telah diambil alih oleh kamar dagang dan industri Berun." (Magu)

"Kalau begitu tak perlu khawatir. Selama kau punya aku, kau tidak akan rugi." (Yu)

Penjual budak itu terkejut. Awalnya ia hanya melihat Yu sebagai bocah nakal. Setelah itu mereka berbicara mengenai keuntungan dengan penawaran dan permintaan, dan sekarang, Yu menyarankan gagasan untuk menjualnya ke ibu kota juga. Tentu saja musuhnya adalah mentri keuangan dan kamar dagang dan industri Berun. Tapi jika potion-potionnya benar-benar dapat dipasok, itu mungkin bisa untuk menentang pengaruh kamar dagang dan industri.

(TL Note: Well, saya bingung kenapa tiba2 nyamber ke politik dan uang. Gimana dengan taruhan sebelumnya? Apa ada 1 chapter yg kelewat?)

Setelah itu, sudah waktunya untuk kesepakatan mereka. Dark elf-nya telah dipersiapkan dan ketika mereka keluar, ada 3 orang yang telah menunggu. Mereka semua adalah adventurer rangking C. Dua orang adalah pengawal dan yang terakhir nampaknya kenal dia.

(TL Note: Oke di bawah ini benar2 ngebingungin dan saya pastikan akan salah translate jadi saya sertakan sama englishnya juga, tolong bantuannya kalau tau terjemahan yang benernya ya)

"Yu juga adventurer kan? Apa yang kau lakukan di sini?"

"Oh, aku cuman sedang membuat kesepakatan." (Yu)

"Itu bagus bahwa mereka tidak sampai bertarung denganmu, maafkan aku."

"Apa? Apa maksudmu mereka akan kalah?" (Mago)

Yang terkejut itu adalah Mago.

Tentu saja 3 orang itu adalah rangking C tapi mereka sudah mendekati rangking B. Bagaimana bisa ia berkata bahwa mereka akan kelah dari adventurer rangking D.

"Mago-sama, anak ini adalah adventurer rangking D, tapi juga bukan orang biasa. Nampaknya dia telah mengalahkan pemburu pemula. Salah satunya adalah Zero si manusia naga."

"Zero dari Pasukan Keabadian?" (Mago)

Penjual budak itu bersyukur bahwa pada saat itu, kesepakatan mengambil matanya dapat dihindari karena kesepakatan mengenai potion.

Text Englishnya:

“Yu is and adventurer too right? What are you doing here?”

“Oh, I was just making a deal.”

“It was good that these two didn’t get into a fight with you earlier, I’m sorry.”

“What? Did you mean that they will lose?”

It was Mago who was surprised.

Of course the 3 people were C rank but they were nearing B rank. How can he say that they will lose to a D rank adventurer.

“Mister Mago, this boy is a D rank adventurer but not your usual guy. It seems that he has defeated the rookie hunter. One of them was Zero the dragon man.”

“Zero from Immortal Army? “

The slave trader was relieved that at that time, the deal of taking his eye was voided because of the potion deal.

No comments:

DMCA.com Protection Status